BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Industri perbankan di Indonesia mempunyai peranan penting di dalam perekonomian
negara sebagai lembaga perantara keuangan. Bank adalah suatu lembaga yang memiliki
peranan utuk menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat. Bank adalah bagian dari
sistem keuangan, yang memainkan peranan dalam berkontribusi terhadap pembangunan
ekonomi suatu negara (Said et al., 2011). Berdasarkan data hasil sensus penduduk yang
dilakukan Badan Pusat Statistik tahun 2010, jumlah penganut agama Islam di Indonesia
adalah 207.176.162.
Sebagai negara yang mayoritas penduduknya adalah penganut Agama Islam,
kekhawatiran mengenai hukum riba pada sistem bank Konvensional Untuk meningkatkan
mobilisasi dana masyarakat yang selama ini belum terlayani oleh sistem perbankan
konvensional dan untuk mengakomodasi kebutuhan terhadap layanan jasa perbankan yang
sesuai dengan prinsip syariah, maka tahun 1992 bank syariah secara resmi diperkenalkan
kepada masyarakat. Bank Muamalat Indonesia resmi berdiri pada tahun 1992 yang
sekaligus menjadi penanda dimulainya industri perbankan syariah di Indonesia.
Undang-Undang No. 10 tahun 1998 yang merupakan pengganti UndangUndang No.7
Tahun 1992 dan menjadi dasar hukum perbankan di Indonesia secara resmi telah menganut
dual banking system yang artinya bank-bank konvensional yang ada di Indonesia
dianjurkan untuk membuka unit usaha syariah atau bahkan mengkonversi sepenuhnya
menjadi bank syariah. Industri perbankan merupakan usaha yang sangat mengandalkan
kepercayaan, yaitu kepercayaan masyarakat sebagai pengguna jasa perbankan. Sedikit saja
ada isu berkaitan dengan kondisi bank yang tidak sehat, maka nasabah akan segera menarik
dananya dari bank, sehingga akan lebih memperburuk kondisi bank tersebut.

1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana sistem yang digunakan pada bank Konvensional dan Syariah?
2. Apa saja layanan-layanan yang ditawarkan pihak bank kepada nasabah bank?
3. Apa saja perbedaan-perbedaan yang ada di bank Konvensional dan Syariah?
4. Bagaimana pendapat masyarakat sebagai nasabah bank Konvensional maupun
Syariah?

1

Sumber pustaka yang digunakan adalah jurnal-jurnal yang terpercaya dan kajian- kajian dari youtube 2. 2 .1. yang sekiranya membutuhkan dasar-dasar maupun pengetahuan mengenai sistem pada Bank Konvensional dan Bank Syariah. 1. Berikut ini adalah hal-hal yang menjadi batasan masalah dari makalah yang kami susun. maka kami membuat pembatas masalah.4 TUJUAN Tujuan di susunnya makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas kelompok mata kuliah Pendidikan Agama Islam dan juga memberikan informasi yang bermanfaat mengenai perbandinagn sistem pada Bank Konvensional dan Bank Syariah.5 MANFAAT Manfaat dari di susunnya makalah ini adalah kelak makalah ini dapat menjadi pedoman bagi segala pihak di lingkungan masyarakat umum.3 BATASAN MASALAH Dikarenakan luasnya cakupan topik mengenai Studi Komparasi Sistem Bank Konvensional dan Bank Syariah. yang digunakan sebagai landasan studi komparasi adalah hukum Fiqih 1. 1.

baik penghimpunan dana maupun dalam rangka penyaluran dananya memberikan dan mengenakan imbalan berupa bunga atau sejumlah imbalan dalam persentasi tertentu dari dana untuk suatu periode tertentu. Menurut Kasmir (2007 : 217) Batasan – batasan bank syariah yang harus menjalankan kegiatannya berdasar pada syariat Islam. Adapun definisi riba menurut istilah fuqaha’ (ahli fiqih) ialah memberi tambahan pada hal-hal yang khusus. menyebabkan bank syariah harus menerapkan prinsip-prinsip yang sejalan dan tidak bertentangan dengan syariat Islam. yaitu: Qord. 3 . Fadl.1 LANDASAN TEORI Menurut Kasmir ( 2007: 23) pengertian bank menurut Undang.Undang No. BAB II KAJIAN PUSTAKA 4. Dalam kitab Mughnil Muhtaaj disebutkan bahwa riba adalah akad pertukaran barang tertentu dengan tidak diketahui (bahwa kedua barang yang ditukar) itu sama dalam pandangan syari’at. Nasiah dan yad. baik dilakukan saat akad ataupun dengan menangguhkan (mengakhirkan) dua barang yang ditukarkan atau salah satunya. Menurut Rodoni dan Hamid (2008: 14) Bank syariah adalah bank yang dalam aktifvitasnya. Riba hukumnya haram baik dalam al-Qur-an. Bank Islam atau biasa disebut dengan Bank Tanpa Bunga adalah lembaga keuangan/perbankan yang operasional dan produknya dikembangkan belandaskan pada Al-Qur’an dan Hadist Nabi SAW. baik penghimpunan dana maupun dalam rangka penyaluran dananya memberikan dan mengenakan imbalan atas dasar prinsip syariah. 10 tahun 1999 tantang perubahan atas Undang-Undang No. as-Sunnah maupun ijma’. yaitu jual beli dan bagi hasil. Setidaknya ada 4 (empat) macam riba. Menurut Rodoni dan Hamid (2008: 14) Bank Konvensional yaitu bank yang dalam aktivitasnya. 7 tahun 1992 tentang perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/ atau bentuk-bentuk lainya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Keuntungan utama dari bisnis perbankan yang berdasarkan prinsip konvensional diperoleh dari selisih bunga simpanan yang diberikan kepada penyimpanan dengan bunga pinjaman atau kredit yang disalurkan.

S An-Nisaa :161 “Dan disebabkan karena mereka memakan riba.” (Q.” (QS. Peliharalah dirimu dari api neraka. Ali Imron : 130) 4 . yang disediakan untuk orang-orang yang kafir. Al Baqarah :276)  Q. seperti mobil dan rumah.” (Qs. banyak kita dapatkan di sekeliling kita. padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya.S. pelaku riba mendapatkan ancaman dari Allah Ta’ala. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih. Al-Baqarah:276 “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. kaum muslimin yang bermudah-mudah mencari jalan pintas mendapatkan harta. dengan melakukan transaksi riba. janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.  Q. Berikut ini kami sampaikan beberapa ayat dalam Al Qur’an tentang ancaman bagi pelaku riba. dan selalu berbuat dosa.4. An-Nisa: 161)  QS. Padahal. Ali Imran : 130 “Hai orang-orang yang beriman. dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil.S.2 DASAR HUKUM Dalam kehidupan sekarang ini. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran.

Raya Tlogomas No 56. dan website- website di internet. Kec.2 METODE PENGUMPULAN DATA Di dalam penyusunan penulisan makalah ini kami memerlukan sumber-sumber data. kami menggunakan beberapa metode pengumpulan data.1 WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN Dalam pembuatan makalah ini. Dinoyo. diantaranya sebagai berikut: a. Tlogomas. Lowokwaru. Jawa Timur No. Hadist. Wawancara Dalam penelitian ini. Untuk mempermudah penelitian ini. kami melakukan penelitian pada salah satu bank syariah dan bank konvensional yang ada di Kota Malang.Telp : (0341) 558140 Waktu Penelitian : Senin. ayat suci Al-Quran. wawancara kami lakukan dengan Customer Service dan nasabah dari bank Syariah dan bank Konvensional. 5 .Telp : (0341) 578589 Waktu Penelitian : Kamis. Nama tempat : Bank BNI Syariah Kantor Cabang Mikro Dinoyo Alamat Tempat : Jl. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. b. Nama tempat : Bank Mandiri Alamat Tempat : Jl. Malang. Tinjauan Pustaka Dalam penelitian ini. Jawa Timur No. Berikut data kedua bank tersebut beserta waktu penelitian : 1. tinjauan pustaka kami perlukan sebagai landasan teori. 18 Mei 2017 2.tepatnya di kantor bank BNI Syariah dan bank Mandiri di kota Malang. c. Haryono. Kota Malang. 22 Mei 2017 3.T. M. Landasan teori sendiri kami dapatkan dari kajian-kajian. Observasi Dalam penelitian ini observasi akan dilakukan dengan cara terjun langsung ke lapangan.

Sasaran : Nasabah 1. Sarana Perintah pembayaran lainnya atau dengan Pemindah bukuan. yaitu jual beli dan bagi hasil. Kelebihan apa saja yang dimiliki bank? 3.2. Dalam bank syariah.2 BANK SYARIAH Menurut Undang-undang No. BAB IV HASIL OBSERVASI 4.1 PERTANYAAN WAWANCARA a. Bilyet Giro. 6 . Giro Simpanan transaksional dalam mata uang IDR dan USD yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dengan pilihan akad Mudharabah Mutlaqah atau Wadiah Yadh Dhamanah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan Cek. Apa alasan Anda memilih untuk menggunakan bank tersebut? 4. a. 4. baik penghimpunan dana maupun dalam rangka penyaluran dananya memberikan dan mengenakan imbalan atas dasar prinsip syariah. Apa saja produk yang ditawarkan oleh bank? 2. b. Bagaimana perbedaan sistem kredit atau pinjaman yang diterapkan oleh bank? b. Adakah akad atau perjanjian antara nasabah dengan pihak bank? Jika ada perjanjian jenis apa? 4.1 Produk Bank Syariah Bank syariah adalah bank yang dalam aktifvitasnya.10 tahun 1998 bank syariah adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sasaran : Pihak Bank 1. terdapat beberapa produk yang ditawarkan diantaranya sebagai berikut. Penghimpun Dana / Tabungan Tabungan dengan akad Mudharabah atau Wadiah yang memberikan berbagai fasilitas serta kemudahan dalam mata uang Rupiah. Anda pengguna bank Syariah atau Konvensional ? 2.

Pembiayaan Fasilitas pembiayaan produktif yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan usaha-usaha produktif (modal kerja dan investasi) yang tidak bertentangan dengan syariah dan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.c. SMS Banking.2. d. Akad Musyarakah Perjanjian pembiayaan/ penanaman dana dari dua atau lebih pemilik dana dan/atau barang untuk menjalankan usaha tertentu sesuai syariah dengan pembagian hasil usaha 7 . Selain itu. Layanan 24 jam Terdiri dari ATM. c. Internet Banking. e.2 Kelebihan yang dimiliki Bank Syariah Kelebihan dari Bank ini dalam produk tabungan nasabah bisa menabung di Bank konvensional terdekat. dengan menggunakan akad mudharabah.2.3 Jenis-Jenis Akad pada Bank Syariah Akad adalah kesepakatan tertulis antara Bank Syariah dan pihak lain yang memuat adanya hak dan kewajiban bagi masing-masing pihak sesuai dengan prinsip Syariah. dan lain-lain. Akad Mudharabah Perjanjian pembiayaan/ penanaman dana dari pemilik dana (shahibul maal) kepada pengelola dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha tertentu yang sesuai syariah. 4. b. Deposito Investasi berjangka yang dikelola berdasarkan prinsip syariah yang ditujukan bagi nasabah perorangan dan perusahaan. jika Bank Syariah tidak tersedia diwilayahnya. Akad Wadiah Perjanjian penitipan dana atau barang dari pemilik (nasabah) kepada penyimpan dana atau barang (bank). bank Syariah terkenal dengan sistem bagi hasilnya yang insyaAllah bebas dari hukum riba’ sehingga masyarakat muslim merasa aman dalam menggunakan layanannya. 4. dengan pembagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya. Kepuasan nasabah berhubungan erat dengan kendala produk jasa bank yang ditawarkan dan pelayanan yang diberikan bank. Jenis- jenis akad diantaranya sebagai berikut: a.

f. dan akad musyarakah mutanaqishah. Akad Qardh Perjanjian pembiayaan berupa transaksi pinjam meminjam dana tanpa imbalan dengan kewajiban pihak peminjam mengembalikan pokok pinjaman secara sekaligus atau cicilan dalam jangka waktu tertentu. Ekiuvalen Tingkat Imbalan/Bagi Hasil Indikasi tingkat imbalan dari suatu penanaman dana atau penghimpunan dana bank pelapor. Akad Murabahah Perjanjian pembiayaan berupa transaksi jual beli suatu barang sebesar harga perolehan barang ditambah dengan margin yang disepakati oleh para pihak. h. Akad Hawalah Akad pengalihan hutang dari pihak yang berhutang kepada pihak lain yang wajib menanggung atau membayar. i. bank sebagai penjual barang.4 Sistem Kredit atau Pembiayaan di Bank Syariah Sistem yang digunakan adalah akad murabahah (jual beli). sedangkan nasabah adalah pembelinya. ijarah wa iqtina (sewa yang diakhiri oleh perubahan kepemilikan dari pemilik barang kepada penyewa). Bank dan nasabah kemudian bersepakat untuk menentukan berapa besar marjin keuntungan yang dapat dinikmati oleh bank sebagai penjual.2. Maka 8 . j. 4. Akad Ijarah Perjanjian pembiayaan berupa transaksi sewa menyewa atas suatu barang dan/atau jasa antara pemilik obyek sewa termasuk kepemilikan hak pakai atas obyek sewa dengan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas obyek sewa yang disewakan. d. g. Pada murabahah. Akad Istishna Perjanjian pembiayaan berupa transaksi jual beli barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati dengan pembayaran sesuai dengan kesepakatan. sedangkan pembagian kerugian berdasarkan proporsi modal masing-masing. Akad Salam Perjanjian pembiayaan berupa transaksi jual beli barang dengan cara pemesanan dengan syarat-syarat tertentu dan pembayaran tunai terlebih dahulu secara penuh.antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang disepakati. e. dimana penjual menginformasikan terlebih dahulu harga perolehan kepada pembeli.

Sementara pada akad musyarakah mutanaqishah. Deposito Merupakan simpanan pada bank yang memiliki jangka waktu tertentu. Dengan pola ini. 4. dan Deposit On Call. pencairannya dilakukan pada saat jatuh tempo yang terdiri dari Deposito Berjangka.3 BANK KONVENSIONAL Menurut Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998. maka rumah tersebut menjadi milik bersama.kewajiban nasabah adalah membayar kepada bank. Bank Konvensional adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Katakan.3. Kredit Investasi Merupakan kredit yang diberikan kepada nasabah untuk keperluan investasi. Giro Merupakan simpanan pada bank yang penarikannya dapat dilakukan dengan menggunakan cek atau bilyet giro.1 Produk Bank Konvensional a. bank kemudian menyerahkan kepemilikan barang tersebut kepada nasabah setelah berakhir masa sewanya. dalam skema ijarah wa iqtina. Kemudian nasabah diberikan hak untuk membeli proporsi kepemilikan bank secara bertahap dalam kurun waktu tertentu. c. Tabungan Merupakan simpanan pada bank yang penarikan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh bank dan dapat dilakukan menggunakan buku tabungan. bank dan nasabah sama-sama berkontribusi modal dalam pembelian barang (misal rumah). biaya pokok pembelian plus marjin keuntungannya. kwitansi atau kartu (ATM). 9 . e. proporsi modal bank 80 persen dan nasabah 20 persen. sehingga prosentase kepemilikan nasabah terhadap rumah tersebut menjadi 100 persen. 4. Sedangkan ijarah adalah akad sewa. Selanjutnya. Sertifikat Deposito. b. Kedit Modal Kerja Merupakan kredit yang diberikan kepada nasabah untuk keperluan modal usaha. di mana nasabah diharuskan membayar biaya sewa secara berkala kepada bank syariah dalam kurun waktu tertentu sebagai reward karena telah menggunakan barang tertentu. slip penarikan. d.

Kredit Perdagangan Merupakan kredit yang diberikan kepada nasabah untuk memperbesar/memperlancar kegiatan perdagangan.3 Jenis-jenis Perjanjian pada Bank Konvensional Salah satu perjanjian yang ada di bank konvensional adalah perjanjian kredit. Oleh karena itu. Berbeda ceritanya dengan bank syariah yang mana menerapkan system bagi hasil. Sistem bunga yang dikenal masyakat mulai membekas di benak masyarakat. Kredit Produktif Merupakan kredit yang dapat berupa investasi. yang merupakan hukum perjanjian yaang menganut sistim terbuka. Walaupun dalam Islam sungguh diharamkan system bunga itu sendiri. asalkan tidak bertentangan dengan undang-undang. Kredit Sindikasi Merupakan kredit yang diberikan kepada debitur korporasi secara bersama-sama dengan beberapa bank lain. Azas tersebut dapat disimpulkan dari 10 . Selain itu. 4. k. modal keda atau perdagangan.3. kita ambil sebagai contoh yaitu bunga berbunga pada saat menabung di bank konvensional. h. j. g. Kredit Profesi Merupakan kredit yang diberikan kepada kalangan professional. Kredit Konsumtif Merupakan kredit yang diberikan kepada nasabah untuk keperluan konsumsi. bank konvensional yang menerapkan sistem bunga ini lebih kreatif dalam menciptakan produk-produk. 4. i.3.2 Kelebihan Bank Konvensional Nasabah terbiasa dengan metode bunga dibandingkan metode bagi hasil. bank konvensional lebih mudah menarik nasabah penyimpan dana sehingga lebih mudah mendapatkan modal. Dari keterangan tersebut Nasabah lebih memilih metode bunga yang telah dikenal rakyat kita ini.f. Kredit Program Merupakan Kredit yang diberikan bank dalam rangka memenuhi suatu program pemerintah. yang mengandung suatu azas kebebasan untuk membuat suatu perjanjian. ketertiban umum dan kesusilaan.

maka perjanjian itu harus dalam bentuk tertulis. dengan prosentase bunga yang sudah pasti. dimana Allah SWT secara tegas telah mengharamkannya Pada sistem pemberian kredit bank konvensional.rumusan pasal 1338 KUH Perdata yang menyatakan bahwa perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-udang bagi para pihak yang membuatnya. sedangkan batalnya perjanjian diatur dalam pasal 1381. Sistem bunga yang diterapkan pada bank konvensional antara lain: penentuan suku bunga dibuat pada waktu akad dengan pedoman harus selalu untung untuk pihak bank. 11 . seperti yang tertuang dalam pasal 6 dan 7 UU No. Bagi perbankan sebagi alat bukti dalam kepastian hukum. 07 tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU No. Posisi hukum bagi bank wajib diamankan antara lain dengan suatu perjanjian kredit sebagai dokumen hukum. Hal ini sangat penting dalam pengamanan kegiatan usaha bank. 4.3. 4.4 Sistem Kredit atau Pembiayaan di Bank Konvensional Pada bank konvensional. jumlah pembayaran bunga tidak mengikat meskipun jumlah keuntungan berlipat ganda saat keadaan ekonomi sedang baik. kredit yang digunakan adalah berdasarkan akad pinjaman. eksistensi bunga diragukan kehalalannya oleh semua agama termasuk agama Islam. Hal ini merupakan pemberian balas jasa dari debitur kepada pihak bank. Dalam KUH Perdata juga diatur mengenai sahnya suatu perjanjian yaitu pasal 1320. pembayaran bunga tetap seperti yang dijanjikan tanpa pertimbangan proyek atau usaha yang dijalankan oleh pihak debitur. besarnya prosentase berdasarkan pada jumlah uang (modal) yang dipinjamkan bank kepada debitur. dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung/rugi. Secara syariah. dimana nasabah memiliki kewajiban untuk mengembalikan dana pinjaman tersebut beserta bunganya di masa yang akan datang. kelebihan atas pinjaman ini termasuk ke dalam kategori riba. 10 rahun 1998. bank akan mengenakan bunga kredit kepada debiturnya berdasarkan jumlah kredit yang diajukan oleh debitur.4 PERBANDINGAN BANK SYARIAH DAN KONVENSIONAL Bunga Bank Bagi Hasil Penentuan bunga dibuat pada waktu akad Penentuan besarnya rasio/nisbah bagi hasil dengan asumsi harus selalu untung.

Lalu potongannya tidak terlalu banyak. Q: Anda bilang mau ttup akun karena tidak syar’i.  Narasumber 3: Q: Pakai bank syariah atau konvensional? Beserta alasannya A: Konvensional. Pembayaran bunga tetap seperti yang Bagi hasil bergantung pada keuntungan dijanjikan tanpa pertimbangan apakah proyek proyek yang dijalankan. Bila usaha yang dijalankan oleh pihak nasabah untung merugi. pada jumlah keuntungan yang diperoleh.  Narasumber 2 Q: Sebagai nasabah lebih prefer bank syariah atau konvensional? A: Syariah Q: Alasannya? A: Istilahnya lebih terasa aman karena ada embel-embel syariahnya. alasannya karena tidak syar’i. dari sisi mananya yang tidak syar’i? A: Dari sisi akad dan prosesnya. kerugian akan ditanggung atau rugi. karena lebih sedikit ribanya. tapi mau ditutup. Islam. Dipahami dulu makna syar’i itu seperti apa. 12 . karena adanya bank itu yang dekat dengan rumah saya dan mudah ditemukan dimana-mana. lalu kenapa pilih syariah ketimbang konvensional.5 WAWANCARA DENGAN NASABAH BANK  Narasumber 1 Q: Prefer menggunakan bank syariah atau konvensional? A: Syariah. jika sudah tahu dan paham syar’I baru bisa. 4. Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat Jumlah pembagian laba meningkat sesuai sekalipun jumlah keuntungan berlipat atau dengan peningkatan jumlah pendapatan. Eksistensi bunga diragukan (kalau tidak Tidak ada yang meragukan keabsahan dikecam) oleh semua agama. bersama oleh kedua belah pihak. Bunga Bank Bagi Hasil Besarnya persentase berdasarkan pada jumlah Besarnya rasio bagi hasil berdasarkan uang (modal) yang dipinjamkan. termasuk agama bagi hasil. keadaan ekonomi sedang “booming”.

tapi saya sendiri belum pastikan. Tidak seperti bank syariah. lagi pula di bank konvensional setahu saya bisa nonaktifkan sistem bunganya. 13 . jadi milih yang mudah dijangkau. pendapatnya bagaimana? A: Kalau bunga bank itu setahu saya memang banyak yang mengatakan itu riba. tapi ya mau bagaimana lagi kan bank nya itu buat urusan sehari-hari. Q: Pasti pernah dengar isu-isu mengenai bunga bank itu riba.  Narasumber 4 Q: Pakai bank konvensional atau syariah? A: konvensional Q: Alasannya? A: Soalnya waktu itu pembukaan rekening di bank X ada promo dan selain itu juga bank konvensional mudah untuk dijumpai dimanapun kita berada.

Layanan pada bank konvensional adalah giro. 5. falsafah. terdapat beberapa layanan yang ditawarkan diantaranya adalah tabungan. resiko. 2. Bank syariah adalah bank yang dalam aktifvitasnya. 14 . aspek sosial. uang 7. kredit perdagangan. Terdapat perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional diantaranya dalam hal bunga. kredit produktif. Bank syariah dikenal dengan sistem bagi hasilnya. produk. sedangan bank konvensional dikenal dengan konsep bunganya. Disarankan untuk mencari tahu dan mendalami ilmu agama ketika akan menabung dan saat akan memilih bank sehingga tidak hanya menabung tetapi kita juga akan mendapatkan berkah dari uang yang kita tabung di bank tersebut. deposito. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/ atau bentuk-bentuk lainya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. 6. giro. operasional. BAB IV PENUTUP 4. Dalam bank syariah. 4. 4. yaitu jual beli dan bagi hasil. Bank Konvensional yaitu bank yang dalam aktivitasnya. kami mennyimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1. dan lain sebagainya. Berdasarkan pembahasan dari makalah ini.2 SARAN Dari kesimpulan yang dijabarkan di atas. dasar hukum. kredit modal kerja. layanan 24 jam. baik penghimpunan dana maupun dalam rangka penyaluran dananya memberikan dan mengenakan imbalan berupa bunga atau sejumlah imbalan dalam persentasi tertentu dari dana untuk suatu periode tertentu. pendapatan.1 KESIMPULAN Makalah ini menjabarkan mengenai Bank Syariah dan Bank Konvensional. pembiayaaan. maka dapat diberikan saran bahwa: 1. tabungan. negative speed. deposito. organisasi. baik penghimpunan dana maupun dalam rangka penyaluran dananya memberikan dan mengenakan imbalan atas dasar prinsip syariah. 3. kredit investasi.

sunnah. Untuk umat muslim sebaiknya menggunakan bank syariah dikarenakan dasar hukum yang digunakan pada bank syariah tidak hanya dari bank indonesia dan pemerintah saja melainkan juga berdasarkan Al-Quran. 15 . dan fatwa ulama.2.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.