AQIQOH

S ebagai orang yang beriman kita menyadari betul bahwa ALLAH SWT, Tuhan semesta alam yang
menciptakan langit, bumi dan seisinya. Dia jugalah yang menciptakan kita manusia sebagai
makhluk yang sempurna. Alhamdulillah, kita diberi jasad yang sempurna, diberi panca indera yang
lengkap, diberikan akal pikiran sehingga kita bisa membedakan mana yang hak dan mana yang batil.
Kejadian manusia melewati proses yang demikian panjang atas kuasa Alloh, melalui perantara orang tua
kita masing-masing. Sejak dari mulai bertemunya air mani dengan indung telur, kemudian terjadilah
pembuahan. Setelah itu terbentuklah segumpal darah, atau istilahnya embrio. Selama + 9 bulan embrio
tersebut bertumbuh sehingga lahirlah seorang manusia yang berwujud bayi.

Dalam Al Qur’an dijelaskan : “ Sesungguhnya Kami ciptakan manusia dari saripati tanah.
Kemudian Kami jadikan saripati itu nutfah (air mani) di dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian
Kami jadikan pada nutfah segumpal darah, maka Kami jadikan pada segumpal darah segumpal daging.
Maka Kami jadikan segumpal daging tulang belulang, maka Kami bungkus tulang belulang dengan
daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka maha barokah Alloh, sebaik-
baiknya Dzat yang mencipta. (Q.S. Al Mu’minun : 12-14) Subhanalloh! Tanda-tanda kekuasaan Allah
begitu nyata dan jelas kita lihat. Adakah kamu sekalian tidak beriman ? Jawabnya, tentu kami beriman.
Manusia diciptakan Allah PASTI akan melalui 5 alam, yaitu : alam ruh, alam kandungan, alam dunia, alam
kubur, alam akhirat. Saat ini kita baru sampai pada alam yang ke-3 yaitu alam dunia. Alam dunia adalah
alam yang menentukan pada alam berikutnya. Jika baik amalan kita di alam dunia, maka baik pula
hasilnya di alam kubur dan alam akhirat. Tapi sebaliknya jika jelek amalan kita di alam dunia, maka jelek
pula hasilnya di alam kubur dan alam akhirat. Naudzubillah min dzalik.

Untuk itu kita sebagai orang Islam yang beriman telah diberikan oleh Allah SWT tuntunan,
pedoman, sumber hukum yaitu Al Qur’an dan contoh pengamalan yang diberikan Rosulullah SAW di
dalam Hadist. Adapun Qur’an dan Hadist adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.
Kedua-duanya harus kita pelajari dan kita amalkan agar kita selamat di dunia dan akhirat. Salah satu
ibadah kita dalam rangka menetapi sunnah Rosulullah atas setiap manusia yang dilahirkan adalah
dengan melaksanakan Walimatul Ghulam atau Aqiqoh.
Pengertian Aqiqah dalam kitab Nailul Authaar V:224, dijelaskan bahwa “Aqiqah ialah hewan yang
disembelih karena bayi yang dilahirkan”. Dalam Aqiqah didasarkan kepada Hadist dari Ali ra, bahwa
Rasulullah SAW menyembelih seekor kambing dan berkata, “Hai Fatimah, Cukurlah rambut kepalanya
dan bersedekahlah seberat timbangan itu dengan perak. Lalu timbanglah, maka timbangannya sama
dengan satu dirham atau setengah dirham”.

Hukum Aqiqah
Sunnah Muakkad (Sunnah yang sangat dianjurkan) yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW.
Kewajiban Siapakah ?
Kewajiban bagi si anak yang baru lahir adalah tanggung jawab orang tua yang memikul nafkah anak dari
harta sendiri, bukan dari harta si anak. Namun demikian dapat ditunaikan oleh orang lain atas
kehendaknya sendiri.
“Rasulullah SAW menyembelih Aqiqah Hasan dan Husein masing-masing dua ekor Qibasy” (HR. Nasal).
Hak-hak Anak Terhadap Orang Tua
Hak-hak anak terhadap orang tua atau kewajiban orang tua terhadap setiap anak yang dilahirkan ada 4
perkara :

Sabda Rosulullah SAW : “ Sesungguhnya sebagian dari hak anak atas orang tuanya yaitu mengajarinya tulis-menulis. . baik pendidikan dunia maupun pendidikan agama dan budi pekertinya. maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi dan menjadikannya nasrani dan menjadikannya musyrik. bukan menyulitkan. Pendapat Imam Malik ini menjelaskan bahwa melakukan Aqiqah kapan saja boleh. “… tidak memberatkanmu apakah kambing itu jantan atau betina” (HR. 8. 21. Abu Nashr dan Ad Dailami) 4. maka bagusilah nama-nama kalian. Hadist Rosulullah SAW : “ Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya kalian diundang / dipanggil pada hari kiamat dengan nama- nama kalian dan nama-nama bapak-bapak kalian.Mengumandangkan adzan dan qomat pada telinga bayi Bayi yang baru lahir supaya diadzankan di telinga kanan seperti adzan untuk sholat dan qomat di telinga kiri seperti qomat untuk sholat. Muslim) “ Didiklah anak-anak kalian atas tiga perkara : Mencintai Nabi kalian Mencintai anggota rumahnya Mencintai membaca Al Qur’an Karena sesungguhnya pembawa Al Qur’an (orang yang dapat menguasai Al Qur’an) kelak berada dalam naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan lagi kecuali naungan-Nya. Memberikan nama yang baik Memberi nama yang baik boleh memakai bahasa Indonesia seperti nama pahlawan. boleh memakai bahasa Arab seperti tuntunan para Rosul. mengerti halal dan haram. (HR. Waktu Penyembelihan Diutamakan pelaksanaan Aqiqah pada hari ke 7 (tujuh) dari kelahiran anak. Al Anfaal : 28) Rosulullah SAW bersabda : “ Tidak ada dari anak kecuali dilahirkan atas keadaan suci (Islam). (HR. Jangan memberikan nama-nama yang tidak baik. Abu Daud) 3. membagusi namanya dan menikahkannya ketika dia telah baligh. Mendidik budi pekerti yang baik Orang tua wajib memberikan pendidikan yang baik terhadap anaknya. boleh hari ke 14. tidak bermakna. mengerti ibadah yang benar dan yang salah. Imam Malik berkata : “Pada dhohirnya bahwa keterikatan pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran. Menikahkan bila sudah dewasa Kewajiban orang tua yang terakhir terhadap anaknya adalah menikahkannya bila sudah sampai dewasa (baligh). Dalam hadist dijelaskan : “ Barangsiapa yang punya anak baru lahir kemudian dia adzankan pada telinga kanannya (anak) dan qomat pada telinga kirinya (anak). (HR. di sisi-Nya ada pahala yang besar. ataupun kapan saja ia mampu. menjadi hamba yang ahli ibadah dan tidak diganggu oleh jin dan syetan. adapun kalau belum bisa. Yang penting makna dari nama tersebut baik. (HR. Syarat itu adalah bahwa tidak boleh disembelih hewan cacat. agar sang bayi tersebut terbiasa mendengarkan seruan-seruan yang baik. yang kurus. Firman Allah SWT : “ Dan ketahuilah sesungguhnya harta-harta kalian dan anak-anak kalian adalah fitnah (cobaan). Anak supaya di didik agar bisa mengaji Qur’an dan Hadist sehingga mengerti pahala dan dosa. atau nama musuh-musuh Islam. nama para ulama dan tokoh-tokoh Islam. dia bersama para Nabi-Nya dan para orang pilihan-Nya. Ahmad). namun diutamakan pada hari ke 7 (tujuh) dari kelahirannya. Mengenai jenis apakah jantan atau kah yang betina. yang sakit dan yang patah kakinya. serta mengerti surga dan neraka. maka Ummus Shibyaan (jin yang suka mengganggu bayi) tidak bisa mengganggunya. nama para sahabat nabi. (HR Ibnu Majah) Jenis Hewan yang dijadikan Aqiqah Syarat hewan yang boleh disembelih sebagai Aqiqah sama dengan syarat hewan qurban. maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4. 10 atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup. Jelasnya jika hewan tersebut boleh dan sah dijadikan qurban maka sah pula dijadikan Aqiqah. Dan sesungguhnya Allah. andaikan pada hari itu belum bisa dilakukan. (QS. Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan. Abu Ya’lam dalam Musnad Hasan) 2.

terutama apabila dalam kesempitan. yakni tidak boleh menjualnya kepada orang. Baihaqi juz 9 hal 200) Pertanyaan keempat : Bagaimana Aqiqah untuk anak laki-laki dan perempuan? Aqiqah untuk anak laki-laki dan perempuan Yang afdhol. Allahu Akbar.. yang dimaksud adalah bahwa kalau seorang anak belum di aqiqohi darinya. Abu Daud) Timbul pertanyaan : Apakah ada ketentuan selain Aqiqoh yang dilaksanakan pada usia yang ke-7 harinya? Di dalam hadist dijelaskan : “ Aqiqoh itu prakteknya disembelihkan (kambing) pada hari ke-7 (tujuh) atau pada hari ke-14 (empat belas) atau pada hari yang ke-21 (dua puluh satu). (HR. (HR. Dihadiahkan kepada jiran/tetangga. Abu Daud) Mengapa Aqiqoh itu disembelihkan kambing? Rosulullah SAW bersabda : “ Tiap-tiap anak yang dilahirkan itu merupakan gadaian / titipan dari Allah. Tidak menjadi masalah apakah (yang untuk aqiqoh) itu kambing-kambing jantan ataukah kambing-kambing betina. Sebaiknya daging Aqiqah itu dimasak dahulu baru dibagikan dengan maksud untuk mempermudah orang yang dibagi. maka sebagai tebusannya agar disembelihkan kambing pada usia yang ke-7 harinya kemudian dicukur rambutnya dan diberi nama (HR. . Karena addinu yusrun = agama itu mudah Pertanyaan ketiga : Bagaimana jika pada hari ke-7. Bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW telah menaqiqahkan Hasan dan Husein satu kambing satu kambing. An Nasa’I juz 7 hal 166) Penjelasan tentang yang dimaksud dengan rohinun / gadaian. Daging Aqiqah dapat dibagi tiga yaitu: 1. ke-14 dan ke-21 masih belum mampu untuk melaksanakan aqiqoh? Dalam hadist diterangkan : “ Sesungguhnya Rosulullah SAW mengaqiqohi dirinya sesudah beliau menjadi Nabi. (HR. masing-masing satu ekor kambing. atau kambing. 2. Adapun kambing yang diperbolehkan untuk aqiqoh adalah sama dengan kambing untuk qurban yaitu kambing yang sudah berumur 1 tahun dan tidak cacat anggota badannya. namun ada yang membolehkan untuk anak laki-laki cukup satu ekor. Juga boleh dimakan sendiri. Doa ketika menyembelih Aqiqah Bismillah. namun tidak lebih dari sepertiga bagian. berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra. kemudian mati masih kecil (anak-anak) maka ia tidak bisa memberikan syafa’at kepada kedua orang tuanya. (HR. Prakteknya aqiqoh adalah untuk anak laki-laki disembelihkan 2 ekor kambing dan untuk anak perempuan disembelihkan 1 ekor kambing. Allahuma minka wa ‘alaika. taqobbal hadzihi ‘aqiqatu min fulan …. anak laki-laki disembelihkan 2 (dua) ekor kambing. Disedekahkan kepada fakir miskin. Thobroni) Pertanyaan kedua: Hadist di atas tadi menjelaskan bahwa aqiqoh untuk anak laki-laki disembelihkan 2 ekor kambing. Dimakan sendiri. kenalan dan sebagiannya. atau sapi. maka hendaklah dia aqiqoh dari anaknya itu (boleh) dari unta. Karena syariatnya adalah dengan dibagikan. Tidak boleh menjual daging Aqiqah Hukum daging Aqiqah sama dengan qurban. Abu Daud) Jadi boleh-boleh saja menurut kemampuan masing-masing. sedangkan anak perempuan 1 (satu) ekor kambing. di dalam hadist dijelaskan : “ Adapun gadaian bagi manusia dikatakan Imam Ahmad bin Hambali : Aqiqoh ini ada hubungannya dengan urusan syafa’at. Aqiqoh berdasarkan sabda Rosulullah SAW : “ Barangsiapa yang punya anak baru lahir. (HR. (HR Thabrani fis Shoghir) “ (Aqiqoh) dari anak laki-laki adalah dua ekor kambing dan anak perempuan satu ekor kambing. Bagaimana kalau orang tuanya hanya mampu menyembelihkan 1 ekor kambing? Hadist lain diterangkan : “ Sesungguhnya Rosulullah SAW mengaqiqohi (cucunya) Hasan dan Husein. 3.Pengertian Aqiqoh Apa itu Aqiqoh? Aqiqoh itu ya kekah atau ada yang mengatakan salapanan.Hal tersebut dimaksudkan mengingat bahwa anak laki-laki itu mempunyai kewajiban ganda dari anak perempuan. Allahumma Sholli’ala Muhammad wa ‘ala alihi wa sallim.

inilah Aqiqah untuk …. Karena pada diri Rosulullah SAW ada uswatun hasanah (contoh yang baik).. kemudian rambut itu ditimbang dengan perak. Seberat timbangan itulah orang tua bersedekah kepada fakir miskin. kemudian rambut si bayi dicukur. sebab itu baguskanlah namamu” (HR. pelanggaran dan maksiat agar kita semua bisa sama-sama masuk surga dan terhindar dari neraka. Kita sebagai pengikutnya harus menjadikannya contoh di dalam kehidupan kita. Abu Ya’a dan Al Bazzar). . Mencukur dan memberi nama Selain memotong kambing / domba di hari ke 7. (HR. ketaqwaan serta hidayah-Nya kepada kita semua dan menjauhkan kita dari segala dosa-dosa. Amiin…!! Mudah-mudahan tulisan ini membawa manfaat dan barokah.Dengan nama Allah. memberikan nama yang baik diharapkan akan mempengaruhi kepada yang punya nama. Anak hendaknya diberi nama yang baik sesuai dengan sabda Rasulullah. Semoga Allah senantiasa menetapkan keimanan. Amiin…. Allah Maha Besar. “Sesungguhnya kamu akan dipanggil nanti di hari kiamat dengan namamu dan bapakmu. Ahmad dan Abu Dawud) Penutup Demikianlah penjelasan tentang Walimatul Ghulam (Aqiqoh) yang merupakan sunnah Rosulullah SAW. Ya Allah dari Engkau dan untuk Engkau.