LAPORAN PRAKTIKUM

MIKROBIOLOGI

KEHADIRAN MIKROBA DI LINGKUNGAN

Nama : Mazida Zulfah Alfit
NIM : 22010316140006

PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2017

jamur dapat didefinisikan sebagai organisme eukariotik yang mempunyai inti dan organel. Jenis jamur yang berbeda memiliki diameter hifa yang berbeda pula dan ukuran diameter itu dapat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan (Carlile and Watkinson. Jamur mudah dikenal dengan melihat warna miseliumnya (Volk and Wheeler. 1993). Jamur tersusun dari hifa yang merupakan benang- benang sel tunggal panjang. Hifa yang menjalar disebut hifa vegetatif dan hifa yang tegak disebut hifa fertil. Miselium merupakan massa benang yang cukup besar dibentuk dari hifa yang saling membelit pada saat jamur tumbuh. Jamur sederhana berupa sel tunggal atau benang-banang hifa saja. Hifa adalah benang halus yang merupakan bagian dari dinding tubuler yang mengelilingi membran plasma dan sitoplasma. II. yaitu memiliki kromosom tunggal dan tidak memiliki nukleus. Berkembang biak dengan membela diri dan bahan – bahan genetiknya tidak terbungkus dalammembran inti. 2005) . Istilah bakteri dari bahasa Yunani dari kata bekterion yang berarti tongkat atau batang dan umumnya tidak berklofrofil. BAKTERI Bakteri merupakan organisme prokariot. Hifa dapat tumbuh bercabang-cabang sehingga membentuk jaring-jaring. 1999) B. DASAR TEORI A. Pertumbuhan hifa berlangsung terus-menerus di bagian apikal. Diameter hifa umumnya berkisar 3-30 µm. (Gillespie et al. ada yang tidak bersekat dan ada yang bersekat. 2007) Bakteri adalah nama sekelempok mikroorganisme yang termasuk prokariotik yang bersel satu. Prosenkim adalah jalinan hifa yang kendor dan pseudoparenkim adalah anyaman hifa yang lebih padat dan seragam. (BIMA. 1994). TUJUAN Mengetahui dan mengamati mikroba di lingkungan sekitar. Jamur tingkat tinggi terdiri dari anyaman hifa yang disebut prosenkim atau pseudoparenkim. Pada satu koloni jamur ada hifa yang menjalar dan ada hifa yang menegak. sedangkan kumpulan hifa disebut dengan miselium.I. Sering terdapat anyaman hifa yang padat dan berguna untuk mengatasi kondisi buruk yaitu rhizomorf atau sklerotium. 1990). sehingga panjangnya tidak dapat ditentukan secara pasti. Bagian penting tubuh jamur adalah suatu struktur berbentuk tabung menyerupai seuntai benang panjang. Biasanya hifa yang menegak ini menghasilkan alat-alat pembiak yang disebut spora. Sebagian besar jamur mem dinding selnya dari kitin. sedangkan hifa yang menjalar berfungsi untuk menyerap nutrien dari substrat dan menyangga alat-alat reproduksi. yaitu suatu polisakarida yang mengandung pigmen- pigmen yang kuat namun fleksibel (Kimball. JAMUR Secara umum. bentuk ini dinamakan miselium. Ada pula yang disebut stroma yaitu jalinan hifa yang padat dan berfungsi sabagai bantalan tempat tumbuhnya bermacam- macam bagian lainnya (Sasmitamihardja.

sebagai adaptasi untuk kelangsungan hidup jangka panjang. 5. 2007) C. 4. flagela terfiksasi secara kuat di dalam dinding sel bakteri. Medium PCA cair 3. Merupakan stimulator pelepasan sitokin yang poten.1.1. Bakteri mempunyai struktur sel yang penting. Lendir : Materi polisakarida yang disekresikan oleh beberapa bakteri yang tumbuh dalam lapisan biofilm.1.3 Cara Kerja Perlakuan .9 Cotton bud 3.1. melindungi organisme tersebut dari serangan imunitas dan eradikasi oleh antibiotik. 2.1. Flagela dapat tunggal atau multipel. Pada beberapa spesies (misalnya Treponema).3 Cawan petri dengan medium NA ( 5 ) 3. dapat berada di salah satu ujung sel (polar) atau di banyak tempat (peritrik).1. PERBEDAAN JAMUR DAN BAKTERI D.2.1.2 Bahan 3.1 Alat 3.1.6 Jarum ose 3. Spora : Suatu bentuk yang inert secara metabolik. dipicu oleh kondisi lingkungan yang tidak cocok.1 Cawan petri tidak steril ( 1 ) 3.8 Pin set 3. JAMUR DAN BAKTERI DI SEKITAR KITA III.7 Spatel logam 3.4 Cawan petri dengan medium SGA ( 1 ) 3. Fimbria atau Pili : Bulu-bulu tipis khusus yang membantu adhesi ke sel pejamu dan kolonisasi. sehingga memungkinkan bakteri untuk tumbuh kembali pada kondisi yang sesuai.5 Lampu spirtus 3. METODE PENELITIAN 3. 6. Eschercia coli yang uropatogenik memiliki fimbria terspesialisasi (fimbria P) yang terikat ke reseptor manosa pada sel epitel ureter. Kapsul : Merupakan struktur polisakarida longgar yang melindungi sel dari fagositosis dan desikasi (kekurangan).1. 3.2 Cawan petri steril ( 1 ) 3. membuat organisme mampu untuk menemukan sumber nutrisi dan menembus mukus pejamu. Flagela : Organ pergerakan (lokomasi) bakteri. (Gillespie et al.1. antara lain : 1. Antigen fimbria sering bersifat imunogenik tetapi bervariasi antarstatin sehingga dapat terjadi infeksi ulang (misalnya pada Neisseria gonorrhoeae). Lipopolisakarida : melindungi bakteri Gram-negatif dari lisis yang diperantarai oleh komplemen.

goyang agar medium merata ⇓ Medium didiamkan hingga membeku ⇓ Cawan petri dibungkus dengan kertas ⇓ Cawan petri dimasukkan kedalam inkubator C. Aquades steril dengan pipet tidak steril Aquades diambil dengan pipet tidak steril ⇓ Aquades di masukkan kedalam cawan petri no 3 dengan teknik aseptik ⇓ Cawan petri dibungkus dengan kertas ⇓ Cawan petri dimasukkan kedalam inkubator D. Cawan petri tidak steril ( no 1 ) Medium PCA dituangkan dari erlenmeyer ke dalam cawan petri no 1 dengan teknik aseptik ⇓ Cawan petri digoyang. Cawan petri steril Medium PCA dituangkan dari erlenmeyer ke dalam cawan petri no 2 dengan teknik aseptik ⇓ Cawan petri digoyang. Kotoran gigi dan rambut . A.goyang agar medium merata ⇓ Medium didiamkan hingga membeku ⇓ Cawan petri dibungkus dengan kertas ⇓ Cawan petri dimasukkan kedalam inkubator B.

Bagian bawah cawan petri no 4 di bagi menjadi 2 dengan spidol permanen ⇓ Diberi tanda pembeda yaitu A dan B ⇓ Kotoran gigi dikerik sedikit dengan cotton bud dan digoreskan hati-hati pada permukaan medium A dengan teknik aseptik ⇓ Rambut diambil beberapa helai dengan pinset tumpul yang telah di sterilkan dengan alkohol 70% dan lampu spirtus dan letakkan di permukaan medium B dengan teknik aseptik ⇓ Cawan petri dibungkus dengan kertas ⇓ Cawan petri dimasukkan kedalam inkubator E. Kulit dan kotoran hidung Bagian bawah cawan petri no 5 di bagi menjadi 2 dengan spidol permanen ⇓ Diberi tanda pembeda yaitu A dan B ⇓ Kulit hidung dikerik sedikit dengan cotton bud dan digoreskan hati-hati pada permukaan medium A ⇓ Kulit dikerik dengan spatel logam yang telah di sterilkan dengan alkohol 70% dan letakkan di permukaan medium B dengan teknik aseptik ⇓ Cawan petri dibungkus dengan kertas ⇓ Cawan petri dimasukkan kedalam inkubator F. Sentuhan non steril dan sentuhan steril Bagian bawah cawan petri no 6 di bagi menjadi 2 dengan spidol permanen ⇓ Diberi tanda pembeda yaitu A dan B .

Tempat di bawah kompor ( SGA ) Buka cawan petri no 7 di bawah kompor selama beberapa menit ⇓ Cawan petri dibungkus dengan kertas ⇓ Cawan petri dimasukkan kedalam inkubator . Tampat di bawah kompor ( Na ) Buka cawan petri no 6 di bawah kompor selama beberapa menit ⇓ Cawan petri dibungkus dengan kertas ⇓ Cawan petri dimasukkan kedalam inkubator H. ⇓ 3 jari disentuhkan pada permukaan medium A ⇓ Cuci tangan dengan larutan antiseptik dan sentuhkan pada permukaan medium B ⇓ Cawan petri dibungkus dengan kertas ⇓ Cawan petri dimasukkan kedalam inkubator G.

IV. HASIL PENGAMATAN Cawan petri no 1 Cawan petri no 2 Cawan petri no 3 Cawan petri no 4 Cawan petri no 5 Cawan petri no 6 .

Cawan petri no 7 Cawan petri no 8 .

dan permukannya mengkilap. Setelah 48 jam diinkubasi cawan petri dapat di amati. bertepi halus. Terdapat koloni bakteri sebanyak 60 buah yang berkelompok berukuran kecil.2 Cawan petri steril Cawan petri yang steril di beri medium cair PCA dengan cara aseptik. Sedangkan pada bagian B di beri kerikan sekitarhidung dengan cara aseptik. dan permukannya halus mengkilap. Setelah 48 jam diinkubasi cawan petri dapat di amati. bertepi seperti benang. Cawan petri di bagi menjadi 2 bagian A dan B. berwarna putih. bertepi seperti benang. dan permukannya kering seperti serbuk. dan permukannya halus mengkilap. dan permukannya halus kering. berwarna putih. dan permukannya halus kering. bertepi halus. PEMBAHASAN 5. berwarna putih. berwarna putih kecoklatan. Terdapat koloni kecil jamur 13 buah berbentuk bulat. Setelah 48 jam diinkubasi cawan petri dapat di amati. berwarna putih. Terdapat koloni besar jamur 2 buah berbentuk bulat.5 Kulit dan hidung Cawan petri berisi media Na. dan permukaan yang mengkilap 5. berwarna putih. bertepi halus. bertepi seperti benang yang menyebar . kemudian didiamkan sampai membeku. 5. Dan terdapat koloni bakteri senyak 1 buah yang berukuran kecil. Terdapat koloni bakteri sebanyak 1 buah beukuran kecil berbentuk bulat. Setelah 48 jam diinkubasi cawan petri dapat di amati.4 Kotoran gigi dan rambut Cawan petri berisi media Na. Dan Terdapat koloni kecil bakteri 1 buah berbentuk lonjong. berbentuk . Setelah 48 jam diinkubasi cawan petri dapat di amati. berwarna putih. Terdapat koloni kecil bakteri 1 buah berbentuk bulat. 5. Terdapat koloni bakteri sebanyak 3 buah berbentuk bulat seperti titik (pinpoint ).V. Cawan petri di bagi menjadi 2 bagian A dan B. dan permukannya kering seperti serbuk. kemudian didiamkan sampai membeku. dan permukannya kasar kering. Bagian A di beri kerikan kotoran gigi dengan cara aseptik. berbentuk bulat. Bagian A di beri kerikan kulit dengan cara aseptik.3 Aquades steril dengan pipet tidak steril Cawan petri yang berisi media Na di beri aquades sebanyak 0. bertepi halus. bertepi halus. berwarna putih. 5.1 Cawan petri tidak steril Cawan petri yang tidak steril di beri medium cair PCA dengan cara aseptik. Terdapat koloni bakteri sebanyak 1 buah beukuran besar.2 ml dengan cara aseptik. bertepi halus. berwarna putih. Sedangkan pada bagian B di beri sehelai rambut dengan cara aseptik. Setelah 48 jam diinkubasi cawan petri dapat di amati. Setelah 48 jam diinkubasi cawan petri dapat di amati. berbentuk bulat. Terdapat koloni bakteri sebanyak 23 buah beukuran sedang (moderate) berbentuk bulat.

5. berwarna putih. berwarna putih. bertepi halus. Terdapat koloni jamur sebanyak 1 buah beukuran besar. berwarna putih. dan permukannya berkerut. Cawan petri di bagi menjadi 2 bagian A dan B. dan permukaan yang mengkilap. bertepi seperti benang. berwarna putih. berbentuk irregular. dan permukannya kering. 5. bertepi melengkung. dan permukannya mengkilap. KESIMPULAN . Terdapat koloni bakteri sebanyak 1 buah beukuran besar. Setelah 48 jam diinkubasi cawan petri dapat di amati. Terdapat koloni bakteri sebanyak 35 buah beukuran kecil. Terdapat koloni bakteri sebanyak 1 buah berukuran besar. 5. dan permukannya mengkilap. bertepi seperti benang. Setelah 48 jam diinkubasi cawan petri dapat di amati.6 Sentuhan non steril dan sentuhan steril Cawan petri berisi media Na. bertepi seperti benang dengan tepian menyebar. berwarna coklat. VI. berwarna putih. Dan terdapat koloni bakteri senyak 33 buah yang berukuran kecil. Cawan petri dibuka penutupnya dan di tempatkan di bawah komporselama beberapa menitt. berbentuk irregular. irregular. dan permukannya kering seperti serbuk. berbentuk bulat. bertepi lekukan seperti gelombang. Bagian A di beri sentuhan non steril. berwarna putih. dan permukannya kering. Terdapat koloni bakteri 37 buah berukuran kecil. dan permukannya mengkilap. Terdapat koloni bakteri 3 buah berukuran besar. dan permukannya mengkilap. berwarna putih.8 Tempat di bawah kompor ( SGA ) Cawan petri yang berisi media Na. bertepi lekukan yang jelas (lobate). bertepi seperti benang. berbentuk menyebar seperti akar (rhizoid). bertepi halus. berbentuk bulat. Sedangkan pada bagian B di beri sehelai rambut dengan cara aseptik. berbentuk bulat. dan permukannya kering seperti serbuk. berwarna putih. Cawan petri dibuka penutupnya dan di tempatkan di bawah komporselama beberapa menitt. Setelah 48 jam diinkubasi cawan petri dapat di amati. Setelah 48 jam diinkubasi cawan petri dapat di amati. berbentuk bulat. bertepi seperti benang. Terdapat koloni jamur sebanyak 9 buah berukuran kecil. berwarna putih. Terdapat koloni jamur sebanyak 8 buah berukuran besar berbentuk bulat bertekstur benang.7 Tempat di bawah kompor ( Na ) Cawan petri yang berisi media Na. berbentuk irregular.