1.

Profil lokasi;
2. Organisasi KSM, Struktur KSM serta tim pendukung (seksi perencanaan, seksi pelaksanaan,
seksi pengawasan, struktur kepengurusan KPP serta tim pengadaaan), dengan dilengkapi
Surat Keputusan (SK) pembentukan KSM maupun pembentukan tim pendukung;
3. Anggaran Dasar & Rumah Tangga (AD/ART) KSM;
4. Surat ketersediaan Lahan: hibah dari warga, surat hak guna dari dinas/lembaga yang ada
didaerah;
5. Dokumen dan berita acara seleksi kampung, disertai dengan dokumen pendukung dan tabel
konsolidasi skor SELOTIF (Seleksi Lokasi Partisipatif);
6. Surat Penetapan Penerima Manfaat dari Satker/PPK Sanitasi Kabupaten/Kota
7. Penentuan Calon Pengguna;
8. Pemilihan Teknologi Sanitasi;
9. DED dan RAB lengkap disertai dengan jadwal rencana pelaksanaan;
10. Rekening bank atas nama KSM (di tanda tangani oleh Ketua KSM, salah satu pengurus KSM
dan satu orang penerima manfaat yang ditunjuk melalui rembug warga);
11. PPK/SKPD membuat surat pengantar kepada Bank yang ditentukan untuk pembukaan
rekening bank atas nama KSM.
12. Pembukaan rekening bank diutamakan pada bank BUMD setempat, bank umum milik
pemerintah.
13. Saldo awal pembukaan rekening Bank berasal dari swadaya calon pemanfaat dengan jumlah
minimal Rp. 500.000,-
14. Sumber Pendanaan serta Mekanisme Pencairan Dana dari pemerintah;
15. Pengelolaan Keuangan DAK Sub Bidang Sanitasi (Administrasi pembukuan dana DAK Sub
Bidang Sanitasi, Mekanisme pembelanjaan, dan Laporan keuangan);
16. Rencana Kerja :
a. Rencana pembangunan infrastruktur
b. Rencana pendampingan
c. Rencana pelatihan mandor, tukang, operator, dan pengguna
d. Rencana pembiayaan operasi dan pemeliharaan oleh masyarakat pengguna.
17. Surat Perjanjian Kerja Sama Antara Satker/PPK Sanitasi kabupaten/Kota dengan KSM,
tentang pemanfaatan dana swakelola DAK Sub Bidang Sanitasi;
18. Jaminan dari masyarakat pengguna terhadap kesediaan dalam mengoperasikan dan
memelihara sarana dan prasarana DAK Sub Bidang Sanitasi.