MAKALAH

DIMENSI MUTU PELAYANAN KEBIDANAN YANG DIBERIKAN KEPADA BIDAN
TERHADAP KLIENNYA
PADA MATA KULIAH
MANAJEMEN MUTU PELAYANAN KEBIDANAN

DOSEN
NOVRITA TY.M.Keb

OLEH:
RISKA PUTRIANASARI
1516301124

UNIVERSITAS MUHAMADIYAH TANGERANG (UMT)
TAHUN 2017

Penulis menyadari begitu banyak terdapat kesalahan pada penyusunan makalah ini diluar dari kemampuan penulis. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan setitik cahaya penerang sehingga berbagai permasalahan yang ada dapat diatasi dan rahmatnya penulis diberi kesehatan dan keselamatan untuk menyelesaikan tugas makalah yang berjudul dimensi mutu pelayanan kebidanan yang diberikan kepada bidan terhadap kliennya Makalah ini tidak terlepas dari keikhlasan dan kesabaran hati dari berbagai pihak yang telah banyak membantu oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen mata kuliah manajemen mutu pelayanan kebidanan yang telah banyak memberikan bimbinganya.penulis memohon kritik dan saran guna penyempurnaan makalah selanjutnya .Akhirnya dengan kerendahan hati kepada semua pihak untuk memaafkan smua kesalahan penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca yang budiman Penulis .

termasuk jasa pelayanan kebidanan. maka customer akan semakin kritis dalam menerima produk jasa.. Tujuan Tujuan dalam pembuatan makalah ini : 1. Agar mahasiswi mengetahui dimensi Mutu Pelayanan kesehatan. Rumusan Masalah 1. Untuk dapat mempertahankan eksistensinya. maka setiap organisasi dan semua elemen-elemen dalam organisasi harus berupaya meningkatkan mutu pelayanannya secara terus menerus. Oleh karena itu pelayanan kesehatan yang bermutu semakin dicari untk memperoleh jaminan kepastian terhadap mutu pelayanan kesehatan yang diterimanya.Upaya tersebut jika dilaksanakan secara terarah dan terencana dalam ilmu administrasi kesehatan dikenal dengan nama program menjaga mutu pelayanan kesehatan (Quality Assurance Program ). Apa manfaat Program Penjaminan Mutu C. Apa saja dari Dimensi Mutu Pelayanan Kesehatan 2. BAB I PENDAHULUAN A. . Untuk dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu banyak upaya yang dapat dilaksanakan. Latar Belakang Globalisasi mempertinggi arus kompetisi disegala bidang termasuk bidang kesehatan dimana perawat dan bidan terlibat didalamnya. 2. Semakin tinggi tingkat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan untuk mempertahankan kualitas hidup. Kecenderungan masa kini dan masa depan menunjukkan bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya peningkatan dan mempertahankan kualitas hidup (quality of life). Agar mahasiswi mengetahui manfaat program jaminan mutu pelayanan kesehatan. B. oleh karena itu peningkatan mutu kinerja setiap bidan perlu dilakukan terus menerus.

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Mutu Pelayanan Kebidanan Menurut Din ISO 8402 (1986) : Mutu adalah totalitas dari wujud serta ciri dari suatu barang atau jasa. Tidak dipenuhinya dimensi kompetensi teknis dapat mengakibatkan berbagai hal. tidak terhalang oleh keadaan geografis. yang di satu pihak dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk. Akses organisasi ialah sejauh mana layanan kesehatan itu diatur hingga dapat memberikan kemudahan/kenyamanan kepada pasien atau konsumen. lamanya perjalanan. Akses geografis diukur dengan jarak. Dimensi Mutu Mutu layanan kesehatan bersifat multidimensi. Dimensi Kompetensi Teknis Dimensi kompetensi teknis menyangkut keterampilan. B. sosial. kepercayaan dan prilaku. antara lain: 1. penampilan atau kinerja pemberi layanan kesehatan. serta di pihak lain tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan profesi yang telah ditetapkan. yang meliputi ketepatan. Mutu pelayanan kesehatan adalah yang menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan. Akses . yang di dalamnya terkandung sekaligus pengertian rasa aman atau pemenuhan kebutuhan para pengguna Mutu merujuk pada tingkat kesempurnaan dalam memberikan kepuasan pada pengguna layanan. kemampuan. organisasi dan bahasa. mulai dari penyimpangan kecil terhadap standar layanan kesehatan. Dimensi Keterjangkauan atau Akses Artinya layanan kesehatan harus dapat dicapai oleh masyarakat. dan/atau hambatan fisik lain yang dapat menghalangi seseorang memperoleh layanan kesehatan. jenis transportasi. sampai pada kesalahan fatal yang dapat menurunkan mutu layanan kesehatan dan membahayakan jiwa pasien. biaya perjalanan. kepatuhan. Akses ekonomi berkaitan dengan kemampuan membayar biaya layanan kesehatan. ekonomi. Akses sosial atau budaya berhubungan dengan dapat diterima atau tidaknya layanan kesehatan itu secara sosial atau nilai budaya. 2. kebenaran dan konsistensi. Dimensi ini berhubungan dengan bagaimana pemberi layanan kesehatan mengikuti standar layanan kesehatan yang telah disepakati.

konsisten dan sesuai dengan situasi setempat. 6. infeksi. Pasien harus selalu mempunyai akses ke layanan kesehatan yang dibutuhkannya. mencegah terjadinya penyakit dan berkembang/meluasnya penyakit yang ada. artinya pasien harus dilayani dengan menggunakan bahasa atau dialek yang dapat dipahami oleh pasien. dan menimbulkan resiko yang lebih besar pada pasien. Dimensi Efisiensi Sumber daya kesehatan sangat terbatas. kurang nyaman bagi pasien. Dengan melakukan analisis efisiensi dan efektivitas kita dapat memilih intervensi yang paling efisien. layanan kesehatan rujukan yang diperlukan pasien dapat terlaksana dengan tepat. Karena riwayat penyakit pasien terdokumentasi dengan lengkap. memerlukan waktu lama. efek samping. Dimensi Kenyamanan . 3. Oleh karena itu harus disusun suatu prosedur yang akan menjamin keamanan kedua belah pihak. Umumnya standar layanan kesehatan disusun pada tingkat organisasi yang lebih tinggi. Layanan kesehatan yang tidak efisien umumnya berbiaya mahal. termasuk rujukan jika diperlukan tanpa mengulangi prosedur diagnosis dan terapi yang tidak perlu. Layanan kesehatan yang efisien dapat melayani lebih banyak pasien dan masyarakat. Dimensi Kesinambungan Dimensi kesinambungan layanan kesehatan artinya pasien harus dapat dilayani sesuai dengan kebutuhannya. waktu dan tempatnya. 5. baik bagi pasien. artinya harus mampu mengobati atau mengurangi keluhan yang ada. Efektifitas layanan kesehatan ini bergantung pada bagaimana standar layanan kesehatan itu digunakan dengan tepat. 7. 4. standar layanan kesehatan itu harus dibahas agar dapat digunakan sesuai dengan kondisi. Oleh karena itu dimensi efisiensi kesehatan sangat penting dalam layanan kesehatan. akurat dan terkini. sementara pada tingkat pelaksana. Layanan kesehatan yang bermutu harus aman dari risiko cidera. Dimensi Keamanan Dimensi keamanan maksudnya layanan kesehatan harus aman. bahasa. aatau bahaya lain. Dimensi Efektivitas Layanan kesehatan harus efektif. Dimensi efektivitas berhubungan erat dengan dimensi kompetensi teknis terutama dalam pemilihan alternatif dalam menghadapi relative risk dan ketrampilan dalam mengikuti prosedur yang terdapat dalam standar layanan kesehatan. pemberi layanan maupun masyarakat sekitarnya.

8. Dapat meningkatkan efektifitas pelayanan kesehatanPeningkatan efektifitas pelayanan kesehatan ini erat hubungannya dengan dapat di atasinya masalah kesehatan secara tepat. dan lain-lain. dinas kesehatan. Siapa. Dimensi Informasi Layanan kesehatan yang bermutu harus mampu memberikan informasi yang jelas tentang apa. . Dimensi kenyamanan tidak berpengaruh langsung dengan efektivitas layanan kesehatan. Manfaat program penjaminan mutu Program menjaga mutu adalah suatu upaya yang dilakukan secara berkesinambungan. oleh pemberi layanan yang tepat. C. Dimensi informasi ini sangat penting pada tingkat puskesmas dan rumah sakit. 9. Dimensi Hubungan Antarmanusia Hubungan antarmanusia adalah hubungan antara pemberi layanan kesehatan (provider) dengan pasien atau masyarakat (konsumen). serta menilai hasil yang dicapai dan menyusun saran-saran tindak lanjut untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan. dimana dan bagaimana layanan kesehatan itu akan atau telah dilaksanakan. tetapi mempengaruhi kepuasan pasien/konsumen sehingga mendorong pasien untuk datang berobat kembali ke tempat tersebut. antar sesama pemberi layanan kesehatan. layanan kesehatan harus dilakukan dalam waktu dan cara yang tepat. menggunakan peralatan dan obat yang tepat. objektif dan terpadu dalam menetapkan masalah dan penyebab masalah mutu pelayanan kesehatan berdasarkan standar yang telah ditetapkan. LSM. puskesmas. Kenyamanan dan kenikmatan dapat menimbulkan kepercayaan pasien terhadap organisasi layanan kesehatan. sistematis. Hubungan antarmanusia yang baik akan menimbulkan kepercayaan dan kredibilitas dengan cara saling menghargai. menetapkan dan melaksanakan cara penyelesaian masalah sesuai dengan kemampuan yang tersedia. pemerintah daerah. masyarakat dan lain-lain. karena pelayanan kesehatan yang diselenggarakan telah sesuai dengan kmajuan ilmu dan teknologi dan ataupun standar yang telah ditetapkan. rumah sakit. serta biaya yang tepat (efisien) 10. saling menghormati. kapan. responsif. menjaga rahasia. memberi perhatian. antar atasan-bawahan. Dimensi Ketepatan Waktu Agar berhasil. Adapun manfaat dari program jaminan mutu : 1.

antara lain karena ketidak puasan terhadap pelayanan kesehatan. 9. mudah dipahami bahwa terselenggaranya program menjaga mutu pelayanan kesehatan mempunyai peranan yang amat besar dalam melindungi penyelenggara pelayanan kesehatan dan kemungkinan timbulnya gugatan hukum. Pelayanan kesehatan akan menjadi efisien dan efektif sehingga pelayanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak orang (pemerataan sumberdaya kesehatan)dan hasil (out come) pelayanan akan lebih memenuhi harapan masyarakat. 7. Demikian pula halnya mutu pemakaian sumber daya yang tidak pada tempatnya yang ditemukan pada pelayanan yang berlebihan. Dapat melindungi penyelenggara pelayanan kesehatan dan kemungkinan timbulnya gugatan hukum Pada saat ini sebagai akibat makin baiknya tingkat pendidikan masyarakat.2. perlulah diselenggarakan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya. Peningkatan penerimaan ini erat hubungannya dengan telah sesuainya pelayanan kesehatan dengan kebutuhan dan tuntutan pemakai jasa pelayanan. Dari uraian ini. 5. 3. 4. Apabila peningkatan penerimaan ini dapat diwujudkan. Untuk mencegah kemungkinan gugatan hukum terhadap penyelenggara pelayanan kesehatan. Mempermudah mendapat akreditasi. Biaya tambahan karena harus menangani efek samping atau komplikasi karena pelayanan kesehatan dibawah standar dapat dihindari. sehingga angka kesembuhan akan meningkat. pada gilirannya pasti akan berperanan besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan. 6. Dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan akan mampu bersaing dalam masyarakat. . Dapat meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan Peningkatan efisiensi yang dimaksudkan ini erat hubungannya dengan dapat dicegahnya pelayanan kesehatan yang dibawah standar dan ataupun yang berlebihan. 8. Menyadarkan kembali para petugas kesehatan terutama di Puskesmas agar selalu memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar. maka kesadaran hukum masyarakat juga telah semakin meningkat. karena memang pelayanan kesehatan yang diselenggarakan telah terjamin mutunya. Menimbulkan rasa kepuasan dan terlindungi dalam memberikan pelayanan kesehatan karena pelayanan kesehatan yang diberikan berdasarkan standar.

Pasien yang puas merupakan aset yang sangat berharga karena apabila pasien puas mereka akan terus melakukan pemakaian terhadap jasa pilihannya.undang kesehatan No. 23/1992. konsumen instansi dan konsumen individu. Pasien adalah orang yang karena kelemahan fisik atau mentalnya menyerahkan pengawasan dan perawatannya. menerima dan mengikuti pengobatan yang ditetapkan oleh tenaga kesehatan (Prabowo. Jika kinerja produk lebih tinggi dari harapan konsumen maka konsumen akan mengalami kepuasan. Namun upaya untuk perbaikan atau kesempurnaan kepuasan dapat dilakukan dengan berbagai strategi oleh perusahaan untuk dapat merebut pelanggan. yaitu jika harapan atau kebutuhan sama dengan layanan yang diberikan maka konsumen akan merasa puas. Jika layanan yang diberikan pada konsumen kurang atau tidak sesuai dengan kebutuhan atau harapan konsumen maka konsumen menjadi tidak puas. Junaidi (2002) berpendapat bahwa kepuasan konsumen atas suatu produk dengan kinerja yang dirasakan konsumen atas poduk tersebut. Melaksanakan jaminan mutu berarti kita telah melaksanakan amanat Undang. Pengertian Kepuasan Pasien Memahami kebutuhan dan keinginan konsumen dalam hal ini pasien adalah hal penting yang mempengaruhi kepuasan pasien. 1999). Dalam penelitian ini peneliti menitikberatkan pada kepuasan pasien. Kepuasan konsumen merupakan perbandingan antara harapan yang dimiliki oleh konsumen dengan kenyataan yang diterima oleh konsumen dengan kenyataan yang diterima oleh konsumen dengan kenyataan yang diterima oleh konsumen pada saat mengkonsumsi produk atau jasa. tetapi jika pasien merasa tidak puas mereka akan memberitahukan dua kali lebih hebat kepada orang lain tentang pengalaman buruknya. 10. D. Sedangkan Aditama (2002) berpendapat bahwa pasien adalah mereka yang di obati dirumahsakit. Konsumen yang mengalami kepuasan terhadap suatu produk atau jasa dapat dikategorikan ke dalam konsumen masyarakat. Hal yang hampir serupa dikemukakan oleh Indarjati (2001) yang menyebutkan adanya tiga macam kondisi kepuasan yang bisa dirasakan oleh konsumen berkaitan dengan perbandingan antara harapan dan kenyataan. . Untuk menciptakan kepuasan pasien suatu perusahaan atau rumah sakit harus menciptakan dan mengelola suatu system untuk memperoleh pasien yang lebih banyak dan kemampuan untuk mempertahankan pasiennya.

Harga Harga merupakan aspek penting. E. 3. Meskipun demikian elemen ini mempengaruhi pasien dari segi biaya yang dikeluarkan. antara lain : 1. Sedangkan rumah sakit yang berkualitas sama tetapi berharga murah. Kualitas produk atau jasa Pasien akan merasa puas bila hasil evaluasi mereka menunjukkan bahwa produk atau jasa yang digunakan berkualitas. 5. memberi nilai yang lebih tinggi pada pasien. Pelanggan dalam hal ini pasien akan merasa puas jika mereka memperoleh pelayanan yang baik atau sesuai dengan yang diharapkan. Persepsi konsumen terhadap kualitas poduk atau jasa dipengaruhi oleh dua hal yaitu kenyataan kualitas poduk atau jasa yang sesungguhnya dan komunikasi perusahaan terutama iklan dalam mempromosikan rumah sakitnya. Biaya . Berdasarkan uraian dari beberapa ahli tersebut diatas. maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan pasien adalah perasaan senang. 4. 2. cenderung memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Kualitas pelayanan Memegang peranan penting dalam industri jasa. puas individu karena terpenuhinya harapan atau keinginan dalam menerima jasa pelayanan kesehatan. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Menurut pendapat Budiastuti (2002) mengemukakan bahwa pasien dalam mengevaluasi kepuasan terhadap jasa pelayanan yang diterima mengacu pada beberapa faktor. Faktor emosional Pasien yang merasa bangga dan yakin bahwa orang lain kagum terhadap konsumen bila dalam hal ini pasien memilih rumah sakit yang sudah mempunyai pandangan “rumah sakit mahal”. biasanya semakin mahal harga perawatan maka pasien mempunyai harapan yang lebih besar. namun yang terpenting dalam penentuan kualitas guna mencapai kepuasan pasien.

yaitu : 1. AC. Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (features) Merupakan karakteristik sekunder atau karakteristik pelengkap yang dimiliki oleh jasa pelayanan. Misalnya : standar keamanan dan emisi terpenuhi seperti peralatan pengobatan. Keandalan (reliability). Dimensi ini mencakup umur teknis maupun umur ekonomis dalam penggunaan peralatan rumah sakit. pasien yang tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan atau tidak perlu membuang waktu untuk mendapatkan jasa pelayanan. misalnya : kelengkapan interior dan eksterior seperti televisi. alat transportasi. Kinerja (performance) Pendapat pasien terhadap karakteristik operasi dari pelayanan inti yang telah diterima sangat berpengaruh pada kepuasan yang dirasakan. Yaitu sejauh mana karakteristik pelayanan memenuhi standart-standart yang telah ditetapkan sebelumnya. Sejauh mana kemungkinan kecil akan mengalami ketidak puasan atau ketidak sesuaian dengan harapan atas pelayanan yang diberikan. 3. dan sebagainya. 5. dan sebagainya. Service ability . keramahan dan kelengkapan peralatan rumah sakit. cenderung puas terhadap jasa pelayanan tersebut. Mendapatkan produk atau jasa. Hal ini dipengaruhi oleh kemampuan yang dimiliki oleh perawat didalam memberikan jasa keperawatannya yaitu dengan kemampuan dan pengalaman yang baik terhadap memberikan pelayanan keperawatan dirumah sakit. Wujud dari kinerja ini misalnya : kecepatan. kemudahan dalam memenuhi kebutuhan pasien dan kenyamanan yang diberikan yaitu dengan memperhatikan kebersihan. Berkaitan dengan beberapa lama produk tersebut digunakan. kemudahan. Tjiptono (1997) kepuasan pasien ditentukan oleh beberapa faktor antara lain. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to spesification). sound system. 2. 6. misalnya : peralatan bedah. 4. dan kenyamanan bagaimana perawat dalam memberikan jasa pengobatan terutama keperawatan pada waktu penyembuhan yang relatif cepat. Daya tahan (durability).

desain arsitektur rumah sakit. Kualitas yang dipersepsikan (perceived quality). peralatan rumah sakit yang lengkap dan modern. Merupakan daya tarik rumah sakit yang dapat ditangkap oleh panca indera. Misalnya : keramahan perawat. namun yang terpenting dalam penentuan kualitas guna mencapai kepuasan pasien. Yaitu pelayanan keramahan petugas rumah sakit. Meliputi kecepatan. 3. Bagaimana kesan yang diterima pasien terhadap rumah sakit tersebut terhadap prestasi dan keunggulan rumah sakit daripada rumah sakit lainnya dan tangggung jawab rumah sakit selama proses penyembuhan baik dari pasien masuk sampai pasien keluar rumah sakit dalam keadaan sehat. Harga. serta penanganan keluhan yang memuaskan. 8. kenyamanan ruang tunggu. kebersihan dan tipe kelas kamar yang disediakan beserta kelengkapannya. yaitu : 1. Estetika. Walter dan White (dalam Haryanti. Yang termasuk didalamnya adalah harga produk atau jasa. 2. Karakteristik produk. Produk ini merupakan kepemilikan rumah sakit yang bersifat fisik antara lain gedung dan dekorasi. Misalnya: pelayanan yang cepat. Pelayanan yang diberikan oleh perawat dengan memberikan penanganan yang cepat dan kompetensi yang tinggi terhadap keluhan pasien sewaktu-waktu. 7. Rumah sakit dianggap baik apabila dalam memberikan pelayanan lebih memperhatikan kebutuhan pasien maupun orang lain yang berkunjung di rumah sakit. Sementara itu ahli lain Moison. tanggap dan keramahan dalam memberikan pelayanan keperawatan. Harga merupakan aspek penting. Meskipun demikian elemen ini mempengaruhi pasien dari segi biaya yang dikeluarkan. . kepuasan muncul dari kesan pertama masuk pasien terhadap pelayanan keperawatan yang diberikan. dekorasi kamar. dan sebagainya. kecepatan dalam pelayanan. biasanya semakin mahal harga perawatan maka pasien mempunyai harapan yang lebih besar. Citra dan reputasi rumah sakit serta tanggung jawab rumah sakit. Karakteristik produk rumah sakit meliputi penampilan bangunan rumah sakit. kompetensi. Pelayanan. 2000) menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen. taman yang indah dan sejuk.

keakraban dan tata lampu. Pasien akan tetap setia menggunakan jasa rumah sakit tersebut dengan harapan-harapan yang diinginkan pasien. namun rumah sakit perlu memberikan perhatian pada fasilitas rumah sakit dalam penyusunan strategi untuk menarik konsumen. misalnya fasilitas kesehatan baik sarana dan prasarana. bangunan dan desain jalan yang tidak rumit. Selain itu tidak hanya bagi pasien saja yang menikmati itu akan tetapi orang lain yang berkunjung ke rumah sakit akan sangat senang dan memberikan pendapat yang positif sehingga akan terkesan bagi pengunjung rumah sakit tersebut. letak kamar dan lingkungannya. Meliputi keamanan. 9. Kelengkapan fasilitas rumah sakit turut menentukan penilaian kepuasan pasien. Merupakan salah satu aspek yang menentukan pertimbangan dalam memilih rumah sakit. sejuk dan indah akan sangat mempengaruhi kepuasan pasien dalam proses penyembuhannya.4. ruang tunggu yang nyaman dan ruang kamar rawat inap. . 6. reputasi dan kepedulian rumah sakit terhadap lingkungan. Suasana. 8. Suasana rumah sakit yang tenang. meskipun dengan harga yang tinggi. Meliputi letak rumah sakit. Desain visual Meliputi dekorasi ruangan. Lokasi. Komunikasi. 7. 5. oleh karena itu desain dan visual harus diikutsertakan dalam penyusunan strategi terhadap kepuasan pasien atau konsumen. Walaupun hal ini tidak vital menentukan penilaian kepuasan pasien. Umumnya semakin dekat rumah sakit dengan pusat perkotaan atau yang mudah dijangkau. Tata ruang dan dekorasi rumah sakit ikut menentukan kenyamanan suatu rumah sakit. Pasien dalam menginterpretasikan rumah sakit berawal dari cara pandang melalui panca indera dari informasi-informasi yang didapatkan dan pengalaman baik dari orang lain maupun diri sendiri sehingga menghasilkan anggapan yang positif terhadap rumah sakit tersebut. mudahnya transportasi dan lingkungan yang baik akan semakin menjadi pilihan bagi pasien yang membutuhkan rumah sakit tersebut. Image Yaitu citra. tempat parkir. nyaman. Fasilitas. Image juga memegang peranan penting terhadap kepuasan pasien dimana pasien memandang rumah sakit mana yang akan dibutuhkan untuk proses penyembuhan.

Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor-faktor kepuasan pasien adalah : kualitas jasa. 4. 6. lokasi. Kualitas perawatan yang diterima oleh pasien yaitu apa saja yang telah dilakukan oleh pemberi layanan kepada pasien. privasi dan kunjungan. Fasilitas ruang inap untuk pasien yang harus rawat. Misalnya adanya tombol panggilan didalam ruang rawat inap. Hasil treatment atau hasil perawatan yang diterima oleh pasien yaitu perawatan yang berkaitan dengan kesembuhan penyakit pasien baik berapa operasi. kinerja. Yaitu tata cara informasi yang diberikan pihak penyedia jasa dan keluhan-keluhan dari pasien. estetika. Waktu menunggu yaitu berkaitan dengan waktu yang diperbolehkan untuk berkunjung maupun untuk menjaga dari keluarga maupun orang lain dengan memperhatikan ruang tunggu yang memenuhi standar-standar rumah sakit antara lain : ruang tunggu yang nyaman. Fasilitas ruang inap ini disediakan berdasarkan permintaan pasien mengenai ruang rawat inap yang dikehendakinya. karakteristik produk. Bagaimana keluhan-keluhan dari pasien dengan cepat diterima oleh penyedia jasa terutama perawat dalam memberikan bantuan terhadap keluhan pasien. kunjungan dokter . pelayanan. komunikasi. emosional. Aspek – Aspek Yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Menurut Griffith (1987) ada beberapa aspek-aspek yang mempengaruhi perasaan puas pada seseorang yaitu : 1. air minum dan sebagainya. F. tenang. dan desain visual. 5. kursi. Fasilitas umum yang lain seperti kualitas pelayanan berupa makanan dan minuman. Fasilitas ini berupa bagaimana pelayanan terhadap pemenuhan kebutuhan pasien seperti makanan dan minuman yang disediakan dan privasi ruang tunggu sebagai sarana bagi orang-orang yang berkunjung di rumah sakit. fasilitas. adanya ruang informasi yang memadai terhadap informasi yang akan dibutuhkan pemakai jasa rumah sakit seperti keluarga pasien maupun orang yang bekunjung di rumah sakit. suasana. Prosedur administrasi yaitu berkaitan dengan pelayanan administrasi pasien dimulai masuk rumah sakit selama perawatan berlangsung sampai keluar dari rumah sakit. fasilitas yang memadai misalnya televisi. seberapa pelayanan perawatan yang berkaitan dengan proses kesembuhan penyakit yang diderita pasien dan kelangsungan perawatan pasien selama berada dirumah sakit. Sikap pendekatan staf pada pasien yaitu sikap staf terhadap pasien ketika pertama kali datang di rumah sakit 2. harga. 3.

seberapa pelayanan perawatan yang berkaitan dengan proses kesembuhan penyakit yang diderita pasien dan kelangsungan perawatan pasien selama berada dirumah sakit. kedudukan sosial. 2. kualitas makanan atau kios-kios penjual makanan yang terjamin kesehatannya. pendidikan. tingkat ekonomi. Ingkat kepuasan antar individu satu dengan individu lain berbeda. . Prosedur administrasi yaitu berkaitan dengan pelayanan administrasi pasien dimulai masuk rumah sakit selama perawatan berlangsung sampai keluar dari rumah sakit. dan karyawan-karyawan lainnya. Fasilitas – fasilitas yang disediakan rumah sakit yaitu fasilitas ruang inap. 1999). jenis kelamin. tetapi juga dipengaruhi oleh pelayanan yang diberikan oleh petugas rumah sakit baik dokter. 4. atau perawat. Berdasarkan pandangan beberapa ahli diatas dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek yang mempengaruhi kepuasan pada pasien adalah sebagai berikut : 1. sikap mental dan kepribadian (Sugiarto. Hal ini terjadi karena adanya pengaruh dari faktor jabatan. Kualitas perawatan yang diterima oleh pasien yaitu apa saja yang telah dilakukan oleh pemberi layanan kepada pasien. perawat. Sikap pendekatan staf pada pasien yaitu sikap staf terhadap pasien ketika pertama kali datang di rumah sakit. Kepuasan pasien atau konsumen berdasarkan teori-teori diatas tidak hanya dipengaruhi oleh jasa yang dihasilkan oleh suatu rumah sakit semata. 3. umur. privasi dan waktu kunjungan pasien.

T. Ai Yeyeh S.Si. Dimensi Kompetensi Teknis 2. Dimensi Keterjangkauan atau Akses 3. antara lain: 1. Dimensi Kesinambungan 6. Kesimpulan Mutu pelayanan kesehatan adalah yang menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan. Dimensi Hubungan Antarmanusia DAFTAR PUSTAKA Rukiah. 2010. Dimensi Kenyamanan 8. Dimensi Efektivitas 4. Jakarta: Trans Info Media. Dimensi Efisiensi 5. . Dimensi Ketepatan Waktu 10. “ Asuhan Kebidanan IV (Patologi Kebidanan)”. Mutu layanan kesehatan bersifat multidimensi. BAB III PENUTUP A. serta di pihak lain tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan profesi yang telah ditetapkan. yang di satu pihak dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk. Dimensi Informasi 9. Dimensi Keamanan 7.

Jakarta : PT. 2009 . “Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal “. Sarwono. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.Prawirohardjo.