1

B. Analisa SWOT serta peta kekuatan di Ruang Anggrek RSUD AW.
Sjahranie Samarinda

1. Analisa SWOT

N ANALISIS SWOT BOBO RATING Bobot x Ratin
o T g
1. Sumber Daya Manusia
(MAN/M1)
a. Internal Faktor (IFAS)
Strength
1. Adanya sistem 0,4 3 1,2 S–W
pengembangan staf berupa = 2,1
pendidikan berkelanjutan
100 %
2. Jenis Ketenagaan
0,3 4 1,2
a) SI Kep : 5 orang
b) SI Kep + Ners : 5 orang
c) D3 Kep : orang
d) Pos : 2 orang
e) Administrasi : 2 orang
f) Cleaning Service : 4
orang
3. Berdasarkan pengkajian
diruang Anggrek menyatakan
0,3 3 0,9
semangat kerja para pegawai
tinggi 82,6%

Total

Weakness 1 3 3,3
1. Beban kerja perawat di
ruangan cukup tinggi 69,6 %
2. Kurangnya kesejahteraan
0,3 2 0,6
perawat 69,6 %
3. Supervisi oleh Kepala
0,2 2 0,4
Ruangan belum terprogram
dengan baik
4. Jumlah tenaga perawat di 0,2 2 0,4
ruang Anggrek belum

3 3 0.34 3 1.6 keperawatan yang 0. Adanya program akreditasi RS dari pemerintah di mana MPKP merupakan salah satu penilaian 0. Makin tingginya kesadaran 0.44 Total Theathened 1 3. 2 tercukupi sesuai perhitungan kebutuhan tenaga 0.9 3. Adanya kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi 2. Makin tingginya kesadaran masyarakat akan hukum 2 0.4 4.3 masyarakat akan pentingnya kesehatan 2 0.36 4 1.2 Total 0. Terbatasnya kuota tenaga 3 0. Adanya kerjasama yang baik 0.2 5.4 .2 Total b.6 1. Ekternal Faktor (EFAS) Opportunity 1 2.02 O–T antara mahasiswa = 1.36 1. Persaingan antar RS yang semakin kuat 0. Ada tuntutan tinggi dari masyarakat untuk pelayanan yang lebih profesional 2.6 3.1 2 0.16 keperawatan dengan perawat klinik 0.2 melanjutkan pendidikan tiap tahun 2 0.3 4 1.

Alat pendingin ruangan yang 0.5 2 1 tidak berfungsi secara maksimal 63. Internal Faktor (IFAS) Strength 1. Mempunyai sarana dan 0.3 perawatan dari sarana dan 0. 5.6 prasarana yang sudah ada. RS pemerintah tipe A 0. 3 0. 3. Kamar mandi kurang memadai 2. Sarana dan Prasarana (M2) a.1 2 0. tenaga kesehatan dan keluarga pasien termasuk sarana dan prasarana universal precaution untuk perawat 2.1 3 0.2 3 0. Adanya pemeliharaaan dan 0.5 b.2 1 2.2 S–W prasarana yang memadai = 0.2 2.5 . Tersedianya nurse station. Terdapat administrasi 0.7 untuk pasien.6 % Total 0. Ekternal Faktor (EFAS) 1 2.2 penunjang ( misal buku VS.3 3 0.5 3 1.2 1.9 sekaligus sebagai RS pendidikan dan rujukan. Total Weakness 1 3. SOP yang memadai) 4.3 4 1.

Adanya program pelatihan khusus tentang pengoperasian 0. MPKP Internal Faktor (IFAS) Strengh 1. Kesenjangan antara jumlah pasien dengan jumlah peralatan yang ada ( Infus 1 4 Pump 1 untuk 52 pasien) 2. Adanya pengadaan sarana dan prasarana dari pengadaan barang 2.4 4 1.8 S–W motto sebagai acuan = 0. Mempunyai SOP setiap 0. Method ( M3) 1. Terlaksananya komunikasi .6 1. Adanya tuntutan tinggi dari masyarakat untuk melengkapi 0.4 O–T alat = 0.6 3.2 tindakan 4.3 4 1.2 digunakan yaitu metode Tim Modifikasi 3.2 1 3.6 4 2.3 4 1. dan 0. misi.6 4 2. 4 Opportunity 1.4 Total Theathened 0.2 4 0. Sudah ada model MPKP yang 0.4 sarana dan prasarana Total 0.4 3 1.4 melaksanakan kegiatan pelayanan 2. RS memiliki Visi.

5 pelaksanaan MPKP Total 0. Bebasnya Media sosial yang langsung dapat menyebarkan informasi dengan cepat Total 0.5 profesional 2.4 2.2 komprehensif Total b.2 4 0. Dokumentasi Keperawatan 1 3.5 4 2 O–T 2. Hanya sedikit perawat yang mengetahui kebutuhan perawatan pasien secara 0.5 3 1.5 4 2 2.5 4 2 Theathened 1. Adanya tuntutan masyarakat 1 4 yang semakin tinggi terhadap peningkatan pelayanan keperawatan yang lebih 0.6 4 2.6 1.5 % Total 1 4 Weakness 1.4 3 1. 5 yang adekuat antara perawat 0. Kurang optimal perawat dalam pelaksanaan model yang ada ( Metode Tim) 0.5 . Ekternal Faktor (EFAS) Opportunity 1 3. Adanya mahasiswa S1 Keperawatan yang melaksanakan praktik manajemen keperawatan 0.8 dan tim kesehatan lain 56. Adanya kebijakan RS tentang = 0.

6 Internal Faktor (IFAS) Strenght 1.6 Total 0.6 4 2. Penerapan SOAPIER berbeda – beda dalam pendokumentasian 0.5 3 1. Format Asuhan keperawatan 0.4 3 1.3 4 1. Adanya tuntutan masyarakat yang lebih tinggi untuk 0.5 O–T Threaths = 0.3 2009 2.5 4 2 mendapatkan pelayanan yang . Adanya kerjasama antara mahasiswa dan perawat ruangan Total 0.3 pendokumentasian dengan teknik SBAR 3.2 3 0. Sudah ada sistem = -0. Adanya kesadaran perawat tentang tanggung jawab dan tanggung gugat 0.6 manajemen keperwatan 2.5 1.2 3 0. Ekternal Faktor (EFAS) 0.9 Weakness 1. Adanya Mahasiswa S1 keperawatan yang praktek 1 3. Tersedianya sarana dan prasarana dokumentasi keperawatan ( Tersedia NANDA NIC NOC ) 0.6 sudah tersedia 4.3 3 0.2 S–W 2. SAK NANDA NOC NIC belum pernah di revisi sejak tahun 1 3.4 Total b.2 Opportunity 1.

5 0.5 3 1.5 3 1. Persaingan RS dalam 1 3. 7 profesional 2.5 memberikan pelayanan Total 0.5 1 3 .

Internal Faktor (IFAS) Strengh 1. Ekternal Faktor (EFAS) Opportunity 1. Ada pendapatan dari jasa 1 4 4 S-W pelayanan keperawatan dari =2 RS Total 1 4 Weakness 1. Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari masyarakat untuk 1 3 3 mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih profesional sehingga membutuhkan pendanaan yang lebih besar untuk mendanai sarana dan prasarana Total 1 3 .1 % Total 1 2 b. Ada kesempatan menggunakan prasarana 1 4 4 O-T dengan reuse sehingga =1 menghemat pengeluaran Total Theathened 1 4 1. Jasa insentif sama untuk 1 2 2 semua perawat 39. 8 4. Keuangan (M4) a.

9 perawat ruangan.89 Weakness 1. Kepuasan pasien dibawah standar yaitu 52 % 1 3 3 Total 1 3 b. Total 0. Internal Faktor (IFAS) Strengh 1.37 4 1.48 mahasiswa kesehatan 4.15 3 0. Adanya variasi karakteristik 0. Umum.45 5.5 3 1. Asuransi swasta) 3.5 masyarakat yang harus dipenuhi . Mutu (M5) a. 9 5. BOR ideal 81. Sebagai tempat praktek 0.89 2.8 perawat 73. Adanya mahasiswa NERS WHS melakukan praktek manajemen keperawatan 2. Six Goal Patient Safety terlaksana dengan baik oleh 0.68 dari pasien ( BPJS.12 4 0.4 % dalam 1 0. Ekternal Faktor (EFAS) Opportunity 1.5 4 2 Theathened 1.48 S –w bulan = 0.5 O-T antara mahasiswa dan = 0. Adanya kerjasama yang baik 0. Sasaran keselamatan pasien pada 3 bulan terakhir tidak 0.2 4 ada pasien yang jatuh 0.16 4 0. Adanya peningkatan standar 1 3.9% Total 1 3.

10 Keterangan untuk aspek: 1. Strength dan Opportunity 4 : Sangat Baik 3 : Baik 2 : Cukup 1 : Tidak Baik / Kurang 2. Diagram Layang Analisa SWOT . Weakness dan Treathened 1 : Sangat Baik 2 : Baik 3 : Cukup 4 : Kurang / Tidak Baik 2.

M5 ( Mutu ) Kepuasan pasien dibawah standar yaitu 52 % 2. SAK NANDA NIC NOC belum pernah direvisi sejak tahun 2009 b. Posisi M1 (Man). M1 ( Man ) Perbandingan jumlah tenaga dan jumlah pasien belum sesuai standart ketenagaan menurut Gillies. Hal ini terjadi karena penerapan SAK masih menggunakan edisi tahun 2009 dan adanya perbedaan cara pendokumentasian SOAPIER di antara perawat ruang Anggrek. 11 Berdasarkan posisi diagram layang analisa SWOT dapat diketahui : 1. Dokumentasi keperawatan SAK NANDA NIC NOC belum pernah direvisi sejak tahun 2009 4. M4 ( Money ) Jasa insentif nilainya sama untuk semua perawat 5. M3 (Method) MAKP. Posisi M3 (Method) Dokumentasi Keperawatan berada di area ubah strategi artinya ruang Anggrek disarankan untuk mengubah strategi sebelumnya. 2. 2. C. M2 ( Material ) Kesenjangan antara jumlah alat penunjang medis dengan rasio jumlah pasien. 3. MPKP Kurang optimal perawat dalam pelaksanaan model metode tim 2. sehingga rekomendasi strategi yang diberikan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif. M3 ( Method ) 1. Perumusan Masalah 1. Kesenjangan antara jumlah alat penunjang medis dengan rasio jumlah . M2 (Material). M4 (Money) dan M5 (Mutu) berada di area progresif dimana elemen kekuatan dan peluang cukup tinggi . Identifikasi masalah di Ruang Anggrek 1. Perumusan masalah Perumusan Masalah Berdasarkan Fungsi Manajemen No Fungsi Manajemen Masalah 1. Perencanaan a.

besarnya kerugian yang ditimbulkan 3. 12 pasien. Mn / Managebility . Mg / Magnitude . 2. berfokus pada keperawatan sehingga dapat diatur perubahannya 4. Pengendalian Kepuasan pasien dibawah standar yaitu 52 % D . NC / Nursing Concern . Pengorganisasian Kurang optimal perawat dalam pelaksanaan model metode tim 4. Sv / Severity . ketersediaan sumber dana Dengan rentang nilai : 5 : sangat penting 4 : penting 3 : cukup penting 2 : kurang penting 1 : sangat kurang penting Skor akhir dirumuskan dengan cara : M x S x Mn x N x Af No Masalah Pembobotan Total Prioritas Mg Sv Mn NC Af 1 SAK NANDA NIC 5 5 4 5 4 2000 I NOC belum pernah direvisi sejak tahun 2009 2 Kesenjangan antara 3 4 4 3 4 576 VI jumlah alat penunjang medis dengan rasio jumlah pasien 3 Perbandingan 2 3 2 4 3 144 VII jumlah tenaga dan jumlah pasien belum sesuai . Ketenagaan Perbandingan jumlah tenaga dan jumlah pasien belum sesuai standart ketenagaan menurut Gillies. kecendrungan besar dan seringnya kejadian 2. deigunakan kriteria penilaian meliputi : 1. Prioritas Masalah Dalam menentukan prioritas masalah. Pengarahan Supervisi oleh Kepala Ruangan belum terprogram dengan baik 5. Af / Affordability . perhatian terhadap bidang keperawatan 5. 3.

Jasa insentif nilainya sama untuk semua perawat 5. Perbandingan jumlah tenaga dan jumlah pasien belum sesuai standart . Kesenjangan antara jumlah alat penunjang medis dengan rasio jumlah pasien 7. Kurang optimal perawat dalam pelaksanaan model metode tim 3. SAK NANDA NIC NOC belum pernah direvisi sejak tahun 2009 2. 13 standart ketenagaan menurut Gillies. Kepuasan pasien dibawah standar yaitu 52 % 6. Supervisi oleh Kepala Ruangan belum terprogram dengan baik 4. 4 Kurang optimal 5 4 4 5 4 1600 II perawat dalam pelaksanaan model metode tim 5 Supervisi oleh 4 4 4 4 5 1280 III Kepala Ruangan belum terprogram dengan baik 6 Kepuasan pasien 3 3 4 4 3 432 V dibawah standar yaitu 52 % 7 Jasa insentif nilainya 4 4 4 4 4 1024 IV sama untuk semua perawat Prioritas masalah : 1.

Melakukan sosialisasi 4 4 3 4 192 NOC belum mengenai dokumentasi pernah direvisi NANDA NIC NOC terbaru 4 4 3 3 144 2. 14 E. Membantu penerapan model metode tim yang sudah ada Keterangan : C : Capability (kemampuan kedua belah pihak antara mahasiswa dan rumah sakit memiliki alternatif) A : Accessibility (kemudahan dalam mekanisme alternatif R : Readiness ( kesiapan untuk melakukan alternatif L : Leverage (daya ungkit alternatif dalam menyelesaikan masalah) Keterangan Poin : 1 : Tidak mampu 2 : Cukup mampu 3 : Mampu 4 : Sangat mampu . Alternatif pemecahan masalah No Masalah Alternatif pemecahan C A R L Sko masalah r 1 SAK NANDA NIC 1. Melakukan pembagian 4 4 3 4 192 peran perawat dalam model metode tim 3. Workshop perihal NANDA NIC NOC 2 Kurang optimal 1. Menyusun SAK 10 besar sejak tahun 2009 penyakit sesuai NANDA 4 3 3 3 108 NIC NOC 3. Mendiskusikan setiap 4 3 3 3 108 perawat dalam hambatan dalam pelaksanaan penerapan model metode 4 3 4 3 144 model metode tim tim 2.

Menyusun SAK 10 10 besar penyakit besar penyakit sesuai NANDA sesuai NANDA NIC NIC NOC terbaru NOC terbaru 3.kep direvisi sejak di Ruang Anggrek dokumentasi pendokumentasian Keperawata tahun 2009 NANDA NIC NOC diagnosa n terbaru keperawatan sesuai NANDA NIC NOC terbaru 2. Workshop perihal 3.kep belum pernah NANDA NIC NOC mengenai sosialisasi Manajemen 3. Pemahaman NANDA NIC NOC tentang SAK terbaru sesuai NANDA NIC NOC terbaru . Melakukan 1. Tersusunnya SAK 2. Runtiani S.3 Praktek Widianti S. Kristopel S. Terlaksananya 1. 15 F.Kep Minggu ke 2 2. Planning of Action No Masalah Tujuan Program / Kegiatan Indikator / Target penanggungjawab Waktu Keberhasilan 1 SAK NANDA Menerapkan 1. Trina Yudi NIC NOC pendokumentasian sosialisasi kegiatan .

Kep tim perawat dalam metode tim dapat model metode tim terlaksana dengan baik 3. Septi Wulandari model metode pembagian peran perawat dalam S. Melakukan 2. Membantu metode tim yang penerapan model sudah ada dapat metode tim yang berjalan dengan sudah ada baik. Ermina Tukau dalam Ruang Anggrek model metode tim model metode tim Keperawata S. Mendiskusikan 1.kep pelaksanaan n 2.Kep Manajemen 2. 16 2 Kurang Mengoptimalkan 1. Jemmi Minggu ke 2 optimal pelaksanaan model setiap hambatan an hambatan Anggraini – 3 Praktek perawat metode tim di dalam penerapan dalam penerapan S. Pembagian peran 3. Mengidentifikasik 1. . Penerapan 3.