BAB I

PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG
Seorang pemuda umur 35 tahun kehilangan gigi 26 ketika dia berumur
25 tahun. Sekarang ia sudah bekerja di kantor konsultan ternama di Jakarta
ingin menggantikan gigi yang hilang. Gigi 24 terlihat karies hingga mencapai
akar, terdapat radiolusensi di daerah akar pada pemeriksaan radiografis, dulu
pernah sakit, sekarang tidak lagi sakit. Gigi 25 dan gigi 27 dalam keadaan
normal secara klinis. Daerah edentulous juga normal tanpa banyak resorpsi
tulang.

II. MASALAH YANG PERLU DIDISKUSIKAN

1. Apa saja jenis-jenis perawatan yang anda dapat berikan/tawarkan
kepada pasien di atas? Jelaskan pertimbangan-pertimbangan dari
masing-masing jenis perawatan berdasarkan asumsi-asumsi logis
tentang pasien dari keterangan di atas.
2. Jelaskan rencana perawatan lengkap yang dapat anda berikan pada
pasien ini.
3. Apakah indikasi dan kontraindikasi dari perawatan yang anda berikan?
Jelaskan

BAB II PEMBAHASAN I. JENIS-JENIS PERAWATAN DAN PERTIMBANGAN DARI MASING-MASING JENIS PERAWATAN 18 17 16 15 14 13 12 11 21 22 23 24 25 26 27 28 48 47 46 45 44 43 42 41 31 32 33 34 35 36 37 38  Gigi 26 Untuk gigi 26 yang missing kita berikan perawatan bridge yang berdasarkan hukum Ante yang menyebutkan “Jumlah luas perisemental gigi penyangga harus sama atau lebih besar dari pada permukaan perisemental gigi yang diganti. Memiliki multiple abutment dan retainer yang harus dihubungkan secara rigid pada satu sisi diastema.” Ada 2 kemungkinan bridge yang dapat pakai berdasarkan pertimbangan kondisi gigi pasien 1. Cantilever bridge a. b. Memiliki satu atau beberapa gigi penyangga di satu sisi. Contoh penggunaan cantilever bridge . pada kasus diatas yang digunakan sebagai abutment adalah gigi 24 yang sudah dirawat endo dan di postcore dan 25 gambar 1.

2. Berdasarkan pertimbangan perawatan untuk gigi 24 adalah perawatan saluran akar (psa) lalu kemudian dilanjutkan dengan pembuatan post (pasak) sebagai penguat / profilaktik. Contoh penggunaan complete bridge  Gigi 24 Dari hasil anamnesis yang di keluhkan oleh pasien. . gigi 24 memiliki diagnosis nekrosis pulpa yang ditandai dengan karies hingga mencapai akar. Memiliki dua atau lebih gigi penyangga b. sekarang tidak lagi sakit. perfor) dilakukan retraitment dahulu baru dibuatkan crown post and core. terdapat radiolusensi di daerah akar pada pemeriksaan radiografis. Tetapi apabila tidak bisa dilakukan retraitment makan gigi tersebut dicabut sebagai pilihan terakhir. Setelah itu. apabila perawatan endodontic gagal (seperti overinstrumen atau underinstrument. Complete bridge a. Tetapi. ledge. Menghasilkan kekuatan dan stabilitas yang sangat baik dan juga mendistribusikan tekanan lebih merata pada restorasi gambar 2. lakukan penambalan dan pembuatan crown. pin untuk mencegah agar tidak fraktur servikal. dulu pernah sakit.

Tes visalitas 4. identitas keluarga pasien.II. Perkusi 2. Palpasi pada daerah kelenjar tiroid  Pemeriksaan intraoral 1. RENCANA PERAWATAN LENGKAP  Anamnesis Merupakan langkah pertama dalam tata cara kerja yang harus ditempuh untuk menegakkan diagnosis melalui tanya jawab dokter dengan pasien. alamat. 1. Riwayat penyakit 4. nomer telephon. kontusio atau luka abrasi pada pasien 2. untuk wanita ditanya riwayat kehamilan 2. Alergi 5. Mobilitas . jenis kelamin. Obat yang sedang dikonsumsi  Pemeriksaan ektraoral 1. Inspeksi dengan menggunakan indra penglihatan untuk mengamati kemungkinan laserasi. pekerjaan. Palpasi 3. Identitas pasien : nama. umur. ras. Keluhan utama 3.

25.Selain itu jika karies sudah mencapai keluasan yang sangat besar sehingga diperlukan tindakan ekstraksi. penambalan. 2. Perawatan pendahuluan Pada gigi 24 dilakukan perawatan saluran akar jika luasnya karies masih dibatas yang dapat dipertahankan. Periapikal 2.26. Pada gigi 26 yang hilang dibuatkan mahkota jembatan cantilever dari gigi 24.Gigi suda non vital . INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI Jenis Perawatan Indikasi Kontra indikasi Post-Core .OH pasien buruk .Kehilangan lebih dari .25.Perbandingan .  Pemeriksaan penunjang (radiografi) 1. Pasien tidak .Oklusi dan artkulasi mahkota: akar kurang normal dari 1:1 . Panoramic  Menegakkan diagnosis  Menentukan prognosis  Rencana perawatan 1.24.25.Gigi goyang derajat 3 1/3 mahkota .24.untuk asumsi kedua jika gigi 24 harus di ekstraksi maka dibuatkan mahkota jembatan yang terhubung dari gigi 23. Jika gigi 24 harus di ekstraksi maka dapat dibuatkan mahkota jembatan dari gigi 23.26 yang didasari oleh hukum Ante. III.Setelah perawatan endodontik berhasil maka dibuatkan mahkota pasak inti . Perawatan definitif (GTC) Pada gigi 24 selama dalam proses perawatan endodontik dapat dibuatkan mahkota sementara atau profisoris .Gigi penyangga kuat .Telah dirawat saluran gagal akar yang sempurna Crown & Bridge .Pengisian saluran akar .Fraktur vertical Crown dan 2 .27. Perawatan pendahuluan juga meliputi perawatan pembersihan karang gigi.Gigi goyang derajat 1 .

Terdapat kegoyangan pada gigi abutment Gigi Tiruan . Pasien dengan frekuensi karies yang tinggi . Kasus free end luas area pericemental . Hilangnya satu atau . Kehilangan banyak gigi penyangga harus gigi sama atau lebih besar dar . OH baik . . Alergi terhadap periodontal yang baik akrilik . Pasien tidak Lepasan sebagian gigi kooperatif . Kondisi jaringan . Penyakit sistemik . OH buruk memenuhi syarat sebagai gigi pegangan . Luas area percemential . Gigi sekitar baik dan . Kelainan jaringan gigi yang hilang periodontal . Kehilangan gigi kurang kooperatif saat dari 6 pengerjaan .

Setelah perawatan endo dilakukan pemasangan crown post and core yang digabung dengan crown bridge 25 dan 26. BAB III PENUTUP I. karena pekerjaannya yaitu konsultan ternama di Jakarta. sekarang tidak sakit lagi. Alasan kami memilih dengan cantilever bridge karena gigi 27 yang masih bagus sehingga kami memilih untuk tidak mempreparasi gigi 27. KESIMPULAN Pada kasus diatas pasien ingin menggantikan gigi 26 yang hilang. Perawatan yang akan dilakukan pada gigi 24 adalah perawatan endo yaitu perawatan saluran akar (PSA). Bahan yang digunakan untuk crown adalah porcelen fuse to metal mengingat pekerjaan pasien tersebut adalah konsultan ternama di Jakarta sehingga diperlukan estetik yang bagus. . sehingga kami menarik kesimpulan bahwa diagnosis untuk gigi 24 tersebut adalah nekrosis pulpa. perawatan yang dilakukan untuk gigi 26 tersebut adalah pembuatan crown bridge dengan cantilever bridge dengan gigi abutment 25 dan 24. pada gigi 24 juga terlihat karies hingga mencapai akar dan terdapat radiolusensi di daerah akar pada pemeriksaan radiografis. Sedangkan pada kasus gigi 24 pasien mengeluh bahwa gigi tersebut dulu pernah sakit. Bukan hanya itu.

Related Interests