Stase Keperawatan Maternitas

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tujuan pembangunan kesehatan sesuai dengan sistem kesehatan
nasional adalah tercapainya kemampuan hidup sehat setiap penduduk agar
terwujud derajat kesehatan yang optimal sebagai salah satu unsur
kesejahteraan umum. Menurut undang-undang kesehatan No. 36 tahun 2009
pasal 1, upaya kesehatan adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan
yang dilakukan secara terpadu, terintregasi dan berkesinambungan untuk
memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk
pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit, dan
pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan/atau masyarakat. Tercantum juga
dalam undang-undang kesehatan No. 36 tahun 2009 bab VII tentang kesehatan
bayi, ibu, dan anak pasal 126 ayat (1) Upaya kesehatan ibu harus ditujukan
untuk menjaga kesehatan ibu sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat
dan berkualitas serta mengurangi angka kematian ibu, (2) Upaya kesehatan ibu
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi upaya promotif, preventif,
kuratif dan rehabilitatif, (3) Pemerintah menjamin ketersediaan tenaga,
fasilitas, alat dan obat dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan ibu secara
aman, bermutu, dan terjangkau.
Operasi Sectio Caesar (SC) telah menjadi bagian kebudayaan manusia
sejak zaman dahulu, namun operasi caesar selalu dipandang sebagai usaha
terakhir untuk menyelamatkan sang bayi dan mempertahankan hidup sang ibu
(Rustam, 2002). Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa
angka persalinan dengan bedah SC adalah sekitar 10% sampai 15% dari
semua persalinan di negara-negara berkembang dibandingkan dengan 20% di
Britania Raya, 23% di Amerika Serikat, dan 23% di Kanada. Angka kejadian
seksio sesaria di Indonesia menurut data survey nasional tahun 2007 adalah
921.000 dari 4.039.000 persalinan atau sekitar 22,8 % (Nunung, 2009). Ibu
yang mengalami seksio sesarea dengan adanya luka di perut sehingga harus
dirawat dengan baik untuk mencegah kemungkinan timbulnya infeksi. Apabila
hal tersebut tidak teratasi, maka bisa menyebabkan abses intraabdomen yang
akan menyebabkan luka menjadi lama sembuh.

Tingginya kasus kesakitan dan kematian ibu di banyak Negara
berkembang terutama disebabkan oleh perdarahan persalinan, eklamsia,

1

Kompetensi petugas. Sebagian besar penyebab utama kesakitan dan kematian ibu tersebut sebenarnya dapat dicegah melalui upaya pencegahan yang efektif. Beberapa komplikasi terjadi pada pasien dengan SC antar lain : Infeksi Puerperal. niscaya seorang wanita dengan plasenta previa dan perdarahan banyak memikul resiko yang lebih besar daripada seorang wanita lain yang mengalami seksio sesaria elektif karena disproporsi sefalopelvik. Asuhan pasca keguguran untuk penatalaksaan gawat darurat keguguran dan komplikasinya serta tanggap terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi lainnya. dan komplikasi keguguran. Atau SC adalah suatu persalinan buatan. Persalinan yang bersih dan aman serta pencegahan kajian dan bukti ilmiah menunjukan bahwa asuhan persalinan bersih. Demikian pula makin lama persalina berlangsung makin meningkat bahaya infeksi post operatif apalagi setelah ketuban pecah. pengenalan jenis komplikasi dan ketersediaan sarana pertolongan menjadi penentu bagi keberhasilan penatalaksanaan komplikasi yang umumnya akan selalu berada menurut derajat keadaan dan tempat terjadinya. Angka kematian di rumah sakit dengan fasilitas yang baik dan tenaga-tenaga kompeten kurang dari 2 per 1000. Sectio Cesaria adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka perut dan dinding rahim. Asuhan neonatal terfokus untuk memantau perkembangan kehamilan mengenai gejala dan tanda bahaya. Tujuan dasar pelahiran adalah memelihara kehidupan atau kesehatan ibu dan anak. menyediakan persalinan dan kesediaan menghadapi komplikasi. perdarahan Seperti halnya dengan ibunya. dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin diatas 500 gram. Stase Keperawatan Maternitas sepsis. Telah dikemukakan bahwa dengan kemajuan tehnik pembedahan. dengan adanya antibiotika dan dengan persediaan darah yang cukup. Penatalaksanaan komplikasi yang terjadi sebelum. Faktor-faktor yang mempengaruhi morbiditas dan mortalitas pembedahan ialah kelainan atau gangguan yang menjadi indikasi untuk melakukan pembedahan dan lamanya persalinan berlangsung. Asuhan kesehatan ibu selama dua dasawarsa terakhir terfokus kepada : keluarga berencana untuk lebih mensejahterakan anggota masyarakat. aman dan tepat waktu merupakan salah satu upaya efektif untuk mencegah kesakitan dan kematian. nasib anak yang dilahirkan dengan seksio sesaria banyak tergantung dari keadaan yang menjadi alasan untuk 2 . Dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu perlu diantisipasi adanya keterbatasan kemampuan untuk menatalaksanakan komplikasi pada jenjang pelayanan tertentu. selama dan setelah persalinan. seksio sesaria sekarang jauh lebih aman daripada dahulu. Tentang faktor pertama.

A P1A0Ah1 post partum dengan sectio caesarea hari ke-0 di ruang Kana RSUD Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta. Tujuan Khusus a. Tujuan 1. 2. 3 . A P1A0Ah1 Post Partum dengan Sectio Caesarea hari ke-0 di ruang Kana RSUD Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta?”. Bagi Profesi Keperawatan Sebagai sarana atau bahan pertimbangan asuhan keperawata secara profesional. Manfaat 1. diagnosa keperawatan. Tujuan Umum Mendapatkan pengalaman nyata dalam melaksanakan asuhan keperawatan maternitas pada Ny.: pengkajian. Menurut statistic di Negara-negara pengawasan antenatal dan intra natal yang baik. Bagi Institusi Pendidikan Sebagai bahan referensi dan dapat menambah wawasan dalam memberikan asuhan keperawata post partum dengan sectio caesaria. B. Bagi Rumah Sakit atau Tempat Praktek Sebagai bahan pertimbangan bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan post partum dengan sectio caesaria. perencanaan. C. Stase Keperawatan Maternitas melakukan seksio sesaria. pelaksanaan dan evaluasi keperawatan b. A P1A0Ah1 post partum dengan sectio caesarea hari ke-0 di ruang Kana RSUD Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta. 4. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis mengambil rumusan masalah “Bagaimana Asuhan Keperawatan Maternitas pada Ny. D. 2. khususnya asuahan keperawata post partum dengan sectio caesaria. Atas dasar uraian di atas maka penulis mengambil judul laporan “Asuhan Keperawatan Maternitas pada Ny. kematian prenatal pasca seksio sesaria berkisar antara 4 dan 7 %. Mampu memberika Asuhan Keperawatan Maternitas pada Ny. A P1A0Ah1 Post Partum dengan Sectio Caesarea hari ke-0 di ruang Kana RSUD Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta”. Mampu mendokumentasikan Asuhan Keperawatan Maternitas pada Ny. 3. A P1A0Ah1 post partum dengan sectio caesarea hari ke-0 di ruang Kana RSUD Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta. Bagi Penulis Laporan ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman belajar nyata dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien.

Stase Keperawatan Maternitas 4 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.