Perbedaan Pengetahuan Ilmiah dan Tak Ilmiah

Definisi sederhana dari pengetahuan adalah kebenaran yang dibenarkan. Kebenaran

yaitu kesesuaian atau keselarasan antara objek dengan fakta. Terdapat beberapa teori kebenaran

dalam filsafat yang hamper keseluruhannya membenarkan pengetahuan sebagai sebuah

kebenaran. Salah satu teori kebenaran dalam ilmu filsafat yang paling bias dijadikan dalil

kebenaran pengetahuan yaitu Teori Koherensi. Menurut teori ini, suatu hal dianggap benar

apabila memang merupakan suatu kenyataan yang konsisten dengan fakta-fakta dan dan gejala

yang kita tangkap atau kita ketahui. Jelaslah, teori ini membenarkan kebenaran pengetahuan

yang memang suatu kenyataan dengan fakta-fakta dan gejala.

Kebenaran pengetahuan ini (yang juga dibenarkan) merupakan hasil penyelidikan dari

filsafat1. Namun di sisi lain, pengetahuan bisa‘didudukkan’ juga di tempat yang sama dengan

filsafat, yaitu ; mereka sama-sama mencari rumusan yang benar dan bermanfaat bagi kebaikan

umat manusia.

Notabenenya, pengetahuan merupakan salah satu ‘cabang’ dari ‘pohon’ filsafat dalam

upayanya mencari kebenaran, selain agama, seni, dan budaya. Karena filsafat adalah induk yang

objek materialnya adalah semua realitas yang ada. Sedangkan agama objeknya yaitu sesuatu

yang terdapat di luar jangkauan pengalaman manusia, sebaliknya, pengetahuan mengkaji objek

yang berada dalam lingkup pengalaman manusia

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan adalah hasil dari

tangkapan rasio (akal) dan indra (pengalaman). Pengetahuan dikatakan tangkapan rasio manusia

1
M. Fatchurrachman. 1991. Pengantar Filsafat. Padang: Universitas Andalas. Hlm 27

Pengetahuan juga merupakan hasil tangkapan dari indra. Jika pengetahuan dimaknai secara awam sebagai sesuatu yang rumit dan terdapat dalam jurnal dan karya ilmiah saja. Pengetahuan juga telah didefinisikan oleh beberapa tokoh . rasa.dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu. gejala alamiah yang bersifat riil.karena semua kenyataan yang menjadi objek pengetahuan bias difahami oleh rasio dengan melihat prinsip-prinsip pokok dari objek tersebut . menurut Bloom dan Skinner pengetahuan adalah kemampuan seseorang untuk mengungkapkan kembali apa yang diketahuinya dalam bentuk bukti jawaban baik lisan atau tulisan. direkam oleh indra. Selaras dengan dengan pendapat Bloom dan Skinner. Indra yang terus beraktivitas secara aktif ini akan menimbulkan kesadaran (salah satu unsure pengetahuan). Pengetahuan mengembangkan dan memperkaya kehidupan manusia melalui daya fungsional tersebut serta menjadi dasar dari segala tindakannya. unsure-unsur dari pengetahuan yaitu subjek yang mengetahui (seseorang). maka pengetahuan mana yang menjadi dasar dari tindakan manusia secara sederhana? . karena indra mampu memahami gejala-gejala yang ditimbulkan objek. dan raba. Menurut Notoatmodjo. Penginderaan. Pengetahuan merupakan khazanah kekayaan mental manusia dan memiliki daya fungsional. Pengetahuan merupakan domain yang sangat berperan membentuk tindakan manusia. hubungan sebab akibat dan kemungkinan segala sesuatu. fakta. penciuman. objek yang diketahui (apa) dan kesadaran dari subjek (mengungkapkan kembali). pengetahuan adalah hasil tahu. bukti atau tulisan tersebut merupakan suatu reaksi dari suatu stimulasi yang berupa pertanyaan baik lisan atau tulisan.

Pengetahuan ilmiah seperti memiliki sesuatu yang spesifik: merupakan hal yang baru di dunia (pengetahuan yang diketahui banyak orang selama ini merupakan ‘common science’ atau pengetahuan tak ilmiah). Hlm 118 . inilah yang disebut rasional atau logis. dipublikasikan dalam bentuk literature atau artikel. kesalahannya boleh diungkap dan terbuka bagi peninjauan kritis. sistematis—diperoleh melalui metode yang telah ditetapkan. Pengetahuan ilmiah (scientific knowledge) merupakan hasil dari rangkaian penggunaan metode ilmiah yang mana merupakan prasyarat untuk memperoleh pengetahuan yang benar. Pengetahuan ilmiah juga mengandung kebenaran 2 Renata Zieminska. Kebenaran dari pengetahuan ilmiah boleh diuji kapanpun dan oleh siapapun. dipelajari oleh siswa dan beberapa di antaranya berkembang sebagai sesuatu yang lumrah di masyarakat. ini dikatakan sebagai cirri pengetahun ilmiah yakninya sistematis dan metodis. Common Knowledge and Scientific Knowledge. Pengetahuan ‘rumit’ yang dimaksud di atas tak lain merupakan definisi dari pengetahuan ilmiah. dijelaskan dalam bahasa yang seksama dan intersubjektif serta dapat dikritik dan fallible (dapat keliru). Pengetahuan ilmiah mempunyai nilai kebenaran dan hubungan rasional dan tentu keadaannya member penggambaran yang utuh mengenai objeknya sehingga dapat ditangkap oleh rasio (akal). dibenarkan secara rasional berdasarkan data empiris. Pengetahuan ilmiah adalah suatu kesatuan yang melakukan investigasi secara sistematis terhadap alam dan masyarakat 2 . inilah yang dimaksud dengan keintersubjektifan dari pengetahuan ilmiah. saling berkaitan dan membentuk hubungan yang utuh serta diperoleh melalui cara kerja khusus yang tentunya teliti dan terperinci. Pengetahuan ilmiah dipengaruhi oleh ilmuan. Pengetahuan ilmiah juga merupakan kesatuan yang mandiri.

Pengetahuan yang lumrah ditemui sehari-hari yaitu pengetahuan tak ilmiah (pre scientific knowledge). Pengetahuan dimanfaatkan sebagai dasar dari sebuah tindakan agar tindakan tersebut terwujud dalam kepositifan dan kebijaksanaan. Singkatnya. namun pengetahuan ilmiah diciptakan dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Pengetahuan tak ilmiah. adalah pengetahuan yang berisi tentang segala informasi yang kita temukan . Tujuan objektif maksudnya ialah pengetahuan ilmiah akan menjelaskan objeknya untuk mengungkapkan suatu kebenaran.yang bersifat umum sehingga diterima oleh akal sehat siapapun yang tentunya kebenaran ini didukung oleh fakta-fakta khusus dan kejelasan fakta-fakta tersebut. Tujuan dari pengetahuan ilmiah bersifat objektif dan normative. selaras dengan pernyataan Ernest Nagel dalam The Structure of Science bahwa pengetahuan timbul dari keinginan untuk member penjelasan yang bersifat sistematis dan dapat dikontrol dengan bukti-bukti fakta. memanfaatkan nilai-nilai kebenaran dan mewujudkan nilai-nilai kebaikan. Tujuan normative dari pengetahuan ilmiah sendiri yaitu . everyday knowledge. yaitu budaya yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan. keterbelakangan dan ketertinggalan. atau bias juga dikatakan pengetahuan ilmiah bersifat universal dan factual. pengetahuan ilmiah dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan manusia dan dapat menghapus kebodohan. Pengetahuan ilmiah diciptakan tidak hanya sebagai bahan bacaan literature semata. Pengetahuan ilmiah juga dimaksudkan untuk menumbuhkan budaya yang baik. atau bias dikenal juga dengan nama common knowledge. Lalu pengetahuan apa yang dapat ditemukan dengan mudah dalam kehidupan sehari- hari? Tentunya bukan pengetahuan ilmiah yang ‘rumit’ dan susah untuk diwujudkan.

Pengetahuan ini cenderung sulit untuk dijelaskan dengan bahasa yang tepat dan terperinci. Pengetahuan tak ilmiah berjalan sebagaimana adanya seperti perjalanan hidup kita. Tidak ada kejelasan batas dari sebab- akibat yang terbentuk dari pengetahuan ini. . Hal ini mengindikasikan bahwa pengetahuan tak ilmiah lebih praktis dan manfaatnya dapat dirasakan sengan jelas oleh masyarakat umum (dan awam) ketimbang pengetahuan ilmiah. tentang bagaimana menghasilkan uang atau mendapatkan makanan. seperti yang telah dijelaskan. Sumber dari pengetahuan tak ilmiah adalah keluarga. maka pengetahuan ini melingkupi segala aspek kehidupan kita . sehingga tidak membutuhkan metode ilmiah yang sistematis untuk memperolehnya. ketergesaan dan aspek emosional dapat diterima) Kontinuitas empiris dalam aktivitas kehidupan sehari-hari juga menjadi sumber didapatkannya pengetahuan tak ilmiah. mendalam dan teliti. tentang moral dan etika. Hal ini menyebabkan bentuk dari pengetahuan ini tidak sistematis dan tidak menjelaskan objeknya secara rinci. tentang dunia.dalam kehidupan sehari-hari serta diterima secara layak sebagai kepercayaan kita (standar kelayakan tidak terlalu dituntut . sehingga sulit difahami yang mana yang prasangka dan yang mana yang merupakan fakta. media dan pengalaman serta pemikiran kita sendiri. namun pengetahuan tak ilmiah tidak diwujudkan dalam suatu kerangka berfikir atau system berfikir yang disusun secara khusus. Jika kondisi kebenarannya terpenuhi. sama halnya dengan pengetahuan ilmiah yaitu menggunakan rasio dalam pengujian dan penerimaannya. Pengetahuan tak ilmiah. tentang bagaimana berkomunikasi dengan orang lain dan bagaimana membuat keputusan. Pengetahuan tak ilmiah. bukanlah pengetahuan yang rumit seperti pengetahuan ilmiah. teman. dan banyak lagi.

Perbedaan yang utama dari keduanya yaitu cara atau proses yang dilibatkan dalam memperolehnya. Ke-universalan pengetahuan ilmiah sudah barang tentu sulit ditemui pada pengetahuan tak ilmiah. namun tidak dengan pengetahuan tak ilmiah yang objek atau faktanya tidak diketahui secara jelas.terhadap jenis pengetahuan ini. Panorama Filsafat Moderen. Jakarta : Gramedia. K. Hlm 13 . berbeda dari pengetahuan ilmiah yang bersifat inter subjektif. keluarga. namun tidak semua orang mempercayai atau menerima pengetahuan ini secara rasional. Bertens. Ini bias ditilik dari praktik pengetahuan tak ilmiah yang mana pengetahuan ilmiah memang cukup menentukan nasib individu dan masyarakat disebabkan pengetahuan ini lebih praktis dan memiliki impact yang nyata dan terasa oleh manusia. teman. tentunya kedua hal ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan meskipun keduanya tetap sama-sama ‘pengetahuan’ yang memiliki daya fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan juga berkaitan dan menentukan nasib individu dan masyarakat begitu mendalam3. Seringkali susah membedakan antara prasangka dan fakta pada pengetahuan tak ilmiah 3 Dr. Jarang kita temui adanya pengujian serius terhadap apa yang disebut common knowledge ini. Pengetahuan ilmiah dan pengetahuan tak ilmiah. Pengetahuan tak ilmiah memang mudah diterima dalam hal praktikal. Pengetahuan tak ilmiah diperoleh dari lingkungan . media. 1987. Pengetahuan tak ilmiah bersifat lebih membumi dan mudah diterima sehingga tidak dibutuhkan lagi pengujian –apalagi kritik. Pengetahuan ilmiah diperoleh dari kerangka berpikir yang khusus dan sistematis yang disebut metode ilmiah. serta dari pengalaman dan hasil pemikiran yang tentunya tidak sepenuhnya sistematis. Perbedaan selanjutnya yaitu pengetahuan tak ilmiah ‘kurang terbuka’ bagi peninjauan kritis. Pengetahuan ilmiah bersifat factual karena adanya kejelasan fakta. sedangkan pengetahuan tak ilmiah tidak.

yakninya harus memilih dan menentukan sasaran tertentu. sesuatu bias dijadikan objek. Pengetahuan ilmiah mempunyai syarat-syarat tertentu. dan seperti yang kita tahu. . Dari segi syarat pembentukan pun. pemikiran atau lingkungannya. tidak dengan pengetahuan tak ilmiah. karena pengetahuan ilmiahpun berasal dari percobaan sistematis yang berdasarkan kehidupan sehari-hari. kedua pengetahuan ini jelas berbeda. Pengetahuan ilmiah dapat dikatakan berkembang dari pengetahuan tak ilmiah. apakah objek tersebut bermanfaat dan menarik untuk dikaji. Pengetahuan ilmiah dengan segala syaratnya akan memiliki struktur dasar dengan keadaan yang khas. kehidupan sehari-hari manusia di lingkupi pengetahuan tak ilmiah yang ‘membumi’. Pengetahuan ilmiah tergantung pada common knowledge dalam hal sumber dan factor pendukung. Lalu. tetap ada kesinambungan yang dinamis antara kedua pengetahuan ini. selagi itu ada dalam cakupan lingkupan pengalaman. Pengetahuan tak ilmiah tidak memilah-milah objek pengetahuannya. Dan satu perbedaan lagi. yang ‘membumi’ sehingga batas-batasnyapun ikut terkaburkan. Sehingga bersifat rasional bukan imajinatif (seperi sebagian pengetahuan tak ilmiah). pengetahuan ilmiah lebih efektif dan dapat dipercaya serta diandalkan dalam cakupan yang terbatas untuk pengetahuan tak ilmiah. pengetahuan ilmiah memiliki isi kandungan dan skop masing- masing yang terbatas dengan jelas. Meskipun terdapat begitu banyak perbedaan.

Hlm 13 Fatchurrachman.id [diakses pada 27 September 2013] Http://www. K. M. Common Knowledge and Scientific Knowledge [diakses dalam bentuk pdf] .id [diakses pada 27 September 2013] Ziemenska. DAFTAR PUSTAKA Bertens.ac.ac.wima. Padang: Universitas Andalas http://repository. Pengantar Filsafat. 1987. Renata. 1991. Jakarta: Gramedia. Panorama Filsafat Moderen.usu.