SOSIOLOGI KOMUNIKASI

DISUSUN OLEH :
NOVINDA SRI HASTUTI
44215110010

HUBUNGAN MASYARAKAT
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA
2016

A. dan bukan pada narasumber. dan pada sisi lain. tidak banyak yang tahu bahwa media memiliki kekuasaan secara intelektual di tengah publik dan menjadi medium untuk pihak yang berkepentingan untuk memonopoli makna yang akan dilempar ke publik. dan mendekonstruksi pencitraan media. The media have programmed you to think that you have choices when in fact the degree of choice is greatly limited. berarti Media telah memprogram Anda berpikir bahwa Anda memiliki pilihan ketika pada kenyataannya tingkat pilihan sangat terbatas. b) Memperkuat PENGALAMAN Kita tetap akan kembali ke jenis pesan yang sama. Karena pekerja media bebas untuk merekonstruksikan fakta keras dalam konteks untuk kepentingan publik (pro bono publico) dan merupakan bagian dalam kebebasan pers (freedom of the press) tanggung jawab atas suatu hasil rekonstruksi fakta adalah berada pada tangan jurnalis. LITERASI MEDIA Literasi media adalah kemampuan untuk memahami. menganalisis. yang seharusnya netral dan tidak dipengaruhi oleh emosi dan pendapatnya akan narasumber. tetapi pilihan kisaran sangat terbatas. Literasi media muncul dan mulai sering dibicarakan karena media seringkali dianggap sumber kebenaran. Kemampuan untuk melakukan hal ini ditujukan agar pemirsa sebagai konsumen media (termasuk anak-anak) menjadi sadar (melek) tentang cara media dikonstruksi (dibuat) dan diakses. percaya bahwa Kita akan memiliki pengalaman yang memuaskan sekali lagi seperti yang ada di masa lalu. Seiring berjalannya . Tujuan dari media literasi : a) Membatasi PILIHAN Media telah memrogram kita untuk percaya bahwa kita sedang menawarkan banyak pilihan.

Synthesis/sintesis – merakit unsur-unsur ke dalam struktur baru . dan itu menjadi jauh lebih sulit untuk mencoba sesuatu yang baru. Seseorang yang mampu menilai. Induction/Induksi – menyimpulkan suatu pola di set kecil elemen. dan kualitas relevansi informasi itu dengan dirinya. 5. Setelah mampu menganalisa. dan membuat penilaian mengenai keakuratan. Analyze/Menganalisa.yaitu: 1. Grouping/pengelompokan – menentukan setiap unsur yang sama dalam beberapa cara: menentukan setiap unsur yang berbeda dalam beberapa cara. Tentu saja kemampuan dalam menilai sebuah informasi itu dikemas dengan baik atau tidak. Evaluate/Menilai. 3. waktu. Kompetensi berikutnya adalah kemampuan menganalisa struktur pesan. maka kompetensi berikutnya yang diperlukan adalah membuat penilaian (evaluasi). kebiasaan menjadi kuat. 4. maka pola generalisasi untuk semua elemen dalam himpunan tersebut . atau basi. artinya ia mampu menghubungkan informasi yang ada di media massa itu dengan kondisi dirinya. terjadi membandingkan norma dan nilai sosial terhadap isi yang dihadapi dari media. yang dikemas dalam media. juga adalah bagian dari kompetensinya. 2004: 124). apakah informasi itu sangat penting. Terdapat tujuh kecakapan atau kemampuan yang diupayakan muncul dari kegiatan literasi media (Potter. mendayagunakan konsep-konsep dasar ilmu pengetahuan untuk memahami konteks dalam pesan pada media tertentu. Di sini. 2. biasa. Deduction/deduksi – menggunakan prinsip-prinsip umum untuk menjelaskan khusus 6.

Sehingga. 2. jelas. Karena kemungkinan terjadinya noise sangat besar. Hasil observasi ataupun wawancara tersebut dapat dijadikan pertimbangan dalam melakukan strategi berikutnya. akan lebih baik apabila dilakukan seminar yang dihadiri oleh masyarakat. Namun terkadang menggunakan perwakilan untuk melakukan sosialisasi merupakan salah satu cara yang kurang efektif. Oleh karena itu. Strategi tersebut juga harus didasarkan pada kebutuhan masyarakat itu sendiri sehingga bisa berjalan dengan lancar. Sosialisasi secara langsung dapat dilakukan dengan bantuan organisasi yang berdiri dan aktif melakukan kegiatan di kalangan masyarakat. mereka dapat menerima ilmu yang disampaikan . A. Abstracting/ abstrak – menciptakan singkat. Sosialisasi dengan cara seminar Pencerahan kepada masyarakat dapat dilakukan salah satunya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Berikut strategi yang dilakukan untuk membantu masyarakat cerdas bermedia : 1.7. STRATEGI PROGRAM LITERASI MEDIA Dibutuhkan strategi-strategi tertentu agar sekelompok masyarakat dapat melakukan literasi media. dan gambaran tepat menangkap esensi dari pesan dalam sejumlah kecil kata-kata dari pada pesan itu sendiri. Melakukan observasi ataupun wawancara secara langsung kepada masyarakat Observasi ataupun wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data dari masyarakat tentang program tv apa yang mereka sering tonton ataupun yang mereka sukai dan bagaimana pendapat mereka tentang program tv tersebut.

Mengapa? Karena dalam kedua regulasi tersebut dijelaskan bagaimana persyaratan konten media sehingga mereka layak untuk dipublikasikan.secara langsung dan dapat menerapkannya di kehidupan sehari-hari tanpa terdapat kesalahan penerimaan pesan yang disampaikan. maka yang harus dilakukan selanjutnya untuk mendorong masyarakat agar lebih kritis dalam menanggapi konten media adalah dengan cara melakukan pembedahan konten berita tersebut. c) Menjelaskan bagaimana dasar-dasar pembuatan konten media. . bertajuk membedah konten media. b) Harus menjelaskan kaidah-kaidah penyiaran. Sosialisasi akan berjalan dengan baik apabila materi-materi yang ingin disampaikan disiapkan terlebih dahulu dengan matang. di bawah ini adalah persyaratan dari materi yang harus disiapkan dalam sosialisasi: a) Harus menjelaskan media-media apa saja yang terdapat dalam penyebarluasan informasi media massa. d) Menjelaskan tentang Pers dan kode etik jurnalistik. Bagaimana caranya? Dengan melakukan seminar. Di dalam seminar tersebut. Tidak hanya itu. Oleh karena itu. harus dijelaskan pula bagaimana cara penggunaan dan bagaimana seharusnya penggunaannya sehingga dapat disebut sebagai literasi media. termasuk di dalamnya media internet. Pembedahan Konten Media Jika dikaitkan dengan konten yang paling diminati oleh masyarakat dari hasil observasi atau wawancara yang telah dilakukan. didatangkan pembicara yang memiliki pemahaman lebih banyak tentang media. 3.