LO 1 Tujuan dan Fungsi Indeks Karies

Tujuan Indeks Karies
Tujuan penggunaan indeks dalam penilaian karies yaitu agar penilaian yang kita
berikan seragam. Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan indeks adalah
penilaian yang akan dipergunakan harus mempunyai cara/metode yang seragam,
sehingga ukuran yang didapat juga seragam. Angka yang diperoleh dengan
menggunakan indeks adalah berdasarkan penilaian yang objektif, bukan
berdasarkan penilaian subjektif, misalnya baik, cukup, kurang sekali. Indeks
adalah angka yang menyatakan suatu keadaan klinis. (Eliza Herjulianti, dkk.
2002)

Fungsi Indeks Karies
Dengan menggunakan indeks kita dapat:
1. Membedakan keadaan klinis dari masyarakat pada saat yang sama atau saat
yang lain.
2. Melihat kemajuan/kemunduran dari kesehatan gigi masyarakat
Contohnya:
 Membandingkan keadaan klinis siswa SD Sejahtera I dan siswa SD
Sejahtera II pada tahun 1999.
 Membandingkan keadaan klinis siswa SD Sejahtera I pada tahun 1998
dengan keadaan klinis siswa SD Sejahtera I pada tahun 1999.
 Membandingkan keadaan klinisi siswa SD Sejahtera I sebelum diberi
penyuluhan kesehatan gigi tahun 1998 dengan keadaan siswa SD Sejahtera
I setelah mendapat penyuluhan kesehatan gigi tahun 1999. (Eliza
Herjulianti, dkk. 2002)

Kegunaan Indeks Karies
Angka DMF-T atay def-t dari hasil survei dapat dipergunakan untuk (Eliza
Herjulianti, dkk. 2002):
1) Mengetahui keadaan kesehatan gigi masyarakat, misalnya:
 Mengetahui jumlah karies menurut umur

LO 2 Macam-Macam Indeks Karies Gigi Indeks adalah ukuran yang dinyatakan dengan angka dari keadaan suatu golongan/ kelompok terhadap suatu penyakit gigi tertentu. misalnya pelaksanaan usaha fluoridasi. alat dan bahan juga anggaran belanja yang dibutuhkan dapat dihitung mendekati kepastian. Selain itu juga dapat digunakan untuk menentukan berapa jumlah anak yang dapat dikerjakan oleh seorang perawat gigi. waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan program. Ukuran-ukuran ini dapat digunakan untuk mengukur derajat keparahan dari suatu penyakit mulai dari yang ringan sampai berat. alat dan bahan. Dari angkat DMF-T dam def-t dapat dihitung berapa waktu. hubungan antara keadaan kebersihan gigi mulut dengan karies. 2) Membuat rencana program Untuk menentukan jumlah tenaga. Untuk mendapatkan data tentang status karies seseorang digunakan indeks karies agar penilaian yang diberikan pemeriksa sama atau seragam. 3) Melaksanakan program evaluasi Contoh: dari angka DMF-T / def-t yang dikumulkan dari survei.. Ada beberapa indeks karies yang digunakan seperti indeks Klein . jumlah tenaga kerja. Contoh tabel hubungan DMF-T dengan umur  Mengetahui peningkatan jumlah karies dalam waktu tertentu  Mengetahui hubungan antara karies dengan data yang lain Misal: hubungan antara fluor dengan karies. dapat digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan suatu prgram.

yaitu: karies dengan kavitas besar yang melibatkan dentin. T. serta karies pada gigi sulung walaupun pada gigi tersebut terdapat restorasi. Indeks karies gigi yang bisa digunakan adalah : 1. Apabila gigi yang sudah ditumpat terdapat karies maka tidak akan termasuk kedalam kategori ini. Pada gigi susu kadang-kadang gigi yang tidak ada disebabkan . apabila kavitas tersebut nantinya masih dapat direstorasi. terlihat keputih-putihan atau kecoklatan dengan ujung ekskavator/ sonde yang terasa menyangkut pada kavitas.  d = decayed : Jumlah gigi karies yang masih dapat ditambal Indeks d digunakan ppabila jaringan email gigi sulung mengalami dekalsifikasi. Keadaan lain yang termasuk ke dalam kategori ini. contohnya jika mahkota gigi tidak ada atau yang ada hanya sisa akar. Keadaan lain yang termasuk ke dalam kategori ini yaitu karies gigi sulung yang diindikasikan untuk pencabutan.  e = extracted : Jumlah gigi susu yang telah/harus dicabut karena karies Indeks e digunakan apabila gigi sulung tersebut telah dilakukan pencabutan atau tanggal. Seluruh keadaan ini masih dikategorikan d (decayed).  f = filled : Jumlah gigi yang ditambal Indeks f digunakan apabila pada gigi sulung tersebut telah ditumpat atau direstorasi secara tetap maupun sementara. def-t Pengukuran ini digunakan untuk gigi susu. P dan Hamada. 2008 ). Penghitungan indeks def-t dilakukan dengan rumus: Indeks≝−t=d +e +f jumla h indeks de f −t semua responden Indeks≝−t rata−rata= jumla h h responden Kekurangan indeks def-t: Indeks e (exfoliated) seharusnya dapat menunjukkan jumlah gigi yang dicabut karena karies. karies mencapai jaringan pulpa baik pulpa tersebut masih vital maupun non-vital. namun belakangan ini diperkenalkan Significant indeks Caries (SiC) untuk melengkapi indeks WHO sebelumnya (Sondang.dan indeks WHO.

dkk. kemudian membagi total jumlah indeks DMFT tersebut dengan jumlah seluruh responden untuk memperoleh rata-rata indeks DMFT (Nishi dkk. ada beberapa hal yang harus diperhatikan (Pintauli dkk. Cara menghitung DMF-T: Cara mencari rata-rata indeks DMFT adalah mengumpulkan data tentang indeks DMFT setiap responden. h) Gigi yang sedang perawatan saluran akar dimasukkan dalam kategori F. g) Semua gigi dengan tumpatan permanen dimasukkan dalam kategori F. 2008) : a) Semua gigi yang mengalami karies dimasukkan ke dalam kategori D. c) Gigi dengan tumpatan sementara dimasukkan dalam kategori D. DMF-T Pengukuran ini digunakan untuk gigi permanen. 2001). Untuk mencegah terjadinya kekeliruan indeks def sering diganti df saja (Eliza Herjulianti. f) Pencabutan normal selama masa pergantian gigi geligi tidak dimasukkan dalam kategori M. jumlahkan seluruh nilai indeks DMFT semua responden yang diteliti. 2002) 2. d) Semua gigi yang hilang atau dicabut karena karies dimasukkan dalam kategori M e) Gigi yang dicabut akibat penyakit periodontal dan untuk kebutuhan perawatan ortodonti tidak dimasukkan dalam kategori M. .  D = Decayed : Jumlah gigi karies yang masih dapat ditambal  M = Missing : Jumlah gigi tetap yang telah/harus dicabut karena karies  F = Filled : Jumlah gigi yang telah ditambal Angka DMF-T menggambarkan banyaknya karies yang diderita seseorang dari dulu sampai sekarang. lepas dengan sendirinya karena faktor fisiologis resobsi akar.. b) Karies sekunder yang terjadi pada gigi dengan tumpatan permanen dimasukkan dalam kategori D. Dalam indeks DMF-T.

Axelsson) : 1. mesial dan oklusal.2 – 2.4 4. E dihitung bila gigi susu dicabutkarena karies. Permukaan gigi yang diperiksa adalah gigi anterior dengan empat permukaan. DMF-S 1. lingual. Bila gigi sudah dicabut karena karies. (Eliza Herjulianti. media maupun profunda. 2. adalah sebagai berikut (WHO.5 3. Sedang : 2. Indeks DMF−T =D+ M + F jumla hindeks DMF−T semuaresponden Indeks DMF−T ratarata= jumla h hresponden Kekurangan indeks DMF-T: 1) Tidak dapat menggambarkan banyaknya karies yang sebenarnya.8 – 1.7 – 4. 2002) Klasifikasi angka kejadian karies gigi (indeks DMF-T) menurut WHO. distal dan mesial sedangkan gigi posterior dengan lima permukaan yaitu fasial. distal. Tinggi : 4. Kriteria untuk D sama dengan DMFT 3. 4.5 5. Rendah : 1. lingual. Sangat Rendah : 0.5 – 6. Sangat Tinggi : > 6. misal: karies superfisialis. 2003 dan P. Kriteria untuk F sama dengan DMFT 4.1 2. dkk. maka pada waktu menghitung permukaan yang hilang dikurangi satu permukaan sehingga untuk gigi posterior dihitung 4 permukaan dan 3 permukaan untuk gigi anterior. 2) Indeks DMF-T tidak dapat membedakan kedalaman dari karies. fasial. Karena jika pada gigi terdapat dua karies atau lebih. def-s Pengukuran ini digunakan untuk gigi susu. .6 3. karies yang dihitung adalah tetap satu gigi.

Medan: USU Press. 1992. Selain karena karies.Ada masalah yang cukup serius dalam penggunaan indeks ini. Jakarta: EGC. Eliza. et al 1992) DAFTAR PUSTAKA Herijulianti. Hamada T. 2002. hilangnya gigi sulung bisa jadi disebabkan oleh karena karies. Sementara molar tiga sering dicabut karena tidak cukupnya ruangan pada lengkung rahang.M Kidd. Pendidikan Kesehatan Gigi. Tati Svasti Indriani.. Pintauli S. Sri Artini. Jakrta: EGC. Edwina A. pencabutan untuk perawatan ortodonti atau demi kepentingan pembuatan gigi palsu dan karena penyakut peridontium. Dalam hal seperti di atas gigi hilang bisa diabaikan dari perhitungan indeks dan hanya gigi karies serta yang ditambal saja yang diperhitungkan. (Edwina A. 2008. Kidd.anak-anak muda. Menuju Gigi dan Mulut Sehat: Pencegahan dan Pemeliharaannya Edisi I..M. . Dasar-dasar Karies alih bahasa oleh Narlan Sumawinata dan Safrida Faruk. Sally Joyston-Bechal. gigi tetap bisa hilang karena trauma..