 Upload

 Browse

 Go Pro

 Email
 Like
 Save
 Embed

.

.

.

‹› 1 /25  Related  More .

asuhan keperawatan pada haemoroid 55 views Like  Abses paru Akper pemkab muna 64 views Like  Saad abses paru 43 views Like  Saad abses paru AKPER PEMKAB MUNA 115 views Like  Hemototoraks kmb Akper pemkab muna 148 views Like . 6.

 Asuhan keperawatan klien dengan appendicitis AKPER MUNA 513 views Like  Askep ca mamae 115 views Like  Askep gangguan berbicara AKPER PEMKAB MUNA 381 views Like  Intervensi keperawatan 219 views Like  Abses hepar AKPER PEMKAB MUNA 137 views Like .

 Fisioterapi dada dan batuk efektif AKPER PEMKAB MUNA 503 views Like  Asma bronchial Akper pemkab muna 158 views Like  Konsep asuhan keperawatan Leukemia 180 views Like  Cancer paru 330 views Like  Ppom AKPER PEMKAB MUNA 55 views Like  Askep parau dan afasia AKPER PEMKAB MUNA 284 views Like .

asuhan keperawatan pada bph 170 views Like  Askep infark miokard 345 views Like  Hernia AKPER PEMKAB MUNA 55 views Like  Penyakit asma revisi 370 views Like . Gadar klompok AKPER PEMKAB MUNA 71 views Like  1.

 Tbc 49 views Like  Askep pneumotoraks 153 views Like  Askep sa 13 views Like  Askep abses paru AKPER PEMKAB MUNA 403 views Like  Askep trauma thorax 650 views Like .

 Askep abses paru 134 views Like  Askep ards AKPER PEMKAB MUNA 497 views Like  Askep ards Akper pemkab muna 147 views Like  Makalah tuberculosis 1054 views Like .

 Maternitas AKPER PEMKAB MUNA 179 views Like  Pneumotoraks AKPER PEMKAB MUNA 177 views Like  Lp + askep perbaikan 131 views Like  Askep buerger syndrome 122 views Like  Saad ca paru Akper pemkab muna 63 views Like  Stenosis nanda oleh kelompok III 141 views Like .

 Tb paru AKPER PEMKAB MUNA 32 views Like  Saad efusi pleura AKPER MUNA 264 views Like  Askep vulnus luka 284 views Like   Tweet  0 inShare   Pin It  Wordpress + Follow Askep trauma dada lia & ian Akper pemkab muna by Operator Warnet (OP. Warnet) on Oct 22. 2013   163 views  No comments yet Subscribe to comments Post Comment .

olahraga. Trauma dada adalah abnormalitas rangka dada yang disebabkan oleh benturan pada dinding dada yang mengenai tulang rangka dada.Terutama akibat kecelakaan lalu-lintas. Bronkhitis d. pukulan dada dan kecelakaan pada bidang industri. Merupakan komponen dari dinding thorax yang paling sering mngalami trauma. Laserasi paru merupakan penyebab tersering dari pnerumotoraks akibat trauma tumpul. Foto toraks pada saat ekspirasi membantu menegakkan diagnosis. pneumothoraxterbuka ). terjatuh. Pneumotoraks diakibatkan masuknya udara pada ruang potensial antara pleura viseral dan parietal. Nyeri pada pergerakan akibat terbidainya iga terhadap dinding thorax secara keseluruhan menyebabkan gangguan ventilasi. Tertembak pada daerah dada c.Sekitar <10% yang memerlukan operasi torakotomi 4.pengertian -. Adanya udara di dalam rongga pleura akan menyebabkan kolapsnya jaringan paru. anterior dari garis mid-aksilaris. Pneumonia 3. Gangguan ventilasi- perfusi terjadi karena darah menuju paru yang kolaps tidak mengalami ventilasi sehingga tidak ada oksigenasi. hematoma.Terutama akibat tusukan benda tajam (pisau. diafragma ataupun isi mediastinal baik oleh benda tajam maupun tumpul yang dapat menyebabkan gangguan system pernafasan dan kebanyakan disebabkan oleh kecelakaan kendaraan bermotor (80%). Penyakit yang mendahului a. kolapsalveolus )dan perubahan dalam tekanan intratthorax ( contoh : tension pneumothorax. Ketika pneumotoraks terjadi. PATOFISIOLOGI Trauma dada sering menyebabkan gangguan ancaman kehidupan. hiperkarbia. terjatuh. Asma b.Hipoksia.pulmonary ventilation/perfusionmismatch(contohkontusio. Trauma tembus (tajam). Tuberkulosis c. Tertusuk pada daerah dada 2. Etiologi 1. 2. Trauma tumpul . A.klasifikasi Trauma toraks dapat dibagi dalam dua kelompok besar.Tidak terjadi diskontinuitas dinding toraks. Batuk yang tidak efektif intuk mengeluarkan sekret dapat mengakibatkan insiden atelaktasis dan pneumonia meningkat secara bermakna dan disertai timbulnya penyakit paru – paru.Terjadi diskontinuitas dinding toraks (laserasi) langsung akibat penyebab trauma .Sekitar 10-30% memerlukan operasi torakotomi  2. kaca. Asidosis metabolik disebabkan oleh hipoperfusi dari jaringan ( syok ). b. Luka pada rongga thorak dan isinya dapat membatasi kemampuan jantung untuk memompa darah atau kemampuan paru untuk pertukaran udara dan oksigen darah. dan asidosis sering disebabkan oleh trauma thorax. Bahaya utama berhubungan dengan luka dada biasanya berupa perdarahan dalam dan tusukan terhadap organ. Askep trauma dada lia &amp. Konsep penyakit 1. pleura paru-paru.Kelainan tersering akibat trauma tumpul toraks adalah kontusio paru. . dsb) atau peluru . Kecelakaan kendaraan bermotor b. Mekanisme kecelakaan a. crush atau blast injuries. pada perkusi hipesonor. . suara nafas menurun pada sisi yang terkena dan  3. Dislokasi fraktur vertebra torakal juga dapat ditemukan bersama dengan pneumotoraks. Fraktur iga. Hiperkarbia lebih sering disebabkan oleh tidak adekuatnya ventilasi akibat perubahan tekanan intrathorax atau penurunan tingkat kesadaran. ian Akper pemkab muna Document Transcript  1. Bila pneumotoraks .Dalam keadaan normal rongga toraks dipenuhi oleh paru-paru yang pengembangannya sampai dinding dada oleh karena adanya tegangan permukaan antara kedua permukaan pleura. perlukaan pada iga sering bermakna. . yaitu trauma tembus dan tumpul a. Terapi terbaik pada pneumotoraks adalah dengan pemasangan chest tube lpada sela iga ke 4 atau ke 5. . Hipokasia jaringan merupakan akibat dari tidak adekuatnya pengangkutan oksigen kejaringan oleh karena hipivolemia (kehilangan darah).

6. Pada luka tembak perlu diperhatikan jenis senjata dan jarak tembak. b.Akselerasi Kerusakan yang terjadi merupakan akibat langsung dari penyebab trauma. g. Dislokasi fraktur dari vertebra torakal juga dapat menyebabkan terjadinya hemotoraks. Arah gaya trauma atau lintasan trauma dalam tubuh juga sangat mentukan dalam memperkirakan kerusakan organ atau jaringan yang terjadi. Deselerasi Kerusakan yang terjadi akibat mekanisme deselerasi dari jaringan. sampai dipasang chest tubeHemothorax. Hypertympani pada perkusi di atas daerah yang sakit. sebagian aorta. Akibat adanya deselerasi yang tiba-tiba. seperti Isthmus aorta. Perlu diingat adanya efek "ricochet" atau pantulan dari penyebab trauma pada tubuh manusia.PENYIMPANGAN KDM a. . Kerusakan terjadi oleh karena pada saat trauma. Seperti misalnya : trauma yang terjadi akibat pantulan peluru dapat memiliki arah (lintasan peluru) yang berbeda dari sumber peluru sehingga kerusakan atau organ apa . bertambah pada saat inspirasi. terutama pada trauma tembus. d. Kemungkinan cyanosis. Seperti luka tembus pada daerah pre-kordial. A. Seperti adanya fraktur iga pada bayi menunjukkan trauma yang relatif berat dibanding bila ditemukan fraktur pada orang dewasa. Torsio dan rotasi Gaya torsio dan rotasio yang terjadi umumnya diakibatkan oleh adanya deselerasi organorgan dalam yang sebagian strukturnya memiliki jaringan pengikat/fiksasi. organorgan tersebut dapat terpilin atau terputar dengan jaringan fiksasi sebagai titik tumpu atau poros-nya. organ-organ dalam yang mobile (seperti bronkhus. . Sebuah selang dada dipasang dan dihubungkan dengan WSD dengan atau tanpa penghisap. dsb. Takikardi f. SISTEM YANG MEMPENGARUHI a. organ visera. Pembengkakan lokal dan krepitasi yang sangat palpasi. Biasanya terjadi pada tubuh yang bergerak dan tiba-tiba terhenti akibat trauma. bronkus utama. dsb) masih bergerak dan gaya yang merusak terjadi akibat tumbukan pada dinding toraks/rongga tubuh lain atau oleh karena tarikan dari jaringan pengikat organ tersebut. akan tetapi sangat menentukan pada akibat yang diterima tubuh akibat trauma. Gaya perusak berbanding lurus dengan massa dan percepatan (akselerasi) sesuai dengan hukum Newton II (Kerusakan yang terjadi juga bergantung pada luas jaringan tubuh yang menerima gaya perusak dari trauma tersebut. Seperti pada ledakan bom. berbeda pada wanita yang memiliki payudara dibanding pria. d. b. hanya dilakukan observasi atau aspirasi saja. Anestesi umum atau ventilasi dengan tekanan positif tidak boleh diberikan pada penderita dengan pneumotoraks traumatik atau pada penderita yang mempunyai resiko terjadinya pneumotoraks intraoperatif yang tidak terduga sebelumnya. takipnea e. c. Dyspnea. maka akan mengandung resiko. Pasien menahan dadanya dan bernafas pendek. s Lokasi tubuh tempat trauma sangat menentukan jenis organ yang menderita kerusakan. Atau tusukan pisau sedalam 5 cm akan membawa akibat berbeda pada orang gemuk atau orang kurus. penggunaan senjata dengan kecepatan tinggi seperti senjata militer high velocity (>3000 ft/sec) pada jarak dekat akan mengakibatkan kerusakan dan peronggaan yang jauh lebih luas dibandingkan besar lubang masuk peluru. Sifat jaringan tubuh Jenis jaringan tubuh bukan merupakan mekanisme dari perlukaan. Blast injury - Kerusakan jaringan pada blast injury terjadi tanpa adanya kontak langsung dengan penyebab trauma. 5. Nyeri pada tempat trauma. Batuk mengeluarkan sputum bercak darah.  4. i. Penyebab utama dari hemotoraks adalah laserasi paru atau laserasi dari pembuluh darah interkostal atau arteri mamaria internal yang disebabkan oleh trauma tajam atau trauma tumpul. Tanda dan Gejala Tanda dan gejala yang sering muncul pada penderita trauma dada.  5. dan foto toraks dilakukan untuk mengkonfirmasi pengembangan kembali paru-paru. a. Tekanan darah menurun. diafragma atau atrium. j.Gaya merusak diterima oleh tubuh melalui penghantaran gelombang energi. c. Gelisah dan agitasi h.

berkeringat. 4) Dapat terjadi pyrexia (peningkatan suhu badan di atas normal). Pengkajian pasien dengan trauma thoraks (. KOMPLIKASI a. Pemasangan alat bantu nafas. Sirkulasi Tanda : Takikardia . Fisiotherapy 2.  6. tajam dan nyeri. sianosis. Pemasangan plak/plester c.Tanda : Takipnea . Keamanan Gejala : adanya trauma dada . Plail Chest Pada trauma yang hebat dapat terjadi multiple fraktur iga dan bagian tersebut. e. kulit pucat. mengkerutkan wajah. sama dengan efusi pleura yaitu sesak nafas pada waktu bergerak atau istirahat tetapi nyeri dada lebih mencolok. Aspirasi (thoracosintesis). 5) Riwayat penyakit paru-paru kronis. e. Operasi (bedah thoraxis) f. B. yang terkena sulit diperkirakan 7. bingung. c.  7. Pada saat insprirasi bagian tersebut masuk sedangkan saat ekspirasi keluar. Nyeri/ketidaknyamanan pemasangan IV vena sentral/infuse tekanan. perilaku distraksi. perkusi dada hipersonan . b. Pleura Effusion Adanya udara. timbul tiba-tiba selama batuk atau regangan. ini menunjukan adanya paroxicqalmution (gerakan pernafasan yang berlawanan) f. g. Cedera Vaskuler Di antaranya adalah cedera pada perikardium dapat membuat kantong tertutup sehingga menyulitkan jantung untuk mengembang dan menampung darah vena yang kembali. Akibat adanya cairan udara dan darah yang berlebihan dalam rongga pleura maka terjadi tanda – tanda : 1) Dypsnea sewaktu bergerak/ kalau efusinya luas pada waktu istirahatpun bisa terjadi dypsnea. Pembulu vena leher akan mengembung dan denyut nadi cepat serta lemah yang akhirnya membawa kematian akibat penekanan pada jantung. Pengkajian Pengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses keperawatan secara menyeluruh (Boedihartono. Gejala : nyeri uni lateral. Operatif/invasif a. irama jantunng gallops c. gelisah. c. riwayat bedah dada/trauma. Yaitu penimbunan udara dan darah pada kavum pleura. Pemasangan drain. gerakkkan dada tidak sama . penyakit paru kronis. d. Hemopneumothorak  8. Oksigen tambahan. Jika perlu antibiotika d. i. Makanan dan cairan Tanda : adanya e. fremitus menurun . keganasan . 8. PPOM. 2) Sedikit nyeri pada dada ketika bernafas. pneumothoraks spontan sebelumnya./infeksi paaru. . cairan. Konservatif a. d. 1994 : 10).MANAJEMEN MEDIK 1. mental ansietas. Pamasangan Water Seal Drainage (WSD). menusuk-nusuk yang diperberat oleh napas dalam.Tanda : berhati-hati pada area yang sakit.bahudanabdomen. Tindakan untuk menstabilkan dada: 1) Miring pasien pada daerah yang terkena. f. d. 3) Fraktur delapan atau lebih tulang iga. bila tension Pneumothorak mengancam. bunyi napas turun atau tak ada . Pemberian analgetik b. paru. 2) Gunakan bantal pasien pada dada yang terkena g. krepitasi. inflamasi. penggunaan ventilasi mekanik tekanan positif. darah dalam kavum pleura. Tanda-tanda khas: penmbengkakan kaki. Integritas ego Tanda : ketakutan atau gelisah. batuk . pingsan . penyakit interstitial menyebar. 3) Gerakan pada sisi yang sakit sedikit berkurang. kemungkinan menyebar ke leher. b.Aktivitas / istirahat Gejala : dipnea dengan aktivitas ataupun istirahat. 4) Umur diatas 65 tahun. Bila kejadian mendadak maka pasien akan syok. Begitu udara masuk ke dalam tapi keluar lagi sehingga volume pneumothorak meningkat dan mendorong mediastinim menekan paru sisi lain. didasarkan pada kriteria sebagai berikut: 1) Gejala contusio paru 2) Syok atau cedera kepala berat. krepitasi subkutan . Pneumothorak Adanya udara dalam kavum pleura. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN 1 . h. Doenges. Gunakan ventilasi mekanis dengan tekanan ekspirai akhir positif. radiasi/kemoterapi untuk keganasan. b. Pasang selang dada dihubungkan dengan WSD. disritmia .Pernapasan Gejala : kesulitan bernapas . 1999) meliputi : a. peningkatan kerja napas . Surgical Emfisema Subcutis Kerusakan pada paru dan pleura oleh ujung patahan iga yang tajam memungkinkan keluarnya udara ke dalam cavitas pleura dari jaringan dinding dada.

gangguan pola nafas Bd penekanan pada thoraks ditandai dengan DS:klien mengatakan sesak nafas DO:RR 32x/menit dyispnea c. hematotraks (redup) Pada asukultasi suara nafas menurun. 8) Toraksentesis : menyatakan darah 9) Diagnosis fisik : Bila pneumotoraks < 30% atau hematothorax ringan (300cc) terap simtomatik. b. Bila pneumotoraks > 30% atau hematothorax sedang (300cc) drainase cavum pleura dengan WSD. h. Pekak dengan batas seperti garis miring/tidak jelas.  10. hipoventilasi  Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan peningkatan sekresi sekret dan penurunan batuk sekunder akibat nyeri dan keletihan. berkeringat.  Hb mungkin menurun (kehilangan darah).  Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan ketidakcukupan kekuatan dan ketahanan untuk . lemah Pucat. . 1. gelisah. bingung. sianosis.           Sistem Pernapasan : Sesak napas Nyeri.  Resiko terjadinya syok Hipovolemia berhubungan dengan perdarahan yang berlebihan. . Pemeriksaan Fisik  9. Pada keadaan pneumothoraks yang residif lebih dari dua kali harus dipertimbangkan thorakotomi Pada hematotoraks yang massif (terdapat perdarahan melalui drain lebih dari 800 cc segera thorakotomi.  Tidak ada hambatan.Integumen.  Tidak ada kelainan. Tidak ada kelainan.  Kemampuan sendi terbatas.  Ada luka bekas tusukan benda tajam. Dispnea dengan aktivitas ataupun istirahat. Pada perkusi ditemukan Adanya suara sonor/hipersonor/timpani. kanker . . Sistem Sosial / Interaksi. pindahnya cairan intravaskuler ke ekstravaskuler  Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan trauma mekanik terpasang bullow drainage. Hb turun /normal. Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan merupaka suatu pernyataan dari masalah pasien yang nyata ataupun potensial dan membutuhkan tindakan keperawatan sehingga masalah pasien dapat ditanggulangi atau dikurangi  Gangguan Perfusi Jaringan berhubungan dengan Hipoksia. 4) Hemoglobin : mungkin menurun.penurunan kesadaran Bd perdarahan yang banyak ditandai DS:klien tidak sadar perdarahan yang terus menerus DO:klien tampak pucat TD>N 2 .perubahan rasa nyaman [nyeri] Bd paska oprasi ditandai dengan DS:klien menyaratan nyeri DO:klien mengerang kesakitan dan bedrest  11. Gerakan dada tidak sama waktu bernapas. Pengambangan paru tidak simetris. TBC. adanya bedah intratorakal/biopsyparu.  Kelemahan. batuk-batuk. Spiritual : Ansietas. Sistem Muskuloskeletal . atau adanya kripitasi sub kutan.  Sistem Endokrine : Terjadi peningkatan metabolisme. . 5) Pa Co2 kadang-kadang menurun. bising napas yang berkurang/menghilang. 6) Pa O2 normal / menurun.  Sistem Persyarafan : Sistem Perkemihan.  Kulit pucat.  Perubahan kenyamanan : Nyeri berhubungan dengan trauma jaringan dan reflek spasme otot sekunder. Sistem Kardiovaskuler :     Nyeri dada meningkat karena pernapasan dan batuk. Pa Co2 kadang- kadang menurun. Terdapat retraksi klavikula/dada. B. Sistem Pencernaan :  Tidak ada kelainan. Pemeriksaan Diagnostik :   Sinar X dada : menyatakan akumulasi udara/cairan pada area pleural. pingsan. 3) Torasentesis : menyatakan darah/cairan serosanguinosa.  Pa O2 normal / menurun. dainjurkan untuk melakukan drainase dengan continues suction unit. PemeriksaanPenunjang 1) Radiologi : foto thorax (AP). Fremitus menurun dibandingkan dengan sisi yang lain. mungkin normal atau menurun. 2) Gas darah arteri (GDA). observasi.Penyuluhan/pembelajaran Gejala : riwayat factor risiko keluarga. ANALISA DATA a.  Terdapat kelemahan. Takhikardia. tidak adekuatnya pengangkutan oksigen ke jaringan  Ketidakefektifan pola pernapasan berhubungan dengan ekpansi paru yang tidakmaksimal karena trauma.  Saturasi O2 menurun (biasanya). Hipotensi. 7) Saturasi O2 menurun (biasanya).  Toraksentesis : menyatakan darah/cairan.

Intervensi N Diagn Tujuan dan kriteria hasil o osa Intervensi Rasional 1 Dx Setelah diberikan asuhan -Kaji faktor -Deteksi dini untuk 1 keperawatan selama(…x. diharapkan biasanya dengan meningkatkan dapatmempertahanjalannafaspasien peninggian kepala ekspansi paru dan dengan KH : tempat tidur. kebutuhan pengobatan /respons terhadap terapi 2 Dx 2 Setelah diberikan asuhan - Berikan posisi -Meningkatkan keperawatan selama(…x…) jam yang nyaman. mengkaji rfusijaringandengan KH : individu/penyebab status a. yang dapat dimanifestasikan sebagai ketakutan/ansietas.Dorong atau - Batuk yang tidak batuk klien  15.Memberikan informasi tentang pengawasan hasil derajat/keadekuatan pemeriksaan perfusi jaringan dan laboraturium. .Klien tampak nyaman.) jam penyebab dari memprioritaskan diharapkandapatmempertahankanpe situasi/keadaan intervensi.Mengalami ke sisi yang sakit.  Risiko terhadap infeksi berhubungan dengan tempat masuknya organisme sekunder terhadap trauma  Kurang Pengetahuan berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi tentang penyakit.Tidak ada lagi Pernapasan penumpukan sekret di -Ajarkan klien terkontrol adalah tentang metode melelahkan dan yang tepat tidak efektif. Pernapasan c. INTERVENSI  12.. merah intervensi.Menunjukkan batuk terdapat kepatuhan klien yang efektif. -Expextorant untuk memudahkan mengeluarkan lendir dan mengevaluasi perbaikan kondisi klien atas pengembangan . ambulasi dengan alat eksternal. Balik ventilasi pada sisi a. menjamin -Pengetahuan apa keamanan.menunjukkan umum pasien pembedahan perfusi adekuat -Berikan oksigen . inspirasi maksimal. penumpukan sekret terhadap rencana di saluran teraupetik b. lambat dan dalam. membantu Berikan sel darah menentukan keb.Tanda-tanda vital penurunan perfusi neurologi/tanda. menunjukkan klien bahwa terjadinya syock tindakan tersebut faktor-faktor -Jelaskan pada sehubungan dengan dilakukan untuk hipoksia.Distress pernapasan dan perubahan pada tanda vital dapat terjadi sebgai akibat stress fisiologi dan nyeri atau dapat penyebab. pada paru.efektive. dispnea atau perubahan tanda.jaringan tanda kegagalan dalam batas normal b. . lengkap/packed produk darah sesuai indikasi - Memaksimalkan transport oksigen ke jaringan -Mengidentifikasi defisiensi dan  13.  14. berikanperawatan . bantu pasien untuk kontrol diri dnegan menggunakan pernapasan lebih dapat mengurangi ansietas dan mengembangkan kepatuhan klien terhadap rencana teraupetik. c. yang meningkatkan ekspansi paru optimum/drainase cairan 3 Dx 3 Setelah diberikan asuhan -Jelaskan klien - Pengetahuan yang keperawatan selama (…x…) jam tentang kegunaan diharapkan akan diharapkanjalannafaspasien normal batuk yang efektif membantu dengan KH : dan mengapa mengembangkan a.Memperlihatkan pernapasan.Adaptive mengatasi tanda vital.Menganalisa tambahan sesuai tingkat kesadaran indikasi - Kolaborasi . Tindakan invasive ditandai dengan anxietas 3. perbaikan Dorong klien untuk duduk sebanyak pertukaran gas-gas mungkin. keefektifan upaya sal. -Observasi fungsi b. -Perhatikan alat bullow drainase berfungsi baik. yang tidak sakit. yang diharapkan -Pertahankan perilaku tenang. . pengontrolan menyebabkan batuk. catat frekuensi frekuensi pernapasan yang pernapasan.Kesadaran meningkat untuk menentukan -Monitor GCS dan perawatan mencatatnya kegawatan atau -Monitor keadaan tindakan c.Hiegene mulut mulut yang baik yang baik setelah batuk meningkatkan rasa -Kolaborasi dengan tim kesehatan lain Pemberian antibiotika atau expectorant kesejahteraan dan mencegah bau mulut. frustasi - Auskultasi paru -Pengkajian ini sebelum dan membantu sesudah klien mengevaluasi batuk. cek setiap 1 – 2 jam -Membantu klien mengalami efek fisiologi hipoksia. -Mempertahankan tekanannegatif intrapleural sesuai yang diberikan.

tindakan lanjutan tindakan yang tepat  18.. belakangnya c.melakukan pergerakkan dan perpindahan c.2 intervensi yang jam setelah Dx 5 memberikan motorik klien. dan memastikan tidak segera laporkan terjadi presyok / jika terjadi syok perdarahan - Dengan melibatkan -Kolaborasi : pasien dan keluarga Pemberian cairan maka tanda- tanda intravena perdarahan dapat . kenyamanan.. S : 36-37o C.x.x.Pasien tidak gelisah. parunya 4 Dx 4 Setelah diberikan asuhan -Jelaskan dan -Pendekatan dengan keperawatan selama (...) jam halpenggunaan alat penyembuhan luka diharapkan pasien akan bantu dan mencegah menunjukkan tingkat mobilitas optimaldengan KH : -Ajarkan dan dukung pasien a.mempertahankan mobilitas . serta jumlah 6 mengatasi kehilangan cairan tubuh secara hebat dan tipe cairan luka -Untuk mengetahui Setelah diberikan asuhan - Pantau keperawatan selama (. Dan dapat membantu mengembangkan kepatuhan klien terhadap rencana teraupetik -Analgetik memblok -Kolaborasi lintasan nyeri. pasien dan mengobaservasi keluarga tanda vital sign untuk perdarahan.penampilan yang seimbang b. aseptik.x. gunakan kotor plester kertas -mengetahui sejauhmanaperkemb angan luka mempermudah c. melakukan Serta setiap 1 . ukuran.. sepertimelakukand -mengidentifikasi ebridement tingkat keparahan -Kaji kebutuhan akan pelayanan kesehatan dan kebutuhan akan peralatan -Tentukan tingkat motivasi pasien dalam melakukan Dx 7 aktivitas 7 -Ajarkan dan luka akan mempermudah intervensi -suhu tubuh yang meningkat dapat diidentifikasikan sebagai adanya proses peradangan -tehnik aseptik pantau pasien membantu Setelah diberikan asuhan dalam mempercepat keperawatan selama (.luka bersih tidak lembab dan tidak dan steril.) jam diharapkan klien tidak mengalami syok hipovolemik dengan KH : selama 1 .x.. tindakan perawatan Setelah diberikan asuhan keperawatan selama (.) jam bantu klien dnegan menggunakan diharapkannyeriberkurangdengan tindakan pereda relaksasi dan KH : nyeri nonfarmakologi a.Nyeri berkurang/ nonfarmakologi lainnya telah dan non invasive menunjukkan dapat diatasi b. dipasang bantal -Pengetahuan yang akan dirasakan  16. Dx 6 bau.) jam peningkatan suhu diharapkan dapat mencapai tubuh penyembuhan luka pada waktu yang sesuaidengan KH : a. Balut luka dengan kasa kering b.Tanda-tanda vital dalam batas -Kolaborasi dalammelakukan normal atau dapat ditoleransi.Kolaborasi : pemeriksaan : HB. denmgan dokter.Dapat mengindentifikasi -Berikan kesempatan waktu keefektifan dalam mengurangi nyeri meningkatkan/ menurunkan nyeri -Istirahat akan nyeri dan berikan merelaksasi semua posisi yang aktivitas yang istirahat bila terasa jaringan sehingga nyaman .2 hari - Untuk memonitor kondisi pasien -Monitor keadaan selama perawatan umum pasien terutama saat terjadi -Tanda Vital dalam batas normal -Observasi vital (N: 120-60 x/menit. warna. misal akan meningkatkan waktu tidur.. sign setiap 3 jam RR : 20x/menit) atau lebih perdarahan.tidak ada tanda-tanda infeksi seperti pus tingkat kebocoran pembuluh darah yang dialami pasien dan untuk acuan -Berikan perawatan melakukan tindakan luka dengan tehnik lebih lanjut. kecil -Tingkatkan pengetahuan tentang : sebabsebab nyeri. dan menghubungkan berapa lama nyeri akan berlangsung membantu mengurangi nyerinya. trombosit segera diketahui dan tindakan yang cepat dan tepat dapat segera diberikan. PCV.. sehingga nyeri akan pemberian berkurang analgetik -Pengkajian yang -Observasi tingkat nyeri. .Kaji kulit dan identifikasi pada -Cairan intravena tahap perkembangan luka diperlukan untuk - Kaji lokasi. 30 5 optimal akan tepat. Perawat segera mengetahui tanda-tanda presyok / syok -Jelaskan pada -Perawat perlu terus  17. dan respon perawat data yang menit setelah obyektif untuk pemberian obat mencegah analgetik untuk kemungkinan mengkaji komplikasi dan efektivitasnya.

Membantu klien dengan tindakan pereda nyeri nonfarmakologi dan non invasive 2. Kaji faktor penyebab dari situasi/keadaan individu/penyebab penurunan perfusi jaringan 2. Meningkatkan pengetahuan tentang : sebab-sebab nyeri. patogen -untuk mengurangi risiko infeksi nosokomial -antibiotik mencegah perkembangan mikroorganisme pathogen -untuk mencegah infeksi yang berkelanjutan -memberikan pengetahuan pasien yang dapat memilih berdasarkan informasi -mengetahui seberapa jauh pengalaman klien dan keluarga tentang penyakitnya -mengetahui seberapa jauh pemahaman klien dan keluarga serta menilai keberhasilan dari tindakan yang dilakukan  21. kemampuan aktivitas optimal b.) jam atupun ketidakmauan diharapkaninfeksi tidak terjadi / Bullowdraignase terkontroldengan KH : -Kolaborasi untuk a. catat frekuensi pernapasan. Menjelaskan pada klien tentang etiologi/faktor pencetus adanya sesak atau kolaps paruparu. Berikan sel darah merah lengkap/packed produk darah sesuai indikasi Dx 2 1. Memperhatikan alat bullow drainase berfungsi baik.) jam diharapkananxietas tidak 9 terjadidenganKH : -sebagai suaatu sumber untuk -Kaji tingkat pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakitnya mengembangkanper encanaan dan mempertahankan/m eningkatkan mobilitas pasien -Minta klien / -Pasien dapat mengungkapkan keluarga pemahamannya tentang penyakit. Memberikan posisi yang nyaman. 3. memudahkan intervensi -mempengaruhi penilaian terhadap  19. dan . 4. Dorong klien untuk duduk sebanyak mungkin.  22. Mengajarkan Auskultasi paru sebelum dan sesudah klien batuk 4. biasanya dengan peninggian kepala tempat tidur.luka bersih tidak lembab dan tidak kotor -menilai batasan -Observasi keadaan Luka -Menjelaskan kepada pasien - mempertahankan /meningkatkan kekuatan dan ketahanan otot tentang penyakit yang di derita Setelah diberikan asuhan Dx 9 keperawatan selama (. Balik ke sisi yang sakit. ulang mengenai pengobatan secara teratur -Berikan dorongan untuk melakukan kunjungan tindak lanjut dengan dokter. 2. -Pantau tandatanda vital -Lakukan perawatan luka dengan teknik -mengidentifikasi masalah.IMPLEMENTASI Dx 1 1. aseptic -Lakukan Dx 8 kemampuan aktivitas apakah perawatan terhadap karena 8 prosedur invasif ketidakmampuan Setelah diberikan asuhan seperti infuse ataukah keperawatan selama (. Memberikan perawatan mulut yang baik setelah batuk 5. cek setiap 1 – 2 jam Dx 3 1. Mengajarkan klien tentang metode yang tepat pengontrolan batuk 3. Memerikan kesempatan waktu istirahat bila terasa nyeri dan memberikan posisi yang nyaman 3.Tanda-tanda vital dalam batas normal atau dapat ditoleransi. Menjelaskan klien tentang kegunaan batuk yang efektif 2. 4. Mengobservasi fungsi pernapasan. Memberikan antibiotika atau expectorant Dx 4 1.x. Mengkolaborasi pengawasan hasil pemeriksaan laboraturium. Memberikan oksigen tambahan sesuai indikasi 5. dispnea atau perubahan tanda-tanda vital. Membantu pasien untuk kontrol diri dnegan menggunakan pernapasan lebih lambat dan dalam 6. optimal yang dapat di toleransi dalam latihan ROM aktif dan pasif terjadinya infeksi - agar benda asing atau jaringan yang terinfeksi tidak -Kolaborasi dengan menyebar luas pada ahli terapi fisik area kulit normal atau okupasi lainnya.x. Menjelaskan pada klien bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan.tidak ada tanda-tanda infeksi pemberian seperti pus antibiotic c.. Memonitor GCS dan mencatatnya 3.. 5. mengulangi prognosis dan pengobatannya kembali tentang materi yang telah diberikan - Diskusikan pentingnya melihat -mengidentifikasi tanda-tanda peradangan terutama bila suhu tubuh meningkat -mengendalikan penyebaran mikroorganisme  20. -untuk memudahkan pengendalian terhadap kondisi kronis dan pencegahan terhadap komplikasi -agar pasien mengetahui perkembangan penyakitnya. Memonitor keadaan umum pasien 4...

Berkolaborasitindakansepertimelakukan debridement Dx 7 1.NURUL HUSNA 4. menghubungkan berapa lama nyeri akan berlangsung 4. Berkolaborasi dengan dokter. Mengkaji kulit dan identifikasi pada tahap perkembangan luka 2. dan respon motorik klien. Menentukan tingkat motivasi pasien dalam melakukan aktivitas 3.SUDARTO SAHIDI 6. dan segera laporkan jika terjadi perdarahan 4.Kep. Melakukan perawatan terhadap prosedur invasif seperti infuse atupun Bullow draignase 4.M. Balut luka dengan kasa kering dan steril. Meminta klien / keluarga mengulangi kembali tentang materi yang telah diberikan Mendiskusikan pentingnya melihat ulang mengenai pengobatan secara teratur 4. Mengkaji tingkat pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakitnya 3. trombosit Dx 6 1. bau. Berkolaborasi dengan ahli terapi fisik atau okupasi Dx 8 1. Observasi vital sign setiap 3 jam atau lebih 3. Mengkaji kebutuhan akan pelayanan kesehatan dan kebutuhan akan peralatan 2. Menjelaskan pada pasien dan keluarga tanda perdarahan.ASLIA 3.S.LA ODE HALAMI AKADEMI KEPERAWATAN PEMKAB MUNA 2012/2013  Follow us on LinkedIn  Follow us on Twitter  Find us on Facebook  Find us on Google+  Learn About Us  About  Careers  Our Blog  Press  Contact Us  Help & Support  Using SlideShare  SlideShare 101  Terms of Use  Privacy Policy  Copyright & DMCA . Menjelaskan kepada pasien tentang penyakit yang di derita.WA SUFIAH 5. 5. Mengkaji lokasi. ukuran. Memonitor keadaan umum pasien 2. Tugas : KMB I Dosen : Saad Abdulah. Berkolaborasi : pemeriksaan : HB. Mengajarkan pasien dalam hal penggunaan alat bantu 4. PCV.Kes ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN TRAUMA DADA DI SUSUN OLEH : KELOMPOK 1 1. Memberikan perawatan luka dengan tehnik aseptik. warna.HARIATI 2. gunakan plester kertas  23. Berkolaborasi untuk pemberian antibiotic 5. Mengajarkan pasien dalam latihan ROM aktif dan pasif 5. pemberian analgetik 5.  24. Berikan dorongan untuk melakukan kunjungan tindak lanjut dengan dokter. Berkolaborasi : Pemberian cairan intravena 5. serta jumlah dan tipe cairan luka 3. 30 menit setelah pemberian obat analgetik untuk mengkaji efektivitasnya Dx 5 1. Mengobservasi keadaan Luka Dx 9 1. Mengobservasi tingkat nyeri. Memantau tanda-tanda vital 2. Melakukan perawatan luka dengan teknik aseptic 3. 2.RAHAYU 7. Memantau peningkatan suhu tubuh 4.

All rights reserved. RSS Feed  ENGLISH .  Community Guidelines  SlideShare on Mobile  Pro & more  Go PRO  Enterprise Sales  PRO Features  Developers & API  Developers Section  Developers Group  Engineering Blog  Blog Widgets © 2013 SlideShare Inc.

Related Interests