PENGEMBANGAN MODUL MITIGASI BENCANA BERBASIS POTENSI

LOKAL YANG TERINTEGRASI DALAM PELAJARAN IPA di SMP
1)
Iswatul Hasanah, 2)Sri Wahyuni 2)Rayendra Wahyu Bachtiar
1)
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika
2)
Dosen Program Studi Pendidikan Fisika
Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember
Email iswatulhasanah20@gmail.com

Abstract

This research aims to produce modules based on local potentials disaster
mitigation area Panti, Jember that integrated in science subjects at secondary
school. Disaster mitigation is an effort to reduce disaster risks that must be
communicated through education. The material on module is associated with the
local potential, so students recognize and know the local potential of the local area,
it can make students to develop their environmental awareness and to minimize
disasters caused by humans. The design development used in this research was the
4-D development model. This research conducted at SMP Negeri 1 Panti. Results of
this research is the validation that consist of 4,3 value of instructional review and
4,0 value of technical review, so validation results of the products developed is
valid. Based on the analysis of learning results, 77% students have high category
values. Environmental awarenes attitude has increased between before and after
learning in each aspect and moreover students show their positive response to this
module. This research has concluded that development module is valid and the
module can be used as teaching material.

Key word :disaster mitigation, local potentials, science module.

PENDAHULUAN jumlah korban jiwa yaitu memberikan
pengetahuan tentang mitigasi bencana dan
Kabupaten Jember merupakan salah kesiapan menghadapi bencana (Ayriza,
satu kabupaten di Jawa Timur yang rawan 2009). Mitigasi bencana merupakan upaya
bencana. Berdasarkan data dari BPBD yang dilakukan untuk mencegah atau
Jember mencatat sebanyak 19 dari 31 mengurangi dampak bencana (Permana,
kecamatan di Kabupaten Jember 2011).
merupakan daerah yang memiliki potensi Salah satu cara untuk
rawan bencana alam. Bencana yang pernah menyampaikan tentang mitigasi bencana
melanda beberapa desa di daerah yaitu melalui pembelajaran dalam
kabupaten Jember yaitu banjir bandang pendidikan. Hal ini sesuai dengan pendapat
dan longsor yang terjadi di kecamatan Rusilowati et al (2012) mengatakan bahwa
Panti, Jember (Wijaya et al, 2012). untuk memberikan pemahaman
Kejadian bencana akan masyarakat terhadap kebencanaan dapat
menimbulkan banyak korban jiwa. Jumlah dilakukan melalui pembelajaran yang
korban dalam bencana alam dapat terintegrasi dalam beberapa mata
menunjukkan bahwa masyarakat setempat pelajaran. Salah satu mata pelajaran yang
masih sedikit mengetahui tentang dapat diintegrasikan dengan kebencanaan
kebencanaan alam. Salah satu tindakan alam yaitu pelajaran IPA, karena IPA
yang dapat dilakukan untuk mengurangi mempelajari tentang alam semesta beserta

226

penelitian tentang sebuah modul IPA Penyampaian pembelajaran dengan judul “Pengembangan Modul mengenai masalah mitigasi bencana dapat Mitigasi Bencana Berbasis Potensi Lokal disampaikan melalui bahan ajar. guru tidak pernah METODE mengajarkan tentang pelajaran IPA yang dikaitkan dengan kebencanaan alam meskipun daerah Panti termasuk daerah Define rawan bencana. 2009). IPA merupakan salah satu disiplin 2012). metode. Menjaga Develop lingkungan juga bisa mencegah bencana Trainee-tested and reliable instructional alam akibat ulah manusia. Menurut pembelajaran dengan menggunakan Modul hasil penelitian Pambudi (2015) modul Mitigasi Bencana Berbasis Potensi Lokal yang dimodifikasi dengan materi yang Terintegrasi dalam Pelajaran IPA di kebencanaan alam yang terintegrasi dalam SMP. dan mendeskripsikan respon siswa pelajaran IPA cocok diterapkan dan dapat terhadap Modul Mitigasi Bencana Berbasis meningkatkan hasil belajar siswa. Sikap peduli lingkungan akan membentuk suatu Gambar 1.. Hal ini karena tidak ada Instructional requirements bahan ajar yang mengintegrasikan materi tersebut. Pengembangan Modul Mitigasi Bencana. 227 penyebabnya dan berkaitan dengan kerusakan pada lingkungan alam sekitar. 2013. Potensi Lokal yang Terintegrasi dalam Berdasarkan hasil wawancara Pelajaran IPA di SMP. mencakup isi materi. mencegah bencana (Hening et al. Salah satu cara material untuk dapat menjaga lingkungan yaitu mengenal dan menjaga potensi lokal daerah. (Rizqi.. cetak berupa modul. Afrizon. Lisyawati. Iswatul. 2013). 2011). peneliti bermaksud untuk mengadakan Masfuah. Modul merupakan Penelitian ini bertujuan untuk paket belajar yang berkenaan dengan suatu mendeskripsikan validitas modul Mitigasi unit materi belajar (Ayriza. terhadap guru mata pelajaran IPA di SMP Negeri 1 Panti. salah yang Terintegrasi dalam Pelajaran IPA di satunya yaitu menggunakan bahan ajar SMP”. 2013. Ibrohim (2015) mengatakan bahwa Disseminate pembelajaran yang memanfaatkan bahan Instructional material among special ajar yang diambil dari konteks lingkungan educational teacher training programs sekitar diharapkan akan menjadikan siswa peduli terhadap lingkungan. Modul Bencana Berbasis Potensi Lokal yang disusun secara sistematis. Bahan ajar yang digunakan oleh sekolah tersebut adalah buku IPA yang Design diterbitkan oleh pemerintah dan modul Prototypical instructional material yang dibuat sendiri oleh guru IPA. 2012). Berdasarkan uraian permasalahan ilmu yang digunakan sebagai media untuk dan alternatif solusi yang sudah diuraikan. 2014. kehidupan sehari-hari yang memberikan dan mengembangkan upaya-upaya untuk pengetahuan langsung untuk dicari dengan memperbaiki kerusakan alam yang sudah menggunakan metode ilmiah secara terjadi serta menjaga lingkungan agar tidak sistematis (Dewi et al. Model pengembangan 4-D tindakan yang selalu berupaya mencegah (Thiagarajan et al. 1974:5) . terjadi bencana. Bencana alam sangat erat kaitannya dengan keadaan lingkungan. serta mendeskripsikan hasil belajar siswa dan evaluasi yang dapat digunakan secara sikap peduli lingkungan siswa setelah mandiri (Setyowati et al. menarik dan Terintegrasi dalam Pelajaran IPA di SMP.

2010:53) tahap dari desain model 4-D. RPP. Validasi ahli (logic) Na = hasil belajar afektif pada modul mitigasi bencana berbasis Np = hasil belajar psikomotor potensi lokal yang terintegrasi dalam pelajaran IPA di SMP terdiri dari dua Selanjutnya hasil belajar dirujuk kajian yaitu kajian instruksional yang menggunakan kriteria hasil belajar pada divalidasi oleh tiga orang dosen Program tabel 1. Sangat valid =5 Berikut ini adalah uraian dari keempat (Hobri. analisis yang dikembangkan dan mendapatkan konsep. 2010:58) Ai = rata-rata nilai aspek ke-i Va = rata-rata total untuk semua aspek Selanjutnya untuk teknik analisa n = jumlah aspek. 5 No. pemilihan media. Tempat pengembangan pemilihan format dan rancangan awal. Uji pengembangan (validasi Tahap pendefinisian (define) ini empiric) merupakan tahapan yang meliputi lima langkah. hal 226 . Vol. Studi Pendidikan Fisika dan kajian teknis yang divalidasi oleh dua guru bidang studi Tabel 1. pengembangan didapat nilai hasil belajar Tahap perancangan (design) ini siswa. analisis siswa. antara lain: analisis dilakukan untuk menguji cobakan produk awal dan akhir. Desember 2016. dikembangkan. analisis tugas dan analisis tujuan masukan secara langsung. lembar observasi. siswa. jenis Kurang valid 2 ≤ Va < 3 penelitian yang digunakan adalah Cukup valid 3 ≤ Va < 4 penelitian pengembangan dengan desain Valid 4 ≤ Va < 5 model 4-D yang terdiri dari 4 tahap.228 Jurnal Pembelajaran Fisika. Teknik Kategori hasil Interval analisis data pada langkah validasi ahli belajar adalah sebagai berikut: sangat rendah 0 ≤ HB < 40 ? rendah 40 ≤ HB < 60 ?=1 ?? sedang 60 ≤ HB < 75 ?? = (1) ? tinggi 75 ≤ HB < 90 sangat tinggi 90 ≤ HB < 100 Keterangan : (Hobri. (5×??)+(3×??)+(2×??) ?? = (2) Tahap pengembangan 10 (Development) terdiri dari dua langkah Keterangan: antara lain: Validasi ahli (Expert HB = hasil belajar siswa Appraisal) dan Uji pengembangan Nk = hasil belajar kognitif (Development testing). lembar penilaian Panti kelas VII B sebanyak 35 siswa.234 Berdasakan gambar 1. Pada tahapan uji pembelajaran. Kriteria Hasil Belajar Siswa di tempat uji pengembangan. 3. sikap peduli lingkungan yaitu dengan cara Nilai rata-rata total (Va) dirujuk berikut ini: pada interval penentuan tingkat validitas sesuai dengan kriteria validitas berikut: Skor yang diperoleh x 5 = Skor Akhir (3) Tidak valid 1 ≤ Va < 2 Skor tertinggi . angket sikap Adapun teknik analisa data untuk hasil peduli lingkungan siswa. lembar validasi belajar siswa berdasarkan ketentuan guru perangkat pembelajaran dan rancangan SMP Negeri 1 Panti adalah sebagai modul mitigasi bencana berbasis potensi berikut: lokal yang terintegrasi dalam pelajaran IPA di SMP yang akan dikembangkan. sikap peduli lingkungan siswa dan terdiri dari empat tahap antara lain: respon siswa terhadap produk yang penyusunan tes. dilakukan di SMP Negeri 1 Panti Pada tahap rancangan awal ini yang sedangkan subjek penelitian dikembangkan berupa produk awal yang pengembangan adalah siswa SMP Negeri 1 berupa silabus.

siswa Setelah modul mitigasi bencana Skor SPL = 5 sangat baik berbasis potensi lokal yang terintegrasi Skor 4≤ SPL < 5 baik dalam pelajaran IPA di SMP dalam bentuk Skor 3≤ SPL < 4 cukup draft selesai dikembangkan. Kajian Teknis 4. hal ini sesuai dikarenakan keterbatasan biaya dan waktu dengan interval kategori validitas dari yang dimiliki oleh peneliti. Hasil Data Kualitatif Kajian mitigasi bencana berbasis potensi lokal Instruksional yang terintegrasi dalam pelajaran IPA di Val Saran dan Penilaian ida komentar secara umum SMP kelas VII.3 Valid ? ?????????? ?? ????????? = × 100% (4) Instruksional ? 2.. 229 Hasil sikap peduli lingkungan banjir dan potensi lokal daerah Panti. 2010:243) modul mitigasi bencana berbasis potensi Tahap penyebaran pada penelitian lokal yang terintegrasi dalam pelajaran ini tidak dilakukan oleh peneliti IPA di SMP dikatakan valid. validasi kedua produk sudah dapat digunakan tanpa revisi. validasi pertama produk perlu direvisi dan tenaga dan dana. Modul yang dikembangkan terbagi menjadi tiga Tabel 2. Modul yang tor dikembangkan memiliki kelebihan 1 Memperbaiki Digunakan diantaranya yaitu penyajian materi IPA tujuan modul dan dengan revisi dikaitkan dengan materi mitigasi bencana penulisan modul . 2010:52). Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan modul Tabel 4. Persentase respon siswa tiap aspek Tabel 3. jika percentage of agreement  50%. Berikut ini adalah hasil data kuantitatif pada kajian instruksional dan Sedangkan untuk nilai respon siswa teknis terhadap modul mitigasi bencana terhadap modul mitigasi bencana berbasis berbasis potensi lokal yang terintegrasi potensi lokal yang terintegrasi dalam dalam pelajaran IPA di SMP dapat dilihat pelajaran IPA di SMP dikatakan positif pada tabel 3. maka tahap Skor 2≤ SPL < 3 kurang Skor 1≤ SPL < 2 sangat kurang selanjutnya yaitu produk di validasi logic (Kemendikbud. 2013) (ahli). Berikut hasil data HASIL DAN PEMBAHASAN kualitatif pada kajian instruksional dapat dilihat pada tabel 4 dan 5.. mengatakan bahwa teknik penentuan Sedangkan untuk hasil validasi data sampel dapat dilakukan dengan tujuan kualitatif kajian instruksional melalui dua tertentu berdasarkan beberapa kali proses validasi karena pada tahap pertimbangan seperti keterbatasan waktu. Kriteria Sikap Peduli Lingkungan kegiatan belajar yang setiap kegiatan Siswa belajar terdapat soal latihan. Kajian 4. ditentukan dengan menggunakan kriteria Jember. Pengembangan Modul Mitigasi Bencana. Selain itu pada modul juga sikap peduli lingkungan siswa pada tabel 2 terdapat ajakan untuk siswa agar selalu berikut: menjaga lingkungan. Hal ini sesuai rentang 4≤ Va <5 yang termasuk dalam dengan pendapat Arikunto (2010:183) kategori valid (Hobri.0 Valid Keterangan : A = proporsi siswa yang memilih Berdasarkan hasil validasi kajian B = jumlah siswa (responden) instruksional dan teknis pada tabel 3. maka (Trianto. Hasil Validasi Ahli dihitung dengan rumus: No Aspek Va Kategori 1. soal evaluasi Interval sikap Kategori dan petunjuk penilaian diri. Iswatul.

D. hal 226 .M. Peningkatan sikap peduli dapat dilihat pada tabel 6.234 2 Memperbaiki peta Digunakan yang dikembangkan yaitu modul disajikan konsep dengan revisi dengan bahasa yang komunikatif sehingga 3 Memperbaiki Digunakan siswa dengan mudah memahami materi beberapa penulisan dengan revisi pada modul. Hasil Belajar Siswa Tabel 7. 2012) empiric (uji pengembangan). organik dan 1. selain itu modul juga disertai pada modul berbagai gambar berwarna dan menarik yang dapat membuat siswa tertarik untuk Tabel 5.1 4. sedangkan jika ditampilkan sebelum dan sesudah pembelajaran dalam bentuk persentase maka didapat menggunakan modul mitigasi bencana nilai hasil belajar siswa dalam kategori berbasis potensi lokal yang terintegrasi hasil belajar tinggi menurut tingkat kriteria dalam pelajaran IPA di SMP mengalami yang ditetapkan Hobri (2010:58). Hasil penelitian ini sesuai 2 Lanjutkan pada Dapat dengan beberapa hasil penelitian lain yaitu tahap penelitian digunakan modul sangat efektif dalam meningkatkan tanpa revisi hasil belajar karena dengan menggunakan 3 Lanjutkan pada Dapat modul siswa dapat belajar secara mandiri penelitian digunakan dan memperbaiki cara belajar sendiri. Data yang Selain hasil belajar. et al. maka hal tersebut instruksional dan teknik maka tahap berdampak terhadap hasil belajar yang selanjutnya modul yang dikembangkan didapat oleh siswa (Trian et al. dalam uji didapatkan dari hasil uji pengembangan pengembangan juga diukur tentang sikap mengenai hasil belajar yang sudah peduli lingkungan siswa. Jika siswa merasa dikatakan valid baik melalui kajian senang dan tertarik.230 Jurnal Pembelajaran Fisika. Hasil Sikap Peduli Lingkungan Siswa Jumlah Kategori hasil Sebelum Sesudah Persentase siswa belajar siswa pembelajaran pembelajaran Aspek yang 0 0% sangat rendah diukur Rata-rata Rata-rata 0 0% Rendah setiap aspek setiap aspek 6 17% sedang Membuang 27 77% tinggi sampah pada 4 4. Tor komentar secara umum hal ini dibuktikan dengan nilai afektif 1 Lanjutkan pada Dapat siswa yang tinggi dan siswa selalu tahap digunakan menyelesaikan latihan soal yang terdapat selanjutnya tanpa revisi pada modul. 3. Hal ini peningkatan. 2013. Data hasil diakumulasi dari tiga ranah yaitu perbandingan semua aspek yang diukur sebesar 82 dan nilai tersebut berada diatas pada sikap peduli lingkungan antara rata-rata.8 Hasil belajar siswa termasuk dalam anorganik kategori tinggi karena kelebihan modul . Tabel 6. tanpa revisi Modul yang disajikan juga harus dapat menarik siswa sehingga siswa tertarik dan Modul yang dikembangkan setelah senang untuk belajar.5 potensi lokal yang terintegrasi dalam sungai pelajaran IPA di SMP yang dikembangkan Sampah berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Vol. Saran dan Penilaian menjadi senang dan aktif dalam belajar. Rasa tertarik siswa membuat siswa Valida. 5 No. Desember 2016. lingkungan dapat dilihat pada tabel 7. Hasil Data Kualitatif Kajian Instruksional Setelah di Revisi belajar. dapat digunakan pada tahap validasi Tyasning.7 2 6% sangat tinggi tempatnya Membuang Modul mitigasi bencana berbasis sampah di 4.8 2.

Hasil Respon Siswa Aspek Percentage of Kategori lokal yang dapat dikaitkan dengan agreement respon pelajaran IPA dapat membuat siswa peduli terhadap lingkungan dan menjaga potensi senang 99% positif lokal daerah masing masing (Ibrohim.5 merusaknya.1 3. Iswatul. 2) Hasil belajar siswa yang .5 3. Hal ini dibuktikan dengan perkembangan sikap siswa yang semakin KESIMPULAN DAN SARAN tanggap dengan membuang sampah pada tempatnya pada saat dikelas.3 4 tanaman siswa terkait penilaian dan tanggapan Ramah 3.1 4. Kim & Roth. Taufiq et al.. paham 99% positif 2015.5 alam akan bisa marah jika manusia Hemat air 4 4. Kalimat ajakan untuk peduli penilaian respon siswa terhadap modul lingkungan yang terdapat pada modul yang dikembangkan dapat dilihat pada dikaitkan dengan keadaan potensi lokal tabel 8. 2015).7 kehidupan. mengerti 97% positif 2008). Pengembangan Modul Mitigasi Bencana. Potensi aspek dikatakan dalam kategori respon lokal yang dikaitkan dengan mitigasi positif sesuai dengan rujukan Hobri bencana dapat membuat siswa menjaga (2010:31) karena di dapat nilai lebih dari lingkungan untuk mencegah terjadinya 50% siswa memberikan respon positif. bencana. paham.1 Aspek terakhir yang diukur dalam Merawat uji pengembangan yaitu tentang respon 3. mengerti dan antara sebelum dan sesudah pembelajaran tertarik terhadap modul mitigasi bencana mengalami peningkatan karena setiap berbasis potensi lokal yang terintegrasi kegiatan pada modul yang dikembangkan dalam pelajaran IPA di SMP. Terdapat 4 aspek lingkungan yang direspon oleh siswa yaitu tentang Sikap peduli lingkungan siswa perasaan senang. Menurut Ridwan (2007) untuk menciptakan keharmonisan Hemat 3.. Penghijauan 2. selain itu Berdasarkan data dan pembahasan peningkatan nilai rata-rata sikap peduli pada penelitian pengembangan modul lingkungan siswa antara sebelum dan mitigasi bencana berbasis potensi lokal sesudah pembelajaran membuktikan yang terintegrasi dalam pelajaran IPA di bahwa siswa sudah memahami berbagai SMP maka dapat ditarik beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesimpulan sebagai berikut: 1) Modul lingkungan sekitar agar tidak memicu mitigasi bencana berbasis potensi lokal adanya bencana. daerah Panti. Mempelajari potensi Tabel 8. 2014. Jember. semua al.1 3.1 pelajaran IPA di SMP. Subagia et al. Potensi lokal merupakan salah satu tertarik 98% positif alternatif menjaga lingkungan dan mengurangi bencana alam (Rusilowati et Berdasarkan hasil penilaian respon. maka manusia harus bersikap kertas peduli terhadap lingkungan. 231 Hemat listrik 4. Berikut ini adalah hasil bencana. Kriteria terdapat ajakan untuk selalu menjaga penilaian respon ini menggunakan format lingkungan agar tidak menyebabkan terjadi dari Hobri (2010). 2015. Permana et al (2011) yang terintegrasi dalam pelajaran IPA di mengatakan bahwa manusia dan alam SMP termasuk dalam kategori valid pada merupakan suatu kesatuan yang kajian instruksional maupun kajian teknis mempunyai timbal balik yaitu alam akan dan modul yang dikembangkan dapat menjadi ramah jika manusia digunakan dalam uji pengembangan tanpa memperlakukan secara arif dan sebaliknya revisi.6 terhadap modul mitigasi bencana berbasis lingkungan Pencemaran potensi lokal yang terintegrasi dalam 3 4.

Jakarta Vol. peningkatan. M.A. 1 (1): 61-69. M. Jember: penelitian lanjutan mengenai modul yang Pena Salsabila. Rineka Cipta.P. Journal Of Environmental Ayriza. dalam pelajaran IPA di SMP terdapat beberapa saran. berkaitan dengan mitigasi bencana. 2) Perlu adanya Pendidikan Matematika). MTsN Model Padang Pada Mata Pelajaran IPA-Fisika Menggunakan Kemendikbud. Listyawati. S. untuk Menumbuhkan Kemampuan . Jakarta : Environment in Science Classrooms. 3) Sikap peduli 30-40. Terpadu untuk SMP/MTs Berbasis san Sarwi 2011. Roth.234 didapatkan dalam penelitian termasuk Semarang: Jurnal Inkuiri.A. Sarwanto. 2013. Rusilowati. Pengembangan Pembelajaran IPA/Biologi berbasis DAFTAR PUSTAKA Discovery/Inquiry dan potensi Lokal Untuk Meningkatkan Keterampilan Afrizon. Kim. Vol 3(3): dalam kategori tinggi. 2009. Ratnawulan.232 Jurnal Pembelajaran Fisika. Sudarmin.Journal of Innovative Science Education. Prayitno. dan Fauzi. hal 226 . pengembangan modul mitigasi bencana Semarang: Unnes Science Education berbasis potensi lokal yang terintegrasi Journal. W. Masfuah. 2012. Vol.. Terpadu di SMP. 9(4): 516- Modul Bimbingan Pribadi Sosial 528. S. PT. Perangkat Pembelajaran IPA Vol 39 (2): 141-156. lingkungan siswa antara sebelum dan sesudah pembelajaran mengalami Hening. Padang: Jurnal dalam Rangka Implementasi Penelitian Pembelajaran Fisika. Peningkatan Perilaku Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan. Education Research Institute. & W. 2013. modul mitigasi bencana berbasis potensi Pengembangan Modul Hubungan lokal yang terintegrasi dalam pelajaran Antar Komponen Ekosistem IPA di SMP termasuk dalam kategori Berbantuan Flashcard untuk respon positif. Ibrohim. potensi lokal dan peduli lingkungan. 2008...R. 2015. 1: 11-16. 3. Pengembangan Education Summer. 2010. Vol. Menumbuhkan Karakter Cinta Berdasarkan hasil penelitian tentang Lingkungan Pada Siswa SMP. antara lain: 1) Manajemen Hobri. R. Vol 2:1-19. B. Desember 2016. Prosedur Penelitian A Case Study of Teaching the Suatu Pendekatan Praktik. Metodologi Pengembangan waktu pada saat penelitian harus (Aplikasi Pada Penelitian diperhatikan dengan baik. 5 No. Dewi. Pembelajaran Eksperimen Pada Tema Fotosintesis Kebencanaan Alam Dengan Model untuk Memberdayakan Bertukar Pasangan Bervisi SETS Keterampilan Proses SAINS. Vol. Kurikulum 2013.N. S. D. 2014. Rethinking The Ethics of Scientific Knowledge: Arikunto. Pengembangan Modul IPA Masfuah. Bahan Diktat Guru Model PBI. A. Pengembangan Yogyakarta: Jurnal Kependidikan. dan 4) Respon siswa terhadap Mustikaningtyas. Bagi Guru Bimbingan Konseling untuk Menghadapi bencana Alam. Yulia.. A. Vol.. (2): 254-261. M. 2010.. Berkarakter dan Keterampilan Malang: Prosiding Semnas dan Berfikir Kritis Siswa Kelas IX Enterpreneurship. dan Sikap Ilmiah serta 2012.

.1: 22-36.I. Landasan Keilmuan Tema “Konservasi” Berpendekatan Kearifan Lokal. Pengembangan Modul Bencana Alam Berbasis IPA Terpadu Berkarakter Pada Pembelajaran Bervisi Science Tema Pengelolaan Lingkungan Environment Technology And untuk Kelas VII SMP. A. Semarang: Jurnal Tyasning. Mitigasi S. Instructional Terpadu Berkarakter Tema Development for Training Teachers Pemanasan Global Untuk Siswa of Exceptional Children. A. Supriyadi.L.M.. 1974. Supriyadi. N.E. dan Sudita. N. Dewi. Pengastulan Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng Bali. 2013. Nurhayati. 51-60 Trianto.Semarang. Rusilowati. Vol. Parmin. I.R. Pengembangan Modul IPA Pada Siswa Kelas X-4 SMA Batik . Penerapan Model 11(1): 42-48.15: 67-76. K. Widiyatmoko. Bali: Permana. Vol.JPII. 2012. Widiyatmoko. Islam dan Budaya. Ibda-Jurnal studi Science-Edutainment. Vol. Kearifan Lokal 4. Pengembangan Media Humaniora. Semarang: Unnes Science Education Pambudi.. S. Vol.. Penelitian Makara. Implementasinya dalam Kurikulum Pembelajaran Kebencanaan Alam Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sosial 2014. Pembelajaran TGT Dilengkapi LKS untuk Meningkatkan Aktivitas dan Setyowati. 2015. Semarang: Jurnal Unnes Science Education Journal. Pelatihan Mitigasi Wilayah Rawan Bencana.A. Nasution. : National Center Science Education Journal.P.5(1). D. Vol. Wiratma. Gunawijaya. Pendidikan Fisika Indonesia.. Pengembangan Modul Mitigasi Bencana. A. M.7 (2011):115. D. Unnes Science Education Journal. Vol. Macromedia Flash Bagi Siswa SD di I. 2015.W. Haryani. Semarang: Unnes Washington. Bencana Alam Gempa Bumi Pada Universitas Ahmad Dahlan Siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Yogyakarta. S. A.. Multimedia Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Berbantuan Subagia. Pengembangan Modul IPA Thiagarajan. Hasil Belajar Materi Minyak Bumi 2013. 8: Vol. 2(2): 245-253. dan Jurnal Pendidikan Indoneesia. Pendidikan Fisika Indonesia. Mata Pelajaran Fisika Berbasis Kearifan Lokal. Pembelajaran IPA Terpadu Berkarakter Peduli Lingkungan Ridwan. R. Tema Polusi Sebagai Bahan Ajar 120. 2015. et al..G. Iswatul. A. 2011. I... Strategi dan Widiyatmoko. System. 2013. Semarang: Jurnal Berkarakter Peduli Lingkungan Fisika Indonesia Vol. E. Siswa SMK 11 Semarang. Terpadu Konsep. Sedyawati. 27-38. 3(2): 140-145. A. 233 Berfikir Kritis Siswa.D. I. J.1: 585-598. A. 2010.Vol. Jakarta: Jurnal Taufiq.. 2007. R.R. 2 No. S. Vol.. Vol for Improvement of Educational 2(1): 203-208. Parmin.A. D.C. Pengembangan Journal. 2(2):269-27.M. 2012... Semarang: Society. Tentang Mitigasi Bencana Pada Masyarakat Baduy.C. SMP/MTs. Haryono.M.. Trian. Widiyatmoko. dan Nurhayati. Rizqi. Bervisi SETS Terintegrasi Dalam Jakarta: Bumi Aksara. A. A. Model Pembelajaran Rusilowati.. No. N.

Vol.234 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012. 2-6:40-44. Ridwan. Vol. Surakarta: Jurnal Pendidikan Kimia. Desember 2016. . 3. 5 No. hal 226 . Jember: Jurnal Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika dan Fisika. 2012.1 26- 33. Wijaya. Pembelajaran PBDM Sebagai Upaya Inovatif – Solutif Dalam Menumbuhkan Soft Power Secara Dini Terhadap Kesadaran Preventif dan Responsif Kebencanaan.234 Jurnal Pembelajaran Fisika. Azis dan Priswayani.1 No. Rahmawati. Vol.