COWOK RASA APEL

Penerbit
COWOK RASA APEL

Oleh: Noel Solitude

Copyright © 2012 by Noel Solitude

Penerbit

Spica Solitudia

Diterbitkan melalui:

www.nulisbuku.com

2
Silakan menikmati apel-apel ini!

Sebuah Dinding 7
Keranjang 1 : Aku 10
Keranjang 2 : Diary 16
Keranjang 3 : Akhir Sebuah Semester 22
Keranjang 4 : Ada Yang Datang 28
Keranjang 5 : Rahasia Saudara Kembar 33
Keranjang 6 : Obrolan Di Meja Makan 35
Keranjang 7 : Lagu Untukku… 38
Keranjang 8 : Namanya Juga Cowok! 45
Keranjang 9 : Denis Atau Erik? 50
Keranjang 10 : Aku Memberinya Apel... 56
Keranjang 11 : A Break at Night 64
Keranjang 12 : Jaim 67
Keranjang 13 : Jalan-Jalan 68
Keranjang 14 : Aku, Denis, dan Erik 75
Keranjang 15 : Diary Lagi 83
Keranjang 16 : Pencuri 86
Keranjang 17 : Topeng Retak 92
Keranjang 18 : Piknik 95
Keranjang 19 : Titanic on the Picnic 100
Keranjang 20 : Nuansa dan Romansa di Bali 106
Keranjang 21 : Makan Malam 115
Keranjang 22 : Telepon 123
Keranjang 23 : “Aku cinta kamu, Rik...” 126
Keranjang 24 : Sakit 135
Keranjang 25 : Jamuan Untuk Pecundang 139
Keranjang 26 : Berdamai 150
Keranjang 27 : Persona Non Grata 159
Keranjang 28 : Tak Seorangpun Sempurna 166
Keranjang 29 : Nyanyian di Kintamani 171
Keranjang 30 : Apel Untuk Monyet! 175
Keranjang 31 : Pulang 187
Keranjangnya Denis (Reuni) 193

Cermin ............................................... 198

Memori ............................................... 208

3
Sebuah Dinding...

“Capek juga jadi pengurus OSIS. Udah mau liburan malah
banyak rapat. Makan aja sampai lupa. Berakit-rakit ke hulu,
berenang-renang ke tepian. Sekarang capek dulu, yang penting
liburan nanti pikniknya menyenangkan! We‟ll be going to Bali!”
Kubaca tulisan status di Facebook Erik. Dia baru
menulisnya delapan menit yang lalu.
Namanya juga pengurus OSIS, mana ada yang nggak
sibuk? Atau minimal sok sibuk lah! Yah, aku yakin pasti ada yang
jadi pengurus OSIS cuma buat ajang eksis, biar bisa sok keren
nampang dan mondar-mandir keluar kelas di jam pelajaran dengan
alasan tugas OSIS. Malah kayaknya sih kebanyakan pengurus OSIS
memang anak-anak narsis macam itu. Paling tidak, itulah yang
sering kulihat di sekolah.
Tapi kalau Erik, aku masih percaya dia jadi pengurus OSIS
bukan buat cari sensasi. Dia nggak perlu sok keren, karena dia
memang udah...
KEREEENNN!!!
Di sekolahku, murid cowok kelas satu yang ditaksir bejibun
cewek dari kelas satu sampai senior-senior kelas dua dan kelas tiga,
siapa lagi kalau bukan Erik?! Pengurus OSIS berwajah tampan tanpa
jerawat, berbadan atletis dan serba berbakat dari basket, main
musik, sampai menyanyi...! Bahkan namanya sekarang juga mulai
populer sampai ke sekolah lain. Aku rasa nggak berlebihan kalau aku
menyebutnya sebagai idola di sekolah!
Setelah membaca status Facebook-nya tadi, seperti yang
biasa kulakukan, dengan semangat kukirim komentarku:
“Kalo nggak sempat makan nasi makan pisang aja buat
stok tenaga. Keep the spirit!”
Baru beberapa menit lewat, sudah ada dua komentar yang

4
mengekor di bawah komentarku...
Rico Seratuspersen Cute: “Ciee... Dimas perhatian
banget nih sama Erik...!”
Joni Selalu Bahagia: “Dimas, ingat kamu tuh cowok, Erik
juga cowok! Hiii...!”
Sialan...! Reseh banget dua orang norak ber-nickname
superkatro itu?!! Memangnya salah ya kalau aku ikut menyemangati
Erik?!!
Kuketik balasanku dengan emosi:
“Wooiii! Aku kan cuma ngasih masukan ke Erik! Nggak
boleh???”
Nggak lama, langsung nongol balasan lagi...!
Rico Seratuspersen Cute: “Ngelunjak banget sih? Cuma
ngasih saran gitu aja balasannya pingin „masukin‟?! Hehehe...”
Dosa apa aku hari ini sampai harus menghadapi
komentator busuk macam ini?!! Hatiku rasanya seperti kemasukan
ulat bulu. Gatal dan panas! Naik pitam!!!
“Aku maklum sih kalo pikiranmu tujuannya ke
selangkangan. Otakmu kan memang di situ...!”
Kuketik balasanku, segera kukirim!
Tapi loading-nya kok lama gini...? Kutekan tombol refresh!
Dan...
Hahhh...?!! Kok tulisan statusnya Erik tadi udah nggak
ada? Dihapus???
Kulihat di daftar chat, Erik masih online!

Selanjutnya, silakan beli bukunya! ^.^

5