STANDAR PROFESIONAL AKUNTAN PUBLIK : PRINSIP UMUM DAN

TANGGUNG JAWAB, KESIMPULAN AUDIT DAN PELAPORAN

Resume
Seminar Akuntansi

Oleh:
Ati Rizkiani Mahbubah
140810301233
Seminar Akuntansi – C

Program Studi Strata Satu Akuntansi

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis

Universitas Jember

2017

2007). Kepercayaan yang besar dari pemakai laporan keuangan auditan dan jasa lainnya yang diberikan oleh akuntan publik mengharuskan akuntan publik memperhatikan kualitas audit yang dihasilkannya. standar pekerjaan lapangan. perilaku profesional serta standar teknis bagi seorang auditor dalam menjalankan profesinya (Elfarini. auditor harus berpedoman pada standar audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Sedangkan standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan mengatur auditor dalam hal pengumpulan data dan kegiatan lainnya yang dilaksanakan selama melakukan audit serta mewajibkan auditor untuk menyusun suatu laporan atas laporan keuangan yang diauditnya secara keseluruhan (Elfarini. . Guna menunjang profesionalismenya sebagai akuntan publik maka dalam melaksanakan tugas auditnya. objektivitas. 2002:12). 2007). Profesi akuntan publik bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan-perusahaan (Mulyadi. yakni standar umum. kerahasiaan. Dapat diketahui audit merupakan suatu proses untuk mengurangi ketidakselarasan informasi yang terdapat antara manajer dan pemegang saham. Kode etik ini mengatur tentang tanggung jawab profesi. integritas. Laporan audit merupakan alat yang digunakan oleh auditor untuk mengkomunikasikan hasil auditnya kepada masyarakat. dan standar pelaporan. kompetensi dan kehati-hatian profesional. Dimana standar umum merupakan cerminan kualitas pribadi yang harus dimiliki oleh seorang auditor yang mengharuskan auditor untuk memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup dalam melaksanakan prosedur audit. Namun selain standar audit. PENDAHULUAN Kali ini kita akan membahas tentang Standar Profesional Akuntan Publik. Profesi akuntan publik merupakan profesi kepercayaan masyarakat. Untuk itu diperlukan pihak ketiga (Akuntan Publik) yang dapat memberi keyakinan kepada investor dan kreditor bahwa laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen dapat dipercaya. akuntan publik juga harus mematuhi kode etik profesi yang mengatur perilaku akuntan publik dalam menjalankan praktik profesinya baik dengan sesama anggota maupun dengan masyarakat umum.

Audit memiliki fungsi sebagai proses untuk mengurangi ketidakselarasan informasi yang terdapat antara manajer dan para pemegang saham dengan menggunakan pihak luar untuk memberikan pengesahan terhadap laporan keuangan. Kualitas audit yang tinggi maka akan dihasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan. PEMBAHASAN Pada dasarnya setiap individu yang rnelakukan pekerjaan akan mendapatkan kepercayaan dari pihak lain agar dapat mendukung kelancaran pekerjaan yang ia lakukan. Kualitas audit merupakan suatu kemungkinan (joint probability) dimana seorang auditor akan menemukan dan melaporkan pelanggaran yang ada dalam sistem akuntansi kliennya (Kusharyanti. Para pengguna laporan keuangan terutama para pemegang saham akan mengambil keputusan berdasarkan pada laporan yang telah dibuat oleh auditor. Kemungkinan dimana auditor akan menemukan salah saji tergantung pada kualitas pemahaman auditor sementara tindakan melaporkan salah saji tergantung pada independensi auditor. Hal ini berarti auditor mempunyai peranan penting dalam pengesahan laporan keuangan suatu perusahaan. Tetapi dalam menjalankan fungsinya. Agar kepercayaan tersebut dapat terus terjaga. auditor sering mengalami konflik kepentingan dengan manajemen perusahaan. Ancaman ini yang selanjutnya mempengaruhi persepsi masyarakat tentang kualitas audit. 2003:25). salah satunya tergambar melalui laba yang lebih tinggi dengan maksud untuk menciptakan penghargaan. Manajemen ingin operasi perusahaan atau kinerjanya tampak berhasil. Dan ini mengancam kredibilitas auditor sebagai pihak yang ditugasi untuk menambah kredibilitas laporan keuangan. Oleh karena itu auditor harus menghasilkan audit yang berkualitas sehingga dapat mengurangi ketidakselarasan yang terjadi antara pihak manajemen dan pemilik. Yang pada akhirnya menyebabkan bermunculnya kasus perusahaan yang jatuh dan gagal bisnis sering dikaitkan dengan kegagalan auditor. maka setiap individu berkewajiban untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan dengan berbuat dan bertingkah laku sesuai dengan aturan yang ada dan memperhatikan kepentingan .

yang memberikan jasa profesional yang meliputi jasa assurance dan jasa selain assurance seperti yang tercantum dalam standar profesi dan kode etik profesi. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya (Pratama. karena dengan cara itulah maka masyarakat dapat mengakui profesionalisme seorang akuntan (Wurangian. Ethics can be defined broadly as a set of moral principles or values (Elder. maka dapat dikatakan sebagai kode etik. baik yang merupakan anggota Ikatan Akuntan Publik Indonesia (lAPI) maupun yang bukan merupakan anggota IAPl. 2005: 13). setiap individu harus memiliki etika dalam menjalankan profesinya. Prinsip integritas Menurut lAPI (2007-2008:6) dikatakan bahwa setiap praktisi harus tegas dan jujur dalam menjalin hubungan profesional dan hubungan bisnis dalam melaksanakan pekeIjaannya. Dengan kata lain. Hal ini berarti bahwa etika dapat didefinisikan secara luas sebagai seperangkat prinsip moral atau nilai-nilai. terdapat empat prinsip dasar yang akan dibahas dalam penelitian sekarang yaitu: a. 2010). Beasley. 2008:76). Setiap anggota harus dapat menjalankan tanggung jawab peketjaan dengan integritas yang tinggi agar kepercayaan masyarakat dapat terus terjaga.masyarakat yang berhubungan dengan pekerjaannya. bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa sehingga laporan yang disajikan itu dapat menjelaskan suatu kebenaran akan fakta. dan Arens. Kode etik yang mengatur profesi auditor independen di Indonesia dikenal dengan nama Kode Etik Profesi Akuntan Publik. antara lain." Di dalam Kode Etik Profesi Akuntan Publik. Seorang auditor independen tidak dapat mengambil ktmntungan pribadi di atas kepercayaan . Integritas mengharuskan seorang anggota untuk. IAPI (20072008:3) menyatakan bahwa: "Kode etik ini menetapkan primip dasar dan aturan etika profesi yang harus diterapkan oleh setiap individu dalam kantor akuntan publik (KAP) atau Jaringan KAP. Apabila terdapat aturan tertulis mengenai prinsip moral atau nilai-nilai tersebut.

pertimbangan yang cukup harus diberikan terhadap faktor-fitktor berikut: . Hal ini berarti bahwa seorang auditor independen dalam menjalankan objektivitas harus dapat melaporkan kesalahan ya:1g dilakukan oleh klien tanpa adanya pengaruh dari pihak luar. IAPI (2007-2008) menyatakan bahwa praktisi tidak boleh terkait dengan laporan. Menurut Wurangian (2005). atau pengaruh yang tidak layak (undue influence) dari pihak-pihak lain mempengaruhi pertimbangan profesional atau pertimbangan bisnisnya (lAPI. komunikasi. panduan khusus. atau dalam menghadapi pendapat yang bertentangan. b. Apabila auditor independen dihadapkan pada situasi tidak terdapat aturan. atau informasi lainnya yang diyakininya terdapat kesalahan yang material atau pemyataan yang menyesatkan. benturan kepentingan. Prinsip objektivitas Objektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota (Pratama. standar. dan penghilangan atau penyembunyian yang dapat menyesatkan atas informasi yang seharusnya diungkapkan. Dalam pelaksanannya. tetapi tidak dapat menerima kecurangan atau peniadaan prinsip. S'~tiap praktisi tidak boleh membiarkan subjektivitas. seorang akuntan ketika melaksanakan pengauditan harus mampu menempatkan dirinya sebaik dan sebebas mungkin sehingga mampu melihat kenyataan secara apa adanya dan mampu menilai secara jujur serta menyajikan sesuai dengan hasil penilaian terhadap kenyataannya tersebut. integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan yang jujur. Integritas diukur dalam bentuk apa yang benar dan adil. bahwa dalam menghadapi situasi dan praktk yang secara spesifik berhubungan dengan aturan etika sehubungan dengan objektivitas. IAI mengatur dalam Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia. ia harus berpikir apakah keputusan atau perbuatannya telah seusai dengan integritasnya sebagai auditor independen. 2007-2008:6). 2010). masyarakat. pemyataan atau informa8i yang diberikan secara tidak hati-hati.

Aspek-aspek pribadi ini mencakup sifat. 5) Auditor independen tidak boleh menerima atau menawarkan hadiah atau memberikan entertainment yang dipercaya dapat menimbulkan pengaruh yang tidak pantas terhadap pertinbangan profesional mereka atau terhadap orang-orang yang berhubungan dengan mereka. dan seksama (Elfarini. bias atau pengaruh lainnya untuk melanggar objektivitas harus dihindari. dkk. sikap. ketrampilan. dalam Alim. pengetahuan dan ketrampilan di mana kompetensi akan mengarahkan tingkah laku. 2) Kewajaran (reasonableness) harus digunakan dalam menentukan standar untuk mengidentifikasi hubungan yang mungkin atau kelihatan dapat merusak objektivitas seseorang. Prinsip kompetensi Kompetensi auditor adalah auditor yang dengan pengetahuan dan pengalamannya yang cukup dan ~ksplisit dapat melakukan audit secara objektif. 3) Hubungan-hubungan yang memungkinkan prasangka. dalam Alim. 2007) definisi tentang kompetensi yang sering dipakai adalah karakteristik-karakterisitik yang mendasari individu untuk mencapai kineIja superior. Menurut Kamus Kompetensi LOMA (1998. 2007) kompetensi didefinisikan sebagai aspek-aspek pribadi dari seorang pekerja yang memungkinkan dia untuk mencapai kinerja superior. Kompetensi juga merupakan pengetahuan. sedangkan tingkah laku akan menghasilkan kinerja. sistem nilai. c. 2007). cermat. Susanto (2000. 4) Auditor independen memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa orangorang yang terlibat dalam pemberian jasa profesional mematuhi prinsip objektivitas. Auditor independen harus menghindari situasi-situasi yang dapat membuat posisi profesional mereka temoda. serta . Hap sari. dan kemampuan yang berhubungan dengan pekerjaan. 1) Bila auditor independen dihadapkan pada situasi yang memungkinkan mereka menerima tekanan-tekanan yang diberikan kepadanya. motif-motif. maka tekanan ini dapat menggangu objektivitasnya. dan Purwanti.

Harhinto (2004. Christiawan (2002) mengatakan bahwa kompetensi berkaitan dengan pendidikan dan pengalaman memadai yang dimiliki akuntan publik dalam bidang aUditing dan akuntansi. pengetahuan area fungsional. Weber dan Croker (1933. Setiap praktlsi wajib memelihara pengetahuan dan keahlian profesionalnya pad a suatl tingkatan yang dipersyaratkan secara berkesinambungan. 2007) menunjukkan bahwa semakin banyak pengalama:l seseorang. auditor bisa mendapatkannya dari pelatihan profesional yang diselenggarakan secara berkelanjutan. 2007-2008:6). Widhi (2006. 2007) menyatakan bahwa pengetahuan memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas audit. di mana kompetensi tidak hanya diJengaruhi oleh pengetahuan tetapi juga pengalaman.kemampuan yang dibutuhkan untuk pekeIjaanpekeIjaan non rutin. Auditor yang bepengalaman akan memiliki lebih banyak pengetahuan dan struktur memori lebih baik dibandingkan auditor yang belum berpengalaman. dalam Elfarini. dalam . Pengetahuan mengenai industri khusus dan hal··hal umum kebanyakan diperoleh dari pelatihan dan pengalaman. Auditor dapat memperoleh pengetahuan dan struktur pengetahuannya melalui pengalaman. 2007). secara umum ada lima pengetahuan yang harus dimiliki oleh seorang auditor yaitu pengetahuan pengauditan umum. Untuk area fungsional seperti perpajakan dan pengauditan dengan komputer sebagian didapatkan dari pendidikan formal perguruan tinggi. Demikian juga dengan isu akuntansi. pengetahuan mengenai isu-isu akuntansi yang paling baru. Adapun menurut Kusharyanti (2003. dalam Elfarini. dalam Elfarini. Auditor independen dituntutllltuk memiliki kompetensi yang tinggi. Begitupula Harhinto (2004. sebagian besar dari pelatihan dan pengalaman. sehingga klien Itau pemberi keIja dapat menerima jasa profesional yang diberikan secara kompeten berdasarkan perkembangan terkini dalam praktik. maka hasil pekeIjaannya semakin akurat dan lebih banyak mempunyai memori tentang struktur kategori yang rumit. perundang-undangan. dan metode pelaksanaan pekerjaan (IAPI. dalam Elfarini. 2007) menemukan bahwa pengetahuan akan mempengaruhi keahlian audit yang pada gilirannya akan menentukan kualitas audit. pengetahuan mengenai bisnis umum serta penyelesaian masalah. pengetahuan mengenai industri khu:lUS.

Seorang auditor yang lebh berpengalaman dapat mendefinisikan kekeliruan-kekeliruan dengan lebih baik daripada auditor yang kurang berpengalaman. 2006:4-5). dalam Wahyudi dan Mardiyah. Elfarini. dalam Elfarini. Pengabdian pada profesi (dedication) . Sebagai profesional. dalam Fridati. Tubbs (1992. Menurut Hall (1968. atau pengalaman yang telah diperoleh. Hal tersebut berhubungan dengan prinsip perilaku profesional yang harus dimiliki auditor independen. Mereka juga lebih mampu memberi penjelasan yang masuk akal atas kesalahan-kesalahan dalam laporan keuangan dan dapat mengelompokkan kesalahan berdasarkan pad a tujuan audit dan struktur dari sistem akuntansi yang mendasari (Mayangsari. sekalipun ini merupakan pengorbanan pribadi dan mengakui tanggung jawabnya terhadap masyarakat.:ofesionalisme merupakan suatu atribut individual yang penting tanpa melihat suatu pekeIjaan merupakan suatu profesi atau tidak (Kalbers dan Fogarty. klien. 1995:72. dan mencari penyebab kesalahan. akuntan publik harus berperilaku yang terhormat. 2003:4. 2007) menemukan bahwa pengalaman auditor berhubungan positif dengan kualitas audit.alam Elfarini. 2005). kualifikasi yang dimiliki. 2007) menyatakan bahwa auditor yang berpengalaman memiliki keunggulan dalam hal mendeteksi kesalahan. atau 2) Membuat pemyataan yang merendahkan atau melakukan perbandingan yang tidak didukung bukti terhadap hasil pekerjaan praktisi lain. Prinsip perilaku profesional Setiap praktisi wajib mematuhi hukurn dan peraturan yang berlaku dan harus menghindari semua tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi (IAPI. memahami kesalahan secara akurat. c. 20072008:7). setiap praktisi harus bersikap jujur dan tidak boleh bersikap atau melakubn tindakan sebagai berikut : I) Membuat pemyataan yang berlebihan mengenai jasa profesional yang dapat diberikan. terdapat lima dimensi profesionalisme yaitu: 1. dan rekan seprofesi. P. d. 2007:33). IAPI (2007-2008) mengatakan bahwa dalam memasarkan dan mempromosikan diri dan pekerjaannya.

Pekerjaan didefinisikan sebagai tujuan hidup dan bukan sekadar alat untuk mencapai tujuan. 4. dan bukan pihak luar yang tidak mempunyai kompetensi dalam bidang ilmu dan pekerjaan mereka. Selanjutnya yaitu dalam kesimpulan audit dan pelaporannya dinyatakan bahwa kualitas audit merupakan unsur penting yang harns dijaga dan ditingkatkan oleh auditor independen yang menjalankan tugasnya. Pengabdian pada profesi tercermn dalam dedikasi profesional melalui penggunaan pengetahuan dan kecakapan yang dimiliki. termasuk organisasi formal. Kewajiban sosial (social obligation) Kewajiban sosial adalah pandangan tentang pentingnya peran profesi serta manfaat yang diperoleh baik oleh masyarakat ataupun oleh profesional karena adanya pekerjaan tersebut. Melalui ikatan profesi ini para profesional membangun kesadaran profesinya. Keyakinan terhadap peraturan profesi (beliefin self-regulation) Merupakan suatu keyakinan bahwa yang berwenang untuk menilai pekerjaan profesional adalah rekan sesama profesi. 3. Kemandirian (autonomy demands) Kemandirian adalah suatu pandangan bahwa seorang profesional harns mampu membuat keputusan sendiri tanpa tekanan dari pihak yang lain. yang . 2. maka semakin tinggi pula kepercayaan dari para pemakai informasi untuk menggunakan laporan keuangan. Semakin tinggi kualitas audit dapat dihasilkan oleh seorang auditor independen. dan sebagai kompensasi utama yang diharapkan adalah kepuasan rohaniah dan kemudian kepuasan material. Hubungan dengan sesama profesi (professional community affiliation) Hubungan ini berarti menggunakan ikatan profesi sebagai acuan. 5. Kualitas audit ini penting karena dengan kualitas audit yang tinggi. Sikap ini adalah ekspresi dari penyerahan diri secara total terhadap pekerjaan. maka akan dihasilkan laporan keuangar. Penyerahan diri secara total mernpakan komitmen pribadi. dan kelompok-kelompok kolega informal sebagai sumber ide utama pekerjaan.

dan jujur dalam pelaksanaan prinsip integritas ini. Seorang auditor independen ketika melaksanakan pengauditan harus mampu menempatkan dirinya sebaik dan sebebas mungkin sehingga mampu melihat kenyataan secara apa adanya dan mampu menilai secara jujur serta menyajikan sesuai dengan hasil penilaian terhadap kenyataannya tersebut. prinsip objektivitas yang dipatuhi oleh auditor independen berdampak pada kualitas audit auditor itu sendiri. hanya KAP yang memiliki kualitas audit yang baik yang dapat menjamin bahwa laporan (informasi) yang dihasilkannya reliable.dapat dipercaya sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. auditor independen harus dapat bersikap benar dan tegas untuk dapat melaporkan adanya penyelewengan tersebut. Dengan demikian maka diajukan hipotesis sebagai berikut: 1. dan perilaku profesional. Apabila prinsip integritas ini dapat dijalankan oleh auditor independen. maka penyelewengan yang terjadi dapat dilaporkan sehingga kualitas audit dapat tercapai. Hal ini berarti bahwa seorang auditor independen dalam menjalankan objektivitas harus dapat melaporkan kesalahan yang dilakukan oleh klien tanpa adanya pengaruh dari pihak luar. objektivitas. audit yang berkualitas harus mengikuti peraturanperaturan dan standar-standar yang telah ditentukan. Dalam pelaksanaannya. maka akan diuji hipotesis sebagai berikut: HI: Prinsip integritas berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Kualitas audit yang baik juga dapat menunjukkan hasil kerja dari manajemen perusahaan. Salah satunya adalah Kode Etik Profesi Akuntan Publik yang memiliki prinsip dasar yaitu prinsip integritas. Dengan sikap demikian berarti segala penyelewengan yang terjadi. Dari penjelasan tersebut. Ia harus dapat berterus terang sehingga laporan yang nantinya dibaca. Auditor independen dalam bekerja diharuskan untuk bersikap benar. Dari sinilah auditor independen akan dapat dipercaya oleh masyarakat. Dengan kata lain. Dari penjelasan tersebut. apakah manajemen telah melakukan pekerjaan dengan tepat dan benar. adil. 2. kompetensi. Pengaruh prinsip objektivitas terhadap kualitas audit. Pengaruh prinsip integritas terhadap kualitas audit. Oleh sebab itu. maka . oleh pemakai informasi berisi fakta-fakta yang ada.

penemuan penyelewengan dan kesalahan dalam kualitas audit dipengaruhi oleh prinsip kompetensi ini. Dengan kata lain auditor independen tidak boleh merusak martabat profesi sesama auditor independen. Pengaruh prinsip kompetensi terhadap kualitas audit. maka akan diuji hipotesis sebagai berikut: H3 : Prinsip kompetensi berpengaruh positif. prinsip perilaku profesional ini mempengaruhi kualitas audit auditor independen. Kompetensi auditor adalah auditor yang dengan pengetahuan dan pengalamannya yang cukup dan eksplisit dapat melakukan audit secara objektif. 4. Sementara kualitas audit berhubungan dengan kemungkinan auditor untuk menemukan dan menentukan penyelewengan yang terjadi dalam sistem akuntansi klien. Dari penjelasan tersebut. Oleh karena itu. 3. Dapat dikatakan. Hal tersebut berarti auditor dapat menemukan penyelewengan yang terjadi apabila ia memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman di bidang auditing dan akuntansi. akan diuji hipotesis sebagai berikut: H2 : Prinsip objektivitas berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Dari penjelasan tersebut. Prinsip perilaku profesional mewajibkan auditor independen untuk dapat mematuhi segala peraturan yang berlaku dan dapat menjaga sikapnya sehingga tidak menjatuhkan reputasi dari profesinya. cermat. apabila ditemukannya kesalahan. Ia harus dapat bekerja sesuai dengan ketentuan dan standar yang ditetapkan. Dengan demikian. maka akan diuji hipotesis sebagai berikut: H4 : Prinsip perilaku profesional berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Pengaruh prinsip perilaku profesional terhadap kualitas audit. dan seksama. KESIMPULAN Dari pembahasan diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa audit merupakan suatu proses untuk mengurangi ketidakselarasan informasi yang terdapat antara manajer dan pemegang saham. Untuk itu diperlukan pihak ketiga (Akuntan Publik) yang dapat memberi keyakinan kepada investor dan kreditor bahwa laporan keuangan yang . terhadap kualitas audit. maka ia harus dapat melaporkan kesalahan itu sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Prinsip kompetensi d. seorang auditor juga harus mematuhi kode etik profesi yang mengatur tentang tanggung jawab profesi. perilaku profesional serta standar teknis bagi seorang auditor dalam menjalankan profesinya. Di dalam Kode Etik Profesi Akuntan Publik. sedangkan kemauan untuk melaporkan temuan salah saji tersebut tergantung pada independensinya dan sikap profesionalisme seorang auditor sangat penting dalam menghasilkan audit yang berkualitas. . Prinsip integritas b. Prinsip objektifitas c. Dalam melaksanakan tugas auditnya seorang auditor harus berpedoman pada standar audit yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) yakni standar umum. Dimana kemampuan untuk menemukan salah saji yang material dalam laporan keuangan perusahaan tergantung dari kompetensi auditor.disajikan oleh manajemen dapat dipercaya. Selain standar audit. Dari penjelasan di atas dapat terlihat bahwa auditor dituntut oleh pihak yang berkepentingan dengan perusahaan untuk memberikan pendapat tentang kewajaran pelaporan keuangan yang disajikan oleh manajemen perusahaan dan untuk menjalankan kewajibannya ada 3 komponen yang harus dimiliki oleh auditor yaitu kompetensi (keahlian). independensi dan profesionalisme. kompetensi dan kehati-hatian professional. standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan. Prinsip perilaku profesional kualitas audit merupakan segala kemungkinan dimana auditor pada saat mengaudit laporan keuangan klien dapat menemukan pelanggaran yang terjadi dalam sistem akuntansi klien dan melaporkannya dalam bentuk laporan keuangan auditan. kerahasiaan. dimana dalam melaksanakan tugasnya tersebut auditor berpedoman pada standar auditing dan kode etik akuntan publik yang relevan. terdapat empat prinsip dasar yang akan dibahas dalam penelitian sekarang yaitu: a.

. Akurat Jurnal Ilmiah Akuntansi VOL. Lauw. Elyzabet Indrawati Marpaung. Pengaruh Kompetensi.. Pengaruh Independensi Eksternal Auditor Terhadap Kualitas Pelaksanaan Audit. Jurnal Ekonomi Volume 21(3): 1- 13 Tjun Tjun. dan Verani Carolina. 2012..4(1): 33-56 Rapina. Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit. Jurnal Akuntansi Kontemporer. 2 (1) . Jurnal Akuntansi Vol. dan Jesica Handoko. Bhinga... 2013.. dan Nastia Putri Pertiwi. Pengaruh Kode Etik Profesi Akuntan Publik Terhadap Kualitas Audit Auditor Independen Di Surabaya. Restu. 2011. Lili Marlen Saragi. dan Santy Setiawan. DAFTAR PUSTAKA Primaraharjo. 2010. Vol 3(1): 27-51 Agusti. Independensi Dan Profesionalisme Terhadap Kualitas Audit.