BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Bakteri merupakan makhluk hidup yang terdapat dimana-mana… dalam udara yang
kita hirup, di tanah yang kita pijak dan tentu saja dalam tubuh kita. Bahkan sebenarnya, kita
sepenuhnya hidup ditengah-tengah dunia bakteri yang tidak tampak.Bakteri berasal dari
kata Bakterion (yunani = batang kecil). Di dalam klasifikasi, bakteri digolongkan dalam
Divisio Schizomycetes.
Clostridium tetani adalah bakteri berbentuk batang lurus,langsing,berukuran panjang
2-5 mikron dan lebar 0,4-0,5 mikron.
Bakteri clostridium tetani dapat menyebabkan penyakit tetanus. Tetanus adalah suatu
toksemia akut yang disebabkan oleh neurotoksin yang dihasilkan oleh Clostridium tetani
ditandai dengan spasme otot yang periodik dan berat.Tetanus ini biasanya akut dan
menimbulkan paralitik spastik yang disebabkan tetanospasmin.
Clostridium tetani bisa menguntungkan dan juga merugikan bagi manusia.Dari data
dan permasalahan diatas,maka penulis tertarik untuk mengangkat tentang bakteri clostridium
tetani ke dalam sebuah makalah yaitu dengan judul “clostridium tetani”
B. Rumusan masalah
1. karesteristik clostridium tetani
2. Bahaya bakteri clostridium tetani
3. Cara pencegahan bakteri clostridium tetani
C. Tujuan

 Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan memperoleh gambaran tentang bakteri
clostridium tetani.

 Mahasiswa diharapkan mampu mengenali ciri-ciri clostridium tetani.

 Mahasiswa diharapkan mampu mengetahui penyakit yang di timbulkan oleh clostridium
tetani.
.

BAB II

B.berukuran panjang 2-5 mikron dan lebar 0. Bakteri ini membentuk eksotoksin yang .tetani terisolasi dari suatu korban manusia. yang kemudiannya menunjukkan bahwa organisme bisa menghasilkan penyakit ketika disuntik ke dalam tubuh binatang- binatang. dan bahwa toksin bisa dinetralkan oleh zat darah penyerang kuman yang spesifik.Descombey pada tahun 1924. Pada tahun 1889. Karakteristik Umum Clostridium tetani adalah bakteri berbentuk batang lurus. CLOSTRIDIUM TETANI Tetanus yang sungguh sudah dikenal oleh orang-orang yang dimasa lalu. bakteri lahan anaerob. yang mempertunjukkan sifat mengantar tetanus untuk pertama kali. Mereka mengembangbiakan tetanus di dalam tubuh kelinci- kelinci dengan menyuntik syaraf mereka di pangkal paha dengan nanah dari suatu kasus tetanus manusia yang fatal di tahun yang sama tersebut.4-0.5 mikron. Vaksin lirtoksin tetanus dikembangkan oleh P. PEMBAHASAN A. dan bisa digunakan untuk perlindungan dari penyakit dan perawatan. Pada tahun 1897. Arthur Nicolaier mengisolasi toksin tetanus yang seperti strychnine dari tetanus yang hidup bebas. oleh Kitasato Shibasaburo.langsing. C. yang dikenal karena hubungan antara luka-luka dan kekejangan-kekejangan otot fatal. dan secara luas digunakan untuk mencegah tetanus yang disebabkan oleh luka-luka pertempuran selama Perang Dunia II. Pada tahun 1884. Etiologi dari penyakit itu lebih lanjut diterangkan pada tahun 1884 oleh Antonio Carle dan Giorgio Rattone. Edmond Nocard menunjukkan bahwa penolak toksin tetanus membangkitkan kekebalan pasif di dalam tubuh manusia.

Sporanya juga dapat bertahan pada autoclave pada suhu 249. Clostridium tetani tidak menghasilkan lipase maupun lesitinase. Pada tahun 1926. yang disebut tetanospasmin. Kebanyakan kasus hasil dari tusukan luka. C. Costridium tetani menghasilkan 2 eksotosin yaitu tetanospamin dan tetanolisin. Sel bakteri aktif merilis dua exotoxins. Pada tahun 1884. kemudian selama berabad–abad penyakit ini jarang disebutkan. Pada abad ii areanus the cappadocian melaporkan gambaran klinis tetanus. Penyakit ini telah dikenal sejak zaman hipocrates. Kitasato (1889) pertama kali mengisolasi clostridium tetani. BENTUK DAN REPRODUKSI . tetanolysin dan tetanospasmin. Juga resisten terhadap phenol dan agen kimia yang lainnya. Fungsi tetanolysin tidak jelas. mulai dikembangkan toksoid yang dapat merangsang pembentukan imunitas. dan indol positif. Tetanus bisa terjadi pada orang yang tidak diimunisasi atau pada orang yang telah gaga untuk mempertahankan kekebalan tubuh. Setahun kemudian bersama dengan von behring melaporkan adanya anti–toksin spesifik pada serum binatang yang telah disuntikkan dengan toksin tetanus. Gejala tetanus akan semakin berat jika tanpa ada penatalaksanaan bagi penderita. tidak memecah protein dan tidak memfermentasi sakarosa dan glukosa juga tidak menghasilkan gas H2S. Spora dari Clostridium tetani resisten terhadap panas dan juga biasanya terhadap antiseptis. Perkiraan dosis mematikan minimal dari kadar toksin (tenospamin) adalah 2. Tetanospaminlah yang dapat menyebabkan penyakit tetanus.5 nanogram per kilogram berat badan atau 175 nanogram untuk 70 kilogram (154lb) manusia. mengeluarkan eksotoksin. carle dan rattone menggambarkan transmisi tetanus pada kelinci percobaan. atau abrasi (terkikis). Clostridium tetani termasuk bakteri gram positif anaerobic berspora. Clostridium tetani Clostridium tetani adalah jenis bakteri yang bertanggung jawab untuk penyakit tetanus. laserasi (terpotong). Menghasilkan gelatinase.8°F (121°C) selama 10–15 menit. tetapi tetanospasmin bertanggung jawab untuk penyakit tetanus. Kuman ini terdapat di tanah terutama tanah yang tercemar tinja manusia dan binatang. Bakteri penyebab tetanus ini ditemukan dalam dua bentuk: sebagai spora (aktif) atau sebagai sel vegetatif (aktif) yang dapat berkembang biak. Penyakit ini biasanya berupa cedera akut yang menghasilkan lesi di kulit.

Tetapi kuman ini memproduksi 2 macam eksotoksin yaitu tetanospasmin dan tetanolisin. oleh kitasato shibasaburo. domba. c.tetani terisolasi dari suatu korban manusia. dan . kucing. tikus. Kuman tetanus ini membentuk spora yang berbentuk lonjong dengan ujung yang butat. Juga dapat merupakan flora usus normal dari kuda. berbentuk batang yang langsing dengan ukuran panjang 2–5 um dan lebar 0. Mereka mengembangbiakan tetanus di dalam tubuh kelinci-kelinci dengan menyuntik syaraf mereka di pangkal paha dengan nanah dari suatu kasus tetanus manusia yang fatal di tahun yang sama tersebut. larut dalam air labil pada panas dan cahaya. anjing. Clostridium tetani dapat dibedakan dari tipe lain berdasarkan flagella antigen. yang kemudiannya menunjukkan bahwa organisme bisa menghasilkan penyakit ketika disuntik ke dalam tubuh binatang-binatang. sapi. Tetanolisin menyebabkan lisis dari sel–sel darah merah. yang mempertunjukkan sifat mengantar tetanus untuk pertama kali. termasuk gram positif dan bersifat anaerob. Bentuk vegetatif tidak tahan terhadap panas dan beberapa antiseptic kuman tetanus tumbuh subur pads suhu 17°c dalam media kaldu daging dan media agar darah. Spora akan berubah menjadi bentuk vegetatif dalm aerob dan kemudian berkembang biak. Kuman tetanus tidak invasif. bakteri lahan anaerob. khas seperti batang korek api (drum stick) sifat spora ini tahan dalam air mendidih selama 4 jam.5 um. Demikian pula dalam media bebas gula karena kuman tetanus tidak dapat mengfermentasikan glukosa. Tetapi stabil dalam bentuk murni dan kering. rusak dengan enzim proteolitik. D. Tetanospasmin disebut juga neurotoksin karena toksin ini melalui beberapa jalan dapat mencapai susunan saraf pusat dan menimbulkan gejala berupa kekakuan (rigiditas). ayam dan manusia. Tetanospasmis merupakan protein dengan berat molekul 150.000 dalton. Pada tahun 1889. babi. spasme otot dan kejang–kejang. Sejarah penemuh clostridium tetani Clostridium tetani 3d model arthur nicolaier mengisolasi toksin tetanus yang seperti strychnine dari tetanus yang hidup bebas. Bila tidak kena cahaya. Kuman tetanus yang dikenal sebagai clostridium tetani.3–0. maka Spora dapat hidup di tanah berbulan–bulan bahkan sampai tahunan. obat antiseptik tetapi mati dalam autoclaf bila dipanaskan selama 15–20 menit pada suhu 121°c. Etiologi dari penyakit itu lebih lanjut diterangkan pada tahun 1884 oleh antonio carle dan giorgio rattone.

Toksin ini akan mencapai system syaraf pusat melalui syaraf motorik menuju ke bagian anterior spinal cord. Klasifikasi clostridium tetani Adapun klasifikasi pada bakteri ini adalah: kingdom : bacteria division : firmicutes class : clostridia order : clostridiales family : clostridiaceae genus : clostridium species : clostridium tetani F. dan bisa digunakan untuk perlindungan dari penyakit dan perawatan. Clostridium tetani berkembang biak memproduksi tetanospasmin suatu neurotoksin yang kuat. Infeksi ini muncul (masa inkubasi) 3 sampai 14 hari. Bakteri ini ditemukan di tanah dan feses manusia dan binatang. Cara Penularan Bakteri clostridium tetani Tetanus terutama ditemukan di daerah tropis dan merupakan penyakit infeksi yang penting baik dalam prevalensinya maupun angka kematiannya yang masih tinggi . dan secara luas digunakan untuk mencegah tetanus yang disebabkan oleh luka-luka pertempuran selama perang dunia ii E. Vaksin lirtoksin tetanus dikembangkan oleh p.descombey pada tahun 1924. Di dalam luka yang dalam dan sempit sehingga terjadi suasana anaerob. Jenis-jenis luka yang sering menjadi tempat masuknya kuman Clostridium tetani sehingga harus mendapatkan perawatan khusus adalah: a) Luka-luka tembus pada kulit atau yang menimbulkan kerusakan luas b) Luka baker tingkat 2 dan 3 c) Fistula kulit atau pada sinus-sinusnya d) Luka-luka di bawah kuku . edmond nocard menunjukkan bahwa penolak toksin tetanus membangkitkan kekebalan pasif di dalam tubuh manusia. Pada tahun 1897. Tetanus merupakan infeksi berbahaya yang biasa mendatangkan kematian. bahwa toksin bisa dinetralkan oleh zat darah penyerang kuman yang spesifik.

makin pendek masa inkubasi makin buruk prognosis. Kontraksi otot meluas. sehingga akan mengalami kesukaran dalam mengunyah mulut. e) Ulkus kulit yang iskemik f) Luka bekas suntikan narkoba g) Bekas irisan umbilicus pada bayi h) Endometritis sesudah abortus septic i) Abses gigi j) Mastoiditis kronis k) Ruptur apendiks I) Abses dan luka yang mengandung bakteri dari tinja  Gejala Masa inkubasi tetanus umumnya antara 3-12 hari. Secara bertahap kejang tersebut akan melibatkan semua otot seran lintang sehingga akan terjadi kejang tonik. gejala ini dapat terjadi selama beberapa minggu dan menghilang tampa gejala sisa. Secara klinis tetanus dibedakan menjadi 1. Adanya ransang dari luar dapat memacu timbulnya kekejangan. pada otot-otot perut menyebabkan perut . Penyakit ini khas dengan adanya tonik pada ototv seran lintang. masa inkubasi makin panjang. namun dapat singkat 1-2 hari dan kadang lebih satu bulan. Merupakan bentuk tetanus yang paling banyak di jumpai. biasanya disertai kegelisahan dan iritabilitas. dapat timbul mendadak trimus merupakan gejala awal yang paling sering di jumpai spasmus otot masetr dapatterjadi bersamaan dengan kekakuan otot leher dan kesukaran menelan.TETANUSLOKAL Di tandai rasa nyari dan spasmus otot di bagian proksimal luka. kasus fatal kira-kira 1% 2. makin jauh tempat invasi. Terdapat hubungan antara jarak tempat masuk kuman Clostridium tetani dengan susunan saraf pusat. Kematian biasanya terjadi akibat kegagalan fungsi pernafasan.TETANUSUMUM. Bentuk ini dapat berkembang menjadi bentuk umun . kemudian otot-otot pengunyahan. yang umumnya 50%. Kesadaran penderita tetap baik dan penyakit terus berlanjut. dengan interval antara terjadinya luka dengan permulaan penyakit. biasanya dimulai dari daerah sekitar perlukaan. Trismus yang me-netap menyebabkan ekspresi wajah yang karakteristik berupa risus sardonicus.

Antitoksin Antitoksin dapat digunakan Human Tetanus Immunoglobulin ( TIG) dengan dosis 3000-6000 U.Tetanus tipe ini mempunyai prognosis buruk  Diagnosis Diagnosis tetanus ditegakan berdasarkan gejala-gejala klinik yang khas. trismus. wajah atau otitis media.Kejang tetanic. banyak kasus berkembang menjadi tipe umum. masa inkubasi 1-2 hari.2juta unit / hari selama 10 hari. Antibiotika : Diberikan parenteral Peniciline 1. Lab : SGOT. dapat digunakan dengan dosis 200. TETANUS SEFALIK Jenis ini jarang dijumpai. Bila tersedia Peniciline intravena. risus sardonicus ( sardonic smile ). obat dapat diganti dengan preparat lain seperti tetrasiklin dosis 30-40 mg/kgBB/ 24 jam.000 unit /kgBB/ 24 jam. berupa : 1. biasanya setelah luka di kepala. Kultur: C. papan dan kontraksi otot punggung yang menetap menyebabkan opistotonus. Selama periode ini penderita berada dalarn kesadaran penuh 3.000 Unit / KgBB/ 12 jam secafa IM diberikan selama 7-10 hari. yang kerap kali sangat kecil dan sulit dikenal kembali oleh penderita sekalipun. Diagnosis tetanus dapat diketahui dari pemeriksaan fisik pasien sewaktu istirahat. 3. Bila sensitif terhadap peniciline. tetani (+). dapat timbul kejang tetani bermacam grup otot. dysphagia. 2. 4. IM. tetapi dosis tidak melebihi 2 gram dan diberikan dalam dosis terbagi ( 4 dosis ). menimbulkan aduksi lengan dan ekstensi ekstremitas bawah.tetani.  Obat 1. Antibiotika ini hanya bertujuan membunuh bentuk vegetatif dari C. 2.Gejala klinik . dibagi 6 dosis selama 10 hari. CPK meninggi serta dijumpai myoglobinuria. Adanya luka yang mendahuluinya. bukan untuk toksin yang dihasilkannya. Secara bakteriologi biasanya tidak diharuskan oleh karena sukar sekali mengisolasi Clostridium tetani dari luka penderita . Luka adakalanya sudah dilupakan. satu kali pemberian saja. secara IM tidak boleh diberikan secara intravena . Bila dijumpai adanya komplikasi pemberian antibiotika broad spektrum dapat dilakukan. Sedangkan tetanus pada anak dapat diberikan Peniciline dosis 50.

Dengan penggunaan obat – obatan sedasi/muscle relaxans. imunisasi aktif dengan toksoid 2. yang berawal dari hewan. karena TIG mengandung "anti complementary aggregates of globulin ". Antikonvulsan Penyebab utama kematian pada tetanus neonatorum adalah kejang klonik yang hebat.000 U) diberikan secara IM pada daerah pada sebelah luar.Tetanus Toksoid Pemberian Tetanus Toksoid (TT) yang pertama. yang dapat dilakukan dengan cara : 1. dengan cara pemberiannya adalah : 20.Fenobarbi tal 50 – 100 mg/ 4 jam (IM)  Pencegahan Pencegahan merupakan tindakan paling penting.M. pemberian harus sudah diselesaikan dalam waktu 30-45 menit.Klorpromasin 25 – 75 mg/ 4 jam (IM) . Pencegahan denganpemberian . diharapkan kejang dapat diatasi. dianjurkan untuk menggunakan tetanus antitoksin. Contohnya : . Pemberian dilakukan secara I.000 U.Meprobamat 300 – 400 mg/ 4 jam (IM) . muscular dan laryngeal spasm beserta komplikaisnya.0 mg/kg Berat badan / 4 jam (IM) . perawatan luka menurut cara yang tepat 3. Pemberian TT harus dilanjutkan sampai imunisasi dasar terhadap tetanus selesai 4. yang mana ini dapat mencetuskan reaksi allergi yang serius. 3.5 – 1.dilakukan bersamaan dengan pemberian antitoksin tetapi pada sisi yang berbeda dengan alat suntik yang berbeda. penggunaan antitoksi profilaksis Namun sampai pada saat ini pemberian imunisasi dengan tetanus toksoid merupakan satu-satunya cara dalam pencegahan terjadinya tetanus. dengan dosis 40. Setengah dosis yang tersisa (20. Bila TIG tidak ada.Diazepam 0.000 U dari antitoksin dimasukkan kedalam 200 cc cairan NaC1 fisiologis dan diberikan secara intravena.

G. 2. Masuk ke dalam otot toksin masuk ke dalam otot yang terletak dibawah atau sekitar luka. Penyebaran toksin Clostridium tetani toksin yang dikeluarkan oleh clostridium tetani menyebar dengan berbagai cara. Toksin tidak masuk ke dalam susunan saraf pusat melalui peredaran darah karena sulit untuk menembus sawar otak. namun dapat pula melalui sistem kapiler di sekitar luka. kemudian ke otot-otot sekitarnya dan seterusnya secara ascenden melalui sinap ke dalam susunan saraf pusat. dengan cara pemberian imunisasi aktif( DPT atau DT ). imunisasi telah dapat dimulai sejak anak berusia 2 bulan. Penyebaran melalui pembuluh darah merupakan cara yang penting sekalipun tidak menentukan beratnya penyakit. selanjutnya melalui sistem limfatik masuk ke peredaran darah sistemik. sebagai berikut : 1. Sesuatu . Toksin masuk ke dalam pembuluh darah terutama melalui sistem limfatik. Penyebaran melalui sistem limfatik toksin yang berada dalam jaringan akan secara cepat masuk ke dalam nodus limfatikus. 3. Pada manusia sebagian besar toksin diabsorbsi ke dalam pembuluh darah. Penyebaran ke dalam pembuluh darah. sehingga memungkinkan untuk dinetralisasi atau ditahan dengan pemberian antitoksin dengan dosis optimal yang diberikan secara intravena.

secara retrograd toksin mencapai ssp melalui sistem saraf motorik. Kemudian bergabung dengan reseptor presinaptik dan saraf inhibitor. mupun pada susunan saraf pusat. Tetanospasmin mempunyai efek neurotoksik. Gaba adalah neuroinhibitor yang paling utama pada susunan saraf pusat. Sampai saat ini peran tetanolisin pada tetanus manusia belum diketahui pasti. 3. hal yang sangat penting adalah toksin bisa menyebar ke otot-otot lain bahkan ke organ lain melalui peredaran darah. dan toksin b yang kuat berikatan dengan sel saraf. Mekanisme kerja toksin tetanus: 1. Kerja toksin tetanus pada neurotransmitter tempat kerja utama toksin adalah pada sinaps inhibisi dari susunan saraf pusat. 4. 2. gamma amino butyric acid (gaba). sehingga secara tidak langsung meningkatkan transport toksin ke dalam susunan saraf pusat. Tetanolisin mempunyai efek hemolisin dan protease. dopamin dan noradrenalin. namun hubungan antara pengikat dan toksisitas belum diketahui secara jelas. yaitu dengan jalan mencegah pelepasan neurotransmitter inhibisi seperti glisin. sensorik dan autonom. Jenis toksin clostridium tetani menghasilkan tetanolisin dan tetanospsmin. baik pada neuromuskular junction. Toksin tetanus dan reseptornya pada jaringan saraf toksin tetanus berkaitan dengan gangliosid ujung membran presinaptik. namun secara spesifik menghambat pelepasan kedua neurotransmitter tersebut di daerah sinaps dangan cara . Toksin masuk ke susunan saraf pusat (ssp) toksin masuk kedalam ssp dengan penyebaran melalui serabut saraf. Lazarovisi dkk (1984) berhasil mengidentifikasikan 2 bentuk toksin tetanus yaitu toksin a yang kurang mempunyai kemampuan untuk berikatan dengan sel saraf namun tetap mempunyai efek antigenitas dan biotoksisitas. Toksin tetanus tidak mencegah sintesis atau penyimpanan glisin maupun gaba. Ikatan ini penting untuk transport toksin melalui serabut saraf. Toksin yang mencapai kornu anterior medula spinalis atau nukleus motorik batang otak 5. F . penelitian mengenai patogenesis penyakit tetanus terutama dihubungkan dengan toksin tersebut. pada dosis tinggi berefek kardiotoksik dan neurotoksik. yang berfungsi mencegah pelepasan impuls saraf yang eksesif.

Fungsi luhur kesadaran penderita pada umumnya baik. Kadang kala ditemukan neurotic pain yang berat pada tetanus lokal sekalipun pada saat tidak ada kejang. Kadang-kadang efek neuroparalitik terlihat pada tetanus sefal yaitu paralisis nervus fasialis. Pada mereka yang tidak sadar biasanya brhubungan dengan seberapa besar efek toksin terhadap otak. hal ini mungkin karena tidak semua saraf inhibisi dipengaruhi toksin. Rasa sakit ini diduga karena pengaruh toksin terhadap sel saraf ganglion posterior.mempengaruhi sensitifitas terhadap kalsium dan proses eksositosis. namun efek ini tertutup oleh efek inhibisi di susunan saraf pusat. namun hal ini sulit karena toksin secara cepat menyebar ke ssp. raba dan cahaya dapat menjadi pencetus kejang karena motorneuron di daerah medula spinalis berhubungan dengan jaringan saraf lain seperti retikulospinalis. Keadaan ini menimbulkan aliran impuls dengan frekuensi tinggi dari ssp ke perifer. Semakin banyak saraf inhibisi yang terkena makin berat kejang yang terjadi. seberapa jauh efek hipoksia. Stimulus seperti suara. Perubahan akibat toksin tetanus: 1. ada beberapa yang resisten terhadap toksin. Susunan saraf pusat efek terhadap inhibisi presinap menimbulkan keadaan terjadinya letupan listrik yang terus- menerus yang disebut sebagai generator of pathological enhance excitation. . Fasialis lebih sensitif terhadap efek paralitik dari toksin atau karena axonopathi. 2. sel-sel pada kornu posterior dan interneuron. Neuroparalitik bisa terjadi bila efek toksin terhadap ssp tidak terjadi. gangguan metabolisme dan sedatif atau antikonvulsan yang diberikan. Kadang kala ditemukan saat bebas kejang (interval). hal ini mungkin n. sehingga terjadi kekakuan otot dan kejang. emosi. B. Rasa sakit rasa sakit timbul dari adanya kekakuan otot dan kejang. F. Aktifitas neuromuskular perifer toksin tetanus menyebabkan penurunan pelepasan asetilkolin sehingga mempunyai efek neuroparalitik. A.

Di dalam klasifikasi. kita sepenuhnya hidup ditengah-tengah dunia bakteri yang tidak tampak. dalam udara yang kita hirup. BAB III PENUTUP A. Bahkan sebenarnya. bakteri digolongkan dalam Divisio Schizomycetes. di tanah yang kita pijak dan tentu saja dalam tubuh kita. Bakteri berasal dari kata Bakterion (yunani = batang kecil). . KESIMPULAN Bakteri merupakan makhluk hidup yang terdapat dimana-mana.

Yogyakarta Anonim.co.wikipedia.pdf.doc. diakses tanggal 28 april 2008 Anonim. 2008. http://www.org/tiki-index.pdf/15_TetanusLokalPad aAnak. langsing.php?page=Tetanus4 .html .pediatrik. diakses tanggal 28 april 2008 . http://library. 2008. 127-131. diakses tanggal 28 april 2008 Anonim.org/wiki/Tetanus/clostridium_tetani. 2008.com/perawat_pediatrik/061031-joiq163. Mikrobiologi Kedokteran.ac.id/download/fk/penysaraf-kiking2.http://www. http://en.1997. KIKING RITARWAN Bagian Neurologi Fakultas Kedokteran USU/RSU H. berukuran panjang 2-5 mikron dan lebar 0. diakses tanggal 28 april 2008 Anonim. Adam Malik Anonim. B.wikipedia. http://en. http://fkuii.5 mikron.kalbe. SARAN Kami mengaharap dan menghimbau kepada para pembaca apabila ada kesalahan atau kekeliruan baik kata-kata atau penyusunan agar memberikan saran dan kritik yang bisa mengubah penulis kearah yang lebih baik dalam penulisan makalah selanjutnya. Clostridium tetani adalah bakteri berbentuk batang lurus. diakses tanggal 28 april 2008 Anonim. 2008. 2008. diakses tanggal 28 april 2008 Anonim.20008.usu.org/wiki/Tetanus. Daftar Pustaka TETANUS Dr. Bakteri Clostridium tetani dapat menyebabkan penyakit tetanus.id/files/cdk/files/15_TetanusLokalPadaAnak. Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UGM..4-0.