BAB 16 PRESENTASI BISNIS

Tujuan Presentasi Bisnis

4 tujuan pokok presentasi bisnis adalah:

 Menginformasikan pesan-pesan bisnis kepada audiens
Tujuan presentasi bisnis secara umum adalah menginformasikan pesan bisnis
pada audiens caranya adalah pesan bisnis yg disampaikan harus menarik, sederhana,
mudah dipahami san enak didengar.
 Menghibur audiens
Dalam menyampaikan pesan pesan bisnis pembicara dapat menyelipkan sedikit
humor agar para audiens tidak bosan.
 Menyentuh emosi audiens
Seorang pembicara dapat menyentuh emosi audiensnya melalui gaya bicara atau
intonasinya.
 Memotivasi audiens untuk bertindak
Dalam presentasi bisnisnya, seorang pembicara juga memiliki tujuan agar audiens
mau bertindak dan melakukan suatu hal seperti yang diinginkan oleh pembicara, dan
dalam penyampaian motivasi ini harus disampaikan secara langsung tidak memerlukan
basa-basi.

Persiapan Presentasi Bisnis

Persiapan yang diperlukan dalam presentasi bisnis adalah:

 Penguasaan terhadap topik atau materi yang akan dipresentasikan
Seorang pembicara yang menguasai materi akan lebih mudah dalam memyapai
sasaran yang diinginkan.
 Penguasaan berbagai alat bantu presentasi dengan baik
Pembicara dapat menggunakan alat bantu presentasi agar lebih mudah mencapai tujuan
dari pesan bisnis yang disampaikan
 Menganalisis audiens
Pembicara harus mengetahui siapa yang menjadi audiensnya sehingga pembicara dapat
melakukan tindakan antisipatif
 Menganalisis berbagai lingkungan lokasi atau tempat untuk presentasi
Dengan mengetahui lokasi atau tempat dalam melakukan presentasi, seorang pembicara
akan lebih mudah dalam mengatur letak dari alat bantu yang akan digunakan.

seorang pembicara dapat menyusun strategi yang tepat sebelum melakukan presentasi. hari.  Apa yang diinginkan audiens? Dengan mengetahui apa yang diingikan audiens pembicara akan berusaha semaksimal mungkin dalam peesetasinya agar apa yg diinginkan audiens dapat tercapai.  Kapan melakukan presentasi? Pembicara harus menulis secara rinci jam.  Bagaimana melakukan presentasi? . bulan dalam melakukan presentasi hal ini bertujuan agar pembicara dapat menyusun strategi yang tepat agar audiens tertarik dalam pesan yg disampaikan.  Mengapa melakukan presentasi? Seorang pembicara melakukan presentasi bisnis disebabkan oleh ada maksud dan tujuan yang ingin disampaikan oleh pembicara kepada audiens.Alat Bantu Presentasi Bisnis Pembicara dapat mengguasai pengunaan alat bantu presentasi dengan tujuan agar pembicara lebih mudah dalam menafsirkan. karen ada beberapa waktu yg tepat dlm melakukan presentasi seperti pada pagi hari. menjelaskan dan meyakinkan materi yang disampaikan.  Dimana melakukan presentasi? Dengan mengetahui lokasi presentasi. tanggal. Terdapat beberapa macam alat bantu presentasi yaitu:  Papan tulis hitam dan putih (blackboard dan whiteboard)  Flip charts  Transparansi Overhead Projector  Slide  Papan tulis elektronik  Video cassette Recorder (VCR)  Panel LCD  Proyektor LCD Analisis Audiens Terdapat 6 pertanyaan yang dapat digunakan untuk menganalisis audiens. Tujuan yg disampaikan tentunya berbeda-beda tergantung pada kondisi seperti apa ketika perusahaan tersebut melakukan presentasi. yaitu:  Siapa audiensnya? Dengan mengetahui siapa audiensnya maka pembicara akan lebih mudah dalam penyampaian pesan bisnis sehingga presentasi dapat dilakukan secara tepat.

Peninjauan Lokasi Dalam melakukan peninjauan lokasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. seorang presenter tidak lepas dengan bahasa tubuh yang digunakan dalam menyampaikan materi. Percaya Diri .  Gerakan tangan Dengan melakukan gerakan tangan akan membantu pembicara untuk meyakinkan audiens pada topik yang disampaikan. karena dapat mempengaruhi pada penyampaian materi presentasi. Pembicara harus menentukan strategi yang tepat dan disesuaikan dengan tujuam yang ingin dicapai.  Kontak mata Dengan kontak mata yang baik akan membantu dalam penyampaian pesan pada audiens.  Gerakan bahu Dengan gerakan bahu seorang audiens dapat melihat apakah pembicara percaya diri atau menyerah dalam melakukan presentasi.  Gerakan kepala Pembicara menggunakan gerakan kepala untuk menunjukkan sikap setuju atau menolak  Cara berdiri Dengan cara berdiri yang bebas dan menghadap audiens pembicara akan dapat mengekspresikan kemampuannya dalam menyampaikan pesan bisnis. hal tersebut yaitu: posisi alat bantu presentasi bisnis. Analisis Bahasa Tubuh Ketika melakukan presentasi. penempatan posisi layar atau proyektor. posisi tempat duduk dan tata letaknya. pengecekan pada posisi podium.  Senyuman Ketika pembicara tersenyum dalam melakukan presentasi akan memberikan kesan yang baik bagi audiens dan dapat membangun hubungan yang akrab dengan audiens. diantaranya adalah:  Ekspresi wajah Seorang pembicara harus mampu mengekspresikan materi yang disampaikan.

. Dengan sikap percaya diri akan menyebabkan pesan bisnis tersampaikan dengan tepat pada audiens. tersengal-sengal. Seorang pembicara harus memiliki rasa percaya diri dalam melakukan presentasi. Terdapat beberapa ciri jika seorang presenter tidak percaya diri yaitu: gemetar. Agar pembicara dapat mencapai tujuan presentasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan:  Identifikasi audiens Pembicara perlu mengetahui siapa audiensnya  Menyiapkan pokok-pokok pikiran Buat poin-poin penting apa yang ingin disampaikan kepada audiens  Menulis teks lengkap Setelah membuat poin-poin. bicara terputus-putus. Latihan ini dapat dilakukan dalam lingkup kecil (internal) maupun lingkup luas (eksternal). pembicara dapat mengembangkan pokok pikiran tersebut menjadi suatu teks yang lengkap  Menyiapkan rangkuman ke dalam sub-sub judul Pembicara dapat membuat rangkuman berdasar naskah yang sudah lengkap  Menulis ke dalam kertas ukuran kartu pos Hasil rangkuman dapat ditulis dalam kertas kecil seukuran kartu pos. presenter lama kelamaan akan memiliki kemampuan yang baik ketika melakukan presentasi. tenggorokan tersumbat. Berlatih Presentasi Bisnis Dengan terus belatih. mulut kering.

Negosiasi dilakukan dengam tujuan agar kedua belah pihak mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan bagi setiap pihak. membuat perencanaan yg baik. b) Strategi negosiasi . Proses Bernegosiasi Menurut Hartman ada 4 poin penting dalam bernegosiasi yaitu mencari fakta lawan. dan memilih serta mengatur tim negosiasi. BAB 17 NEGOSIASI Pengertian Negosiasi Negosiasi adalah merupakan kesepakatan antara dua pihak. dimana kesepakatan ini dibuat untuk mencapai tujuan bersama antar pihak yang bernegosiasi. Menurut case ada 3 tahap penting dalam bernegosiasi yaitu:  Tahap perencanaan Dalam tahap ini terdapat 3 tugas utama yaitu: a) Sasaran negosiasi Sasaran negosiasi adalah hasil apa yang ingin didapat dalam adanya negosiasi. menaksir posisi lawan.

b) Taktik bekerja sama Taktik ini membuat anda bersikap proaktif terhadap lawan dan anda mau mendengarkan pendapat lawan sampai tercapainya kesepakatan c) Taktik tidak bertindak apa-apa Taktik ini tetap mempertahankan pendapat sendiri dalam bernegosiasi dengan tujuan membuat lawan gugup. Terdapat beberapa taktik dalam implementasi negosiasi yaitu: a) Taktik cara anda Semua proses negosiasi berada di tangan anda dan anda menekankan tindakan yang harus dilakukan agar tercapai kesepakatan. Ketrampilan Bernegosiasi . negosiator harus mampu menampilkan argumen negosiasi secara logis (4) relasional. strategi kompetitif dan strategi analitis. tahap konsiliasi. Strategi negosiasi adalah cara atau teknik yang digunakan untuk mencapai tujuan dari negosiasi.  Tahap peninjauan negosiasi Pada tahap ini negosiator meninjau kembali terhadapa apa yang telah dilakukannya pada proses negosiasi. Terdapat beberapa strategi yaitu: strategi kooperatif. negosiator harus mampu membuat cara dan ide baru serta mengantisipasi tindakan antar pihak yang bernegosiasi. harus bertanggung jawab saat mendefinisikan dan memilih konsesi dalam bernegosiasi (2) faktual. negosiator hatus menjaga hubungan antara pihak yang bernegosiasi (5) intuitif. tahap kontak pertama. tahap solusi dan tahap pasca negosiasi. c) Proses negosiasi Proses negosiasi adalah tahap tawar menawar kedua pihak yang bertujuan agar dapat menghasilkan kesepakatam yang saling menguntungkan. Negosiator dalam tahap ini memiliki peran penting (1) sebagai pemimpin.  Tahap implementasi Pada tahap menjelaskan tentang tindakan atau perilaku yang harus dilakukan dalam bernegosiasi. Terdapat 6 tahap penting yaitu tahap persiapan. d) Taktik melangkah ke tujuan lain Taktik ini anda menghindari persoalan yang menjadi topik negosiasi. negosiator harus mengetahui fakta yang ada serta mendokumentasikan pertanyaan yg muncul saat bernegosiasi (3) analitis. tahap konfrontasi.

mencapai kesepakatan lebih cepat. Taktik adalah metode yang digunakan untuk mencapai tujuan. cara meningkatkan percaya diri yaitu dengan berlatih. meningkatkan ketrampilan mendengarkan.  Menggambarkan posisi anda Anda harus mempertahankan argumen anda namun juga mau mendengarkan argumen dari pihak lawan saat seedang bernegosiasi.  Membuat suatu usulan/proposal Jika pihak lawan tidak mengajukan proposal sebaiknya anda yang mengajukan proposal  Penawaran Lakukan penawaran yang baik dengan pihak lawan agar tercapai kesepakatan  Persetujuan . membuat usulan. pengaturan tempat duduk yang tepat. tempat yang tepat. berkomunikasi secara efektif. menghadapi konflik.  Menghindari kesalahan taktis Terdapat 2 kelomppk ketrampilan menurut Casee yaitu ketrampilan konvensional dan ketrampilan nonkonvensional. menggambarkan posisi anda. berlatih.  Strategi dan teknik Strategi rencana yang teliti atau tipu daya yang menarik.  Memulai negosiasi Dalam memulai negosiasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu: memilih waktu yang tepat. menetapkan agenda. penawaran dan persetujuan. merumuskan tawaran/posisi pembuka.  Berlatih Dalam melakukan negosiasi diperlukan percaya diri. Menurut olivee ada 6 kunci dasar yang perlu diperhatikan dalam bernegosiasi yaitu persiapan yang baik.  Persiapan yang baik Semakin penting negosiasi semakin banyak persiapan yang perlu dilakukan agar kesepakatan tercapai secara optimal.  Kompromi Proses agar kedua belah pihak mencapai kesepakatan. menciptakan suasan positif dan santai. Menurut Hartman ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait ketrampilan dalam bernegosiasi yaitu:  Persiapan Dengan persiapan yang baik maka kemungkinan besar proses negosiasi akan berjalan lancar.

Dalam suatu kesepakatan terdapat butir-butir yang merupakan bagian penting dalam bernegosiasi. Dimana butir-butir ini merupakan keputusan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.  Negosiator Bodoh Negosiator bodoh menginginkan kedua pihak sama-sama kalah dalam bernegosiasi  Negosiator Naif Negosiator naif tidak mengetahui apa yang sedang dinegosiasikan dan menurut saja apa kata lawan. mengerti lawannya dan dapat bernegosiasi dengan baik.  Negosiator Profesional Negosiator profesional mengetahui apa yang dinegosiasikan. Tipe Negosiator Menurut Casse ada beberapa tipe negosiator yaitu:  Negosiator Curang Negosiator curang memiliki pemikiran bagaimana dia bisa menang dan anda kalah. .