1.

Kesimpulan visum pemeriksaan luar dan dalam pada kasus bayi karena pembekapan
Berdasarkan fakta-fakta yang kami temukan atas pemeriksaan jenazah tersebut, maka
kami simpulkan bahwa telah diperiksa jenazah bayi laki-laki, umur kurang lebih satu
tahun, warna kulit kuning langsat, kesan gizi cukup. Dari pemeriksaan luar dan dalam
ditemukan tanda-tanda kekerasan tumpul berupa memar pada hidung, bibir atas dan
bawah, permukaan dalam bibir dan kepala bagian belakang. Luka lecet pada pipi
kanan, hidung, dan ditemukan tanda-tanda mati lemas. Sebab kematian karena
pembekapan.

2. Deskripsi lebam mayat dan penilaian lebam mayat, perbedaan lebam mayat dan memar

Deskripsi lebam mayat : Lokasi, penekanan, warna

 Terdapat lebam mayat pada lengan kanan dan lengan kiri, tungkai kanan dan kiri,
tidak hilang pada penekanan, warna merah keunguan

Penilaian lebam mayat
Lebam mayat mulai tampak 20-30 menit, menetap 8-12 jam, < 8-12 jam bisa menghilang dan
pindah lokasi

Perbedaan lebam mayat dan memar

memar Lebam mayat
Lokasi Bisa dimana saja Pada bagian terendah
pembengkakan positif negatif
Bila di tekan Warna tetap Memucat/ menghilang
mikroskopik Reaksi jaringan + Reaksi jaringan -
Pengirisan/ disiram air Warna memucat Warna tetap (merah
kecoklatan/keunguan

3. Pengertian infanticide dan kriteria infanticide
Infanticide adalah Suatu istilah hukum tentang pembunuhan anak dengan usia
dibawah 1 tahun oleh ibu kandung

Kriteria infanticide
 Pelaku harus ibu kandung
 Korban harus bayi anak kandung sendiri
 Alasan pembunuhan karena takut ketahuan melahirkan anak dan tidak ingin
menanggung malu
 Pembunuhan harus dilakukan pada saat dilahirkan atau tidak lama kemudian

Kesimpulan visum infanticide

luka lecet pada kepala bagian kanan. umur kurang lebih satu tahun. Kerangka deskripsi luka Luka memar/lecet 1. Sebab kematian tidak dapat ditentukan dengan pemeriksaan yang telah dilakukan 4. Warna 3. tidak terdapat cacat berat. Jumlah 5. Ukuran 2. bayi pernah bernapas. serta ditemukan tanda-tanda kekerasan tajam berupa luka robek pada sudut bibir bagian kanan. kesan gizi cukup. Bentuk 8. maka kami simpulkan bahwa telah diperiksa jenazah bayi laki-laki. Daerah sekitar . Berdasarkan fakta-fakta yang kami temukan atas pemeriksaan jenazah tersebut. Dari pemeriksaan luar ditemukan tanda-tanda kekerasan tumpul berupa luka memar pada hidung pada kelopak mata kiri. Lokasi 7. Jenis 6. mampu hidup diluar kandungan tanpa peralatan canggih dan tidak ada tanda-tanda perawatan. bayi cukup bulan. warna kulit kuning langsat. Perabaan 4.

jaringan ikat. Akibat luka tersebut korban tidak mampu melakukan aktivitasnya sebagai pegawai bank selama dua bulan. Jejas pada sisi kanan terletak sembilan sentimeter dibawah lubang telinga kanan dan jejas pada sisi kiri terletak sembilan sentimeter di bawah lubang telinga kiri. keadaan gizi baik. alat kelamin. Jika jejas di samping kanan dan kiri diluruskan dengan garis khayal maka akan bertemu di satu titik yang posisinya lebih tinggi dari jejas sisi depan dan berakhir di sisi belakang kepala pada dua . tulang) g. maka kami simpulkan bahwa telah diperiksa seorang perempuan. Kedalaman 7. Bentuk 5. Perabaan 10. Reaksi vaskuler c. Ukuran 6. warna kulit kuning langsat. leher bagian depan. Pada sisi depan jejas terletak tiga sentimeter di bawah ujung dagu. Reaksi jaringan b. puting susu bagian kanan. Warna 8. Antar tebing (terdapat jembatan jaringan/ tidak) f. 7. Dasar luka (selain isi kalau menembus rongga tidak dapat ditentukan) 9. Tepi luka (rata/tidak rata) c. Kesimpulan visum hidup perkosaan Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dari pemeriksaan terhadap tubuh korban tersebut. Jumlah 2. Ditemukan tanda-tanda persetubuhan oleh seorang laki-laki bergolongan darah A. Sudut luka (tajam/tumpul) d. Isi tebing (kulit. otot. Perdarahan 6. paha kanan. Emboli e. Jika luka dirapatkan 11. Reaksi mikroorganisme/ infeksi d. Deskripsi luka jerat pada leher Terdapat sebuah jejas jerat dileher yang melingkar secara tidak penuh dengan arah keatas menuju ke arah simpul membentuk sudut berbentuk “V” terbalik. umur kurang lebih duapuluh tahun. puting susu kanan. Lokasi 4. e. luka lecet pada bibir atas. Sifat : a. Pada pemeriksaan luar terdapat tanda- tanda kekerasan tumpul berupa luka memarpada bibir bawah. jaringan lemak. Simpul tunggal terdapat pada sisi leher bagian belakang. Pengertian dan ciri-ciri Intravital Suatu reaksi vital atau tubuh terhadap trauma pada seseorang yang masih hidup Ciri-ciri intravital a. perut. Luka terbuka (tajam/tumpul) 1. robekan baru pada selaput dara. Tebing luka (rata/tidak rata). Batas luka (tegas/tidak tegas) b. Daerah sekitar 5. Jenis 3.

20 ml/kgBB Mati dalam 5 menit. maka kami simpulkan bahwa telah diperiksa seorang perempuan. daerah sekitar luka tidak terdap kelainan 9. Kesimpulan visum Patah tulang lengan atas kanan Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dari pemeriksaan terhadap tubuh korban tersebut.055 2. Panjang lingkar jejas dua puluh tujuh sentimeter. dalam (sebab dan mekanisme) 11.0595 -1. kerangka kesimpulan visum  identitas korban  jenis kekerasan : tajam/tumpul  jenis luka : memar/ lecet/ robek/ tanda patah tulang  lokasi  alasan : hidup derajat dan akibat mati luar (sebab kematian). 40 ml. warna coklat kemerahan. kasar seperti kertas perkamen. hiperklorida 6. Deskripsi luka pada selaput dara Terdapat dua buah robekan selaput dara sampau dasar pada arah jam 4 dan jam 7. Perbedaan tenggelam diair laut dan air tawar Perbedaan Tempat Air laut Air Tawar Paru paru besar dan berat Paru-paru besar dan ringan Basah Relatif ringan Bentuk besar kadang overlapping Bentuk biasa Ungu biru dan permukaan licin Merah pucat dan emfisematous Krepitasi tidak ada Krepitasi ada Busa sedikit dan banyak cairan Busa banyak Dikeluarkan dari torak akan mendatar dan Dikeluarkan dari toraks tapi kempis ditekan akan menjadi cekung Mati dalam 5-10 menit. batas luka tegas. daerah sekitar terdapat memar 8. berbentuk V terbalik. hemodilusi/hemolisis 4. BJ 1. sentimeter diatas garis lurus batas terbawah tumbuh rambut. hiperkalemia 5.0600 1. . warna kemerahan. hemokonsentrasi dan edema paru 3. hiponatremia 6. BJ 1. hipernatremia 5. hipokalemia 4. Hipertonik 2. lebar dua sentimeter dan kedalaman nol koma lima sentimeter. umur tiga puluh tahun. hipotonik 3. perabaan tidak rata.kgBB Darah: Darah: 1. hipoklorida Resusitasi lebih mudah Resusitasi aktif Tranfusi dengan plasma Tranfusi dengan PRC 10.

untuk melihat keadaan sinus sagitalis superior. Setelah tulang atap tengkorak terekpos dieksplorasi adanya resapan darah atau patah tulang tengkorak. perdarahan di sinus dan falk cerebri. resapan darah. Dengan menggunakan gunting dilakukan pemotongan tulang parietale kurang lebih 0. dimulai dari ubun- ubun besar ke arah belakang sampai bagian posterior tulang ubun-ubun. 12. keadaan gizi baik. 7. warna kulit kuning langsat. 3. 5. kemungkinan akibat trauma benda tumpul setempat yang terjadi setelah bayi di lahirkan. Akibat luka tersebut korban tidak dapat menjalankan aktivitasnya sebagai supir untuk sementara waktu. daerah sekitar sutura sagitalis dapat di tarik ke atas. dimana tulang tengkorak saling tumpang tindih. Ke arah depan pengguntingan di lanjutkan sampai ke tulang frontal kurang lebih 1 cm di atas lipatan kulit kemudian membelok kearah lateral. . Irisan kulit dilakukan seperti pembukaan kulit kepala dewasa. 4. kemudian membelok kearah lateral.5 cm sampai 1 cm lateral dari garis median. Dilakukan eksplorasi untuk mencari apakah ada robekan. falk cerebri dan sinus sagitalis inferior 6. Keadaan ini tandai adanya perdarahan difuse pada falk cerebri. 2. Autopsi kepala bayi 1. Bila perdarahan terlokalisir. Pada trauma lahir terjadi moulage. Dari pemeriksaan luar ditemukan tanda-tanda patah tulang lengan atas kanan. Dengan demikian tulang parietale dapat di buka seperti jendela.