BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah

Dengan meningkatnya sector industri pertanian meningkatkan kesejahteraan
dan mempermudah manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. Akan tetapi
banyaknya industri, tidak hanya menghasilkan produk saja, tetapi juga
menghasilkan efek samping berupa limbah. Limbah yang ada ini beruapa limbah
padatan, gas, cair maupun suara. Keberadaan suatu limbah ini harus ada
pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu pencemaran lingkungan
berasal dari limbah buangan pabrik yang tinggi. Akan tetapi, lingkungan tidak
bisa menerima kadar buangan limbah yang berlebih karena dapat merusak
kelestarian lingkungan. Kerusakan yang terjadi akibat limbah yang tidak meliputi
kerusakan sifat biologis, fisis dan kimiawi lingkungan. Limbah adalah produk
yang tidak diinginkan karena tidak memiliki nilai ekonomi. Tingkat bahaya
keracunan yang disebabkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik
limbah. Limbah yang mengandung bahan pencemar akan merubah kualitas
lingkungan(Kristanto, 2002).

Limbah tempurung kelapa menjadi suatu permasalahan tersendiri bagi
masyarakat karena limbah ini semakin banyak jumlahnya diiringi meningkatnya
industri kopra, dengan kata lain harus ada inovasi untuk memanfaatkan limbah
tersebut. Limbah tempurung kelapa memilik kandungan molekul organic berupa
material cellulose dan lignin yang dapat menghasilkan Carbon (C) berupa arang
(char) ketika mengalami pemanasan (Menendez, 2003). Arang tersebut bukanlah
produk yang membuat nilai tambah yang maksimal karena ada yang lebih yaitu
dibuat biomassa. Biomassa sendiri merujuk pada bahan hidup atau baru mati yang
dapat digunakan sebagai bahan bakar, salah tau biomassa adalah briket arang.
Briket arang merupakan bahan bakar padat yang mengandung karbon, mempunyai
nilai kalori yang tinggi, dan dapat menyala dalam waktu yang lama. Pembuatan
briket arang dilakukan dengan proses pirolisis. Setelah proses pirolisis selanjutnya
arang tempurung kelapa tersebut dicampur dengan perekat, dipadatkan dan
dikeringkan kemudian disebut sebagai briket. Briket arang merupakan arang

1

Saat ini asap cair digunakan pada industri karet sebagai pengganti asam formiat atau yang dikenal 2 . Asap cair dihasilkan dari kondensasi asap yang ditimbulkan selama proses pirolisis. Sumber energy ini relative tidak mengandung unsur sulfur sehingga tidak menyebabkan polusi udara sebagaimana yang terjadi pada bahan bakar fosul 4. Briket juga dapat digunakat untuk pembangkit listrik tenaga uap karena briket arang ini dapat dikatakan sebagai pengganti batubara. Sumber energy ini dapat dimanfaatkan secara lestari karena sifatnya yang renewable resources 2. Pemisahan ini dapat dilakukan dengan cara sedimentasi yaitu cairan hasil kondensasi di biarkan selama 1minggu agar tar mengendap dan asap cair dapat diambil. Salah satunya adalah dengan pembuatan asap cair. Tar ini sangat berbahaya bagi kesehatan sehingga tar harus dipisahkan dari asap cair tersebut. Pemanfaatan limbah tempurung kelapa dengan menjadikannya arang (char) ataupun briket masih belum optimal karena adanya efek samping yang berupa asap yang ditimbulkan dan akan berdampak negative bagi lingkungan. Asap cair adalah koagulan yang baik untuk menggumpalkan getah karet. Pada umumnya briket dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembakaran. Nilai kalor lebih tinggi 3. Asap adalah partikel- partikel padat dan cair dalam medium gas (Girard. Meningkatnya nilai tambah dibandingkan produk arang (char) 5. sehingga tar tidak ikut terambil. dibutuhkan teknologi dan inovasi lebih lanjut. Pemanfaatan energy biomassa juga meningkatkan efisiensi pemanfaatan limbah tempurung kelapa. Cairan hasil kondensasi adalah berupa tar dan asap cair. 1992). antijamur dan koagulan. antibakteri. kerapatan tinggi dan diperoleh dengan cara pengempaan arang halus dengan atau tanpa bahan perekat. diantaranya: 1. 1995) merupakan campuran larutan dari disperse asap kayu dalam air yang dikondensasikan asap hasil pirolisis. Sedangkan asap cair menurut (Darmadji.dimampatkan yang mempunyai bentuk tertentu. Untuk mengatasi masalah tersebut. Briket ini mempunyai beberapa keuntungan dibandingankan arang (char). Penggunaan asap cair dapat digunakan sebagai antioksidan.

untuk mendapatkan asap cair grade 2 dan grade 1 harus dilanjutkan pada proses redestilasi. 3 . Penggunaan asap cair grade 2 dapat meminimalisis penggunaan insektisida sintesis/kimia yang dapat menimbulkan dampat negative seperti pencemaran lingkungan.000/liter.3 Tujuan Penelitian 1. dibandingkan dengan asap cair yang berharga Rp 5.sebagai asam semut. Grade 3 dihasilkan langsung dari pirolisator. Bagaimana proses pengolahan tempurung kelapa menjadi produk olahan yang bernilai tinggi ? 3. Salah satu teknik pengendalian yang memenuhi persyaratan tersebut di atas adalah pengendalian dengan menggunakan insektisida nabati. Berapa besarnya keuntungan dari usaha pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi produk olahan di Desa cimara? 1. Sehingga. Seberapa besar nilai tambah pada agroindustry limbah tempurung kelapa di desa cimara ? 2. Sehingga teknik pengendalian harus memenuhi persyaratan ramah lingkungan tanpa adanya efek samping serta dapat menjaga pertanian yang berkelanjutan. grade 2. Penggunaan asam semut sangat berbahaya untuk kesehatan dan berbau menyengat. Untuk menghitung dan menganalisis besarnya akan nilai tambah yang dihasilkan dari proses produksi/pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi produk olahan yang bernilai tinggi. grade 3 dan tar). asap cair sangat berpotensi untuk menggantikan asam semut sebagai penggumpal lateks. Asap cair grade 2 dapat digunakan sebagai insektisida nabati. dari segi ekonomis pula asam semut ini tergolong mahal dipasar mencapai Rp 15. 1.2 Identifikasi Masalah 1.000/liter. informasinya harus dapat dikaji lebih mendalam.000 – Rp 35.000 – Rp20. briket dan asap cair(grade 1. imunitas hama. Asap cair yang menggantikan asam semut adalah asap cair grade 3. Untuk itu penelitian ini akan mempelajari tentang bagaimana limbah tempurung kelapa dapat dijadikan nilai tambah seperti arang. Sejauh mana asap cair grade 2 ini bermanfaat sebagai insektisida. dan terjadinya ledakan hama.

3. 4 . 2. Untuk mengetahui proses pengolahan tempurung kelapa menjadi produk olahan yang bernilai tinggi. Untuk mengetahui keuntungan dari usaha pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi produk olahan di Desa Cimara 1.4 Kegunaan Penelitian Hasil penelitian berguna untuk pengembangan limbah tempurung kelapa sebagai nilai tambah terhadap produk tersebut yang bisa dijadikan arang yang kemudian menjadi briket yang berfungsi sebagai energy dan adanya nilai tambah berupa asap cair.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.