LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA II

Oleh:
BAHRUL ULUM
TT-2C/06
1531130086

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2016

arus mulai membesar setelah mencapai tegangan cut-in dioda. arus mulai naik setelah dapat menembus tegangan cut-in pada level 0.2V-0. Sedangkan pada dioda germanium. U-Patch : 1 buah .6V-0. Setiap dioda ini mempunyai karakteristik masing-masing. Kabel BNC to BNC : 1 buah . Power Supply : 1 buah . Osiloskop : 1 buah . Jumper : Secukupnya . Karakteristik dioda silikon dan germanium. oleh karena itu karakteristik arus tegangan dioda melalui titik nol. Pada posisi pemberian tegangan arah forward.3V. dioda ini umumnya digunakan sebagai penyearahpada regulator. seperti halnya dengan dioda yang lain. Untuk posisi pemberian tegangan pada arah reverse. Untuk mengetahui perubahan dari sinyal input RFC Paralel C pada penekanan distorsi jembatan dioda 2. Varco : 1 buah . Potensiometer 10k : 1 buah . Capacitor : 2 buah . Induktor : 1 buah . Salah satu contoh dari dioda adalah dioda silikon dan dioda germanium. bila tegangannya dinaikkan. Dioda Silikon : 4 buah . Generator Fungsi : 1 buah . Dioda silikon terbuat dari bahan silokon. maka arus pada dioda sama dengan 0.7V. baik dalam arah forward maupun dalam arah reverse. TEORI DASAR Dioda adalah suatu komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor. bila V=0 maka tidak ada arus yang mengali. arus mulai naik setelah mencapai tegangan cut-in antara 0. mula-mula ini akan naik sedikit demi sedikit sampai harga konstan atau mencapai arus bocor. pada saat 0 V maka tidak ada arus yang mengalir (I=0). yang biasa disebut PN junction. maka akan timbul besaran arus yang cukup kecil biasanya dalam orde µA. ALAT&BAHAN . Pada saat tegangan V=0. yaitu suatu bahan campuran yang terdiri dari bahan tipe P dan bahan tipe N. T Konektor : 1 buah . KARAKTERISTIK PULSE PADA RANGKAIAN DIODA 1. TUJUAN . 3. Kabel BNC to Banana : 3 buah . Untuk dioda silikon. Multimeter Digital : 1 buah .

76 2 Vpp 3 600 1.4. LANGKAH PERCOBAAN  Siapkan alat dan bahan  Rangkai sesuai dengan gambar diatas  Kalibrasi osiloskop  Hubungkan GF ke osiloskop  Hubungkan input frekuensi dan amplitudo dari GF ke Rangkaian tersebut  Ukur sesuai dengan frekuensi dan Vpp yang telah di tetapkan  Ukur VD dan VRLC  Catat hasil pengukuran pada tabel yang disediakan 6.5 600 1.5 480 1.8 2 Vpp 4 600 1.84 2 Vpp 5 600 1.58 2 Vpp 2 560 1.64 2 Vpp 2.56 2 Vpp 1.84 .96 2 Vpp 1 460 1. GAMBAR RANGKAIAN 5. TABEL HASIL PERCOBAAN VS Frekuensi VD V RLC (kHz) (mV) (V) 1 Vpp 1 280 0.

7 1.3 1.9 8.5 1.9 1 1. KESIMPULAN Perubahan pada frekuensi suara memberikan nilai distorsi sinyal RLC // RFC yang stabil.6 1.8 1.7. .4 1.1 1.2 1. ANALISA DATA Pengaruh frek terhadap Vd 6 5 4 Pengaruh frek terhadap Vd 3 2 1 0 250 300 350 400 450 500 550 600 650 Pengaruh frek terhadap Vrlc 6 5 4 Pengaruh frek terhadap Vrlc 3 2 1 0 0.

1. 1. 1.9.5 V 2 Khz 4. 1.5 V 4 Khz 6.5 Khz 3. LAMPIRAN VS F Gambar 1.5 V 1 Khz 2.5 V 1. 1.5 V 3 Khz 5.5 V 5 Khz . 1.