Alex T.

Hidayat

MODUL MATA KULIAH PRODUKSI DAN DISTRIBUSI FESYEN - 2

COMPLIANCES
Adalah kebijakan, aturan atau standar yang sejalan (sesuai) dengan penghargaan atas hak-hak azasi
manusia, kelestarian lingkungan, kondisi kerja dan ketenagakerjaan serta mutu produk yang baik.
Kebijakan – kebijakan standar yang disyaratkan oleh standar compliances adalah kondisi minimun yang
harus dipenuhi oleh perusahaan dalam pelaksanaan kegiatan usaha dan bisnisnya.
Sekiranya kebijakan perusahaan yang berlaku sudah lebih tinggi dari standar compliances maka
kebijakan dari perusahaan yang akan diberlakukan, namun sekiranya kebijakan yang berlaku lebih
rendah dari standar compliances maka perusahaan diminta untuk memperbaiki kebijakan -
kebijakannya agar paling tidak sesuai dengan tuntutan standar compliances.
Penamaan Standar Compliances
1. Code of Conduct / Code of Leadership Standard (NIKE)
2. Compliances Standard (GAP)
3. Code of Business Standard (FILA)
4. Standards of Engagement (ADIDAS)
5. Retail Compliances (WAL-MART)
Manfaat Penerapan Standar Compliances
1. Merupakan upaya menjaga kelestarian alam, lingkungan sekitar dan lingkungan kerja
2. Merupakan penghargaan atas hak-hak karyawan / pekerja sektor industri
3. Menerapkan standar-standar yang diharapkan dapat menciptakan kondisi kerja dan produksi yang
lebih baik
4. Menciptakan rasa saling menghormati antara perusahaan dan pekerjanya guna memacu para
pekerja untuk lebih menghargai pekerjaannya dan meningkatkan kualitas kerja.
5. Menciptakan rasa aman dan terlindungi bagi karyawan/pekerja dalam bekerja.
Acuan Penyusunan Standar Compliances
1. Hak Azasi Manusia
2. Peraturan ketenagakerjaan berdasarkan standar ILO
3. Peraturan yang berlaku di suatu negara
4. Peraturan yang berlaku umum berdasarkan budaya/ daerah tertentu
5. Organisasi-organisasi pemerhati hak azasi manusia dan praktisi bisnis
6. Pengalaman-pengalaman para praktisi bisnis
7. Tuntutan dari pembeli produk (buyer)
Sekiranya ada hal-hal yang diatur oleh lebih dari satu acuan atau rujukan penyusunan standar
compliances, maka aturan yang lebih baik yang akan dipilih untuk dijadikan standar.

STANDAR COMPLIANCES
1. Kebijakan Kondisi Standar pada Lingkungan Sekitar (ENVIRONMENT COMPLIANCES)
(1) Perusahaan harus melakukan peningkatan kondisi kerja yang berhubungan dengan kondisi
lingkungan dalam operasinya.
(2) Bertanggung jawab dalam penggunaan, efisiensi, efektifitas dan penghematan sumber daya
alam dalam proses produksinya.
(3) Menciptakan kondisi lingkungan yang bersih, menghindari pencemaran tanah, udara dan air
dalam seluruh proses produksinya.

alexhidayat.blogspot.com 1

alexhidayat. • Menginformasikan kepada pekerja baru baik secara tertulis maupun lisan tentang waktu pembayaran upah. kewarganegaraan. (5) Keberadaan perusahaan harus bermanfaat bagi lingkungan dan komunitas sekitarnya dan terus berupaya untuk meningkatkan komitmennya pada peningkatan kondisi lingkungan sekitar. cacat tubuh dan keanggotaan pada organisasi resmi. pemberian tunjangan dan fasilitas lainnya. pekerja tanpa upah atau bekerja untuk melunasi utang baik kepada perusahaan ataupun pemilik perusahaan. status perkawinan. suku. prestasi dan perilaku individu. mana yang lebih tinggi. • Kebijakan yang berlaku harus tertulis dan dikomunikasikan kepada seluruh karyawan sehingga diketahui dan berlaku umum. promosi. warna kulit.com 2 . UMP . Hidayat (4) Mempunyai standar pencatatan dan pelaporan kepada pihak berwenang dalam hal terjadinya pencemaran lingkungan. (2) Pekerja Paksa • Tidak mempekerjakan pekerja berstatus tahanan. cuti melahirkan dan cuti tahunan harus diberikan tanpa pemotongan upah apalagi PHK. UMK atau batasan upah minimum pelaku industri setempat. Kebijakan Standar Berdasar Hak Azasi Manusia dan Ketenagakerjaan (EMPLOYMENT and SOCIAL COMPLIANCES) (1) Diskriminasi • Penerimaan. tunjangan dan fasilitas yang menjadi hak pekerja. budak atau pekerja paksa. (4) Pengupahan • Jumlah upah pada dasarnya harus cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum • Jumlah upah yang dibayarkan harus sesuai dengan batasan UMR. jumlah upah. keturunan. tidak berdasarkan ras. 2. pemposisian. upah. agama. • Adanya aturan / prosedur untuk mengetahui usia pekerja dengan benar. pekerja paksa (budak). • Upah harus dibayarkan langsung kepada pekerja sekaligus pada waktu yang telah ditetapkan dengan rincian tertulis (slip gaji) • Upah untuk kerja lembur dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku. • Tidak memakai bahan baku maupun bahan bantu yang diproduksi oleh pekerja berstatus tahanan. penghukuman maupun PHK karyawan semata-mata berdasarkan kemampuan. • Dalam hal mempekerjakan tenaga kontrak untuk jangka waktu tertentu baik asing maupun lokal perusahaan tetap memberikan keleluasaan untuk mengakhiri kontraknya tanpa halangan apapun.blogspot. • Tidak mempekerjakan pekerja yang belum menyelesaikan pendidikan dasar. orientasi seksual.Alex T. (3) Pekerja di bawah Umur • Tidak mempekerjakan pekerja di bawah umur kecuali sudah menikah. jenis kelamin. • Hak-hak khusus pekerja yang diatur pemerintah seperti cuti haid. penghargaan.

• Seluruh instalasi listrik harus berpelindung dan penempatan kabel – kabel listrik harus diatur dan teratur. Hidayat (6) Jam Kerja • Perusahaan harus tunduk dan taat pada peraturan/hukum yang berlaku mengenai jam kerja normal.Alex T. lift – lift harus dipelihara dan dapat dioperasikan secara aman. • Menyediakan ruang dan fasilitas untuk berdoa/musholla yang layak serta mengijinkan para pekerjanya mempergunakan fasilitas tersebut sesuai dengan waktunya. menolak promosi. • Memberikan cuti tahunan dan libur dengan membayar penuh upah sesuai peraturan/hukum yang berlaku. • Menginformasikan kebijakan perusahaan mengenai jam kerja dan lembur berikut kondisi lainnya ketika melakukan rekruitmen • Perusahaan dapat meminta pekerja tanpa paksaan untuk bekerja lembur namun tidak lebih dari 12 jam seminggu atau berdasarkan peraturan/hukum yang berlaku. • Seluruh ruangan tempat proses produksi berlangsung harus bersirkulasi udara baik. termasuk perlindungan terhadap pekerja wanita dan mereka di bawah usia 18 tahun demi alasan kesehatan dan keselamatan. • Tidak melakukan ancaman bahkan memberhentikan pekerja. mengorganisir ataupun bergabung dengan kelompok organisasi resmi pilihan mereka dan untuk melakukan negoisasi kerja. alexhidayat. lembur. • Memiliki dan menyimpan sertifikat atau izin operasi dan semua catatan tentang pemeriksaan dari pihak berwenang atas kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan kerjanya. 3. (6) Kebebasan Berserikat • Tidak boleh memaksa pekerja untuk menjadi ataupun tidak menjadi anggota suatu kelompok atau organisasai tertentu. • Tidak mencampuri hak pekerja untuk membentuk. • Jika mempergunakan lift barang maupun orang. penugasan dan pengaturan lingkungan kerja karena keanggotaan dan aktifitas pekerja dalam suatu kelompok ataupun organisasi resmi lainnya.blogspot. bersirkulasi baik dan memisahkan antara kamar mandi laki – laki dan perempuan. Kebijakan Standar Bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (HEALTH and SAFETY COMPLIANCES) (1) Kondisi Lingkungan Secara Umum • Perusahaan harus tunduk kepada hukum dan peraturan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja serta kondisi tempat kerja. • Pekerja harus diizikan untuk beristirahat paling tidak 24 jam penuh setiap setelah 7 hari kerja berturut – turut dengan tetap mendapatkan upah. (2) Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Kebersihan Lingkungan • Menyediakan fasiltas kamar mandi/kamar kecil yang bersih. kesempatan mendapatkan pekerjaan. Pekerja bebas pergi ke kamar mandi kapan pun mereka perlukan namun dapat dibuat prosedur untuk menghindari antrian.com 3 . • Pencahayaan ruang harus memenuhi standar aman untuk terlaksananya semua pekerjaan.

• Memiliki prosedur medis tertulis untuk luka serius termasuk didalamnya melarikan pasien sakit atau terluka ke rumah sakit terdekat. asrama harus dirancang berstruktur aman dan layak sebagai tempat hunian. pelecehan dan/atau tindakan seksual dilarang dan perusahaan harus mempunyai kebijakan yang bersifat rahasia dalam hal pelaporan pelecehan seksual. • Secara berkelanjutan melaksanakan pelatihan penanggulangan bahaya kebakaran dan prosedur evakuasi ketika terjadi kebakaran. tekanan psikologis. • Sebaiknya menyediakan fasilitas kantin yang terjaga kebersihannya. • Setiap pekerja setidaknya dapat menjangkau ke dua pintu keluar darurat yang berjauhan satu dengan lainnya. cara pengunaan. • Semua mesin – mesin / alat – alat produksi harus dilengkapi peralatan pengaman serta adanya prosedur penanganan patahan jarum. (3) Perlindungan atas Bahaya Kebakaran • Perusahaan harus menciptakan lingkungan kerja yang aman yang meminimalkan kemungkinan terjadinya kebakaran. • Pada lokasi produksi dengan ruangan terbuka. diberi tanda merah di sekeliling tempat penyimpanannya. alat pemadam api. Hidayat • Melaksanakan pelatihan keselamatan kerja bagi para pekerja serta menyediakan peralatan pelindung diri untuk meminimalisir bahaya/kecelakaan kerja. • Tidak boleh mengijinkan dan/atau melaksanakan sanksi fisik maupun tekanan non fisik. rute evakuasi dan lokasi berkumpul. sehat dan layak. tidak ditempatkan pada kotak kaca. alat pemadam api sebaiknya ditempatkan tergantung di tembok atau pilar penyangga gedung dekat lokasi kerja. • Jika tersedia. Pekerja dilatih dasar-dasar P3K untuk mengantisipasi adanya masalah kesehatan dan kecelakaan kecil di lingkungan kerja. mengidentifikasikan lokasi dengan papan penunjuk agar mudah terlihat dari jarak cukup jauh serta tidak terhambat atau terhalangi oleh benda apapun.com 4 . paksaan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. alexhidayat.Alex T. Pekerja harus dapat melaporkan keluhannya kepada seseorang di luar supervisornya jika mengalami pelecehan seksual. label pemeriksaan berkala dan informasi lainnya sesuai dengan peraturan yang ada. • Rangsangan.blogspot. menyediakan sistim alarm kebakaran. gudang dan/atau objek yang mudah terbakar. • Setiap peralatan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di lokasi kerja harus mudah dijangkau dengan jumlah yang cukup. sehingga pekerja dapat bereaksi dengan cepat jika terjadi kebakaran. • Untuk memudahkan dalam menjangkau dan pengoperasikannya. alat pemadam api diletakkan di dekat tempat kerja tidak di dekat tangga. ransangan seksual dan tidak mengijinkan adanya pelecehan seksual dan/atau tindakan seksual. • Melaksanakan perencanaan menyeluruh untuk tindakan darurat. pemutusan arus listrik darurat. • Menyediakan air minum yang layak dan aman bagi kesehatan untuk seluruh pekerja selama jam kerja berlangsung. • Alat pemadam api harus diberi label yang berisi informasi jenis api yang dapat ditanggulangi. bentakan dan pemukulan di lingkungan kerja. lampu tanda bahaya.

• Memberikan garis jalur evakuasi keadaan darurat di lantai dengan garis kontras dengan permukaan sekitarnya. alexhidayat. • Perusahaan harus mengontrol inventarisasi bahan kimia dan mencatat tanggal kadaluarsa produk.tanda ini tidak boleh terhalang atau tertutupi oleh benda apapun juga. jauh dari lokasi produksi dan gudang bahan baku . • Meminimalkan limbah dari penggunaan bahan berbahaya melalui sistim inventory control dan memastikan bahwa pekerja bekerja sesuai aturan dan efisien dalam penggunaanya. • Lebar sebuah pintu darurat minimal dapat dilalui oleh 3 orang sekaligus. tidak terputus dan bercahaya dalam keadaan gelap serta dilengkapi tanda arah (panah) aliran evakuasi keadaan darurat. konsentrasi dan kualitasnya sesuai dengan spesifikasi kebutuhannya. air dan tanah akibat penggunaan bahan – bahan kimia dalam proses produksi dengan sedapat mungkin untuk menggunakan bahan tidak beracun. Pintu – pintu darurat harus membuka keluar dan tidak terkunci selama jam kerja agar memudahkan ketika dibuka. tidak mengganggu aktifitas pekerja dan memudahkan untuk dilakukan pemeriksaan dan perbaikan. Garis dan tanda . Bahan kimia harus ditempatkan di ruang penyimpanan khusus. kering. gang . (4) Kebijakan atas Bahan Berbahaya. Semua peralatan listrik yang dipakai harus memakai peralatan-peralatan standar. • Sinar lampu tanda bahaya harus dapat terlihat secara langsung atau tidak langsung dari jarak cukup jauh. Serta dilakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala. • Dianjurkan untuk menyediakan tempat berkumpul pekerja setelah keluar dari ruangan. di tempat sejuk. (5) Kebijakan atas Penandaan dan Pelabelan (Marking) • Memberikan penandaan / pelabelan (marking) di lingkungan perusahaan untuk memudahkan indentifikasi atas hal – hal atau lokasi penting di lokasi perusahaannya. • Wadah bahan kimia harus diberi label berisi keterangan nama bahan kimia dan tanda bahaya yang sesuai.blogspot. • Meminimalkan resiko kecelakaan dan gangguan kesehatan melalui pelatihan dan sosialisasi yang terus menerus tentang cara kerja yang aman dan penanganan kondisi darurat. • Wadah bahan kimia. • Sistim alarm tanda bahaya harus dapat didengar di seluruh lokasi perusahaan saat evakuasi kebakaran. • Kabel – kabel listrik dan sambungan – sambungannya harus diatur sedemikian rupa untuk menghindari hubungan arus pendek. bahan kimia sisa dan bahan kimia yang sudah kadaluarsa harus segera disingkirkan dari lokasi perusahaan dan dibuang sesuai prosedur resmi.Alex T. Dapat pula disediakan pintu darurat yang terdiri dari dua daun pintu. • Pada saat pembelian dan/atau penerimaan bahan kimia harus dipastikan bahwa isi.gang dan tangga – tangga dilengkapi dengan lampu darurat yang dapat berfungsi otomatis jika aliran listrik mati serta memancarkan cahaya ke dalam dan keluar ruangan. ditutup rapat dan diletakkan jauh dari kontak langsung dengan sinar matahari. Beracun dan Mudah Terbakar • Perusahaan harus mengurangi resiko gangguan kesehatan pekerja dan kontaminasi udara. Dan memastikan bahwa semua lampu darurat dapat berfungsi dengan baik. • Gudang bahan kimia harus dilengkapi dengan alat pemadam api yang sesuai dengan bahan kimia yang disimpan di dalamnya. Hidayat • Setiap pintu keluar darurat.com 5 .

• Box panel – panel listik harus diberi simbol yang menunjukkan adanya aliran listrik. • Lokasi alat . (5) Mencantumkan peringatan-peringatan yang dianggap perlu pada produk dan/atau pada kemasannya. Pemeriksaan kondisi yang berlaku di perusahaan 2. Melakukan wawancara dengan pekerja dan masyarakat sekitar mengenai penerapan compliances 4. (2) Produk yang dihasilkan seluruh atau sebagian harus bebas dari bahan berbahaya dan beracun berdasarkan peraturan yang berlaku . tanda atau simbol pada sediaan air minum. • Memberi petunjuk arah ke kamar mandi dan juga memberi tanda penggunaannya sesuai gender pada kamar – kamar mandi yang disediakan. (4) Adanya identitas dan keterangan yang berisi informasi-informasi produk maupun produsennya.blogspot. Pemeriksaan atas kelengkapan dokumentasi perusahaan 7. • Memberi tulisan. 4. harus diberi keterangan fungsinya sebagai lift orang atau barang serta dituliskan keterangan batas beban yang diperbolehkan. URUTAN PENERAPAN STANDAR COMPLIANCES 1. Sosialisasi standar compliance syang harus diberlakukan 6. • Menempelkan denah lokasi yang menunjukkan jalur evakuasi. • Daun pintu – daun pintu harus diberi tanda kemana arah pembukaannya dengan simbol atau huruf. Pemberian sertifikat lulus pemeriksaan compliances alexhidayat. (3) Produk yang dihasilkan tidak mengandung benda-benda tajam baik sebagai bagian dari produk ataupun yang terbawa pada produk. simbol ataupun tulisan yang jelas. Review penerapan compliances 5. Hidayat • Pintu – pintu darurat harus diberi tulisan atau simbol yang dapat bersinar dan dapat dilihat dari jauh. lokasi penempatan alat pemadam api dan lokasi penempatan denah bersangkutan. • Harus dihindari kerancuan penandaan antara pintu keluar normal dengan pintu keluar darurat. • Pada lift.Alex T. • Kotak obat – kotak obat atau P3K harus diberi tanda. • Khusus untuk gudang bahan kimia dianjurkan untuk diberi keterangan di atas pintu masuknya. jika tersedia. Pemeriksaan atas penerapan standar compliances 8. Menyelenggarakan kuesioner pada perusahaan 3.com 6 .alat pemadam api diberi tulisan atau simbol yang jelas dan dapat terlihat dari jauh. Kebijakan Standar Keamanan Produk (PRODUCT SAFETY COMPLIANCES) (1) Bahan baku yang dipakai tidak mengandung zat-zat yang berbahaya atau dapat membahayakan pemakainya baik seketika maupun dalam pemakaian jangka panjang. • Pemutus-sambung (NCB) listrik yang ada di dalam box panel listrik harus diberi keterangan atau kode bagian – bagian listrik mana yang dikendalikan oleh pemutus-sambung bersangkutan.

blogspot. Penerapan standar-standar compliances yang baik dan benar diharapkan akan meciptakan rasa aman. terlindungi dan rasa memiliki bagi para pekerja yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas kerja dan kualitas produk yang dihasilkan. NIKE. Code of Conduct . upaya pelestarian lingkungan dan penciptaan suasana kerja yang saling menghormati dan menghargai antara pekerja dan perusahaan tempat mereka bekerja. PT.Alex T. Kebijakan Kondisi Standar Bisnis PT.com 7 . Polyfilatex – QA Dept. Standar ini dibuat berdasarkan penghargaan atas hak-hak azasi manusia. 2006 . PT. Polyfilatex – QA Dept. antara lain : . PT.. Hidayat 9. NIKE Code Leadership Standard . GAP : Compliances Standard . Pemeriksaan berkala atas penerapan standar compliances... Polyfilatex. Polyfilatex’s Code of Business Standard Policies. Adidas Standards of Engagement . WAL-MART Retail Compliance alexhidayat. KESIMPULAN Standar Compliances diberlakukan dalam upaya memberikan perlindungan bagi para pekerja/karyawan dalam kegiatan kerjanya sehari-hari dan juga bagi konsumen. 2006 . Tidak diterapkannya standar compliances dapat menyebabkan batal/penghentian pemesanan produk hingga adanya tuntutan hukum. Inc. Disarikan dari berbagai sumber.