You are on page 1of 5

Investasi Moneter

Sekuritas moneter (sperti piutang obligasi dan wesel tagih), dengan tanggal dan nilai jatuh tempo
yang diketahui, harus diperlakukan dengan cara yang sama seperti piutang usaha. Bearti,
sekuritas moneter harus dicatat sebesar nilai sekarang bersih, dengan factor diskonto didasarkan
pada tingkat yang sedang berlaku di pasar. Biasanya hal ini dilakukan dengan membentuk suatu
akun penilaian untuk premi atau diskonto itu. Akun-akun ini juga harus disesuaikandengan
ketidakpastian penagihan tetapi hal ini biasanya dapat diabaikan. Bunga, yang didasarkan pada
tingkat bunga pasar, harus diakui dalam akun piutang bunga dan selisih antara bunga yang diakui
dan bunga yang diterima dibebankan pada akun penilaian.

Menurut prosedur akuntansi konvensiaonal, sekuritas (bila dimiliki untuk tujuan modal
kerja lancer) biasanya dicatat dengan dasar metode nilai terendah antara biaya dan pasar (the
lower of cost or market). Karena FASB tidak menetapkan prosedur untuk melaporakan investasi
moneter yang diklafikasikan sebagai aktiva lancer, dianggap bahwa investasi itu dapat
dimasukkan dalam portofolio sekuritas ekuitas yang dapat dipasarkan, yang mengikuti metode
nilai terendah antara biaya dan pasar untuk portofolio.

Investasi Tak Lancar

Bila obligasi perseroan yang dapat dipasarkan dan berjangka panjang diperoleh dengan premi
atau diskonto dan memiliki sebagai investasi temporer, nilai jatuh temponya tidak mencerminkan
jumlah yang akan diterima saat obligasi itu dujual. Oleh karena itu, amortisasi premi atau
diskonto tidak layak dilakukan. Harga pasar kini akan lebih baik bukan hanya karena obligasi itu
diharapkan akan dijual dalam waktu dekat, tetapi juga karena harga pasar kini mencerminkan
perubahan dalam tingkat bunga pasar, sementara amortisasi mengasumsikan tinggkat bunga yang
konstan.

AKTIVA LANCAR NONMONETER

Aktiva lancar nonmoneter adalah haka tau klaim yang tidak dapat dapat dikonversi menjadi
jumlah dolar yang sekarang diketahui, pada tanggal tertentu di masa depan. Contoh yang paling
umum adalah investasi dalam saham biasa perseroan lain, persediaan produk, dan beban dibayar
dimuka. Pos-pos ini tidak dapat diestimasi dengan mendiskonto suatu nilai jatuh tempo masa
depan (future maturity value) dan menyesuaikan dengan ketidakpastian penagihan.
Sekuritas Ekuitas yang Dapat Dipasarkan

SFAS 12 mengharuskan semua sekuritas ekuitas yang dapat dipasrkan, apakah lancar atau tak
lancar, dilaporkan dengan dasar nilai terendah antara biaya dan pasar. Penerapan aturan nilai
terendah antara biaya dan pasar ini pada suatu portofolio, bukan pada setiap sekuritas, konsisten
dengan teori portofolio. Maksudnya, imbalan relevan bagi perusahaan adalah imbalan atas
potofolio, kaerena seorang investor tidak mendapat imbalan jika tidak melakukan diversifikasi.

Penurunan dalam harga pasar portofolio lancar dilaporkan dalam laporan rugi laba
sebagai kerugian karena pemilikan yang belum direalisasi (unrealized holding llosses).
Kenaikan dalam harga pasar potofolio di atas biaya portofolio semula dilaporkan dalam laporan
rugi laba sebagai pemulihan (recovery) kerugian. Penurunan dan pemulihan dicatat dalam suatu
akun penilaian yang, karena tidak diakuinya keuntungan di atas kerugian sebelumnya, tidak akan
pernah mempunyai saldo debet. Pembatasan kenaikan harga pasar sampai pada penurunan yang
diakui sebelumnya ini dianut dengan dasar bahwa pembalikan harga yang belum direalisasi yang
di laporkan sebelumnya-bukan suatu keuntungan yang belum direalisasi.

Sekuritas yang Dapat Dipasarkan-Tak Lancar

SFAS 12 mengharuskan investasi tak lancar dalam sekuritas ekuitas diklafikasikan secara
terpisah dan dinilai menurut aturan nilai terendah antara biaya dan pasar, yang diterapkan pada
portofolio dengan cara yang sama seperti penerapannya pada portofolio lancar, dengan
pengecualian bahwa akumulasi perubahan dalam penyisihan penilaian dimasukkan dalam bagian
ekuitas neraca, dan bukan memperlihatkan perubahan berjalan dalam laporan rugi laba. sekuritas
yang direklasifikasi dari portofolio tak lancer menjadi portofolio lancer harus dipindahkan
dengan nilai terendah antara biaya dan pasar. Jika harga pasar di bawah biaya, harga pasar
mendajadi dasar yang baru dan selisihnya dibebankan pada penghasilan sebagai kerugian yang
direalisasi.

Board mengakui bahwa perlakuan keuntungan yang belum direalisasi antara portofolio
lancar dan tak lancar ini tidak konsisten. Mereka menganut aturan aturan ini dengan alasan
bahwa melakukan yang sebaliknya akan menimbulkan masalah yang lebih besar tentang nilai-
nilai aktiva yang menurut mereka tidak dapat diselesaikan dalam pernytaan ini. Khususnya,
seperti yang ditunjukkan oleh dua orang anggota board yang tidak setuju, pernyataan ini
membuat pengakuan keuntungan yang belum direalisasi tergantung bukan pada selisih antara
pasar dan biaya, tetapi pada hal-hal yang tidak relevan seperti:

1. Apakah sekuritas itu diklafikasikan dalam neraca sebagai aktiva lancar atau tak lancar
2. Apakah kerugian yang belum direalisasi dari sekuritas yang dapat dipasarkan sudah
diakui sebelumnya dalam laba bersih periode-periode sebelumnya.
3. Apakah dalam periode akuntansi tertentu perusahaan mempunyai kerugian yang belum
direalisasi dalam sebagian sekuritas yang menghapus keuntungan yang belum direalisasi
dalam sebagian lainnya.

Semua ketidakrelevan ini dapat diselesaikan sekaligus, yaitu cukup dengan selalu mengakui
semua sekuritas ekuitas yang dapat dipasarkan sebesar nilai pasarnya. Tidak ada alasan untuk
tidak menyesuaikan dengan pasar (mark to market), asalkan sekuritas itu dapat dipasarkan,
sehingga harga pasar sekuritas itu dapat segera diakses secara objektif.

Beban Dibayar di Muka

Beban dibayar di muka adalah manfaat (benefit) yang akan diterima perusahaan di masa depan
dalam bentuk jasa (service). Beban ini mencakup pos-pos seperti perlengkapan kantor dan
pabrik, sewa dibayar di muka, asuransi yang masih berlaku, bunga dibayar di muka, dan pajak di
muka.

Walaupun berbagai beban dibayar di muka itu mempunyai karakteristik yang sama untuk
tujuan klafikasi, beban-beban itu juga mempunyai perbedaan besar. Sebagian merupakan aktiva
berwujud yang spesifik (misalnya, perlengkapan), lainnya merupakan hak untuk menggunkan
aktiva yang dimiliki pihak lain (misalnya, sewa dibayar dimuka), dan lainnya lagi berkaitan
cukup erat dengan aktiva atau kewajiban lain.

Prosedur pengalokasian beban dibayar di muka pada periode-period terutama tergantung


pada jenis aktiva yang akan diamortisasi. Aktiva berwujud, seperti perlengkapan, biasanya
dipindahkan ke beban saat dikonsumsi atau dgunakan. Pembayaran di muka yang berhubungan
dengan periode yang spesifik-seperti sewa dibayar dimuka, asuransi yang masih berlaku, dan
pajak dibayar di muka-biasanya dibebankan pada biaya atau beban menurut berlalunya waktu,
sama seperti metode garis lurus dalam penyusutan. Dalam kedua kasus itu, tujuannya adalah
mengalokasikan biaya, atau dasar penilaiannya, pada periode0periode digunakannya barang atau
jasa itu atau ketika manfaatnya diterima oleh perusahaan. Jadi bila beban dibayar di muka
dikaitkan dengan proses produksi, jumlah tersebut dipindahkan ke biaya produk. Akan tetapi,
dalam sebagian besar kasus lainnya, beban dibayar di muka tidak dapat secara langsung
dikaitkan dengan pendapatan. Oleh karena itu, harus digunakan penandingan tidak langsung atau
penandingan periode; beban-beban dibayar di muka itu haru dibebankan pasa beban dalam
periode digunakannya beban tersebut atau periode diterimanya jasa oleh perusahaan.

Dalam hal perlengkapan, biaya biasanya diidentifikasikan dengan barang tersebut


tertentu, da biaya ini kemudian dibebankan pada beban ketika barang itu digunakan. Metode
untuk identifikasi biaya itu sama seperti masalah persediaan. Nilai-nilai kini dapat memberikan
informasi yang berguna untuk tujuan tertentu, tetapi biaya biasanya sudah memadai sebagai
ukuran perlengkapan yang digunakan karena:

1. Biaya itu biasanya merupakan harga pertukaran terbaru, sehingga biasanya menunjukkan
aproksimasi yang mendekati nilai kini.
2. Selisih antara biaya dan nilai kini biasanya tidak material dalam hubungan-hubungannya
dengan laba bersih.

Persediaan

istilah persediaan mencakup barang yang ditunjukan untuk dijual dalam pelaksanaan
normal usaha, serta bahan baku dan perlengkapan yang akan digunakan dalam proses produksi
untuk penjualan. Yang tidak termasuk dalam katagori ini adalah perlengkapan yang akan
dikonsumsi dalam operasi nonproduksi; sekuritas yang dimiliki untuk dijual kembali, tetapi
bersifat incidental terhadap operasi perusahaan; serta pabrik dan peralatan yang sedang
digunakan atau sedang menunggu pelepasan final setelah digunakan. Dalam definisi yang
tradisional, persediaan merupakan aktiva lancar, karena biasanya akan dikonversi menjadi kas
atau aktiva lain dalam siklus operasi perusahaan. Akan tetapi, barang yang usang dan tidak dapat
dijual, jika jumlahnya material, harus dikeluarkan dari klafikasi ini, kecuali jika dapat dijual di
pasar yang ada dalam periode penjualan yang normal.

Persediaan biasanya dianggap sebagai simpanan (stock) barang dagangan, walaupun


pertanggungjawaban aliran barang dagangan itu biasanya dianggap lebih penting. Dalam struktur
akuntansi tradisional , simpanan pada akhir satu periode saling berhubungan dengan aliran
periode itu, alaupun mungkin ditentukan sebagai angka sisa. Oleh karena itu, penilaian simpanan
itu dipengaruhi oleh penandingan nilai masukkan dengan pendapatan untuk periode yang
mendahului tanggal neraca, dan mungkin juga dipengaruhi oleh proses penandingan dalam
periode-periode sebelumnya.

Dalam proses penilaian, persediaan berbeda dengan akiva moneter maupun beban
dibayar di muka. Aktiva moneter merupakan jumlah daya beli yang tersedia, atau akan tersedia
pada suatu saat di masa depan. Karenanya, nilai kini aktiva moneter dapat dihitung dengan
mendiskonto penerimaan atau konversi kas yang diharapkan. Beban dibayar d muka, sebalinya,
menunjukkan jasa yang akan diterima perusahaan dalam proses mendapatkan pendaptan.

Secara umum, tidak ad acara yang mungkin untuk menentukan nilai jasa ini dengan
melihat pendapatan tambahan yang akan dihasilkan oleh jasa itu. Jasa itu hanya biasa dinilai
menurut nilai perolehannya-biaya masa berjalan atau biaya masa lalu. Akan tetapi, persedian
berada di antara kedua ekstrem ini. Persediaan bukanlah aktiva moneter, karena jumlah kas atau
sumber daya likuid yang akan dihasilkan oleh penjualan persediaan biasanya tergantung pada
harapan mengenai perubahan harga di masa depan; tetapi kalaupun harga dapat diprediksi secara
akurat, saat diterimanya kas di masa depan bias juga tidak asti, sehingga estimasi nilai sekarang
sukar dilakukan. Keabsahan harga keluaran untuk persedian juga tergantung pada jumlah beban
langsung tambahan serta penggunaan sumberdaya bersama dan aktivitas bersama perusahaan
yang diperlukan dalam menjual barang itu dan menagih hasilnya. Dalam hal ini, persediaan sama
dengan beban dibayar di muka. Tetapi, secara umum, nilai sekarang barang dagangan dapat
diestimasi dengan lebih cepat dari arus kas masa depan yang diharapkan dari pada estimasi
beban dibayar di muka.