You are on page 1of 11

MAKALAH

ILMU NEGARA
SISTEM PEMERINTAHAN PRESIDENSIIL
DI INDONESIA

Nama : Davin Yusriputra Alition
NRP : 120116092
KP : A
Tanda Tangan,

_________________
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SURABAYA
TAHUN AJARAN 2016 - 2017

dan MA. BAB I Pendahuluan Lembaga negara adalah lembaga yang berdiri di bawah naungan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Setelah diberlakukannya amandemen kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 lembaga tertinggi diubah menjadi lembaga negara. . dan KY. Presiden. DPA. Sebelum terjadinya amandemen Undang-Undang Dasar terbentuk enam lembaga tertinggi di negara yaitu. MPR. Presiden. mengatur mengenai hubungan kewenangan dan mekanisme kerja antar lembaga negara dalam penyelenggaraan negara. MA. MK. DPD. yaitu MPR. BPK. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 mengatur tentang proses pembagian kesuasaan. DPR. DPR. BPK.

Anggota DPR dipilih melalui Pemilihan Umum dan susunan DPR telah diatur oleh Undang–Undang. Eksekutif dan Yudikatif. DPR. 2. dan DPR. DPR bersidang sedikitnya sekali dalam setahun. atau negara. Presiden Suatu nama jabatan yang digunakan untuk pimpinan suatu organisasi. DPD DPD atau Dewan Perwakilan Daerah adalah Lembaga Tinggi Negara dalam sistem Ketatanegaraan Indonesia yang anggotanya merupakan merupakan perwakilan dari setiap provinsi yang dipilih melalui Pemilihan Umum. 3. perusahaan. Dasar hukum terdapat dalam Pasal 19-22B perubahan Undang–Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 Undang–Undang Nomor 22 tahun 2003 tentang susunan kedudukan MPR. MPR MPR atau Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah Lembaga Tinggi Negara dalam sistem Ketatanegaraan Indonesia. DPR DPR atau Dewan Perwakilan Rakyat merupakan Lembaga Tinggi Negara dalam sistem Ketatanegaraan Indonesia yang merupakan Lembaga perwakilan rakyat. MPR terdiri atas anggota DPR dan DPD. Pasal 3 Perubahan Undang– Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan Undang–Undang Nomor 22 tahun 2003. BAB II Isi Lembaga-lembaga tinggi di Indonesia bersifat Legislatif. Dasar hukumnya terdapat dalam Pasal 2. Berikut adalah mekanisme pembentukan lembaga–lembaga tersebut: 1. istilah ini dipergunakan untuk seseorang yang memimpin suatu acara atau rapat (ketua). perguruan tinggi. Anggota DPD dari setiap provinsi jumlahnya harus sama dan jumlah seluruh DPD tidak lebih dari sepertiga jumlah anggota DPR. Pada awalnya. 4. tapi kemudian secara umum berkembang menjadi istilah untuk seseorang yang . Setiap lembaga tersebut mempunyai mekanisme pembentukan lembaga itu sendiri yang berbeda.beda. Dewan Perwakilan Daerah diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 Pasal 22C dan 22D (Amandemen III). DPD. dengan sistem Mekanisme pembentukannya adalah dengan melalui Pemilihan Umum dan diatur lebih lanjut dalam Undang–Undang.

Badan Pemeriksa Keuangan diatur dalam Undang–Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 Pasal 23E Ayat 1 (Amandemen III). BPK BPK atau Badan Pemeriksa Keuangan adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang memiliki wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. 5. serta perilaku hakim. Calon Presiden dan calon Wakil Presiden harus berkewarganegaraan Indonesia sejak lahir dan tidak boleh menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri. Komisi Yudisial diatur dalam Undang –Undang Dasar Negara . 6. tidak pernah menghianati Negara. dan diresmikan oleh Presiden. ataupun tak langsung. BPK merupakan lembaga yang bebas dan mandiri. Komisi Yudisial merupakan lembaga negara yang bersifat mandiri dan dalam pelaksanaan wewenangnya bebas dari campur tangan atau pengaruh kekuasaan lainnya. istilah "Presiden" terutama dipergunakan untuk kepala negara suatu republik. Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Presiden diatur dalam Undang–Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 Pasal 4 ayat 1. pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu sebelum pelaksanaan pemilu.Komisi Yudisial bertanggungjawab kepada publik melalui DPR. Pemilihan dilakukan oleh rakyat secara langsung dan pasangan yang mendapat suara terbanyak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden. baik dipilih secara langsung. Mekanisme Pembentukan Lembaga ini adalah anggota-anggotanya dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden . Lebih spesifiknya. Anggota Komisi Yudisial harus mempunyai pengetahuan dan pengalaman di bidang hukum serta memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela.memiliki kekuasaan eksekutif. serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Anggota BPK sebelum memangku jabatannya wajib mengucapkan sumpah atau janji menurut agamanya yang dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung . Anggota BPK dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah. KY KY atau Komisi Yudisial adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan mempunyai wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan. Mekanisme Pembuatan lembaga ini adalah anggota – anggota Komisi Yudisial yang disahkan Oleh presiden. Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat. keluhuran martabat. dengan cara menerbitkan laporan tahunan dan membuka akses informasi secara lengkap dan akurat.

MK MK atau Mahkamah Konstitusi adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegangkekuasaan kehakiman bersama-sama dengan Mahkamah Agung. . 7. lingkungan peradilan tata usaha negara.Republik Indonesia 1945 Pasal 24B Ayat 1 (Amandemen III) dan Undang–Undang nomor 22 tahun 2003. Mahkamah Agung membawahi badan peradilan dalam lingkungan peradilan umum. dan 3 orang calon oleh MA dengan penetapan Presiden . Mahkamah Konstitusi diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 Pasal 24C dan Undang – Undang Dasar Republik Indonesia nomor 23 tahun 2003. 8. Sistem Mekanisme pembuatan lembaga ini adalah dengan diajukan 3 orang calon oleh DPR. Mahkamah Agung diatur dalam Undang–Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 Pasal 24 Ayat 2 (Amandemen III) dan Pasal 24A dan Undang–Undang nomor 5 tahun 2004. MA Mahkamah Agung Republik Indonesia (disingkat MA RI atau MA) adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan Mahkamah Konstitusi dan bebas dari pengaruh cabang- cabang kekuasaan lainnya. 3 orang calon oleh Presiden. Sistem Pembuatan Lembaga ini adalah dengan calon calon diseleksi oleh Komisi Yudisial dengan persetujuan DPR dan penetapan Presiden . lingkungan peradilan militer. lingkungan peradilan agama.

Fungsi pengawasan  Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan UU. APBN dan kebijakan pemerintah  Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang disampaikan oleh DPD (terkait pelaksanaan UU mengenai otonomi daerah. hubungan pusat dan daerah. pemekaran dan penggabungan daerah. serta perimbangan keuangan pusat dan daerah)  Membahas RUU yang diusulkan oleh Presiden ataupun DPD  Menetapkan UU bersama dengan Presiden  Menyetujui atau tidak menyetujui peraturan pemerintah pengganti UU (yang diajukan Presiden) untuk ditetapkan menjadi UU 2. Fungsi anggaran  Memberikan persetujuan atas RUU tentang APBN (yang diajukan Presiden)  Memperhatikan pertimbangan DPD atas RUU tentang APBN dan RUU terkait pajak. Fungsi Anggaran. Setiap Lembaga–Lembaga Tinggi Negara juga memiliki fungsi yang berbeda–beda sebagai berikut : 1. DPR DPR memiliki Fungsi legislasi. pembentukan. pengelolaan SDA dan SDE lainnya. Fungsi legislasi  Menyusun Program Legislasi Nasional (Prolegnas)  Menyusun dan Membahas Rancangan Undang-Undang (RUU)  Menerima RUU yang diajukan oleh DPD (terkait otonomi daerah. pembentukan. pemekaran dan penggabungan . MPR Fungsi MPR adalah sebagai berikut:  menetapkan UUD dan atau Perubahan UUD  melantik Presiden dan Wakil Presiden  memberhentikan Presiden dan atau Wakil Presiden  menetapkan Presiden dan atau Wakil Presiden Pengganti sampai terpilihnya Presiden dan atau Wakil Presiden 2. pendidikan dan agama  Menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang disampaikan oleh BPK  Memberikan persetujuan terhadap pemindahtanganan aset negara maupun terhadap perjanjian yang berdampak luas bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara 3. dan Fungsi Pengawasan sebagai berikut: 1.

BPK BPK memiliki fungsi sebagai berikut:  Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan Negara. KY Komisi Yudisial berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan. 4. 5. DPD DPD memiliki Fungsi sebagai berikut:  Pengajuan usul.  Mengangkat dan memberhentikan menteri sebagai pembantu Presiden. Fungsi peradilan – Erat kaitannya dengan fungsi peradilan ialah hak uji materiil. 7. pajak. pelaksanaan APBN. daerah. 6. Anggota DPD dari setiap provinsi adalah 4 orang.  Melaksanakan APBN. Dengan demikian jumlah anggota DPD saat ini adalah seharusnya 136 orang. . program pembangunan.  Mengawasi pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan Negara. MA Fungsi dari Mahkamah Agung adalah sebagai berikut: 1. dan berakhir bersamaan pada saat anggota DPD yang baru mengucapkan sumpah/janji. pendidikan dan agama) 3. Masa jabatan anggota DPD adalah 5 tahun.  Melaksanakan TAP MPR. yaitu wewenang menguji/menilai secara materiil peraturan perundangan dibawah Undang-undang tentang hal apakah suatu peraturan ditinjau dari isinya. Presiden Presiden memiliki fungsi sebagai berikut:  Membentuk Kabinet. menetapkan Peraturan Pemerintah untuk menjalankan Undang-undang sebagaimana mestinya. pengelolaan SDA dan SDE lainnya. ikut dalam pembahasan dan memberikan pertimbangan yang berkaitan dengan bidang legislasi tertentu  Pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang tertentu. serta perilaku hakim. keluhuran martabat.

Keberadaan mahkamah konstitusi sekaligus untuk menjaga terselenggaranya suatu pemerintahan negara yang stabil dan sebagai koreksi terhadap pengalaman kehidupan ketatanegaraan di masa lalu yang menimbulkan tafsir ganda terhadap konstitusi. Fungsi Administratif – berwenang mengatur tugas serta tanggung jawab. Fungsi Mengatur – mengatur lebih lanjut hal-hal yang diperlukan bagi kelancaran penyelenggaraan peradilan. Fungsi Nasehat – memberikan nasihat atau pertimbangan dalam bidang hukum kepada Lembaga Tinggi Negara lain. 5. 4. MK Fungsi Mahkamah Konstitusi tercantum dalam UUD 1945 untuk menangani perkara tertentu di bidang ketatanegaraan.2. 8. berpedoman pada azas peradilan yang sederhana. . cepat dan biaya ringan. susunan organisasi dan tata kerja Kepaniteraan Pengadilan. 3. hal ini dilakukan dalam rangka menjaga konstitusi agar dilaksanakan secara bertanggung jawab sesuai dengan cita-cita demokrasi dan kehendak rakyat. tanpa mengurangi kebebasan Hakim dalam memeriksa dan memutuskan perkara. Fungsi pengawasan – melakukan pengawasan tertinggi terhadap jalannya peradilan. dan memberikan nasihat kepada Presiden selaku Kepala Negara dalam rangka pemberian atau penolakan grasi.

c. DPD. Di samping itu. DPD dapat mengajukan kepada DPR RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah. dalam waktu 30 hari semenjak RUU tersebut disetujui. Setiap lembaga Tinggi Negara tentunya saling berhubungan satu sama lain. melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden. secara otomatis sah menjadi UU dan wajib diundangkan. Unsur anggota DPR merupakan representasi rakyat melalui partai politik. Keanggotaan MPR yang terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD menunjukan bahwa MPR masih dipandang sebagai lembaga perwakilan rakyat karena keanggotaannya dipilih dalam pemilihan umum. Selanjutnya untuk menguatkan posisi DPR sebagai pemegang kekuasaan legislatif. Perbedaan keduanya terletak pada hakikat kepentingan yang diwakilinya. MPR memiliki kewenangan mengubah dan menetapkan UUD. serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah (Lihat Pasal 22 D). Ketentuan ini memberikan hak kepada DPD untuk menjadikan hasil laporan keuangan BPK sebagai bahan dalam rangka melaksanakan tugas dan kewenangan yang dimilikinya.Dalam hubungan DPR dengan DPD. dan kewenangan memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut UUD. kini MPR terdiri dari anggota DPR dan anggota DPD. dan untuk turut menentukan keanggotaan BPK dalam proses pemilihan anggota BPK.Dalam hubungannya dengan Mahkamah Konstitusi. anggota DPR untuk mewakili rakyat sedangkan anggota DPD untuk mewakili daerah. pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah. Sebagai lembaga. dan MK. Berdasarkan UUD NRI tahun 1945. berikut adalah beberapa hubungan yang dimiliki oleh Lembaga Tinggi Negara = a. sedangkan unsur anggota DPD merupakan representasi rakyat dari daerah untuk memperjuangkan kepentingan daerah. . memilih Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam hal terjadi kekosongan jabatan Presiden dan/atau Wakil Presiden. terdapat hubungan tata kerja yaitu dalam hal permintaan DPR kepada MK untuk memeriksa pendapat DPR mengenai dugaan bahwa Presiden bersalah. b. DPD menerima hasil pemeriksaan BPK dan memberikan pertimbangan untuk pemilihan anggota BPK. terdapat hubungan kerja dalam hal ikut membahas RUU yang berkaitan dengan bidang tertentu. proses tersebut hanya bisa dilakukan apabila didahului oleh pendapat DPR yang diajukan pada MPR. maka pada Pasal 20 ayat (5) ditegaskan bahwa dalam hal RUU yang disetujui bersama tidak disahkan oleh Presiden. Khusus mengenai penyelenggaraan sidang MPR berkaitan dengan kewenangan untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden. laporan BPK akan dijadikan sebagai bahan untuk mengajukan usul dan pertimbangan berkenaan dengan RUU APBN. DPR dengan Presiden. DPD Keberadaan MPR dalam sistem perwakilan dipandang sebagai ciri yang khas dalam sistem demokrasi di Indonesia. dan proses pengajuan pendapat DPR yang menyatakan bahwa Presiden bersalah untuk diperiksa oleh MK. DPD dengan BPK Berdasarkan ketentuan UUD NRI 1945.Pasal 20 ayat (1) menyatakan bahwa DPR memegang kekuasaan membentuk undang-undang. Di samping itu terdapat hubungan tata kerja lain. pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. hubungan pusat dan daerah. misalnya dalam hal apabila ada sengketa dengan lembaga negara lainnya. MPR dengan DPR.

memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan UUD. memutus pembubaran partai politik. Mahkamah Konstitusi dengan Presiden. dan ditegakkan kehormatannya oleh . Keberadaan Komisi Yudisial tidak bisa dipisahkan dari kekuasaan kehakiman. MK juga wajib memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut UUD. MA dengan lembaga negara lainnya Pasal 24 ayat (2) menyebutkan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya serta oleh sebuah Mahkamah Konstitusi. maka konflik tersebut harus diselesaikan oleh Mahkamah Konstitusi.Selain dalam kerangka pemeriksaan APBN. e.Di samping itu.Dalam hubungannya dengan Mahkamah Konstitusi. KY Selanjutnya. jelas bahwa MK memiliki hubungan tata kerja dengan semua lembaga negara yaitu apabila terdapat sengketa antar lembaga negara atau apabila terjadi proses judicial review yang diajukan oleh lembaga negara pada MK. Komisi Yudisial dengan MA Pasal 24A ayat (3) dan Pasal 24B ayat (1) menegaskan bahwa calon hakim agung diusulkan Komisi Yudisial kepada DPR untuk mendapat persetujuan. DPD. dijaga. dan DPRD. Ketentuan ini menjelaskan bahwa jabatan hakim merupakan jabatan kehormatan yang harus dihormati. MA mengajukan 3 (tiga) orang hakim konstitusi untuk ditetapkan sebagai hakim di Mahkamah Konstitusi. BPK dengan DPR dan DPD BPK merupakan lembaga yang bebas dan mandiri untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara dan hasil pemeriksaan tersebut diserahkan kepada DPR. DPR. maka apabila MPR bersengketa dengan lembaga negara lainnya yang sama-sama memiliki kewenangan yang ditentukan oleh UUD. g.Dengan pengaturan BPK dalam UUD. Ketentuan tersebut menyatakan puncak kekuasaan kehakiman dan kedaulatan hukum ada pada MA dan MK. Pasal 24C ayat (1) UUD 1945 menyebutkan bahwa salah satu wewenang Mahkamah Konstitusi adalah untuk memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan UUD. terdapat perkembangan yaitu menyangkut perubahan bentuk organisasinya secara struktural dan perluasan jangkauan tugas pemeriksaan secara fungsional. BPK.d. Dengan kewenangan tersebut. f. Karena kedudukan MPR sebagai lembaga negara. DPD. Mahkamah Agung merupakan lembaga yang mandiri dan harus bebas dari pengaruh cabang-cabang kekuasaan yang lain. Kewenangan Mahkamah Konstitusi sesuai dengan ketentuan Pasal 24C ayat (1) dan (2) UUD NRI tahun 1945 adalah untuk mengadili pada tingkat pertama dan terakhir untuk menguji UU terhadap UUD. hubungan BPK dengan DPR dan DPD adalah dalam hal proses pemilihan anggota BPK. Karena saat ini pemeriksaan BPK juga meliputi pelaksanaan APBN di daerah- daerah dan harus menyerahkan hasilnya itu selain pada DPR juga pada DPD dan DPRD. dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. MA.

suatu lembaga yang juga bersifat mandiri. sedangkan pengusulan pengangkatan hakim lainnya. Dalam hubungannya dengan MA. seperti hakim MK tidak dikaitkan dengan KY. . tugas KY hanya dikaitkan dengan fungsi pengusulan pengangkatan Hakim Agung.