You are on page 1of 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Mengacu kepada Sistem Pendidikan Nasional menurut Undang-
Undang Nomor. 20 Tahun 2003, dinyatakan bahwa: “Pendidikan adalah usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara (Sanjaya, 2006:28).
Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila
dan UUD Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan
Nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan Zaman”. Menurut Dalle
(dalam Saiful, 2003:64) Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh
keluarga, masyarakat dan Pemerintah melalui kegiatan bimbingan,
pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan luar sekolah
sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat
mempermainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tetap untuk
masa yang akan datang.
Wina Sanjaya (2006) mengatakan terdapat hal-hal substansi yang
tersirat dalam UU SISDIKNAS No 20 Tahun 2003:
Pertama, pendidikan adalah usaha sadar yang terencana, hal ini
berarti bahwa pendidikan tidak mengesampingkan proses belajar.
Pendidikan tidak semata-mata berusaha untuk mencapai hasil belajar,
akan tetapi bagaimana memperoleh hasil atau proses belajar yang
terjadi pada diri anak. Dengan demikian dalam pendidikan antara
proses dan hasil belajar harus berjalan secara seimbang, sebab
pendidikan yang hanya mementingkan salah satu diantaranya tidak
akan membentuk manusia seutuhnya. Kedua, dapat mengembangkan
potensi dirinya, ini berarti proses pendidikan harus berorientasi
kepada siswa (student active learning). Ketiga, akhir dari proses

Pendidikan dapat membantu bukan hanya mengembangkan kemampuan inteleknya. Pendidikan juga merupakan sebuah modal dasar bagaimana bangsa bisa tumbuh. Sedangkan yang dimaksud dengan Guru Pembimbing adalah pekerja sosial yang bertugas mendampingi danmemberikan pelayanan psikososial pelayanan terhadap . serta pengembangan keterampilan anak sesuai dengan kebutuhan. Dalam pendidikan terkandung berbagai macam aspek. Demi tercapainya tujuan pendidikan itu. kecerdasan/cognitive. bangsa dan negara. Masing-masing peran harus berjalan dengan sinergi saling melengkapi sehingga membentuk suatu sistem yang harmonis sehingga Peran guru pembimbing sangat diperlukan dalam kegiatan belajar dan dapat berlangsung dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan. Peran mempunyai arti sebagai “perangkat tingkah yang diharapkan dan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dimasyarakat”. pendidikan adalah kemampuan anak memiliki memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam rangka pembangunan suatu bangsa. masyarakat. pengendalian diri. kepribadian. siswa harus dapat berkembang secara optimal dengan kemampuan untuk berkreasi. Proses pendidikan mempunyai peran dan tanggung jawab sesuai dengan apa yang dibutuhkan. kecerdasan. salah satu diantaranya adalah proses belajar mengajar yang menjadi ujung tombak dimana peserta didik yakni generasi muda bangsa mendapatkan sebuah ilmu dan berbagai pemahaman tentang berbagai macam pengetahuan. mandiri. jadi ketiga aspek inilah (sikap/avektif. serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya. akhlak mulia. hal ini berarti bahwa proses pendidikan berujung kepada pembentukan sikap pengembangan kecerdasan/intelektual. tetapi juga masalah dalam dirinya sendiri dan masalah yang ditemuinya dalam interaksi dengan lingkungannya. berkembang dalam berbagai macam perkembangan dunia dan perkembangan masa yang semakin menantang. bertanggung jawab. dan keterampilan/psikomotorik) arah dan tujuan pendidikan mengarah kesana. dan dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

maka harus ada kerja sama antara guru dan siswa yang juga di dukung oleh sarana dan prasarana pendidikan. Maju mundurnya suatu bangsa banyak ditentukan oleh maju mundurnya pendidikan. Kegiatan bimbingan yang yang dilakukan oleh sekolah akan membentuk siswa yang mandiri. maka pendidikan harus dilaksanakan sebaik mungkin sehingga dapat memperoleh hasil yang diharapkan. Dengan demikian. salah satu diantaranya adalah guru. sebagai guru harus benar-benar menjalankan tugas fungsinya sebagai guru yang profesional. Guru pembimbing mempunyai peran yang sangat penting dalam pembentukan pribadi anak didik. metode pengajaran bimbingan dan konseling. baik dalam kehidupan seseorang. untuk tercapainya proses pembelajaran pendidikan bimbingan dan konseling yang baik. Guru merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam penyelenggaraan proses pembelajaran pendidikan di sekolah. Untuk melaksanakan pendidikan harus dimulai dengan pengadaan tenaga pendidkan sampai sarana dan . mengetahui kelebihan dan kekurangannya. dan materi pembelajaran. Oleh sebab itu. sehingga tercapainya suatu proses pembelajaran yang berkualitas. Sifatnya mutkak dalam kehidupan. agar proses pembelajaran pendidikan benar- benar dapat ditingkatkan khususnya proses pembenalajaran pendidikan bimbingan dan konseling. serta meningkatkan nalar siswa. Dengan adanya guru pembimbing diharapkan siswa akan lebih mandiri dan dapat mengikuti kegiatan yang ada disekolah dengan baik dan dengan penuh tanggung jawab.individu yang mempunyai masalah. Mengingat sangat pentingnya pendidikan bagi kehidupan. Pendidikan sangat penting dalam kehidupan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Dapat dikatakan bahwa pengertian Peran Guru Pembimbing adalah seorang tenaga profesional yang memberikan bantuan kepada orang lain yang bermasalah dimana keberadaannya sangat dibutuhkan. Wujud peran sekolah akan nampak melalui tugas dan fungsi dari masing-masing komponen pendidikan disekolah. harus menunjukkan peran dan fungsi secara baik. Sebagai tempat penyelenggaraan pendidkan. keluarga maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dari pendapat diatas peneliti menyimpulkan bahwa terdapat faktor- faktor yang menghambat proses pembelajaran pendidikan bimbingan dan konseling yang dialami langsung di lapangan sehingga menjadi sebuah tanggung jawab bagi semua pihak khususnya guru bimbingan dan konseling dan semua komponen-komponen yang terkait di dalamnya untuk berupaya dalam mengatasi hambatan-hambatan pendidikan khususnya pendidkan bimbingan dan konseling agar tercapai tujuan pendidikan nasional. inovasi tidak berkembang. masalah finansial. harus benar-benar dipikirkan karena pada dasarnya guru sebagai tenaga kependidikan dan sebagai ujungtombak dalam keberhasilan pendidikan. yang selama ini dapat membantu membangun peningkatan pendidikan anak-anak Bangsa. Namun sayangnya sekolah tersebut hingga saat ini dapat mengalami keganjalan-keganjalan dalam proses peningkatan mutu pendidikan oleh karena kekurangan tenaga guru Bimbingan dan Konseling. suasana belajar. Dengan kendala tersebut. sama- sama bersepakat mengambil suatu keputusan untuk melengkapi kekurangan yang ada dengan memberikan kepercayaan kepada guru mata pelajaran lain yang tidak berprofesi dalam bidang bimbingan dan konseling untuk menangani mata pelajaran bimbingan konseling. Seiring dengan pembahasan ini SMP Negeri Haenbaun adalah satu-satunya lembaga pendidikan Negeri pertama di Amarasi yang di bangun pada tahun 2010 secara fisik dan mulai beroperasional pada tahun 2011. dan kurang adanya hubungan sosial. baik secara personal. penolakan dari kelompok penentu. Ada enam faktor utama yang menghambat inovasi.prasarana pendidikan. Oleh sebab itu dengan kekurangan guru tersebut. sosial maupun profesional. yaitu estimasi tidak tepat terhadap inovasi. maka peneliti tertarik untuk mengadakan suatu penelitian dengan judul : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi . diantaranya unsur-unsur dinamis dalam pembelajaran yang meliputi : Bahan belajar. Selain dari pada itu sekolah tersebut juga memiliki sarana dan prasarana BK yang tidak mendukung dalam kelancaran proses belajar mengajar BK. dan sumber belajar dan juga sebagai pembelajar. media. maka dari pihak sekolah dab komite sekolah. konflik dan motivasi.

2 Rumusan masalah Bertolak dari latar belakang di atas maka persoalan pokok yang ingin diteliti dalam penelitian ini adalah Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi perilaku siswa yang mengalami kesulitan belajar di SMP Negeri Haenbaun. Sebagai bahan referensi bagi Civitas akademika khususnya bagi Program Studi BK dalam mengembangkan pemahaman faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku siswa yang mengalami kesulitan belajar pada SMP Negeri Haenbaun. b. Manfaat Aplikasi/Praktis a. 1. Sebagai bahan masukan bagi SMP Negeri Haenbaun dalam kegiatan pembelajaran pendidikan Bimbingan dan konseling demi tercapainya tujuan belajar atau hasil belajar. Perilaku Siswa Yang Mengalami Kesulitan Belajar Pada SMP Negeri Haenbaun. .4 Manfaat 1. b. Sebagai bahan input/informasi untuk bahan kajian dan pembanding yang melakukan penelitian sejenis. maka yang menjadi batasan masalah dalam penelitian ini adalah : Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku siswa yang mngalami kesulitan belajar di SMP Negeri Haenbaun. 2. Manfaat Implikasi /Teori a. Sebagai bahan referensi bagi SMP Negeri Haenbaun dalam mengatasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku siswa yang mengalami kesulitan belajar di SMP Negeri Haenbaun. 1.3 Tujuan Berdasarkan identifikasi masalah tersebut di atas. 1.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. mengajar. mengarahkan. Dalam Surat Edaran (SE) Mendikbud dan Kepala BAKN No. Sehingga pengertian pendidikan tersebut pada akhirnya menyangkut semua aspek kecerdasan. membimbing. melatih.Republika. wewenang dan tanggung jawab oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pendidikan di sekolah”. bab I pasal 1 ayat 1). mempengaruhi terjadinya sesuatu. Masa remaja dan perubahan yang menyertainya merupakan fenomena yang harus dihadapi oleh guru. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini. (57686)/MPK/1989 menyatakan bahwa “guru adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang diberi tugas. pendididkan dasar dan pendididkan menengah (UU tentang Guru dan Dosen.25 Nopember 1997). seluruh aspek perkembangan manusia yaitu psikomotor. menilai. Siswa Karakteristik Siswa SMP. guru berasal dai bahasa India yang artinya orang yang mengajarkan tentang kelepasan dan kesengsaraan (Shamsudin. Dari pengertian di atas jelas bahwa guru itu memiiki peranan yang strategis dan merupakan kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan kelembagaan sekolah. Kegiatan belajar mengajar akan efektif apabila tersedia guru yang sesuai dengan kebutuhan sekolah baik jumlah. Guru Secara Etimologi ( asal-usul kata). Guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. . peristiwa dan sebagainya yang ikut menyebabkan.1 Pengertian Faktor-Faktor Faktor-faktor adalah sesuatu hal/keadaan. 1. Siswa SMP mengalami masa remaja. jalur pendididkan formal. kualifikasi maupun bidang keahliannya. dan afektif mengalami perubahan yang luar biasa. satu periode perkembangan sebagai transisi dari masa anak-anak munuju masa dewasa. kognitif. 2. karena guru adalah pengelola KBM bagi para siswanya. Selama di SMP.

2. Arosoo T. dan perkembangan konseptual. Kematangan Karena kematangan mentalnya belum matang. Faktor ekstern erat kaitannya dengan faktor sosial atau lingkungan individu yang bersangkutan. Faktor intern a. dan keterampilan berpikir. Salah satu perubahan luar biasa tersebut adalah pertumbuhan tinggi badan dan berat badan. kapabilitas memori dan bahasa. 3) Perkembangan aspek afektif Menurut Arosoo T. kita akan sukar mengajarkan konsep-konsep ilmu Filsafat kepada siswa . 1) Perkembangan aspek sikomotorik Wuest dan Lambardo (1974) menyatakan bahwa perkembangan aspek psikomotor seusia siswa SMP ditandai dengan perubahan jasmani dan fisiologis secara luar biasa. seperti pemahaman. Untuk siswa SMP perkembangan kognitif utama yang dialami adalah formal operasinal yang mampu berfikir abstrak dengan menggunakan simbol-simbol tertentu. Faktor intern merupakan faktor yang berasal dari dalam individu sendiri.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Faktor yang mempengaruhi kesulitan dalam belajar ada 2 macam. ranah afektif menyangkut perasaan. Perkembangan afektif siswa SMP mencakup proses belajar perilaku dengan orang lain atau sosialisasi. Sebagian besar sosialisasi berlangsung lewat pemodelan dan peniruan orang lain.V (1986) menyatakan bahwa aspek kognitif meliputi fungsi intelektual. lingkungan masyarakat . kecerdasan. pengetahuan. motivasi dan minat. guru dan alat peraga yang dipergunakan di sekolah 1. Misalnya keadaan lingkungan keluarga. moral dan emosi. misalnya kematangan. 2) Perkembangan aspek kognitif.V (1986). yaitu Faktor Intern Belajar. Selain itu ada peningkatan fungsi intelektual.

Otomatis pelajaran tersebut tidak masuk sama sekali di dalam IQ-nya. sebab kalau dari dalam diri individu tidak mempunyai sedikitpun kemauan atau minat untuk belajar. d. dalam tingkat yang sama tidak semuanya individu mampu mengerjakannya dengan baik. Kecerdasan ( IQ ) Keberhasilan individu mempelajari berbagai pengetahuan ditentukan pula oleh tingkat kecerdasannya. misalnya memasak dan membuat mainan sederhana. baik potensi jasmani maupun rohaninya perlu dipertimbangkan lagi kematangannya. seperti dalam mengerjakan pekerjaan sehari- hari. Pemberian materi tertentu akan tercapai apabila sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan individu atau siswa. Oleh karena itu. sekolah dasar. Demikian pula dalam hal-hal yang lain. . seperti peran orang tua. b. Motivasi Motivasi pun menentukan keberhasilan belajar. maka pelajaran yang telah diterimanya hasilnya akan sia-sia. Motivasi merupakan dorongan untuk mengerjakan sesuatu. Minat Minat belajar dari dalam individu sendiri merupakan faktor yang sangat dominan dalam pengaruhnya pada kegiatan belajar. Tetapi kecerdasan individu yang bersangkutan kurang mendukung. maka pengetahuan yang telah dipelajarinya tetap tidak akan dimengerti olehnya. Dorongan tersebut ada yang datang dari dalam individu yang bersangkutan dan ada pula yang datang dari luar individu yang bersangkutan. suatu ilmu pengetahuan telah cukup untuk dipelajari oleh seseorang individu dalam taraf usia tertentu. teman dan guru. c. misalnya.

dengan bijaksana dan penuh pengertian orang tuanya memberikan pandangan dan pendapatnya terhadap penyelesaian masalah belajar anaknya. Suasana keluarga yang tentram dan damai sangat menunjang keharmonisan hubungan keluarga. Bisa dilihat dari cara guru mengajar kepada siswa. Status ekonomi. penguasaan teknik-teknik mengajar. dan guru sebagai konduktor masalah-masalah individu siswa. status sosial. hal ini sangat menentukan dalam keberhasilan belajar. kebiasaan dan suasana lingkungan keluarga ikut serta mendorong terhadap keberhasilan belajar. Hubungan orang tua dan anak akan dirasakan saling memperhatikan dan melengkapi. . Setiap pola masyarakat yang mungkin menyimpang dengan cara belajar di sekolah akan cepat sekali menyerap ke diri individu. guru sebagai inovator. Faktor Ekstern a. perlu menjadi acuan selama proses pendidikan berlangsung. Jadi peran masyarakat akan dapat merubah tingkah laku individu dalam proses belajar. dasar pengetahuan dalam pendidikan.2. Guru Peran guru dapat mempengaruhi belajar. Lingkungan Masyarakat Peran masyarakat sangat mempengaruhi individu dalam belajar. b. c. Sikap dan kepribadian guru. Lingkungan keluarga Lingkungan keluarga pun sangat menentukan keberhasilan belajar. guru sebagai motivator. Apabila anak menemukan kesulitan belajar. dan kemampuan menyelami alam pikiran setiap individu siswa merupakan hal yang sangat penting. guru sebagai fasilitator. Oleh karena itu. karena ilmu yang didapat dari pengalamannya bergaul dengan masyarakat akan lebih mudah diserap oleh individu daripada pengalaman belajarnya di sekolah.

e. maka akan menemukan kendala yang relatif serius. . alat-alat tulis menulis dan sebagainya. Alat pelajaran tersebut akan menunjang proses pemahaman anak. sebab masih ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi anak tersebut untuk belajar dengan baik. Begitu pula sebaliknya. dan ditunjang oleh sarana dan prasarana yang serba ada. seorang anak dari keluarga yang mampu. alat peraga.d. Kesempatan Belajar Kesempatan belajar merupakan faktor yang sedang diupayakan Pemerintah melalui Wajib Belajar (Wajar) Pendidikan Dasar 9 Tahun yang mulai dicanangkan tahun pelajaran 1994/1995. Misalnya. maka ia akan menemukan hambatan dalam penyaluran aspirasi cita-citanya secara utuh. perhatian khusus dari guru kelas. Pencanangan Wajar tersebut merupakan alternatif pemberian kesempatan kepada para siswa. Seorang anak yang tidak memiliki kesempatan belajar karena secara ekonomis kurang mampu. keharmonisan lingkungan keluarga. Bentuk Alat Pelajaran Bentuk alat pelajaran bisa berupa buku-bukun pelajaran. tetapi di sisi lain anak tersebut berintelegensi tinggi. Kesulitan untuk mendapatkan atau memiliki alat-alat pelajaran secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi keberhasilan dalam belajar siswa. Walaupun motivasi begitu tinggi untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. tetapi apabila tidak didukung oleh ekonomi yang cukup. jarak dari rumah ke sekolah yang cukup jauh sehingga melelahkan. seperti motivasi belajar. memiliki intelegensi yang tinggi. serta hal-hal lain yang memungkinkan ketidak berhasilan siswa tersebut. terutama bagi mereka yang orang tuanya berekonomi kurang mampu. Siswa akan cenderung berhasil apabila dibantu oleh alat-alat pelajaran yang memadai. bersekolah di sekolah favorit. melalui praktek sederhana dari materi pelajaran yang telah mereka pelajari. belum tentu dapat belajar dengan baik.

4 Informan penelitian Penelitian ini akan di informasikan kepada kepala sekolah.1 Jenis Penelitian Ditinjau dari jenis masalah yang diselidiki. Data sekunder Sumber data untuk menganalisa Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku siswa yang mengalami kesulitan belajar di SMP Negeri Haenbaun. 3.2 Metode penelitian Dalam penelitian ini. 2. teknik dan alat yang digunakan dalam penelitian. Kecamatan Amarasi Timur. penelita menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan survei sebagai pedoman dalam mencari dan mengumpulkan informasi dilapangan guna membangun kebutuhan manusia akan pendidikan dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku siswa yang mengalami kesulitan belajar di SMP Negeri Haenbaun. Kabupaten Kupang. guru pendidikan Bimbingan dan Konseling. dan rencana penelitian ini dilaksanakan dalam waktu kurang lebih dua bulan. 3. serta waktu dan tempat penelitian dilakukan.5 Sumber data 1. . maka penelita menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. BAB III METODE PENELITIAN 3. 3. Data primer Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu dengan metode wawancara. dengan jenis penelitian metode survei.3 Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada SMP Negeri Haenbaun. Siswa dan seluruh Komponen Sekolah SMP Negeri Haenbaun. 3.

Teknik wawancara Teknik ini dilakukan dengan wawancara secra langsung kepada kepala sekolah.6 Teknik pengumpulan data Teknik yang digunakan oleh peneliti yaitu : 1. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan survei. Teknik Observasi Observasi ini dimaksudkan untuk menyesuaikan diri dan mengenal segala keadaan lingkungan tempat penelitian seperti Ekonomi. sosial. karena analisis data dapat memberikan arti dan makna yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian. 2. kabupaten kupang. dan pada masyarakat sekitarnya berupa pemotretan atau pengambilan gambar. kecamatan Amarasi Timur. budaya dan keadaan alam di lokasi penelitian. 3.3. . Guru Bimbingan dan Siswa. 3. Teknik dokumentasi Peneliti mengambil data dari tempat penelitian yaitu di SMP Negeri Haenbaun.7 Teknik analisis data Analisia data merupakan bagian yang amat penting dalam melakukan penelitian.