You are on page 1of 2

2.

4 Relevansi Teori

a. Teori Hierarki Kebutuhan oleh Abraham Maslow

Dari permasalahan penagangguran dalam kajian teori yang ada, dalam tulisan ini

permasalahan tersebut dapat ditinjau dalam sebuah prespektif teori hierarki kebutuhan

Maslow. Dimana dalam suatu kondisi kebutuhan-kebutuhan di tingkat rendah harus

terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan-

kebutuhan di tingkat lebih tinggi menjadi hal yang memotivasi. Dalam prespektif

tersebut pada kondisi realitas yang ada usia angkatan kerja yang kurang produktif atau

pengangguran tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar bagi kehidupannya untuk

memperoleh penghargaan dan melakukan aktualisasi diri.

Maslow mengemukakan bahwa setiap orang yang memiliki dua kategori

mengenai penghargaan, yaitu kebutuhan yang lebih rendah dan lebih tinggi. Kebutuhan

rendah adalah kebutuhan untuk menghormati orang lain, kebutuhan akan status,

ketenaran, kemuliaan, pengakuan, perhatian, reputasi, apresiasi, martabat, bahkan

dominasi. Sedangkan kebutuhan yang tinggi adalah kebutuhan akan harga diri termasuk

perasaan, keyakinan, kompetensi, prestasi, penguasaan, kemandirian dan kebebasan.

Sekali manusia mampu memenuhi kebutuhan untuk dihargai, pada kondisi faktualnya

usia angkatan kerja yang kurang produktif atau penganggur tersebut sudah siap untuk

memasuki sebuah pencapaian untuk melakukan aktualisasi dalam suatu lingkungan

masyarakat (Maslow, dalam Alwisol. 2004:254).

b. Teori Pertukaran Sosial oleh John Thibault dan Harold Kelley (1952)

Teori pertukaran sosial adalah teori dalam ilmu sosial yang menyatakan bahwa

dalam hubungan sosial terdapat unsur akibat, pengorbanan dan keuntungan yang saling

mempengaruhi. Teori pertukaran sosial dikembangkan oleh Thibault dan Kelley (1952)

.ini menganggap hubungan dasar dari hubungan sosial adalah sebagai suatu transaksi. Dalam kaitannya dengan hubungan pengangguran dan pemerintah adalah bagaimana letak tanggung jawab pemerintah pada warga negara untuk memperoleh suatu penghidupan yang layak dengan memperoleh suatu pekerjaan. dimana orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya.