You are on page 1of 11

TUGAS ANATOMI FISIOLOGI

“SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA”

DISUSUN OLEH

KELOMPOK 1

 Aditya Malakawo

 Agung Lienza Latif

 Andi Safutra Suraya

 Budiman Niode

 Citra Devy Napu

 Dewi Puspita Sari

 Dwi Rabiatul Adwiyah Ali

 Eka Fidyastuti Yunus

 Fanda Nathasia Hamzah

POLTEKKES KEMENKES GORONTALO

T.A 2015-2016

BAB II PEMBAHASAN SISTEM PERNAFASAN MANUSIA A. Lapisan dalam terdiri dari selaput lendir yang berlipat-lipat yang dinamakan karang hidung (konka nasalis). yang berjumlah 3 buah: a) konka nasalis inferior ( karang hidup bagian bawah) b) konka nasalis media(karang hidung bagian tengah) . 1. Bagian luar dinding terdiri dari kulit 2. mempunyai dua lubang( cavum nasi). dipisahkan oleh sekat hidung ( septum nasi). Anatomi Sistem Pernapasan  Rongga Hidung Hidung merupakan saluran udara yang pertama. Lapisan tengah terdiri dari otot-otot dan tulang rawan. debu dan kotoran-kotoran yang masuk kedalam lubang hidung. Didalam terdapat bulu-bulu yang berguna untuk menyaring udara. 3.

c) konka nasalis superior(karang hidung bagian atas). sebelah dalam terdapat lubang yang berhubungan dengan tekak. sinus frontalis pada rongga tulang dahi. Pada konka nasalis terdapat sel-sel penciuman. saluran ini disebut tuba auditiva eustaki. Terdapat dibawah dasar tengkorak. yaitu sinus maksilaris pada rongga rahang atas. Pada hidung di bagian mukosa terdapat serabut-serabut syaraf atau respektor dari saraf penciuman disebut nervus olfaktorius. Diantara konka-konka ini terdapat 3 buah lekukan meatus yaitu meatus superior (lekukan bagian atas). Hidung juga berhubungan dengan saluran air mata disebut tuba lakminaris. Ke bawah terdapat dua lubang. ke depan lubang laring. Disebelah belakang konka bagian kiri kanan dan sebelah atas dari langit-langit terdapat satu lubang pembuluh yang menghubungkan rongga tekak dengan rongga pendengaran tengah. . Pada sinus etmodialis. Meatus-meatus inilah yang dilewati oleh udara pernafasan. Ke depan berhubungan dengan rongga mulut. sinus sfenoidalis pada rongga tulang baji dan sinus etmodialis pada rongga tulang tapis. ke belakang lubang esofagus. Hubungan faring dengan organ-organ lain keatas berhubungan dengan rongga hidung. tempat hubungan ini bernama istmus fausium. Dasar dari rongga hidung dibentuk oleh tulang rahang atas. meatus medialis(lekukan bagian tengah dan meatus inferior (lekukan bagian bawah). lubang ini disebut koana. sel tersebut terutama terdapat di bagianb atas.  Faring (pangkal tengkorak) Merupakan tempat persimpangan antara jalan pernapasan dan jalan makanan. keatas rongga hidung berhubungan dengan beberapa rongga yang disebut sinus paranasalis. keluar ujung-ujung saraf penciuman yang menuju ke konka nasalis. yang menghubungkan telinga tengah dengan faring dan laring. dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher. dengan perantaraan lubang yang bernama koana.

Proses pembentukan suara merupakan hasil kerjasama antara rongga mulut. yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang berfungsi pada waktu kita menelan makanan menutupi laring. Di sebelah belakang terdapat epiglotis( empang tenggorok) yang berfungsi menutup laring pada waktu menelan makanan. Perbedaan suara seseorang tergsantung pada tebal dan panjangnya pita suara. Disebelahnya terdapat 2 buah tonsilkiri dan kanan dari tekak. laring. Laring terdiri dari 5 tulang rawan antara lain: 1. Pangkal tenggorokan itu dapat ditutup oleh sebuah empang tenggorok yang disebut epiglotis. Pita suara pria jauh lebih tebal daripada pita suara wanita. Kartilago tiroid (1 buah) depan jakun sangat jelas terlihat pada pria. rongga hidung. Laring dilapisi oleh selaput lendir. 2. juga dibeberapa tempat terdapat folikel getah bening. Kartilago epiglotis (1 buah). . Kartilago krikoid (1 buah) yang berbentuk cincin 4.  Batang Tenggorokan (Trakea) Batang Tenggorokan ( Trakea) Merupakan lanjutan dari laring yang terbentuk oleh 16-20 cincin yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang berbentuk seperti kuku kuda. lidah dan bibir.  Pangkal Tenggorokan(Laring) Pangkal Tenggorokan(Laring) Merupakan saluran udara dan bertindak sebagai pembentukan suara terletak di depan bagian faring sampai ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke dalam trakea dibawahnya. Perkumpulan getah bening ini dinamakan adenoid. kecuali pita suara dan bagian epiglotis yang dilapisi oleh sel epiteliumnberlapis. Dibawah selaput lendir terdapat jaringan ikat. Kartilago ariteanoid (2 buah) yang berbentuk beker 3.

bronkus lobaris kanan ( 3 lobus) dan bronkus lobaris kiri ( 2 bronkus). Bronkiolus mengandung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan nafas. limfatik dan saraf.  Bronkiolus Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus. Bronkus segmentalisini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki: arteri. Panjang trakea 9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos. . Sel-sel bersilia gunanya untuk mengeluarkan benda-benda asing yang masuk bersama-sama dengan udara pernafasan.bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental. Sebelah dalam diliputi oleh selaput lendir yang berbulu getar yang disebut sel bersilia.hanya bergerak kearah luar.  Cabang Tenggorokan ( Bronkus) Bronkus terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri. Yang memisahkan trakea menjadi bronkus kiri dan kanan disebut karina.

Sel-sel alveolar tipe II : sel yang aktif secara metabolik dan mensekresikan surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar) 3. Hubungan faring dengan rongga hidung dan laring ini membuat faring menjadi cukup penting dalam produksi suara. sebagai penyaring udara pernafasan yang dilakukan oleh bulu-bulu hidung 3. Terdiri atas 3 tipe : 1. Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara lain jalan nafas konduksi dan jalan udara pertukaran gas. bekerja sebagai saluran udara pernafasan 2. membunuh kuman-kuman yang masuk. Sel-sel alveolar tipe III : Magrofag yang merupakan sel-sel fagositosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan. serta memungkinkan . bersama-sama udara pernafasan oleh leukosit yang terdapat dalam selaput lendir (mukosa) atau hidung. Dan kemudian menjadi alvioli.  Faring Fungsi utama faring adalah sebagai saluran alat pencernaan yang membawa makanan dari rongga mulut hingga ke esofagus. Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2. • Duktus alveolar dan sakus alveolar Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar. dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa 4. FISIOLOGI ALAT RESPIRASI  Hidung Fungsi hidung. B. Sel-sel alveolar tipe I : Sel apitel yang membentuk dinding alveoli 2.• Bronkiolus terminalis Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis( yang mempunyai kelenjar lendir dan silia) • Bronkiolus respiratori Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respirstori. terdiri dari : 1.  Alveolus Alveolus Merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida.

 Trakea Trakea fungsinya adalah untuk mengangkut udara ketika seseorang bernafas melalui hidung atau mulut ke paru-paru . 2.  Bronkus Bronkus berfungsi untuk membawa udara melalui jaringan paru-paru . PROSES RESPIRASI 1.  Laring Laring berfungsi untuk pembentuka suara dan untuk melindungi jalan nafas terhadap masuknya makanan dan cairan. akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.  Alveolus Alveolus berfungsi untuk tempat bertukarnya udara C.manusia untuk bernafas menggunakan mulut serta jika diperlukan secara medis memasukkan makanan melalui hidung.  Bronkiolus Broniolus sebagai media yang menghubungkan oksigen yang dihirup agar mencapai paru-paru. Ekspirasi Ekspirasi ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi . Inspirasi Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar.

Oksigen akan disalurkan ke seluruh tubuh dengan bantuan drah sedangkan karbondioksida merupakan sisa pembakaran gas yang akan di keluarkan melalui ekspirasi. tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar. b. oksigen masuk ke hidung. 3. Kapasitas Paru a. sebagian besar udara ispirasi mengisi saluran pernapasan lebih besar. kemudian ke trakea. 6. Kapasitas inspirasi (KI) adalah menambahan volume tidal dan volume cadangan inspirasi. Nilai rata-ratanya adalah 220ml. jadi nilai (KI=VT+VCL) 5. Ventilasi Paru Dari seluruh proses ventilasi paru faktor yang penting adalah kecepatan pembaaruan udara dalam area pertukaran paru dan alveolus setiap menit oleh udara atmosfer (ventilasi alveolus). dan masuk ke alveoli melalui bronkiolus. disebut ruang rugi yang membrannya tidak dapat melakukan pertukaran gas yang berarti dengan darah 4. sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar. Transpor Oksigen Oksigen tidak terlalu mudah larut dalam air dan tidak cukup mudah dibawa dalam larutan air sederhana untuk mempertahankan kehidupan jaringan.kecil. Sebagai akibatnya. Partukaran gas pada alveoli Pada saat inspirasi. lalu bronkus. Kapasitas residu fungsional (KFR) adalah menambahan volume residu dan volume cadangan expirasi. Di alveoli terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Sehingga sekitar 97% oksigen dalam darah di bawah eritorit yang telah berikatan dengan . Nilsi rata-ratanya adalah 3500 ml.

. pernafasan dalam atau menghirup oksigen murni tidak dapat memberi peningkatan yang berarti pada kejenuhan hemoglobin dengan oksigen tetapi menghirup oksigen murni dapat meningkatkan penghantaran oksigen oksigen kedalam jaringan karena volume oksigen terlarut dalam plasma meningkat. Transpor Karbon Dioksida :  Sejumlah kecil karbon dioksida (7% sampai 8%) tetap terlarut dalam plasma. Hal ini memberikan rentang keamanan yang tinggi jika sewaktu- waktu pernafasan terganggu atau kebutuhan oksigen jaringan meningkat 7.34 ml oksigen. di mana 25%-nya bergabung dalam bentuk reversibel yang tidak kuat dengan gugus amino di bagian globin pada hemoglobin untuk membentuk karbaminohemoglobin. Setiap sel darah merah mengandung 280 juta molekul hemoglobin dan setiap gram hemoglobin dapat men100 ml darahgikat 1. Hal ini menunjukkan darah hanya melepas sekitar seperempat muatan oksigen saat melewati jaringan.35) Darah arteri secara normal membawa 97% oksigen. hemoglobin berikatan dengan oksigen membentuk oksihemoglobin (HbO2) Setiap molekul dalam keep molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul oksigen untuk membentuk oksihemoglobin ( HbO2) yang berwarna merah tua. Dan rata-rata mengandung 15 gram hemoglobin untuk maksimum 20 ml O2 per 100 ml darah ( 15x1. Darah dalam vena. .  Karbon dioksida yang tersisa bergerak ke dalam sel darah merah. PO2 mencapai 40 mmhg dan hemoglobin masih 75% jenuh.hemoglobin (Hb). 3% sisanya larut dalam plasma. Hemoglobin merupakan kombinasi antara haeme ( suatu ikatan besi-purfirin) dan globin ( suatu protein ).

yakni saluran pernapasan dan mekanisme pernapasan. Sistem pernapasan pada manusia mencakup dua hal. BAB III PENUTUP Sistem pernapasan pada manusia adalah sistem menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan energi. Dalam proses pernapasan. oksigen merupakan zat kebutuhan utama. . Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Alat- alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air. Oksigen untuk pernapasan diperoleh dari udara di lingkungan sekitar.

Jakarta: Erlangga . Syaifuddin. DAFTAR PUSTAKA Setiadi.Jakarta: Graha ilmu.2010.2003.Anatomi dan Fisiologi Keperawatan Edisi 4.Anatomi dan Fisiologi manusia.