You are on page 1of 19

TINJAUAN PUSTAKA

ALAT KONTRASEPSI HORMONAL
DEPOPROVERA (DPMA)

DEFINISI
 Keluarga Berencana (KB) adalah suatu usaha untuk menjarangkan/
merencanakan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi. (Sinopsis Obstetri,
Rustam Mochtar Jilid 2. Jakarta. 1998. Hal. 255)
 Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. (Ilmu
Kandungan. Sarwono. Jakarta. YBP-SP. 1999. Hal. 5354)
 Kontrasepsi adalah cara untuk mencegah terjadinya kontrasepsi atau pembuahan
terjadinya pertemuan antara sel telur (ovum) dengan sel mani (spermatozoa) pada
saluran telur.
 KB suntik adalah cara mencegah kehamilan dengan penyuntikan secara berkala
hormon progestin ke dalam tubuh wanita.
 Depo Provera ialah 6-alfa-medroksiprogesteron yang digunakan untuk tujuan
kontrasepsi parenteral, mempunyai efek progesteron, yang kuat dan sangat
efektif. (Ilmu Kandungan. Sarwono. Jakarta. YBP-SP. 1999. hal. 551)

MEKANISME KERJA
 Menghalangi pengeluaran FSH sehingga tidak dapat terjadi pelepasan ovum,
ovulasi terhambat sehingga kehamilan dapat dicegah.
 Mengentalkan lendir serviks sehingga sulit ditembus spermatozoa dan
menurunkan kemampuan penetrasi sperma sehingga kehamilan dapat dicegah.
 Mengubah suasana endometrium, menjadikan selaput lendir rahim tipis dan
atrofi, sehingga implantasi hasil konsepsi tidak sempurna.
 Menghambat / mengubah transportasi ovum melalui tuba sehingga konsepsi
dihambat.

WAKTU PEMBERIAN
1. Pasca persalinan / post partum: 6-8 minggu pasca bersalin asal dipastikan ibu
tidak atau belum melakukan coitus.
2. Pasca keguguran / post abortum: segera kuretase / perawatan atau sewaktu ibu
hendak pulang dari rumah sakit atau 30 hari pasca abortus, asal ibu belum hamil
lagi.

.3. Tidak haid sama sekali. Setiap saat selama siklus haid.  Diberikan setiap 3 bulan.  Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan. pasca keguguran. .  Klien tidak perlu menyimpan obat suntik. sampai menopouse. KEUNTUNGAN  Tingkat efektivitasnya tinggi. DOSIS DAN CARA PEMBERIAN  Depo provera mengandung 150 mg progesteron asetat (DMPA). . asal ibu tersebut tidak hamil. tidak perlu menunggu sampai haid berikutnya datang.  Dapat dipakai. Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting). seperti: .  Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikut.  Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah. . 4.  Efek samping sedikit.  Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI sehingga cocok untuk ibu-ibu yang sedang menyusui.  Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan IMS atau HIV / AIDS. Perdarahan yang banyak atau sedikit. diberikan pasca persalinan.  Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian.  Cara pemberian disuntikkan secara intramuskuler pada daerah bokong (muskulus gluteus) agak dalam. Interval: mulai hari pertama sampai hari ke-7 siklus haid.  Dapat digunakan perempuan usia > 36 tahun.  Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering.  Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri. EFEK SAMPING  Sering ditemukan gangguan haid.  Pengawasan medis yang ringan. Siklus haid yang memendek atau memanjang.

 Perempuan nulipara dan perempuan yang telah memiliki anak. gangguan emosi (jarang). Terlambatnya kembali kesuburan bukan karena terjadinya kerusakan / kelainan pada organ genetalia. melainkan karena belum habisnya pelepasan obat suntikan dari deponya.  Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina.  Diabetes mellitus disertai komplikasi. menurunkan libido.  Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya.  Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid terutama amenorhoe. .  Perempuan setelah melahirkan dan tidak menyusui.  Perempuan menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai. nervositas.  Perempuan perokok.  Perempuan yang menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki efektivitas tinggi.  Perempuan yang telah banyak anak. tetapi belum menghendaki tubektomi.  Perempuan yang tidak dapat memakai kontrasepsi yang mengandung estrogen. jerawat.  Perempuan setelah abortus atau keguguran. sakit kepala. INDIKASI  Perempuan usia reproduksi.  Perempuan mendekati usia menopouse yang tidak mau atau tidak boleh menggunakan pil kontrasepsi kombinasi. KONTRA INDIKASI  Hamil atau dicurigai hamil (Risiko cacat pada janin 7 per 100.000 kelahiran).  Perempuan yang sering lupa menggunakan pil kontrasepsi.  Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara.

Isi kartu peserta KB. yang efektif menunjang keberhasilan kontrasepsi. 2. beri terjadi komplikasi. Kriteria Hasil: Ku :Baik Kesadaran : Composmentis Keadaan Emosional : Stabil TTV TD : 120/80 mmhg Suhu : 37 C Nadi : 80 x/menit RR : 22 x/menit TB : 155 cm BB dulu : 55 kg BB sekarang : 57 kg Intervensi : 1. telah terjadi kehamilan. Siapkan peralatan dan 2.Pemberian suntikan yang benar tercampur (dikocok dahulu) dan menggunakan prinip steril merupakan upaya preventif 4. Ibu mendapatkan suntikan KB 3 suntik 3 bulanan bulanan. Jika terlambat dikhawatirkan terlambat suntik ulang. sehingga perlu dilakukan pemeriksaan.Menggunakan alat yang telah periksa tanggal kedaluarsa disiapkan dengan baik dan obat obat. 5. pada buku register. tahu tanggal suntik kembali 4.Mendapatkan penanganan yang .INTERVENSI UMUM Mx / keb Intervensi Rasional Dx: Tujuan : Akseptor 1. Anjurkan ibu untuk kembali ke BPS bila mengalami 5.Dokumentasi sangat penting bagi dan lakukan pencatatan kelanjutan tindakan medis. Pastikan akseptor tidak 1. Untuk mencegah kehamilan Ulang KB 2. 3. Suntikkan DMPA yang telah 3.

Untuk mengetahui apa saja aktifitas ibu setiap harinya. Pola istirahat : tidur siang 2 jam. 4. perdarahan banyak lewat tepat. Kaji pola makan / minum ibu 2. 5. saja yang dapat meningkatkan berat badan ibu. Untuk mengetahui jumlah dan porsi makan/minum ibu dalam sehari. komplikasi yang serius Masalah: Tujuan : Kegemukan Mengatasi kecemasan ibu terhadap kenaikan berat badanya. Kriteria Hasil : KU : baik Kesadaran : Composmentis TTV : BB : 50 kg Makan : 3 x sehari. Kaji aktifitas ibu 4. 3. tidur malam 8 jam BAB : 1 kali setiap hari BAK : 3 kali setiap hari Intervensi 1. satu porsi habis Minum : 8 gelas sehari. Untuk mengetahui pola istirahat ibu. 2. Masalah: Tujuan : Terlambatnya Untuk memberitahukan pada ibu kesuburan bahwa kontrasepsi suntikan tidak setelah mengganggu kesuburan secara penghentian permanen. pemakaian Kriteria Hasil : KU : baik . Kaji faktor yang dapat 1. Kaji pola istirahat ibu 3. Untuk mengetahui berapa kali ibu BAB/BAK setiap harinya. Untuk mengetahui faktor apa meningkatkan berat badan ibu. Kaji pola eliminasi ibu 5. sehingga tidak terjadi vagina.

Kesadaran : Composmentis TTV : TD: 110/80 mmHg BB : 50 kg Intervensi : 1. pemakaian kontrasepsi suntikan. jenis obat yang digunakan. 2. kontrasepsi suntikan.Pustaka sinar harapan .1999.Ilmu Kandungan. Untuk mengetahui berapa lama kontrasepsi suntikan. Kaji lama pemakaian 1. Kaji waktu penghentian 2. 3.YBP-SP.1999. Jilid 2. Kaji jenis suntikan yang 3.EGC.Hanafi Hartanto.Jakarta. Untuk mengetahui pengaruh digunakan.Sinopsis Obstetri. Sarwono Prawirohardjo.Jakarta.2004.Jakarta. dr.Keluarga berencana dan kontrasepsi. Untuk mengetahui waktu pemakaian kontrasepsi penghentian pemakaian suntikan. DAFTAR PUSTAKA Rustam Mochtar.

3. Identitas / Biodata Nama Pasien : Ny.Y Umur : 25 th Umur : 28 th Agama : Islam Agama : Islam Suku : Jawa Suku : Jawa Pendidikan : SMA Pendidikan : S1 Pekerjaan : IRT Pekerjaan : PNS Penghasilan :. H Nama Suami : Tn. ASUHAN KEBIDANAN PADA AKSEPTOR KB SUNTIK ULANG 3 BULAN I. Penghasilan : Rp 2. Data Subyektif 1. Penanggungan 40 Kediri 2. Keluhan Utama Ibu mengatakan gelisah karena berat badannya naik 2 kg setelah menggunakan KB suntik.000. Riwayat Haid . Pengkajian A.200.00 Alamat : Jl. Alasan Kunjungan Saat Ini Kunjungan Pertama  Kunjungan Rutin Kunjungan Ulang 4.

Perkaw. teratur setiap pagi. Nifas JK (gr) (cm) 9 Hidup 1 1 BPS bln Spontan Bidan . L 3500 50 2thn 6. tanpa keluhan. 9. Menarche : 11 th HPHT : 20-09-2008 Lama : 7 hari HPL/HTP :- Banyak : 3 x ganti pembalut Siklus : 28 hari Teratur/tidak : teratur Disminorhoe : tidak ada Flour Albus : iya Jumlah : sedikit Warna/bau : putih/tidak berbau 5. bau khas. dan mencuci baju. Persalinan. konsistensi lembek tidak ada keluhan. Pola aktivitas sehari-hari Ibu mengatakan setiap hari melakukan pekerjaan rumah seperti manyapu. bau khas. Keham. persal. ke. . Jenis UK Penolg. warna kuning BAK : 3-4x sehari. persal. warna kuning jernih. Riwayat Kehamilan. lauk (tempe tahu/telor)) Minum : 5-6 gelas perhari (air putih) 7. Riwayat KB Kontrasepsi yang pernah digunakan : Ibu mengatakan sebelumnya menggunakan KB pil . ke. . Nifas yang lalu Penyulit Anak Keham. Pola elimnasi BAB : 1x sehari. PB BB Ket. Persal. memasak. Pola Makan/Minum Makan : 3 x sehari 1 piring habis (nasi 2 entong. sayur mangkok. Tmpt. 8.

Seperti DM. Status pasien Keadaan umum : Baik Kesadaran : Composmetis Keadaan Emosional : Stabil Tekanan Darah : 120/80 mmhg Suhu tubuh : 37 C Denyut nadi : 80 x/menit Pernafasan : 22 x/menit TB : 155 cm BB dulu : 55 kg BB sekarang : 57 kg . Riwayat Penyakit yang sedang diderita Ibu maengatakan saat ini tidak sedang menderita penyakit apapun seperti batuk.10. Riwayat Penyakit Keturunan Didalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit keturunan atau menular. Data obyektif 16. Riwayat Penyakit yang lalu Ibu mengatakan pernah sakit pilek dan demam. pilek. B. 12. 15. Kepercayaan/adat istiadat Ibu mengatakan bahwa dalam keluarganya mengadakan selamatan. hipertensi dan jantung. arisan dan juga berhubungan baik dengan tetangga. Riwayat Psikososial Ibu mengatakan aktif dalam kegiatan lingkungan seperti pengajian. asma. Perilaku kesehatan Mandi : 2x sehari Sikat gigi : 2x sehari Keramas : 3x seminggu Ganti pakaian dalam : 2x sehari Ibu menatakan tidak merokok dan minum alkohol 14. 11. 13.

Abdomen :Pembesaran/benjolan : tidak ada Bekas luka opeasi : tidak ada bekas operasi. .Telinga : bersih tidak ada serumen ka/ki dapat mendengar dengan baik.Mata : kelopak mata : simetris.Leher : Pembesaran kelenjar tyroid : tidak ada Pembesaran vena yugolaris : tidak ada .Muka : simetris.Mulut dan gigi : Bibir : lembab. simetris ka/ki Papila mamae : menonjol ka/ki Pengeluaran : tidak ada ka/ki Striae : tidak ada ka/ki Kebersihan : bersih ka/ki . tidak ada nyeri tekan ka/ki .Axilla : Pembesaran kelenjar limfe :tidak ada ka/ki .Hidung : simetris ka/ki Sekret tidak ada ka/ki Polip tidak ada ka/ki . tidak ada stomatitis bawah/atas Lidah : tidak ada stomatitis Gusi : tidak epulis Gigi : tidak ada caries .Kepala : warna rambut : hitam Rontok : tidak Benjolan : tidak ada Ketombe : tidak ada . Pemeriksaan Fisik a.17. simetris.Dada : Payudara : pembesaran tidak ada. tidak ada lesi. daun telinga simetris. Inspeksi . tidak odema ka/ki Konjungtiva : tidak anemis ka/ki Sclera : tidak ikterus ka/ki . tidak ada jerawat .

ada strie. Pemeriksaa penunjang lain : tidak dilakukan II. Inspeckulo : Vagina: tidak dikaji Servik : tidak dikaji d. INTERPRETASI DATA Tgl/Jam Dx/Mx/Kebut Data Dasar . tidak ada bekas operasi. c. Palpasi : Payudara : tidak tegang. tidak ada benjolan ka/ki Abdomen : kandung kemih kosong. b. Pemeriksaan bimanual : tidak dilakukan e.

.Abdomen : FU kosong Dari kartu KB tercatat tanggal periksa ulang untuk injeksi Depo tanggal 13 Des 2009.00 WIB Akseptor ulang KB suntik Ibu mengatakan sekarang waktunya KB 3 bulanan suntik 3 bulan dan ini adalah kunjungan rutin DO: Ku :Baik Kesadaran : Composmentis Keadaan Emosional : Stabil TTV Tekanan Darah : 120/80 mmhg Suhu tubuh : 37 C Denyut nadi : 80 x/menit Pernafasan : 22 x/menit TB : 155 cm BB dulu : 55 kg BB sekarang : 57 kg Palpasi: .13 Des 2008 Dx: DS: 10. tidak ada Benjolan ka/ki .Payudara : tidak tegang.

INTERVENSI Tgl/Jam Dx/Mx/Kebut Intervensi Rasional 13 Des 2009 Dx: Tujuan : 10. Jika terlambat tidak terlambat suntik dikhawatirkan telah ulang. terjadi kehamilan. Kriteria Hasil: Ku :Baik Kesadaran : Composmentis Keadaan Emosional : Stabil TTV TD : 120/80 mmhg Suhu : 37 C Nadi : 80 x/menit RR : 22 x/menit TB : 155 cm BB dulu : 55 kg BB sekarang : 57 kg Intervensi : 1. 2. Untuk mencegah Ulang KB kehamilan suntik 3 bulanan 2. Siapkan peralatan telah disiapkan dengan dan periksa tanggal baik dan obat yang kedaluarsa obat. efektif menunjang keberhasilan kontrasepsi. sehingga perlu dilakukan pemeriksaan. 3.Menggunakan alat yang 2. Ibu mendapatkan suntikan KB 3 bulanan.III.Pemberian suntikan 3.05 WIB Akseptor 1. Pastikan akseptor 1. Suntikkan DMPA yang benar dan yang telah tercampur menggunakan prinip (dikocok dahulu) steril merupakan upaya .

Isi kartu peserta penting bagi kelanjutan KB. 2. Kaji faktor yang mengetahui faktor apa dapat meningkatkan saja yang dapat berat badan ibu. kembali ke BPS bila sehingga tidak terjadi mengalami perdarahan komplikasi yang serius banyak lewat vagina. Untuk minum ibu mengetahui jumlah dan porsi . Untuk 1.Dokumentasi sangat 4. Kaji pola makan / 2. beri tahu tanggal tindakan medis. preventif terjadi komplikasi. suntik kembali dan lakukan pencatatan pada buku register. 4. Masalah: Tujuan : Kegemukan Mengatasi kecemasan ibu terhadap kenaikan berat badanya. satu porsi habis Minum : 8 gelas sehari.Mendapatkan 5. Kriteria Hasil : KU : baik Kesadaran : Composmentis TTV : BB : 50 kg Makan : 3 x sehari. tidur malam 8 jam BAB : 1 kali setiap hari BAK : 3 kali setiap hari Intervensi 1. Anjurkan ibu untuk penanganan yang tepat. 5. meningkatkan berat badan ibu. Pola istirahat : tidur siang 2 jam.

IMPLEMENTASI Tgl/Jam Dx/Mx/Kebut Implementasi . ibu 3. Kaji pola eliminasi aktifitas ibu setiap ibu harinya. Kaji aktifitas ibu istirahat ibu. Kaji pola istirahat dalam sehari. 4. Untuk mengetahui berapa kali ibu BAB/BAK setiap harinya. makan/minum ibu 3. Untuk mengetahui pola 4. IV. 5. Untuk mengetahui apa saja 5.

Mengkaji pola istirahat ibu 4.13 Des 2009 Dx: 1. Mengkaji aktifitas ibu 5. Masalah: 1.05 WIB Akseptor Ulang ibu tidak terlambat suntik ) KB suntik 3 2. EVALUASI Tgl/Jam Dx/Mx/Kebut Evaluasi . Mengkaji pola makan / minum ibu 3. 2.Menyiapkan peralatan dan memeriksa tanggal bulanan kedaluarsa obat. beritahu tanggal suntik kembali 5. 3. Memastikan pasien tidak terlambat suntik ulang ( 10. Menganjurkan ibu untuk kembali ke BPS / puskesmas bila mengalami perdarahan banyak pervaginam. Peralatannya :Baki beralat Bak instrumuent Spuit 5 cc Vial DMPA Kapas alkohol Bengkok. Mengkaji pola eliminasi ibu V. 4. Mengkaji faktor yang dapat meningkatkan berat Kegemukan badan ibu.Menyuntikkan DMPA yang telah bercampur (dikocok lama) pada musculus gluteus sinistra dengan tepat dan steril secara IM. Mengisi perserta kartu Kb.

Beritahu ibu tentang kenaikan BB akibat suntikan adalah 2-5 kg . -Anjurkan ibu untuk segera memeriksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan jika mengalami keluhan. -Ekspresi wajah ibu. P: -Anjurkan pasien kembali lagi tanggal 6 Maret 2009. O : BB dulu : 55 kg BB sekarang: 57 kg A : Masalah sudah teratasi P : . Masalah: S : Ibu mengatakan bahwa tidak khawatir lagi Kegemukan dengan kegemukannya. A: Akseptor ulang KB suntik 3 bulanan telah terlaksana.10 WIB Akseptor Ulang KB bulanan. O:-KB suntik depo telah diberikan pada pasien.Anjurkan ibu untuk tidak membatasi makan dan minum. -Anjurkan pasien periksa sewaktu-waktu jika ada keluhan yang mengganggu. LAPORAN PENDAHULUAN dan . ibu tampak lega setelah diberikan suntikan KB. suntik 3 bulanan -Ibu mengatakan telah mengetahui efek samping obat serta mengetahui kapan harus kembali lagi.13 Des 2009 Dx: S: -Ibu mengatakan telah mendapat suntikan 3 10.

Dyah Harty Suryaningtyas ( Bd.2008.ST Disusun Oleh : Tingkat II-A 1. Yuli Indah Panca ( Bd. Mega Dwi Puspitasari ( Bd.2008.DH.2008.2008.2008.2008. Nila Mastutik ( Bd. Nova Maria Ulfa ( Bd.DH. Linda Sri Kusumawati ( Bd.17 ) 4.2008.27 ) 9. Liviana Ayu Luvinda ( Bd.30 ) 11.DH.08 ) 2.2008.2008.2008.DH.28 ) 10.21 ) 6.49 ) 12. Yurike Cici Sugiarti ( Bd. S.DH.DH.18 ) 5.DH. Permata Kardianawati ( Bd. Indah Agustiyan ( Bd. Diah Rahmawati R ( Bd.2008.DH.11 ) 3. Dokumentasi Kebidanan Dosen Pembimbing : WidyaKusumawati.DH.ASUHAN KEBIDANAN tentang AKSEPTOR KB Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Lab. Indri Fitrianganingsih ( Bd.DH.DH.2008.22 ) 7.50 ) AKBID DHARMA HUSADA KEDIRI Tahun Akademik 2009 / 2010 .DH.25 ) 8.