You are on page 1of 14

GALANG SETIA ADI

STEP 7

1. Bagaimana fisiologi keseimbangan energy?
Menurut hukum pertama termodinamika, energi tidak dapat diciptakan atau
dihilangkan, sehingga energi menjadi subjek keseimbangan masuk-keluar seperti
komponen kimia tubuh, misalnya H2O dan Garam.
- Pemasukan energi
Masukan energi bagi tubuh berasal dari energi dalam makanan yang masuk.
Energi kimia yang tersimpan di dalam ikatan-ikatan yang menyatukan atom-
atom dalam molekul nutrien dibebaskan ketika molekul ini diuraikan di
tubuh. Sel-sel menyerap sebagian energi nutrien ini dalam ikatan fosfat
berenergi tinggi, yaitu ATP.

 Gambar ini memperlihatkan pemakaian glikogen dan glukosa secara
anaerobik untuk membentuk ATP dan juga pemakaian secara aerobik
senyawa yang berasal dari karbohidrat, lemak, protein, dan zat lainnya
untuk membentuk ATP tambahan. Selanjutnya, ATP berada dalam
keseimbangan yang reversibel dengan fosfokreatin di dalam sel, dan
karena jumlah fosfokreatin lebih banyak terdapat di dalam sel daripada
ATP, sebagian besar energi di dalam sel disimpan dalam bentuk ini.
 Energi ATP dapat dipakai oleh berbagai fungsi sistem sel yang berbeda
untuk sintesis dan pertumbuhan, kontraksi otot, sekresi
kelenjar,hantaran impuls saraf, absorpsi aktif, dan aktivitas selular
lainnya. Jika jumlah energi yang diperlukan untuk aktivitas selular
lebih besar daripada yang dapat dihasilkan oleh metabolisme oksidatif,
cadangan fosfokreatinlah yang digunakan pertama kali, dan kemudian
diikuti dengan cepat oleh pemecahan glikogen secara anaerobik. Jadi,
metabolisme oksidatif tidak dapat membawa energi yang sangat besar
ke sel secepat yang dapat dilakukan proses anaerobik, tetapi pada
penggunaan dengan kecepatan yang lebih lambat, proses oksidatif
dapat berlanjut selama simpanan energi (terutama lemak) tetap ada.
- Pengeluaran Energi
Digolongkan ke dalam dua kategori :
 Kerja eksternal, adalah energi yang dikeluarkan ketika otot rangka
berkontraksi untuk memindahkan benda eskternal atau menggerakkan
tubuh dalam hubungannya dengan lingkungan.

adalah semua bentuk pengeluaran energi biologis lain yang tidak melakukan kerja mekanis di luar tubuh. Jakarta : EGC 2. Ada Internal dan eksternal Oksidan dan anti oksidan harus seimbang. dan emisi kendaraan bermotor) internal (zat gizi yg berlebih) Anti oksidan : zat yg menghambat proses oksidasi. Contohnya : energi yang digunakan untuk membentuk protein struktural akhirnya akan muncul sebagai panas ketika protein tersebut terurai selama proses pertukaran normal konstituen-konstituen tubuh. 2013. hampir semua energi yang digunakan akhirnya menjadi panas. Kerja internal mencakup dua jenis aktivitas yang dependen energi :  Aktivitas otot rangka yang digunakan untuk tujuan selain kerja eksternal. alcohol.  Keseimbangan energi negatif : jika jumlah energi yang masuk lebih kecil daripada jumlah energi yang dikeluarkan.  Semua aktivitas yang mengeluarkan energi yang harus terus berlangsung untuk mempertahankan kehidupan. misalnya kontraksi otot untuk mempertahankan postur tubuh dan menggigil. Fisiologi Kedokteran edisi 12. asap rokok. Sumber : 1. . Sherwood. Lauralee. serta energi yang digunakan untuk melakukan transport aktif. sekitar 75% energi yang masuk hilang sebagai panas selama pemindahan energi dari molekul nutrien ke ATP sistem sel. masukan energi harus sama dengan keluaran energi. terdapat tiga kemungkinan keseimbangan energi :  Keseimbangan energi netral : jika jumlah energi yang masuk sama dengan jumlah energi yang dikeluarkan. Kelebihan oksidan menimbulkan oksidan yg berlebih . ada yang diubah menjadi panas. Karena energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. misalnya kerja mempompa darah dan bernapas.  Kerja internal. Guyton dan Hall. Fisiologi Manusia edisi 8.  Keseimbangan energi positif : jika jumlah energi yang masuk lebih besar daripada jumlah energi yang dikeluarkan. Apa pengaruh factor keseimbangan oksidan dan antioksidan thd obesitas? Oksidan : terbentuk akibat proses oksidasi dlm tubuh. Produk radikal bebas meningkat mengakibatkan kerusakan dlm tubuh (kanker) sumber radikal bebas eksternal (sinar uv. Dari energi yang benar-benar ditangkap untuk digunakan oleh tubuh. Tidak semua energi yang masuk ke dalam tubuh digunakan untuk pengeluaran sel. asap pabrik. Singapore : Elsevier 2.

Pada orang obese. Seperti yang akan dibahas kemudian. Aktivitas fisik dan latihan fisik yang teratur dapat meningkatkan massa otot dan mengurangi massa lemak tubuh. kolesistokinin (CCK) . Singapore : Elsevier 4. 3. insulin. Bagaimana control saraf thd timbulnya rasa lapar? Terdapat dua jenis neuron di nukleus arkuatus yang sangat penting sebagai pengatur nafsu makan dan pengeluaran energi : (1) neuron proopiomelanokortin (POMC) yang memproduksi α- melanocytestimulating hormon (α. Bahkan sebuah episode sekali beraktivitas berat saja dapat meningkatkan pengeluaran energi basal selama beberapa jam setelah aktivitas tersebut dihentikan. peningkatan aktivitas fisik seringkali menjadi cara yang efektif untuk mengurangi simpanan lemak. Apa pengaruh intake kalori berlebihan thd homeostasis set poin “body weight”? 5. aktivitas otot adalah cara terpenting untuk mengeluarkan energi dari tubuh.-MSH. dan ghrelin.MSH) bersama dengan cocaine and amphetamine related transcript (CART). peningkatan aktivitas fisik biasanya akan meningkatkan pengeluaran energi melebihi asupan makanan. Aktivasi neuron POMC akan mengurangi asupan makanan dan meningkatkan pengeluaran energi. yaitu sekitar 20-50% dari total energy expenditure. sedangkan aktivasi neuron NPY-AGRP akan meningkatkan asupan makanan dan mengurangi pengeluaran energi. Sumber : Guyton dan Hall. Kenyataannya. sedangkan aktivitas fisik yang tidak adekuat akan menyebabkan pengurangan massa otot dan peningkatan adipositas. Neuron POMC melepaskan α. neuron-neuron tersebut agaknya menjadi target utama bagi kerja beberapa hormon yang mengatur nafsu makan. Oleh karena itu. Meskipun terdapat sedikitnya . Sekitar 25-30% energi yang digunakan setiap hari oleh rata-rata orang ditujukan untuk aktivitas otot. yang berakibat penurunan BB yang bermakna. neuron-neuron nukleus arkuatus menjadi tempat berkumpulnya sejumlah besar saraf dan sinyal perifer yang mengatur penyimpanan energi. yang kemudian bekerja pada reseptor melanokortin yang terutama ditemukan di neuron nukleus paraventrikular. Fisiologi Kedokteran edisi 12. dan (2) neuron yang memproduksi zat oreksigenik neuropeptida Y (NPY) dan agouti-related protein (AGRP). meliputi leptin. Apa pengaruh aktivitas fisik thd regulasi energy expenditure pada kasus obesitas? Aktivitas fisik merupakan komponen utama dari energy expenditure.

mutasi MCR-4 menjadi penyebab monogenik (gen tunggal) pada obesitas manusia yang paling umum dijumpai. Sistem melanokortin hipotalamus sangat berperan penting dalam pengaturan penyimpanan energi tubuh. Fisiologi Kedokteran edisi 12. dan kadarnya dalam darah mencapai puncak dalam waktu 1 sampai 2 jam setelah makan. dan motilitas usus. kegunaan hormon saluran cerna ini dalam pengaturan nafsu makan masih belum jelas. Meskipun PYY yang disuntikkan ke tikus dapat mengurangi asupan makanan sampai 12 jam atau lebih.Untuk alasan yang tidak diketahui sepenuhnya. mengirim pesan kepada otak melalui nervus vagus yang berkontribusi terhadap rasa kenyang dan berhenti makan.Kolestokinin (CCK) terutama dilepaskan sebagai respons masuknya lemak dan protein ke dalam duodenum. oleh aktivasi jaras saraf yang berjalan dari nukleus paraventrikel ke nukleus traktus solitarius dan menstimulasi aktivitas sistem saraf simpatis.Peptida YY (PYY) disekresikan di seluruh saluran cerna.lima subtipe reseptor melanokortin (MCR). Oleh karena itu. fungsi utama CCK adalah mencegah makan berlebihan di saat makan tetapi mungkin tidak berperan besar dalam hal frekuensi makan atau dalam energi total yang dikonsumsi. dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa mutasi MCR-4 dapat menjadi penyebab sebanyak 5 sampai 6 persen kasus obesitas parah dengan onset dini pada anak-anak. Efek CCK bersifat singkat dan pemberian CCK terus-menerus tidak berefek besar terhadap berat badan. Bahkan. pengosongan lambung. Kadar puncak PYY dipengaruhi oleh jumlah kalori yang masuk dan komposisi makanan. yang selanjutnya akan meningkatkan produksi insulin terkait glukosa dan sekresi dari pankreas. . paling tidak sebagian. Sebaliknya. Apa saja hormone yg berperan mengatur homeostasis set poin “body weight”? . MCR-3. dan defek penghantaran sinyal di jaras melanokortin terjadi pada obesitas yang ekstrem. dengan kadar PYY yang lebih tinggi setelah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak. namun terutama di ileum dan kolon. dan MCR-4 terutama penting dalam pengaturan asupan makanan dan keseimbangan energi. Pengaruh aktivasi MCR untuk meningkatkan pengeluaran energi kelihatannya diperantarai. . CCK juga mengaktifkan reseptor pada saraf sensoris lokal di duodenum. Asupan makanan akan merangsang pelepasan PYY. aktivasi berlebihan pada sistem melanokortin akan mengurangi nafsu makan. masuk ke dalam darah dan bekerja sebagai hormon untuk memengaruhi beberapa fungsi gastrointestinal seperti kontraksi kandung empedu. Singapore : Elsevier 6. Akan tetapi. Sumber : Guyton dan Hall. Sebaliknya. adanya makanan dalam usus akan merangsang usus tersebut untuk menyekresi peptida mirip-glukagon (GLP). inhibisi MCR-3 dan MCR-4 akan sangat meningkatkan asupan makanan dan mengurangi pengeluaran energi. Aktivasi reseptor-reseptor tersebut akan mengurangi asupan makanan dan pada saat yang sama juga akan meningkatkan pengeluaran energi. Peptida .

yang lebih lanjut memperkuat dugaan bahwa hormon ini bersifat oreksigenik. oleh hati yang juga dialirkan ke duodenum untuk membantu proses netralisasi. . 4. Bekerja melalui beragam cara untuk meningkatkan sekresi HCI dan pepsinogen. dan memicu gerakan massa di kolon . Bersifat trofik tidak saja untuk mukosa lambung tetapi juga untuk mukosa usus halus. melemaskan sfingter ileosekum. Fisiologi Kedokteran edisi 12. adalah faktor utama yang memulai pencernaan protein yang memicu sekresinya. yang mengisyaratkan bahwa hormon ini mungkin berperan untuk merangsang keinginan makan. membanru memelihara lapisan dalam saluran cerna agar tetap berfungsi opti. Akan tetapi. akan merangsang pelepasan sejumlah hormon-hormon gastrointestinal yang dapat menimbulkan rasa kenyang dan mengurangi asupan makanan lebih lanjut. 2. 3. meningkat sesaat sebelum makan. SEKRETIN Sewaktu lambung mengosongkan isinya ke dalam duodenum. Menghambat sekresi lambung untuk mengurangi jumlah asam yang diproduksi. Ghrelin merupakan suatu hormon yang dilepaskan terutama oleh sel oksintik lambung tetapi juga dilepaskan di usus dalam jumlah yang lebih sedikit. Merangsang sel-sel duktus pankreatikus untuk menambah volume sekresi encer NaHCO. yang melakukan fungsi-fungsi berikut: 1. 3. peran fisiologis yang pasti dari hormon ini pada manusia belum pasti. Kedua bahan ini. Jadi. mal. Menghambat pengosongan lambung untuk mencegah masuknya lebih banyak asam ke dalam duodenum sampai asam yangada telah dinetralkan. Merangsang sekresi empedu kaya NaHCO. dan menurun drastis setelah makan. Sumber : Guyton dan Hall.fungsi-fungsi yang semuanya ditujukan untuk menjaga isi usus tetap bergerak maju sewaktu kedangan makanan baru. yang melakukan fungsi-fungsi terkait berikut ini: 1. Kadar ghrelin dalam darah meningkat selama puasa. Pemberian ghrelin juga meningkatkan asupan makanan pada hewan percobaan. yang mengalir ke dalam duodenum untuk menetralkan asam. dengan memakan sejumlah makanan. merangsang motilitas ileum.mirip-glukagon serta insulin cenderung menekan nafsu makan. selanjutnya. Meningkatkan moriliias lambung.Ghrelin— Suatu Hormon Gastrointestinal Meningkatkan Perilaku Makan. Singapore : Elsevier GASTRIN Protein di lambung merangsang pelepasan gastrin.. Netralisasi . Dapatlah diperkirakan bahwa sekresi gastrin dihambat oleh akumulasi asam di lambung dan oleh adanya asam dan konstituen lain di lumen duodenum yang mengharuskan perlambatan sekresi lambung. adanya asam di duodenum merangsang pelepasan sekretin. 2.

Karena itu. bersifat trofik bagi jaringan ini. sehingga waktu untuk pencernaan dan penyerapan nutrien yang sudah ada di duodenum cukup. Hormon ini kembali memperlihatkan sifat adaptif yang sangat baik. sekretin bersifat trofik bagi pankreas eksokrin. 704). Aktivitas metabolik fase absorptif ini umumnya berada di bawah kontrol insulin (lihat h. Hormon ini malah merangsang pelepasan insulin oleh pankreas sehingga sekarang dinamai glucose-dqtendent insulinonophic peptidc (juga GIP). memicu pelepasan insulin sebagai antisipasi untuk penyerapan makanan. GIP. yang melakukan fungsi-fungsi terkait berikut: 1. produk protein. menyebabkan pelepasan CCK. Efek deterjen garam empedu sangar penring bagi kemampuan lipase pancreas dalam melaftsanakan tugasnya. serupa dengan sekretin dan CCK. CCK juga diperkirakan berperan dalam perubahan adaptifjangka panjang dalam proporsi enzim pankreas yang diproduksi sebagai respons terhadap perubahan diet yang berkepanjangan.kimus yang asam di duodenum membantu mencegah kerusakan dinding duodenum dan membentuk lingkungan yang sesuai untuk fungsi optimal enzim-enzim pencernaan pankreas yang dihambat oleh asam. Menyebabkan kontraksi kandung empedu dan relaksasi sfingter Oddi sehingga empedu dialirkan ke dalam duodenum untuk mempermudah pencernaan dan penyerapan lemak. ccK Sewaktu terjadi pengosongan lambung. tubuh perlu mengubah proses metaboliknya untuk menggunakan dan menyimpan nutrien yang baru datang tersebut. 5. Hormon ini semula dinamai gastric inhibitory peptide (GIP) atas perkiraan perannya sebagai suatu enterogastron. CCK adalah regulator penting asupan makanan. yang melanjutkan pencernaan nurrien-nutrien ini di duodenum (efek ini sangat penting untuk pencernaan lemak. Berbagai efek CCK ini beradaptasi baik dengan penanganan lemak dan nurrien lain yang keberadaannya di duodenum memicu pelepasan hormon ini. Hor Sistem Pencernaan 693 mon ini berperan kunci dalam rasa kenyang. 5. 6. lemak dan nutrien lain masuk ke duodenum. Merangsang sel asinus pankreas untuk meningkatkan sekresi enzim pankreas. Menghambat moriliras dan sekresi lambung. sekretin dan CCK. khususnya lemak dan. yang dirangsang oleh keberadaan makanan di saluran cerna. 779 dan782). GIP Hormon yang baru ditemukan dikeluarkan oleh duodenum ini. yaitu sensasi bahwa tubuh sudah cukup makan (lihat h. membantu mendorong pemrosesan metabolik nutrien setelah nutrien tersebut terserap. Selain itu. Selain mempermudah pencernaan nutrien yang tertelan. 4. Saat ini kontribusi GIP dalam hal tersebut dianggap minimal. Bersama CCK. melalui mekanisme umpan. 3. yang sama-sama memiliki efek stimulatorik kuat pada pankreas eksokrin. Insulin sangat penting dalam mendorong penyerapan dan penyimpanan glukosa. GIP. Bahan ini semula dipercaya menghambat motilitas dan sekresi lambung. dengan tingkat yang lebih rendah. Nutrien ini. Segera setelah makanan diserap. karena lipase pankreas adalah satu-satunya enzim yang mencerna lemak). 2. glukosa di duodenum meningkatkan .

yang kemudian menghasilkan teori pengaturan lipostatik dan aminostatik. Singapore : Elsevier 8. Yaitu. dengan beberapa temuan berikut ini: (1) Peningkatan kadar gula darah akan meningkatkan kecepatan bangkitan neuron glukoreseptor di pusat kenyang di nukleus ventromedial dan paraventrikular hipotalamus. Selain itu. dan lipostatik. Sumber : Guyton dan Hall. dan Lipid dalam darah terhadap rasa lapar dan keinginan makan. Asam Amino. Fisiologi Kedokteran edisi 12. yang menimbulkan suatu hal yang disebut teori glukostatik pengaturan rasa lapar dan perilaku makan. telah diketahui bahwa penurunan kadar gula darah akan menimbulkan rasa lapar. (2) Peningkatan kadar gula tersebut juga secara bersamaan menurunkan bangkitan neuron glukosensitif di pusat lapar hipotalamus lateral. Bagaimana alur diagnosis obesitas? Pengukuran IMT – [BB (kg)/TB (m)2] Pengukuran lingkar perut dan pinggang (WHR) . Apa metabolic yg berperan thd timbulnya rasa lapar? Efek kadar Glukosa. Sumber : Sherwood 7. yang akhirnya akan mengembalikan kadar zat tersebut menjadi normal dalam darah. adaptif. bila ketersediaan salah satu dari ketiga zat makanan tersebut berkurang. dan terpadu ini memberi contoh betapa efisiennya tubuh manusia bekerja. beberapa asam amino dan lipid memengaruhi kecepatan bangkitan neuron-neuron tersebut atau neuron lain yang terkait erat. aminostatik. nafsu makan akan meningkat. Beberapa penelitian neurofisiologis di area spesifik otak juga mendukung teori glukostatik.sekresi GIP Gambaran ringkas tentang fungsi hormon pencernaan yang multipel. Beberapa penelitian serupa juga menunjukkan bahwa efek yang sama dihasilkan dari kadar asam amino dan produk pemecahan lipid seperti asam keto dan beberapa asam lemak dalam darah.

seperti peningkatan TD. kondisi tersebut terjadi secara bersamaan. Apa saja komplikasi dari obesitas? Sindroma Metabolik – beberapa kondisi yang terjadi secara bersamaan. kelebihan lemak dalam tubuh. Interna Publishing 9. kolesterol LDL. gula darah. dan Trigliserid Tatalaksana dislipidemia Sumber : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi VI jilid II. dan peningkatan kadar kolesterol. kadar kolesterol HDL.Melakukan pengukuran kadar kolesterol total. .

sehingga TD akan meningkat.Hipertensi – kolesterol dan penimbunan lemak di pembuluh darah meningkat. sehingga supplai o2 dan zat makanan yang masuk akan terganggu sehingga memacu jantung untuk mempompa darah lebih kuat. Resistensi insulin – obesitas akan menyebabkan kemampuan insulin Sumber : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi VI jilid II. Apa tatalakasana kasus obesitas dan dyslipidemia? Dislipidemia . Bagaimana alur diagnosis dyslipidemia? Sumber : IPD 11. Interna Publishing 10.

 • Sampai saat ini belum banyak penelitian tentang manfaat dan bahaya terapi ini pada anak. dengan suplementasi vitamin dan mineral serta minum > 1.5 L per hari. leptin.2. Sumber : IPD jilid III .  Farmakoterapi dikelompokkan menjadi 3. farmakoterapi dan terapi bedah. terdiri dari diet berkalori sangat rendah (very low calorie diet). octreotide & metformin). mempengaruhi penyimpanan energi dengan menghambat absorbsi zat-zat gizi (orlistat.5 gram/kg BB Ideal. dengan asupan kalori hanya 600-800 kkal per hari dan protein hewani 1.  Terapi bedah di indikasikan bila berat badan > 200% BB Ideal. Terapi ini hanya diberikan selama 12 hari dengan pengawasan dokter. meningkatkan penggunaan energi. Obesitas Terapi intensif obesitas Terapi intensif diterapkan pada anak dengan obesitas berat dan yang disertai komplikasi yang tidak memberikan respon pada terapi konvensional. dan mengurangi absorbsi makanan dengan cara membuat gastric bypass dari lambung ke bagian akhir usus halus.  • Prinsip terapi adalah mengurangi asupan makanan atau memperlambat pengosongan lambung dengan cara gastric banding.5 . yaitu: mempengaruhi asupan energi dengan menekan nafsu makan (sibutramin. kontraindikasi untuk usia <18 th dan >65th ) .  Terapi diet dengan kalori sangat rendah bila berat badan > 140% BB Ideal atau IMT > 97 persentile.

Bukannya berdetak lebih sering.5 – 24. yang menyebabkan konstriksi arteri. Saat berat badan Anda bertambah. Peningkatan aliran darah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. 2. 3.9 BB lebih >25. yang merupakan penyebab utama penyakit jantung. yaitu : 1.0 BMI pasien = 33.9 Obest 2 35-39. jantung akan memompa lebih banyak darah daripada sebelumnya. Asam nikotinat pada tembakau memicu pelepasan katekolamin. 2007. akan lebih mudah terikat pada CO dibandingkan dengan O2.9 Obest 3 >40. Apa epidemiologi dan klasifikasi dyslipidemia? 13.Risiko merokok dapat mengakibatkan obesitas bergantung pada seberapa banyak rokok yang dikonsumsi. obest tingkat 1 Sumber : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi VI jilid II.12.20.9 Obest 1 30. Sumber : Misnadiarly. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Jakarta. .Tubuh yang lebih besar memerlukan darah lebih banyak. komponen darah yang mengangkut oksigen. mengakibatkan peningkatan trombus.0 Pra obest 25-29. hubungan kebiasaan merokok dg obesitas . dan menimbulkan kerja jantung dipacu lebih keras. jantung akan bertambah besar agar bisa mengalirkan lebih banyak darah pada setiap detakan. Interna Publishing . Hb. 14. Merokok berperan dalam memperburuk kondisi penyakit arteri koroner melalui tiga cara. seseorang yang merokok lebih dari satu bungkus per hari berisiko mengalami masalah kesehatan khususnya penyakit gagal jantung dua kali lebih berat daripada orang yang tidak merokok. BB kurang < 18. Apa klasifikasi dari obesitas dan klasifikasi kegemukkan berdasarkan WHO? BMI = Berat badan dalam kg per (tinggi badan) 2 dalam meter. Menghirup asap akan meningkatkan kadar karbon monoksida (CO) darah.0 – 34. Obesitas sebagai resiko beberapa penyakit.5 kg/m2 normal 18. Merokok meningkatkan adhesi trombosit. Sehingga supply O2 ke jantung akan berkurang.

hipotiroidisme. Skor Framingham digunakan untuk memperkirakan 10 tahun resiko kardivaskuler individu 17. ditandai dengan kadar kolesterol HDL yang rendah. Interna Publishing 15. dan penurunan kadar TG. Hubungan kebiasaan makanan berlemak Obesitas Timbul sebagai akibat Masukan Energi yang Melebihi Pengeluaran Energi. klasifikasi IMT dan status IMT 16. dan sebagian besar kelebihan energi tersebut akan disimpan sebagai lemak. Taksiran kebutuhan energy pasien pada skenario 20. Jelaskan hubungan lingkar pinggang dengan skeknario? Lingkar perut atau rasio antara lingkar perut dan lingkar pinggul (WHR – Waist Hip Ratio) merupakan alternatif yang lebih praktis untuk menilai obesitas sentral. Dislipidemia ada 2 jenis :  Dislipidemia primer : tidak jelas sebabnya  Dislipidemia sekunder : mempunyai penyakit dasar seperti pada sindroma nefrotik. Bila energi dalam jumlah besar (dalam bentuk makanan) masuk ke dalam tubuh melebihi jumlah yang dikeluarkan. Metode pemeriksaan kolesterol 19. Metabolisme lemak & kolesterol 18. Sumber : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi VI jilid II. penderita memiliki 3 faktor resiko. 21. Dislipidemia. peningkatan LDL. diabetes melitus. Lingkar perut dan lingkar pinggul berhubungan dengan besarnya risiko untuk terjadinya . berat badan akan bertambah.

. Sumber : Guyton dan Hall. dan setiap adiposit memiliki lipid dua kali lebih banyak dari orang yang kurus. Lemak disimpan terutama di adiposit pada jaringan subkutan dan pada rongga intraperitoneal. Pada laki-laki kenaikan laju metabolisme tersebut berkaitan dengan efek anaboliknya dan peningkatan massa otot. walaupun hati dan jaringan tubuh lainnya sering kali menimbun cukup lemak pada orang obese. Hormon wanita juga dapat meningkatkan laju metabolisme basal. maka proses metabolismenya akan semakin menurun. kira-kira 10 sampai 15 persen. kelebihan adipositas (obesitas) disebabkan oleh masukan energi yang melebihi pengeluaran energi. Sumber : Guyton dan Hall.3 kalori yang masuk ke tubuh. Obesitas pada orang dewasa diyakini timbul sebagai akibat peningkatan ukuran adiposit.Usia : semakin tua seseorang. gangguan kesehatan. yaitu sekitar 20-50% dari total energy expenditure. Sumber : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi VI jilid II. namun . Dan apabila tidak diimbangi dengan olahraga atau aktivitas yang teratur juga akan meningkatkan kemungkinan obesitas. Seseorang dengan obesitas yang ekstrem dapat memiliki adiposit sebanyak empat kali normal. Interna Publishing Oleh karena itu. Akan tetapi. Pada tahun 1995 penelitian di Belanda mendaptkan bahwa lingkar perut > 102 cm pada laki- laki dan > 88 cm pada perempuan berhubungan dengan peningkatan substansial risiko obesitas dan kompensasi metabolik. namun hanya sedikit. dan perkembangan obesitas pada orang dewasa juga terjadi akibat penambahan jumlah adiposit dan peningkatan ukurannya. kira-kira 1 gram lemak akan disimpan.Aktivitas fisik merupakan komponen utama dari energy expenditure. Aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan massa otot dan mengurangi massa lemak. Untuk setiap kelebihan energi sebanyak 9. beberapa penelitian terkini menunjukkan bahwa adiposit yang baru dapat berkembang dari fibroblas yang mirip dengan preadiposit di segala usia. Singapore : Elsevier 22. Selain itu pada suatu penelitian juga telah banyak ditemukan bahwa wanita lebih sering mengalami obesitas di bandingkan laki- laki. Singapore : Elsevier 23. yang menimbulkan obesitas hipertrofik. Jelaskan hubungan pekerjaan dan kurang olahraga dengan scenario? . Fisiologi Kedokteran edisi 12. Sedangkan Asia Pasifik memakai ukuran lingkar pinggang laki-laki : 90 cm dan perempuan 80 cm sebagai batasan. dan berkorelasi baik dengan rasio lingkar perut dan pinggul (WHR) baik laki-laki maupun perempuan.Jenis kelamin : Hormon seks laki-laki akan meningkatkan laju metabolisme basal. Fisiologi Kedokteran edisi 12. Lingkar perut menggambarkan lemak tubuh. Jelaskan hubungan jenis kelamin dan usia dengan scenario? .

Perilaku makan agaknya dapat menjadi sarana penyaluran stres. Fisiologi Kedokteran edisi 12. Singapore : Elsevier . yang dibarengi dengan berlimpahnya makanan berenergi tinggi (terutama makanan berlemak) dan gaya hidup tidak aktif. Sumber : Guyton dan Hall. penyakit yang parah. berat badan orang sering kali meningkat selama atau setelah orang tersebut mengalami stres. Misalnya. Pengaruh faktor lingkungan sangat nyata. seperti kematian orang tua. aktivitas fisik yang tidak adekuat akan menyebabkan pengurangan massa otot dan peningkatan adipositas. dengan adanya peningkatan prevalensi obesitas yang cepat di sebagian besar negara maju. atau bahkan depresi. Faktor psikologis juga dapat menyebabkan obesitas pada beberapa individu. .