You are on page 1of 45

Asih Rahayu,drh.,M.Kes.

Laboratorium Mikrobiologi
Fakultas Kedokteran
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Pembuatan media pertumbuhan bakteri :
Dalam pembuatan media pertumbuhan bakteri
perlu diperhatikan :
1. Sterilitas bahan & alat yang dipergunakan:
- untuk alat alat , sterilisasi dapat dilakukan
dengan oven atau autoclave
- untuk bahan ,disterilkan dengan autoclave
tetapi beberapa bahan yang berpotensi rusak
akibat pemanasan, untuk sterilisasinya dapat
dilakukan dengan tehnik lainnya eg.
Tyndalisasi, filtrasi etc.
2. Kandungan harus sesuai dengan kebutuhan
hidup masing masing spesies bakteri.
3. Tingkat keasaman / pH media
MEDIA
Adalah suatu bahan yang digunakan
untuk membiakkan bakteri

Berdasarkan sumber nutrisinya ,


media dikelompokkan menjadi :
1.Media alami / natural media eg. Susu,
daging, darah etc.
2.Media buatan / sintetic media eg.
Nutrient Agar etc.
Berdasarkan bentuk fisiknya, media dikelompokkan
menjadi :
1. Media broth / media cair: adalah media berbentuk cair
yang ditempatkan dalam suatu tabung reaksi eg. Nutrient
Broth Agar etc.
2. Media Semi Solid / media setengah padat :adalah media
berbentuk setengah padat yang ditempatkan dalam suatu
tabung reaksi eg. Semi solid medium.
3. Media Solid / media padat : adalah suatu media berbentuk
padat yang ditempatkan dalam :
tabung dengan permukaan yang miring ( disebut Agar
miring / Slant ) eg. Nutrient Agar Slant etc.
Petri disk ( disebut Lempeng Agar / Plate Agar) eg.
Nutrient Agar Plate etc.
CARA PENANAMAN BAKTERI
Penanaman dapat dilakukan pada
media broth, slant, plate maupun semi
solid sesuai dengan kebutuhan
Cara penanaman secara detail dapat
dilihat pada Buku Petunjuk Praktikum I
Mikrobiologi
Umumnya terdapat beberapa tehnik penanaman sesuai
dengan kebutuhan , antara lain:
1. Streaking / goresan : penanaman pada media solid
(slant atau plate) dengan menggunakan ose
2. Swab : penanaman pada media solid (slant atau
plate) dengan menggunakan cotton swab (lidi
kapas) steril
3. Tusukan : penanaman pada media semi solid
dengan mempergunakan needle
4. Goresan & tusukan : penanaman pada media slant
(yaitu TSIA) dengan mempergunakan needle
5. Pouring (tuang) = Pour Plate Methode : penanaman
pada media plate dengan cara mencampur sample
dengan media yang masih cair
Yang perlu diperhatikan : Bekerja secara
aseptis :
1. Siapkan api bunsen
2. Selalu mendisinfeksi ose / needle sebelum
& sesudah dipergunakan
3. Cotton swab harus tetap steril sebelum
dipergunakan ; setelah dipergunakan ,
masukkan ke dalam cairan disinfektan
4. Jangan membuka tutup Petri disk terlalu
lebar untuk mencegah kontaminasi
5. Jangan meletakkan tutup tabung di meja.
6. Selalu mendisinfeksi mulut tabung yang
berisi media / bakteri / pz pada saat
membuka maupun sebelum ditutup kembali
CARA PENANAMAN PADA MEDIA
SLANT
Mempergunakan ose
secara goresan

TSI
Mempergunakan needle
secara goresan&tusukan
CARA PENANAMAN PADA MEDIA
PLATE
Mempergunakan ose
Bagi menjadi 3 daerah
Menanam dg cara 1
Goresan, setiap
Sektor harus di
dahului disinfeksi
Ose dengan api bun 3 2
sen
PENANAMAN PADA MEDIA
BROTH
Mempergunakan ose
Miringkan tabung,
campur / aduk pada permukaan
cairan di pinggir tabung
PENANAMAN PADA MEDIA
SEMISOLID
Mempergunakan needle
- Tusuk tegak lurus & ang
kat pada garis yg sama
Media bentuk broth :

Fungsi Pembiakan Bakteri Pada Media Broth:


1. Untuk memperbanyak jumlah bakteri
2. Untuk test Biokimiawi terhadap suatu bakteri eg : Uji
fermentasi Karbohidrat / gula gula (rhamnosa,
arabinosa, inositol, sucrosa, xylosa etc.) ; Uji
Oksidase ; Uji Indol ; Uji Urease ; uji Coagulase etc.

Kelemahan media bentuk broth: Apabila spesimen


mengandung lebih dari 1 macam bakteri, maka
hasilnya akan bercampur, tidak dapat dipisahkan
satu dengan lainnya. Untuk mendapatkan bakteri
yang dikehendaki, perlu penambahan zat zat
penghambat bakteri yang tidak dikehendaki.
Cara penanaman : dengan bantuan ose
Cara pembacaan : pertumbuhan bakteri secara
visual terlihat sebagai kekeruhan
Media bentuk semi solid:

Fungsi : untuk mengetahui motilitas bakteri


Cara penanaman : dengan metode tusukan menggunakan
needle
Media ini teksturnya sangat lembut dan mengandung
indikator warna sehingga kalau terjadi pertumbuhan
bakteri, maka media di tempat pertumbuhan bakteri
tersebut akan berwarna merah
Cara pembacaan :
Hanya tumbuh di daerah bekas tusukan bakteri
bersifat non motil
Tumbuh menyebar ke seluruh media bakteri bersifat
motil
Media bentuk solid :

Ada 2 macam :
1.Plate Agar : media bentuk padat yang
ditempatkan dalam Petri disk. Nama lain :
Lempeng Agar. Penamaan secara umum:
.. Plate eg: Blood Agar Plate (BAP) etc.
2.Slant : media bentuk padat yang
ditempatkan dalam tabung reaksi dengan
posisi permukaannya miring. Nama lain :
Agar Miring. Penamaan secara umum:
.slant eg: Nutrient Agar Slant etc.
Plate Agar :

Fungsi :
1. Untuk memperbanyak jumlah bakteri
2. untuk mendapatkan koloni yang terpisah (isolated
colony)
3. untuk uji Biokimiawi ( eg: Mannitol Salt Agar etc.)
Cara penanaman : disesuaikan dengan kebutuhan :
dapat dengan bantuan ose dibuat goresan
(streaking) biasa ; T streaking ; atau dengan metode
pouring (Pour Plate Methode)
Cara pembacaan : secara visual pertumbuhan
bakteri terlihat sebagai koloni
Keuntungan menggunakan media bentuk Plate
Agar:
o Mendapatkan koloni yang terpisah
o Dapat memisahkan bakteri berdasarkan ciri
koloninya apabila yang ditanam berisi lebih dari 1
macam bakteri
o Dapat dipakai untuk menghitung jumlah bakteri
berdasarkan jumlah koloni yang tumbuh (dengan
metode Pouring atau T streaking)
Kerugian menggunakan media bentuk Plate Agar
o Mudah terjadi kontaminasi karena permukaannya
luas
Slant :

Fungsi :
untuk memperbanyak jumlah bakteri
Untuk stock bakteri ( menyimpan bakteri
dalam waktu yang lama)
Untuk uji biokimiawi (eg: Triple Sugar Iron /
TSI etc.)
Cara penanaman : dengan bantuan ose
digoreskan pada permukaan media. Khusus
untuk media TSI dengan bantuan needle
digoreskan dan ditusukkan pada media
Keuntungan menggunakan media bentuk slant:
Karena permukaan sempit dan tertutup rapat,
maka tidak mudah terkontaminasi, sehingga dapat
dipakai untuk menyimpan biakan bakteri dalam
waktu yang lama (stock)
Kerugian menggunakan media bentuk slant :
Karena permukaannya sempit, maka tidak
didapatkan koloni yang terpisah (isolated colony)
sehingga tidak dapat digunakan untuk
memisahkan koloni bakteri bila spesimen yang
ditanam mengandung lebih dari 1 macam bakteri
Jenis media :

Jenis media yang dipelajari ini hanya


sebagian kecil saja dari jenis media yang
ada di dalam suatu laboratorium
mikrobiologi
Di dalam memilih media harus disesuaikan
dengan kebutuhan hidup / sifat fisiologis
dari suatu bakteri misalnya kebutuhan
nutri, pH, suhu inkubasi, kebutuhan
oksigen.
Media umumnya dapat disterilkan dengan
pemanasan ( dengan autoclave, kecuali
media gula gula, darah dan susu biasanya
dengan tehnik filtrasi
1. NUTRIENT AGAR

Merupakan media minimum essensial


Merupakan media general untuk
menumbuhkan bakteri
Mengandung NaCl, pepton dan yeast
Dapat berbentuk broth ( nutrient broth)
dan solid (Nutrient Agar Plate / NAP
dan Nutrient Agar Slant /NAS)
2. BLOOD AGAR PLATE (BAP) & CHOCOLATE AGAR
PLATE (CAP)

pH 7,4
Merupakan media yang diperkaya / enriched
dengan darah (BAP) atau darah yang
dipanaskan (CAP)
Mengandung protease pepton, liver extract,
yeast extract dan NaCl
Bersifat differential dapat membedakan
antara bakteri yang bersifat hemolisis
(beserta tipe hemolisis) dengan bakteri
yang bersifat non hemolisis
Beberapa tipe hemolisis :
Hemolisis tipe alfa ( ) / partial haemolysis /
hemolisis sebagian ; terjadi hemolisis sebagian dari
eritrosit & terjadi reduksi hemoglobin menjadi
methemoglobin ; secara visual tampak perubahan
pada media BAP berupa zona kehijauan pada media
sekitar pertumbuhan koloni bakteri sedangkan pada
media CAP zona kehijauan tampak lebih jelas
Hemolisis tipe betha () / hemolisis total ; terjadi
hemolisa eritrosist secara total ; secara visual tampak
perubahan pada media berupa zona jernih pada media
BAP sekitar pertumbuhan koloni bakteri sedangkan pada
media CAP tidak terjadi perubahan apapun ( tidak dapat
dideteksi pada media CAP)
Hemolisis tipe gamma / non hemolisis ; tidak melisis
eritrosit ; secara visual tidak terjadi perubahan apapun
baik pada media BAP maupun CAP.
hemolisis

Non hemolisis
( hemolisis)

hemolisis
3.MANNITOL SALT AGAR (MSA)

Berbentuk plate
Lazim dipakai untuk Gram positif ( Staphylococcus)
Bersifat selektif untuk genus Staphylococcus
Mengandung garam NaCl 7,5 %, gula mannitol, beef extract, proteosa
pepton , indicator warna phenol red
pH 6,8-8,4
Cara penanaman : streaking
Dipakai untuk uji biokimiawi terhadap Staphylococcus aureus
berdasarkan kemampuan bakteri ini memfermentasi mannitol
Sebagai media differential untuk membedakan
Staphylococcus aureus degan Staphylococcus yang lain
cara pembacaan : Staphylococcus aureus dapat
memfermentasi mannitol dan menghasilakan sejumlah asam
yang akan merubah warna media dari merah menjadi kuning
4. MC.CONKEY

Lazim dipakai untuk golongan Enterobacteriaceae


Berbentuk plate
pH 7,2
Mengandung pepton, polypepton, garam empedu, lactosa, NaCl,
netral red indicator dan crystal violet
Bersifat selektif terhadap enterobacteriaceae (Gram negatif) karena
mengandung penghambat pertumbuhan bakteri Gram positif yaitu
crystal violet
Bersifat differential untuk membedakan golongan bakteri Gram
negatif ( Enterobacteriaceae) yang memfermentasi lactosa dan yang
tidak memfermentasi lactosa berdasarkan pembentukan warna
koloninya lactosa fermenter (LF) secara visual tampak sebagai
koloni yang berwarna (color) / merah sedangkan Non lactosa
Fermenter (NLF) secara visual tampak sebagai koloni yang tidak
berwarna (colorless)
5.TRIPLE SUGAR IRON AGAR (TSI)

Untuk uji biokimiawi


Berbentuk slant
Bersifat differential karena mengandung 3 macam gula
(berdasarkan kemampuan kemampuan fermentasinya),
ferrosulfat ( detektor H2S)
Mengandung lactosa 1 %, sucrosa 1 % dan glucosa 1 %, beef
extract, pepton, pepton protease, ferrosulfat, indicator warna
phenol red
Cara penanaman : dengan needle digoreskan dan ditusukkan
Cara pembacaan :
Cara penulisan :
./ , gas +/- , H2S +/-
media warna merah = alkalis
media warna kuning = acid
media pecah/ gelembung =gas
media berwarna hitam =H2S
Interpretasi :
Alk/Ac = memfermentasi glucosa
Ac/Ac = memfermentasi lactosa atau sucrosa
atau keduanya
Alk/Alk = tidak memfermentasi ketiga gula
Contoh :
Slant merah, butt kuning, terdapat
gelembung udara atau terdapat pecahnya
media, terdapat warna hitam pada media
Alk/Ac , gas +,H2S + artinya
memfermentasi glucosa, menghasilkan gas
dan H2S
6.SIMMONS CITRATE

Berbentuk slant
Untuk uji biokimiawi berdasarkan kemampuan
menggunakan citrate sebagai sumber energi (bakteri
yang memiliki enzim citrase / citrate fermentase)
Bersifat differential karena mengandung indikator warna
bromthymol blue
Cara pembacaan : bakteri yang mempunyai enzim citrase
akan mengaktifkan citrate dan menghasilkan oxalactic
acid & acetate diubah menjadi asam piruvat &CO2
media menjadi bersifat alkalis (CO2 + Na +air sodium
carbonate) merubah warna media dari hijau menjadi
biru
7.EOSINE METHYLENE BLUE (EMB)

Berbentuk plate
Kandungan : eosine, Methylene Blue, lactosa, pepton
pH : 7,2
Bersifat selektif untuk bakteri Gram negatif karena
menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif
Bersifat differential untuk Escherechia coli karena dapat
memfermentasi lactosa dan menghasilkan asam yang
sangat banyak yang akan bereaksi dengan methylene
blue dan eosin sehingga menghasilkan koloni yang
secara visual warnanya khas : green metallic sheen.
Klebsiella dan Enterobacter : koloni warna ungu.
Enterobacteriaceae yang lain : koloni transparan
8. SALMONELLA SHIGELLA (ss)

Berbentuk plate
Bersifat highly selective untuk Salmonella dan
Shigella
Mengandung beef extract ,pepton, lactosa, gram
empedu, natrium citrate, natrium thiosulfat, ferric
citrate, indikator netral red
Cara pembacaan :
koloni colorless dengan bintik hitam ditengahnya
Salmonella
Koloni colorless tanpa bintik hitam shigella
9.THIOSULPHATE CITRATE BILE SUCROSA (TCBS)

Bersifat seletif dan differential untuk Vibrio sp.


BERBENTUK PLATE
Mengandung extract yeast, pepton, natrium
citrate, natrium thiosulfat, empedu sapi, natrium
cholate, sucrosa, NaCl, ferri citrate, bromthymol
blue,
pH 6 -7,6
Cara pembacaan :
Koloni kuning memfermentasi sucrosa
Vibrio cholerae
Koloni hijau tidak memfermentasi sucrosa
Vibrio parahaemolyticus
10.ALKALINE PEPTON WATER (APV)

Berbentuk broth
Bersifat alkalis (pH 9)
Mengandung kadar garam yangtinggi
cocok untuk halophile : Vibrio sp
Vibrio yang tumbuh tampak sebagai
lapisan / membrane di permukaan
media
11.CHOPPED COOKED MEAT

Berbentuk broth
Mengandung cacahan daging sapi
Bersifat anaerob
Bagian permukaan media dilapisi parafin cair
untuk membantu menjaga suasana
anaerob
Cara pembacaan : terjadi kekeruhan pada
media bila terjadi pertumbuhan bakteri
12.THYOGLYCHOLATE

Berbentuk broth
Bersifat anaerob merupakan
reduktor kuat terhadap oksigen
Cara pembacaan : bakteri tumbuh
media terjadi kekeruhan
13 MUELLER HINTON

Berbentuk plate & broth


Dipergunakan untuk antibiotic sensitivity test
Yang berbentuk plate dipakai untuk metode cakram / disc /
diffusi / Kirby Bauer :
Cara penanaman : dengan cotton swab sejumlah tertentu
bakteri yang diuji dioleskan pada media kemudian beberapa
jenis antibiotic bentuk disc direkatkan di atasnya
Cara pembacaan :
Bakteri sensitif atau intermediate atau resisten terhadap
antibiotic tertentu dilihat dari terjadinya zona hambatan
pertumbuhan bakteri yang terjadi diukur diameternya dalam
satuan mm kemudian dibandingkan dengan standard zona
hambatan pertumbuhan bakteri yang baku