You are on page 1of 14

AKUNTANSI BIDANG KHUSUS

MAKALAH MENGENAI PERKEBUNAN THE
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
KELOMPOK 8
AGUSTINA TAMPUBOLON
CHRISTIAN IMMANUEL HUTABARAT
MUTIA ULFA
PRILY ANDARISKA SIREGAR

Kerkhoven di kebun Gambung. ataupun perusahaan-perusahaan swasta. Dengan masuknya teh Assam tersebut ke Indonesia. Iklim dan Kondisi Seperti apakah yang cocok untuk membudidayakan teh? 3. proses pengolahan bahkan sampai teknologi. secara berangsur tanaman teh China diganti dengan teh Assam. Teh jenis Assam mulai masuk ke Indonesia (Jawa) dari Sri Lanka (Ceylon) pada tahun 1877. berbagai usaha dari sektor pertanian salah satunya pada sektor perkebunan. tidak dapat dipisahkan dari. usaha tersebut tidak berhasil. Sayangnya. Perusahaan-perusahaan swasta melakukan pengelolaan industri teh dari hulu hingga hilir. Dimanakah Pusat-pusat produksi teh di Indonesia? 6. PENDAHULUAN 1. berupa biji teh dari jepang yang dibawa oleh seorang Jerman bernama Andreas Cleyer. Tujuan Penulisan . Perkebunan teh yang dikelola oleh pemerintah Hindia Belanda diambil alih oleh pemerintah RI sejak kemerdekaan dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). dan sejak itu pula perkebunan teh di Indonesia berkembang semakin luas. Kini. seorang pendeta bernama F. Rumusan Masalah 1. dan ditanam oleh R. Bagaimana Cara Membudidayakan teh? 2. Latar Belakang Perekonomian di Indonesia yang nyatanya bergelar Negara agraris ini. yang salah satunya merupakan produk olahan dari perkebunan Teh. Apa-apa sajakah jenis-jenis teh yang diproduksi di Indonesia? 5. Jawa Barat. Tanaman teh pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1684. Bagaimanakah Peran teh dalam perekonomian Indonesia? 3. baik itu dari produk olahan rakyat. Meski demikian dalam manajemen di tingkat perkebunan. pemerintah. perkebunan dan perdagangan teh juga dilakukan oleh pihak swasta. Pada tahun 1728 pemerintah Hindia Belanda mendatangkan bibit teh dalam bentuk biji-bijian dalam jumlah yang besar karena tertarik untuk membudidayakannya di pulau Jawa. Valentijn melaporkan melihat perdu teh muda berasal dari China tumbuh di Taman Istana Gubernur Jendral Champhuys di Jakarta.E. dan ditanam sebagai tanaman hias di Jakarta. 2. perusahaan milik negara ini masih menggunakan teknologi atau mesin buatan Belanda. Pada tahun 1694.

maka kita sebelumnya harus mengetahu tentang karakter tanaman yang satu ini. PEMBAHASAN 1. pertumbuhannya akan terhambat (lambat). pengolahan dan ada beberapa hal lain yang dapat memaksimalkan budidaya teh ini. karena itu sifat tanah harus yang subur. Iklim Pohon teh walaupun dapat ditanam di dataran rendah hal ini kurang baik dibanding tanaman teh yang ditanam di dataran tinggi. pembibitan. atau membudidayakannya dengan tujuan komersil. jenis-jenis teh beserta khasiatnya. bagaiman cara membudidayakannya. pemetikan. Temperature yang baik untuk tanaman teh yaitu berkisar 14° - 25°C. tanah. gembur. hama dan penyakit. rata-rata per tahunnya 2000 mm – 2500 mm. untuk musim kemarau berkisar 100 mm. dimanakah daerah yang cocok untuk menanamnya. Karena pohon teh sangat membutuhkan curah hujan yang cukup tinggi. Tanah Faktor tanah dalam pertumbuhan tanaman teh sama halnya dengan tanaman lain. b. Jadi untuk ketinggian usahakan pada posisi 800 – 1100 m dpl. Pembudidayaan The Untuk melakukan penanaman teh yang cukup banyak. Walaupun pohon teh sangat baik ditanam di dataran tinggi tapi perlu diketahui. seperti iklim. Mengadakan terasering pada tanah yang cukup curam. agar nantinya tidak akan salah kaprah. pemeliharaan. . dan lebih memahami lagi tentang komoditi Teh ini. Tujuan kami sebagai penyusun makalah bertajuk perkebunan teh ini yaitu untuk lebih meningkatkan pengetahuan para pembaca sekalian tentang sejarah perkembangan teh di Indonesia. penanaman. apabila pohon teh ditanam didataran yang terlalu tinggi maka hasilnya kurang maksimal. dapat meresap air sampai dalam. supaya dalam proses budidaya teh atau menanam teh tidak terjadi kesalahan yang patal yang mengakibatkan kerugian. dan juga bagaimanakah komoditi Teh ini terhadap perkembangan perekonomian di Indonesia. Ada beberapa hal yang dapat menunjang untuk memaksimalkan budidaya teh atau menanam teh ini. Untuk mendapatkan media tanam seperti itu kita harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Hal-hal yang cukup penting diperhatikan yaitu: a. dan sirkulasi air lancar. Jangan sampai melebihi 1200 m dpl. yaitu.

Lobang tersebut kita gali bukannyya di anjir. e. Karena pohon ini perakarannya dapat menembus kedalam tanah sampai jauh. Pembibitan Untuk mendapatkan bibit teh yang baik. Buat lobang dengan ukuran 50 x 60 x 60 cm. apabila bedengan memiliki lebar 100 cm maka bedengan tersebut cukup 4 baris . dengan demikian anjir masih berada ditempat masing-masing. Persemaian Sebelum bibit ditanam dikebun kita tanam terlebih dahulu di persemaian. Bedengan Teh Penanaman biji yang telah retak dibedengan harus berjarak 4 x 4 cm. . maka kecambah itu lalu kita pindahkan ke persemaian. biasanya jarak tanam bibit dipersemaian 15 x 20 cm atau 20 x 20 cm. Tetapi bisa juga kita bibitkan sendiri dengan cara membiarkan tanaman yeh hidup dengan rimbun tanpa dipoyong. penanaman dengan jarak itu bertujuan supaya akar dari bibit teh tidak melengkung. Kemudian penanaman pohon jenis leguminosa yang berbentuk pohon dapat pula memperbaiki phisik dari tanah. Setelah akarnya tumbuh 3 sampai 5 cm. Biji-biji teh harus disortir sebelum dijadikan bibit. Cara penanamannya : biji ditanam menghadap kebawah. 3. Pemberian pasir yang agak tebal dengan maksud agar akar-akar dapat tumbuh dengan baik dan menyusun. c.Cara Penanaman Di Kebun: 1. dan keadaan biji yang telah lapuk atau busuk karena diserang jamur atau karena bekas luka-luka. nantinya akan mengeluarkan biji yang bisa kitaambil untuk pembibitan. biasanya biji yang jelek seperti biji bekas diserang kepik biji dengan ciri permukaan biji berbintik-bintik dengan warna coklat muda. akan tetapi diantara anjir satu dan yang lainnya. Padatanah yang tidak terlalu curam bisa ditanam jenis-jinis pupuk hijau berderet rapat menurut tranche diantara deretan tanaman poko. d. 4. tanah lapisan bawah dan lapisan atas dipisahkan. kita bisa mendapatkannya dari perkebunan-perkebunan pemerintah ataupun dari para petani teh. Dengan demikian maka air yang mengalir di dalam tanah tak akan mengakibatkan erosi. Membuat rorak-rorak dengan maksud supaya air yang mengalir di permukaan tanah dapat ditampung dan untuk selanjutnya melalui rorak itu masuk ke dalam tanah. 2.

akan tetapi sewaktu akan menanami lobang itu. Jumlah tanaman yang menggunakan jarak tanam seperti itu biasanya 5. Menjaga pohon teh supaya tidak terserang penyakit atau hama. Apabila menggunakan jarak rapat 10. 3. Jarak tanam idealnya kita ambil jarak tanam dengan ukuran sebagai berikut : 120 x 150 cm. 2. Apabila ada yang terserang segera berantas atau obati. Pemeliharaan Tanaman yang sudah kita tanam harus dipelihara supaya dapat tumbuh dengan optimal.000 – 12. Jenis Teh Berdasarkan Proses Pengolahannya di Indonesia. . Pemangkasan pada pohon-pohon teh dan perawatan luka-luka bekas pangkasan.000 batang/ha. kembali kita harus mengajiri lagi supaya penanamannya dapat lurus. Pemeliharaan terhdap pohon pelindung 3. 2. atau 125 x 125 cm. Pengambilan hasil atau cara memetiknya hingga mendapatkan hasil yang sebanyak- banyaknya tanmpa mempengaruhi keadaan dan kondisi pohon itu sendiri. Menggali lobang yang telah dianjiri terlebih dahulu.000 – 6000 batang/ha. Pemeliharaan terhadap pohon teh itu sendiri 2. tekan-tekan supaya memadat. Setelah masuk timbun kembali bibit dengan tanah bekas bongkaran kedalam lobang lagi. setelah itu baru anjirnya disingkirkan. sebab dengan penanaman jarang seperti itu maka pohon teh akan lebih kuat lagi menahan serangan musim kemarau yang agak panjang. bila tanah yang akan dilobangi itu telah diberi tanda. 130 x 140 cm. 3.Ccara- cara tersebut dibagi menjadi tiga bagian: 1. Pemeliharaan tanah Untuk pemeliharaan pada poho teh kita bagi menjadi 3 langkah: 1. tempat anjir yang dilangkahi sementara tidak dilobangi dan kemudian lobang itu ditanami. 2. Penggalian lobang tiap kali melangkah 1 anjir. f. untuk meluruskan barisan-barisan tanaman itu mudah dikerjakan karena sebagian dari anjir masih ada. Bibit siap lalu ditanam di tempat bekas anjir.

90% teh rakyat diolah menjadi teh hijau dengan peralatan sederhana. Tapi sebelum fermentasi berlangsung sempurna. b. yaitu diawali dengan pelayuan agar fermentasi bisa berlangsung. Tearubigin 0 . Polifenol lainnya 266-273 mg% Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung Jawa Barat Indonesia menunjukkan bahwa kandungan polifenol pada teh Indonesia yang merupakan komponen aktif untuk kesehatan ± 1. Khasiat Teh Indonesia Pada dekade 70-an dan 80-an. Cara pengolahan ini adalah teknik yang paling tua. Teh atau Camelia sinensis secara botanis mempunyai dua varietas utama. Jenis polifenol pada teh yang telah teridentifikasi dan tingkat kandungan rata-rata yakni: Katekin 63-210 mg%. Pengolahan teh akan menghasilkan tiga macam teh yang berbeda. Kedua senyawa inilah yang berperan penting sebagai penentu kualitas seduhan teh hitam. c. Teh hitam adalah teh yang diolah melalui tahap fermentasi. menggulung.. yaitu digunakan sejak manusia pertama kali mengenal tanaman teh. artinya tak selama seperti pada pembuatan teh hitam. Katekin merupakan senyawa polifenol utama pada teh sebesar 90% dari total kandungan polifenol. Berbagai negara mengalokasikan dana yang sangat besar untuk penelitian terhadap semua kasus tersebut.21 mg%. teh hijau yang tidak difermentasi. dan tidak hancur. yakni teh hitam hasil fermentasi. peneliti menemukan bahwa teh merupakan minuman karsinogen yang sangat efektif untuk mengurangi risiko kejangkitan dan menghambat pertumbuhan kanker. Zat polifenol dalam daun teh itudifermentasikan oleh enzim polifenol oksidase yang dibantu oksigen dari udara. Assamica atau Thea Assamica.28 mg%.. Flavanol 14 . pengeringan.34 kali lebih tinggi dibanding teh dari negara lain. . Tahap-tahap pengolahan itu antara lain pelayuan. sebesar 3-5% per tahun. Selanjutnya dilakukan pengeringan.02 . teh dipanaskan terlebih dahulu (agar kegiatan enzim fermentasi berkurang) dan dilakukan penggulungan agar teh tampak keriting. Baru pada awal dekade 90-an. Teh hijau adalah teh yang diolah tanpa fermentasi. a. Sedangkan thearubigin memberi rasa teh yang kuat. dan C. Di Indonesia. Ciri teh hijau yang baik adalah memiliki daun halus yang utuh. dan sortasi. Gabungan kedua senyawa itu menyebabkan brikness dari seduhan teh hitam. sinensis var. Polifenol teroksidasi menjadi theaflavin dan thearubigin. Teh oolong yang diolah dengan fermentasi singkat. Pengolahan teh oolong sedikit mirip dengan pengolahan teh hitam. Rata-rata kandungan katekin pada teh Indonesia berkisar antara 7.k. Bohea atau Thea Sinensis. sinensis var.11. Theaflavin memberikan kecerahan pada air seduhan teh. penggulungan. Wilayah Jawa Barat merupakan penghasil utama teh hijau. dunia diguncang oleh laporan adanya peningkatan drastis kasus penyakit jantung dan kanker. dan teh oolong yang mengalami setengah fermentasi.60% b. yakni C.

Anti peningkatan tekanan darah . Enzim angiotensin I.Menekan pemrosesan bentuk tumor .7. copper. Anti mutasi gen . Enzim tyrosinase. fluor. elemaskan daun sehingga digiling tidak pecah . meletakkan dasar-dasar fermentasi Kondisi Pelayuan : . Amilase. dapat digunakan sebagai pewarna alami. Anti oksidan - Mencegah pembentukan radikal (bebas) oksigen dalam tubuh . vitamin (C. mineral seperti kalium. Anti tumor . f. lingkungan: T.47 b. iron. calcium. mutu (analisis petikan) . antara lain : metilxantin. asam amino.sedangkan pada negara lain berkisar antara 5. Anti bakteri. zinc. Pelayuan Tujuan: . Anti koreng . juga mengandung komponen lain yang bermanfaat bagi kesehatan. mangan. b. c. RH. Pengangkutan Pengangkutan bahan baku yang perlu diperhatikan:  tumpukan pucuk selama pengangkutan aerasi yang cukup  benturan mekanis diusahakan serendah mungkin  hindari adanya panas matahari yang langsung mengenai pucuk b. peptides. Proses Pengolahan Teh a. karotenoid.E dan K). Enzim pemacu HIV. magnesium. mengurangi kadar air sampai tingkat layu tertentu .k. Enzim glucosy I transferase pada mutan streptokokus. Volume dan Laju udara . e. selenium.Melindungi kerusakan minyak dan lemak makan. d. pucuk daun: KA. Anti peningkatan kadar gula darah .Menekan pertumbuhan sel tumor .Melindungi lemak dalam plasma darah . karbonhidrat.06 . Anti peningkatan kolestrol g. serta metilxantin dan alkaloid lain Kemampuan pencegahan dari polifenol teh a.Menekan kanker payudara yang tumbuh spontan. Anti radiasi.(bobot kering) Teh selain mengandung polifenol hingga 25-35%. Sukrase dan maltase. Menghambat aktivitas enzim : Beberapa enzim yang terbukti dihambat adalah : a.

tergantung skema gilingannya  Tiap tahap penggilingan diikuti dengan pengengayakan (sortasi basah) Tujuan: .mengecilkan ukuran daun . memotong  Menurut gerakannya : double dan single action Menurut fungsinya : 1. Penggilingan  Dilakukan 3-4 tahap.meletakkan dasar bagi proses fermentasi  Prinsip kerja: gerak putar silinder di atas meja untuk menggulung.menggulung daun agar menjadi keriting . (beda Tbk-Tbb) = 3-4 oC laju = 30000 cfm tebal hamparan ±25 cm (±30 kg/m2) .Alat : Withering Trough (palung pelayuan) T = ± 27oC. . layanan sedang : KA 54-56 % DL 44-46 % . Derajat layu: perbandingan antara berat daun layu dengan berat daun segar dalam satuan persen . terdiri dari silinder dan meja. layanan berat : KA 50-53 % DL 47-50 % Tanda-tanda pucuk layu:  apabila dikepal-kepal menjadi bola  apabila diraba seperti meraba sapu tangan sutera  apabila diremas tidak menimbulkan bunyi patah  tulang muda dapat dilenturkan tanpa patah  apabila tangan ditekankan akan meninggalkan bekas  aromanya tercium sedap berbeda dengan daun segar atau kurang layu c. layuan ringan : KA 57-60 % DL 40-43 % . memeras. Prinsip Pelayuan: melewatkan udara hangat melalui daun teh sampai mencapai derajat layu tertentu .memecahkan dinding sel pucuk teh sehingga cairan sel bercampur dengan enzim dan udara luar . Open Top Roller (OTR) a.

Skema Giling I : OTR : PCR : PCR : RV II : OTR : PCR : RV : PCR III : OTR : RV : PCR : PCR Contoh: PTP XVIII Jolotigo. terdiri dari silinder dan meja b.gerakan secara rotari  RRB (rotary roll breaker)  hampir sama dg DIBN. supaya hasil fermentasi sempurna dan pengeringan dapat merata Alat Pengayak :  DIBN (double india breaker natsorteedeer)  saringan (7 -7 -6 -6 -5 -5) . menggulung dan memeras 3. Press Cap Roller (PCR) a. kipas pendorong. dengan penekanan (press) c. poros/rotor. PTP VIII Cisarua à skema giling berat (OTR : PCR : RV : RV) Sortasi Basah (Pengayakan) Tujuan : memisahkan bagian yang halus (bubuk) dan bagian yang kasar (badag) sehingga diperoleh bubuk yang seragam. terdiri dari silinder horisontal. anpa tekanan dan menggulung 2. kipas penahan. Rotor Vane (RV) a.b. plat ujung dan ulir b. beda ukuran mesh  saringan ( 5 : 6 : 6) atau (6 : 6 :7) Fermentasi Berlangsung sejak pucuk mengalami giling I dan berakhir ketika masuk kedalam mesin pengeringan . memotong atau mengecilkan ukuran c.

rasa dan warna air seduhan seperti yang dikehendaki.alat: baki aluminium .memabatasi waktu fermentasi .warna senduhan teh kuning .lama fermentasi: 2 . thearubigin oksidasi Theaflavin : . body.menentukan karakter.pengabutan (mist spraying). air humidifier .tebal hamparan tidak lebih dari 7 cm Pengendalian Proses Fermentasi . sebagai akibat reaksi kimia yang terjadi selama fermentasi Kondisi Fermentasi : -suhu ruang : 20 -28 o C .membentuk kemantapan seduhan.mengupayakan suhu bubuk tidak terlalu tinggi .warna seduhan teh merah kecoklatan .suhu lapisan bubuk: 26 -28 o C .Proses : senyawa polifenol -----. atau strength Tujuan : untuk memperoleh aroma.memberikan RH sekitar bubuk hampir jenuh . brightness dan.menyediakan oksigen yang cukup dengan aerasi .theaflavin.5 jam sejak masuk giling I .RH udara: 90 .95% .3. briskness Thearubigin : .

mudah diangkut dan diperdagangkan Prinsip: Menghembuskan udara panas melewati hamparan teh yang telah difermentasi. udara yang paling panas bersentuhan dengan bubuk teh yang paling kering Faktor : 1 . lama 20 -25 menit .untuk memperoleh hasil akhir berupa teh kering yang tahan lama disimpan.membersihakan teh kering dari potongan serat dan batang .menghentikan proses fermentasi . Sortasi Kering Proses pengolahan lanjutan untuk klasifikasi jenis dan mutu teh kering Tujuan: . Suhu dan volume udara yang dihembuskan 2.F.5 . bagian dalam masih basah.94 oC. Bubble tray (memisahkan bubuk kasar dan halus) 2.kadar air teh kering 2.3 % Case hardening: bagian luar bubuk teh sudah kering. Waktu pengeringan (kecepatan gerak tray) Alat: ECP-6 (two stage/three stage drier).tebal hamparan bubuk (0.5 . Jumlah input bubuk basah 3. T outlet 50 oC. Fluid bed drier (FBD) Kondisi: .apabila diperlukan harus pula memperkecil partikel teh Alat : 1.T inlet 93 .1 cm). Pengeringan Tujuan: .memisahkan jenis-jenis mutu teh sesuai ukuran yang dikehendaki pasar . Chota ( mengelompokkan berdasarkan ukuran partikel) . badag (2 -3 cm)kapasitas (two stage) output per jam : 274 -300 kg .

perubahan warna hitam menjadi kelabu . Goalpara dan Malabar di Jawa Barat. kapasitas izin. sisanya berupa Perkebunan Besar Negara (30%) dan Perkebunan Besar Swasta (24%). sehingga pada tahun 2009 hanya tersisa seluas 126 251 Ha dengan konsentrasi terbesar di Jawa Barat. Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. namun perkebunan teh di Indonesia dewasa ini berada dalam kondisi yang menurun (decline). baik jumlah perusahaan. Fibrex (membersihkan serabut) 5. Cutter (memotong bubuk menjadi lebih kecil) 7. Kondisi dan perkembangan agroindustri teh Indonesia sendiri dalam periode 2007 – 2010. Sedangkan yang diusahakan dalam bentuk Perkebunan Besar Swasta misalnya Perkebunan Teh Tambi. India dan Vietnam. tahun 2009 sebesar US $ 174. Winnower (memisahkan berdasarkan berat jenis) 6. utilisasi maupun nilai investasi serta tenaga kerja yang diserap.ukuran partikel tidak merata dan masih banyak serat. Vibro screen (pemisahan powdery dari bubuk teh) 4. Sebagai penghasil devisa negara. Perkebunan teh yang diusahakan dalam bentuk Perkebunan Besar Negara/PTPN misalnya. produksi dan nilai produksi. perkebunan teh di Indonesia sebagian besar berupa Perkebunan Rakyat (46%). Sri Lanka. tangkai dan debu Peran Perkebunan Teh Terhadap Perekonomian Rakyat dan Nasional Pengusahaan teh di Indonesia semakin meluas. yaitu seluas 97 138 hektar (77%). Perkebunan Teh Gunung Mas.4 juta. Negara tujuan ekspor teh Indonesia adalah Jepang. diikuti Jawa Tengah (8%) dan Sumatera Utara (4%).3.permukaan teh tidak mengkilat . dan tahun 2010 mencapai US $ 184. Chrusher (memperkecil bubuk kasar) Sortasi gagal apabila : . dari mulai Sumatera Utara sampai ke Jawa Timur. Pagilaran dan Kemuning di Jawa Tengah). secara umum mengalami peningkatan.9 juta atau meningkat 6% dari tahun 2009. pada tahun 2008 tercatat nilai ekspor teh olahan sebesar US $ 162. Korea Selatan. . Sebagian besar (70%) teh Indonesia diekspor ehingga Indonesia tercatat menjadi urutan keenam eksportir teh dunia setelah Kenya. Perkembangan areal tanaman teh di Indonesia terus menurun sejak tahun 2002.8 juta. Dari bentuk dan sifat pengusahannya.

baik pasar domestik maupun internasional. peningkatan tersebut relatif kecil sehingga tidak mampu memberikan sumbangan berarti dalam perekonomian nasional. Menurunnya agroindustri teh Indonesia dewasa ini terjadi karena belum dapat diatasinya masalah-masalah yang dihadapi oleh teh Indonesia. para pelaku usaha teh nasional akan mampu menghasilkan produk teh dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar. baik di pasar domestik maupun di pasar internasional. dataran rendah menghasilkan teh yang hitam dengan pengeritingan baik Jenis klon pelayuan.ekspor/local standar petikan ------halus/kasar ketinggian dari muka laut. mengharuskan untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut di atas. terbatasnya penguasaan teknologi pengolahan produk dan belum mampunya petani mengikuti teknologi anjuran sebagaimana direkomendasikan (Good Agriculture Practice/GAP. seperti: rendahnya produktivitas tanaman karena dominannya tanaman teh rakyat yang belum menggunakan benih unggul. Upaya untuk meningkatkan kembali peran teh. Disamping itu. Good Manufacture Process/GMP) serta standar kualitas produk sebagaimana disyaratkan oleh ISO. PTPN maupun PBS) dapat melakukan inovasi teknologi dan diversifikasi produk. Dengan demikian. tidak kalah pentingnya adalah menyediakan iklim usaha yang kondusif agar pelaku usaha teh nasional (baik PR. pengepresan ringan menghasilkan teh yang besar dan kasar . terlalu layu akan menghasilkan pengeriting yang kurang baik & cepat menjadi bubuk penggilingan.Namun demikian. Mutu teh dipengaruhi: tujuan pabrik -----.

. pembibitan. Kesimpulan Ada beberapa hal yang dapat menunjang untuk memaksimalkan budidaya teh atau menanam teh ini. dan inovasi-inovasi terkini. pemetikan. diyakini Teh dari Indonesia tidak akan kalah saing dipasaran. Teh bermanfaat dalam kesehatan dan juga memiliki nilai jual atau komersil yang tinggi. pemeliharaan. dan teh oolong yang mengalami setengah fermentasi. pengolahan dan ada beberapa hal lain yang dapat memaksimalkan budidaya teh ini. ekspor teh selain dapat menambah pundi-pundi devisa Negara namun juga mampu membangun perekonomian masyarakat menjadi jauh melangkah maju kearah yang lebih baik. Saran Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan di dalam penulisan makalah kami ini. namun dengan adanya ide-ide baru. yakni teh hitam hasil fermentasi. PENUTUP 1. kami memohon kepada para pembaca agar memberikan sekiranya Kritikan dan juga saran yang membangun. walau kini Indonesia mengalami penurunan. 2. hama dan penyakit. seperti iklim. hal ini karena tingginya khasiat yang terkandung dalam Teh yang tumbuh di tanah Indonesia. agar kami dapat lebih baik lagi dalam penulisan makalah kedepannya. penanaman. tanah. teh hijau yang tidak difermentasi. Hal terpenting dalam Pembuat produk olahan teh biasanya Pengolahan teh akan menghasilkan tiga macam teh yang berbeda.