You are on page 1of 9

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 DEFINISI

Secara umum kista adalah ruangan berdinding dan berisi cairan, sel,

maupun sisa sel. Kista terbentuk bukan akibat peradangan, walaupun kemudian

dapat meradang.Dinding kista merupakan selaput yang terdiri atas jaringan ikat

dan biasanya dilapisi sel epitel atau endotel. Kista terbentuk dari kelenjar yang

melebar dan tertututp, saluran kelenjar, pembuluh darah, saluran getah bening atau

lapisan epidermis. Isi kista terdiri atas hasil dindingnya, yaitu serum, getah

bening, keringat, sebum, sel-sel epitel, lapisan tanduk, dan rambut.

Kista adalah kumpulan cairan ataumassa setengah cair dalam suatu

kantong yang tipis. Bila isi tidak terlalu padat, pada perabaan dapat dirasakan

tanda khas kista, yaitu fluktuasi, yang terjadi akibat penerusan tekanan ke semua

arah dengan sama rata.

Kista sebasea murni jarang ditemukan, yang lazim adalah kista epidermal

dan trikolema dan biasanya dianggap sebagai kista sebasea. Kista epidermal

timbul setelah implantasi epidermis atau dari 2 lapisan epidermis folikel

polisebasea yang mengalami maserasi. Kista dapat tumbuh dimana saja di tubuh,

biasanya pada jari tangan dan kaki, kemungkinan merupakan bentukan dari

inklusi. Sedangkan kista yang sering terlihat pada kulit kepala adalah kista

trikolema atau pilosa (pilar) yang berasal dari folikel rambut. Terlihat tanda

keratinisasi tikolema. Gambaran ini berbeda dari bentuk lamella karena tidak ada

lapisan granular yang masih utuh. Kista ini muncul dalam keluarga, diturunkan

sebagai gen autosom dominan, dan sering multiple.

1

leher dan tubuh. Kista sebasea membesar secara perlahan dan dapat timbul di semua kulit kecuali telapak tangan dan telapak kaki yang tidak mengandung kelenjar sebasea. 1. Kelenjar ini tidak terdapat pada kulit telapak kaki dan tangan. kista ini juga dapat terbentuk pada wajah. dan kelenjar tarsalis Meibom yang terdapat pada kelopak mata. Untuk yang tidak berhubungan dengan folikel rambut saluran keluarnya bermuara langsung ke permukaan kulit seperti yang terdapat pada glans penis. Kista ini berisi substansi seperti krim keju yang tebal (disebut material sebasea atau aterom) yang mengisi kista secara perlahan dalam beberapa tahun.2 PATOGENESIS Sebasea diproduksi dari kelenjar sebasea yang pada umumnya berhubungan dengan folikel rambut walaupun ada beberapa perkecualian. Kista ini dapat timbul di semua area kulit yang mengandung rambut. 2 Kista kelenjar sebacea terjadi karena sumbatan pada muaranya akibat penutupan saluran pori rambut yang terdiri dari jaringan ikat padat dengan isi mengandung banyak lemak seperti bubur. Kelenjar sebasea terletak di dalam dermis. beberapa alveolus bermuara ke dalam sebuah saluran keluar . Kadang berukuran kecil. Setiap kelenjarnya dibungkus kapsul dari jaringan ikat tipis. Tetapi paling sering kista ini terbentuk pada kulit kepala. ekstremitas dan skrotum. Mereka berupa kelenjar alveolar atau sakular yang membuat lipid. Umumnya beberapa kelenjar bermuara ke dalam sebuah folikel rambut. Kista ini kadang berwarna pucat. Pada kebanyakan kelenjar. labium minus. dan terdapat titik berwarna glap pada bagian tengah kista yang merupakan saluran kecil yang menghubungkan antara kista dengan luar kulit.

Inilah yang merupakan getah berminyak (sebum) kelenjar ini yang berwujud kelenjar holokrin sebab getahnya berasal dari hancuran total sel epitel. Pengeluaran getahnya dibantu oleh kontraksi otot penegak rambut dan tekanan menyeluruh akibat pembesaran sel-sel di tengah alveolus. masih belum jelas dan diduga sebum bekerja sebagai suatu feromon. fosfolipid dan trigliserida. 3 pendek lebar yang selanjutnya menuju ke dalam leher folikel rambut. lapisannya segera menipis sampai akhirnya menyatu dengan deretan sel basal rendah alveolus. Isi . Epitel bagian sekresi kelenjar ini terletak di atas membran basal tipis yang pada permukaan dalamnya ditempati sederetan sel kubis kecil yang bersambung dengan sel-sel basal epidermis pada folikel rambut. dibawah kontrol hormon. Sekresi sebum terjadi terus-menerus. Intinya berangsur mengkerut dan kemudian hilang dan selnya sendiri pecah menjadi massa berlemak dan serpihan sel. Mengarah ke alveolus. Sel-sel ini meningkatkan jumlah retikulum endoplasma agranularnya sebelum mereka aktif dalam lipogenesis. Bintik tersebut mengandung kolesterol. terjadi terutama selama pubertas. Saluran keluarnya yang pendek dan lebar dilapisi oleh epitel berlapis gepeng yang berkelanjutan dengan sarung akar rambut luar dan stratum malpigi epidermis. Mengarah ke tengah kelenjar sel-selnya membesar pesat dan sitoplasnya dipenuhi bintik lemak. Perkembangan dan pertumbuhan kelenjar sebasea. Sel-sel yang hilang dikarenakan oleh adanya proliferasi sel basal dan sel yang berdekatan dengan dinding saluran keluarnya. Setiap alveolus terisi penuh dengan epitel berlapis. Sedangkan kista sebasea terbentuk dari kelenjar yang melebar dan tertutup dan terbentuk dari saluran kelenjar. Manfaat sekresinya. selain untuk pemeliharaan kesehatan kulit.

sel-sel epitel. kistik. Bila proses ini berlanjut. dan rambut. fluktuasi. 4 kista sebasea pun terdiri atas hasil dindingnya. . lapisan tanduk. sebum. 1. yaitu keringat. leher dan punggung bagian atas. adan stoma atau pungtanya. isinya berubah menjadi nanah disertai pembentukan abses. Paling sering timbul di kepala.5 TATALAKSANA Operasi merupakan satu-satunya cara untuk mengatasi masalah dan menghilangkan kista ateroma. 1. letaknya subkutan.3 MANIFESTASI KLINIS Kista sebasea biasanya lunak. Kista dapat terinfeksi sehingga cepat membesar karena proses inflamasi. Kista biasanya tidak nyeri kecuali jika kista telah terinfeksi. mobile. berbentuk kubah yang tumbuh di dalam permukaan kulit.4 DIAGNOSIS Biasanya. Bentuk kista kadang lonjong. 1. diagnosis kista ateroma dibuat berdasarkan riwayat klinis dan riwayat sebelumnya dan pemeriksaan fisik yang dilakukan secara baik dan benar terhadap lesi kista.

Lignokain 1% dengan adrenalin 1:200. benang sutra. jujur. Contohnya penderita dengan tumor ganas kulit hendaknya dimotivasi untuk pengobatan segera. dan terus terang sangat penting dalam hubungan penderita dan dokter Pencukuran rambut biasanya dilakukan 1 jam sampai 6 jam sebelum operasi. 1 buah gunting jahit 5” (12. 1 buah gunting McIndoe ujung lengkung (17. dan kelainan hematologik harus diperhatikan. thalasemia. hipertensi kronis. Ini bertujuan agar jaringan tidak terlalu lama terkontaminasi udara luar . persiapan penderita dengan kelainan penyakit kronis.6. Jarum dan spuit. Pertimbangan lain dalam persiapan penderita adalah penilaian keadaan psikologis. Walaupun demikian. liver.7 cm).8 cm). 1 buah forsep mosquito Halstead 5” (12.1 Alat operasi yang diperlukan Adalah 1 tangkai skalpel ukuran 3. Benang jahit.2 Persiapan penderita Biasanya tindakan bedah minor tidak terlalu rumit sehingga persiapan penderita dapat sederhana saja. Pendekatan yang baik. Povidoniodin dalam spritus (larutan betadine alcohol).6 TATALAKSANA OPERASI KISTA SEBASEA 1.3 cm).000. dan yang dengan keluhan kosmetis harus diteliti lebih jauh alasan-alasannya.7 cm) ujung bengkok. ukuran 2 (3/0) pada jarum kulit lengkung (dianjurkan ethicon W 533). kardiovaskuler. 1. 5 1. Pemeriksaan laboratorium yang diperlukan harus dilaksanakan bila adaindikasi misalnya pasien mempunyai riwayat penyakit terdahulu seperti hemofilia. 1 mata skalpel ukuran 15. Dimana sebagai dokter sebaiknya menjelaskan sebelumnya kepada pasien tentang garis besar operasi dan tujuan operasi. sistem imunitas.6. 1 pemegang jarum Kilner 51/4” (13.

Pada tahap ini. untuk mengurangi beberapa koloni bakteri yang tersembunyi pada pori- pori kulit atau bakteri yang telah mengkontaminasi kulit. oksigen. contohnya alat resusitasi kardiovaskuler. baik melalui udara atau dari operator atau asisten selama operasi.3 Teknik pengangkatan kista Setiap rambut diatas kista dipotong dengan gunting (tidak perlu mencukur daerah yang luas pada kulit kepala) dan kulit diatasnya dioles povidon-iodin dalam spritus (larutan betadine alkohol). Dengan ibu jari tangan kiri memfiksasi kista. 1. Jika kista sebaseus terletak di kepala dan banyak rambut. dan obat-obatan. anastesi lokal diinjeksikan melalui kulit memakai jarum ukuran 25 SWG x 5/8” (0. Meskipun pada prakteknya biasanya hanya digunakan antiseptik sekali sebelum pembedahan dilakukan. jarum perlahan-lahan dimajukan. dengan ujung serong terhadap kulit. sampai jarum mencapai jaringan batas antara kulit dan kista. alat penunjang pertolongan pertanma gawat darurat. yang diperlukan hanya memotong rambut tersebut seminimum mungkin dengan menggunakan gunting benang atau gunting iris. sebelum pembalut steril terkahir dipasang. Misalnya. Dan pencukuran sekarang jarang diperlukan. Ketersediaan alat- alat gawat darurat dan latihan pertolongan gawat darurat perlu dilaksanakan. dan distensi kista dapat dirasakan dengan palpasi . 6 yang bisa menambah sebab inflamasi. Dengan tetap menekan alat penyedot spuit. Mayoritas prosedur bedah minor dapat dilakukan dengan mudah tanpa pencukuran rambut atau bulu. kadang-kadang sangat membantu apabila diberikan antiseptic kedua setelah kulit dijahit. Gawat darurat dalam bedah minor juga harus dipahami. resistensi pada alat penyedot spuit menjadi hilang.6.5 mm x 16 mm).

Tujuannya adalah untuk mengangkat kista dengan sempurna walaupun ini tidak selalu mungkin. kecuali mungkin pada kista di belakang leher. Kista yang lebih besar memerlukan diseksi. atau dipotong menggunakan gunting yang sama. Tidak masalah apabila terjadi perdarahan. Tekanan selanjutnya pada alat penyedot spuit akan mengeluarkan lignokain dan adrenalin di sekeliling kista. Sebaiknya dilakukan dengan hati-hati. Kadang- kadang tekanan infiltrasi anastetik lokal menyebabkan kista mengeluarkan isinya melalui pungtum yang tertutup. Normalnya perdarahan dapat dikontrol dengan tekanan kuat dan biasanya berhenti setelah ujung luka dijahit. terutama kista dengan dinding tipis di mana pusatnya telah terinfeksi. Kista yang sangat kecil dapat diangkat hanya dengan sekali insisi tekanan jari. dan perlekatan yang tersisa dipisahkan. Dengan menggunakan bagian tajam gunting McIndoe yang melengkung. Setiap perlekatan dapat dipisahkan dengan baik menggunakan metode ini. 7 jari telunjuk dan ibu jari tangan kiri. dan eksisi berbentuk ellips dari kulit yang berlebihan. . Hal ini harus dihindari karena bisa menyebabkan kista pecah dan isinya menyebar yang akan menyebabkan inflamasi menjadi luas. Yang diperlukan adalah penutupan dengan satu jahitan. teknik ini memisahkan batas jaringan dan membuat insisi menjadi lebih mudah. dipasang traksi. Satu injeksi anastetik lokal tambahan dilakukan di bawah kista sebelum akhirnya jarum diangkat. Pada tahap ini kista dapat dipegang dengan forsep diseksi bergigi. kista dikeluarkan dengan secara hati-hati menginsersikan bagian tajam secara tertutup dan membukanya. Bentuk kulit yang ellips perlu dipilih untuk mencakup pusat pungtum dan dieksisi untuk memperlihatkan kista dibawahnya. kista akan melompat keluar. menyebabkan kulit diatasnya menjadi pucat disebut juga dengan infiltrasi anastesia intradermal.

kista harus tetap diangkat. Berbagai bahan antiseptik juga dapat mengganggu jaringan luka. mengurangi nyeri. tetapi sebelum ditutup. Meskipun demikian metode pengangkatan ini bisa diterima. dan sintesis kolagen. mencegah luka terbuka. dan isi kista sebasea dapat menyebabkan bau yang tidak sedap yang persisten. tetapi mempunyai kerugian menjadi berantakan. Cara ini lebih cepat dari diseksi. Yang aman adalah hemostasis dengan trombin.4 Kontraindikasi dan perawatan luka Cara yang sering dilakukan adalah biseksi kista yaitu menyapu bersih isinya dengan kassa swab dan kemudian menarik keluar kantung kista dengan forsep arteri. . menghambat penyembuhan luka. dan mudah ditukar-tukar. 1. Seperti semua spesimen eksisi. Penutupan luka yang baik harus mempercepat penyembuhan.6. meningkatkan epitalisasi. aluminium klorida. sejumlah kecil gel asam fusidat (Fucidin Caviject) harus ditanamkan ke dalam kavum dan kulit kemudian dijahit dengan cara yang biasa dilakukan. silindroma atau keadaan lain yang jarang dapat ditemukan. dan perak nitrat. karena kadang-kadang merupakan tumor sel skuamosa yang tidak diduga. antibiotik profilaksis secara oral lebih dianjurkan. Tutup luka oklusif dan semioklusif memberi lingkungan lembab pada luka. misalnya: subsulfat ferat (cairan Monsel). kista sebasea yang sederhana pun harus dikirim untuk pemeriksaan histologi jika memungkinkan. dan yang paling aman adalah tekanan sementara sampai hemostasis terjadi alami. 8 Meskipun ada infeksi. Perawatan luka pascaoperasi dilakukan dengan hemostasis topikal. menyerap cairan. infeksi lebih tinggi.

Bila perlu. duodenum (hydrokoloid). dan op-site. Tujuan lain perawatan luka adalah mengurangi kolonisasi bakteri. dan setelah itu diberikan salep antibiotik lalu ditutup secara oklusif. vigilon (hydroge). 9 Beberapa tipe penutup oklusif ini antara lain: lapis plastik berlubang (band aid). air bersih dapat membersihkan luka. tegaderm (polyurethan). . Penderita dapat menggunakan antiseptic yang tidak iritasi atau sensitisasi.