You are on page 1of 12

LAPORAN REFRESHING

FISIOLOGI MENSTRUASI

Oleh :

Rezky Wulandari Putri (2013730092)

Pembimbing :

Dr. Aranda Tri S, Sp.OG

BAGIAN OBGYN
RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017

1

9% perempuan yang tinggal di daerah perkotaan di Indonesia mengalami haid tidak teratur. et al (2007) dalam penelitiannya di Turki menemukan bahwa dismenorea merupakan gangguan menstruasi dengan prevalensi terbesar (89. Lebih rinci lagi. et al (2007) dari Wroclaw Medical University mendapatkan prevalensi amenorea primer sebanyak 5. amenorea sekunder 18. disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi.3%). dan gangguan campuran sebanyak 15. lamanya perdarahan kurang dari 7 hari. sebanyak 11. 2 .5%). dan jika jumlah darah yang hilang tidak melebihi 80 cc.2%). Pada pengkajian terhadap penelitian. Latar Belakang Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus. serta perpanjangan durasi menstruasi (5. menoragia adalah 2.5%. dengan prevalensi tertinggi pada remaja.5%.4%. yaitu dibawah usia 19 tahun dan di atas usia 39 tahun 2.3%. Cakir. diikuti ketidakteraturan menstruasi (31.7% remaja berusia 15-19 tahun di Indonesia mengalami haid tidak teratur dan sebanyak 14.4% . polimenorea 10. oligomenorea adalah 8.8-89. oligomenorea 50%. Dalam penelitian Yassin (2012) di Alexandria. Mengenai gangguan lainnya. Gangguan menstruasi paling umum terjadi pada awal dan akhir masa reproduksi. Bieniasz.8%.5%. BAB I PENDAHULUAN A.4%. persentasi remaja putri yang mengalami polimenorea adalah 6.5% dan hipomenorea adalah 12. Menstruasi dapat dianggap normal bila terjadi dalam rentang waktu 21 – 35 hari. Jika tidak demikian maka seseorang dianggap mengalami gangguan dalam menstruasi. Dalam RISKESDAS (2010) dinyatakan bahwa persentase perempuan usia 10- 59 tahun di Sulawesi Selatan yang mengalami haid tidak teratur sebesar 14.penelitian lain didapatkan prevalensi dismenorea bervariasi antara 15.8%.

Hipotalamus menghasilkan faktor yang telah dapat diisolasi dan disebut Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) karena dapat merangsang pelepasan Luteinizing Hormone (LH) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH) dari hipofisis2. saat ovulasi. Tempat utama umpan balik terhadap hormon gonadotropin ini mungkin pada hipotalamus 2. glandula suprarenalis. hipofisis.3. dan umpan balik positif jika kadarnya tinggi. Estrogen menyebabkan umpan balik negatif terhadap FSH. Profil Hormonal Selama Siklus Menstruasi Sekarang diketahui bahwa dalam proses ovulasi harus ada kerja sama antara korteks serebri. hipofisis. glandula tiroidea. Yang memegang peranan penting dalam proses tersebut adalah hubungan hipotalamus. hipotalamus mengawasi sekresi hormon gonadotropin oleh adenohipofisis melalui sekresi neurohormon yang disalurkan ke sel- sel adenohipofisis lewat sirkulasi portal yang khusus. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. dan kelenjar-kelenjar endrokrin lainnya.4 3 . Siklus menstruasi normal dapat dipahami dengan baik dengan membaginya atas fase folikuler. Menurut teori neurohumoral yang dianut sekarang. hipotalamus. sedangkan terhadap LH estrogen menyebabkan umpan balik negatif jika kadarnya rendah.3. dan fase luteal. ovarium. Siklus Menstruasi Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus. disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi 1 1. Fisiologi Menstruasi a. dan ovarium (hypothalamic- pituitary-ovarian axis). Perubahan-perubahan kadar hormon sepanjang siklus menstruasi disebabkan oleh mekanisme umpan balik (feedback) antara hormon steroid dan hormon gonadotropin.

Menurunnya estrogen mungkin disebabkan oleh perubahan morfologik pada folikel. Pecahnya folikel terjadi 16-24 jam setelah lonjakan LH. menunjukkan bahwa folikel yang telah masak itu bertambah peka terhadap FSH. Dalam beberapa jam setelah LH meningkat. pada fase folikuler dini. namun peranannya pada tingkat ini hanya membantu pembuatan estrogen dalam folikel. sedangkan folikel-folikel lain mengalami atresia. agar ia dapat dirangsang untuk berovulasi. dan dengan lonjakan LH (LH-surge) pada pertengahan siklus. LH yang meninggi itu menetap kira-kira 24 jam dan menurun pada fase luteal. Pada manusia biasanya hanya satu folikel yang matang. Perkembangan folikel yang cepat pada fase folikel akhir ketika FSH mulai menurun. ini menekan produksi FSH. sehingga ia menjadi tipis. tetapi oleh perubahan-perubahan degeneratif kolagen pada dinding folikel. Mungkin pula menurunnya LH itu disebabkan oleh umpan balik negatif yang pendek dari LH terhadap hipotalamus. Ini memberikan umpan balik positif terhadap pusat siklik. Perkembangan folikel berakhir setelah kadar estrogen dalam plasma jelas meninggi. Pada waktu ini LH juga meningkat.4 4 . kemudian dengan cepat mencapai puncaknya. Mekanisme terjadinya ovulasi agaknya bukan oleh karena meningkatnya tekanan dalam folikel. Meningkatnya FSH ini disebabkan oleh regresi korpus luteum. Mungkin juga prostaglandin F2 memegang peranan dalam peristiwa itu 2. folikel hendaknya pada tingkat yang matang. mengakibatkan terjadinya ovulasi. sehingga hormon steroid berkurang. Folikel yang akan berovulasi melindungi dirinya sendiri terhadap atresia. Lonjakan LH yang cukup saja tidak menjamin terjadinya ovulasi. Tidak lama setelah menstruasi mulai. produksi estrogen meningkat. beberapa folikel berkembang oleh pengaruh FSH yang meningkat. Dengan berkembangnya folikel. Mekanisme turunnya LH tersebut belum jelas.3. estrogen menurun dan mungkin inilah yang menyebabkan LH itu menurun. Estrogen pada mulanya meninggi secara berangsur- angsur.

sehingga kedua hormon itu meningkat tinggi pada fase luteal. Rangsangan ini dimulai pada puncak perkembangan korpus luteum (8 hari pasca ovulasi). Namun. Steroidegenesis pada ovarium tidak mungkin tanpa LH.3. Mekanisme degenerasi korpus luteum jika tidak terjadi kehamilan belum diketahui. Masa hidup korpus luteum pada manusia tidak bergantung pada hormon gonadotropin. hidupnya korpus luteum diperpanjang oleh adanya rangsangan dari Human Chorionic Gonadotrophin (HCG). Pada permulaan siklus menstruasi meningkatnya FSH disebabkan oleh menurunnya estrogen pada fase luteal sebelumnya. terjadi menstruasi. waktu yang tepat untuk mencegah terjadinya regresi luteal.3. Empat belas hari sesudah ovulasi. setelah ovulasi. Kemudian. dan sekali terbentuk ia berfungsi sendiri (autonom). diperlukan sedikit LH terus-menerus. folikel menjadi korpus luteum. Berhasilnya perkembangan folikel tanpa terjadinya atresia tergantung pada cukupnya produksi estrogen oleh folikel yang berkembang. dan luteinized theca cells membuat pula estrogen yang banyak. Pada fase luteal. korpus luteum mengalami regresi berangsur-angsur disertai dengan berkurangnya kapiler- kapiler dan diikuti oleh menurunnya sekresi progesteron dan estrogen. sel-sel granulosa membesar.3 Dari uraian di atas jelaslah bahwa kunci siklus menstruasi tergantung dari perubahan-perubahan kadar estrogen. membentuk vakuola dan bertumpuk pigmen kuning (lutein). Mulai 10-12 hari setelah ovulasi. Vaskularisasi dalam lapisan granulosa juga bertambah dan mencapai puncaknya pada 8-9 hari setelah ovulasi 2.4 Pada kehamilan.4 Luteinized granulosa cells dalam korpus luteum itu membuat progesteron banyak. HCG memelihara steroidogenesis pada korpus luteum hingga 9-10 minggu kehamilan. Pada siklus menstruasi normal umumnya terjadi variasi dalam panjangnya siklus disebabkan oleh variasi dalam fase folikuler 2. akhir-akhir ini diketahui untuk berfungsinya korpus luteum. fungsi itu diambil alih oleh plasenta2. Ovulasi terjadi oleh cepatnya 5 . yang dibuat oleh sinsisiotrofoblast.

yang menyampaikan pesan-pesan berupa umpan balik positif atau negatif. Segala keadaan yang menghambat produksi estrogen dengan sendirinya akan mempengaruhi siklus reproduksi yang normal 2. Jadi. Hidupnya korpus luteum tergantung pula pada kadar minimum LH yang terus menerus.estrogen meningkat pada pertengahan siklus yang menyebabkan lonjakan LH. Siklus hormonal 6 .3 Gambar 1. hubungan antara folikel dan hipotalamus bergantung pada fungsi estrogen.

1) Fase folikular Pada fase ini hormon reproduksi bekerja mematangkan sel telur yang berasal dari 1 folikel kemudian matang pada pertengahan siklus dan siap untuk proses ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur). Waktu rata-rata fase folikular pada 7 . Siklus Ovarium Siklus ovarium terdiri dari 2 fase. fase folikuler dan luteal kira-kira 14 hari lamanya dari siklus menstruasi. Gambar 2. Siklus menstruasi mempunyai hipotesis berlangsung selama 28 hari. yaitu fase folikular dan fase luteal. Siklus menstruasi b.

manusia berkisar 10-14 hari. perdarahan. Proses ini disebut haid atau menstruasi. maka korpus luteum tersebut dipertahankan2 8 . Korpus luteum menghasilkan progesteron yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kelenjar endometrium. dan pelepasan dari endometrium. Estrogen ini menekan produksi FSH. sehingga hipofisis mengeluarkan hormon yang kedua yaitu LH. Bila tidak ada pembuahan maka korpus luteum berdegenerasi dan mengakibatkan penurunan kadar estrogen dan progesteron. FSH yang dikeluarkan oleh hipofisis merangsang perkembangan folikel-folikel di dalam ovarium (indung telur). Setelah ovulasi terjadi. dibentuklah korpus rubrum yang akan menjadi korpus luteum. dan folikel tersebut berkembang menjadi folikel de graaf yang membuat estrogen. Di bawah pengaruh LH. folikel de graaf menjadi matang sampai terjadi ovulasi2 2) Fase luteal Fase luteal adalah fase dari ovulasi hingga menstruasi dengan jangka waktu rata-rata 14 hari. Penurunan kadar hormon ini menyebabkan degenerasi. Apabila terdapat pembuahan dalam masa ovulasi. Produksi hormon gonadotropin (FSH dan LH) yang baik akan menyebabkan pematangan dari folikel de graaf yang mengandung estrogen. Estrogen mempengaruhi pertumbuhan dari endometrium. suatu hormon gonadotropik). Pada umumnya hanya 1 folikel yang terangsang namun dapat perkembangan dapat menjadi lebih dari 1. di bawah pengaruh hormon LH dan LTH (luteotrophic hormones. Produksi hormon LH maupun FSH berada di bawah pengaruh releasing hormones yang disalurkan hipotalamus ke hipofisis. dan variabilitasnya mempengaruhi panjang siklus menstruasi keseluruhan2 Pada setiap siklus menstruasi. Penyaluran RH dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik estrogen terhadap hipotalamus.

Pada awal fase proliferasi. Antara hari ke-12 sampai 14 dapat terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (disebut ovulasi). permukaan endometrium menjadi agak bergelombang 1 2. Dan pada akhir fase proliferasi ini. Epitel dan komponen-komponen stroma terus bertumbuh cepat sepanjang fase proliferasi. kelenjar-kelenjar umumnya masih lurus. Epitel kelenjar memperlihatkan peningkatan aktivitas mitotik. pendek dan sempit. Fase sekresi 9 . yaitu fase proliferasi. Siklus Endometrium Siklus endometrium dapat dibedakan menjadi 3 fase utama. sekresi. Pada fase proliferasi terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin. Pada fase ini endometrium tumbuh kembali. dan menstruasi1 1) Fase proliferasi Fase proliferasi dimulai ketika darah menstruasi berhenti sampai hari ke-14. Gambar 3. Ovarium dan folikel-folikel dalam berbagai tingkat perkembangan c.

Karena jam mulainya menstruasi tidak diperhitungkan dan tepatnya waktu keluar menstruasi dari ostium uteri eksternum tidak dapat diketahui. Hari mulainya perdarahan dinamakan hari pertama siklus. maka kadar hCG serum dan progesteron akan mulai meningkat 7-10 hari sesudah ovulasi (yaitu hari ke-21-24 dari siklus menstruasi). Gambaran Klinis Menstruasi Panjang siklus menstruasi ialah jarak antara tanggal mulainya menstruasi yang lalu dan mulainya menstruasi berikutnya. Hormon progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi uterus siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim). Akhirnya terjadi deskuamasi dan pengelupasan seluruh lapisan endometrium fungsional 1 3. iskemia jaringan. dan ekstravasasi darah ke dalam stroma dan pembentukan hematom-hematom kecil. dan kelenjar-kelenjar endometrium menjadi lebih berkelok-kelok dan tampak bergerigi. Fase sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Konstriksi intermiten dari arteria spiralis menyebabkan stasis kapiler-kapiler lapisan fungsional. Lapisan fungsional dari stroma akan mulai menciut. Jika implantasi blastokis berhasil. Pada saat itu endometrium dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon ovarium berada dalam kadar paling rendah. Bila tidak terjadi kehamilan. maka akan diamati perubahan-perubahan endometrium sekunder dari penurunan produksi hormon oleh korpus luteum pada hari ke-24. Peningkatan kadar progesteron menimbulkan perubahan pada endometrium yang dikenal sebagai desidualisasi. Panjang siklus menstruasi yang normal atau 10 . yang memiliki tampilan mirip jalan setapak1 2) Fase menstruasi Fase menstruasi berlangsung selama 2-8 hari. Desidua kehamilan terutama terdiri dari sel-sel stroma eosinofilik yang sembab. maka panjang siklus mengandung kesalahan 1 hari.

Jadi.4 mg per g. Biasanya darahnya cair. perdarahan menstruasi terjadi setiap 25-35 hari dengan median panjang siklus adalah 28 hari. tetapi apabila kecepatan aliran darahnya terlalu besar. Pengeluaran darah menstruasi terdiri dari fragmen- fragmen kelupasan endrometrium yang bercampur dengan darah yang banyaknya tidak tentu. Selang waktu antara ovulasi dan hingga awitan perdarahan menstruasi relatif spontan dengan rata-rata 14 ± 2 hari pada kebanyakan wanita. yaitu 25-60 ml. volume darah ini mengandung 12-29 mg besi dan menggambarkan kehilangan darah yang sama dengan 0. bekuan dengan berbagai ukuran sangat mungkin ditemukan. dan pada wanita usia 55 tahun 51. sebenarnya panjang siklus menstruasi 28 hari itu tidak sering dijumpai. Konsentrasi Hb normal 14 gr per dl dan kandungan besi Hb 3.2 Rata-rata banyaknya darah yang hilang pada wanita normal selama satu periode menstruasi telah ditentukan oleh beberapa kelompok peneliti. Sebagian besar wanita pertengahan usia reproduktif. bukan saja antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama.dianggap sebagai siklus menstruasi yang klasik ialah 28 hari. pada wanita usia 43 tahun 27. tetapi antara 2 sampai 8 hari masih dapat dianggap normal.1 hari.4 sampai 1. Ketidakbekuan darah menstruasi yang biasa ini disebabkan oleh suatu sistem fibrinolitik lokal yang aktif di dalam endometrium 1. Rata-rata panjang siklus menstruasi pada gadis usia 12 tahun ialah 25. tetapi variasinya cukup luas.0 mg besi untuk setiap hari siklus tersebut atau 150 sampai 400 mg per tahun.2 DAFTAR PUSTAKA 11 .9 hari. 1.1 hari. Pada umumnya lamanya 4 sampai 6 hari. Dari pengamatan Hartman pada kera ternyata bahwa hanya 20% saja panjang siklus menstruasi 28 hari 1.2 Lama keluarnya darah menstruasi juga bervariasi.

Jakarta: EGC Medical Publisher. Ganong. Wiknjosastro H. 37-43. F. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Hanafiah. Guyton. J. Ilmu Kandungan. W. 4. Wiknjosastro. A. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Sumapraja S. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 1984. H. Dalam: Wiknjosastro H. C. Edisi 22. 12 . 2008. Haid dan Siklusnya. Saifuddin AB.1. 1997. dan Jhon. E. Edisi 2. Edisi 11. 3. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Fisiologi Haid. Saifuddin AB. Ilmu Kebidanan. 2008. Sumapraja S. 1065-1078. 103-124 2. Edisi 2. H. Dalam: Prawirohardjo S. M.