You are on page 1of 32

PERANAN KOMPUTER PADA DINAS PERTANIAN

DAN KETAHANAN PANGAN KOTA BANDUNG

Di susun oleh :

Rivaldy Nugraha (10513208)

Eka Bagja Aditya (10513091)

I Made Andika (10513233)

Robbi Ramadhan (10512139)

Ade Toto Saefulloh (10511305)

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
2017
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT, karena berkat limpahan rahmat-
Nya saya dapat menyelesaikan tugas ini dan tak lupa pula sholawat salam
kita sanjungkan kepada nabi Muhammad SAW. Kami mengucapkan
terimakasih kepada semua pihak yang telah turut membantu dalam
penyusunan makalah.
Makalah ini ditujukan kepada Bapak Andris sebagai Dosen Mata
Komputer dan Masyarakat, dan untuk memenuhi tugas mata kuliah
tersebut. Makalah ini membahas tentang penerapan penerapan komputer
dalam bidang pertanian.

Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak
kekurangan dan jauh dari sempurna, sehingga penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca untuk
perbaikan penulis dimasa yang akan datang. Semoga makalah ini
bermanfaat bagi semua pihak.

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................................. 1
DAFTAR ISI............................................................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 3
1.1.Latar Belakang Masalah.................................................................................................. 3
1.2.Rumusan Masalah ........................................................................................................... 4
1.3.Tujuan Dan Sasaran ........................................................................................................ 5
1.4.Sistematika Penulisan ..................................................................................................... 5
BAB II KAJIAN PUSTAKA .................................................................................................... 6
2.1 Sejarah singkat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung ........................ 6
2.2. Visi Dan Misi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan ................................................. 6
2.3. Struktur Organisasi ......................................................................................................... 7
2.4. Definisi Teknologi .......................................................................................................... 8
2.5.Definisi Informasi............................................................................................................ 9
2.6.Teknologi Informasi ........................................................................................................ 9
2.7.Tujuan dari Teknologi Informasi .................................................................................. 10
2.8.Fungsi Teknologi Informasi .......................................................................................... 10
BAB III PEMBAHASAN ....................................................................................................... 11
3.1. Sejarah Perkembangan Teknologi di Bidang Pertanian di Indonesia .......................... 11
3.2 Manfaat Komputer pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kota Bandung ....... 14
3.3. Teknologi Informasi Komunikasi di bidang pertanian ................................................ 16
3.4. Penerapan Teknologi Komputer di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kota
Bandung .................................................................................................................................. 18
3.5 Aplikasi untuk Memajukan Pertanian Indonesia ........................................................ 25
BAB IV KESIMPULAN ........................................................................................................ 30
4.1 Kesimpulan ................................................................................................................... 30
4.2. Saran ........................................................................................................................... 31

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Komputer adalah hasil dari kemajuan teknologi elektronika dan informatika yang

berfungsi sebagai alat bantu untuk menulis, menggambar, menyunting gambar atau foto,

membuat animasi, mengoperasikan program analisis ilmiah, simulasi dan untuk kontrol

peralatan.

Bentuk komputer yang dulu cukup besar untuk mengoperasikan sebuah program,

sekarang berbentuk kecil dengan kemampuan mengoperasikan program yang beragam.

Perlengkapan elektronik (hardware) dan program (perangkat lunak/software) telah

menjadikan sebuah komputer menjadi benda yang berguna. Sebuah komputer yang hanya

memiliki perlengkapan elektronik saja atau software saja tidak akan berfungsi. Dengan ada

keduanya maka komputer dapat berfungsi menjadi alat yang berguna. Manfaat komputer

saat ini cukup beragam mulai sebagai alat bantu menulis, menggambar, mengedit foto,

memutar video, memutar lagu sampai analisis data hasil penelitian maupun untuk

mengoperasikan program-program penyelesaian problem-problem ilmiah, industri dan

bisinis.

Selanjutnya dalam menghadapi era globalisasi, sudah sepantasnya mahasiswa calon

sarjana yang kelak terjun dalam dunia kerja untuk mengetahui dan menguasai penggunaan

3
komputer. Sebab seperti yang dipaparkan diatas bahwa manfaat komputer cukup beragam

yang pada intinya mempermudah kegiatan manusia di segala bidang seperti di bidang

industri, pendidikan, kedokteran, perbankan, transportasi, telekomunikasi, lingkungan,

ekologi, serta pertanian. Dalam bidang pertanian dimana kini pertanian bukan lagi dalam

hal mencangkul dan menanam di sawah, lebih dari itu teknologi komputer pun mulai

diterapkan dalam bidang pertanian dengan tujuan mempermudah kegiatan-kegiatan

pertanian.

Dengan demikian komputer sudah merupakan peralatan bagi kebutuhan masyarakat

luas dan tidak terbatas hanya untuk kalangan tertentu saja. Apabila masyarakat sudah

mengenal manfaat komputer dengan baik, maka di jaman internet-internet ini, setiap orang

yang memiliki personal komputer dapat mengakses informasi internet hanya dengan

menambah sedikit perangkat tambahan. Seolah-olah semakin banyak masyarakat yang

mengenal manfaat komputer semakin siaplah masyarakat tersebut untuk bersaing dalam

dunia di era gloalisasi.

1.2.Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang ada dalam makalah ini adalah :

1. Bagaimana sejarah perkembangan Komputer dalam bidang pertanian ?

2. Bagaimana manfaat Komputer dalam bidang pertanian ?

3. Bagaimana hubungan Komputer dan internet dalam bidang pertanian ?

4
1.3.Tujuan Dan Sasaran

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:

1. Memahami perkembangan komputer pada bidang pertanian .

2. Mendeskripsikan manfaat Komputer dalam bidang pertanian

1.4.Sistematika Penulisan

Penulisan makalah ini terdiri atas 4 (empat) bab yang masing-masing dibagi dalam

beberapa subbab. Adapun sistematikanya adalah :

BAB I PENDAHULUAN

Pada subbab ini berisikan 3 subbab yaitu Latar Belakang Masalah, Tujuan dan Sasaran dan

Sistematika Penulisan.

BAB II KAJIAN TEORI

Bab ini berisikan teori-teori yang berkaitan dengan penyelesaian masalah termasuk defenisi

Teknologi, defenisi Informasi, defenisi Teknologi Informasi, tujuan dari Teknologi

Informasi dan fungsi Teknologi Informasi.

BAB III PEMBAHASAN

Pada bab ini akan menjelaskan tentang peranan teknologi informasi dalam berbagai bidang,

contoh aplikasi penerapannya, kendala dalam peranan teknologi informasi.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisikan tentang kesimpulan dan saran dari penulisan makalah.

5
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Sejarah singkat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung di bentuk pada tanggal

15 April Tahun 2001, berdasarkan Perda Kota Bandung No. 26 tahun 2001 yang

merupakan gabungan dari 3 dinas yaitu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Dinas

Peternakan dan Dinas Perikanan, oleh karena nya kewenangan Dinas Pertanian dan

Ketahanan Pangan Kota Bandung meliputi kewenangan subsektor pertanian tanaman

pangan, peternakan, perikanan, dan bidang perkebunan. Selanjutnya pada tahun 2010

berdasarkan Perda No. 13 tahun 2009 kembali bergabung Bagian Ketahanan Pangan

menjadi salah satu Bidang di Dinas Pertanian sehingga nama Dinas berubah menjadi

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung.

2.2. Visi Dan Misi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

2.2.1 Visi

Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung adalah “Terwujudnya

Penyelenggaraan Pangan dan Pertanian yang Tangguh dan Unggul”

2.2.1 Misi

1. Meningkatkan Penyelenggaraan Pangan

6
2. Meningkatkan Pengawasan Keamanan Pangan Segar dan Penyakit

Zoonosa.

3. Mengembangkan Potensi Sumberdaya Pertanian dan Perikanan Secara

Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan

4. Meningkatkan Pelayanan di Bidang Pertanian dan Perikanan

2.3. Struktur Organisasi

7
2.4. Definisi Teknologi

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang

di perlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia, penggunaan

teknologi diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat

sederhana.

2.4.1. Komputer

Komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat

menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan

program yang tersimpan di memorinya dan menghasilkan output berupa

informasi.

2.4.2. Pertanian

Yang dimaksud dengan pertanian adalah suatu kegiatan manusia dalam

memanfaatkan sumber daya hayati untuk dapat menghasilkan bahan pangan,

sumber energi, bahan baku industri dan untuk mengelola lingkungannya. Itulah

arti dari pertanian secara umum.

Arti pertanian secara luas yaitu pemanfaatan sumber daya hayati yang

dilakukan oleh manusia dengan cara menanam tanaman produktif yang dapat

menghasilkan dan dipergunakan untuk kehidupan. Atau Seluruh kegiatan yang

8
mencangkup pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan yang

hasilnya dapat digunakan untuk kehidupan manusia.

Sedangkan arti pertanian secara sempit yaitu proses budidaya tanaman

pada suatu lahan yang hasilnya dapat mencukupi kebutuhan manusia. Atau

proses bercocok tanam yang dilakukan di lahan yang telah di siapkan sebelumnya

dan dikelola menggunakan cara manual tanpa terlalu banayk menggunakan

manajemen.

2.5. Definisi Informasi

Informasi adalah pesan atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuen dari

symbol atau makna yang ditaksirkan dari pesan atau kumpulan pesan, Informasi

dapat di rekam atau ditransmisikan. Informasi bisa dikatakan sebagai pengetahuan

yang didapat dari pengalaman, pembelajaran dan instruksi. Informasi yang di pakai

pada perusahaan ini adalah media penyampaian informasi.

2.6. Teknologi Informasi

Teknologi informasi adalah pengelolaan teknologi dan mencangkup berbagai

bidang yang termasuk tetapi tidak terbatas pada hal-hal seperti proses, perangkat

lunak computer, system informasi, perangkat keras computer, Bahasa program, dan

9
data konstruksi. Teknologi yang dipakai pada perusahaan ini adalah sebuah web

yang mencakup semua proses yang menghasilkan informasi sesuai kebutuhan.

2.7. Tujuan dari Teknologi Informasi

Tujuan dari teknologi informasi adalah untuk memcahkan suatu masalah,

membuka kreativitas, meningkatkan efektifitas dan efesiensi dalam aktivitas

manusia.

2.8. Fungsi Teknologi Informasi

Fungsi Teknologi Informasi adalah sebagai penangkap (capture), sebagai

pengolah (prossesing), fungsi teknologi informasi ini mengkomplikasikan catatan

rinci aktivitas misalnya sebagai penerima input dari keyboard, scanner, mix, dan

lain-lain. Fungsi teknologi informasi sebagai penghasil (generating), fungsi ini

menghasilkan informasi kedalam bentuk yang berguna misalnya laporan, table,

grafik, dan sebagainya. Serta sebagai pencari kembali (retrifal) berfungsi untuk

menelusuri, mendapatkan kembali informasi atau menyalin data dan informasi yang

sudah tersimpan. Dan juga bisa jadi sebagai transmisi untuk mengirimkan data dan

informasi dari suatu lokasi lain melalu jaringan computer.

10
BAB III

PEMBAHASAN

3.1. Sejarah Perkembangan Teknologi di Bidang Pertanian di Indonesia

Sejarah Perkembangan Teknologi Pertanian di Indonesia Sebelum membahas

masalah dan perkembangan teknologi pertanian di Indonesia, perlu diketahui terlebih

dahulu perkembangan pertanian di Indonesia yang di dalamnya diterapkan teknologi

pertanian baik teknologi sederhana maupun sudah sampai teknologi mutakhir.

Sejarah adanya teknologi pertanian di Indonesia tidak dapat terlepas dari

sejarah Indonesia itu sendiri. Indonesia yang pada era perang dunia I diduduki oleh

kolonial Belanda menjadi ‘tempat’ pertanian pemerintah kolonial Hindia Belanda

dalam hal pemenuhan kebutuhan mereka. Untuk melaksanakan progamnya,

pemerintah Hindia Belanda yang sebelumnya mendatangkan tenaga ahli pertanian,

karena adanya peperangan, mereka mendapatan kesulitan untuk terus mengirim tenaga

ahli dari Belanda. Untuk mengatasi masalah tersebut, kemudian mereka membangun

sekolah-sekolah pertanian dan teknik untuk mencetak tenaga ahli di bidang pertanian.

Mulai dari sinilah teknologi pertanian mulai dan dapat berkembang di Indonesia.

Setelah merdeka, Indonesia mandiri mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi

tak terkecuali teknologi pertanian. Kebijakan iptek telah ada sejak Pelita I tahun 1970.

Penyuluhan pun tetap menjadi suatu usaha perbaikan pertanian. Pada saat itu juga telah

11
ada lembaga yang bertugas dalam melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan

teknik seperti lembaga penelitian pemerintah non-departemen dibawah koordinasi

kemenristek. Namun pada saat itu, yang menjadi kendala dalam pengembangan

teknologi pertanian yaitu kurang terfokusnya penelitian, kurangnya dana, dan

keterbatasan tenaga ahli yang secara penuh konsentrasi pada penelitian tersebut.

Pada tahun 60-an, teknologi guna meningkatkan produksi pertanian khususnya

beras dikenalkan dalam beberapa program seperti Demonstrasi Massal Swasembada

Beras, Intensifikasi Khusus, Supra Insus dan sebagainya. Melalui program tersebut

dikenalkan beberapa teknologi modern seperti benih unggul, pupuk buatan atau pupuk

kimia, irigasi dan lain-lain. Selain itu ditumbuhkan kesatuan petani untuk bercocok

tanam secara baik dan bergabung dalam kelompok tani untuk mempermudah

komunikasi antar petani dan pembinaannya (BPLPP, 1978; Tim Faperta IPB, 1992).

Pertanian, khususnya di Indonesia, mulai berkembang sekitar tahun 1975. Pertanian

tersebut terbagi ke dalam tiga generasi. Generasi I yaitu generasi pertanian yang

menghasilkan bibit. Generasi II yaitu generasi penghasil komoditas pertanian. Generasi

III yaitu generasi yang meningkatkan nilai tambah hasil pertanian atau dengan kata lain

agroindustri. Ketiga generasi tersebut tidak dapat berjalan sendiri-sendiri karena

ketiganya saling mendukung.

Revolusi Hijau yang kemudian dilakukan Pemerintah Republik Indonesia

tersebut demi tercapainya ketahanan pangan secara tetap tidak sesuai dengan cita-cita.

Indonesia hanya mampu menjadi negara yang berswasembada pangan selama lima

tahun yakni dari 1984 sampai 1989. Selain itu, kesenjangan ekonomi dan sosial juga

12
menjadi dampaknya. Kesenjangan terjadi di antara petani kaya dengan petani miskin,

serta penyelenggara negara tingkat pedesaan. Sistem ini dinilai hanya menguntungkan

nasib petani kaya pedesaan dan petinggi pemerintahan tingkat desa saja sedangkan

petani miskin tidak merasakan keuntungannya. Antiklimaks pun terjadi. Kerusakan

ekologi menjadi tidak terhindarkan karena pemakaian pestisida yang terlampau sering

dan banyak yang menjadikan hama kebal terhadap pestisida sehingga hama-hama

tersebut merusak produksi pertanian. Produksi pertanian pun perlahan-lahan anjlok.

Dari kejadian tersebut dapat dikatakan, walaupun hanya selama lima tahun dalam

meningkatkan produksi pangan (swasembada), peran teknologi sangat terlihat dan

terasa. Bagaimanapun juga Indonesia pernah menerapkan teknologi yang membawa

Indonesia pada swasembada pangan. Hanya saja sistem yang bekerja tidak didukung

dengan pemahaman yang lebih para pelaku kegiatan tani ini mengenai teknologi yang

dialihteknologikan dan diterapkan sehingga berdampak yang kurang baik bagi

ekosistem dengan beragam efek sampingnya di masa Revolusi Hijau tersebut.

Sekarang seiring berkembangnya teknologi yang lebih mutakhir tidak menutup

kemungkinan bahwa Indonesia dapat mengulang prestasinya (swasembada pangan)

dengan mengeliminasi sebanyak mungkin dampak-dampak negatifnya. Terlebih lagi

sekarang ini pertanian tidak hanya dapat dilakukan dilahan luas untuk komoditas

tertentu seperti buah-buahan dan sayur-mayur. Teknologi green house, kultur jaringan,

nanoteknologi, dan tanam gantung dapat dijadikan alternatif. Sedangkan untuk pangan

pokok, selain meningkatkan mutu padi atau beras melalui bibit unggul, dilakukan pula

13
divesifikasi pangan dengan mengolah umbi-umbian dan serealia menjadi makanan

penghasil energi tubuh pengganti nasi.

Itulah sejarah singkat bagaimana teknologi pertanian muncul di Indonesia dan berperan

bagi pertanian Indonesia. Kita perlu mengambil pelajaran dari terjadinya Revolusi

Hijau dan swasembada pangan yang dilakukan Indonesia dahulu.

3.2 Manfaat Komputer pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kota

Bandung

Sistem informasi dan teknologi komputer telah menjadi komponen yang sangat

penting bagi keberhasilan kegiatan usaha manusia. Seiring berjalan dan

berkembangnya zaman, system informasi dan teknologi juga telah mengalami

perubahan-perubahan dan kemajuan yang telah disesuaikan pada setiap kebutuhan

manusia.

Dalam dunia yang serba digital sekarang ini, ditambah lagi teknologi yang terus

berkembang, penerapan aplikasi teknologi dalam berbagai bidang pun terus dilakukan,

tidak terkecuali dalam sektor pertanian, sektor perekonomian utama di Indonesia

mengingat sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup dalam dunia

pertanian.

Salah satu contohnya adalah aplikasi GIS atau Geographical Information

System yang di terapkan di dinas Pertanian kota Bandung, dan jika diterjemahkan

14
secara bebas ke bahasa Indonesia, kita bisa menyebutnya SIG atau Sistem Informasi

Geografi. SIG adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data

yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lain suatu SIG

adalah suatu sistem basis data dengan kemampuan khusus untuk menangani data yang

bereferensi keruangan (spasial) bersamaan dengan seperangkat operasi kerja.

Walaupun saat ini penggunaan SIG dalam bidang pertanian belum umum

dipakai, karena seringnya SIG diapakai untuk melihat kerusakan lahan akibat bencana

alam, tapi bukanya tidak mungkin penerapan SIG dalam dunia pertanian akan makin

sering dipakai. Sistem SIG ini bukan semata-mata software atau aplikasi komputer,

namun merupakan keseluruhan dari pekerjaan managemen pengelolaan lahan

pertanian, pemetaan lahan, pencatatan kegiatan harian di kebun menjadi database,

perencanaan sistem dan lain-lain. Sehingga bisa dikatakan merupakan perencanaan

ulang pengelolaan pertanian menjadi sistem yang terintegrasi.

Dalam hal ini dinas pertanian kota bandung melakuakan sosialisasi terhadap

petani agar bisa memanfaatkan teknologi industri di bidang pertanian dan tujuan nya

yaitu :

1. Mendorong peningkatan produktifitas sektor pertanian dan perkebunan sesuai

dengan kemampuan dan daya dukung lahan.

2. Memberikan pedoman dan arahan dalam pemilihan jenis tanaman yangdapat

berproduksi optimal yang sesuai dengan kondisi fisigorafi dan melaluisuatu

analisa dengan menggunakan sistem informasi geografis (GIS)

15
3. Melestarikan dan menjaga kemampuan sumber daya alami

sehinggaketersediaannya sebagai sumberdaya pembangunan terjamin untuk

selama-lamanya.

4. Mendukung upaya pelestarian dan konservasi tanah dengan

membuatmenanama tanaman yang sesuai dengan kemampuan dan konfigurasi

lahandan tanah.

3.3. Teknologi Informasi Komunikasi di bidang pertanian

Teknologi Informasi Komunikasi merupakan faktor yang sangat penting dalam

mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan pemerintah

kepada masyarakat. Teknologi informasi ini yang saat ini di terapkan di Dinas

Pertanian dan ketahanan pangan kota Bandung. Teknologi informasi mempunyai tiga

peranan pokok:

1. Instrumen dalam mengoptimalkan proses pembangunan, yaitu dengan

memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat.

2. Produk dan jasa teknologi informasi merupakan komoditas yang mampu

memberikan peningkatan pendapatan baik bagi perorangan, dunia usaha dan

bahkan negara dalam bentuk devisa hasil eksport jasa dan produk industry

telematika.

16
3. Teknologi informasi bisa menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa,

melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi

dan area seluruh wilayah nusantara.

Kesadaran pentingnya Teknologi Komunikasi dan Informasi yang biasanya disebut

ICT (Information and Communication Technologi), bukan hanya monopoli kalangan

pengusaha besar saja tetapi juga bertumbuh di kalangan pengusaha kecil dan kekuatan-

kekuatan masyarakat lain, seperti Koperasi, Kelompok Tani, dan Masyarakat biasa.

ICT diyakini berperan penting dalam pengembangan bisnis, kelembagaan organisasi,

dan juga mampu mendorong percepatan kegiatan ekonomi dan taraf hidup masyarakat.

Manfaat yang dapat diperoleh melalui kegiatan aplikasi teknologi informasidan

komunikasi (Mulyandari 2005), khususnya dalam mendukung pembangunanpertanian

berkelanjutan di antaranya adalah:

1. Mendorong terbentuknya jaringan informasi pertanian di tingkat lokal

dannasional.

2. Membuka akses petani terhadap informasi pertanian untuk:

a. Meningkatkan peluang potensi peningkatan pendapatan dan cara

pencapaiannya;

b. Meningkatkan kemampuan petani dalam meningkatkan posisi tawarnya,

serta

c. Meningkatkan kemampuan petani dalam melakukan diversifikasi

usahatanidan merelasikan komoditas yang diusahakannya dengan input

17
yang tersedia,jumlah produksi yang diperlukan dan kemampuan pasar

menyerap output.

d. Memfasilitasi dokumentasi informasi pertanian di tingkat lokal

(indigeneousknowledge) yang dapat diakses secara lebih luas untuk

mendukungpengembangan pertanian lahan marjinal.

3.4.Penerapan Teknologi Komputer di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

kota Bandung

 Penelitian dan Kemajuan Pertanian

Dalam konteks pertanian, penelitian merupakan salahsatu satu faktor yang

penting bagi kemajuan pertanian, baik untuk merubah perilaku petani, meningkatkan

produksi dan produktivitas, serta mengefisienkan biaya usaha tani. Selanjutnya,

kebijakan pemerintah terkait dengan pertanian pun tergantung dari sejauhmana

kemajuan penelitian yang dilaksanakan di negara tersebut. Kemajuan Thailand dalam

mengembangkan pertanian yang membuat produknya laku dipasaran salahsatunya

disebabkan oleh masifnya penelitian di negara tersebut.

Pertanian di Indonesia saat ini dihadapkan pada berbagai perubahan lingkungan

yang dinamis, peningkatan jumlah penduduk, tekanan globalisasi dan permintaan

pasar, pesatnya kemajuan teknologi dan informasi, makin terbatasnya sumberdaya

18
lahan, air dan energi, perubahan iklim, kecilnya luas kepemilikan lahanpetani,

terbatasnya teknologi, lemahnya akses petani terhadap permodalan; rendahnya

kapasitas kelembagaan petani dan “seabreg” permasalahan pertanian lainnya membuat

pemerintah harus melakukan terobosan kreatif dan inovatif.

Berdasarkan hal tersebut, maka peran penelitian menjadi sangat penting untuk

menghadapi tantangan- tantangan tersebut, terutama penyediaan benih dan bibit unggul

bermutu, teknik budidaya yang lebih maju dan teknologi prosesing yang makin

beragam yang dapat meningkatkan nilai tambah dan metode alih teknologi yang cepat

dari teknologi yang tepat guna. Secara lebih detil, peran dan fungsi penelitian, termasuk

di dalamnya penelitian dibidang pertanian dapat diuraikan sebagai berikut:

 Mendeskripsikan, memberikan data atau informasi.

Penelitian dengan tugas mendiskripsi gejala dan peristiwa yang terjadi, maupun

gejala-gejala yang terjadi disekitar kita perlu mendapat perhatian dan penanggulangan.

gejala dan peristiwa yang terjadi itu ada yang besar dan ada pula yang kecil tetapi,

kalau dilihat dari segi perkembangan untuk masa datang perlu mendapat perhatian

segera. Dalam bidang pertanian, berbagi informasi terkait dengan berbagai peristiwa

seperti terjadinya wabah hama penyakit tanaman, kegagalan panen, puso dll, dapat di

analisis secara ilmiah dan obyektif salahsatunya dengan kajian dan penelitian.

 Menerangkan data atau kondisi atau latar belakang terjadinya suatu peristiwa

19
Penelitian dengan tugas menerangkan. Berbeda dengan penelitian yang

menekankan pengungkapan peristiwa apa adanya, maka penelitian dengan tugas

menerangkan peristiwa jauh lebih kompleks dan luas. Dapat dilihat dari hubungan

suatu dengan hubungan yang lain. Dalam bidang pertnaian penelitian semacam ini

misalnya dilakukan untuk menganalisa hubungan antara penyuluh dengan peneliti

dalam mengembangkan teknologi baru, misalnya tentang mengapa adopsi inovasi

suatu teknologi tidak dengan cepat dilakukan oleh petani.

 Menyusun teori

Penyusunan teori baru memakan waktu yang cukup panjang karena akan

menyangkut pembakua dalam berbagai instrumen, prosedur maupun populasi dan

sampel. Kegiatan dalam bidang pertanian dalam konteks peran penelitian semacam ini,

biasanya salahsatu metode yang digunakan adalah metode rancangan dan percobaan.

Berbagai teori relatif sebelumnya dapat dipecahkan bahkan dikontradiktifikan dengan

menggunakan metode ini. Misalnay, saat ini penggunaan SL-PTT dengan beberapa

paket teknologinya belum tentu efektif digunakan di masa yang akan datang.

 Forecasting

Meramalkan, mengestimasi, dan memproyeksi suatu peristiwa yang mungkin

terjadi berdasarkan data-data yang telah diketahui dan dikumpulkan, informasi yang

didapat akan sangat berarti dalam memperkirakan kemungkinan yang akan terjadi

untuk melalui masa berikutnya. Melalui penelitian dikumpulkan data untuk

meramalkan beberapa kejadian atau situasi masa yang akan datang. Dalam konteks

20
pertanian, fluktuasi harga pasar, dan iklim yang tidak menentu dapat menggunakan

metode ini, sehingga jkaa petani aware dan mau mengimplementasikan berbagai hasil

penelitian mengenai ramalan dan estimasi seperti ini, diharapkan mereka dapat lebih

baik dalam melaksanakan usahataninya tersebut.

 Mengendalikan peristiwa maupun gejala-gejala yang terjadi.

Melalui penelitian juga dapat dikendalikan peristiwa maupun gejala-gejala.

Merancang sedemikian rupa suatu bentuk penelitian untuk mengendalikan peristiwa

itu. Perlakuannya disusun dalam rancangan adalah membuat tindakan pengendalian

pada variabel lain yang mungkin mempengaruhi peristiwa itu.

 Invensi Teknologi Untuk Efektifitas Usaha Tani

Penggunaan teknologi seperti alat mesin untuk usaha on-farm, atau alat mesin

dalam usaha off-farm merupakan hasil kajian dan penelitian, namun demikian agar

adopsi inovasi dari teknologi tersebut menjadi lebih efektif bagi petani, diperlukan

penelitian lain terhadap daya adopsi mereka. Mengingat pentingnya peran penelitian

bagi hajat hidup orang banyak termasuk bagi para petani, dan masyarakat tani, maka

pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan-kebijakan baik melalui undang-

undang maupun berbagai peraturan lainnya. Beberapa legislasi tersebut antara lain:

Undang-undang No 18 Tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan

Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, yang merupakan jabaran dari semangat

Undang-Undang Dasar Pasal 31. Kementrian pertanian, sebagai sebuah lembaga

21
pemerintah juga telah mengelurakan berbagai kebijakannya tentang Penelitian dan riset

teknologi.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor.03/Kpts/HK.060/1/2005 tentang pedoman

penyiapan dan penerapan teknologi pertanian. Selain itu kementrian juga

mengeluarkan berbagai peraturan tentang pedoman tata kerja berbagai badan penelitian

dibawahnya seperti BPPT, Balingtan, Baliklimat, Balitan dll. Kementrian juga

memiliki Balai Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) yang tersebar di berbagai

provinsi dengan harapan dapat membantu petani, penyuluh dan memperkuat daya

adopsi petani yang berujung pada kualitas dan kuantitas usaha tani, baik dari sisi

produksi, efisiensi biaya, perubahan perilaku dan lain sebagainya.

 Pengembangan Hasil Penelitian

Permasalahan lain yang dihadapai dalam kegiatan penelitian pertanian adalah,

kurangnya optimalisasi hasil penelitian yang telah diupayakan oleh para peneliti,

sehingga hasil kerja mereka seolah menjadi sia-sia. Dalam konteksi ini ada beberapa

upaya yang bisa dilakukan pemerintah, antara lain: melakkan koordinasi intensif denga

Kementrian/lembaga pemerintah lainnya, seperti Kementrian Perindustrian dan

Kementrian Riset dan Teknologi, sehingga hasil penelitian tersebut dapat benar-benar

bermanfaat bagi orang banyak.

Selain itu, peran swasta dalam mengembangkan hasil penelitian, dari inventor

dibidang pertanian juga sangat diperlukan. Tepung Cassava Modifikasi misalnya, saat

ini merupakan salahsatu komponen yang potensial untuk dikembangkan menjadi bahan

22
baku pengganti terigu yang impornya tinggi. Namun saat ini pengembangannya masih

sangat terbatas. Tidak semua orang yang membutuhkannya mampu mengakses bahan

tersebut. Berbagai hasil penelitian seperti hasil penelitian tanaman transgenik dari

berbagai komoditas seperti kedelai, jagung dan padi, masih kurang perhatian, belum

lagi dihadapkan pada asumsi-asumsi yang menganggap bahwa komoditas transgenik

akan menimbulkan efek kurang baik terhadap lingkungan.

 Hambatan-Hambatan Transfer Teknologi

Hasil penelitian dari berbagai peneliti dibidang pertanian juga tidak serta merta

dapat diterima oleh petani sebagai pelaku utama dibidang pertanian. Banyak hambatan

yang harus dihadapi peneliti dan agen teknologi (penyuluh pertanian) untuk

mentransfer hasil penelitian agar diterima oleh petani. Beberapa hambatan tersebut

antara lain: Pertama masih lemahnya akseptansi petani. Akseptansi atau dalam bahasa

komunikasi disebut adopsi inovasi petani terhadap teknologi merupakan faktor penting

yang tidak bisa ditinggalkan, muara dari penelitian pertanian salahsatunya adalah

menghasilkan budidaya pertanian yang lebih produktif, efektif dan efisien.

Beberapa faktor yang menyebabkan terhambatnya adopsi inovasi tersebut

antara lain: faktor sikap atau psikologis petani, hambatan praktis, hambatan nilai-nilai

dan hambatan kekuasaan. Hambatan psikologis lebih menekankan pada sikap petani

terhadap teknologi. Menurut Van Den Ban, setidaknya ada beberapa golongan terkait

adopsi terhadap suatu teknologi, yakni inovator, early inovator, early majority, late

majority dan laggard.

23
Kedua, hambatan praktis, hambatan praktis lebih menekankan pada

sejauhmana hasil penelitian tersebut dapat diterapkan dilapangan, efektifkah,

efisienkah atau lebih baik produktivitasnya. Sementara itu hambatan nilai-nilai lebih

ditekankan pada aspek nilai, norma dan hukum agama yang berlaku dimasyarakat,

apakah teknologi tersebut melanggar adat, melanggar agama dll. Untuk hambatan

kekuasaan biasanya berupa larangan dari pemilik kekuasaaan yang harus dipatuhi.

Selanjutnya, mengingat pentingya penelitian bagi kemajuan pertanian nasional

dan hambatan-hambatan faktual yang dihadapi dewasa ini, maka menurut penulis

upayah-upaya yagn bisa dilakukan agar peran penelitian lebih baik antara lain: Pertama

Memilih Kegiatan Penelitian yang benar-benar bernilai manfaat. Anggaran untuk

pembangunan pertanian dan termasuk di dalamnya anggaran untuk penelitian saat ini

memang relatif meningkat akan tetapi efektivitas dan efisiensi tetap diperlukan, maka

tidak bisa tidak, peneliti dan lembaga penelitian pemeritah harus benar-benar

melaksanakan pengeolaan anggaran yang efektif dan efisien, selain itu kegiatan

penelitian juga harus difokuskan pada aspek manfaat yang tinggi bagi kemajuan

pertanian itu sendiri.

Kedua Koordinasi antar lembaga penelitian, saat ini beberapa kelembagaan

penelitian pertanian terbagi kedalam beberapa kementrian seperti Kementrian Riset

dan Teknologi, Kementrian Pertanian dan Kementrian Pendidikan melalui Universitas.

Sinergi dan koordinasi baik interna maupun eksternal sangat penting artinya agar satu

24
sama lain bisa saling melengkapi. Harus diakui dalam beberapa aspek koordinasi

tersebut telah dilaksanakan, namun kulaitasnya masih perlu ditingkatkan.

Ketiga Mendorong penyuluh dan petani berjiwa meneliti, Penyuluhan saat ini

memang tidak an sich diarahkan pada transfer teknologi, tapi difokuskan pada

pemberdayaan petani sebagai pelaku utama, dan pengusaha tani sebagai pelaku usaha.

Kendati demikian, peran teknologi merupakan unsur yang tidak bisa dipisahkan dari

paradigma baru penyuluhan pertanian tersebut.

Pemberdayaan diarahkan pada kemampuan petani untuk mengambil keputusan,

dan bertanggungjawab terhadap hasil usahanya sendiri, namun petani juga manusia,

mereka tentu akan memilih berbagai paket teknologi yang akan mengefektifkan usaha

tani yang dilaksanakannya. Sehingga fungsi penyuluh sebagai kepanjangan tangan

peneliti dalam aspek penerapan teknologi masih diperlukan, selain itu perubahan

perilaku juga harus terus diupayakan.

3.5 Aplikasi untuk Memajukan Pertanian Indonesia

Melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia

meluncurkan 5 aplikasi dari startup Indonesia sebagai bagian dari program tersebut.

Dengan pemanfaatan aplikasi tersebut bertujuan sebagai solusi bagi peningkatan

ekonomi rakyat selain dukungan modal usaha, penyuluhan dan peralatan.

25
1. Pertanian

Aplikasi berbasis Android buatan 8Villages bertujuan untuk memudahkan

pertukaran informas antara pakar pertanian dan petani. Ketika petani mengalami

kesulitan dalam tanaman, bisa mengirimkan foto kondisi tanaman dan detailnya ke

aplikasi, baru pakar menjawab permasalahan tersebut. Aplikasi juga seperti forum

online untuk komunikasi antara petani. Aplikasi dapat digunakan pengguna untuk

memberikan informasi hasil panen beserta harga dan menjual ke pembeli tanpa

perantara.

26
2. Aplikasi Tanihub

Aplikasi yang berbasis Android ini muncul saat ajang Startup Weekend

pada tahun 2015. TaniHub ingin memberikan keadilan bagi petani agar bebas

dari perantara yang bermain harga dan menekan mereka. Untuk itulah

TaniHub dibuat agar pengguna bisa mendapatkan hasil dari petani secara

langsung dengan produk segar, harga adil, dapat dipesan dengan cepat dan

mudah.

27
3. Limakilo

LimaKilo hadir saat kompetisi yang diadakan oleh Code4Nation bertajuk

Hackathon Merdeka lalu mendapatkan gelar juara pertama. LimaKilo ingin

menghubungkan petani secara langsung dengan konsumen baik pembelian besar

maupun kecil. Sistem transaksi pun terbuka sehingga dapat menguntungkan

kedua belah pihak hingga mendapatkan harga yang optimal daripada

menggunakan jalur distribusi yang panjang. Aplikasi ini menawarkan fitur toko

online komoditas pangan dengan harga dari petani yang stabil. Pengguna dapat

melakukan pre-order hasil dari petani, juga bisa melakukan bidding alias

penawaran.

28
4. Pantau Harga

Sama dengan LimaKilo, aplikasi Pantau Harga juga lahir dari event

Hackathon Merdeka sebagai juara ketiga. Dengan aplikasi ini, pengguna dapat

mengetahui informasi berupa harga resmi pangan di pasar. Sehingga pengguna

dapat melakukan transaksi dengan petani secara langsung dan transparan

karena disediakan informasi petani melalui aplikasi. Fitur utama aplikasi adalah

Cek Harga, Kirim Harga dan Jual Komoditi.

29
BAB IV

KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan

1. Teknologi komputer adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data,

termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data

dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu

informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan

pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk

pengambilan keputusan.

2. Manfaat kehadiran teknologi komputer di bidang pertanian diantaranya adalah

memudahkan para pelaku pertanian baik petani, pengusaha pertanian, maupun para

penyuluh pertanian dalam melakukan komunikasi antar komponen, semakin

mudah dalam mengakses dan menggunakan informasi, memudahkan dalam

memasarkan dan mengenalkan produk petani sampai ke pelosok negeri bahkan

sampai ke luar negeri, juga mempermudah penyuluh dalam menyampaikan suatu

inovasi baru kepada petani, penyebaran informasi lebih luas dan merata, dan

banyak lagi fungsi lain yang bermanfaat bagi para pelaku pertanian.

3. Perkembangan teknologi komputer di bidang pertanian dapat dilihat dari pengguna

inovasi teknologi secara lokal baik di tingkat kabupaten (Badan Pelaksana

Penyuluhan/Bapeluh) dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan,

30
Departemen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai-Balai

Penelitian dan Pengembangan Komoditas Pertanian sebagai penghasil inovasi

teknologi pertanian, juga telah memadai.

4. Bukti lain dari perkembangan teknologi komputer di bidang pertanain adalah

lahirnya website-website dari lembaga-lembaga penyuluhan serta tampilnya

beragam aplikasi Teknologi Informasi dan Multimedia di dalam aktivitas

penyuluhan pertanian dan di departemen pertanian sendiri.

4.2.Saran

Perkembangan teknologi informasi yang berkembang di Indonesia tentunya

harus disertai dengan penerapan dan penyebarannya di berbagai lembaga pertanian di

seluruh daerah terutama di kecamatan dan di desa agar lebih mudah mengakses

informasi yang berguba bagi petani. Oleh sebab itu disarankan kepada pemerintah baik

Pemerintah pusat maupun pemda agar lebih tanggap lagi dalam mengembangkan

fasilitas ini demi kemajuan pertanian secara nasioanl. Disamping itu juga disarankan

kepada para mahasiswa khususnya mahasiswa pertanian agar semakin menguasai

teknologi ini dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pertanian.

31