BAB I PROFIL ORANG KARO

1. Orang Karo

Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli
Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo. Sebagian besar masyarakat suku Karo enggan disebut sebagai orang Batak karena merasa berbeda. Suku Karo mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas. Dalam beberapa literatur tentang Karo, etimologi Karo berasal dari kata Haru. Kata Haru ini berasal dari nama kerajaan Haru yang berdiri sekitar abad 14 sampai abad 15 di daerah Sumatera Bagian Utara. Kemudian pengucapan kata Haru ini berubah menjadi Karo. Inilah diperkirakan awal terbentuknya nama Karo. Pada jaman keemasannya kekuasaan Kerajaan Haru/Karo mulai dari Aceh Besar sampai sungai Siak di Riau. Eksistensi Haru/Karo di Aceh dapat dipastikan dengan beberapa desa di sana yang berasal dari bahasa Karo. Misalnya Kuta Raja atau Banda Aceh sekarang, Kuta Binjei di Aceh Timur, Kuta Karang, Kuta Alam, Kuta Lubok, Kuta Laksamana Mahmud, Kuta Cane, dan lainnya. Dan terdapat suku karo di Aceh Besar yang dalam logat Aceh disebut Karee. Terdapat suku Karo di Aceh Besar yang dalam logat Aceh disebut Karee. Keberadaan suku Haru-Karo di Aceh ini diakui oleh H. Muhammad Said dalam bukunya "Aceh Sepanjang Abad", (1981). Beliau menekankan bahwa penduduk asli Aceh Besar adalah keturunan mirip Batak. Namun tidak dijelaskan keturunan dari batak mana penduduk asli tersebut. Sementara itu, H. M. Zainuddin dalam bukunya "Tarikh Aceh dan Nusantara" (1961) dikatakan bahwa di lembah Aceh Besar disamping Kerajaan Islam ada kerajaan Karo. Selanjunya disebutkan bahwa penduduk asli atau bumi putera dari Ke-20 Mukim bercampur dengan suku Karo yang dalam bahasa Aceh disebut Karee. Brahma Putra, dalam bukunya "Karo Sepanjang Zaman" mengatakan bahwa raja terakhir suku Karo di Aceh Besar adalah Manang Ginting Suka. Kelompok karo di Aceh kemudian berubah nama menjadi "Kaum Lhee Reutoih" atau kaum tiga ratus. Penamaan demikian terkait dengan peristiwa perselisihan antara suku Karo dengan suku Hindu di sana yang disepakati diselesaikan dengan perang tanding. Sebanyak tiga ratus (300) orang suku Karo akan berkelahi dengan empat ratus (400) orang suku Hindu di suatu lapangan terbuka. Perang tanding ini dapat didamaikan dan sejak saat itu suku Karo disebut sebagai kaum tiga ratus dan kaum Hindu disebut kaum empat ratus. Dikemudian hari terjadi pencampuran antar suku Karo dengan suku Hindu dan mereka disebut sebagai kaum Jasandang. Golongan lainnya adalah Kaum Imam Pewet dan Kaum Tok Batee yang merupakan campuran suku pendatang, seperti: Kaum Hindu, Arab, Persia, dan lainnya. Sifat dan perwatakan manusia Karo yang berwujud pada perilaku atau perbuatan dan pola pikirnya, yang masih melekat pada anggota masyarakat Karo pada umumnya adalah sebagai berikut: jujur, tegas dan berani, percaya diri, pemalu, tidak serakah dan tahu akan hak, mudah tersinggung dan dendam, berpendirian tetap dan pragmatis, sopan, jaga nama keluarga dan harga diri, rasional dan kritis, mudah menyesuaikan diri, gigih mencari ilmu, tabah, beradat, suka membantu dan menolong, pengasih dan hemat, percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Di balik sifat-sifat baik di atas, masih ada sifat lain yang juga terdapat di dalam masayarakat Karo seperti anceng, cian, cikurak, yang merupakan sifat jelek yang dimiliki orang Karo, termasuk merupakan kritik terhadap sikap hidup orang Karo yang hendak mencelakakan sesamanya. Kalau dalam istilah orang Manado kita kenal baku cungkel. Umumnya sikap ini muncul oleh karena perasaan iri, motif dendam, atau atau perasaan kurang senang. Sifat jelek seperti ini dapat dipastikan tidak hanya ada pada masyarakat Karo, tetapi semua suku bangsa yang ada di Indonesia, bahkan suku bangsa di dunia memiliki sifat yang saling menjatuhkan, seperti yang juga diungkapkan oleh Sartre homo homini lupus. Istilah “cian” dalam bahasa Karo berarti iri atau dengki. Yang terdekat dari sifat ini adalah cemburu. Sifat ini biasanya selalu mengarah kepada hal-hal yang tidak baik, oleh karena tujuannya adalah merusak. Hal ini mestinya dapat dihilangkan dari setiap pikiran dan sikap manusia. Paling tidak berusaha untuk mengarahkan diri pada hal-hal yang tidak merugikan, atau lebih positif bersaing secara sehat. Masih ada dua sifat yang juga bersemi di atara orang-orang Karo, yang sebenarnya juga kurang bermanfaat, yaitu kebiasaan mengata-ngatai orang lain (menjelek-jelekan orang lain) secara negatif yang dikenal dalam bahasa Karo dengan istilah “cekurak”, dan satu lagi adalah istilah “anceng”, yaitu melakukan gangguan atau kendala bagi sesuatu pekerjaan orang lain dengan niat merusak35. Untuk membentengi diri dari sifat-sifat semacam ini, hendaknya insan Karo mengubah pola pikir untuk dapat menerima sebuah keadaan dengan terbuka. Hal ini bisa dilakukan dengan menambah wawasan (belajar dari orang lain) dalam bangku pendidikan, atau juga mendekatkan diri kepada Tuhan sehingga dapat hidup saling mengasihi. Ini berarti kemampuan penguasan diri terhadap naluri merusak (destruktif), juga pemanusiawian apa-apa yang membuatnya menjadi liar, brutal dan mau berkuasa liar

Pada seminar Adat istiadat Karo tahun 1977 (1983 : 1-2) menyimpulkan mengenai sifat orang Karo ada 6 macam yaitu : 1. Tabah 2. Beradat 3. Suka membantu dan menolong 4. Pengasih dan hemat

5. Dendam 6. Mengetahui harga diri Enam sifat ini ( tidak diiringi pembahasan) ditambah menjadi 9 macam dalam buku yang ditulis oleh Djaja S. Meliala, S.H. dan Aswin Perangin-angin, S.H. (1978 :1-2) yaitu dengan tambahan, jujur dan berani, hormat, sopan, dan percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pembahasan mengenai sifat-sifat orang Karo yang relatif baru adalah dalam buku Manusia Karo oleh Drs. Tridah Bangun (1986 : 155-171 ) yang mengemukakan 15 macam sifat dan watak orang Karo dikemukakan dalam satu bab tersendiri), yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Jujur Tegas Berani Percaya diri Pemalu Tidak serakah Mudah tersinggung Berpendirian teguh Sopan Jaga nama baik diri dan keluarga Rasional dan kritis Mudah menyesuaikan diri Gigih mencari pengetahuan Pragmatis Iri, cemburu

Sifat-sifat orang Karo yang dikemukakan di atas adalah berdasar pendapat ‘orang dalam’ yaitu orang Karo sendiri. Jauh sebelum sifat-sifat tersebut diuraikan oleh penulisnya, seorang penulis barat yaitu Jhon Anderson tahun 1823 menulis mengenai orang Karo mempunyai sifat-sifat ; rajin, pelit, senang harta, kerja keras, tekun dan tidak suka pamer. Orang Batak Karo yang rajin, bersifat kikir dan senang pada harta itu, telah mendorong mereka untuk kerja keras berusaha sepanjang hari...... Karena kerajinannya dan ketekunannya, mampu mengumpulkan uang dalam jumlah besar dengan tidak memamerkan diri dan kekayaannya’ (Reid, 1987 D.H. Penny dan Masri Singarimbun (1967 :6) menjelaskan, sifat kikir yaitu hemat dan suka menabung, dulunya adalah tidak ekonomis. Orang Karo mencari harta dan menabung hanya untuk berjaga-jaga dan demi prestise, tetapi belakangan (mulai tahun 1960-an ) barulah aktif mengadakan investasi untuk Hal – hal yang produktif. Mengenai keadaan fisik orang Karo, berdasar pengamatan khusus terhadap orang yang telah uzur (umur 75 s\d 100 tahun ), Drs Tridah Bangun (1986 : 155-156) mengemukakan: • Tinggi rata-rata 150-160 cm • Rambut hitam antara lurus dan bergelombang • Mata biasa antara sipit dan miring • Wajah agak bundar mirip raut muka bangsa mongol • Hidung agak pesek • Bibir tebal, lebar • Kulit sawo matang Namun dijelaskan pula, bahwa saat ini keadaan fisik tersebut telah berubah, telah hampir sama dengan keadaan fisik suku bangsa Indonesia lainnya, sukar membedakannya sepintas lalu. Hal ini dibenarkan oleh Masri Singarimbun (1989), yang mengemukakan bahwa :

sosialisasi anak dan penentu dalam usaha pertanian (memilih bibit. jauh berbeda dengan cerita rakyat tersebut. dalam cerita rakyat sering berperan sebagai pemegang peranan utama. dan tidak berani mengeluarkan pendapat sendiri. wanita adalah penentu kebijaksanaan seperti dalam hal kebersihan rumah tangga. yang umumnya tinggi semampai dan ramping. tidak bisa lepas atau berdiri sendiri. wanita aktif berperan serta. mempunyai pengaruh yang besar pada wanita pedesaan itu sendiri. Drs Tridah Bangun (1986 : 156-157) mengemukakan: • • • • • Gadis-gadis masih menunjukan cirri seperti leluhur mereka Aktif membantu ibunya bekerja keras dirumah dan diladang Tubuhnya kekar Betis atau kaki agak besar Leher pendek dan raut muka tegang Penampilan ini berbeda dengan gadis-gadis Karo di kota-kota. yang cenderung untuk menerima posisi mereka yang lebih rendah. yaitu : • Gelar na-e ateku lang ( caranya itu yang tidak aku setujui) . Kade. juga tulang punggung dalam produksi hasil pertanian. Berdasar cerita Beru Ginting Pase. Dalam banyak hal. Beru Rengga Kuning dan dari Telu Turiturin si Adi. oleh Ngukumi Barus dan Masri Singarimbun (1988) disimpulkan. walaupun dalam pelaksanaannya di lapangan. Tetapi dalam banyak hal. panen dll ). waktu tanam.Nama-namanya sudah berubah dari Batu. Wallia Keliat Di daerah pedesaan Karo. Dalam pembangunan desa. Bertalysa. wanita Karo adalah : • • • • • • • • Mempunyai kepribadian yang tangguh Menjadi juru selamat keluarga yang tangguh Tokoh yang sanggup mengambil keputusan yang menentukan Pintar an bijaksana Aktif dalam percintaan Tidak pasrah dalam menunggu Penggorbanan yang tinggi terhadap saudara Bukan tampil sebagai makhluk yang lembut. Malem. Mengenai penampilan wanita pedesaan. Ada beberapa ungkapan yang maknanya mempertegas perwatakan Karo. bukan sesuatu yang sangat merugikan ataupun sesuatu yang perlu dirubah. dan laki – laki sangat berubah. bergantung pada kaum pria dalam mengambil keputusan. Kursi. seperti dikemukakan oleh Ny. Tetapi sebaliknya Gambaran wanita Karo yang jadi kenyataan memang sangat aktif dalam kehidupan ekonomi. Bulan. Kamar menjadi Regina. Meja. kurang percaya diri. Lita. pendidikan. Sikap tradisional turun temurun sebagai pengaruh di adat dan kebudayaan Karo terhadap wanita. wanita selain bertugas sebagai istri dan ibu. sebab wanita tunduk terhadap peraturan adat rakut sitelu. bahwa wanita Karo secara tradisional mempunyai peranan yang sangat penting dan peranan yang tidak penting. Reh Malem Sitepu (1986 : 24-25 ) mengemukakan. Peranan wanita dalam adat hanyalah pelengkap. Hal ini diterima oleh wanita itu dengan sangat biasa sekali. karena tidak mengerjakan pekerjaan kasar atau berat seperti di desa. halus dan pemaaf. pada umumnya wanita tidak diajak dalam perencanaan. Siska. Mengenai wanita yang lebih banyak jumlahnya dari pria di Kabupaten Karo. dukun beranak dan guru sibaso. Gajah.

dan disimpan sendiri. terima saja apa adanya dan tenggang rasa. Sementara yang baru belum melembaga. sehingga rela berkorban demi menurutkan hati nuraninya. diam tidak bicara. Kelemahannya ialah kurang berterus terang dan agak tertutup seperti yang telah kita sebut dimuka. bahkan kalau tak berhasil. cara. dan mendapat. Seperti menghalalkan seluruh cara . nerimo. bergurulah kita kepada Minang dan Cina. malu mengucapkan terimakasih. Kalau orang Jerman malu dikatakan pemalas. Keri pe lau pola e labo dalih gelah mejile penangketken kandi-kandina (Habispun nira itu diambil orang tidak apalah. aturan dinomorsatukan. Sejajar dengan ini. ekonomi adalah di atas segala-galanya. kakinya patah dan sebagainya”. individualisme. mengapa tidak penuh dan seterusnya. lebih-lebih etnis Karo. Begitu kadang idealismenya orang Karo ini. sebahagian dari ciri-ciri modernisasi. malu kalau tidak beradat. malu minta maaf. legowo. norma. hampirhampir hilang. maka Indonesia. belaskenlah kata sitengteng. Kalau dia diberi setengah gelas air minum. asalkan tempat nira tersebut diletakkan dengan baik pada tempatnya). Diakui. mereka mengatakan rame in gawe seping pamrih. Jawa lain lagi. yang lainnya termasuk ekonomi dinomorduakan. termasuk orang Karo mengatakan : mana setengah gelas lagi. atau mindo malu minta tolong. Begitu berbeda dengan ungkapan Minang yang telah diterjemahkan : Kalau mau buah yang masak harus pandai menghujung dahan Menyuruk bukan berate pinggang yang patah. berhasil. Saat ini. materialisme. berarti iri hati dan dengki • Permbenceng/perbencit atau mudah merajuk . lebih-lebih mengenai harga diri dan tepa salira. Ini mengajak orang Karo itu untuk bersifat diplomatis menghadapi sesuatu. tepa seliro. • Pergelut atau mudah tersinggung • Permenek atau sakit hati yang melekat. Maksudnya banyak berbuat tanpa balas jasa. • Percian. andai kata zaman dahulu bisa saja gantung diri. kalau kita bicara tentang ekonomi atau dagang. orang Belanda malu kalau tidak menabung. Budaya arih-arih. tidak peduli kucing itu berkurap. asalkan sampai disasaran. norma. Cara. Ada lagi ungkapan yang mengatakan : Ola belasken kata situhuna. Sada matawari pe ateku la ras ia (tidak ada kompromi) Arah bas padang rusakna (isi yang penting bukan kulit) Kelimanya itu bermakna harga diri. Tegasnya. Hampir-hampir pola kehidupan lama (tradisional) ditinggalkan. Maka itu. banyak persamaan Karo dan Jawa. jadilah manok si-beru-beru”. orang Jepang malu kalau tidak menghargai seniornya. Demikianpun mehangke. Yak an apa saja kata orang asal kita mendapatkan apa yang kita inginkan Ketiga ungkapan yang saling mendukung dan satu paket ini bermakna . pandai-pandai menyesuaikan diri. terjemahan bebasnya : “Terbeloh-beloh kam muat Bapa Nandendu. keluhuran jiwa di atas segala-galanya. berhulu dari dataran tinggi Tanah Karo Simalem. rendah hati seperti ayam yang sedang mengeram. sudah menjalar ke desa-desa. runggu nampaknya masih terpelihara. mereha. diucapkannya : “Syukur alhamdulilah”. atau seperti adanya pergeseran nilai-nilai walaupun masih dalam batas-batas tertentu. iklas. Hal ini relevan dengan sungaisungai yang bersumber. namun aron atau taron secara fisik mulai menurun. Bukan seperti kita orang Sumatera.• • • • Adi perbahan buahna maka mbongkar batangna labo dalih (Karena buahnya lebat maka jebol atau tumbuh batangnya tidak apalah). umpamanya malu atau meminta. aturan dinomorduakan. ungkapan lama mengatakan : Cina mati karena uang dan katanya lagi : “yang penting adalah kucing itu bisa menangkap tikus. tetapi nerpoh menerjang bila diganggu. Tetapi orang Karo kurang pasrah dan kurang nerimo. Kelemahan orang karo pada umumnya adalah: • Permela atau pemalu.

tetapi orang Karo lebih suka menamakan dirinya Orang Karo atau Batak Karo. Tiap-tiap kelompok ini memiliki riwayat. Di paruh abad terakhir ini terdapat sejumlah besar masyarakat Batak Toba yang bermigrasi ke seluruh penjuru wilayah dan menumbuhkan sejumlah besar komunitas masyarakat Batak Toba di sepanjang pesisir timur wilayah Sumatera Utara. Dalam hal ini terdapat juga nama-nama marag yang sama dari asal subetnis Batak lain.N. Menurut Rita Kipp (1983) dalam bukunya: Beyond Samosir. Identitas dan subetnis orang Batak ini pada umumnya dapat langsung diketahui dari nama marganya. di Aceh. misal marga Tarigan dan Sembiring adalah marga khas Batak Karo. nama Bancin dan Berutu adalah marga khas Batak Pakpak. Seseorang yang berasal dari luar masyarakat Karo yang hendak bergabung ke dalam masyarakat Karo juga diberikan nama marga patrilineal atau matrilineal Karo . Seluruh marga dan submarga ini merupakan nama-nama khas yang ada pada masyarakat Karoo. khususnya masyarakat Batak Simalungun dan Batak Pakpak.barulah aktif mengadakan investasi. Orang-orang Karo memiliki lima macam klan patrilineal atau marga. yang ditandai dengan menanam uang perak ditanah pekarangan. walaupun suku Karo dalam Literatur Anthropologi dimasukkan sebagai salah satu suku dari 6 kelompok Batak yang dikenal sebagai system Patrilineal yang terkuat di Indonesia. maka namanama tertentu semacam ini biasanya selalu disebutkan berikut dengan subetnisnya pada saat memperkenalkan diri dengan anggota subentis Batak lain. Istilah “Batak” sendiri mengacu pada sekumpulan kelompok yang memiliki kaitan secara kultural yang mendiami sebagian besar wilayah pedalaman Provinsi Sumatera Utara yang berpusat di daerah Danau Toba [2]. Ohio menyatakan. dan Peranginangin. maupun di berbagai wilayah suku Batak lain. Bahasa yang mereka gunakan pertama kali mulai mendapat sorotan pada saat H. Tarigan. Recent Studies of Batak Peoples of Sumatera.• Perdegil/puluk atau pelit dan kikir. Masyarakat Batak Toba yang berdiam di wilayah Pulau Samosir yang terletak di tengah-tengah Danau Toba serta wilayah sebelah timur. dan juga di Pulau Jawa. dan tenggara dari danai ini telah menjadi bahan kajian linguistik dan antropologi selama lebih dari satu abad lamanya. Selain kefasihan dalam berbahasa Karo. van der Tuuk menerbitkan karya gramatika klasik pada tahun 1864 yang berjudul Tobasche Spraakkunst (kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1971). Ohio University Center for International Studies South Asia Program. sehingga secara keseluruhan dapat dijumpai sbanyak 83 submarga. Ginting. nama Saragih dan Damanik adalah marga khas Batak Simalungun. selatan. misalnya “Saya Purba Karo” atau “Saya Purba Simalungun”. Dalam tulisannya. naum sering juga tampak memiliki keterkaitan dengan nama-nama marga dari kelompok masyarakat suku-suku Batak lain. diladang atau dikolong rumah pada jaman dahulu. Economic Activity among The Karo Batak of Indonesia : A case study of Economi Change BIES No. Terutama sebagai akibat dari mobilitas sosial mereka yang tinggi serta penyebaran yang meluas secara geografis. yaitu Karo-karo. dulunya tidak ekonomis. istilah “Batak” ini telah hampir secara murni diselaraskan dengan pengertian “Batak Toba”. Orang Karo mencari harta dan menabung hanya untuk berjaga-jaga dan prestise. dan sebagainya. Tiap-tiap marga ini terpecah lagi menjadi 13 hingga 18 submarga. ciri identitas terpenting seorang Karo dapat diketahui dari nama marga yang bersangkutan. bukan Batak.06 (hal 31-65) David Penny dan Masri Singarimbun (1967) menjelaskan bahwa sifat orang Karo yang suka menghemat dan menabung. serta bahasa yang khas satu sama lain. tatanan sosial. Sembiring. Bahasa Batak Karo adalah bentuk bahasa Austronesia Barat yang digunakan di daerah Pulau Sumatera sebelah utara pada wilayah Kepulauan Indonesia [1]. tetapi belakangan ini (mulai tahun 1960-an).

dapat direduksi menjadi tiga jenis kekeluargaan. Dalam hubungan kekerabatan pada masyarakat Karo. maksud yang sama dikenal dengan istilah dalihan na tolu. Di kalangan masyarakat mereka maupun subetnis Batak lain biasanya mereka menyebut diri mereka sendiri sebagai “kalak Karo” atau orang Karo.karena tanpa memiliki acuan identitas sosial semacam ini yang bersangkutan mustahil berinteraksi dalam acara-acara penting di luar batas kegiatan sehari-hari. rakut si telu13. . dan segala aktifitas sosial. Hubungan antara ketiganya tidak dapat dipisahkan di dalam hal adat. Di dalam sangkep si telu inilah terletak azas gotong-royong. sedangkan si telu adalah tiga)15. dan di zaman yang lampau mempunyai arti yang penting di dalam kehidupan ekonomi dan politik16. perkampungan masih kecil. Kehidupan Masyarakat Karo Masyarakat Karo merupakan masyarakat yang sejak dahulu dikenal sebagai masyarakat agraris yang religius. priuk tanah sebagai alat memasak nasi dan lauk pauknya. hanya jalan setapak yang menghubungkan satu kampung dengan kampung yang lain. ada dua atau tiga rumah adat waluh jabu ditambah beberapa rumah sederhana satu dua. Berikut adalah sistem kekerabatan di masyarakat Karo atau sering disebut Daliken Sitelu atau Rakut Sitelu. Daliken si telu (daliken adalah tungku batu tempat memasak di dapur14. ditambah menggembalakan ternak bagi pria dan menganyam tikar bagi wanita. menentukan hak-hak dan kewajiban di dalam masyarakat. Hal ini dapat dibuktikan dengan masih dijumpai aktivitas religi yang berhubungan dengan pertanian. seperti kerja tahun pada masa kini. Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara. senina atau sembuyak. Jawa. Pekerjaan yang dilakukan hanyalah kesawah dan keladang (kujuma kurumah). Pemerintahan yang ada hanya sebatas pemerintahan desa. dll). tetapi maksudnya sama yaitu: daliken si telu sama dengan sangkep si telu. 1. baik berdasarkan pertalian darah maupun pertalian karena hubungan perkawinan. yaitu: kalimbubu. Pada suku-suku Batak yang lain seperti Toba. orang-orang Karo umumnya juga mempergunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di Indonesia. Mandailing. Pertampilan Brahmana. Tulisan ini disadur dari makalah berjudul “Daliken Si Telu dan Solusi Masalah Sosial Pada Masyarakat Karo : Kajian Sistem Pengendalian Sosial” oleh Drs. hukum. populasi penduduk belum ramai. dan Angkola. Hanya pedagang yang disebut dengan “Perlanja Sira” yang sesekali datang untuk berdagang secara barter (barang tukar barang) 2. Kalau sudah ada sepuluh rumah adat baru dapat dikatakan perkampungan tersebut ramai. dan anak beru. Istilah “Batak” umumnya tidak digunakan pada saat mereka saling memperkenalkan diri satu sama lain kecuali jika mereka sedang memperkenalkan diri mereka dengan orang-orang dari etnis lain (Sunda. Kondisi kehidupan masyarakat Karo pada saat itu masih cukup sederhana dalam segala aspek. yang biasanya disimpulkan dalam banyak istilah. masyarakat Karo belum begitu banyak terpengaruh oleh bahasa dan budaya masyarakat Batak Toba. dan musyawarah dalam arti kata yang sedalam-dalamnya. Alat dapur yang dipakai masih sangat sederhana. iket si telu. Pada masa sebelum penjajahan Belanda. Selain dari kaum anak-anak dan kaum usia lanjut. walau ada juga yang telah memasak dengan priuk gelang-gelang atau priuk tembaga/besi. tempat air kuran. menyusupi aspek-aspek kehidupan secara mendalam. juga termasuk ritual. 1. Sedangkan bahasa asli Karo mereka sebut sebagai “cakap Karo” atau “bahasa Karo“. Kegiatan ekonomi dan perputaran uang hanya baru sebagian kecil saja. Sarana dan prasarana jalan belum ada. Berbeda halnya dengan kaum masyarakat Batak Pakpak dan Batak Simalungun yang bertetangga dengan mereka. di dalam upacara-upacara.

Lalu Rakut Sitelu berarti ikatan yang tiga. (Petra : ego maksudnya orang. Sikap menentang dan menyakiti hati kalimbubu sangat dicela. Mora (Mandailing)) Sembuyak/Senina (Dongan sabutuha (Toba). masyarakat tidak lepas dari yang namanya tungku untuk menyalakan api (memasak). kalimbubu diumpamakan sebagai legislatif. Kalau dahulu pada acara jamuan makan. objek yang dibicarakan) ➢ Kalimbubu I Perdemui atau (kalimbubu si erkimbang). konsep ini tidak hanya ada pada masyarakat Karo. Kalimbubu ini selalu diundang bila diadakan pesta-pesta adat di desa di Tanah Karo. perihal dilaksanakan atau tidak masalah lain.Secara etimologis. Penentuan kalimbubu ini dilihat berdasarkan merga. Mandailing)) Setiap anggota masyarakat Karo dapat berlaku baik sebagai kalimbubu. pihak kalimbubu selalu mendapat prioritas utama. Masyarakat Karo menyakini bahwa kalimbubu adalah pembawa berkat sehingga kalimbubu itu disebut juga dengan Dibata Ni Idah (Tuhan yang nampak). para anakberu (kelompok pihak penerima istri) tidak akan berani mendahului makan sebelum pihak kalimbubu memulainya. Oleh Darwan Prints. Dikategorikan kalimbubu BenaBena. • Kalimbubu Kalimbubu adalah kelompok pihak pemberi wanita dan sangat dihormati dalam sistem kekerabatan masyarakat Karo. Status kalimbubu ini selamanya dan diwariskan secara turun temurun. tetapi juga ada dalam masyarakat Toba dan Mandailing dengan istilah Dalihan Na Tolu juga masyarakat NTT dengan istilah Lika Telo Unsur Daliken Sitelu ini adalah • • • Kalimbubu (Hula-hula (Toba). Arti ini menunjuk pada kenyataan bahwa untuk menjalankan kehidupan sehari-hari. ➢ Kalimbubu berdasarkan kekerabatan (perkawinan) ➢ Kalimbubu Simupus/Simada Dareh adalah pihak pemberi wanita terhadap generasi ayah. Artinya bahwa setiap individu Karo tidak lepas dari tiga kekerabatan ini. atau pihak clan (semarga) dari ibu kandung ego (paman kandung ego). Kahanggi (Mandailing)) Anak Beru (Boru (Toba. Telu tiga). anakberu. daliken Sitelu berarti tungku yang tiga (Daliken = batu tungku. karena kelompok ini telah berfungsi sebagai pemberi dara sekurang-kurangnya tiga generasi. Dalam bahasa yang populer adalah bapak mertua berserta seluruh senina . pihak anakberu tidak akan berani menutup piringnya sebelum pihak kalimbubunya selesai makan. Pertampilan Brahmana. ➢ Kalimbubu Simajek Lulang adalah golongan kalimbubu yang ikut mendirikan kampung. Kalimbubu dapat dibagi atas 2: ➢ Kalimbubu berdasarkan tutur ➢ Kalimbubu Bena-Bena disebut juga kalimbubu tua adalah kelompok keluarga pemberi dara kepada keluarga tertentu yang dianggap sebagai keluarga pemberi anak dara awal dari keluarga itu. Dalam hal nasehat. bila ini tidak ditaati dianggap tidak sopan. adalah pihak kelompok dari mertua ego. Si = yang. tergantung pada situasi dan kondisi saat itu. pembuat undang-undang. senina/sembuyak. Namun ada pula yang mengartikannya sebagai sangkep nggeluh (kelengkapan hidup). semua nasehat yang diberikan kalimbubu dalam suatu musyawarah keluarga menjadi masukan yang harus dihormati. demikian juga bila selesai makan. Menurut Drs.

Golongan kalimbubu ini berhubungan erat dengan jalur senina dari kalimbubu ego. Cekoh Baka artinya orang yang langsung boleh mengambil barang simpanan kalimbubunya. Ada pun hak kalimbubu ini dalam struktur masyarakat Karo ➢ Dihormati oleh anakberunya ➢ Dapat memberikan perintah kepada pihak anakberunya Tugas dan kewajiban dari kalimbubu ➢ Memberikan saran-saran kalau diminta oleh anakberunya ➢ Memerintahkan berselisih pendamaian kepada anakberu yang saling ➢ Sebagai lambang supremasi kehormatan keluarga ➢ Mengosei anak berunya (meminjamkan pakaian adat) di dalam acara-acara adat dan mengenakan ➢ Berhak menerima ulu mas. bere-bere (bagian dari mahar) dari sebuah perkawinan. anakberu ini diumpamakan sebagai yudikatif. ➢ Kalimbubu Sendalanen/Sepengalon. minimal kalimbubu si mada dareh. Oleh Darwan Prints. karena bila terjadi perselisihan dalam keluarga kalimbubunya. dia mendapat kalimbubu si erkimbang • Anak Beru Anakberu adalah pihak pengambil anak dara atau penerima anak gadis untuk diperistri. Kemudian bila ego (pria) menikah berdasarkan adat Karo. kekuasaan peradilan. Dalam bahasa sederhana pihak subclan dari istri saudara laki-laki istri ego. Anakberu dapat dibagi atas 2: ➢ Anakberu berdasarkan tutur ➢ Anakberu Tua adalah pihak penerima anak wanita dalam tingkatan nenek moyang yang secara bertingkat terus menerus minimal tiga generasi. tugasnyalah mendamaikan perselisihan tersebut. kedudukannya berada pada golongan kalimbubu ego. ➢ Puang Kalimbubu adalah kalimbubu dari kalimbubu. yang menerima seperti ini disebut Kalimbubu Simada Dareh. Hal ini maka anakberu disebut pula hakim moral. peranannya adalah sebagai juru bicara bagi kelompok subclan kalimbubu ego. Golongan kalimbubu ini berhubungan erat dengan kekerabatan dalam jalur kalimbubu dari senina sendalanen. ➢ Kalimbubu Senina. . dan Cekoh Baka Buka). yaitu pihak subclan pemberi anak dara terhadap kalimbubu ego. baik yang belum menikah pun mempunyai kalimbubu.dan sembuyaknya dengan ketentuan bahwa si pemberi wanita ini tidak tergolong kepada tipe Kalimbubu BenaBena dan Kalimbubu Si Mada Dareh. ➢ Anakberu berdasarkan kekerabatan ➢ Anakberu Jabu (Cekoh Baka Tutup. Dalam pestapesta adat. maneh-maneh (tanda mata atau kenangkenangan) dari salah seorang anggota anakberunya yang meninggal. sepengalon (akan dijelaskan pada halaman-halaman selanjutnya) pemilik pesta. Dipercaya dan diberi kekuasaan seperti ini karena dia merupakan anak kandung saudara perempuan ayah. Pada dasarnya setiap ego Karo. ➢ Anakberu Taneh adalah penerima wanita pertama. ketika sebuah kampung selesai didirikan.

➢ ➢ ➢ ➢ ➢ Anakberu berhak untuk ➢ Berhak mengawini putri kalimbubunya. Mengawasi semua harta milik kalimbubunya yaitu wajib menjaga dan mengetahui harta benda kalimbubunya. Lebih lanjut tugas-tugasnya antara lain Mengatur jalannya pembicaraan runggu (musyawarah) adat. Masalah peranannya di dalam tugas-tugas adat. ➢ Berhak mendapat warisan kalimbubu yang meninggal dunia. Selain itu juga karena pentingnya kedudukan anakberu. kalau masih orang pertama yang menikahi keluarga tersebut. baik dalam bermusyawarah maupun ketika acara adat sedang berlangsung. biasanya pihak kalimbubu menunjukkan kemurahan hati dengan ➢ Meminjamkan tanah perladangan secara cuma-cuma kepada anakberunya. ➢ Anakberu Menteri adalah anakberu dari anakberu. Menanggulangi sementara semua biaya pesta. Anakberu ini disebut juga anakberu langsung yaitu karena dia langsung mengawini anak wanita dari keluarga tertentu. Ini akan melanjutkan dan mempererat hubungan kekerabatan yang sudah terjalin. Menyiapkan peralatan yang diperlukan pesta. ➢ Memberi pesan kepada puang kalimbubunya agar membawa ose (pakaian adat) bagi kalimbubunya. ➢ Merasa bangga dan senang bila anak perempuannya dipinang oleh pihak anakberunya. ➢ Menjadi juru damai bagi pihak kalimbubunya. Anakberulah yang pertama datang dan juga yang terakhir pada acara adat tersebut. Dalam pelaksanaan acara adat peran anakberu adalah yang paling penting. dia tidak dibenarkan mencampuri urusan warisan adat dari pihak mertuanya. ➢ Membawa pakaian atau ose (seperangkat pakaian kebesaran adat) bagi anakberunya pada waktu pesta besar di dalam clan anakberunya. Menyiapkan hidangan pada pesta. petunjuk di dalam landasan adat dan sekaligus memberi dukungan tenaga yang diperlukan. Fungsinya menjaga penyimpangan-penyimpangan adat. ➢ Mengantarkan makanan kepada anaknya pada waktu tertentu misalnya pada waktu menanti kelahiran bayi atau lanjut usia. seperti parang. adalah penerima wanita yang menciptakan jalinan keluarga yang pertama karena di atas generasinya belum pernah mengambil anak wanita dari pihak kalimbubunya yang sekarang. pisau. Yang boleh mencampurinya hanyalah Anakberu Jabu.Memberi khabar kepada para kerabat yang lain bila ada pihak kalimbubunya berduka cita. Warisan ini berupa barang dan disebut morah-morah atau maneh-maneh.➢ Anakberu Iangkip. harus dipilah lagi. pakaian almarhum dan lainnya sebagai kenang-kenangan. ➢ Menjadwal pertemuan keluarga. ➢ Memberikan hak untuk mengambil hasil hutan (dahulu karena pihak kalimbubu adalah pendiri kampung. Anakberu Menteri ini memberi dukungan kepada kalimbubunya yaitu anakberu dari pemilik acara adat. ➢ Anakberu Singikuri adalah anakberu dari anakberu menteri. dan biasanya para kalimbubu tidak berhak menolak. mereka mempunyai hutan sendiri di sekeliling desanya). . fungsinya memberi saran.

atau Lemba-lemba. Dalam musyawarah adat. atau hubungan lain yang berdasarkan kekerabatan. ➢ Kuda Dalan (Kuda jalan/beban). Senina ini dapat dibagi dua : ➢ Senina berdasarkan tutur yaitu senina semerga. kepada anakberunya adalah ➢ Tumpak Perang. maka yang berada di depan sebagai pengaman jalan dan sebagai perisai dari bahaya adalah pihak anakberu. mereka yang berkerabat karena ibu mereka saling bersaudara. termasuk untuk berperang. Menjadi kebiasaan dalam tradisi Karo. maka anakberu yang selalu lupa kepada kalimbubunya dianggap tercela di mata masyarakat. Setiap anakberu harus memiliki pisau yang yang demikian agar tangkas dan sempurna mengerjakan pekerjaan yang diberikan kalimbubunya. Dalam pesta adat atau pekerjaan adat pisau tajam dipergunakan untuk memotong daging atau kayu api atau untuk mendirikan teratak tempat berkumpul.Adapun istilah-istilah yang diberikan kalimbubu. dipergunakanlah kuda. ➢ • Senina/Sembuyak Hubungan perkerabatan senina disebabkan seclan. Dalam pengertian lain dalam acara-acara adat di dalam keluarga kalimbubu. ini dianggap sebagai kutukan dari arwah nenek moyang mereka yang tetap melindungi kalimbubu. untuk membawa barang-barang yang diperlukan pihak kalimbubunya atau untuk menyampaikan berita tentang kalimbubunya. ➢ Senina berdasarkan kekerabatan ➢ Senina Siparibanen. Bahkan dipercayai bila terjadi sesuatu bencana di dalam lingkungan keluarga dari anakberu yang melupakan kalimbubunya. ➢ Piso Entelap (pisau tajam). Dalam bahasa lain anakberu sebagai tim pengaman jalan. ➢ Senina Secimbangen (untuk wanita) mereka yang bersenina karena suami mereka sesubclan (bersembuyak). Mereka bersaudara karena satu clan (merga). Ketiga jenis pekerjaan di atas. Atau mereka yang bersaudara karena satu subclan (beru) istri mereka sama. ➢ Senina Sepemeren. dikerjakan tanpa mendapat imbalan materi apapun. ➢ Senina Sepengalon (Sendalanen) persaudaraan karena pemberi wanita yang berbeda merga dan berada dalam kaitan wanita yang sama. sehingga mereka mempunyai bebere (beru (clan) ibu) yang sama. Pisau ini disebut maneh-maneh. Artinya adalah ujung tombak. untuk membawa barang-barang atau untuk menyampaikan informasi dari satu desa ke desa lain. dan sekaligus sebagai hiasan bagi kewibawaan martabat kalimbubunya. pisau dari pihak kalimbubu yang meninggal dunia diserahkan kepada anakberunya. pemberiannya bertujuan agar pekerjaan kalimbubu terus tetap dilanjutkan oleh penerimanya. mulai dari menyediakan makanan sampai menyusun acaranya. mereka tidak akan memberikan tanggapan atau pendapat apabila tidak diminta. Maksudnya. bila kalimbubunya ingin pergi ke satu daerah. Dahulu sebelum ada alat transportasi hanya kuda. Tetapi dibedakan berdasarkan jauh dekatnya hubungan mereka dengan clan istri. . Arti Kuda Dalam dalam istilah ini adalah alat atau kenderaan yang dipakai kemana saja. perkerabatan karena istri saling bersaudara. anakberulah yang menjadi ujung tombak pelaksanaan tugas tersebut.

pemakaian merga didasarkan pada Merga Silima. sekat dalam pembicaraan adat. kemudian ke Becih dan Kuta Sanggar serta kemudian ke Aji Nembah dan terakhir ke Munthe. Karo-Karo 3. Satu subclan sama dengan saudara kandung. baik ke dalam maupun keluar. tetapi tidak terbatas pada lingkungan keluarga batih. Toba dan Simalungun. legenda. kemudian sebagian dari merga Munthe dari Toba ini kembali lagi ke Karo. Sebagian dari merga Ginting Munthe telah pergi ke Toba (Nuemann 1972 : 10). 3 Desember 1995 di Sibayak International Hotel Berastagi. Untuk lebih jelasnya dapat di telaah cerita tentang Beru Ginting Pase. ➢ Sembuyak Bapa adalah bapak yang bersaudara kandung. melainkan mencakup saudara seketurunan di dalam batas sejarah yang masih jelas diketahui. Ginting 2. Cerita Lisan Karo mengatakan bahwa anak perempuan (puteri) Raja Pase dijual oleh bengkila (pamannya) ke Aceh dan itulah cerita cikal bakal kerajaan Samudera Pasai di Aceh. Merga Pase juga ada di Pak-Pak. dan ceritanya adalah sebagai berikut 1. 1. sehingga tidak terjadi kerancuan mengenai pemakaian Merga dan Sub Merga tersebut. hal ini karena perempuan mengikuti suaminya. yaitu . Mekanisme ini sesuai dengan konsep sembuyak. Peranginangin 4. sama dengan saudara kandung. bila dikondisikan dengan situasi sebuah organisasi adalah sebagai ketua dewan. Peranan sembuyak adalah bertanggungjawab kepada setiap upacara adat sembuyak-sembuyaknya. agar tidak terjadi friksi-friksi ketika akan memusyawarahkan pekerjaan yang akan didelegasikan kepada anakberu. Berdasarkan Keputusan Kongres Kebudayaan Karo.Tugas senina adalah memimpin pembicaraan dalam musyawarah. ini dapat dibagi atas: ➢ Sembuyak Kakek adalah kakek yang bersaudara kandung. Adapun Merga dan Sub Merga serta sejarah. ○ Ginting Manik . ➢ Sembuyak berdasarkan kekerabatan. Saudara perempuan tidak termasuk sembuyak walaupun dilahirkan dari satu rahim. Merga Ginting Merga Ginting terdiri atas beberapa Sub Merga seperti : ○ Ginting Pase Ginting Pase menurut legenda sama dengan Ginting Munthe. Sembuyak dapat dibagi dua bagian ➢ Sembuyak berdasarkan tutur. sama dengan seperut. Ginting Munthe Menurut cerita lisan Karo. ➢ Sembuyak Nande adalah ibu yang bersaudara kandung. Bila perlu mengadopsi anak yatim piatu yang ditinggalkan oleh saudara yang satu clan. Sembiring 5. Merga Ginting Munthe berasal dari Tongging. Sembuyak adalah mereka yang satu subclan. Ginting Muthe di Kuala pecah menjadi Ginting Tampune. Ginting Pase dulunya mempunyai kerajaan di Pase dekat Sari Nembah sekarang. Mereka bersaudara karena sesubklen (merga). Tarigan Sementara Sub Merga. dipakai di belakang Merga. Fungsinya adalah sebagai sekaku. atau orang-orang yang seketurunan (dilahirkan dari satu rahim).

Ginting Manik menurut cerita masih saudara dengan Ginting Munthe. Merga Karo-Karo Merga Karo-Karo terbagi atas beberapa Sub Merga. M. Berastagi dan Kandibata.H. Ini terbukti karena Penghulu rumah Galoh di Kabanjahe. Nenek moyang merga Ketaren bernama Togan Raya dan Batu Maler (referensi K. kecamatan Munte. Ketaren). Dari isteri umang lahirlah merga-merga :  Purba Merga ini mendiami kampung Kabanjahe.Purba.  Sinukaban . yakni Tumanggor. Merga ini hanya sedikit saja di daerah Karo. Dia disebutkan beristri dua orang. Neumann (Nuemann 1972 : 10). ○ Ginting Sini Suka Menurut cerita lisan Karo berasal dari Kalasan (Pak-Pak). kemudian berpindah ke Samosir. atau piring tradisional Karo.  Ketaren Dahulu merga Karo-Karo Purba memakai nama merga Karo-Karo Ketaren. di Toba menjadi Seragi. ○ Ginting Sinusinga ○ Ginting Seragih Menurut J. ○ Ginting Jawak Menurut cerita Ginting Jawak berasal dari Simalungun. Merga ini berasal dari Tongging terus ke Aji Nembah. ke Munthe dan Kuta Bangun.E. seorang puteri umang dan seorang ular. Menurut budayawan Karo. disana dikisahkan lahir Siwah Sada Ginting (Petra : bacanya Sembilan Satu Ginting). dahulu juga memakai merga Ketaren. yaitu : ○ Karo-Karo Purba Merga Karo-Karo Purba menurut cerita berasal dari Simalungun. ○ Ginting Capah Capah berarti tempat makan besar terbuat dari kayu. terus ke Tinjo dan kemudian ke Guru Benua. Ginting Seragih termasuk salah satu merga Ginting yang tua dan menyebar ke Simalungun menjadi Saragih. ○ Ginting Tumangger Marga ini juga ada di Pak Pak. Merga Manik juga terdapat di Pak-pak dan Toba. yang menurut legenda tenggelam ke dalam tanah ketika sedang menari di Tiga Bembem atau sekarang Tiga Sukarame. yakni :  Ginting Babo  Ginting Sugihen  Ginting Guru Patih  Ginting Suka (ini juga ada di Gayo/Alas)  Ginting Beras  Ginting Bukit (juga ada di Gayo/Alas)  Ginting Garamat (di Toba menjadi Simarmata)  Ginting Ajar Tambun  Ginting Jadi Bata Kesembilan orang merga Ginting ini mempunyai seorang saudara perempuan bernama Bembem br Ginting. 2. dahulu yang memakai merga Purba adalah Pa Mbelgah.

Di Karo ia tinggal di Aji Nembah dan diangkat saudara oleh merga Purba karena . Merga Lingga juga terdapat di Gayo/Alas dan Pak Pak. Menilik asal katanya kemungkinan Merga Karo-karo Sinulingga berasal dari kerajaan Kalingga di India. serta Taneh Jawa. sedangkan Sitepu dari Toraja (Ndeskati) disebut Sitepu Badiken. Demikian juga Sitepu Badiken menyebar ke daerah Langkat.  Sinuraya/Sinuhaji Merga ini mendirikan kampung Seberaya dan Aji Siempat. ○ Karo-Karo Sitepu Merga ini menurut legenda berasal dari Sihotang (Toba) kemudian berpindah ke si Ogung-Ogung.  Surbakti Merga Surbakti membagi diri menjadi Surbakti dan Gajah. berasal dari Lingga Raja di Pak-Pak dan menetap di Bintang Meriah dan Pernantin. ○ Karo-Karo Sinulingga Merga ini berasal dari Lingga Raja di Pak-Pak. Nenek moyangnya Sibelang Pinggel (atau Simbelang Cuping) atau si telinga lebar. terus ke Beras Tepu. Aji Mbelang dan Ujung Aji.  Samura  Karo-Karo Bukit Kelima Sub Merga ini menurut cerita tidak boleh membunuh ular. Merga Sitepu di Naman sebagian disebut juga dengan nama Sitepu Pande Besi. yakni Aji Jahe. Ular dimaksud dalam legenda Karo tersebut. dan Sukanalu.Merga Sinukaban ini sekarang mendiami kampung Kaban.. Sitepu dari Suka Nalu menyebar ke Nambiki dan sekitar Sei Bingai. Sementara dari isteri ular lahirlah anak-anak yakni mergamerga :  Karo-Karo Sekali Karo-Karo sekali mendirikan kampung Seberaya dan Lau Gendek. Di Kuta Buloh. seperti :  Kaban Merga ini mendirikan kampung Pernantin dan Bintang Meriah.  Kacaribu Merga ini medirikan kampung Kacaribu. Merga ini kemudian pecah menjadi sub-sub merga. sebagian dari merga Sinulingga ini disebut sebagai Karo-Karo Ulun Jandi. Beganding. disana mereka telah menemui Merga Ginting Munthe. ○ Karo-Karo Barus Merga Karo-Karo barus menurut cerita berasal dari Baros (Tapanuli Tengah). Merga ini juga kemudian sebagian menjadi Merga Torong. bersaudara dengan merga Sinulingga. seperti Kuta Tepu. ○ Karo-Karo Kaban Merga ini menurut cerita. Naman. Sebagian dari Merga Karo-Karo Lingga telah berpindah ke Kabupaten Karo sekarang dan mendirikan kampong lingga. mungkin sekali menggambarkan keadaan lumpuh dari seseorang sehingga tidak bisa berdiri normal. Nenek moyang merga Karo-Karo Barus mengungsi ke Karo karena diusir kawan sekampung akibat kawin sumbang (incest).  Jong/Kemit Merga ini mendirikan kampung Mulawari.

yakni : ○ Peranginangin Sukatendel Menurut cerita lisan. Dari Bangun Mulia mereka pindah ke Tanah Lima Senina.. merga Keliat merupakan pecahan dari rumah Mbelin di Batu Karang. Di Batu Karang. Kuta Talah (sudah mati). Bahorok. ya…. Di Bangun Mulia terjadi suatu peristiwa yang dihubungkan dengan Guru Pak-pak Pertandang Pitu Sedalanen. Jandi Meriah. dan Kuta Buloh Gugong serta sebagian ke Tanjung Pura (Langkat) dan menjadi Melayu. Mburidi. Di kampung ini sampai sekarang masih ada hutan (kerangen) bernama Koda Pelayar. Sebagian menyebar ke Langkat mendirikan kampung Kaperas. ada satu kampung bernama Beliter dan penduduknya menamakan diri Peranginangin Beliter. Disana mereka telah menemui Peranginangin Mano. Itulah sebabnya mereka sering pula disebut Suka Piring. merga ini terbagi menjadi :  Peranginangin Kuta Buloh Mendiami kampung Kuta Buloh. ○ Peranginangin Bangun Alkisah Peranginangin Bangun berasal dari Pematang Siantar. datang ke Bangun Mulia. Di mana dikatakan Guru Pak-pak menyihir (sakat) kampung Bangun Mulia sehingga rumah-rumah saling berantuk (ersepah).mengawini impal merga Purba yang disebut Piring-piringen Kalak Purba. sehingga sering juga disebut Keliat Sibayak Barus Jahe. Paulus Keliat. Buah Raja. 3. ○ Peranginangin Kacinambun Menurut cerita. (Petra : Wuih. Akibatnya penduduk Bangun Mulia pindah. Kuda dan Penampen.  Peranginangin Jombor Beringen Merga ini mendirikan. Selandi. sejarah nenek moyang gw jelek juga. Ada cerita yang mengatakan mereka berasal dari keturunan nahkoda (pelaut) yang dalam bahasa Karo disebut Anak Koda Pelayar.  Beliter Di dekat Nambiki (Langkat). terdapat Karo Manik. Bangun Penampen ini kemudian mendirikan kampung di Tanjung. merga ini tadinya telah menguasai daerah Binje dan Pematang Siantar. Menurut cerita. kampung-kampung. Merga ini juga pecah menjadi :  Keliat Menurut budayawan Karo. mereka berasal dari merga .. kutu anjing (kutu biang) mejadi sebesar anak babi.) ○ Karo-Karo Manik Di Buluh Duri Dairi (Karo Baluren). Peranginangin Kacinambun datang dari Sikodonkodon ke Kacinambun. tempat pertama nahkoda tersebut tinggal. Mungkin pada waktu itu terjadi gempa bumi di kampung itu. Merga ini pernah memangku kerajaan di Barus Jahe. Kemudian bergerak ke arah pegunungan dan sampai di Sukatendel. merga ini telah menemukan merga Menjerang dan sampai sekarang silaan di Batu Karang bernama Sigenderang. yaitu Batu Karang.  Peranginangin Jenabun Merga ini juga mendirikan kampong Jenabun. Merga Peranginangin Merga Peranginangin terbagi atas beberapa sub merga. Lau Buloh. Di daerah Kuta Buloh. dan lain-lain. Tapak. Belingking.

○ Peranginangin Mano Peranginangin Mano tadinya berdiam di Bangun Mulia. lalu mengusirnya. ke Perbesi dan kemudian mendirikan kampung Kuala. dan lain-lain. SH dan Darwin Prinst. Singarimbun kalah adu ilmu dengan saudaranya tersebut lalu sampailah ia di Tanjung Rimbun (Tanjong Pulo) sekarang. ○ Sebayang Nenek Moyang merga ini bernama Lambing. ia mendirikan kampung dekat Limang dan diberi nama sesuai perladangan mereka di Kuta Buloh. Kuta Gerat. Namun. Besadi (Langkat). SH dan Darwin Prinst. Seh Ate br Brahmana. Ibunya beru Sinulingga. ○ Peranginangin Pinem Nenek moyang Peranginangin Pinem bernama Enggang yang bersaudara dengan Lambing. dan Tiga Nderket. Menurut budayawan Karo Paulus . yakni Kerenda. nenek moyang merga Sebayang dan Utihnenek moyang merga Selian di Pakpak. ○ Peranginangin Limbeng Peranginangin Limbeng ditemukan di sekitar Pancur Batu. ○ Peranginangin Singarimbun Peranginangin Singarimbun menurut cerita budayawati Karo. anak laki-laki mereka dipanggil Ngundong. merga ini berasal dari Peranginangin Kuta Buloh. ○ Peranginangin Pincawan Nama Pincawan berasal dari Tawan. Pergi dari Perbesi. ini berkaitan dengan adanya perang urung dan kebiasaan menawan orang pada waktu itu. Penduduk kampung itu di sana juga disebut Peranginangin Beliter. biasanya untuk mengaduk nila (suka/telep) guna membuat kain tradisional suku Karo. Pertumbuken.Bangun. Di daerah Kuta Buluh dahulu juga ada kampung bernama Beliter tetapi tidak ditemukan hubungan anatara kedua nama kampung tersebut. Mereka pada waktu itu sering melakukan penawananpenawanan dan akhirnya disebut Pincawan. ○ Peranginangin Uwir ○ Peranginangin Sinurat Menurut cerita yang dikemukakan oleh budayawan Karo bermarga Sinurat seperti Karang dan Dautta. Peranginangin Mano sekarang berdiam di Gunung. Mardingding. Merga ini pertama kali masuk literatur dalam buku Darwan Prinst. berasal dari Simaribun di Simalungun. Disana ia menjadi gembala dan kemudian menyebar ke Temburun. Tiga Binanga. Merga Sembayang (Sebayang) juga terdapat di Gayo/Alas. SH berjudul Sejarah dan Kebudayaan Karo. Ia pindah dari sana berhubung berkelahi dengan saudaranya. yang datang dari Tuha di Pak-pak. dari Lingga bercerai dengan ayahnya lalu kawin dengan merga Pincawan. Kemudian merga Pincawan khawatir merga Sinurat akan menjadi Raja di Perbesi. Gunung. ○ Peranginangin Prasi Merga ini ditemukan oleh Darwan Prinst. ○ Peranginangin Penggarun Penggarun berarti mengaduk. SH di desa Selawang-Sibolangit. ○ Peranginangin Laksa Menurut cerita datang dari Tanah Pinem dan kemudian menetap di Juhar. Sinurat dibawa ke Perbesi menjadi juru tulis merga Pincawan (Sinurat).

Keliat. Gunong Meriah.  Sembiring Keloko Menurut cerita. Sijagat. 4. Pola Tebu. Anak-anak dari Megit adalah. Merga Sinulaki berasal dari Silalahi. asal-usul merga ini terdiri dari Kuala Ayer Batu. Dari . dll. Ujong Deleng. Namo Cekala. Paropo. sebuah desa yang sudah ditinggalkan antar Pola Tebu dengan Sampe Raya.  Sembiring Sinupayung Merga ini menurut cerita bersaudara dengan Sembiring Kembaren. Mbulan Brahmana menjadi cikal bakal kesain Rumah Mbulan Tandok Kabanjahe yang keturunannya kemudian pindah ke Guru Kinayan dan keturunannya mejadi Sembiring Guru Kinayan. Merga ini sekarang terbanyak tinggal di Pergendangen. Rih Tengah dan lainlain. Mecu Brahmana yang keturunannya menyebar ke Ulan Julu. Sapo Padang. ○ Sembiring Singombak Adalah kelompok merga Sembiring yang menghanyutkan abuabu jenasah keluarganya yang telah meninggal dunia dalam perahu kecil melalui Lau Biang (Sungai Wampu). Tanjong Merahe. Sembiring Keloko masih satu keturunan dengan Sembiring Kembaren. Merga Sembiring Keloko tinggal di Rumah Tualang. Nenek moyang mereka bernama Kenca Tampe Kuala. berangkat bersama rakyatnya menaiki perahu dengan membawa pisau kerajaan bernama Pisau Bala Bari. nenek moyang merga Brahmana ini adalah seorang keturunan India yang bernama Megitdan pertama kali tinggal di Talu Kaban. Batu Erjong-Jong. merga ini berasal dari Aceh. Mereka ini tinggal di Juma Raja dan Negeri. ○ Sembiring Siman Biang (Sembiring yang memakan biang (anjing))  Sembiring Kembaren Menurut Pustaka Kembaren. Merga ini juga tersebar luas di Kab.  Sembiring Sinulaki Sejarah merga Sembiring Sinulaki dikatakan juga sama dengan sejarah Sembiring Kembaren. kemudian pindah ke Pagaruyung terus ke Bangko di Jambi dan selanjutnya ke Kutungkuhen di Alas. Di desa Guru Kinayan ini merga Brahmana memperoleh banyak kembali keturunan. Merga Sembiring Merga Sembiring secara umum membagi diri menjadi dua kelompok yaitu Sembiring yang memakan anjing dan Sembiring yang berpantang memakan anjing. dan kaban Jahe. Langkat saperti Lau Damak. beberapa keluarga di Buah Raya dan Limang. saperti Kuta Mbelin. Keturunannya kemudian mendirikan kampung Silalahi. Adapun kelompok merga Sembiring Singombak tersebut adalah sebagai berikut :  Sembiring Brahmana Menurut cerita lisan Karo. Tumba dan Martogan. dan disahkan menjadi Peranginangin ketika orang tuanya menjadi Pergajahen di Sibirubiru. Dari sana kemudian menyebar ke Liang Melas. ○ Keempat merga ini boleh memakan anjing sehingga disebut Sembiring Siman Biang. Negerijahe. Longlong. Sampe Raya. karena mereka masih dalam satu rumpun.

Sembiring Guru Kinayan. Raja Berneh. Mereka inilah yang disebut Sembiring Lima Bersaudara dan itulah asal kata nama kampung Limang.  Sembiring Muham Merga ini juga dikatakan sejarah. juga menurut sejarah berasal dari India. Akan tetapi naas. Kidupen. Dewasa ini mereka umumnya tinggal di Payung. di daerah Kabupaen Karo nama kecil (Gelar Rurun) anak laki-laki disebut Kancan. Menurut ahli sejarah Karo. hujan turun dan lunturlah tepung beras itu. Pogo Muham. Mereka mendirikan kampung Kubu Colia. mereka masuk ke Sumatera Utara melalui Pantai Timur di dekat Teluk Haru.  Sembiring Guru Kinayan Sembiring Guru Kinayan terjadi di Guru Kinayan. India)  Sembiring Depari Sembiring Depari menurut cerita menyebar dari Seberaya. ketika diadakan Pekewaluh di Seberaya karena perahunya selalu bergempet (Muham).  Sembiring Bunuaji Merga ini terdapat di Kuta Tengah dan Beganding.  Sembiring Colia Merga Sembiring Colia.  Sembiring Keling Menurut cerita lisan Karo mengatakan. Di Kabupaten Karo penyebarannya dimulai dari Beras Tepu. bahwa merga Sembiring Pandia. Keturunannya kemudian menjadi Sembiring Guru Kinayan. Untuk itu Sembiring Keling telah mencat seekor kerbau dengan tepung beras. dan Sembiring Pandia. karenanya terpaksalah Sembiring Keling bersembunyi dan melarikan diri. Di kampung itu menurut cerita dia mengajar ilmu silat (Mayan) dan dari situlah asal kata Guru Kinayan (Guru Ermayan). Perbesi sampai ke Bekacan (Langkat). Sembiring Busok ini terjadi baru tiga generasi yang lalu. berasal dari India. Sembiring Busok terdapat di Lau Perimbon dan Bekancan. Sembiring Colia. yang perempuan disebut Tajak. Sembiring Depari kemudian pecah menjadi Sembiring Busok. yakni ketika salah seorang keturunan dari Mbulan Brahmana menemukan pokok bambo bertulis (Buloh Kanayan Ersurat). .  Sembiring Milala Sembiring Milala. sebagian keturunananya kemudian pindah ke Perbesi dan dari Perbesi kemudian pindah ke Limang. nama Muham ini lahir. Daun bambo itu bertuliskan aksara Karo yang berisi obat-obatan. Merka umumnya tinggal di kampung-kampung Sari Nembah. Sembiring Keling sekarang ada di Raja Berneh dan Juhar. juga berasal dari kerajaan Pandia di India. bahwa Sembiring Keling telah menipu Raja Aceh dengan mempersembahkan seekor Gajah Putih. dalam banyak praktek kehidupan sehari-hari merga ini sembuyak dengan Sembiring Brahmana. Nenek moyang mereka bernama Pagit pindah ke Sari Nembah.  Sembiring Pandia Sebagaimana sudah disebutkan di atas. ( Keling juga ada di Wikipedia yakni orang India yang berasal dari Kalingga.Guru Kinayan. juga menurut sejarah berasal dari India. yakni kerajaan Cola di India. Mereka ini masuk Sembiring Singombak.

yaitu Sierkilep Ngalehi. tiba-tiba menjadi kabut dan kemudian jadilah sebuah danau. Merga Tarigan Ada cerita lisan (Darwin Prinst. mereka tinggal di Pertumbuken. Pada suatu hari. Sementara Rurun Sembiring Tekang adalah Jambe (laki-laki) dan Gadong (perempuan). Tiga orang keturunan merga Tarigan kemudian sampai ke Tongging yang waktu itu diserang oleh burung Sigurda-Gurda berkepala tujuh. Diadakanlah pembagian wilayah antara penghulu Tongging dengan Tarigan Pengeltep. tiga orang keturunan merga Tarigan ini diberi nama menurut keahliannya masing-masing. yang berubah mejadi Danau Toba sekarang. Perbesi. Kandibata.  Sembiring Sinukapor Sejarah merga ini belum diketahui secara pasti. Ketika burung Sigurda-gurda datang dan hendak menerkam anak gadis itu. Kampung-kampung merga Sembiring Pelawi adalah : Ajijahe. maka Tarigan ini lalu memanjat pohon dan menyumpit (eltep) kepala burung garuda itu. Untuk itu Tarigan memasang seorang anak gadis menjadi umpan guna membunuh manok Sigurda-gurda tersebut. Kedekatan kedua merga ini juga terlihat dari nama Rurun anak-anak mereka. yakni . Naman dan lain-lain. isteri manusia umang Tarigan ini melahirkan sangat banyak mengeluarkan darah. Sementara di bawah gadis itu digali lobang tempat sebagai benteng merga Tarigan.Munte. Tarigan pengeltep kawin dengan beru Ginting Manik. 010/Maret 1978 ) yang menyebutkan merga Tarigan ini tadinya berdiam di sebuah Gunung. Di masa penjajahan Belanda daerah Bekancan ini masuk wilayah Pengulu Bale Nambiki.  Sembiring Tekang Sembiring Tekang dianggap dekat/bersaudara dengan Sembiring Milala. Darah ini. merga ini tidak boleh kawinmengawin dengan merga Sinulingga. Cingkes. Di Buah Raya. Bekancan dan lain-lain. SH. karena anak merga Tekang diangkat anak oleh merga Sinulingga. Cerita ini menggambarkan terjadinya Danau Toba dan migrasi orang Tarigan dari daerah tersebut ke Purba Tua. Legenda Merga Tarigan dalam bulletin KAMKA No. Kuta pantekennya adalah Kaban. seperti Titi Pelawi dan Lau Pelawi. bahwa pada waktu itu sedang terjadi peperangan. daerahnya sampai ke tepi laut di Berandan. atau penculikan anak-anak gadis di Tongging. akan tetapi satu kepala tesembunyi di balik dahan kayu. Mereka disebut sebagai bangsa Umang. dan Sarintonu. Sidikalang. dan Tongtong Batu. Tarigan menyumpitkan eltepnya . Sembiring Tekang ini juga menyebut dirinya Sembiring Milala. Pengeltep (ahli menyumpit) dan Pernangkih-nangkih (ahli panjat). dengan alasan ada perjanjian. Pusat kekuasaan merga Pelawi di wilayah Karo dahulu di Bekancan. Salah seorang merga Tarigan ini lalu memanjat pohon dan menusuk kepala itu dengan pisau. menurut cerita. Perbaji. Pecahan dari merga ini adalah Sembiring Pande Bayang. 5. Maksud cerita ini mungkin sekali. Pengulu Tongging merga Ginting Manik lalu minta bantuan kepada merga Tarigan untuk mengalahkan musuhnya tersebut Beberapa generasi setelah kejadian ini. Enam kepala kena sumpit. Rurun untuk merga Milala adalah Jemput (laki-laki di Sari Nembah) / Sukat (laki-laki di Beras Tepu) dan Tekang (wanita).  Sembiring Pelawi Menurut cerita Sembiring Pelawi diduga berasa dari India (Palawa). Tarigan Pertendong (ahli telepati). Di Bekancan terdapat seorang Raja.

Ginting. Perangin-angin. . Tanjong Beringen. Keriahen Munte. Sementara nama rurun Tarigan Jambor Lateng adalah Lumbung (laki-laki) dan Tarik (perempuan). baik yang di Toba maupun yang di Simalungun. Tarigan. Kemudian datang pulalah Tarigan Rumah Jahe dengan nama rurun Kawas (laki-laki) dan Dombat (wanita). Beberapa generasi kemudian berangkatlah dua orang Merga Tarigan dari Tongtong Batu ke Juhar. Sembiring. dan Lingga ○ Tarigan Silangit di Gunung Meriah (Deli Serdang) ○ Tarigan Kerendam di Kuala. beserta sub-sub marga yang ada dalam masing-masing marga itu. Tarigan Pertendong dan Tarigan Pernangkih-nangkih tinggal di Tongging dan keturunannya kemudian mejadi Tarigan Purba. yang kemudian di Juhar dikenal sebagai Tarigan Sibayak dan Tarigan Jambor Lateng. Selakar. ○ Tarigan Peken di Sukanalu dan Namo Enggang ○ Tarigan Tambak di Kebayaken dan Sukanalu ○ Tarigan Purba di Purba ○ Tarigan Sibero di Juhar. yang oleh banyak orang Karo diartikan sebagai sesuatu yang “berharga”.sampai ke Tongtong Batu. Kuta Raja. Pulo Berayan dan sebagian pindah ke Siak dan menjadi Sultan disana ○ Tarign Tegur di Suka ○ Tarigan Tambun di Rakut Besi dan Binangara ○ Tarigan Sahing di Sinaman Elemen yang paling mendasar di dalam masyarakat Karo adalah merga atau marga. Tarigan lalu pergi kesana. Ada lima marga yang terdapat pada masyarakat Karo. Tarigan Sebayak mempunyai nama rurun Batu (laki-laki) dan Pagit (perempuan). Adapun cabang-cabang dari merga Tarigan ini adalah sebagai berikut : ○ Tarigan Tua kampong asalnya di Purba Tua dekat Cingkes dan Pergendangen ○ Tarigan Bondong di Lingga ○ Tarigan Jampang di Pergendangen ○ Tarigan Gersang di Nagasaribu dan Beras Tepu ○ Tarigan Cingkes di Cingkes ○ Tarigan Gana-gana di Batu Karang . dan Cingkes. dan itulah sebabnya pendiri kampung (Simantek Kuta) di Sidikalang dan sekitarnya adalah Tarigan (Gersang). yaitu: Karo-Karo. Sibero.

pasangan yang ideal dalam peradatan Karo). dan saling menghargai. misalnya antara istri kita dengan suami dari saudara perempuan kita). labo siat ku japa pe”. anak (anak). nampaknya pemeo ini akan lebih terasa pada masyarakat Karo yang masih tinggal di pedesaan. Seorang perempuan akan menyandang juga marga ayahnya sebagai beru (perempuan). mama (paman). Seorang anak laki-laki akan terus mewariskan marga itu dari ayahnya. kaka (abang laki-laki/perempuan). atau perempuan sama berunya dengan marga seorang laki-laki). yang berarti “kalau tidak pandai ber-tutur. Biasanya diawali dengan menanyakan marga. Dua orang yang memiliki bere-bere yang sama dipandang sebagai saudara kandung dan juga menjadi senina (saudara kandung dalam jenis kelamin yang sama) atau turang (dalam jenis kelamin yang berbeda). seseorang yang telah menikah dan memiliki anak. Budaya Ertutur Untuk menunjukkan tingkatan kekerabatan di dalam masyarakat Karo dikenal istilah ertutur. turang (laki-laki terhadap saudara perempuan. itulah yang disebut orang Karo. turangku (hubungan yang dahulu tabu untuk berbicara langsung. Ertutur (ber-tutur) adalah salah satu ciri orang Karo bila ia berkenalan dengan orang yang belum pernah dikenalnya. Akan terlihat bahwa adat tidak dapat dibedakan secara jelas dari kepercayaan. nini bulang (kakek). Banyak lagi panggilan-panggilan yang lain yang dibubuhkan kepada seseorang untuk menggantikan namanya sesuai dengan posisinya dan juga usianya. nini tudung/nondong (nenek). senina (saudara karena marga. ente (cicit). ketika bertemu. nande (ibu). tetapi nama anaknya disebutkan. mami (bibi/istri paman). untuk mengetahui posisi masing-masing dalam kekerabatan melakukan ertutur atau berkenalan. agi (adik). maka untuk memanggilnya tidak boleh lagi menyebut nama. entah (buyut). Yang mempererat masyarakat Karo adalah adat. setiap orang Karo juga memiliki bere-bere (marga yang diperoleh dari ibu/beru). Sebagai contoh. Namun. baik suami maupun istri pada dasarnya memiliki tanggung jawab untuk saling menjaga satu dan yang lain. atau sembuyak untuk yang satu ibu). takkan ada tempat ke mana pun”. . Dengan memanggil seperti itu berarti ia telah dihormati. dan akan terus disandang sampai menikah. bere-bere (seorang yang memiliki bere-bere yang sama dengan bere-bere seorang lainnya). agama dan tindakan. Ini sebagai sebuah tanda penghargaan. itulah sebagai ungkapan hukum adat yang diberlakukan. Sikap seperti ini tumbuh dalam sistem ikatan penghormatan terhadap sangkep si telu yang sudah disebutkan tadi. Adapun melalui tutur seseorang dapat mengetahui tingkatannya dalam jenis-jenis sebagai berikut: bapa (bapak).Dalam kesatuan lima marga itu (Merga Silima). kenyataan hidup yang sangat rumit bagi orang-orang Karo yang telah berpikiran modern dalam masyarakat pluralis saat ini. Impal (laki-laki yang bere-bere-nya sama dengan beru seorang wanita. Nama tidak lagi dipakai. Setiap orang Karo. empung (kakek dari ayah atau ibu) beru (nenek dari ayah atau ibu). sebuah relasi tradisional untuk membuat keputusan dan melakukan apa saja. Adat dipandang sebagai sesuatu yang memiliki pengaruh yang supranatural dan memiliki hukum-hukumnya sendiri. Dalam proses ertutur inilah nantinya mereka akan menemukan (satu dengan yang lain) harus memanggil apa dan dalam posisi apa. di mana pun ia berada. kempu (cucu). karena seseorang yang sudah memiliki anak telah mendapatkan tuah(berkat). bahkan mungkin menanyakan trombo (silsilah) untuk mengetahui tingkat kekerabatan tersebut. bibi (panggilan istri terhadap mertua perempuan). Jadi ia akan dipanggil sebagai bapak si “anu”. Di dalam keluarga. Menurut Henry Guntur Tarigan26. kemudian bere-bere (marga ibu) seseorang yang juga bisa dikaitkan dengan keluarga yang masing-masing mereka kenal. permen (sebutan mertua laki-laki terhadap menantu perempuan). tutur adalah sebuah pemeo Karo yang berbunyi “Adi la beluh ertutur. bengkila (panggilan istri terhadap mertua lakilaki). Di samping identitas marga dan beru. silih (abang ipar atau adik ipar).

(aku enggak bisa berkenalan). Di samping itu. Kecuali. Sangkep nggeluh si waluh itu antara lain adalah: pertama. paling mendasar dalam identitas kekaroan (yaitu masalah marga/beru) sudah tidak terlalu dipahami lagi. Jadi jumlah keseluruhan menjadi 2+4+2=8. Lazimnya. Budaya ertutur ini merupakan salah satu bentuk pengungkapan identitas Karo. pengembangan dari tegun kalimbubu adalah (1) puang kalimbubu. yang merupakan pengembangan fungsi dari rakut si telu30. Berikut ini penjelasan dari keenam lapis proses ertutur yang dikenal di kalangan masyarakat Karo: 1. Bere-bere adalah nama keluarga yang diwarisi seseorang dari beru ibunya. Binuang adalah nama keluarga yang diwarisi seorang suku Karo dari bere-bere ayahnya. ataupun saat bergaul dengan pemuda-pemuda di gereja. Ketiga. Setelah sistem kekerabatan dapat ditentukan dengan seorang Karo lainnya melalui ertutur ini. pengembangan dari tegun senina adalah: (1) senina. Kedua. ketika proses ertutur ini dilakukan antara satu orang dengan yang lain. (3) senina sepemeren. sehingga ketika melakukan perkenalan dengan orang lain (ertutur). (2) sembuyak. 6. maka jalinan hubungan kekerabatan itu dapat dikelompokkan menjadi tiga ikatan yang dikenal dengan istilah rakut si telu (ikatan yang tiga). maka bere-bere saya menjadi berebere Karo. atau kawin dengan orang Karo dari suku yang lain. Ini menandakan betapa perhatian terhadap hal-hal paling kecil. sebagaimana telah dijelaskan dalam butir (a). Ini jelas fenomena yang menunjukkan bahwa bentukan identitas yang diinginkan oleh sebagian generasi muda bukanlah identitas yang kaku. Marga/Beru adalah nama keluarga yang diberikan (diwariskan bagi seseorang dari nama keluarga ayahnya secara turun temurun bagi anak laki-laki). secara cepat dan spontan salah satu atau kedua-duanya dari mereka mengatakan “Aku enggak bisa ertutur!”. Jadi sebenarnya sangkep nggeluh si waluh (delapan kelengkapan hidup). 3. Seseorang akan dikenal dengan baik kalau ia mampu menjelaskan hubungan-hubungan kekerabatan dalam ikatan keluarganya. Sedangkan pada lapis ketiga dan seterusnya hanya dipakai dalam acara-acara adat. (4) senina siparibanen. yang baru pertama kali bertemu. Kampah adalah nama keluarga yang diwarisi seseorang dari beru yang dimiliki oleh nenek buyut (nenek dari ayah). Kempu (perkempun). rumit dan tidak populer seperti “identitas . Kemudian orang Karo juga mengenal istilah tutur si waluh yang sebenarnya kurang tepat artinya. Bila ibu saya beru Karo. 5. Sebagaimana tentang tutur sudah disinggung sebelumnya. Itulah yang disebut sebagai sangkep nggeluh si waluh dalam masyarakat Karo. proses ertutur dalam masyarakat Karo yang dipakai oleh seseorang hanya sampai kepada lapis kedua. 4. pengembangan dari tegun anak beru adalah: (1) anak beru dan (2) anak beru menteri. ia mampu mengenali marga/beru-nya dan bere-bere-nya. sama sekali tidak memiliki hubungan marga atau beru yang pas. untuk dapat membangun kekerabatan melalu proses ertutur ini akan dianugerahi atau dikenakan beru atau marga tertentu. Sedangkan bagi anak wanita marga ayahnya disebut beru yang tidak diwariskan bagi anaknya kemudian. tutur itu ada 23. 2. ia dapat memposisikan dirinya. bila dua orang yang hendak berkenalan. dan (2) kalimbubu. Soler adalah nama keluraga yang diwarisi dari beru empong (nenek dari ibu)29. Berdasarkan pengalaman penulis saat melakukan penelitian. maka diusutlah sampai tingkat ke empat dan enam. adalah nama keluarga yang diwarisi seseorang dari bere-bere ibu. Setiap orang yang bertemu dengan orang Karo atau menetap dan tinggal di masyarakat Karo. Sedangkan yang disebut waluh (delapan) adalah sangkep nggeluh.Budaya ertutur dalam masyarakat Karo terdiri dari enam lapis.

mungkin saja sikap-sikap yang ditunjukkan oleh generasi muda (dari pandangan orang tua terhadap orang muda yang diketahui penulis lewat wawancara) akibat dari ketidaktahuan. Wilayah ini dimulai dari plato Tanah Karo yang membentang ke bawah hingga mencapai sekitar kampung-kampung Bahorok. Bukankah kepopulerannya akan sangat tergantung pada bagaimana cara kita memeliharanya? BAB II SEKILAS WILAYAH MASYARAKAT KARO Masyarakat GEOGRAFI Karo sendiri bermukim di wilayah sebelah barat laut Danau Toba yang mencakup luas wilayah sekitar 5. Namo Ukur. Padahal kekhasan orang Karo salah satunya adalah pada proses ertutur itu sendiri. Namun. semangat mereka akan bangkit pula untuk melestarikan. atau kurang sadarnya pemuda/i Karo akan pentingnya nilai sebuah identitas. yang mencakup seluruh wilayah Kabupaen Karo dan pusat administratifnya di kota Kabanjahe. Dataran rendah Tanah Karo yang mencakup wilayah-wilayah kecamatan dari Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang yang terletak pada bagian ujung selatan secara geografis ( namun tertinggi secara topografis). dan Namo Rambe yang ada di • .000 kilometer persegi yang secara astronomis terletak sekitar antara 3′ dan 3′30″ lintang utara serta 98′ dan 98′30″ bujur timur. Wilayah Tanah Karo tersusun atas dua wilayah utama sebagai berikut: • Dataran tinggi Tanah Karo. sekalipun hal itu kelihatannya rumit. Wilayah dataran tinggi Tanah Karo ini menjorok ke selatan hingga masuk ke wilayah Kabupaten Dairi (khususnya Kecamatan Taneh Pinem dan Tiga Lingga). Mungkin saja kalau kesadaran mereka dibangkitakan. memelihara dan mengembangkan budayanya. Masyarakat Karo menyebut wilayah pemukiman dataran tinggi ini dengan nama Karo Gugung. serta ke arah timur masuk ke bagian wilayah Kecamatan Si Lima Kuta yang terletak di Kabupaten Simalungun. Pancur Batu.kekaroan” (dalam pandangan mereka). harapan masih tetap ada.

Daftar isi [sembunyikan] • • • • 1 Lokasi Kerajaan Haru 2 Sejarah 3 Sosial. Masyarakat Karo menyebut daerah ini dengan nama Karo Jahe (Karo Hilir). Terdapat indikasi bahwa penduduk asli Haru berasal dari suku Karo. Wilayah pemukiman dataran rendah yang ada di Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang umumnya lebih terorientasi pada produksi tanamtanaman budidaya seperti karet dan kelapa sawit. Pada 1431 Cheng Ho kembali mengirimkan hadiah pada raja Haru. penguasa Haru. Islam masuk ke kerajaan Haru paling tidak pada abad ke-13[2]. Kemungkinan penduduk Haru lebih dulu memeluk agama Islam daripada Pasai. Groeneveldt menegaskan lokasi Kerajaan Aru berada kira-kira di muara Sungai Barumun (Padang Lawas) dan Gilles menyatakan di dekat Belawan. Peninggalan arkeologi yang dihubungkan dengan Kerajaan Haru telah ditemukan di Kota Cina dan Kota Rantang. Setahun kemudian Haru dikunjungi oleh armada Laksamana Cheng Ho. yang ditanggapi dengan pengiriman upeti oleh saudara penguasa Haru pada 1295. namun saat itu Haru . Negarakartagama menyebut Haru sebagai salah satu negara bawahan Majapahit. Sementara ada juga yang menyatakan lokasi Kerajaan Aru berada di muara Sungai Wampu (Teluk Haru/Langkat). seperti yang disebutkan Sulalatus Salatin dan dikonfirmasi oleh Tome Pires[1]. yang menyebutkan Kublai Khan menuntut tunduknya penguasa Haru pada Cina pada 1282. [1]. Wilayah dataran rendah Karo ini lebih banyak menyerap pengaruh masyarakat Melayu pesisir yang pada umumnya menganut agama Islam dant erkadang mengharuskan mereka menyisihkan nama marga mereka sehingga hubungan kekerabatan dengan sanak-saudara mereka di dataran tinggi jadi terputus. [2] [sunting] Sejarah Haru pertama kali muncul dalam kronik Cina masa Dinasti Yuan. Kebanyakan masyarakat dataran tinggi Karo hidup dari bercocok tanam kecil-kecil dengan menanam padi dan sayur-sayuran untuk konsumsi sehari-hari serta berbagai tanam-tanaman komersial untuk kebutuhan pasar domestik dan ekspor. serta Bangun Purba. Nama Kerajaan Aru disebutkan dalam Kakawin Nagarakretagama sebagai salah satu kerajaan taklukan Majapahit. namun ada pula yang berpendapat Haru berpusat di muara Sungai Panai. Di wilayah ini. dan Budaya 4 Rujukan [sunting] Lokasi Kerajaan Haru Terdapat perdebatan tentang lokasi tepatnya dari pusat Kerajaan Haru.sebelah utara. seperti nama-nama pembesar Haru dalam Sulalatus Salatin yang mengandung nama dan marga Karo. Ekonomi. Winstedt meletakkannya di wilayah Deli yang berdiri kemudian. Sejarah Wilayah Kerajaan Aru atau Haru adalah diperkirakan pernah berdiri di wilayah pantai timur Sumatera Utara sekarang. mengirimkan upeti pada Cina tahun 1411. Dalam Sulalatus Salatin Haru disebut sebagai kerajaan yang setara kebesarannya dengan Malaka dan Pasai. Tiga Juhar. [2] Pada abad ke-15 Sejarah Dinasti Ming menyebutkan bahwa "Su-lu-tang Husin". dan Gunung Meriah di sisi timur. bahasa tidak banyak tersentuh oleh pengaruh-pengaruh luar dan ikatan kekerabatan serta kehidupan tradisional masih terpelihara sangat kuat. Wilayah dataran tinggi Tanah Karo dianggap sebagai pusat kebudayaan dan tanah asli nenek moyang masyarakat Batak Karo.

Dalam suratnya bertanggal tahun 1613 kemenangannya atas Haru. 1960: 94-96) [2].Namun dalam catatan Ma Huan. Dalam Hikayat Raja-raja Pasai dan Sejarah Melayu disebutkan kerajaan tersebut diislamkan oleh Nakhoda Ismail dan Fakir Muhammad. Dalam masa ini sebutan Haru atau Aru juga digantikan dengan nama Deli. tidak seperti Pasai atau Malaka. Mata pencaharian penduduknya adalah menangkap ikan di pantai dan bercocok tanam. kambing. Sebagian penduduknya juga sudah mengkonsumsi susu. Raja-raja Haru kemudian mengalihkan perhatian mereka ke perompakan. manik-manik dan lain-lain. Agaknya kerajaan ini kalah bersaing dengan Malaka dan Pasai dalam menarik minat pedagang yang pada masa sebelumnya aktif mengunjungi Kota Cina. Mereka juga berternak unggas. Wilayah Haru kemudian mendapatkan kemerdekaannya dari Aceh pada 1669. kain sutera. dan dalam Sulalatus Salatin para pembesarnya menggunakan gelar-gelar Melayu seperti "Raja Pahlawan" dan "Sri Indera".[1] Aceh kembali menaklukkan Haru pada 1564. kemudian meminta bantuan baik pada Portugal di Malaka maupun pada Johor (yang merupakan penerus Kesultanan Malaka dan Bintan). selain Pasai. dengan nama Kesultanan Deli. dan sekitar masa itu raja Haru terbunuh oleh pasukan Aceh. pertukangan.tidak lagi membayar upeti pada Cina. Haru menjalin hubungan baik dengan Portugal. sebagaimana disebutkan dalam Yingyai Shenglan (1416). Portugal yang pada 1511 menguasai Malaka. dan dengan bantuan mereka Haru menyerbu Pasai pada 1526 dan membantai ribuan penduduknya. Hubungan Haru dengan Bintan lebih baik daripada sebelumnya. ratu Haru. Samudera dan Jawa. Pada abad ke-16 Haru merupakan salah satu kekuatan penting di Selat Malaka. karya Ma Huan yang ikut mendampingi Laksamana Cheng Ho dalam pengembaraannya . Tetapi karena tanah negeri itu tidak begitu sesuai untuk penanaman padi. adat penguburan jenazah. bebek. seperti yang dicatat oleh Hikayat Aceh dan sumber-sumber Eropa. Ekonomi. Sekali lagi Haru berkat bantuan Johor berhasil mendapatkan kemerdekaannya. [1]. Wanita dan laki-laki menutupi sebagian tubuh mereka dengan kain.[1] Catatan Portugal menyebutkan dua serangan Aceh pada 1539. Peninggalan arkeologi di Kota Cina menunjukkan wilayah Haru memiliki hubungan dagang dengan Cina dan India. (Groeneveldt. Kemerdekaan Haru baru benar-benar berakhir pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda dari Aceh. pisang dan mencari hasil hutan seperti kemenyan. Namun ambisi Haru dihempang oleh munculnya Aceh yang mulai menanjak. bahasa. Raja Samudera Pasai pada pertengahan abad ke13. Namun pada abad akhir ke-16 kerajaan ini hanyalah menjadi bidak dalam perebutan pengaruh antara Aceh dan Johor. . Sumber-sumber Cina menyebutkan bahwa adat istiadat seperti perkawinan. [sunting] Sosial. dan hasil bumi Haru sama dengan Melaka. Istrinya. Konflik kedua kerajaan ini dideskripsikan baik oleh Tome Pires dalam Suma Oriental maupun dalam Sejarah Melayu. Pada masa ini Haru menjadi saingan Kesultanan Malaka sebagai kekuatan maritim di Selat Malaka. pada abad ke-15 Haru bukanlah pusat perdagangan yang besar.[3] Haru memakai adat Melayu. maka sebagian besar penduduknya berkebun menanam kelapa. dan Sultan Mahmud Syah menikahkan putrinya dengan raja Haru. yang naik tahta pada 1607. sementara bagian atas terbuka. Setelah Portugal mengusir Sultan Mahmud Syah dari Bintan pada 1526 Haru menjadi salah satu negara terkuat di Selat Malaka. Sultan Husain. yang juga mengislamkan Merah Silu. serta bekas Kesultanan Malaka yang memindahkan ibukotanya ke Bintan. Armada Johor menghancurkan armada Aceh di Haru pada 1540. Hasil-hasil bumi dibarter dengan barang-barang dari pedagang asing seperti keramik. Apabila pergi ke hutan mereka membawa panah beracun untuk perlindungan diri. dan Budaya Raja Haru dan penduduknya telah memeluk agama Islam. [3].

atau gemulai tarian tradisionalnya.. yang artinya kurang lebih .. Wahyu Oetomo Bayangkan seusai pertama kali kita datang berkunjung ke suatu tempat. pasti akan tersimpan dalam ingatan kita beberapa hal yang khas dari tempat itu. atau rancaknya gerakan para penari Serampang Duabelas. Haru. Kita ambil contohnya adalah. adat kebiasaannya maupun sejarah beserta tinggalan-tinggalan kunonya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari khasanah kebudayaan setempat. keseniannya. Sebut saja sajian kuliner khasnya yakni bika ambon. dan tidak terlewatkan adalah kemegahan Mesjid Raya Al-Mashun maupun keindahan Istana Maimun. Lalu bagaimana dengan Kota Medan ? Tentunya juga memiliki sejumlah kekhasan yang tidak akan mudah dilupakan oleh para pengunjung baik dalam negeri maupun mancanegara. Jejak masa lalunya tidak terhenti pada keberadaan Mesjid Raya Al-Mashun atau Istana Maimun –yang keduanya berasal dari akhir abad XIX dan awal abad XX M. perjalanan sejarah Medan sebenarnya tidak kalah panjangnya dibanding sejumlah kota besar lain di Indonesia. serta lemah lembut tutur masyarakatnya. dan unsur-unsur adat non-Melayu (Batak/Karo) masih ada. Embrio dimaksud adalah sebuah kerajaan yang pernah sangat berpengaruh di kawasan Selat Malaka yang dalam sumber-sumber sejarah dikenal sebagai Aru atau Haru.. Sebab sejumlah data arkeologis menunjukkan embrio kota besar ini dapat dirunut sedini abad ke-11 M.. Pada pupuh ke-13 bait ke-1 disebutkannya antara lain . Yogyakarta dalam benak kita mungkin akan tersimpan manis atau legitnya nasi gudeg. [1] Menelusuri Jejak Kejayaan Kerajaan Aru Oleh: Ery Soedewo dan R. Dalam pujasastra karyanya yang berjudul Desawarnana (Pemerincian/Deskripsi Negara) atau yang lebih dikenal sebagai Negarakertagama Prapanca menyebutkan sejumlah nama tempat yang berada di Pulau Sumatera. Sebagai sebuah kota besar.. terletak di bumi Malayu (penyebutan Pulau Sumatera kala .ksoni ri Malayu.. maupun kelugasan tutur dan sikap warganya. Kilas Sejarah Aru Kata Aru atau Haru merupakan nama dari suatu kerajaan yang keberadaannya telah disebut-sebut dalam berbagai sumber tertulis baik lokal maupun mancanegara antara abad ke-14 M hingga abad ke-17 M. seorang pujangga istana Majapahit pada pertengahan abad ke-14 M.saja. Entah makanannya. dan tentu tidak akan terlewatkan adalah kemegahan candicandi dari masa Mataram Kuno yang banyak bertebaran di sana seperti Prambanan dan Borobudur. Kampe. walaupun data historisnya merujuk pada abad ke-14 M. . athawe Mandahiling. Sumber tertulis tertua yang menyebutkan tentang Aru adalah yang berasal dari Prapanca..Namun adopsi terhadap adat Melayu ini mungkin tidak sepenuhnya..

Kampai. . Dalam karyanya yang berjudul Suma Oriental (ditulis antara tahun 1512 hingga 1515). Adakah tokoh perempuan ini (janda penguasa Aru) yang dalam sumber-sumber tutur tradisional --Melayu maupun Karo-disebut sebagai Puteri Hijau ? Kiranya hingga ditemukannya bukti sejarah yang relevan hal itu masih terus dipertanyakan. Salah satu kerajaan yang diuntungkan oleh kondisi itu adalah kerajaan Aceh. Setelah bertahan sekian lama akhirnya benteng Aru berhasil ditembus pasukan Aceh. Aru disebut sebagai suatu kerajaan besar bahkan yang terbesar di antara kerajaan-kerajaan yang ada di Pulau Sumatera. . Data dari masa tersebut terutama berasal dari para penulis Eropa antara lain Tome Pires (orang Portugis) yang memerikan Aru di awal abad ke-16 M. Menyadari kekuatan yang akan diserangnya bukanlah kerajaan kecil. Walaupun pusat kerajaannya di pedalaman dia memiliki armada lancara (nama sejenis perahu) yang digunakannya untuk merompak di lautan. makin banyak sumber tertulis yang berkaitan dengan keberadaan Aru. Namun kejayaan Aru sebagai kerajaan dengan armada lautnya yang disegani mulai terancam oleh perkembangan kerajaan Aceh. Mandailing. Setelah penaklukan bandar Malaka oleh Portugis pada tahun 1511. dan hal itu terwujud ketika pada tahun 1539 Aru diserang oleh Aceh... Haru.. Oleh karena itu maka keberadaan Aru sebagai ancaman potensial bagi Aceh harus ditundukkan. Dalam karyanya yang berjudul Ying-Yai Sheng-Lan (Survei Menyeluruh Terhadap Pantai-Pantai Samudera) disebutkan tentang A-lu (Aru) yang berbatasan dengan Su-menta-la (Samudera-Pasai). penduduknya adalah kaum muslim yang bercocok tanam dan menangkap ikan sebagai mata pencahariannya. Orang-orang Aru yang selamat dalam sumber-sumber tertulis lokal di antaranya adalah janda penguasa Aru yang berhasil meloloskan diri melalui alur sungai Deli hingga menyeberangi Selat Malaka menuju Johor untuk memohon bantuan. Memasuki abad ke-16 M. Dalam pandangan geopolitik masa itu keberadaan Aru sebagai kerajaan besar di pantai timur Sumatera jelas merupakan pesaing potensial bagi bandar Aceh.itu) . seorang penerjemah muslim China yang turut dalam armada penjelajahan samudera Laksamana Cheng Ho. Seiring berkembangnya perekonomiannya. Data tertulis berikutnya berasal dari awal abad ke-15 M yang merujuk pada laporan Ma Huan. banyak pedagang yang mengalihkan perniagaannya ke Pulau Sumatera. kerajaan Aceh mengerahkan segala daya yang dimilikinya termasuk satu kompi prajurit Turki yang terdiri dari 60 prajurit reguler dan 40 orang pasukan istimewa kesultanan Turki Utsmani (Ottoman) yang disebut Janisari.. Rajanya adalah seorang muslim yang hidup di daerah pedalaman yang banyak dialiri sungai. semakin besar pula pengaruh kerajaan Aceh terhadap daerah sekelilingnya.

Situs ini secara administratif terletak di Desa Deli Tua. Beberapa kali penelitian arkeologis terhadap situs ini menghasilkan sejumlah data kepurbakalaan baik yang sifatnya monumental maupun nonmonumental. Data artefaktual lain yang ditemukan di situs ini oleh masyarakat setempat adalah koin-koin emas beraksara Jawi (Arab Melayu) yang oleh para pakar numismatik (mata . Kecamatan Namorambe. Data lain yang memperkuat dugaan bahwa situs ini berasal dari kurun abad ke-15 adalah banyaknya pecahan keramik berwarna putih biru dari masa Dinasti Ming (antara abad ke-14 M hingga abad ke-17 M). Kota China adalah sebuah situs dengan bukti-bukti arkeologis yang sementara ini oleh para sejarawan dan ahli purbakala dianggap merupakan jejak tertua yang dapat dikaitkan dengan keberadaan kerajaan Aru. Medan. Kini 3 dari keempat arca tersebut dapat dilihat di Museum Negeri Sumatera Utara di Jalan H. yang didasarkan atas penemuan pecahan-pecahan keramik China dari masa Dinasti Sung (abad ke-11 hingga ke-13 M) hingga Dinasti Yuan (abad ke-13 hingga ke-14 M). Keberadaan bangunan pertahanan yang dibuat dari timbunan tanah ini dapat dihubungkan dengan pemberitaan Tome Pires (dari awal abad ke-16 M) tentang pusat kerajaan Aru yang berada di pedalaman yang banyak dialiri sungai. sedangkan 1 arca Buddha disimpan oleh satu keluarga Tionghoa tidak jauh dari Kota China sebagai sosok pujaan dalam pekong keluarga tersebut. Berdasarkan gaya seninya arca-arca dari Kota China tersebut tampak sangat dipengaruhi oleh gaya seni Chola (India selatan). Tinggalan monumental dimaksud adalah sisa-sisa dari struktur suatu bangunan bata yang diduga merupakan bangunan keagamaan Hindu atau Buddha.M. Mungkin yang dimaksud oleh Pires adalah aliran Sungai Deli yang di bagian hulu dikenal sebagai Sungai Petani. Joni. Situs lain yang berkaitan dengan keberadaan kerajaan Aru adalah situs Benteng Putri Hijau di daerah Deli Tua. daerah Medan Labuhan yang dikenal di kalangan arkeolog dan sejarawan sebagai situs Kota China. Kabupaten Deli Serdang.Jejak-jejak Kejayaan Aru Perjalanan menelusuri jejak kerajaan Aru kita mulai dari sebuah situs purbakala yang terletak di sekitar objek wisata Danau Siombak. Keberadaan situs yang meliputi kawasan seluas sekitar 10 hektar di daerah Medan Labuhan ini pertama kali dilaporkan oleh Edward McKinnon pada tahun 1972. Masa kejayaan Kota China diperkirakan berlangsung antara abad ke-11 M hingga abad ke-14 M. Tidak jauh dari tempat ditemukannya struktur bata tersebut ditemukan 4 arca batu. yang terdiri dari 2 arca Buddha dan dan 2 arca lainnya menggambarkan sosok dewa-dewa Hindu yakni Wisnu dan Laksmi.

Setelah lelah menelusuri sisa-sisa Benteng Putri Hijau. seperti Amerika Serikat. Jepang. atau 3 negara maju yang saat ini mapan secara perekonomiannya. yang tidak membawa dampak dan manfaat bagi kehidupan kini dan mendatang. Mungkin sebagian orang menganggap perjalanan ini sebagai suatu kesiasiaan belaka. Secara asal saja silahkan sebut barang 1. atau jiran kita Singapura. mahluk hidup yang mempunyai kemampuan menyimpan memori akan masa lalunya hanya 2 jenis –-keduanya dari kelas mamalia-.uang kuno) dipastikan sebagai mata uang dari masa Kesultanan Aceh Darussalam atau yang dikenal sebagai uang Dirham. Refleksi Perjalanan Konon.” Maaf bila jawaban berikut ini membuat telinga sebagian dari yang mempunyai pikiran seperti itu menjadi merah. semuanya memiliki apresiasi yang baik terhadap tinggalan budayanya termasuk di dalamnya tinggalan purbakalanya. Ketiga negara itu dalam kondisi seperti saat ini salah satu sebabnya adalah karena sedari awal mereka memiliki kesadaran bahwa segala bentuk warisan budaya bangsa yang dimilikinya adalah aset penting yang tidak saja memiliki arti penting secara ideologis atau akademis. Anda yang tidak sependapat dengan ide tersebut pasti akan berkilah. mereka juga sering mendatangi tempat-tempat yang memiliki kaitan dengan sejarah masa lalu mereka. keduanya berpangkal pada satu hal yakni kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri. Sepintas pendapat tersebut boleh jadi benar. kita dapat menyegarkan diri dengan kesegaran dan kesejukan air dari sumber air yang oleh masyarakat dikenal sebagai Pancuran Putri Hijau dan Pancuran Gading. Entah tujuannya itu dilatarbelakangi kebutuhan religius maupun yang sekedar rekreatif. Para zoologist (ahli margasatwa) mengamati perilaku gajah di Afrika yang pada masa-masa tertentu datang di suatu tempat yang merupakan tempat matinya salah satu anggota kelompok mereka. Kedua sumber air tersebut hingga kini oleh sebagian anggota masyarakat dipercaya memiliki daya tertentu sehingga pada hari-hari tertentu tempat ini ramai dikunjungi. ”Semua negara yang Anda sebutkan itu sudah mapan secara ekonomi. namun coba kita telaah lebih jernih dan tenang tentang kemajuan atau kemapanan negara-negara yang kita kenal sekarang.yakni kita manusia dan yang lain adalah gajah. gajah-gajah itu mengendus dan menghembuskan tanah di sekitar tempat matinya anggota kelompok mereka. 2. oleh karena itu urusan perut tidak lagi menjadi prioritas bagi mereka. bahkan ke depan akan mendatangkan nilai . Lebih kompleks dari tingkah gajah itu adalah perilaku manusia yang tidak saja mendatangi makam keluarganya. sehingga wajar jika mereka memiliki perhatian terhadap hal-hal seperti itu. Seolah manusia yang menziarahi makam keluarganya.

dan ini berarti devisa (baca uang). sejumlah artefak hasil temuan masyarakat. Adakah kita babi hutan ? jawabannya pasti tidak. Kekacauan dan ketidakpastian bangsa ini salah satu sebabnya adalah kita malas untuk belajar dari masa lalu kita. . jejak perjalanan masa lalu mereka hanya sedikit meninggalkan tinggalan fisik (situs maupun artefaktual). Menelusuri Jejak Kerajaan Aru Sabtu. sruduk sana sruduk sini tanpa kendali. sebab situs yang terletak di Deli Tua ini masih menyisakan bentang fisiknya yang berupa benteng tanah. menurut para sejarawan tidak lain adalah pengulangan dari peristiwa-peristiwa di masa lalu. ada yang bilang masa lalu kita termasuk di dalamnya sejarah perjalanan bangsa ini adalah kaca spion bagi kita agar dalam melangkah kita lebih bijak dalam bertindak. dan tentunya untuk itu mari lestarikan jejak-jejak masa lalu itu jangan sampai lenyap. Bila ditinjau dari segi ideologis-akademis. ••• Penulis adalah peneliti di Balai Arkeologi Medan.ekonomis. maka berdatanganlah para wisatawan ke situs ini. Ambil contohnya Singapura.babi hutan yang --memang-.selalu maju terus tapi dalam wujud yang paling brutal. Situs bersehaja yang berupa bukit kecil ini sepintas dilihat hanyalah bukit biasa namun karena terdapat 1 museum kecil berkaitan dengan sejarahnya serta dikelola secara profesional. Tentu kita bukanlah bangsa babi hutan. Oleh karena itu marilah kita belajar dari masa lalu kita. serta ditunjang pula oleh keberadaan mata air Pancuran Putri Hijau dan Pancuran Gading makin memberi nilai tambah dibanding apa yang dimiliki Singapura. sebab dari situlah kita bercermin. kita adalah manusia yang memiliki pikiran sehingga punya kebijakan sebelum bertindak. yang membedakannya hanyalah konteks masa dan budaya yang melingkupinya. salah satunya adalah situs dari masa Perang Dunia II yakni Bukit Chandu yang merupakan kubu pertahanan 1 kompi pasukan Inggris yang terdiri dari orang-orang Melayu. Benteng Putri Hijau jauh lebih memiliki potensi dibanding situs Bukit Chandu. Sarana untuk itu sebenarnya kita miliki namun belum sepenuhnya kita manfaatkan. juga bukan bangsa keledai (yang katanya tidak pernah terperosok di lubang yang sama). Jika tidak ada benda itu ibarat kita adalah --maaf-. sehingga sebagai bangsa sepertinya kita selalu ceroboh dalam bertindak. namun wujudnya pada dasarnya tidak jauh berbeda. 23/8/2008 Oleh Juraidi Kerajaan Aru merupakan kerajaan besar dan penting yang pernah berdiri pada abad ke-13 hingga 16 Masehi di bagian utara pulau Andalas (Sumatera). padahal apa yang terjadi saat ini.

Namun demikian. Muangthai. sejarah Melayu. Naniek H Wibisono. pada masa itu Majapahit juga menaklukkan Panai (Pane) dan Kompai (Kampe) di Teluk Haru. Kerajaan Aru yang meliputi wilayah pesisir Sumatera Timur. Sebagian menyebut di Telok Aru di kaki Gunung Seulawah (Aceh Barat). Dalam laporan Tiongkok abad ke-15 juga disebut berkali-kali Aru yang Islam mengirim misi ke Cina. pusat Kerajaan Aru dinyatakan berpindahpindah. Srilangka. Di rawa-rawa di kawasan yang sama juga ditemukan kayu-kayu besar yang diduga merupakan bekas istana Kerajaan Aru serta batu-batu besar yang diduga bekas bangunan candi. kalah pamor dengan kerajaan-kerajaan lain yang pernah jaya di Nusantara seperti Kerajaan Majapahit. "Padahal kerajaan ini banyak disebut pada Amukti Palapa dalam Hikayat Pararaton. Musibah kembali menimpa Kerajaan Aru ketika Majapahit menaklukkannya pada tahun 1365 M. Berdasarkan sejumlah literatur. menunjukkan sekitar Sungai Deli menjadi pusat Kerajaan Aru dengan bandarnya Kota Cina dan Medina (Medan) sebagaimana disebut-sebut Laksamana Turki Ali Celebi dalam "Al Muhit". Terbesar Sejarawan dari Universitas Sumatera Utara. Mengenai Kota Rentang sebagai pusat Kerajaan Aru juga diperkuat oleh Prof. Dr Phill Ichwan. serta koin atau mata uang Arab dari abad ke-13 hingga 14. aktivitas arkeologi yang telah dilakukan berkesimpulan bahwa pusat Kerajaan Aru berada di Kota Rentang (Hamparan Perak) di Kabupaten Deli Serdang dari abad ke-13 hingga 14 Masehi. Fadiullah bin Abdul Kadir Rashiduddin dalam bukunya "Jamiul Tawarikh" (1310 M). sebelum akhirnya pindah ke Deli Tua dari abad 14 hingga 16 M akibat serangan dari Aceh. kemudian di Lingga. Tuanku Luckman Sinar. Seperti tertera dalam syair Negarakertagama strope 13:1. mengatakan. yaitu batas Tamiang sampai Sungai Rokan.Namun sayangnya berita tentang kerajaan ini sangat minim terdengar. Di kawasan itu juga ditemukan ragam keramik yang berasal dari China. Juga ditemukan bongkahan perahu tua dengan panjang 30 hingga 50 meter yang menunjukkan bahwa Kota Rentang merupakan pusat niaga yang padat pada abad tersebut. Batu kubur yang terbuat dari batu cadas (volcanic tuff) yang ditemukan memiliki ornamentasi dalam berbagai ukuran dan sebagian bertuliskan Arab-Melayu dan banyak menunjukkan kemiripan dengan yang ditemukan di Aceh. laporan admiral Cheng Zhe (Cheng Ho) maupun pengembara dari negeri China lainnya. sudah mengirimkan beberapa kali misi ke Tiongkok yang dimulai pada tahun 1282 Masehi pada zaman pemerintahan Kubilai Khan. "Hipotesa bahwa Kota Rentang adalah pusat Kerajaan Aru banyak didukung oleh faktor seperti jalur dari Karo Plateau maupun Hinterland menuju pantai timur yang terfokus pada Sei Wampu dan Muara Deli. dalam laporan Mendez Pinto (penguasa Portugis di Malaka). Kerajaan Aru juga pernah ditaklukkan oleh Kertanegara dalam ekpedisi Pamalayu (1292) dan ditulis dalam pararaton "Aru yang Bermusuhan". pada abad ke-15 Kerajaan Aru merupakan kerajaan terbesar di Sumatera dan memiliki kekuatan yang dapat menguasai lalulintas perdagangan di Selat Malaka." katanya. Singosari dan Sriwijaya. . Barumun dan bahkan di Deli Tua. Tetapi setelah itu Aru pulih kembali dan menjadi makmur sebagai mana dicatat oleh bangsa Persia. Baik dari laporan-laporan China maupun dari laporan Portugis yang ditulis kemudian. jelasnya. Temuan yang paling menakjubkan adalah ditemukannya batu kubur (nisan) yang tersebar di situs sejarah penting tersebut. Kabupaten Deli Serdang. tim Puslitbang Aarkeolog Nasional Badan Litbang Kebudayaan dan Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata." kata sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed).

baik secara lokal maupun interlokal. katanya.” ujarnya yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Medan itu. Keramik merupakan suatu komoditi dari luar Nusantara yang banyak ditemukan. pusat Aru berpindah dari Kota Rentang ke Deli Tua dan berdiri dari abad ke-15 hingga 16 M. "Kita menemukan bukti-bukti yang meyakinkan untuk lebih memperjelas gambaran tentang apa yang berlangsung di wilayah itu pada masa lampau. tembikar. Zein menambahkan. artefak batu. selain untuk kepentingan riset arkeologi dan disiplin ilmu lain. sisa-sisa tulang. Melalui keramik.kawasan peninggalan sejarah dapat juga dijadikan objek wisata sejarah dan budaya. damar dan batu nisan. Pasca serangan Aceh pada akhir abad ke-14. Pemerintah juga dapat memberikan kompensasi ganti rugi bagi warga yang menemukan atau memiliki benda bersejarah. "Dari hasil penelitian ini diduga tinggalan arkeologi yang ditemukan memiliki persamaan dengan situs lainnya yang terletak dalam satu jaringan pesisirpedalaman.Sejarawan.Artefak berusia ratusan tahun peninggalan Kerajaan Aru kembali ditemukan.Menurut dia. Temuan keramik tersebut menunjukkan periode yang sama dengan temuan di Kota Rantang. Dia juga mengimbau agar masyarakat di sekitar Sungai Bedra. Sri Langka maupun Burma.09:41 WIB Situs Aru Harus Dilindungi Medan. antara lain Kota Cina." katanya. Untuk itu." tambahnya.Tanpa penelitian. dapat ditelusuri kapan sesungguhnya Kota Rentang mulai berperan dalam perniagaan.arkeolog. melalui persamaan variabilitas dan kronologi tinggalan arkeologi juga dapat diketahui keberadaan situs Kota Rentang dan hubungannya dengan situs-situs lainnya. Keberadaan tinggalan arkeologi terutama keramik dan mata uang yang menjadikan bukti bahwa di lokasi tersebut pernah terjadi aktivitas yang berhubungan dengan perniagaan. hasil penelitian eksploratif di situs Kota Rentang memunculkan dugaan bahwa lokasi tersebut merupakan bagian dari jaringan permukiman dan aktivitasnya yang saling terkait. Sebab. penting menggali kembali sisa-sisa peninggalan untuk penelitian lanjutan. ’’Kami berkumpul di sini untuk meminta kepada pemerintah agar temuan-temuan benda bersejarah dilindungi. Begitu juga dengan kawasan lokasi penemuan. Kelurahan Terjun Medan Marelan––tempat ditemukannya peninggalan sejarah terakhir––turut menjaga dan melindungi penemuan tersebut. katanya. penemuan arkeologis di tanah Melayu harus mendapat perhatian dari pemerintah. isekolah. keramik yang berasal dari China.org . Penemuan tersebut menjadi kunci penting sejarah perniagaan. Asumsi tersebut berdasarkan pola persebaran dan variabilitas tinggalan arkeolog seperti keramik. Kerajaan Aru merupakan cikal bakal dari Kesultanan Deli. mata uang. etnis Melayu akan kehilangan akar sejarahnya. Di situs Aru Deli Tua ditemukan Benteng Putri Hijau (Green Princess Castle). ’’Jika pemerintah punya niat baik melindungi kawasan situs bersejarah. (ANT) BERITA TERBARU 13 Juli 2008 .banyak keuntungan yang dapat diperoleh. Selain itu. untuk pengembangan hasil penelitian. .”papar Ketua ISMI Sumut Umar Zein kepada wartawan ketika di Istana Maimun kemarin. hal itu berkaitan dengan sejarah peradaban Melayu. Muangthai.dan Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Sumut meminta pemerintah melindungi kawasan itu. Zein menyatakan.

Berdasarkan logika. maupun buli-buli tempat menyimpan minyak kamper. McKinnon (Arkeolog Inggris) menolak apabila kawasan tersebut dinyatakan belum pernah diteliti sekaligus juga menolak apabila Teluk Aru disebut sebagai pusat kerajaan Aru. kelompok ini mengklaim bahwa masyarakat Aru adalah masyarakat yang memiliki clan Karo dan didirikan oleh clan Kembaren. disebut bahwa Teluk Aru adalah pusat kerajaan ARU dan belum pernah diteliti sama sekali. Deli Tua.”ungkapnya. pecahan keramik dan guci yang ditemukan merupakan bukti bahwa tempat itu pernah menjadi pusat perdagangan internasional. Sepuluhdua Kuta. Lebih lanjut disebut bahwa kerajaan (H)Aru Balur ditaklukkan oleh Sultan Aceh pada tahun 1511 dalam rencana unifikasi Aceh hingga ke Melaka dan salah seorang rajanya clan Karo dan keturunan Hindu Tamil menjadi Islam bersama seluruh rakyatnya .Arkeolog dari Balai Besar Arkeologi Medan Eri Sudewo memaparkan. ’’Saya yakin kami bisa menemukan prasasti sejarah jika dilakukan penelitian lebih lanjut. Karena itulah perlu ada ketegasan dari pemerintah untuk segera memugar tempat tersebut. mulai tempayan. Apa yang ditemukan masyarakat dan tim arkeologi membuktikan masih banyak peninggalan sejarah yang perlu terpendam. Maupun jalur sungai diantara Sei Wampu bagian hilir sekitar Stabat dan Sei Sunggal ke Belawan.Namun. penulis Karo seperti Brahmo Putro (1979) sependapat dan mengakui bahwa centrum kerajaan ini berpindah-pindah hingga ke Aceh. Namun. Walau demikian. kawasan tersebut terlebih dulu harus dilindungi dan dipugar. tetapi berdasarkan jalur hinterland kurang mendukung Teluk Aru sebagai satu centrum kerajaan. mangkuk. Bekancan. Edmund E. Menurut dia. jika prasasti tersebut ditemukan. Seperti diketahui bahwa jalur dari Karo plateau maupun hinterland menuju pantai timur. Ketua Pusat Studi Ilmu Sosial dan Sejarah (Pusiss) Universitas Negeri Medan (Unimed) Ichwan Azhari merasa yakin bahwa masih banyak peninggalan di kawasan tersebut yang belum tergali. Mabar. Keraksaan (Batak Timur). Teluk Aru telah diteliti pada tahun 1975-1976 dan hasilnya adalah ”Pulau Kompei”. Liang.dapat dipastikan dari mana zaman kerajaan benda kuno tersebut berasal. Disebutkan bahwa (H)Aru berada di Balur Lembah Gunung Seulawah di Aceh Besar sekarang yang pada awalnya juga telah banyak dihuni oleh orang Karo. Fokusnya diwilayah pantai diantara Sei Wampu dan Muara Deli (Catatan Anderson tentang pentingnya Muara Deli).”paparnya. Keseluruhannya kami identifikasi dari Dinasti Song danYuan. jika terdapat pusat perdagangan. Oleh karena itu. Penulis Karo mengemukakan bahwa (H)Aru adalah asal kata ”Karo” yang berevolusi. Sumber : Koran Sindo Menurut beberapa pendapat.dari penemuan yang mereka peroleh terdapat beberapa benda peninggalan dua dinasti di China. guci. Negeri. ’’Kami menemukan beberapa peninggalan dari pengerukan Sungai Bedra tersebut. itu semua tidak akan pernah terungkap jika tidak ada dukungan dari pemerintah.Sebab. Minnan. Namun. sangat dimungkinkan telah ada pemerintahan administratif berbentuk kerajaan di wilayah tersebut. dan Jingdezhen. Diakui bahwa terdapat peninggalan di wilayah Teluk Aru. Wampu ke Bahorok. maupun Barumun. dan telah ada sebelum kesultanan Aceh pertama yakni Ali Mukhayat Syah pada tahun 1496-1528. Cingkem yang menuju ke Sei Serdang maupun ke Sei Deli. Lingga. yaitu Dinasti Song 1127–1279 masehi dan Yuan 1280–1360 masehi.Beberapa peninggalan keramik dan tembikar berasal dari daerah Guangdong. dari utara ke selatan melalui gunung adalah: Buaya.

nama ARU muncul pertama kalinya dalam catatan resmi Tiongkok pada saat ARU mengirimkan misi ke Tiongkok pada tahun 1282 pada era kepemimpinan Kublai-Khan. Yamin dalam bukunya dengan judul ”Gajah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara ”(2005). ring Bali. ditemukannya batu kubur (nisan) yang terbuat dari batu Cadas (Volcanoic tuff) dengan ornamentasi Jawi dimana nisan sejenis banyak ditemukan di tanah Aceh. Hal ini dapat dibuktikan dari sumpah Amukti Palapa sebagaimana yang ditulis dalam kisah Pararaton (1966). kuat dugaan bahwa centrum ARU yang telah terpengaruh Islam yang dimaksud pada laporan-laporan penulis Cina dan ”Sejarah Melayu” tersebut adalah Kota Rentang. berdasarkan laporan kunjungan admiral Cheng Ho yang mengunjungi Pasai pada tahun 1405-1407 menyebut bahwa nama raja ARU pada saat itu dituliskan So-Lo-Tan Hut-Sing (Sultan Husin) dan membayar upeti ke Tiongkok. Sebagai dampak serbuan yang terus menerus maka centrum ARU pindah ke Deli Tua yakni pada akhir abad ke-14. Menurutnya. Palembang. Tumasik. Sunda. Pusat kerajaan ARU yang pertama ini adalah Kota Rentang dan telah terpengaruh Islam yang sesuai dengan buktibukti arkeologis yakni temuan nisan dengan ornamentasi Jawi yang percis sama dengan temuan di Aceh. Lukman Sinar dalam penjelasan lebih lanjut mengemukakan bahwa pusat kerajaan ARU adalah Deli Tua dan telah menganut Islam. “a sixteenth century account by the Portuguese writer Pinto states that Aru was conquered by the Acehnese in 1539 and recounts how the Queen of Aru made her way to Johor and the events that transpired thereafter”. Benteng Putri Hijau Deli Tua Edmund Edwards McKinnon (2008) menulis ”Aru was attacked by Aceh and the ruler killed by subterfuge and treachery. Diyakini bahwa kerajaan ARU adalah kerajaan yang besar dan kuat sehingga dianggap musuh oleh kerajaan Majapahit. His wife fled into the surrounding forest on the back of an elephant and eventually made her way to Johor. dalam ”Sejarah Melayu” juga diceritakan suatu keadaan bahwa ARU telah berdiri sekurang-kurangnya telah berusia 100 tahun sebelum penyerbuan Iskandar Muda (1607-1636) pada tahun 1612 dan 1619. ring HARU. Dompo. Dengan demikian. Sedangkan tanda-tanda ARU Deli Tua dinyatakan islam hampir tidak diketemukan selain sebuah meriam buatan Portugis bertuliskan aksara Arab dan Karo. Demikian pula dalam buku ”Sejarah Melayu” yang banyak menyebut tentang kerajaan ARU. ring Pahang. Hal ini telah banyak dicatat oleh Lukman Sinar dalam jilid pertama bukunya dengan judul Sari Sedjarah Serdang (1986). yang dimaksud oleh tulisan-tulisan tersebut adalah Kota Rentang karena berdasarkan bukti-bukti arkeologis serta carbon dating terhadap temuan keramik. Seperti yang dicatat dalam literature sejarah bahwa laskar Aceh tidak saja menyerang Kerajaan ARU tetapi juga Portugis dan kerajaan Johor yang merupakan sekutu ARU. sejak kejatuhan ARU ketangan Aceh.dan bertugas sebagai Panglima Sultan Aceh di wilayah Batak Karo. where she married the ruling Sultan who helped her oust the Acehnese and regain her kingdom”. lokasi kerajaanya tidak menetap akibat gempuran musuh terutama yang datangnya dari Aceh. dan pada permulaan abad ke-15 Sultan Alauddin Riayat Syah Al Kahar (1537-1568) mulai berkuasa di Aceh. Dari penjelasan diatas diketahui bahwa berdasarkan periodeisasinya maka kerajaan ARU berdiri pada awal abad ke-13 yakni pasca runtuhnya kerajaan NAGUR Batak Timur pada tahun 1285. Barangkali. Berdasarkan literatur tersebut. yaitu: Sira Gajah Madapatih amangkubhumi tan ayun amuktia palapa. Bukti-bukti ini telah menguatkan dugaan bahwa lokasi ARU berada di Kota Rentang sebelum jatuh ketangan Aceh. Tanjung Pura. Demikian pula penulis Melayu yang mengemukakan bahwa kerajaan ARU adalah kerajaan Melayu yang sangat besar pada zamanya. Selanjutnya. amun kalah ring Guran. maka centrum kerajaan ARU yang baru berpusat di Deli Tua (Old Deli) serta dipimpin oleh ratu ARU yang didukung oleh Portugis dan Kerajaan . sira Gajah mada: ”Lamun awus kalah nusantara isun amuktia palapa. Kemudian. Lagi pula. ring Seran. Hal senada juga dikemukakan oleh Muh. Demikian pula temuan berupa stonewares dan earthenwares ataupun mata uang yang berasal dari abad 13-14 yang banyak ditemukan dari Kota Rentang. Oleh karena itu. samana isun amukti Palapa”.

Mengingat kuatnya benteng pertahanan ARU Deli Tua yang ditumbuhi bambu. dari bukti-bukti yang ada itu. Selanjutnya. ratu ARU inilah yang disebut sebagai Putri Hijau. Hal ini senada dengan tulisan Pinto bahwa ARU memiliki sebuah meriam yang besar. Akhirnya permaisuri raja ARU menikah dengan raja Johor. Temuan lainnya adalah mata uang Aceh (Dirham) yang terbuat dari emas. Lagipula. Hal ini menjadi jelas bahwa hubungan diplomatik antara ARU dengan Aceh tidak pernah harmonis. Dalam kisah Putri Hijau disebut bahwa pasukan Aceh menembakkan meriam berpeluru emas. Permaisuri kerajaan dengan laskar yang tersisa mencoba merebut Benteng. 1991). Akan tetapi. temuan berupa uang Aceh. Akhirnya permaisuri dengan sejumlah pengikutnya berlayar menuju Malaka dan menghadap kepada gubernur Portugis. Meriam inilah yang kemudian di sebut dalam kisah Putri Hijau ditembakkan secara terus menerus hingga puntung dan terbagi dua. dua kali serangan Aceh ke Deli Tua mengalami kegagalan. ARU Deli Tua pada masa pimpinan wali negeri Aceh ini menjadi cikal bakal kesultanan Deli yang . keramik dan tembikar dapat ditemukan disembarang tempat disekitar lokasi benteng. Akhirnya permaisuri menjumpai Raja Johor. dimana masyarakat disekitar benteng masih kerap menemukanya. Temuan keramik dan tembikar ini adalah barang bawaan dari Kota Rentang pada saat masyarakatnya mencari perlindungan dari serangan Aceh.J. yang dibeli dari seorang pelarian Portugis. Hingga saat ini. tidak diketahui secara jelas apakah ARU Deli Tua telah menganut Islam. Catatan resmi tentang benteng ini dapat diperoleh dari catatan P. Tetapi ia tidak disambut dengan baik. Bukti-bukti peninggalan ARU Deli Tua adalah seperti benteng pertahanan (kombinasi alam dan bentukan manusia) yang masih bisa ditemukan hingga saat ini. Penyogokan pasukan ARU yang dilakukan oleh pasukan Aceh. Pada akhirnya pasukan Aceh melakukan taktik sogok yakni dengan memberikan uang emas kepada pengawal benteng. Vet dalam bukunya Het Lanschap Deli op Sumatra (1866-1867) maupun Anderson pada tahun 1823 dimana digambarkan bahwa di Deli Tua terdapat benteng tua berbatu yang tingginya mencapai 30 kaki dan sesuai untuk pertahanan. Selanjutnya. Dalam kisah Putri Hijau disebut bahwa faktor serangan Aceh ke Deli Tua adalah akibat penolakan sang Putri untuk dinikahkan dengan Sultan Aceh. Temuan lainnya adalah berupa keramik dan tembikar yang pada umumnya percis sama dengan temuan di Kota Rentang. Akan tetapi. seperti yang telah disebutkan diatas bahwa ARU terdahulu ditaklukkan oleh laskar Aceh yang mengakibatkan berpindahnya ARU ke Deli Tua. menurut Lukman Sinar (1991) di Deli Tua pada tahun 1907 dijumpai guci yang berisi mata uang Aceh dan kini tersimpan di Museum Raffles Singapura. Menurut Pinto. Pendapat yang mengemukakan bahwa ARU Deli Tua adalah Islam didasarkan pada temuan sebuah meriam bertuliskan Arab dengan bunyi: ’Sanat… alamat Balun Haru’ yang ditemukan oleh kontrolir Cats de Raet pada tahun 1868 di Deli Tua (Lukman Sinar. Dalam kisah Putri Hijau. Sultan Alauddin Riayatsyah II dan bersedia menikahinya apabila ARU dapat diselamatkan dari penguasaan Aceh. tetapi tetap gagal. sehingga pasukan ARU berhamburan untuk mencari emas. Akan tetapi di tengah meriam tersebut terdapat tulisan buatan Portugis. (H)ARU mempunyai sebuah meriam besar. sehingga menyulitkan serangan Aceh. ARU telah dikuasai oleh Aceh yang dipimpin oleh panglima Gocah Pahlawan. Pinto juga mencatat bahwa raja (H)ARU sedang sibuk mempersiapkan kubu-kubu dan benteng-benteng dan letak istananya kira-kira satu kilometer kedalam benteng. Temuan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Aceh pernah menyerang ARU Deli Tua dengan menyogok pengawal kerajaan dengan mata uang emas. Faktor penyebab serangan Aceh ke ARU yang berlangsung terus menerus adalah dalam rangka unifikasi kerajaan dalam genggaman kesultanan Aceh. Menurut catatan Pinto. menjadi penyebab kehancuran kerajaan ARU Deli Tua. Gocah Pahlawan diangkat sebagai wali negeri Aceh di reruntuhan kerajaan ARU. Sedangkan nama ’Putri Hijau’ itu sendiri menurut McKinnon ada dikenal dalam cerita rakyat di India Selatan.Johor. penguasa Portugis di Malaka tahun 1512-1515 bahwa ibukota (H)ARU berada di sungai ‘Panecitan’ (Lau Patani) yang dapat dilalui setelah lima hari pelayaran dari Malaka.

M.(Darman Prinst. Eksistensi Kerajaan Haru-Karo Kerajaan Haru-Karo mulai menjadi kerajaan besar di Sumatera. Beliau menekankan bahwa penduduk asli Aceh Besar adalah keturunan mirip Batak. Kuta Cane. Muhammad Said dalam bukunya “Aceh Sepanjang Abad”. H. Menilik dari nama itu merupakan bahasa yang berasal dari suku Karo. Pada masa keemasannya. menjadi alasan bahwa daerah tersebut sengaja dipilih untuk mengantisipasi serbuan musuh (Military Strategic Sistem). dan lainnya. Terbukti karena kerajaan Haru pernah berperang dengan kerajaan-kerajaan tersebut. Kuta Karang. Misalnya Kuta Raja (Sekarang Banda Aceh). Oleh karenanya. Kuta Laksmana Mahmud. Johor. dalam bukunya “Karo dari Jaman ke Jaman” mengatakan bahwa pada abad 1 Masehi sudah ada kerajaan di Sumatera Utara yang rajanya bernama “Pa lagan”.Prinst. Lagi pula. Eksistensi Haru-Karo di Aceh dapat dipastikan dengan beberapa nama desa di sana yang berasal dari bahasa Karo. (bukan Iskandar Muda) pada tahun 1564. Benteng ini termasuk dalam kategori local genius terutama dalam menghadapi musuh. pada masa kepemimpinan Iskandar Muda. kerajaan Haru-Karo mulai dari Aceh Besar hingga ke sungai Siak di Riau. Kuta Binjei di Aceh Timur.berkuasa pada tahun 1632-1653. (1981). tidak terdapat suatu tulisan bahwa Melayu di pimpin oleh Sultan Perempuan. Kerajaan Haru identik dengan suku Karo. Hal ini senada dengan pendapat Mohammad Said (1980) dimana peperangan yang terjadi pada masa sultan Iskandar Muda (1612-1619) tidaklah sehebat pertempuran pada masa Sultan Al-Kahar. (D. SH: 2004) Terdapat suku Karo di Aceh Besar yang dalam logat Aceh disebut Karee. yakni musuh yang datang menyerang harus terlebih dahulu menyeberangi sungai. namun tidak diketahui secara pasti kapan berdirinya. lagi pula pusat kerajaan selalu berada di tepi sungai mengingat pentingnya sungai sebagai jalur transportasi. Kuta Alam. Selanjunya disebutkan bahwa penduduk asli atau bumi putera dari Ke-20 Mukim bercampur dengan suku Batak Karo ysng dalam . Mungkinkah pada masa itu kerajaan haru sudah ada?. musuh memerlukan energi yang cukup kuat untuk bisa sampai kepusat benteng. Serangan Aceh yang kedua ini adalah serangan yang terhebat dimana seluruh kerajaan ARU habis dibakar dan yang tersisa hanyalah Benteng yang masih eksis hingga sekarang. Temuan penting dari situs ini adalah ditemukannya benteng pertahanan yang terbuat secara alami maupun bentukan manusia. Kuta Lubok. Setelah diserang oleh laskar Aceh pada masa Sultan Alauddin Riayat Syah Al Kahar yang berkuasa tahun 1537-1568. Zainuddin dalam bukunya “Tarikh Aceh dan Nusantara” (1961) dikatakan bahwa di lembah Aceh Besar disamping Kerajaan Islam ada kerajaan batak Karo. Letaknya percis diantarai dua lembah (splendid area) yang disebelah baratnya mengalir Lau Patani/Sungai Deli. Brahma Putra. Benteng Putri Hijau yang terdapat di Deli Tua-Namu Rambe berdasarkan survei yang dilakukan oleh John Miksic (1979) luasnya adalah 1800 x 200 M2 atau 360 Ha. Keberadaan suku Haru-Karo di Aceh ini diakui oleh H. hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.yaitu salah satu suku di Nusantara. kemudian mendaki lereng bukit (benteng alam) dan akhirnya sampai di benteng bentukan manusia. Lokasi yang tepat berada diantara dua lembah serta dialiri oleh sungai. Sriwijaya. Namun demikian. nama ARU tidak pernah diberitakan lagi. Namun tidak dijelaskan keturunan dari batak mana penduduk asli tersebut. Blang Kejeren. SH :2004) Kerajaan Haru-Karo diketahui tumbuh dan berkembang bersamaan waktunya dengan kerajaan Majapahit. Sementara itu. Malaka dan Aceh.

etimologi Karo berasal dari kata Haru.01 % dari luas wilayah Propinsi Sumatera Utara. 1952:177-179).bahasa Aceh disebut batak Karee. di daerah tingkat II Simalungun di sekitar perbatasan Karo dengan Simalungun. Kutabuluh. dalam bukunya “Karo Sepanjang Zaman” mengatakan bahwa raja terakhir suku Karo di Aceh Besar adalah Manang Ginting Suka. MARGA SEMBIRING PADA MASYARAKAT KARO March 9. . di Kecamatan Tanah Pinem. Brahma Putra. Karo sebagai wilayah adalah sebuah Kabupaten dengan luas wilayah 2. Kelompok karo di Aceh kemudian berubah nama menjadi “Kaum Lhee Reutoih” atau kaum tiga ratus.127. Arab. Kata Haru ini berasal dari nama kerajaan Haru yang berdiri sekitar abad 14 sampai abad 15 di daerah Sumatera Bagian Utara. Di daerah tingkat II Dairi. seperti: Kaum Hindu. Etnis ini masuk ke dalam etnis Batak. Kecamatan Patumbak. Kecamatan Gunung Meriah. Penamaan demikian terkait dengan peristiwa perselisihan antara suku Karo dengan suku Hindu di sana yang disepakati diselesaikan dengan perang tanding. Kecamatan Biru-Biru. Entri ini ditulis oleh rapolo dan dikirimkan oleh Nopember 17. Akan tetapi bila membicarakan wilayah budaya masyarakat Karo secara tradisional. Persia. Telusuri setiap komentar di sini dengan RSS feed kiriman ini. Ginting. Kecamatan Selesai dan Kecamatan Padang Tualang. dan di daerah Aceh Tenggara (Prop NAD). Kemudian pengucapan kata Haru ini berubah menjadi Karo. Masyarakat Karo dan Hindu Dalam beberapa literatur tentang Karo. 2007 at 12:33 pm dan disimpan di bawah Eksistensi Kerajaan Haru-Karodengan pengait kata (tags) Brahma Putra. dan lainnya. Kecamatan STM Hulu. Kecamatan Galang. Kecamatan STM Hilir. Kecamatan Sibolangit. masyarakat Karo tidak hanya mencakup Kabupaten Dati II Karo sekarang ini saja. Secara administrasi negara. Kecamatan Sunggal (Brahmana. 1995:11). Inilah diperkirakan awal terbentuknya nama Karo. Karo dari Jaman ke Jaman. Kecamatan Lau Bakeri dan Kecamatan Namorambe (Tambun. Kecamatan Deli Tua. 2008 by satya sembiring Oleh Pertampilan Sembiring Brahmana Pendahuluan Masyarakat Karo adalah salah satu etnis yang ada di Sumatera Utara. Kecamatan Tanjong Morawa. Golongan lainnya adalah Kaum Imam Pewet dan Kaum Tok Batee yang merupakan campuran suku pendatang. Dikemudian hari terjadi pencampuran antar suku Karo dengan suku Hindu dan mereka disebut sebagai kaum Jasandang. tetapi mencakup kewedanaan Karo Jahe yang mencakup daerah tingkat II Deli Serdang.25 Km2 atau 3. Kecamatan Kuala. Kecamatan Salapian dan Kecamatan Bahorok. Sebanyak tiga ratus (300) orang suku Karo akan berkelahi dengan empat ratus (400) orang suku Hindu di suatu lapangan terbuka. Kecamatan Kutalimbaru. Perang tanding ini dapat didamaikan dan sejak saat itu suku Karo disebut sebagai kaum tiga ratus dan kaum Hindu disebut kaum empat ratus. terdiri dari Kecamatan Pancurbatu. Di daerah-daerah ini banyak ditemukan masyarakat Karo. Tulis komen atau tinggalkan trackback: URL Trackback. Di daerah tingkat II Langkat mencakup Kecamatan Sei Binge. Tandai permalink. Haru-Karo. Kecamatan Bangun Purba.

Tarigan dan Perangin-Angin menjadi bagian dari masyarakat Karo sekarang. maupun ke luar wilayah negara Indonesia. Mbiring artinya hitam. Akhirnya masyarakat Karo yang terdiri dari merga si lima yang berdomisili di Dataran Tinggi. Sembiring. Bagi penduduk Asia Tenggara. di Jawa maupun di daerah lainnya. walaupun kebudayaan Hindu telah mengalami masa surut pada daerah di Indonesia akibat didesak oleh Islam dan Kristen. Kedatangan mereka ke dataran tinggi Karo. barangkali yang keabadiannnya kelak melebihi usia bangunan Candi adalah marga yaitu marga Sembiring. tidak secara langsung. sebelum klen Karo-Karo. Kedatangan kelompok klen Karo-Karo. Tidak dapat disangkal. Dairi Langkat. Pembentukan ini berkaitan dengan keamanan. masih kokoh berdiri bangunan Candi. dalam bentuk fisik. Sembiring diidentifikasikan berasal dari orang-orang Hindu Tamil yang terdesak oleh pedagang Arab di Pantai Barus menuju Dataran Tinggi Karo. sedangkan dalam bentuk nonfisik. seperti ke Deli Serdang. Ginting. Klen Tarigan adalah petualangan yang datang dari Simalungun dan Dairi. Si e mbiring artinya yang ini hitam. Penyebarannya secara bergelombang. sebagai salah satu jalan keluar untuk mengatasi pergolakan antara orang-orang yang datang dari kerajaan Aru dengan penduduk asli. boleh jadi terutama disebabkan terdesak oleh pedagang-pedagang Arab dengan Agama Islamnya. Boleh jadi setelah beberapa tahun atau puluhan tahun menetap di sekitar pantai Pulau Sumatera. Mereka ini masuk ke dataran tinggi Karo. bahasa maupun tatacara kehidupan masyarakat masih dapat ditemui pada kelompok-kelompok masyarakat Indonesia tertentu. Simalungun dan Tanah Alas (Aceh Tenggara). Khusus pada masyarakat Karo. tetapi sesuai dengan proses peralihan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat Karo Tua kepada masyarakat Karo Baru yakni lebih kurang pada tahun 1780. Di Sumatera. karena mereka sama-sama menuju dataran tinggi Karo. Bahkan secara individu kini mulai menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Ginting. menurut Sangti mendorong terjadi pembentukan merga si lima (Marga yang lima). Perangin-angin adalah petualangan yang datang dari Tanah Pinem Dairi. Melihat makna kata Si e mbiring. kondisi ini akhirnya. Kini hasil pembentukan klen ini akhirnya melahirkan merga si lima (klen yang lima) yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Karo saat ini. peninggalan Hindu yang paling monumental adalah marga yaitu marga Sembiring. Tetapi diperkirakan Sembiring ini adalah marga yang termuda dari lima cabang marga yang ada pada masyarakat Karo. Tongging dan akhirnya sampai di Dataran Tinggi Karo. . telah ada penduduk asli Karo pertama yakni klen Karo Sekali. Sembiring. kiranya cukup jelas bahwa yang dimaksud adalah segerombolan manusia yang berkulit hitam. kemudian menyebar ke berbagai wilayah di sekitarnya. namun sisa-sisa keberadaannya yang bersifat monumental masih banyak ditemukan. Penyebaran atau kedatangan orang-orang Tamil ini diperkirakan tidak bersamaan waktunya. Klen Ginting misalnya adalah petualangan yang datang ke Tanah Karo melalui pegunungan Layo Lingga. Tarigan dan Perangin-Angin. Sembiring berasal dari kata Si + e + mbiring. akhirnya membuat klen pada masyarakat Karo semakin bertambah. Marga Sembiring dan Keturunan Masyarakat Hindu Dari sekian banyak peninggalan Hindu yang terdapat pada masyarakat Karo. Sejak kapan resmi Sembiring menjadi bagian dari marga masyarakat Karo. tidak diketahui pasti. Pembentukan ini bukan berdasarkan asal keturunan menurut garis bapak (secara genealogis patrilineal) seperti di Batak Toba. seperti agama Hindu. orang-orang yang berkulit hitam ini adalah orang Tamil atau Keling yang berasal dari Asia Selatan (India).Menurut Sangti (1976:130) dan Sinar (1991:1617).

Tualang. Perbaji. Bekawar Sarinembah. Payung. Gunungmeriah Rumah Kabanjahe. Gurusinga Tekang Kaban Muham Susuk.Brahma Putro menyebutkan kedatangan orang Hindu ini ke pegunungan (Tanah Karo) di sekitar tahun l33l-l365 masehi. Limang. Naman. setelah resmi menjadi bagian dari masyarakat Karo adalah sebagai berikut N o 1 2 3 4 5 6 Sembiring Desa Asal (Kuta Kemulihen) Kembaren Sinulaki Keloko Pandia Gurukinayan Brahmana Samperaya. Selandi. Negeri Colia Kubucolia. Mereka sampai di Karo disebabkan mengungsi karena kerajaan Haru Wampu tempat mereka berdiam selama ini diserang oleh Laskar Madjapahit. Orang-orang Tamil (+ pembauran) yang kalah bersaing ini lalu menyingkir ke pedalaman pulau Sumatera. Perbesi. Beganding Gurukinayan. Martelu. salah satu daerah yang mereka datangi adalah Tanah Karo. Paropo Seberaya. Rajaberneh. Adapun pembagian marga Sembiring. Munte Seberaya. Menurut cerita-cerita dari tetua. Paropo Pergendangen. Pandan. Lau Perimbon . Perbesi. Kidupen. Mereka disapa dengan si mbiring. akan tetapi ada pula yang memberikan hipotesa. kedatangan mereka di Tanah Karo diterima dengan baik. penyebaran orang-orang Tamil ini akibat terdesak oleh pedagang-pedagang Arab (Islam) yang masuk dari Barus. Perbesi Busok Kidupen. Akhirnya pengucapan si mbiring berubah menjadi Sembiring dan kemudian menjadi marga yang kedudukannya sama dengan marga yang lain. Pasirtengah 7 Meliala 8 9 Depari Pelawi 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 Maha Sinupayung Jumaraja. Kandibata. Munte Ajijahe. Seberaya Pandebayang Buluhnaman. Perbesi. Liangmelas Silalahi.

Colia. Pande Bayang. Gurukinayan. Misalnya Sembiring Pandia diduga berasal dari daerah Pandya. tetapi abu jenasahnya mereka kubur. Tekang dari daerah Teykaman. tidak terletak dalam wilayah Kabupaten Karo. Mereka ini tidak berpantang memakan daging anjing.1 7 1 8 1 9 2 0 Sinukaban Tidak diketahui lagi desa asalnya Keling Rajaberneh. Sedangkan Sembiring yang berasal dari Kerajaan Pagarruyung terdiri dari lima sub marga yaitu Sembiring Kembaren. sumber pertama yang berasal dari Hindu Tamil dan yang kedua berasal dari Kerajaan Pagarruyung. Juhar Bunu Aji Kutatengah. Kelompok Sembiring Brahmana. Keling. Gurukinayan dan Keling menganggap mereka seketurunan. Sama seperti kelompok Sembiring Singombak. boleh mengadakan perkawinan sesama mereka di luar dari kelompoknya. . Beganding Sinukapar Sidikalang. Pelawi. Kelompok Sembiring ini juga memperabukan jenasah keluarga mereka yang meninggal dunia. Pertumbuken Catatan: Desa asal ini dapat berarti desa yang dibangun atau didirikan oleh subklen marga tersebut. Busok. Keloko. Colia. Paropo. Saat ini pada umumnya kelompok marga Sembiring ini sudah memeluk agama Kristen atau Islam dan tidak lagi memperabukan jenasahnya seperti dahulu. Maha. Meliala dari daerah Malaylam. Demikian pula dengan Depari. Sinulaki. Sinupayung dan Bangko. Bunu Aji dan Busok. Muham dari daerah Muoham. Tekang dan Kapur. Namun kesembilan sub marga Sembiring yang terbagi ke dalam dua kelompok ini. Khusus untuk Sembiring Bangko. Adapun penyebab lahirnya sub-sub marga ini beberapa diantaranya. Dijuluki Sembiring Singombak karena dahulu. Bukan dibuang seperti yang dilakukan kelompok Sembiring Singombak. Pandia. Meliala. Sembiring Singombak ini terdiri dari 15 sub marga yaitu Brahmana. seperti halnya para keturunan Raja Hindu Pagarruyung yang menetap di Sumatera Barat sudah pula menjadi bagian dari masyarakat Minangkabau. sehingga mereka tidak boleh mengadakan perkawinan antar sesama mereka. mereka ini juga menganggap seketurunan dan pantang mengadakan perkawinan antar sesama mereka. Sarintonu. Muham. diduga berasal dari nama daerah asal mereka di India. Pandia. tetapi terletak dalam wilayah Batak yang lain. Pelawi. Colia dari daerah Chola. Bunu Aji. Depari. atau desa awal yang mereka tempati sejak menjadi bagian dari masyarakat Karo atau desa asal mereka dari daerah luar budaya Karo. Aceh Tenggara dan sudah menjadi bagian dari masyarakat Alas. mereka tidak mengubur jenasahnya tetapi memperabukannya (dibakar) dan abunya ditaburkan di Lau Biang (Sungai Wampu). Mereka ini berpantang memakan daging anjing. kelompok Sembiring yang berasal dari Kerajaan Pagarruyung ini juga dilarang mengadakan perkawinan sesama mereka. Beberapa desa asal ini seperti Silalahi. Brahmana dari kelompok Pendeta Hindu. Sembiring yang berasal dari Hindu Tamil disebut Sembiring Singombak. apabila ada keluarga mereka yang meninggal dunia. Klen Sembiring pada masyarakat tersebut di atas berasal dari dua sumber. Kelompok ini sekarang berdomisili di Alas.

Mereka yang mengidentifikasi kelompoknya sebagai etnis X. Di pedesaan Karo sekarang ini banyak penduduknya “bukan” lagi orang Karo tetapi sudah diisi dengan penduduk pendatang seperti dari Suku Jawa. Pandangan ini berasal dari kemiripan bentuk fisik orang Aceh saat ini dengan bangsa-bangsa yang disebut di atas. Artinya banyak dari mereka lebih memahami adat istiadat masyarakat Karo daripada individu Karo tersebut. bukanlah berasal dari klaim etnis yang murni. dahulu kala sebenarnya boleh jadi berasal dari dukungan individu-individu etnis lain yang berasimiliasi. tetapi dalam pengertian luas (lebih luas) bukan hanya yang terdapat pada masyarakat Karo saja. Anjing oleh subklen Sembiring Brahmana. tetapi semua keturunan yang berasal dari Asia Selatan yang sekarang sudah membaur dengan penduduk setempat. Penutup Dari uraian-uraian di atas. Burung Balam oleh subklen klen Tarigan. C (Campa). kasus yang sama dan hampir sama misalnya di Aceh. Marganya mengingatkan kepada asal-usulnya. etnis Y kini. etnis Y. Jambi. di Sumatera di luar masyarakat Karo yang sudah menjadi bagian dari masyarakat setempat. yang akhirnya menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Karo. Dalam masyarakat Karo mitos tersebut berkaitan dengan totem (totem yaitu kepercayaan adanya hubungan khusus antara sekelompok orang dengan binatang atau tanaman atau benda mati tertentu). antara lain seperti yang terjadi pada masyarakat Karo.Dalam hal ini. yang ada di wilayah Indonesia. Misalnya masyarakat Aceh yang tinggal di Kabupaten Aceh Besar. oleh subklen Sebayang. Misalnya Batak Toba. tetapi bila dilihat dari fisik atau warna kulit sudah semakin sulit. Riau. jelaslah bahwa orang-orang yang bermarga Sembiring pada masyarakat Karo pada mulanya bukanlah orang “Karo Asli”. Gejala-gejala seperti ini dapat disamakan dengan keadaan penduduk di pedesaan daerah Karo saat ini. tidak memitoskan asal usulnya seperti etnis atau kelompok marga lain. yang mengusut asal-usul leluhurnya dari langit yang turun di puncak gunung Pusuh Buhit (Toba). atau yang mengusul asal usulnya dan berkesimpulan dari lapisan yang paling indah yang mereka sebut Tetoholi Ana’a yang turun di wilayah Gomo (Nias). malah banyak yang berkulit kuning langsat mirip bangsa lain seperti Cina. Dalam pengertian sempit Sembiring hanyalah yang terdapat dalam masyarakat Karo. Mereka adalah penduduk pendatang yang kemudian berbaur dengan penduduk setempat. Manfaat Pengungkapan Histografi Tradisional Apa manfaat pengungkapan histografi tradisional seperti ini? Manfaat pengungkapan histografi tradisional seperti ini adalah untuk menunjukkan bahwa boleh jadi. banyak yang . Misalnya haram mengkonsumsi daging binatang seperti Kerbau Putih. membaur yang akhirnya menjadi bagian etnis X. mereka akhirnya fasih berbahasa Karo dan diberi marga dan justru lebih Karo dari individu Karo sendiri. Banyak yang bermarga Sembiring tidak lagi berkulit Hitam seperti asal-usulnya. Di Sumatera Barat seperti keturunan Raja Hindu Pagarruyung yang lain yang sudah menjadi bagian dari masyarakat Minang. etnis Y tersebut pada hari ini. apa yang kita klaim sebagai kemurnian etnis misalnya etnis X. apakah itu di Aceh yang sudah menjadi bagian dari masyarkat Aceh. Dari data sejarah etnis Aceh ada pandangan yang mengatakan Aceh itu adalah akronim dari A (Arab). Ciri-ciri utama yang kini masih dapat dikenali dari keturunan Hindu ini adalah marganya. E (Eropah – Portugis) dan H (Hindi – Hindu). atau yang mengkaitkannya dengan turunan Raja Iskandar Zulkarnain yang turun di Bukit Siguntang Palembang (Melayu). kelompok marga Sembiring dalam masyarakat Karo. Di luar masyarakat Karo.

pemahaman seperti ini sangat penting. Menelusuri Wilayah Bahasa Karo. fisik mereka menyerupai orang Arab. Bunga Rampai Seminar Kebudayaan Karo Dan Kehidupan Masa Kini. Jakarta: PT. Brahma. sebelum Indonesia menjadi satu negara. Bandung: Yirama. Masyarakat Lamno di Aceh Barat menyerupai orang Portugis. Brahmana. dari Universitas Udayana Denpasar Tahun 1998 (kawarmedan@yahoo. 1952. Penulis adalah Magister Kajian Budaya dengan Pengkhususan Sistem Pengendalian Sosial. Karo Dari Jaman Ke Jaman I. 1995. Denpasar 1. 1981. 2002. Sebayang. 1986. masyarakat Aceh di Sigli (Pidie) dan Lhokseumawe (Aceh Utara) banyak yang mirip India (Tamil). misalnya masyarakat Betawi. padahal dalam klaim itu ada spirit provokasi yang dilakukan oleh kalangan tertentu untuk kepentingannya apakah itu atas nama etnis untuk kepentingan diri si elit. J. Kesadaran. 2. Brahmana.K. No. untuk kelompok si elit atau mungkin aspirasi politik si elit di era otonomi daerah ini khususnya dalam kepentingan pilkada atau kepentingan lainnya yang bersifat merusak spirit multikulturalisme atau pluralisme bangsa yang sudah terbangun sejak dahulu kala. Bangun. Darwan-Darwin. Tarigan. Jakarta: Depdikbud. Perekat Hati Yang Tercabik.com) Tulisan ini pernah dipublikasikan pada Jurnal Dinamika Kebudayaan. ARTIKEL . agar kita sebagai individu atau sebagai kelompok tidak mudah terjebak dalam klaim kemurnian etnis. Medan: Tenah. Tambun. 1986. Djalil.H. Sejarah dan Kebudayaan Karo. Monografi Daerah Sumatera Utara. R. Corat-Coret Budaya Karo. Medan: Yayasan Massa. Di Sumatera Barat. 1987. L. Medan. Masyarakat Betawi ada yang berasal dari keturunan bangsa Eropah (Portugis atau Belanda). Medan: Ulamin Kisat. Hutauruk. Kini para pembauran tersebut sudah menjadi bagian dari masyarakat etnis tersebut. M. Jakarta: Penerbit Erlangga. Djakarta: Balai Pustaka. 1972. Putro. Kepustakaan Anonim. Jakarta: Bharata. keturunan Raja Hindu Pagarruyung.S. Manusia Batak Karo. Yusuf. 1976. M. Neumann.bergelar Sayid atau Syarifah. Tridah. Adat Istidat Karo. Medan. 1986. Sejarah Ringkas Tapanuli: Suku Batak. Rakutta S. 1985. Sebuah Sumbangan: Sejarah Batak Karo. Vol VII. 1986. Sarjani (ed). P. Banda Aceh-Yogya: Penerbit Yayasan Ulul Arham (YUA) dan Pustaka Pelajar. Inti Idayu Pers. Sejarah Sebayang Mergana. 2005 yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Unversitas Udayana. Sedangkan di luar Pulau Sumatera. Prinst.

Simalungun.15:54 WIB Asal Usul Etnis dan Nama Karo Daerah Sumatera Utara terdiri dari daerah pantai. dataran tinggi dan pegunungan. Pakpak Dairi. Kata Haru ini berasal dari nama kerajaan Haru yang berdiri sekitar abad 14 sampai abad 15 di daerah Sumatera Bagian Utara.dengan segolongan binatang atau tanaman atau benda mati sebab dipercayai antara benda-benda itu dengan dirinya ada suatu hubungan yang erat dan sangat khusus.680 km2 dan terletak antara 1 dengan 4 lintang Utara dan antara 98 dengan 100 bujur timur. Dataran Karo. Ginting. Kemudian pengucapan kata Haru ini berubah menjadi Karo. asal-usul suku di Sumatera Utara bervariasi. karena mereka sama-sama menuju dataran tinggi Karo. Sembiring. ada ditemukan mitos tentang asal usul etnis ini. atau yang mengusul asal usulnya dab berkesimpulan dari lapisan yang paling indah yang mereka sebut Tetoholi Ana'a yang turun di wilayah Gomo (Nias). Dalam beberapa literatur tentang Karo. oleh subklen Sebayang. Ginting. akhirnya membuat masyarakat Karo semakin banyak. Dalam masyarakat Karo mitos tersebut berkaitan dengan totem16. Pembentukan ini bukan berdasarkan asal keturunan menurut garis bapak (secara genealogis patrilineal) seperti di Batak Toba. dengan mata pencaharian sehari-hari adalah bertani. Klen Tarigan adalah petualangan yang datang dari Dolok Simalungun dan Dairi. Tarigan dan Perangin-angin menjadi bagian dari masyarakat Karo sekarang. Berdasarkan mitos yang ada. ada yang berasal dari lapisan yang paling indah yang disebut Tetoholi Ana'a yang turun di wilayah Gomo (Nias). Sembiring diidentifikasikan berasal dari orang-orang Hindu Tamil yang terdesak oleh pedagang Arab di Pantai Barus menuju Dataran Tinggi Karo. etimologi Karo berasal dari kata Haru. Mitos ini tidak berkait erat dengan hal-hal yang sulit ditelusuri oleh akal seperti yang mengusut asal-usul leluhurnya dari langit yang turun di puncak gunung Pusuh Buhit (Toba). Batak Toba. dataran rendah. Tarigan dan Peranginangin. Dalam masyarakat Karo pun. Dengan kedatangan kelompok klen Karo-Karo. kondisi ini akhirnya. atau yang mengkaitkannya dengan turunan Raja Iskandar Zulkarnain yang turun di Bukit Siguntang Palembang (Melayu). Perangin-angin adalah 16 Totem yaitu kepercayaan akan adanya hubungan gaib antara sekelompok orang sesekali dengan seseorang . Misalnya haram mengkonsumsi daging binatang seperti Kerbau Putih. Klen Ginting misalnya adalah petualangan yang datang ke Tanah Karo melalui pegunungan Layo Lingga. Inilah diperkirakan awal terbentuknya nama Karo. Pesisir. Anjing oleh subklen Brahmana. ada yang mengusut asal-usul leluhurnya dari langit yang turun di puncak gunung Pusuh Buhit (Toba). Karo. Berdasarkan perkiraan-perkiraan yang disusun para ahli. Mandailing dan Nias. Luas daerah Sumatera Utara sekitar 71. ada yang berasal dari turunan Raja Iskandar Zulkarnain yang turun di Bukit Siguntang Palembang (Melayu). sedangkan pegunungan bukit barisan yang membujur di tengahtengah dari utara ke selatan merupakan daerah pegunungan. tetapi sesuai dengan proses peralihan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat Karo Tua kepada . Burung Balam oleh subklen klen Tarigan.11 Juni 2006 . Tongging dan akhirnya sampai di dataran tinggi Karo. Penduduk pribumi Sumatera Utara terdiri dari suku Melayu. Hal inilah maka kemudian corak ragam budaya penduduk pribumi Sumatera Utara ditemukan perbedaan-perbedaaan. penduduk asli Sumatera Utara ini berasal dari Hindia Belakang yang datang ke kawasan ini secara bertahap. menurut Sangti mendorong terjadi pembentukan merga si lima. Sembiring. Daerah pantai terletak sepanjang pesisir timur dan barat dan bersambung dengan dataran rendah terutama di bagian timurnya. sebelum klen Karo-Karo. petualangan yang datang dari Tanah Pinem Dairi. Menurut Sangti (1976:130) dan Sinar (1991:1617). Toba dan Humbang merupakan dataran tinggi. telah ada penduduk asli Karo pertama yakni klen Karo Sekali.

dan Dataran Tinggi Karo sampai Tanah Alas (Propinsi Aceh = Aceh Tenggara). yang terlepas dari perbedaan-perbedaan antar suku.. 100 meter di atas permukaan laut. Daerah Wilayah Budaya Masyarakat Karo Menurut Neumann (1972:8) wilayah Karo adalah suatu wilayah yang luas. Deli Serdang. wilayah Karo ini dibagi atas beberapa daerah. Batak Pak-Pak. Pada masa penjajahan Belanda. yang terdiri dari kecamatan Selapian dan kecamatan Bahorok dimasukkan ke Kabupaten Langkat sekarang. Deli Serdang. Kini pembentukan klen ini akhirnya melahirkan merga si lima (klen yang lima) yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Karo saat ini. 1981). masuk menjadi daerah Kabupaten Dairi. Bangsa Batak Karo berada di Langkat. Karo Dusun. 7645. 2. Pembagian ini bermotif kepentingan politik pemerintahan jajahan Belanda. yang terdiri dari kecamatan Serbanyaman. 4. Daerah ini boleh jadi mencakup Langkat. dengan besluit Goverment Bijblad No. Pada tanggal 19 April 1912. Karo Timur. Pada tanggal 19 April 1912. Bahkan secara individu kini mulai menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Pak-Pak Dairi sampai Tanah Alas. Dairi Langkat. Berdasarkan perkiraan Neumann dan Parlindungan di atas. yang berbeda dengan Batak Toba. 3. wilayah ini terletak 1000 meter di atas permukaan laut yang mencakup di sekitar Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. Karo Bingei. dan wilayah Karo Dusun. 5. Sementara itu Parlindungan (1964:495) membagi wilayah Karo menjadi dua bahagian yaitu Wilayah Karo Gunung. maupun ke luar wilayah negara Indonesia. dengan memasukkan daerah Karo Baluren. 6. menetapkan batas-batas Kabupaten Karo dengan Kabupaten Simalungun sekarang dengan memasukkan Urung Silima Kuta ke dalam daerah tingkat II Kabupaten Simalungun. seperti ke Deli Serdang. sepanjang sungai renun kecamatan Tanah Pinem dan Kecamatan Lingga. dimasukkan ke daerah tingkat II Kotamadya Medan. dengan memisahkan seluruh pantai Timur dengan Kabupaten Karo sekarang. sebagai salah satu jalan keluar untuk mengatasi pergolakan antara orang-orang yang datang dari kerajaan Aru dengan penduduk asli. 604) ditetapkan batas-batas Kabupaten Karo dengan Kabupaten Dairi. 17. Simalungun. kemudian menyebar ke berbagai wilayah di sekitarnya. 1.Batak Timur (?= Simalungun). telah ditetapkan pula batas antara Kabupaten Karo sekarang dengan Deli Hulu.masyarakat Karo Baru yakni lebih kurang pada tahun 1780. Akhirnya masyarakat Karo yang terdiri dari merga si lima yang berdomisili di dataran tinggi. dengan besluit Goverment No. Namun setelah kedatangan Belanda (Putro. wilayah budaya Karo pada zaman sebelum kedatangan Belanda sangat luas. Wilayah ini berada di luar dari Wilayah Karo Gunung. Pembentukan ini berkaitan dengan keamanan. Simalungun dan Tanah Alas (Aceh Tenggara). Seluruh perpaduan suku-suku Batak Karo diikat oleh suatu dialek yang dapat dimengerti dimana-mana dan hampir tidak ada perbedaannya antara yang satu dengan yang lain. Pada tahun 1908 (stbl no. yang menganggap dirinya termasuk ke dalam Batak Karo. pemerintahan jajahan Belanda membagi daerah Karo dibagi menjadi 5 wilayah yang terdiri dari (1) Wilayah . kecamatan Sunggal dan kecamatan Delitua dimasukkan ke Kabupaten Deli Serdang.

Di daerah tingkat II Langkat mencakup Kecamatan Sei Binge. Kecamatan Kuala. Indonesia. terdiri dari Kecamatan Pancurbatu. Kini yang masuk ke dalam daerah wilayah Karo secara politik adalah yang terletak dan masuk ke dalam wilayah Kabupaten Tingkat II Karo dengan ibukotanya berkedudukan di Kabanjahe.01 % dari luas wilayah Propinsi Sumatera Utara. Kecamatan Sunggal (Brahmana.Lingga. sedangkan untuk perempuan disebut beru. Kecamatan Simpang Empat. Kecamatan Tiganderket. Kecamatan Selesai dan Kecamatan Padang Tualang. Suhu udara di Kabupaten Tingkat II Karo antara 160 270 dengan kelembaban udara rata-rata 82%. Kecamatan Juhar dan Kecamatan Mardinding. (4) Wilayah Barusjahe. Kecamatan Tanjong Morawa. Kecamatan Galang. Kecamatan Brastagi. Masing-masing wilayah ini terdiri dari beberapa desa. Luas Kabupaten Tingkat II Karo 2. Kecamatan STM Hilir. Kabupaten Daerah tingkat Karo ini terletak pada kordinat 20 40' 30 10' LU dan 970 55' 980 38'. Kecamatan Kutalimbaru. Kecamatan BiruBiru. Merga : Suku Karo memiliki sistem kemasyarakatan atau adat yang dikenal dengan nama merga silima. dan terletak pada ketinggian 140 m 1. Pada masa Pemerintahan Jepang. dan di daerah Aceh Tenggara. Merga atau beru ini disandang di belakang nama seseorang. Kecamatan Bangun Purba. Merga dalam masyarakat Karo . 1995:11). Kecamatan Tigapanah Kecamatan Kabanjahe. Pakaian adat suku ini didominasi dengan warna merah dan penuh dengan perhiasan emas. Kecamatan Deli Tua. di daerah tingkat II Simalungun di sekitar perbatasan Karo dengan Simalungun. Kecamatan Salapian dan Kecamatan Bahorok. Ada sebagian dari suku ini tidak mau disebut etnis Batak karena mereka mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba. Marga atau dalam bahasa Karo disebut merga tersebut disebut untuk laki-laki. bermukim di daerah pegunungan tepatnya di daerah Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. dan rakut sitelu. Kecamatan Gunung Meriah. tutur siwaluh. Kecamatan Laubaleng. kini Kabupaten Karo dibagi atas 13 wilayah Kecamatan yang mencakup Kecamatan Barus Jahe. (3) Wilayah Suka.127. di kecamatan Tanah Pinem. Masyarakat Karo mempunyai sistem marga (klan).25 Km2 atau 3. Kecamatan Patumbak. Di daerah tingkat II Dairi. Kutabuluh. Secara administratif. Namun setelah Indonesia merdeka wilayah ini masuk menjadi bagian daerah tingkat II Kabupaten Karo yang dikepalai oleh seorang Bupati yang berkedudukan di Kabanjahe. Kecamatan Payung. Kecamatan Sibolangit. Kecamatan Munte.400 m di atas permukaan laut. 1952:177-179). Kecamatan Tiga Binanga. wilayah ini tidak mengalami perubahan. Namun demikian bila membicarakan wilayah budaya masyarakat Karo secara tradisional (kultural) tidak hanya mencakup Kabupaten Dati II Karo sekarang ini saja. Menganal lebih jauh Suku Karo di Sumatra Utara Suku Karo adalah salah satu suku yang berasal dari Sumatra Utara. tetapi mencakup kewedanaan Karo Jahe yang mencakup daerah tingkat II Deli Serdang. Kecamatan Lau Bakeri dan Kecamatan Namorambe (Tambun. (2) Wilayah Sarinembah. Kecamatan Kutabuluh. Kecamatan STM Hulu. batas-batasnya adalah: Sebelah Sebelah Sebelah Sebelah Utara dengan Langkat dan Deli Serdang Selatan dengan Dairi dan Danau Toba Timur dengan Simalungun dan Barat dengan Aceh Tenggara (Prop Aceh). Kecamatan Merek. dan (5) Wilayah Kutabuluh.

senina. Rakut Sitelu : Hal lain yang penting dalam susunan masyarakat Karo adalah rakut sitelu atau daliken sitelu (artinya secara metaforik adalah tungku nan tiga). Anak beru. kecuali pada merga Sembiring dan Peranginangin ada yang dapat menikah diantara mereka. Sembuyak. Anak beru dapat terjadi secara langsung karena mengawini wanita keluarga tertentu. Jadi seseorang itu menjadi kalimbubu adalah berdasarkan perkawinan. maka mereka disebut juga (b)ersenina. maka merga Tarigan adalah kalimbubu bena-bena/kalimbubu tua dari anak A. kalimbubu ini dapat dikelompokkan lagi menjadi: Kalimbubu bena-bena atau kalimbubu tua. yaitu terdiri dari delapan golongan: puang kalimbubu. dalam bahasa Karo disebut sindauh ipedeher (yang jauh menjadi dekat). seperti anak beru menteri dan anak beru singikuri. Kalau laki-laki bermarga sama. yaitu: kalimbubu. Sipemeren. Bagian ini didukung lagi oleh pihak sibaribanen. maka Tarigan adalah kalimbubu Si A. tutur siwaluh ini masih dapat dibagi lagi dalam kelompokkelompok lebih khusus sesuai dengan keperluan dalam pelaksanaan upacara yang dilaksanakan. Arti rakut sitelu tersebut adalah sangkep nggeluh (kelengkapan hidup) bagi orang Karo.terdiri dari lima kelompok. Kalimbubu dapat didefinisikan sebagai keluarga pemberi isteri. yaitu kelompok pemberiisteri kepada kelompok tertentu yang dianggap sebagai kelompok pemberi isteri adal dari keluarga tersebut.Anak beru ini terdiri lagi atas: anak beru tua. Namun antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bermerga sama. Kelima merga tersebut adalah: Karo-karo. sembuyak. mereka disebut erturang. dianggap bersaudara dalam arti mempunyai nenek moyang yang sama. yang berarti ikatan yang tiga. Kalimbubu adalah kelompok pemberi isteri kepada keluarga tertentu. Setiap orang Karo mempunyai salah satu dari merga tersebut. Peranginangin Kelima merga ini masih mempunyai submerga masing-masing. yang disebut dengan merga silima. anak beru. Kalimbubu iperdemui. Orang yang mempunyai merga atau beru yang sama. dan senina keluarga satu galur keturunan merga atau keluarga inti. berarti kalimbubu yang dijadikan kalimbubu oleh karena seseorang mengawini putri dari satu keluarga untuk pertama kalinya. Merga ayah juga merga anak. Senina. Anak beru tua adalah anak beru yang utama. demikian juga antara perempuan dengan perempuan yang mempunyai beru sama. Senina Sepengalon atau Sendalanen. Kalimbubu simada dareh adalah berasal dari ibu kandung seseorang. yang berhubungan dengan penuturan. secara harfiah se artinya satu dan mbuyak artinya kandungan. anak beru keluarga yang mengambil atau menerima isteri. Jika A mempunyai anak. Kelengkapan yang dimaksud adalah lembaga sosial yang terdapat dalam masyarakat Karo yang terdiri dari tiga kelompok. maka mereka disebut (b)ersenina. senina sepengalon/sendalanen. adalah anak beru dalam satu keluarga turun temurun. yaitu sebagai berikut: Puang kalimbubu adalah kalimbubu dari kalimbubu seseorang. Paling tidak tiga generasi telah mengambil isteri dari keluarga tertentu (kalimbubunya). Tarigan. Tutur siwaluh adalah konsep kekerabatan masyarakat Karo. kalimbubu. karena dianggap darah merekalah yang terdapat dalam diri keponakannya. berarti pihak yang mengambil isteri dari suatu keluarga tertentu untuk diperistri. Kalimbubu simada dareh adalah saudara laki-laki dari ibu kandung seseorang. jadi artinya adalah orang-orang yang lahir dari kandungan atau rahim yang sama. yaitu orang-orang yang mempunyai isteri yang bersaudara. yaitu orang yang bersaudara karena mempunyai anak-anak yang memperisteri dari beru yang sama. senina . yaitu mereka yang bersadara karena mempunyai merga dan submerga yang sama. Namun dalam masyarakat Karo istilah ini digunakan untuk senina yang berlainan submerga juga. dan secara tidak langsung melalui perantaraan orang lain. yaitu orang-orang yang ibu-ibu mereka bersaudara kandung. yang berarti marga yang lima. Disebut kalimbubu simada dareh karena merekalah yang dianggap mempunyai darah. anak beru menteri Dalam pelaksanaan upacara adat. Sembiring. Ginting. karena tanpa kehadirannya dalam suatu . Merga diperoleh secara otomatis dari ayah. sehingga dilarang melakukan perkawinan. senina sipemeren. Jadi kalimbubu bena-bena atau kalimbubu tua adalah kalimbubu dari ayah kandung. Misalnya A bermerga Sembiring bere-bere Tarigan. anak beru.

pada abad ke-15. Medan. . Dalam panggilan sehari-hari anak beru disebut juga bere-bere mama. Salah satu Keturunan Gocah Pahlawan adalah Sultan Ma'moen Al-Rasyid Perkasa Alamsyah. Setelah menguasai ibu kota Kerajaan Haru di Deli Tua. Anak beru sekoh baka tutup adalah anak saudara perempuan dari seorang kepala keluarga. yaitu Langkat. Kerajaan Haru itu termasuk salah satu kerajaan terbesar di Sumatera. Ia adalah Panglima Perang Aceh yang ditempatkan di sekitar wilayah Kerajaan Haru. di wilayah bekas Kerajaan Haru ini telah berdiri sebelas kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara bagian timur. Salah satu wisata sejarah di Sumut yang belum banyak dikenal orang adalah menelusuri sejarah Kerajaan Haru. maka upacara tersebut tidak dapat dimulai. antara lain wisata sejarah. yaitu anak beru yang secara langsung dapat mengetahui segala sesuatu di dalam keluarga kalimbubunya. maka anak Si B adalah anak beru cekoh baka tutup dari Si A. Ada pula yang disebut anak beru singkuri. Misalnya Si A seorang laki-laki. dan Aceh pada sebuah pertalian. mempunyai saudara perempuan Si B. Sumatera Utara. Asal kata menteri adalah dari kata minteri yang berarti meluruskan. Anak beru ini mempersiapkan hidangan dalam konteks upacara adat. dan Labuhan Batu. 6 April 2002. Penempatan tersebut dilakukan untuk meredam pemberontakan terhadap Kerajaan Aceh pada masa Raja Iskandar Muda. Gocoh Pahlawan meminang putri keturunan Karo dan mendirikan Kerajaan Deli di tempat yang sama. Melayu. Situs Sejarah yang Terlupakan [i][u]oleh: arbain rambey[/u][/i] SELAIN wisata alam Danau Toba dan alam pegunungan di Bukit Lawang. Simalungun. Sultan pertama Kerajaan Deli yakni Tuanku Panglima Gocoh Pahlawan.upacara adat yang dibuat oleh pihak kalimbubunya. Deli Serdang. Bujur Ras Mejuah juah/eddy surbakti DeliTua. yang merupakan salah satu cikal bakal kesultanan yang melahirkan Istana Maimoon di Medan. karena fungsinya dalam upacara adat sebagai pembicara dan pemimpin keluarga dalam keluarga kalimbubu dalam konteks upacara adat. yaitu anak berunya anak beru. Sejarah Kerajaan Haru pulalah yang memadukan masyarakat Karo. Pematang Siantar. mengawasi serta membantu tugas kalimbubunya dalam suatu kewajiban dalam upacara adat. Anak beru cekoh baka tutup. setara dengan Kerajaan Pasai dan Malaka. Binjai. Anak beru tua juga berfungsi sebagai anak beru singerana (sebagai pembicara). Sumatera Utara (Sumut) masih mempunyai beberapa segi wisata. yaitu anak berunya anak beru menteri. Karo. Karo. Saat ini. Sabtu. Istana itu bahkan masih berdiri megah hingga saat ini di tengah Kota Medan. yang membangun Istana Maimoen pada akhir abad ke19. dan Deli bisa dilihat dari hal ini. Jadi anak beru minteri mempunyai pengertian yang lebih luas sebagai petunjuk. Tanjung Balai. Tebing Tinggi. Pertalian Aceh. Anak beru menteri. Asahan. Berdasarkan catatan sejarah.

Mata air yang turun langsung dari bukit tersebut ditampung dalam sebuah bak tembok setinggi satu setengah meter. Pada hari libur atau akhir pekan. menyusuri pinggiran Sungai Deli dan menyeberangi sebuah jembatan gantung yang bergoyang saat dilewati. salah seorang penguasa terakhir Kerajaan Haru. "Orang Karo zaman dulu membangun rumah atau istana semata dari kayu. semua pancuran air tersebut telah dibuat permanen. Penduduk setempat mempercayai bahwa pancuran terbesar itu merupakan tempat Putri Hijau. untuk mandi. puluhan orang bermalam di pancuran ini. Air tersebut kemudian dikeluarkan melalui dua buah pipa plastik yang tidak pernah ditutup sehingga airnya yang jernih itu mengalir terus-menerus. Nama ini diberikan. Cocok untuk trekking sambil berwisata. Situs sejarah bekas Istana Kerajaan Haru berada dekat dengan pancuran yang kedua itu. Usai melewati jembatan gantung. Tepat di atas tanah datar itulah tempat Istana Kerajaan Haru dan permukiman penduduk Kampung Deli Tua dulu berada. Sementara. Sumatera Utara. Akan tetapi." kata Darwan Perangin-angin.MENJELAJAHI situs Kerajaan Haru adalah sebuah keasyikan tersendiri. KINI kita sudah dekat dengan situs sejarah peninggalan Kerajaan Haru. Setelah melalui jalan aspal beberapa saat. Kini. tidak ada peninggalan yang bisa kita rasakan saat ini. Kabupaten Deli Serdang. sampailah kita pada jalan yang diberi nama Jalan Pancur Gading. seorang tokoh masyarakat Karo yang mengarang buku "Adat Karo". Bukti bahwa gundukan tanah tersebut digunakan sebagai benteng pertahanan jaman Kerajaan Haru adalah letak gundukan tanah itu yang mengelilingi tanah datar yang ada di atas bukit itu. yaitu berasal dari tiga titik keluaran air. Gundukan tanah tersebut dibangun sebagai benteng pertahanan Kerajaan Haru saat menghadapi serangan laskar Sultan Aceh Alaiddin Mahkota Alam Johan Berdaulat atau Sultan Alaiddin Riayat Shah Al Qahhar. Jadi. sampailah kita di sana. letak gundukan tanah yang menghadap ke . Situs itu kini hanya menyisakan gundukan tanah dengan tinggi sekitar lima meter dan lebar empat meter sehingga membentuk parit-parit yang dalam dan panjang. perjalanan ke situs itu kemudian dilanjutkan dengan melewati jalan berbatu dan sempit. sering digunakan oleh penduduk di Kerajaan Haru. terletak setelah kita melewati pancuran pertama yang berada di pangkal Jalan Pancur Gading. mulai dari raja hingga dayang-dayang kerajaan. jangan membayangkan akan menjumpai runtuhan istana atau serakan batu candi misalnya. Dengan menaiki satu bukit lagi. Lokasi bekas ibu kota Kerajaan Haru itu terletak sekitar lima kilometer dari Pasar Deli Tua Baru di Jalan Deli Tua. dulunya. Pancuran yang terbesar. sebab di sepanjang jalan tersebut akan ditemui dua dari sebelas pancuran air yang dikeramatkan penduduk setempat. pada daerah yang udaranya masih bersih. Masyarakat setempat mempercayai bahwa pancuranpancuran air tersebut.

Ngirim Ginting juga mempunyai pengalaman sama. "Sudah saya jual. sekitar 10 tahun lalu. Dengan membayangkan bahwa keliling istana itu dulu dikelilingi pohon bambu. Uang logam emas bertuliskan huruf Arab tersebut digunakan pasukan Aceh untuk memancing pasukan Haru keluar dari bentengnya. yang masih tertinggal di dusun ini hanyalah ceritera-ceritera legenda yang dimiliki oleh hanya sebagian penduduknya.arah Sungai Deli dimaksudkan untuk menangkal serangan dari musuh yang masuk lewat laut melalui aliran Sungai Deli. serta beberapa peluru timah berbentuk bulat. seperti Putri Hijau yang mempunyai dua orang saudara yang berubah wujud menjadi naga dan meriam puntung.000 segramnya. dan dengarkan berbagai ceritera menarik dari penduduk. Di sekitar sini juga pernah ditemukan patung naga terbuat dari emas dan pada bagian matanya dari berlian. Perjalanan dilanjutkan ke permukiman penduduk yang terdekat dengan situs sejarah ibu kota Deli Tua tersebut. yang berbentuk logam dan konon yang terbuat dari emas. Waktu itu. MASIH ada hal lebih menarik untuk kita telusuri. terasa betul betapa kuat dan strategisnya lokasi Istana Haru terhadap serangan musuh mana pun. satunya masih laku Rp 4. Sarung keris berlapis emas itu kemudian ia jual ke Pasar Deli Tua Baru. Kampung Deli Tua. hanya saja benda bersejarah yang ditemukannya berbeda. yang diperoleh mereka secara lisan turun-temurun dari orang tuanya. memperoleh penguatan dari bukti-bukti yang ditemukan oleh penduduk Kampung Deli Tua itu sendiri. Sekitar abad ke-15. kampung ini merupakan ibu kota Kerajaan Haru dengan nama yang sama yakni Deli Tua. yaitu Dusun 1. Dengan berada di situs bekas Istana Haru. Di kampung tersebut. Nambun mengatakan sudah pernah menemukan lima keping uang logam emas yang dipercaya pernah digunakan oleh pasukan Kerajaan Aceh tersebut. misalnya dari Nambun Sembiring Milala (71). . sedangkan peluru-peluru timah itu ia lebur dan dijadikan sebagai vas bunga di rumahnya. hanya Nambun yang masih menyimpan ceriteraceritera legenda." kata lelaki kelahiran tahun 1931 itu menambahkan. "Saya jual sarung keris itu waktu harga emas masih Rp 2. Legenda rakyat yang berkembang tentang Kerajaan Haru. Bukti bahwa peristiwa penyebaran uang logam tersebut terjadi bisa kita dapatkan dari ceritera para penduduk di sini. mampirlah ke sebuah kedai kopi di sana. pada beberapa bagian. di Kabupaten Deli Serdang. misalnya dari kisah mata uang dirham (deraham dalam bahasa Karo). Tapi. Sebagai bagian yang menyatu dengan bekas reruntuhan ibu kota Kerajaan Haru.000. Uang-uang emas itu ia temukan di sekitar pekarangan rumahnya pada sekitar tahun 1970. sudah diamankan polisi saat itu juga. Maka. Kisah tentang kemenangan laskar dari Sultan Aceh dalam perang melawan Kerajaan Haru. Bukan hanya Nambun. kita merasakan betul bahwa lokasi istana itu sangatlah strategis. Sekarang saya tidak menyimpan satu pun. Ngirim menceritakan bahwa ia pernah menemukan sarung keris yang terbuat dari emas.

08 June 2008 02:28 WIB Catatan Tuanku Luckman Sinar Basarshah-II WASPADA ONLINE SEJARAH kerajaan –kerajaan di Sumatera Timur.: “Pararaton” tentang Expedisi Pamalayu Kartanegara (Jawa Timur) juga menyebut menaklukkan “Haru Yang Bermusuhan”. Deli (John Anderson1823). Satu-satunya penduduk yang masih menyimpan uang logam tersebut adalah seorang ibu. Selain Kota Cona Haru mempunyai juga Bandar di Medina (=Medan) menurut Laksemana Turki Ali Celebi 1554 M.Meriam Puntung Sunday. baik Nambun maupun Ngirim mengakui. sejauh itu referensi sejarah tersebut masih kurang atau sangat kurang sehingga kita kekurangan bahan untuk membicarakannya." ujar Darwan. Mereka tidak sadar bahwa dusun tempat mereka tinggal adalah sebuah situs sejarah yang mengenaskan karena tidak tersentuh usaha perlindungan sejarah. Uang emas berdiameter kurang dari satu sentimeter itu ditunjukkannya kepada Kompas untuk difoto. Ia hanya mengetahui bahwa uang logam tersebut terbuat dari emas 24 karat dan bernilai uang jika dijual. Penduduk setempat menyebut kaligrafi itu sebagai tulisan berbahasa Aceh. . : “Hikayat Raja-raja Pasai” menulis Haru diIslamkan oleh Nakhoda Ismail (Malabar) dan Fakir Muhammad (Madinah) sebelum mereka ke Samudera-Pasai. Berikut ini. "Mereka juga tidak mengerti bahwa selama ini rumah yang mereka diami berada di sebuah bekas ibu kota kerajaan besar di zaman dahulu. (Sultan Malikussaleh wafat 1292 M). penduduk dusun yang sama. yang enggan disebut namanya. Data Sejarah Haru-Deli Tua-Puteri Hijau. Laksemana Zeng He (Cheng Ho) membawa Raja Haru Sultan Husin menghadap Kaisar Cina Yung Lo. Haru pulih perdagangannya kembali.Hampir semua penduduk di sini pernah menemukan uang logam emas Deraham itu. tapi pasti dijual. Mereka tidak mengerti bagaimana sebuah uang emas tipis seperti itu mampu mengungkapkan jati diri dan sejarah keluarganya.: “Negarakertagama” mengenai penjajahan Majapahit juga menaklukkan “Haru” (lihat benteng Lalang Kota Jawa dipinggir Sei. kini mulai digali. 1290 M. 1365 M.: Armada China pp. Namun. uang dirham itu memang tampak sangat tua. 1310 M. Kadir Rasyiduddin dalam “Jamiul Tawarikh”. penulis ingin memaparkan sedikit tentang keberadaan sejarah tersebut yang dikutip dari referensi atau buku-buku yang ada di perpustakaan pribadi penulis. Berhiaskan kaligrafi dalam huruf Arab dan ukiran berbentuk bulat di sekeliling pinggiran lingkarannya. dan segera akan terlupakan. Namun. 1412 M. mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa uang logam tersebut bernilai sejarah yang tinggi.: Fadiullah bin Abd. Terakhir masih ada yang menemukannya tahun kemarin. 1292 M." kata Ngirim.

. .Puteri Hijau = Permaisuri Anche Sini (Anggi Sini?) yang cantik menurut Pinto berlayar ke Melaka minta bantuan Gubernur Portugis (Menurut HPH ia naik Naga Ular Simangombus (Perahu berkepala Naga?). Turki bahkan orang Belanda anak buah De Houtman yang ditawan). Raja Purba. HPH bendera Biru) Aceh menyogok uang emas (Pinto. : “Sejarah Melayu” (Variant Version) menceritakan ketika Sultan Mahmud Melaka terusir Portugis 1511 M. .Haru dipecah dua bagian yaitu : Guru (dari Sei. Merah Miru telah menabalkan Sultan Imperium Melayu Riau-Johor bernama Sultan Alauddin Riayatsyah-III menjadi Sultan Haru/Guri. 1423. : Menurut Pinto : Permaisuri Haru minta bantuan Sultan Aluddin Riayatsyah-II (Imperium Riau-Johor) di Bintan dan lalu kawin dengannya. 1421. Sultan Husin dari Haru berkunjung kesana dan kawin dengan Tun Puteh puteri Sultan Mahmud dan ribuan orang Melayu Johor/Riau turut mengantar tinggal di HARU. .Aceh mempergunakan bantuan perajurit asing (Gujarat. .Nama Pembesar HARU : Serbanyaman.Raja Mansyursyah dimakamkan di “Kandang Medan” (Makam Keramat di Sukamulia Medan ?).) 1588 M. Sultan Aluddin Riayatsyah-III (alias RAJA RADEN) lari dari markasnya di “Melaka Muda” (Gedong Johor Medan?) menuju pelabuhan Kuala Tanjung naik lancang kuning “Seri Paduka” . itu menurut Pinto. Sultan Aceh Alaidin Riayatsyah-II (Saidi Mukammil) menyerang Haru yang dipertahankan oleh Panglima Guri Merah Miru.1419. Raja Kembat yang berbau Karo.Raja Imperium Melayu Riau-Johor. Meriam Puntung di halaman Istana Maimoon. . Mungkin asal Batak jadi Islam (masuk Melayu). HPH adiknya Meriam Puntung) Bantuan Portugis senjata (Pinto. Deli ke Sei.Armada Johor pp. 1471-1488 M.Meriam puntung moncongnya di Sukanalu. Laksemana Hang Nadim dengan 400 kapal perang mendarat di HARU dan menghancurkan tentera pendudukan Aceh disana.Rokan). bila bersatu kembali pertanda Deli makmur (HPH). HPH) . Hadramaut.Sultan Johor kirim surat kepada Sultan Aceh dari markasnya di “Siberaya Quendu” mengingatkan Haru sudah ditangannya (menurut Pinto. . 1431 M. dan menetap di Bintan.Meriam besar yang bertahan (Pinto. 1539 M. Malabar. .Haru berada sekarang dibawah kekuasaan Imperium Melayu Riau-Johor. . Batu (Batak?) Hulu dikatan Hilir”. : “Sejarah Melayu” Bab-24 menulis : .Dikalangan pasukan Aceh tewas Raja Alamsjah (menantu Sultan Saidi Mukammil) dan dia adalah ayah dari Sultan Iskandar Muda. 1599-1603 M.Belawan s/d batas Temiang) dan HARU (Sei. 1540 M. . . (Hikayat Aceh). : Haru melepaskan diri dari Aceh (Laporan dari Laksemana Perancis Beauleu dan Van Warwyk Belanda). 1521 M.HARU dianggap setara dengan Melaka dan Pasai .Benteng di kepung 6 hari (Pinto. HPH) . .: Armada Zeng He membawa Raja Haru Tuanku Alamsjah dengan misi dagang ke Cina.Sultan Aceh mengangkat cucunya SULTAN ABDULLAH menjadi Raja Haru (ia kemudian tewas ketika Aceh menyerang Portugis di Melaka). diceritakan oleh orang Portugis Ferdinand Mendes Pinto dan juga “Hikayat Puteri Hijo” dari Siberaya (lihat Middendorp). : Sultan Aceh Al Qahhar berhasil merebut Haru kembali dari tangan Johor. : Penyerangan Sultan Aceh Alaidin Riayatsjah-I bilad Mahkota Alam (alias Al Qahhar) ke Haru.Sultan Haru Ali Boncar kepalanya dibawa ke Aceh (Pinto) .Nama Raja Haru Maharaja Diraja bin Sultan Sujak asal dari “yang turun dari batu (Batak?) Hilir dikatakan Hulu.

Haru punya MERIAM BESAR di beli dari Pasai (Pinto) = Meriam Puntung adik Puteri Hijau (HPH) 6. Deli terus ke Selat Melaka tinggal di bawah laut dekat Pulau Berhala (HPH). 3. Makam Tuanku Gocah Pahlawan ada di Batu Jergok (Deli-Tua). Deli). Semoga tulisan atau data-data singkat ini dapat menjadi acuan kita dalam membicarakan sejarah kerajaan-kerajaan di Sumatera Timur.Deli dan Sei.03 Balon Haru”(Jika 1103 H = 1539 M. Deli (lihat laporan JOHN ANDERSON 1823). Pinto) pusat Haru di sungai “Paneticao” (Sei. Banyak wanita dan pengiringnya serta harta benda yang tertinggal dan ditawan oleh Aceh (lihat kuburan tua dan benteng dipertemuan Sei. Petani/Sei. Dalam Pasar Malam Agustus 1908 di Medan oleh Sultan Deli dipamerkan intan berlian yang dapat di gali di Gedung Johor Medan. 9. 1612 M. 8. 2. 4. 5. masa penyerangan Sultan Aceh Al Qahhar ke Haru. Polepon 1622. 11. yaitu diseberang Pulau Sembilan (Perak). Dia akhirnya berhasil mengikat kerjasama dengan Raja Urung Sunggal. Raja Urung XII Kuta Hamparan Perak. . 10. 13. Dimanakah Pusat Kerajaan Haru? 1. Ada bantuan senjata Portugis (Pinto) = Tentera bendera Biru” (HPH). Markas Sultan Imperium Melayu Riau-Johor Sultan Alauddin RiayatsyahII di Haru (1540 M) ialah di “Siberaya Qendu”. Peta Cina “Wu-pei-Shih” (1433 M) menurut Giles 3° 47’ Lintang Utara dan 98° 41’ Lintang Timur terletak didepan Kuala Deli. 7. “Negarakertagama” (1365 M) = Lalang Kota Jawa dimana pernah tinggal 5000 pasukan Jawa dipinggir Sei. Peta-peta kuno asing : Langenes 1598. Ulama Aceh Ar Raniri dalam “Bustanussalatin”(1640 M) menyatakan bahwa GURI itu dahulu bernama HARU. 1613-1642 M. Ditemukan banyak mata uang emas Aceh di benteng Puteri Hijau. Demikianlah. Ada ditemukan oleh Kontelir Belanda di Deli di sungai Deli dekat benteng Deli Tua sebuah meriam lela yang ada tulisan “Sanat……. Babura). lalu pergi ke Bintan. Itinerario 1598 dan lain-lain peta Portugis dan Perancis menunjuk Gori (Guri) = DELI. “Hikayat Puteri Hijo” di Siberaya (lihat Middendorp) sama orangnya dengan Permaisuri Haru ANCHE SINI (Anggi Sini?) menurut Pinto. M. Sumber Portugis (F. Menurut Pinto Permaisuri Haru berlayar naik perahu (berkepala Naga?) ke Melaka minta bantuan Portugis tetapi tidak berhasil.kembali ke Johor Lama. Kerajaan Deli Suku Karo di Deli Tua itu terus menerus menentang dan berontak terhadap penjajahan ACEH. Raja Urung Sukapiring dan Raja Urung Senembah sehingga dia lalu diangkat oleh Sultan Iskandar Muda Aceh sebagai Wakil Sultan Aceh di Deli. : Sultan Iskandar Muda Aceh menugaskan panglimanya Tuanku Gocah Pahlawan menindas pemberontakkan Deli Tua itu. Puteri Hijau selamat dilarikan adiknya Ular Simangombus via Sei. Kerajaan Deli berpusat di Deli Tua ini adalah Rajanya Suku Karo merga Karo Sekali dan rakyatnya Suku HARU (lihat keterangan Kejeruan Senembah 1879 kepada Residen Belanda tentang asalnya Si Mblang Pinggol dan Sawid Deli. : Haru berganti nama dengan GURI dan berganti nama pula dengan Deli. Meriam lela itu kini ada di Museum Pusat Jakarta. 12. Ada sogokan uang emas oleh pasukan Aceh sehingga benteng DeliTua kosong (Pinto = HPH).

Adapun batu nisan yang ditemukan di lokasi bergaya Islam bertuliskan syahadat tanpa ada angka tahun. keramik Burma abad ke-14-16. khususnya Sumatera Utara. karena sebelah barat Aru disebutkan adalah Samudera Pasai. Hamparan Perak. Tim Peneliti Gabungan dari Indonesia. keramik Thailand abad ke-14-16.14. batu bata dan nisan. dibutuhkan pelayaran dari Melaka selama 4 hari 4 malam dengan kondisi angin yang baik. aneka keramik yang ditemukan paling banyak berasal dari Dinasti Yuan abad ke-13-14.Kota Rantang dan Hubungannya Dengan Kerajaan Aru Posted on Mei 21. Aru berbatasan dengan Bukit Barisan. Selain itu ada keramik dari Dinasti Ming abad ke-15. temuan di kedua situs itu selalu dihubungkaitkan dengan keberadaan Kerajaan Aru. Gilles sebagaimana dikutip J. dan keramik Khmer abad ke12. Pertanyaannya: benarkah demikian? Bagaimanakah temuan-temuan di lokasi tersebut berkaitan dengan Kerajaan Aru. Temuan situs Kota Rantang kembali mengingatkan kita kepada temuan situs Kota China di Labuhan Deli yang ditemukan pada tahun 1970-an. dan bisa dipahami oleh publik secara logik? Tulisan singkat ini berupaya menjawab soalan itu berdasarkan batu nisan Aceh yang berada di situs Kota Rantang. dan Amerika Serikat menemukan situs Kota Rantang yang terletak di Kec.G. Singapura. Yang menarik dari komentar para ahli sejarah dan arkeologi tentang temuan itu adalah. Semua sumber China itu mengarahkan bahwa lokasi Kerajaan Aru itu berada di daerah Sumatera Utara. Oleh karena itu Gilles menegaskan bahwa lokasi Aru berada di sekitar Belawan (3o 47` U 98o 41` T) wilayah Deli Pantai Timur Sumatera. Dalam Hsingcha Shenglan (1426) disebutkan lokasi Kerajaan Aru berseberangan dengan Pulau Sembilan (wilayah pantai Negeri Perak. Untuk sampai ke Kerajaan Aru. dan dengan kondisi angin yang baik dapat dicapai selama 3 hari. Nani H Wibisono dalam salah satu media Jakarta terbitan 24 April 2008 mengatakan. Koordinator kegiatan penggalian situs. Temuan itu berupa keramik. bagaimanakah kehidupan sosial-ekonomi penduduk dan hasil bumi negeri itu. Sementara menurut Sejarah Dinasti Ming (1368-1643) Buku 325 disebutkan bahwa lokasi Kerajaan Aru dekat dengan Kerajaan Melaka. di sebelah barat bertetangga dengan Sumentala (Samudera Pasai) dan di sebelah timur berbatasan dengan tanah datar. Malaysia). potongan kayu bekas kapal. dan dapat ditempuh dengan perahu selama 3 hari 3 malam dari Melaka dengan kondisi angin yang baik. Deli Serdang. catatan atau rekord tentang Kerajaan Aru sangat terbatas sekali. 2008 by kapasmerah Oleh: Suprayitno PADA April 2008. Pertanyaan ini penting untuk dijelaskan lebih awal sebagai entri point untuk menjelaskan isu tersebut diatas. Menurut Ma Huan dalam Ying Yai Sheng Lan (1416) di Kerajaan Aru terdapat sebuah muara sungai yang dikenal dengan “fresh water estuary”. Samudera Pasai sudah jelas terbukti berdasarkan bukti arekologi berupa makam Sultan Malik Al-Saleh posisinya . di sebelah utara dengan Laut. A. Sebagaimana diketahui. siapakah nama rajanya.H. keramik Vietnam abad ke-14-16.V. Kerajaan Aru Dimanakah lokasi Kerajaan Aru dan benarkah Kerajaan Aru itu wujud dalam sejarah Indonesia. Jika benar. Di sebelah selatan. Mills menyatakan “fresh water estuary” adalah muara Sungai Deli.

ada disebutkan tentang nama-nama pembesar Aru yang erat kaitannya dengan nama-nama/marga orang Karo. T. bukti-bukti pendukung lainnya.berada di daerah antara Sungai Jambu Air (Krueng Jambu Aye) dengan Sungai Pasai (Krueng Pase) di Aceh Utara. Dalam Atlas Sejarah karya Muhammad Yamin. Raja Kembat. Hasil-hasil penggalian di kota China (Labuhan Deli) dan Kota Rantang sementara hanya membuktikan bahwa wilayah itu merupakan wilayah ekonomi yang penting sebagai tempat aktifitas perdagangan dengan para pedagang asing dari China. setidaknya sebelum penjajah Belanda membangun jalan raya pada awal abad ke-20. lokasi pusat Kerajaan Aru yang disebutkan dalam sumber China itu memang belum dapat dikenali pasti karena. Pendapat terakhir ini tampaknya sesuai dengan keterangan geografi dari salah satu sumber China di atas. Siapakah penguasa Kerajaan Aru? Dalam Sejarah Melayu karya Tun Sri Lanang (1612) disebutkan bahwa Kerajaan Aru pada periode 1477-1488 dipimpin oleh Maharaja Diraja. Sungai Deli. Tiga buah sungai yang disebutkan terakhir itu juga merupakan jalur lalulintas penting sepanjang sejarah. pada sekitar abad ke-15 M wilayah Kerajaan Aru meliputi seluruh Pesisir Timur Sumatera dari Tamiang sampai ke Rokan dan bahkan sampai ke Mandailing dan Barus. Sebagaimana kita ketahui di Deli Hulu ada . Memang apabila ditarik garis lurus dari Pulau Sembilan menyeberangi Selat Melaka akan bertemu dengan Teluk Haru yang terletak di Muara Sungai Wampu. yakni berhadapan dengan Pulau Sembilan di Pantai Perak Malaysia. Sesuai dengan sistem transportasi zaman dahulu yang masih bertumpu kepada jalur sungai. belum ditemukan. apakah di sekitar Muara Sungai Wampu (Teluk Haru/Langkat) atau di sekitar Belawan. bagi orang-orang Karo untuk berniaga. Dua sungai yang disebut terakhir ini bermuara ke Belawan dan sekitarnya (Hamparan Perak). Namun. apalagi dihubungkaitkan dengan beberapa temuan-temuan arkeologis di Kota Rantang dan Labuhan Deli. Dua lokasi tempat ditemukannya sisa-sisa keramik China. Misalnya Sungai Barumun. Sungai Wampu. Namun. sehingga yang tepat adalah “…yang turun daripada Batak Hilir di kota Hulu. merupakan nama yang mirip dengan nama-nama Karo. Jika informasi ini dikaitkan. Batak Hulu. Dalam sejarah Melayu. ada beberapa sungai besar yang bermuara ke Selat Melaka.Luckman Sinar (2007) menjelaskan bahwa Batu Hilir maksudnya adalah Batak Hilir dan Batu Hulu adalah Batak Hulu. Jika begitu yang boleh kita pastikan adalah wilayah Kerajaan Aru berada di sebagian Pantai Timur Sumatera yang sekarang menjadi wilayah Provinsi Sumatera Utara. seperti nama Serbayaman Raja Purba. sekaligus bermigrasi ke pesisir pantai Sumatera Timur/Selat Melaka. dan Sungai Bedera. Siam dan lain-lain. Menurut beliau ada kesalahan tulis antara wau pada akhir “batu” dengan kaf. Jika demikian tampaknya pendapat Gilles lebih masuk akal. dapat kita pastikan bahwa bandar-bandar perdagangan yang sering berfungsi sebagai pusat sebuah kekuasaan politik (kerajaan) pastilah berada di sekitar muara sungai. Dalam konteks ini. maka di sepanjang pantai Sumatera Timur. Penguasa. nisan. putra Sultan Sujak “…yang turun daripada Batu Hilir di kota Hulu. Groeneveldt (1960:95) menegaskan lokasi Kerajaan Aru berada kira-kira di muara Sungai Barumun (Padang Lawas) dan Gilles menyatakan di dekat Belawan. di kota Hilir. seperti Serbanyaman Raja Purba dan Raja Kembat dan nama Aru atau Haru juga dapat dikaitkan dengan Karo. maka pusat Kerajaan Aru memang berada di muara-muara sungai tersebut. Ada beberapa pendapat tentang lokasi Kerajaan Aru. makam-makam diraja Aru dsb. Tetapi hingga hari ini didaerah itu belum ada ditemukan bukti-bukti arkeologis yang dapat mendukung pernyataan tersebut. secara pasti belum dapat ditetapkan. Dari nama-nama pembesar-pembesar Haru yang disebut dalam Sejarah Melayu. dan lainlainnya sebagaimana disebutkan di awal tulisan ini belum dapat dijadikan bukti yang kuat. khususnya bekas istana. Aru menyerang Pasai karena Raja Pasai menghina utusan Raja Aru yang ingin menjalin hubungan diplomatik dengan Kerajaan Pasai. Batu Hulu di kota Hilir”. Sementara ada juga yang menyatakan lokasi Kerajaan Aru berada di muara Sungai Wampu (Teluk Haru/Langkat).

manik-manik dan lain-lain. kerajaan tersebut diislamkan oleh Nakhoda Ismail dan Fakir Muhammad. Lhok Seumawe yang bertarikh 1270-1297. Ketika itu telah muncul Kerajaan Singosari di Jawa yang berusaha mendominasi wilayah perdagangan di sekitar Selat Malaka (Asia Tenggara). Nama Sultan Husin juga telah disebutsebut dalam Sejarah Melayu. Raja Samudera Pasai pada pertengahan abad ke-13.Tetapi nama tokoh Maharaja Diraja anak Sultan Sujak masih perlu diperbandingkan dengan sumber lain untuk membuktikan kebenarannya. pada 1419 anak Raja Aru bernama Tuan A-lasa mengirim utusan ke negeri China untuk membawa upeti. dan hasil bumi Kerajaan Aru sama dengan Kerajaan Melaka. Inderagiri. Dengan demikian hanya itulah nama-nama yang tercatat sebagai penguasa Aru. pertukangan. Sebutan Maharaja Diraja adalah sebuah gelar bagi seorang raja. bukan nama sebenarnya dan apakah Maharaja Diraja adalah Raja Aru yang pertama atau apakah itu gelar dari Sultan Sujak? Kedua pertanyaan ini sukar untuk memastikannya. Mereka juga berternak unggas. yang juga mengislamkan Merah Silu. Sebagian penduduknya juga sudah mengkonsumsi susu (maksudnya mungkin susu kambing). Dalam catatan Dinasti Ming. dapat dipastikan agama Islam telah sampai ke Aru paling tidak sejak abad ke-13. yang merupakan nama salah satu Raja Urung Melayu di Deli yang berasal dari Suku Karo. bebek. 1960: 94-96).L. Oleh karena itu. Samudera dan Jawa. 24 April 2008). yaitu sebagai penguasa Aru sekaligus menantu Sultan Mahmud Shah (Raja Melaka) yang terakhir 1488-1528. Sulutang Hutsin adalah sebutan orang China untuk mengucapkan nama Sultan Husin. sebagaimana disebutkan dalam Yingyai Shenglan (1416). Hasil-hasil bumi negeri itu mereka barter dengan barang-barang dari pedagang asing seperti keramik. pisang dan mencari hasil hutan seperti kemenyan. Kesimpulan itu diperoleh berdasarkan data arkeologis berupa batu nisan Sultan Malikus Saleh di Geudong.daerah bernama Urung Serbayaman.Nama tokoh inipun sukar mencari pembenarannya karena tidak ada sumber bandingannya dan apakah padanannya dalam bahasa Melayu atau Indonesia. Kerajaan Aru telah terwujud pada abad ke-13. Sumber-sumber China menyebutkan bahwa adat istiadat seperti perkawinan. Apabila pergi ke hutan mereka membawa panah beracun untuk perlindungan diri. Rokan dan Jambi atas undangan Sultan Mahmud Shah yang ketika itu sudah membangun basis pertahanan di Kampar karena Melaka sudah dikuasai Portugis untuk membangun aliansi Melayu melawan Portugis. Wanita dan laki-laki menutupi sebagian tubuh mereka dengan kain. dan kunjungan Marcopolo ke Samudera Pasai tahun 1293. Sosial Ekonomi Bagaimanakah keadaan sosial-ekonomi penduduk Aru? Raja Aru dan penduduknya telah memeluk agama Islam. Namun demikian. Keduanya merupakan pendakwah dari Madinah dan Malabar. Namun nama itu secara arkeologis hingga hari ini belum dapat dibuktikan. kain sutera. nama Sulutang Hutsin yang disebutkan dalam catatan Dinasti Ming dapat dianggap benar karena dapat diperbandingkan dengan Sejarah Melayu. Dalam Hikayat Raja-raja Pasai dan dalam Sejarah Melayu. kambing. Disebutkan. Negeri-negeri Melayu dipaksa . maka sebagian besar penduduknya berkebun menanam kelapa. adat penguburan mayat. yaitu pertama di tahun 1282 dan 1290 pada zaman pemerintahan Kubilai Khan (T. 1976 dan McKinnon dalam Kompas. disebutkan. maksudnya belum ada temuan berupa batu nisan atau mata uang yang memuat nama tersebut. Berdasarkan keterangan itu dapat dikatakan bahwa nama Sultan Husin sebagaimana disebut dalam catatan China dan Sejarah Melayu secara historis dapat dibenarkan. sebagaimana beberapa utusannya telah sampai ke Tiongkok. sementara bagian atas terbuka. bahasa. (Groeneveldt. Sultan Husin pernah datang ke Kampar bersama-sama dengan Raja-raja Melayu lainnya seperti Siak. Sinar. Kedua sumber itu sudah valid dan kredibel. Mata pencaharian penduduknya adalah menangkap ikan di pantai dan bercocok tanam. Singosari berusaha menghempang kuasa Kaisar Kubilai Khan dengan melakukan ekspedisi Pamalayu tahun 1292 untuk membangun aliansi melawan Kaisar China. Tetapi karena tanah negeri itu tidak begitu sesuai untuk penanaman padi.

tunduk dibawah kuasa Singosari. Setelah itu tidak ada lagi utusan Raja Aru yang dikirim untuk membawa persembahan kepada Kaisar China.Said. (wns) sumber: WASPADA ONLINE. Haru berusaha menguasai Pasai dan menyerang Melaka berkali-kali. 1421. Banyak orang dari Johor dan Bintan mengiringi putri Sultan Melaka itu ke Aru. Sementara dengan Champa. mata uang (siling) dan juga uang kertas. Akan tetapi hubungan Aru dengan Melaka tetap harmonis. Aru menjadi bandar perdagangan yang penting di mata kaisar China. termasuk juga Rokan. Aru berhasil dikuasai Aceh dan Sultan Abdullah ditempatkan sebagai Wakil Kerajaan Aceh di Aru. Dengan bukti-bukti itu secara tertulis. Munculnya utusan-utusan dari Kerajaan Aru pada 1419. Kaisar China membalas pemberian raja Aru dengan memberikan hadiah berupa kain sutera. Sultan Haru datang membantu Melaka. Memasuki abad ke16 M. Pasai. Ratu Aru melarikan diri ke Melaka untuk meminta perlindungan kepada Gubernur Portugis. Mengikut pendapat Selamat Mulyana. Pero de Faria. Menurut Sejarah Melayu (cerita ke-13). Oleh karena itu. Perlak. Pada saat Sultan Melaka (Sultan Mahmud Shah) diserang oleh Portugis dan mengungsi di Bintan. sehingga masing-masing menyebut dirinya “adinda”. Hal ini dapat dipahami karena Aru pada pertengahan abad ke-15 sudah ditundukkan Melaka dibawah Sultan Mansyur Shah melaui perkawinan politik. Semua utusan dari Aru yang datang ke Melaka harus disambut dengan upacara kebesaran kerajaan. Kekuatan Aru juga dilirik oleh Portugis untuk dijadikan sekutu melawan Melaka. tergejap nge tuhu kuakap ibas kegeluhenta makana mbue nge usur perbahanen jelma sienterem . seperti Melayu (Jambi) dan Aru/Haru. Namun benarkah istananya terdapat disekitar Belawan (Muara Sungai Deli) atau di Muara Sungai Barumun di Padang Lawas. (1981:18) bahwa negeri-negeri di Asia Tenggara yang mengirim utusan ke China dipandang sebagai negeri merdeka. Kandis dan Madahaling. masih perlu dikaji lebih teliti dengan memerlukan banyak bukti. 1423. Memasuki abad ke-15 Haru tampaknya mulai muncul menjadi kerajaan terbesar di Sumatera dan ingin menguasai lalu lintas perdagangan di Selat Melaka. sebagaimana disebutkan dalam Negara Kertagama karangan Prapanca bahwa Harw (Aru) kemudian menjadi daerah vasal (bawahan) Kerajaan Majapahit. jelas Kerajaan Aru memang pernah wujud di Pantai Timur Sumatera paling tidak sejak abad ke 13 hingga awal abad ke-16. Hanya negeri yang merdeka saja yang berhak mengirim utusan ke negeri China untuk menyampaikan upeti atau persembahan/surat kepada Kaisar China. 2007: 164). Oleh karena itu dapat dipastikan Kerajaan Aru pada abad ke-15 adalah negeri yang merdeka dan berusaha pula untuk mendominasi perdagangan di sekitar Selat Melaka. Siak. dan 1431 di istana Kaisar China dan kunjungan Laksamana Cheng Ho yang muslim itu membuktikan pernyataan itu. Pasukan Aceh yang pada tahun 1524 berhasil mengusir Portugis dari Pidi dan Pasai kemudian menguber sisa-sisa pasukan Portugis yang lari ke Aru. Pada abad ke-14. Kampar. 18 Mei 2008 00:59 WIB Catatan: orang dalam foto bukan si penulis. Utusan Aru yang datang ke Istana China terakhir tahun 1431. Kerajaan Aru menjadi medan pertempuran antara Portugis (penguasa Melaka) dan Aceh. Minggu. sebenarnya orang dalam foto tak ada urusan dgn tulisan ini. Sultan Haru (Sultan Husin) dinikahkan dengan putri sultan Mahmud Shah pada tahun 1520 M. kebesaran Kerajaan Haru sebanding dengan Melaka dan Pasai. Singosari berhasil membangun aliansi melalui perkawinan politik. Tamiang. Kerajaan Aru diserang Aceh sebanyak dua kali yakni pada bulan Januari dan November 1539. (M. Sebab engkai. hanya agaknya beliau cuma ingin numpang nampang Ertoto kita gelahna pendahin enda banci ilakoken. sebagaimana telah disebut dalam Sejarah Melayu.

Situs Putri Hijau terletak di Kecamatan Namorambe. ”Tahap pertama kami perlu mengetahui dasar ilmiah letak situs Kerajaan Aru. Selasa (14/4) di Medan. Edward E McKinnon.@yahoo. Peneliti dari National University of Singapore. dan Universitas Sumatera Utara (USU).” tutur Kepala Bidang Kebudayaan dan Museum Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Deli Serdang Dani Hepianto. Tapi aminna gia bage kita kerinana ula megelut ukur.... Pemerintah Kabupaten Deli Serdang akan membebaskan kawasan ini dari kepemilikan pribadi atau bisnis. ula nembeh. Penelitian ini digelar pemerintah setempat untuk menyelamatkan situs dari kerusakan lebih parah. penelitian ini melibatkan Balai Arkeologi Nasional (pusat). Maju peradaban Karo ras Indonesia. Balai Arkeologi Medan.@yahoogroups.com. tanahkaro@yahoogroups. merawa tapi tetap kita mereken 'extra joss' man kerinana pihak sierkepentingen gelahna sura-sura simejile e tangkel. Mejuah-Juah! ________________________________ Dari: Alexander Firdaust <daustco. situs ini pernah menjadi benteng pertahanan Putri Hijau yang juga pembesar kerajaan. Universitas Negeri Medan (Unimed).'mbuniken' kerna Aru e. Lokasi penelitian mengacu pada penelitian yang pernah dilakukan oleh BP3 Aceh-Sumut pada 20-25 Oktober lalu... Kabupaten Deli Serdang. Selanjutnya. Penelitian ini merupakan penelitian resmi kedua di situs Putri Hijau. Gentar tempa ia adina sejarah e ituriken uga situhuna. Pada akhir keruntuhan Aru. 16 April. tempat ini menjadi salah satu pusat kerajaan. salah satu jejak Kerajaan Aru. ”Kami belum pernah menerima informasi resmi dari pihak yang berkepentingan tentang hasil penelitian di situs ini. Dani mengatakan. Situs ini merupakan salah satu situs yang diduga pusat Kerajaan Aru.@yahoogroups. Peninggalan yang masih tersisa adalah pancuran mandi Putri Hijau. kami akan menerbitkan peraturan daerah tentang cagar budaya. Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Aceh-Sumut.. komunitask.com Terkirim: Kamis.” tutur Dani. Pada masa pemerintahan Kerajaan Aru abad ke-11 sampai ke-16.com. Melalui dasar penelitian ini.com> Kepada: infok. juga siap bergabung dalam kegiatan ini. meriam puntung (disimpan di . 2009 02:20:01 Topik: [tanahkaro] Penelitian Besar Kerajaan Aru Digelar Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menggelar penelitian besar mengenai situs Putri Hijau.

”Kami belum pernah mendapat masukan dari pihak berkepentingan mengenai situs ini. Medan). pecahan gerabah.” tuturnya. Di delapan kotak eskavasi tim menemukan pecahan keramik China dari Dinasti Ming abad ke-15 sampai ke-17. jejak Kerajaan Aru juga ditemukan di situs Kota Cina. kompas. Kepala Balai Arkeologi Medan Lucas P Kustoro menyambut baik penelitian yang berlangsung pekan depan ini. Selain situs Putri Hijau. besi bakar sisa perajin besi kuno. Penelitian pertama pada Oktober lalu. Gratis. Situs ini sebelumnya menjadi sorotan pada akhir tahun 2008 karena ada pembangunan perumahan di lokasi tersebut.Istana Maimon.com/ read/xml/ 2009/04/16/ 01095375/ Penelitian. Pengembang perumahan. dan peralatan batu manusia prasejarah. tuturnya. penting artinya bagi penelusuran sejarah kehidupan manusia masa lampau di Sumut. Dia mengatakan. merasa tidak bersalah karena tidak ada informasi mengenai adanya situs. Sudah saatnya penelitian serius mengenai situs ini digelar. yaitu Perusahaan Umum (Perum) Perumnas. kalah . Besar. dan gundukan tanah di sekitar Sungai Petani yang diduga sebagai benteng pertahanan. dan Situs Kota Rantang. Langkah Pemkab Deli Serdang perlu menjadi teladan bagi daerah lain untuk menyelamatkan situs sejarah. Di dua tempat ini belum banyak dilakukan penelitian oleh pemangku kepentingan. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Sumber: http://oase. Hamparan Perak (Deli Serdang).yahoo. sebelum pemerintah membebaskan kawasan ini sebagai cagar budaya perlu landasan yang kuat. tim BP3 Aceh-Sumut menemukan fakta penting. Situs ini. Digelar Salam Mejuah Juah Karo Cyber Community Lebih aman saat online. Lucas berharap agar tidak ada perdebatan lagi mengenai letak situs Putri Hijau yang sesungguhnya. pecahan kaca. Dapatkan IE8 di sini! http://downloads.com/id/internetexplorer/ 000 Menelusuri Jejak Kerajaan Aru Kerajaan Aru merupakan kerajaan besar dan penting yang pernah berdiri pada abad ke-13 hingga 16 Masehi di bagian utara pulau Andalas (Sumatera). Medan Marelan (Medan). peluru logam yang diduga dari tentara Turki.Aru. Namun sayangnya berita tentang kerajaan ini sangat minim terdengar.

pamor dengan kerajaan-kerajaan lain yang pernah jaya di Nusantara seperti Kerajaan Majapahit. Fadiullah bin Abdul Kadir Rashiduddin dalam bukunya "Jamiul Tawarikh" (1310 M). Seperti tertera dalam syair Negarakertagama strope 13:1. serta koin atau mata uang Arab dari abad ke-13 hingga 14. Berdasarkan sejumlah literatur. Batu kubur yang terbuat dari batu cadas (volcanic tuff) yang ditemukan memiliki ornamentasi dalam berbagai ukuran dan sebagian bertuliskan Arab-Melayu dan banyak menunjukkan kemiripan dengan yang ditemukan di Aceh. sebelum akhirnya pindah ke Deli Tua dari abad 14 hingga 16 M akibat serangan dari Aceh." katanya. aktivitas arkeologi yang telah dilakukan berkesimpulan bahwa pusat Kerajaan Aru berada di Kota Rentang (Hamparan Perak) di Kabupaten Deli Serdang dari abad ke-13 hingga 14 Masehi. Sebagian menyebut di Telok Aru di kaki Gunung Seulawah (Aceh Barat). Kabupaten Deli Serdang. Musibah kembali menimpa Kerajaan Aru ketika Majapahit menaklukkannya pada tahun 1365 M. pusat Kerajaan Aru dinyatakan berpindahpindah. Muangthai." kata sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed). Barumun dan bahkan di Deli Tua. yaitu batas Tamiang sampai Sungai Rokan. Tuanku Luckman Sinar. Singosari dan Sriwijaya. "Hipotesa bahwa Kota Rentang adalah pusat Kerajaan Aru banyak didukung oleh faktor seperti jalur dari Karo Plateau maupun Hinterland menuju pantai timur yang terfokus pada Sei Wampu dan Muara Deli. Namun demikian. Juga ditemukan bongkahan perahu tua dengan panjang 30 hingga 50 meter yang menunjukkan bahwa Kota Rentang merupakan pusat niaga yang padat pada abad tersebut. laporan admiral Cheng Zhe (Cheng Ho) maupun pengembara dari negeri China lainnya. kemudian di Lingga. pada masa itu Majapahit juga menaklukkan Panai (Pane) dan Kompai (Kampe) di Teluk Haru. Temuan yang paling menakjubkan adalah ditemukannya batu kubur (nisan) yang tersebar di situs sejarah penting tersebut. dalam laporan Mendez Pinto (penguasa Portugis di Malaka). Tetapi setelah itu Aru pulih kembali dan menjadi makmur sebagai mana dicatat oleh bangsa Persia. jelasnya. sudah mengirimkan beberapa kali misi ke Tiongkok yang dimulai pada tahun 1282 Masehi pada zaman pemerintahan Kubilai Khan. mengatakan. "Padahal kerajaan ini banyak disebut pada Amukti Palapa dalam Hikayat Pararaton. Dr Phill Ichwan. Di kawasan itu juga ditemukan ragam keramik yang berasal dari China. Dalam laporan Tiongkok abad ke-15 juga disebut berkali-kali Aru yang Islam . Di rawa-rawa di kawasan yang sama juga ditemukan kayu-kayu besar yang diduga merupakan bekas istana Kerajaan Aru serta batu-batu besar yang diduga bekas bangunan candi. Kerajaan Aru juga pernah ditaklukkan oleh Kertanegara dalam ekpedisi Pamalayu (1292) dan ditulis dalam pararaton "Aru yang Bermusuhan". Terbesar Sejarawan dari Universitas Sumatera Utara. sejarah Melayu. Srilangka. pada abad ke-15 Kerajaan Aru merupakan kerajaan terbesar di Sumatera dan memiliki kekuatan yang dapat menguasai lalulintas perdagangan di Selat Malaka. Kerajaan Aru yang meliputi wilayah pesisir Sumatera Timur.

menunjukkan sekitar Sungai Deli menjadi pusat Kerajaan Aru dengan bandarnya Kota Cina dan Medina (Medan) sebagaimana disebut-sebut Laksamana Turki Ali Celebi dalam "Al Muhit". antara lain Kota Cina. Menurut dia." katanya. Sri Langka maupun Burma. pusat Aru berpindah dari Kota Rentang ke Deli Tua dan berdiri dari abad ke-15 hingga 16 M. Pasca serangan Aceh pada akhir abad ke-14. Muangthai. damar dan batu nisan. Keberadaan tinggalan arkeologi terutama keramik dan mata uang yang menjadikan bukti bahwa di lokasi tersebut pernah terjadi aktivitas yang berhubungan dengan perniagaan. Selain itu. katanya. sisa-sisa tulang. Di situs Aru Deli Tua ditemukan Benteng Putri Hijau (Green Princess Castle). Temuan keramik tersebut menunjukkan periode yang sama dengan temuan di Kota Rantang. laporan admiral Cheng Zhe (Cheng Ho) maupun pengembara dari negeri China lainnya." kata sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed). keramik yang berasal dari China. hasil penelitian eksploratif di situs Kota Rentang memunculkan dugaan bahwa lokasi tersebut merupakan bagian dari jaringan permukiman dan aktivitasnya yang saling terkait. "Kita menemukan bukti-bukti yang meyakinkan untuk lebih memperjelas gambaran tentang apa yang berlangsung di wilayah itu pada masa lampau. dapat ditelusuri kapan sesungguhnya Kota Rentang mulai berperan dalam perniagaan. melalui persamaan variabilitas dan kronologi tinggalan arkeologi juga dapat diketahui keberadaan situs Kota Rentang dan hubungannya dengan situs-situs lainnya. Namun sayangnya berita tentang kerajaan ini sangat minim terdengar. Asumsi tersebut berdasarkan pola persebaran dan variabilitas tinggalan arkeolog seperti keramik. Keramik merupakan suatu komoditi dari luar Nusantara yang banyak ditemukan. "Dari hasil penelitian ini diduga tinggalan arkeologi yang ditemukan memiliki persamaan dengan situs lainnya yang terletak dalam satu jaringan pesisirpedalaman. Baik dari laporan-laporan China maupun dari laporan Portugis yang ditulis kemudian. 23 Agustus 2008 Menelusuri Jejak Kerajaan Aru 2." tambahnya. 4. Naniek H Wibisono.mengirim misi ke Cina. baik secara lokal maupun interlokal. tembikar. Penemuan tersebut menjadi kunci penting sejarah perniagaan. Kerajaan Aru merupakan kerajaan besar dan penting yang pernah berdiri pada abad ke-13 hingga 16 Masehi di bagian utara pulau Andalas (Sumatera). dalam laporan Mendez Pinto (penguasa Portugis di Malaka). sejarah Melayu. Melalui keramik. Mengenai Kota Rentang sebagai pusat Kerajaan Aru juga diperkuat oleh Prof. katanya. mata uang. Dr Phill Ichwan. kalah pamor dengan kerajaan-kerajaan lain yang pernah jaya di Nusantara seperti Kerajaan Majapahit. . tim Puslitbang Aarkeolog Nasional Badan Litbang Kebudayaan dan Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. 3. artefak batu. Singosari dan Sriwijaya. "Padahal kerajaan ini banyak disebut pada Amukti Palapa dalam Hikayat Pararaton.

Sejarawan dari Universitas Sumatera Utara. Sebagian menyebut di Telok Aru di kaki Gunung Seulawah (Aceh Barat). 9. Di kawasan itu juga ditemukan ragam keramik yang berasal dari China.Juga ditemukan bongkahan perahu tua dengan panjang 30 hingga 50 meter yang menunjukkan bahwa Kota Rentang merupakan pusat niaga yang padat pada abad tersebut. Barumun dan bahkan di Deli Tua.Menurut dia. 7. Di rawa-rawa di kawasan yang sama juga ditemukan kayu-kayu besar yang diduga merupakan bekas istana Kerajaan Aru serta batu-batu besar yang diduga bekas bangunan candi. 18. Muangthai. 14. 15. 10. Fadiullah bin Abdul Kadir Rashiduddin dalam bukunya "Jamiul Tawarikh" (1310 M). 11.5. aktivitas arkeologi yang telah dilakukan berkesimpulan bahwa pusat Kerajaan Aru berada di Kota Rentang (Hamparan Perak) di Kabupaten Deli Serdang dari abad ke-13 hingga 14 Masehi. Namun demikian." katanya. Temuan yang paling menakjubkan adalah ditemukannya batu kubur (nisan) yang tersebar di situs sejarah penting tersebut. 16. menunjukkan sekitar Sungai Deli menjadi pusat Kerajaan Aru dengan bandarnya Kota Cina dan Medina (Medan) sebagaimana disebut-sebut Laksamana Turki Ali Celebi dalam "Al Muhit". Naniek H Wibisono. tim Puslitbang Aarkeolog Nasional Badan Litbang Kebudayaan dan Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. mengatakan. Berdasarkan sejumlah literatur. 8. sebelum akhirnya pindah ke Deli Tua dari abad 14 hingga 16 M akibat serangan dari Aceh. 17. pusat Kerajaan Aru dinyatakan berpindah-pindah.Terbesar 12. . sudah mengirimkan beberapa kali misi ke Tiongkok yang dimulai pada tahun 1282 Masehi pada zaman pemerintahan Kubilai Khan.Kerajaan Aru juga pernah ditaklukkan oleh Kertanegara dalam ekpedisi Pamalayu (1292) dan ditulis dalam pararaton "Aru yang Bermusuhan". "Hipotesa bahwa Kota Rentang adalah pusat Kerajaan Aru banyak didukung oleh faktor seperti jalur dari Karo Plateau maupun Hinterland menuju pantai timur yang terfokus pada Sei Wampu dan Muara Deli. kemudian di Lingga. pada abad ke-15 Kerajaan Aru merupakan kerajaan terbesar di Sumatera dan memiliki kekuatan yang dapat menguasai lalulintas perdagangan di Selat Malaka. Batu kubur yang terbuat dari batu cadas (volcanic tuff) yang ditemukan memiliki ornamentasi dalam berbagai ukuran dan sebagian bertuliskan ArabMelayu dan banyak menunjukkan kemiripan dengan yang ditemukan di Aceh. pada masa itu Majapahit juga menaklukkan Panai (Pane) dan Kompai (Kampe) di Teluk Haru. yaitu batas Tamiang sampai Sungai Rokan. Seperti tertera dalam syair Negarakertagama strope 13:1. Tetapi setelah itu Aru pulih kembali dan menjadi makmur sebagai mana dicatat oleh bangsa Persia. jelasnya.Musibah kembali menimpa Kerajaan Aru ketika Majapahit menaklukkannya pada tahun 1365 M. Tuanku Luckman Sinar. hasil penelitian eksploratif di situs Kota Rentang memunculkan dugaan bahwa lokasi tersebut merupakan bagian dari jaringan permukiman dan aktivitasnya yang saling terkait. Kabupaten Deli Serdang. serta koin atau mata uang Arab dari abad ke-13 hingga 14.Kerajaan Aru yang meliputi wilayah pesisir Sumatera Timur.Mengenai Kota Rentang sebagai pusat Kerajaan Aru juga diperkuat oleh Prof. 13. 6.Dalam laporan Tiongkok abad ke-15 juga disebut berkali-kali Aru yang Islam mengirim misi ke Cina. Srilangka. Baik dari laporan-laporan China maupun dari laporan Portugis yang ditulis kemudian.

Masa itu juga Guru Patimpus mendirikan perkampungan – perkampungan (kuta-kuta) sampai di Medan sekarang. Sembiring Kembaren datang melalui Lau Baleng dan via Samperaja (Liang Melas)." katanya.Keberadaan tinggalan arkeologi terutama keramik dan mata uang yang menjadikan bukti bahwa di lokasi tersebut pernah terjadi aktivitas yang berhubungan dengan perniagaan. katanya. 21. Juga mereka melintasi pegunungan menuju dataran rendah dekat Binjai. "Kita menemukan bukti-bukti yang meyakinkan untuk lebih memperjelas gambaran tentang apa yang berlangsung di wilayah itu pada masa lampau. mereka pindah bergelombang dari datarang tinggi Karo. Itu dimungkinkan karena penduduk di dataran rendah telah menciut akibat peperangan-peperangan dengan Aceh berkali-kali dalam periode 1539-1640. di wilayah “dusun” (pedalaman/di kakai Bukit Barisan). sehingga bandar-bandar hancur. Lingga dan Sitepu. Temuan keramik tersebut menunjukkan periode yang sama dengan temuan di Kota Rantang. Barus.Asumsi tersebut berdasarkan pola persebaran dan variabilitas tinggalan arkeolog seperti keramik. dan kampung-kampung ditinggalkan. mata uang. masuk Bahorok di Langkat.19."Dari hasil penelitian ini diduga tinggalan arkeologi yang ditemukan memiliki persamaan dengan situs lainnya yang terletak dalam satu jaringan pesisir-pedalaman. 23. Seperti telah disinggung sebelumnya. dan mereka disebut Karo Sekali (asli). Marga Ginting datang via Tengging lewat pegunungan (layo Lingga) masuk Tanah Karo. damar dan batu nisan. 20. J. Ada juga yang . Mereka menuju ke utara.Pasca serangan Aceh pada akhir abad ke-14. melalui persamaan variabilitas dan kronologi tinggalan arkeologi juga dapat diketahui keberadaan situs Kota Rentang dan hubungannya dengan situs-situs lainnya. datanglah gelombang invasi dari berbagai marga dari arah Dairi dan Toba. Marga Tarigan datang dari Dolok dan Simalungun. ada suatu suku yang menyebut dirinya Karo (atau Haro di Asahan) yang kini sisanya masih tinggal di kampung Siberaya (dekat di atas Deli Tua).H Neumann menduga. Mereka inilah (yang Islam). keramik yang berasal dari China. pada awal abad ke-17. yang menurut suku Karo. artefak batu. dan bahkan sampai ke Siak. dan juga dari Lehe (Dairi). Di situs Aru Deli Tua ditemukan Benteng Putri Hijau (Green Princess Castle). berjalan menuju Nagasaribu dan Jupar. karena tanah di dataran rendah relatif lebih subur daripada di dataran tinggi dimana tanah tidak mencukupi lagi. dapat ditelusuri kapan sesungguhnya Kota Rentang mulai berperan dalam perniagaan. sehingga dinamakan Karo-karo. Selain itu." tambahnya.Melalui keramik. baik secara lokal maupun interlokal. sisa-sisa tulang. tetapi akhirnya mengaku juga datang dari arah Dairi. Satu cabang mereka pergi turun ke pesisir (Ale – Deli dekat Pulau Berayan. Kemungkinan lain ialah. Di dataran tinggi Karo. karena adanya desakan dari orang-orang India Tamil yang datang dari arah Singkel dan Barus yang masuk ke Taneh Karo. Hanya Peranginangin Batu Karang yang datang dari arah Siantar. Merga Perangin-angin datang dari Pinem dan Layo Lingga. Penemuan tersebut menjadi kunci penting sejarah perniagaan. 22. dan juga karena merga Sembiring diusir dari Aceh. pusat Aru berpindah dari Kota Rentang ke Deli Tua dan berdiri dari abad ke-15 hingga 16 M. Banyak pula daerah mereka yang diambil merga Sembiring. antara lain Kota Cina. itu bukan asli Karo. Sri Langka maupun Burma. Yaitu. yang bercampur baur dengan orang-orang Melayu pesisir yang menjadikan penduduk kerajaan Haru (deli). Muangthai. Mereka itu lalu menetap dan membuat perkampungan (kuta) sampai di dataran rendah dekat Deli Tua dan Binjai.Keramik merupakan suatu komoditi dari luar Nusantara yang banyak ditemukan. 24. katanya. ke Kuta Buluh dan ke sebelah barat Gunung Sinabung. tembikar.

terus ke Tanah Alas. Invasi yang terakhir adalah dari marga-marga Sembiring lainnya (Brahmana, Meliala, Depari dan lainnya), yang juga melalui jalan tadi, agak ke timur menghulu Sungai Biang dan menuju arah Siberaya. Jika ditelusuri cerita dari Perbesi, maka marga-marga Sembiring ini baru masuk Dusun Deli dan Serdang kira-kira 150 tahun yang lalu. Merga-merga ini sangat sedikit, dan tidak pernah menjabat Kepala Kampung (Penghulu atau Perbapaan) di Deli dan Serdang. Jadi hampir dari semua mereka ini datang dari Hulu Sungai Singkel dan hulu sungai-sungai di sebelah pantai barat Sumatera. Apa faktor-faktor dan motif yang mendorong mereka itu pindah ke dataran rendah ? Ada beberapa penyebab: Jika ditelusuri cerita-cerita dari pustaka mereka, adat Karo zaman dahulu menghendaki putera-putera raja harus merantau dan mendirikan kampungkampung dan kerajaan-kerajaan yang baru agar turunan mereka menjadi besar. Kita ambil contoh Datuk Sunggal. Sebahagian berpenduduk Karo dari wilayahnya (Serbanyaman) dihuni oleh mereka-mereka yang berasal dari kerajaan Teluk Kuru di dataran tinggi. Di situ yang berkuasa marga Karo-karo Gajah, yang di dataran rendah sangat sedikit jumlahnya. Selain faktor kesuburan dataran rendah, juga adanya sifat bertualang bagi orang-orang Karo, terutama yang masih lajang, atau kalah perang dan harus mengungsi. Petualangan-petualangan secara individu juga terjadi, marga-marga dan sub marga saling bercampur untuk tinggal dimana-mana. Mungkin ketika dalam perjalanan berdagang menuju pesisir dan muara-muara sungai dimana ada pedagang-pedagang Melayu, di dalam perjalanan pulang mereka tersesat. Lalu di suatu tempat yang baik, mereka membuka kediaman yang baru, yang disebut ‘Dagang’. Petualangan individu itu bisa juga terjadi dimana orang-orang yang bersalah di kampungnya, lari dan mendirikan pemukimanpemukiman di dataran rendah. Pemukiman-pemukiman suku Karo ini pada awalnya sampai ke daerah 10 KM dari pesisir pantai. Mereka yang berdiam di pesisir itu telah di Islamkan orang-orang Melayu, seperti halnya Datukdatu Kepala Urung di Sunggal, Hamparan Perak (XII Kuta), Sukapiring dan Senembah. Mereka inilah perantara dengan rekannya sesama suku yang masih belum beragama di Hulu. Kampung-kampung Karo yang baru didirikan disebut Kuta, dan kepala kampungnya ialah marga yang mula-mula mendirikan/membuka tanah di situ. Ia berhubungan erat dengan Kepala Kampung Induknya di dataran tinggi. Ia tak ubahnya sebagai koloni baru yang otonom. Kalau dua atau lebih marga berlainan yang mendirikan bersama-sama sebuah kampung, maka masing-masing marga mengepalai satu komplek, yang disebut kesain dari kampung itu. Kepala Kampung ini disebut Penghulu atau Raja, dan kalau titel turunan bangsawan disebut Sibayak. Penghulu tidak memerintah sendiri-sendiri, tetapi didampingi: 1. 2. 3. 4. 5. Anak Beru (anak laki-laki saudari perempua yang lain marga) Senina (salah seorang dari sub marga yang sama dengan penghulu) Kalimbubu (pihak mertua dari Penghulu) Anak Beru Menteri (anak beru dari anak beru penghulu) Pertuha Kuta (orang tua yang dianggap peduli adat dipilih dewan desa)

Jadi, ‘dusun’ yang mempunyai ‘kuta’ (kampung), adalah republik-republik kecil. PERBAPAAN Jika suatu kuta baru didirikan oleh orang-orang dari kuta (kampung) Induk, maka kampung induk itu disebut PERBAPAAN (tempat dimana bapak tinggal). Serta kuta yang baru itu tidaklah merdeka sepenuhnya. Karena itu,

jika ada perkara dan penduduknya kurang puas, bisa naik banding kepada putusan kampung perbapaan disebut ‘Balai’. Satu Perbapaan bersama-sama anak kampung membentuk ‘kuta’nya satu negeri yang disebut URUNG. Ada juga beberapa kepala kampung yang berjasa kepada Datuk dan diberi gelar ‘Penghulu Kitik’. Sedangkan Perbapaan diberi gelar ‘Penghulu Belin’. FEDERASI URUNG – URUNG Setiap wilaya dari Datung (Urung) 4 suku di Deli (terutama Sunggal, Sepuluh Dua Kuta Hamparan Perak dan Sukapiring, dibagi lagi atas 2 wilayah ; 1. Sinuan Bunga, (dimana kapas ditanam). Ini adalah daerah-daerah yang berbatasan dengan dataran pesisir dimana tinggal suku Melayu. 2. Sinuan Gambir (dimana gambir ditanam), ialah wilayah-wilayah penduduk Karo yang berbatas dan bersatu dengan daerah Hulu sampai ke Dataran Tinggi Karo. Jadi, daerah berpenduduk suku Karo di Deli terbagi atas : a. Kampung – kampung (kuta) b. Urung (Perbapaan) c. Hoofd-Perbapaan d. Datuk-datuk Di dalam masa interregnum inilah tiba seseorang yang bernama Guru Patimpus ke Medan sekarang ini. Ini dikisahkan dalam riwayat Hamparan Perak. Dokumen asli dalam aksara Karo dan ditulis dalam pustaka yang terdiri dari lempengan-lempengan bambu, tetapi dokumen asli ini yang disimpan di rumah Datuk Hamparan terakhir (Datuk Hafiz Haberham), telah terbakar ketika berkecamuk revolusi sosial yang disponsori kaum komunis di Sumatera Timur, tanggal 4 Maret 1946. Yang ada sekarang hanyalah salinan yang diketik dalam bahasa Indonesia dengan aksara Romawi. Singkatnya, isi dokumen itu adalah sebagai berikut; RAJA SINGA MAHRAJA memerintah negeri Bekerah kawin dengan puteri dari orang besarnya bernama PUANG NAJELI dan nama orang besarnya itu JALIFA. Dari perkawinan ini, lahirlah dua orang putera, masing-masing bernama Tuan Manjolong (yang kemudian menggantikan kedudukan bapaknya sebagai raja dan Tuan Si Raja Hita, yang belakangan pergi merantau bersama neneknya Jalipa, dan akhirnya tiba di sekitar Gunung Sibayak (Tanah Karo). Sesampainya di sana, salah seorang kesasar di dalam hutan sehingga keduanya terpisah. Jalipa akhirnya sampai ke kampung Kendit. Turunan suku Karo di XII Kuta, asalnya datang dari Kendit ini kemudiannya. Setelah perpisahan ini, Tuan Si Raja Hita kembali ke Bekerah via laut Tawar. Kemudian kawin serta menetap di kampung Pekan. Disana ia memperoleh 3 orang anak. Yang nomer 2 dirajakan di kampung Pekan (Pekan) ini, sedang yang nomor 3 kemudian dirajakan di Kampung Balige. Dan yang tertua bernama Patimpus, yang tak mau menjadi raja, namun suka merantau menambah ilmu, sehingga lama kelamaan ia dikenal sebagai Guru Pa Timpus. Si Raja Hita meninggal. Guru Pa Timpus kemudian pergi ke kampung Pekan. Ia kemudian kawin dengan anak raja Ketusing, dan menetap sementara di sana. Dari perkawinan ini ia memperoleh putera-puteri : 1. Benara, yang mendirikan kampung Benara 2. Kuluhu, yang mendirikan kampung Kuluhu 3. Batu, yang mendirikan kampung Batu 4. Salahan, yang mendirikan kampung Salahan 5. Paropa, yang mendirikan kampung Paropa 6. Liang, yang mendirikan kampung Liang 7. Serta seorang gadis yang kawin dengan Raja Tangging (Tingging) Demikianlah kesemua kampung-kampung itu menjadi anak beru dari kampung Ketusing. Tiada berapa lama kemudian, terjadilah huru-hara di dataran tinggi Karo. Guru Pa Timpus sangat masygul memikirkan nasib moyangnya Jalipa yang tinggal di Kaban kini. Ketika ia menuju Kaban, sampailah ia di Aji Jahe, yang waktu itu sedang dilanda perang saudara. Ia dapat menyelesaikan huru-hara itu, sehingga tercipta perdamaian dan ia lalu

dikawinkan di sana. Dari perkawinan itu, lahirlah dua orang putera bernama Si Janda (menetap di Aji Jahe) dan Si Gelit (Bagelit). Tiada berapa lama, terbit pula huru-hara di kampung Batu Karang. Guru Pa Timpus diminta kesana menyelesaikannya. Setelah diperoleh perdamaian, maka ia dikawinkan di sana. Dari perkawinan itu, lahir pula dua orang putera, yaitu Si Aji (kemudian Perbapaan Perbaji), dan Si Raja Hita, yang kemudian dirajakan di kampung Durian Kerajaan (Langkat Hulu). Pada suatu ketika ia berada di Aji Jahe, terdengarlah kabar bahwa “ Jawi bangsa Said datang dari negeri Jawa diam di Kota Bangun, dinamakan Datuk Kota Bangun, sangat luar biasa tinggi ilmunya. Guru Pa Timpus beserta pengiring-pengiringnya, lalu pergi ke arah hilir, dan kemudian sampailah mereka di Kuala Sungai Sikambing. Dia menetap di sana selama 3 bulan. Barulah dia pergi menemui ulama Datuk Kota Bangun tadi. Setelah sama-sama mencoba kepandaian ilmu mistik masing-masing, akhirnya ternyata Datuk tadi lebih unggul, akhirnya Guru Pa Timpus tadi bersedia masuk Islam. Di sini istilahnya “masuk Jawi” = masuk Melayu. Kemudian ia kembali ke gunung dan berunding dengan pengikutpengikutnya. Di dalam kata perpisahan antara lain disebutnya ; “… serupa juga aku di sini atau di sana, sebab kita punya tanah sampai ke laut, aku pikir jikalau aku tiada masuk Islam, tentulah tanah kita yang dekat laut diambil oleh Jawi dari seberang…” Kemudian Guru Pa Timpus bersama 7 orang besarnya, masuk Islam oleh Datuk Kota Bangun. Di sana mereka berguru agama Islam selama 3 tahun, dan ia lewat di kampung Pulau Berayan. Ketika itu Pulau Berayan masih berpenduduk asal Karo. Dan raja di kampung itu bermarga Tarigan keturunan Panglima Hali (bandingkan Pustaka Tarigan yang menyebut ‘Ale Deli’) yang sudah lama memeluk Islam. Raja ini memiliki seorang putri yang cantik, kepada siapa Guru Pa Timpus jatuh hati. Tetapi gadis ini selalu saja menghinanya dan tidak akan bersuamikan “ Batak masuk Jawi “. Guru Pa Timpus lalu sakit hati, kemudian mengguna-gunai gadis itu sehingga tergilagila kepadanya. Sehingga akhirnya dapat disembuhkan Pa Timpus sendiri, maka gadis itu dikawinkan ayahnya dengan Guru Pa Timpus. Tiada beberapa lama, Guru Pa Timpus kemudian membuka kampung Medan (Kuta yang ke12). Sesudah ia siap membuat rumah dan kampung, lalu dari Medan inilah ia memerintah dusun-dusun taklukkannya yang ada di Hulu. Ketika di Medan inilah lahir 2 orang puteranya, masing-masing bernama Hafidz Tua (sebutan Kolok) dan Hafidz Muda (panggilan Kecik). Saat berumur 7 dan 8 tahun, anak-anak ini berguru kepada Datuk Kota Bangun. Ketika sampai pada masa khatam Al Quran dan mau menyunat rasulkan putera-putera ini, maka dibuatlah pesta yang besar, dengan mengundang kerabat yang dari gunung. Berhubung puteranya Si Bagelit menuntut supaya dia nanti bakal pengganti raja, sedangkan Hafidz Tua dan Hafidz Muda sudah dewasa pula, maka Guru Pa Timpus menentang hal itu. Setelah berunding dengan para pembesar-pembesarnya, lalu 1/3 dari tanah kerajaannya ke arah gunung, yang kemudian disebut dengan Sukapiring, diserahkan kepada Si Bagelit selaku rajanya, dan berpusat di Durian Sukapiring, setelah Si Bagelit di Islamkan oleh Datuk Kota Bangun. Atas nasihat Datuk Kota Bangun, maka kedua putranya disuruh menghadap kepada Sultan Aceh. Sesampai di sana, oleh Sultan Aceh mereka dianugrahi pangkat panglima dengan alat kebesaran sebuah Gedubang dan mereka lalu dikawinkan di sana. Kemudian mereka pulang ke Medan. Guru Pa Timpus membuat kampung yang baru di Pulau Bening, lalu meninggal dunia, dan dimakamkan di sana. Karena abangnya tidak mau menggantikan posisi ayah mereka menjadi raja, maka Hafidz Muda kemudian yang menjadi raja menggantikan singgasana Guru Pa Timpus. Daerah yang dihuni oleh masyarakat Karo sebelum kedatangan pemerintah kolonial Belanda ke Sumatera Timur sangatlah luas. Mereka menganggap

dirinya sebagai suatu bangsa yang merdeka dan tidak pernah dijajah oleh bangsa manapun. Selanjutnya, walaupun mereka tinggal di sekitar wilayah pegunungan, namun karena dipaksa oleh situasi kebutuhan hidup, masyarakat ini mulai mencari hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah pantai. Sebab, sebagai mahluk manusia, mereka tidak dapat melepaskan diri akan kebutuhan garam bagi tubuhnya. Untuk memenuhi kebutuhan ini, sebagian dari mereka mulai turun menyusuri wilayah pegunungan menuju pantai dataran rendah melakukan perdagangan dengan cara barter. Dari pegunungan, mereka membawa sejumlah barang yang akan dibarter, dan sebaliknya, dari pantai mereka lalu mudik kembali ke dataran tinggi memikul garam untuk kebutuhan masyarakat di pegunungan. Kemudian, secara evolusi, karena jauhnya perjalanan, akhirnya sebahagian dari masyarakat ini mulai menetap di dataran rendah sambil berdagang, menanam lada dan tembakau Lambat laun, suku Karo semakin berkembang dan wilayah domisili mereka juga semakin bertambah luas. Hampir separuh daerah yang dulu dikenal Sumatera Timur, yaitu membentang dari Tamiang ( perbatasan Aceh ) sampai kerajaan Siak. Adapun tempat-tempat yang didiami oleh orang Karo membentang dari Sipispis disekitar Tebing Tinggi sebelah utara menyelusuri pantai sampai di Langkat, kemudian daerah selatan kearah Tanah Karo sekarang, dan Tiga Lingga ( Kabupaten Dairi sekarang ) terus ke Simalungun atas dan menyambung lagi ke Sipispis. Karena memiliki jiwa petualang yang agresif, suku Karo berkembang lebih lanjut sampai Aceh Tengah, terbukti dari kenyataan bahwa suku-suku di daerah Takengon, Blangkejeren, dan Alas masih memakai marga yang sama dengan suku Karo. Terutama di Aceh Tenggara atau Tanah Alas, selain persamaan bahasa yang masih komunikatif dengan Karo, juga masih banyak persamaan marga. Sampai sekarang apabila ada acara adat, hubungan keluarga antara etnis masih saling kunjung-mengunjungi. Gambaran tentang daerah domisili masyarakat Karo dapat pula dilihat seperti apa yang dilukiskan oleh J.H. Neuman dibawah ini : ‘Wilayah yang didiami oleh suku Karo dibatasi sebelah Timur oleh pinggir jalan yang memisahkan dataran tinggi dari Serdang. Di sebelah Selatan kirakira dibatasi oleh sungai Biang ( yang diberi nama sungai Wampu, apabila memasuki Langkat ), disebelah Barat dibatasi oleh gunung Sinabung dan disebelah Utara wilayah itu meluas sampai ke dataran rendah Deli dan Serdang.” Dalam gambaran luasnya, domisili masyarakat Karo ini memang tidak dapat pula dibantah, bahwa ada beberapa bahagian di daerah pantai yang dihuni oleh penduduk Melayu. Namun demikian, kedua suku bangsa ini hidup berdampingan, dan lebih jauh lagi saling berbaur atau berakulturasi diantara sesamanya. Setelah Belanda melaksanakan strategi politik pax Neerlandica dan misi pentration pasifique- nya, kepedalaman dan dataran tinggi Karo, maka wilayah Sumatera Timur yang hampir separuh dihuni oleh suku Karo, semakin dipersempit dan diciutkan oleh strategi politik devide et impera Belanda. Daerah –daerah yang dihuni oleh orang Karo seperti Simalungun Atas, masuk daerah Simalungun, Alas dimasukkan ke Aceh, Langkat Hilir masuk kerajaan Langkat, Deli Hilir dan Hulu menjadi wilayah Sultan Deli, Tiga Lingga masuk Tapanuli, sedangkan sekitar Bangun Purba, Lubuk Pakam dan Sipispis masuk kewilayah Sultan Serdang. Dataran tinggi Karo yang sebenarnya sebagi sentrum budaya ini, menjadi daerah yang paling kecil. Demikian juga jumlah penduduknya sangat sedikit dibandingkan dengan yang bermukim diluar tanah Karo Bentuk dataran tinggi Karo menyerupai sebuah kuali yang sangat besar karena dikelilingi oleh pegunungan dengan ketinggian 140 s/d 1400 m di atas permukaan laut, terhampar di panggung Bukit Barisan serta terletak pada koordinat 20500L.U, 30190L.S, 970 550-980380 B.T diantara gununggunungnya yang terkenal adalah: disebelah Utara adalah Gunung Barus,

Wilayah Sumatera Timur yang hampir sepertiga luasnya dihuni masyarakat ini. Memang jika dibandingkan dengan luas domisili dan pemukiman masyarakat Karo sebelum kolonialisme Belanda masuk Sumatera Timur. dan Tanah Karo yang terisolasi menyebabkan ketidak-berkembangan ekonomi di sana.700 orang. sehingga secara pasti jumlah mereka tidak diketahui. Secara singkat kekayaan lahan dataran tinggi karo merupakan perpaduan dari faktor luasnya. Keadaan tanah berbukit-bukit serta diselang selingi oleh lembah dan padang rumput. wilayah dataran tinggi Karo dijadikan dengan Simalungun menjadi sebuah afdeling Simalungun en Karolanden. Musim hujan lebih panjang dibanding kemarau dengan perbandingan 9:3. jumlah mereka diketahui lagi secara pasti. Dari semua pegunungan itu. Awal musim hujan bulan Agustus. Simole dan Sinabung. Zat belerang yang dihembuskan oleh angin dari kedua gunung berapi tadi mengakibatkan tanah disekitarnya menjadi subur.3 km. jauh sebelumnya telah diuraikan oleh Anderson. populasinya adalah sebanyak 145. dataran tinggi sangatlah kecil. Suatu anugrah Tuhan.Pinto. Hal inilah . yaitu masyarakat Karo. Tanah inilah yang cocok sekali untuk jeruk. Bagaimana ketangguhan mereka hidup sebagai petani. Tetapi setelah kemerdekaan Indonesia. disebelah selatan terdapat Gunung Sibuaten. Lebih jauh digambarkan bahwa dalam kebiasaan menghemat dan keinginan mengumpulkan uang. dengan curah hujan pertahun antara 1000 s/d 4000 mm. Hampir lima puluh persen mereka berada di luar sentrum budayanya. jumlah penduduk Kabupaten Karo. Dari hasil ini dapat diketahui bahwa masyarakat Karo lebih banyak berdomisili di luar dataran tinggi Karo. berdasarkan hasil sensus yang dilakukan pemerintah Indonesia pada tahun 1961. Pada tahun 1930 populasi mereka bertambah menjadi 84. Sedangkan dalam statistik jumlah penduduk yang dilakukan pemerintah pada tahun 1961. berakhir bulan Januari dan musim hujan kedua dari bulan Maret sampai Mei setiap tahunnya. sensus ini tidak lagi memuat data penduduk berdasarkan kelompok etnis. Bagi mereka adalah biasa meninggalkan anak dan istri di pegunungan. Di bagian lainnya tanah ini bercampur dengan bahan yang berasal dari letusan gunung Toba dizaman dulu.462. berkisar antara 160 s/d 270 C dengan kelembaban udara rata-rata 28%. Masyarakat Karo sebelum kolonial tidak memiliki pemerintahan yang terpusat atau pemerintahan atau sistem daerah. dan luaslah seluruh wilayahnya berkisar 2127. Penduduknya berdasarkan sensus yang pernah dilakukan pemerintah Belanda tahu 1920 berjumlah 74. dan hanya kembali sekali dalam setahun untuk beberapa hari dengan membawa hasil pekerjaannya. dan hampir semua penduduknya bersifat homogen. dan turun di pantai Timur Sumatera untuk menanam lada. cengkeh. orang Karo mempunyai persamaan dengan orang-orang Cina. bahwa sebagian besar tanah di dataran tinggi ini terdiri dari tanah debu hitam-Andosol-sebagai hasil letusan kompleks gunung api Sibayak dan Sinabung di masa lalu. Pasca revolusi. mata pencaharian utama dari masyarakat Karo umumnya adalah bertani atau bercocok tanam. dua diantaranya masih aktif yaitu Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung. RESTRUKTURISASI POLITIK DAN PEMERINTAHAN Masyarakat Karo sebelum kolonial memiliki kebebasan politik dan ekonomi. Suhu udara di dataran tinggi Karo sangat sejuk. palawija. Sibayak. kentang dan lainnya. ini dapat dilihat dalam statistik penduduk Sumatera Timur pada tahun 1930. maka.429 orang. Oleh karena itu tidak mengherankan jika lingkungan yang sangat subur ini dimanfaatkan oleh masyarakatnya untuk bertani. berjumlah 147. Sesuai dengan keadaan alamnya.568. dataran tinggi Karo menjadi sebuah kabupaten. letak yang dekat ke Medan. kesuburannya. Faktor-faktor inilah yang menunjukkan dataran tinggi Karo menjadi pusat produksi holtikultura. Karena penataan struktur pemerintahan yang dilakukan pemerintah Belanda di Sumatera Timur.

Akhirnya. Kelima Landschapen tersebut adalah Landschap Suka Landschap Lingga Landschap Barusjahe Landschape Sarinembah Landschap Kuta Buluh Selanjutnya. dataran tinggi Karo sendiri dibagi menjadi lima landschap. Dalam melaksanakan politik pasifikasinya dan untuk menguasai daerahdaerah tertentu. historis. dan lain-lain. tiap-tiap Landschapen dibagi pula atas beberapa urung yang membawahi beberapa buah desa atau kuta. berarti Belanda berhasil memecah belah pemukiman masyarakat Karo yang sebelumnyabegitu luas. dan inilah yang akhirnya memperbaharui masyarakat. Landschap Suka terdiri dari empat urung: 1. Sedangkan yang bermukin di sekitar Tigalingga. maupun jaringan keamanannya. kehadiran para zendeling. perluasan wilayah ini erat kaitannya dengan tuntutan swasta untuk meluaskan jaringan eksploitasi. Landschap Sarinembah terdiri dari empat urung: ➢ ➢ ➢ ➢ Urung Urung Urung Urung sepulu pitu kuta berkedudukan di Kabanjahe perbesi berkedudukan di Sembelang Juhar berkedudukan di Juhar Kutabangun berkedudukan di Kutabangun . politis. Orang-orang terpandang yang ada di dalam masyarakat pada waktu itu disebut sebagai pengulu. Pengaruh pietisme Barat.Kolonial Belanda di dalam masyarakat Karo inilah yang pada akhirnya membawa perubahan sistemsistem pemerintahan. Belanda menata pemerintahan dan struktur politik lokal selalu dengan cara menanamkan kemungkinan-kemungkinan perpecahan atau devide et impera. Masyarakat Karo yang berada di Tanah Alas. Ditetapkannya wilayah adminsitratif onder afdeling Karolanden serta batasbatasannya dengan daerah lain. menjadi kaula Sultan Langkat. Dan yang berada di Bangun Purba serta kawasan Sipispis ditetapkan menjadi penduduk Sultan Serdang.yang mendorong orang-orang Karo untuk pergi ke daerah-daerah lain. yang masing-masing dipimpin oleh seorang zelfbestuur dalam satu onder afdeling. baik dari sudut kultural. raja atau guru. demokrasi dan lain-lainnya di Tanah Karo. 3. geopolitis. Adapun urung tersebut adalah sebagai berikut 1. Selain itu. Orang-orang Karo yang bermukim di Simalungun Atas masuk ke wilayah Simalungun. masuk wilayah Aceh. Landschap Barusjahe terdiri dari dua urung: ➢ Urung Si enem Kuta berkedudukan di Sukanalu ➢ Urung Si Pitu Kuta berkedudukan di Barusjahe 4. masuk wilayah Tapanuli. Sedangkan mereka yang bermukim di Deli Hulu dan Deli Hilir menjadi penduduk Sultan Deli. 4. Landschap Lingga terdiri dari lima urung: 3. Langkat Hilir dan Langkat Hulu. menjadi wilayah paling kecil dengan penduduk minoritas disbanding tempat lain. ➢ ➢ ➢ ➢ ➢ Urung Urung Urung Urung Urung Urung Urung Urung Urung Suka berkedudukan di Suka Sukapiring berkedudukan di Seberaya Ajinembah berkedudukan di Ajinembah Tongging berkedudukan di Tongging Sepulu Dua Kuta berkedudukan di Kabanjahe Telu Kuru berkedudukan di Lingga Tiga Pancur berkedudukan di Tiga pancur Empat Teran berkedudukan di Lingga Tiganderket berkedudukan di Tiganderket 2. Demikian juga ke Karo. 2. memberikan warna baru dalam perkembangan religius di Tanah Karo. motivasi utamanya melancarkan perluasan wilayah ini adalah untuk keamanan investor perkebunan swasta di Sumatera Timur.

dan sebaliknya jika hal itu laporan. sampai kepada anak beru. maka jumlah desa yang harus diatur dan ditata pemerintahannya sebanyak limaratus. Artinya. Dalam menata struktur kekuasaan ini secara vertikal mulai dari atas ke bawah. maka yang hidup akan menduduki jabatan tersebut secara turun temurun. mulai dilegitimasi oleh Belanda. Belanda telah berhasil menciptakan sibayak dan raja-raja urung yang kelihatannya seolah-olah keturunan dari dinasti-dinasti. Dengan demikian. dan makin mengabaikan nilai-nilai lama yang berlaku pada masa sebelumnya. selanjutnya ia menyampaikan pada pengulu baru kemudian sampai kepada rakyat. Maka menjelang tahun tigapuluhan. Landschap Kutabuluh terbagi atas dua urung: ➢ Urung Namohaji berkedudukan di Kutabuluh ➢ Urung Liang Melas berkedudukan di Mardinding Masing-masing urung ini dipimpin oleh seorang bapa urung yang kemudian disebut juga raja urung. Demikianlah dalam hal perintah controleur menyampaikan pada sibayak. Tetapi kenyataannya. Dalam ketentuan ini. orang akan mengetahui betapa tipisnya kewibawaannya. Demikian juga pengangkatannya ditentukan oleh Belanda mulai dari pengulu. Perseteruan yang diciptakan ini akhirnya menimbulkan permusuhan antara pihak yang bersangkutan dan sekaligus antara keluarga masing-masing. ia membawahi beberapa buah desa atau kuta yang dipimpin oleh seorang pengulu. namun mereka tetap menjalankan fungsi sebagai penguasa lokal tetapi untuk kepentingan Belanda. maka gelar sibayak yang sebelumnya berkonotasi untuk orang kaya atau hartawan. akan tetapi wibawa ini direkayasa dari atau oleh pemerintah colonial Belanda Dengan demikian. elit birokrasi Belanda (Binenlands Bestuur) itu semakin memaksakan cara-cara pemerintahan mereka. Dengan dilaksanakannya sistem pemerintahan ini. Ketika Karo tiba di dataran tinggi Karo. Demikian pula sistem pemerintahan raja yang sebelumnya tidak dikenal. Setelah penataan struktur pemerintahan ini dijalankan. Sedangkan dalam hal laporan berlaku pula sebaliknya sesuai dengan tingkatan yang berada di atasnya. serta lazim pula dipakai bagi seluruh keturunan sibayak. raja urung sampai sibayak beslitnya dibuat atas persetujuan Belanda setelah lebih dahulu diselidiki Kemudian garis perintah dala sistem pemerintahan ini secara vertikal mulai dari atas ke bawah sifatnya tidak langsung. jika seseorang melihat bagaimana seorang seorang sibayak dan raja urung disambut setiap kesain. dan sembuyak. Akibat perubahan suksesi kekuasaan yang ditimbulkan Belanda ini muncullah rivalitas diantara sesama mereka yang pada hakekatnya masih sembuyak (bersaudara). diangkat dua orang untuk menduduki satu jabatan. dan desa sendiri terbagi beberapa kesain yang dipimpin oleh seorang pengulu kesain. berubah konotasinya berubah menjadi gelar raja dan kepangkatan. maka loyalitas Sibayak dan bawahannya terhadap pemerintah kolonial Belanda sudah semakin meningkat. . berarti beberapa sistem pemerintahan adat mulai diabaikan. setelah pemerintah kolonial Belanda menguasai Tanah Karo. kemudian dia akan meneruskan pada raja urung. tidak mengherankan sistem penataan struktur kekuasaan yang diciptakan Belanda ini membawa perpecahan yang hamper merata diseluruh dataran tinggi Karo. yang sebelumnya juga tentu lebih tipis lagi.5. kalimbubu. raja-raja yang berdaulat. demikian juga dalam hal penyampaian laporan bawahan ke atas. siapa diantara mereka berdua duluan meninggal dunia. pemerintahan yang hirarkis ini harus mengikuti jenjang atau tingkatan di bawah apabila perintah. dan tatanan pemerintahan berdasarkan adat istiadat sudah semakin menipis. Bangsawan-bangsawan ini mendapatkan kewibawaannya bukan dari bawah.

tatanan pemerintahan yang tercipta oleh pemerintah kolonial Belanda ini. maka tiap-tiap 1000 orang akan ditambah f. Besar pendapatan seorang sibayak masing-masing berbeda. masing-masing mendapat bonus uang perjalan dinas sebanyak f.-.150. Dan sebagai bonus perjalanan dinas setiap bulan mereka menerima masingmasing f. Penduduk Karo mulai berkenalan dengan pejabat-pejabat Belanda yang ditempatkan di daerah ini (para controleur). dan melaporkan urusan keuangan ini kepada perbendaharaan pemerintah yang berada di Medan secara berkala Dengan demikian. Wilayah Tanah Karo yang tadinya terdiri dari lima lansdchap menjadi .55. Dialah yang bertanggung jawab tentang semua urusan keuangan untuk keperluan pemerintahan.00. terutama dari pajak yang ditagih. raja urung juga secara teratur juga mendapat penghasilan. ukuran ini diambil dari jumlah penduduknya yang kurang dari pada 2000 orang.230. 50. di luar itu sebagai uang duduk diperoleh pula f. Sibayak Lingga menerima gaji dari kas landschap sebanyak f. Belanda sama sekali tidak mengalihkan control kekuasaan atas tanah di kesain kepada aristokrasi keningratan baru ini.jika duduk sebagai anggota.180. Jika ditotal. tetapi sudah sangat luar biasa banyaknya dalam kondisi social dan tradisi didaerahnya.000. Selain itu. atau suatu persentase tertentu dari jumlah hasil yang diserahkan oleh rakyat.1.-. Selain menerima gaji sebagai penghasilan tetap. tetapi secara umum pemerintahan sudah semakin tertata dengan teratur jika dibandingkan dengan situasi sebelumnya di dataran tinggi Karo.dari tiap persidangan balai raja berempat.00. Jika lebih. maka struktur pemerintahan berubah pula. Keteraturan ini dilanjutkan oleh Jepang ketika mereka tiba di daerah ini. Berakhirnya era kekuasaan jepang bersamaan dengan dicetuskannya proklamasi kemerdekaan Indonesia.250. sebayak 8% dan 5% dari rodi pajak yang tidak dikerjakan rakyat tetapi dibayar dengan uang. Berbeda dengan sibayak dan raja urung.. Sibayak Suka menerima sebanyak f. penghasilan mereka hanya kira-kira f.Berbeda dengan sebelumnya.. mereka hanya memperoleh penghasilan dengan menerapkan model kultur procenten. dan yang paling sedikit pendapatannya adalah sibayak Kutabuluh. Ke lima sibayak sebagai zelfbestuur pemerintah kolonial Belanda memiliki kas perbendaharaan kerajaan yang bernama onderafdelingkas.70. Tetapi setelah kedudukan mereka dilegitimasi.dan uang duduk dalam balai raja diperoleh sebanyak f.5 lagi.200. disesuaikan dengan wilayah dan jumlah penduduknya. sedangkan sibayak Sarinembah f. karena mereka menikmati culturprocent. Sedangkan dari balai kerapatan urung. walaupun akhirnya menciptakan semacam pemerintahan yang berbau feodalistis. sangat kecil jika daibandingkan raja-raja lain di Sumatera Timur.00.. 0.20. menunjukkan orang-orang Karo turun dari gunung membantu saudara-saudara sesukunya dalam perang Sunggal-Belanda menjamin tidak akan ada tanah yang dialih gunakan kepada perkebunan asing di tanah Karo.bagi penduduknya 100 jiwa dan paling tinggi f. Fakta ini. Sama dengan sibayak.bagi yang berpenduduk 500 jiwa atau lebih.pendapatan seorang raja urung paling rendah adalah f. pendapatan dan penghasilan seorang aparatur pemerintahan diatur oleh adat. serta diatur dan ditata oleh pemerintah kolonial Belanda. hanya jabatan controleur yang digantikan oleh seorang Gunseibu.. Tiap-tiap tahun mereka memperoleh bonus f 10.-. Kemudian sibayak Barusjahe sebanyak f.75.-.0.15. mereka hanya memperoleh f.400 pertahun. pejabat pemerintah lokal dan controleur mempunyai kepentingaan dalam mensukseskan sistem birokrasi pemerintahan. hanya sebesar f.00. Menjelang akhir pemerintah kolonial Belanda. pengulu sebagai aparatur pemerintahan paling bawah dalam hirarki ini tidak mendapat gaji dari kas landschap.60. demikian pula dalam persidangan raja urung. Perbendaharaan ini dipegang oleh bendaharawan pemerintah yang ditunjuk.00.-.-.2. maka sebagai aparatur zelfbestuur penghasilan dn pendapatan mereka setiap bulan diatur oleh amtenar-amtenar binendland bestuur Belanda.

mungkin saja pada saat itu bukanlah saat yang tepat. Yakni Mayjend Raja Kami Sembiring. Dan yang sangat mendukung lagi adalah kebetulan Ketuanya juga adalah orang Karo. Dan menurut Pt .Tim Pemekaran pada saat itu kurang didukung oleh “Bapak-Bapak” kita yang berada di DPRD itu sendiri. Sedangkan di DPR RI ada 4 atau 5 orang Karo. Sebenarnya isu Pemekaran ini sudah mengemuka pada tahun 2003 pada bulan November lalu. kewedanan Karo Jahe dijadikan menjadi wilayah administratif pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Berarti “teman-teman Pemrakarsa Kabupaten atau Kota” baru itu menciptakan sebuah lapangan Pekerjaan yang sangat banyak (pastilah Kabupaten/Kota Berastagi menerima Ratusan PNS maupun puluhan Anggota DPRD baru). Tapi penulis berpikir Positip saja. Sangat menarik untuk didukung. Selanjutnya. Ketiga kewedanan ini. Beliau menjelaskan bahwa tujuan pemekaran Kabupaten Deli adalah untuk Percepatan Pembangunan yang menyentuh Kesejahteraan Masyarakat Terpencil. yang berasal dari orang Karo. dan terdiri dari tiga kewedanan yaitu: kewedanan Karo Hilir. pastilah ide dan gagasan ini lahir dari keinginan untuk mengembangkan atau menata kota Berastagi dan Kecamatan-Kecamatan yang berada didalamnya kearah yang lebih baik. Akan tetapi penulis sangat mengharapkan kepada “Tim Pemrakarsa Kabupaten atau Kota Berastagi” ini hendaknya memaparkan Misi dan Visi dari keinginan Tim ini di Koran. Penulis tidak mengenal “nama-nama para Pemrakarsa” atau “Aktor Intelektual” yang telah menggulirkan Inisiatip agar berdirinya Kabupaten atau Kota Berastagi ini. Seperti yang dilakukan oleh Ketua Presidium Pemekaran Pembentukan Kabupaten Deli oleh Pt. Kewedanan Kabanjahe dan Kewedanan Karo Jahe. di Deliserdang pada saat itu dijabat oleh (bermarga Tarigan) dan di Kabupaten Langkat kalau tidak salah (bermarga Bangun) Maaf kalau salah penulisan marga. Termasuk di DPRD TK I Sumut kalau tidak salah ada 11 orang.Tapi apa yang terjadi. sehingga beberapa tokoh-tokoh (mohon maaf Penulis lupa namanamanya) Karo berkumpul untuk membicarakannya secara serius. pada tahun 1999-2004 orang-orang Karo sangat banyak menjadi anggota DPRD dan yang menjadi anggota DPR RI. Internet maupun di majalah Maranatha GBKP. Demikian juga Kabupaten Langkat mau di mekarkan menjadi Kabupaten Langkat Karo atau Karo Langkat. Pada saat itu sangat tepat sekali bila di lakukan pemekaran Kabupaten-Kabupaten. Timbangen Ginting. masing-masing membawahi sejumlah kecamatan. Adanya perubahan ini berarti wilayah dataran tinggi Karo kembali seperti sebentuk pemerintahan kolonial Belanda. Mungkin saat inilah saat yang tepat itu!! Beberapa waktu yang lalu Penulis membaca sebuah Berita di Internet bahwa ada Teman-teman kita yang berasal dari Berastagi yang memprakarsai berdirinya Kabupaten/Kota Brastagi.. setelah beralih dari Negara Sumatera Timur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kini semua hanya menjadi “Kenangan Yang Terindah” nina lagu Bams Reguna Bukit dari Grup Samsons. seluruhnya terdiri dari 15 Kecamatan. Dan yang satunya lagi kita telah memiliki 2 pemerintahan di Tanah Karo ada Bupati Tanah Karo dan ada Walikota Berastagi Umpamanya. Di majalah Maranatha GBKP edisi bulan Maret 2008 NO 203. BBA. seperti istilah “Ketinggalan Kereta” kita selalu ketinggalan dan hanya sebagai penonton. di dalam DPRD Deliserdang dan Langkat banyak sekali anggotanya Orang Karo. NS Sembiring dan DR Sutradara Ginting.sebuah kabupaten. Agar seluruh masyarakat Karo tahu bahwa rencana ini adalah rencana Mulia dan kita harapkan didukung oleh segenab rakyat Tanah Karo dan secara Khusus warga Berastagi sekitarnya. Partai Tarigan. Kala itu memang isu pemekaran sangat hangat dibicarakan dimanamana. Secara Pribadi Penulis sangat mendukung sekali. Dimana “kesempatan emas” yang sangat memungkinkan sekali. mereka mencoba untuk mendiskusikan Isu Provinsi “Karo Area”. Kita tahu. mengapa Penulis katakan demikian? Bila hal ini terlaksana maka pasti Kabupaten atau Kota Berastagi itu membutuhkan Tenaga Kerja yang baru. Rencana Kabupaten-Kabupaten yang mau dimekarkan saat itu adalah Kabupaten Deliserdang menjadi Kabupaten Serdang Karo atau Karo Serdang yaitu semua wilayah Kabupaten Deliserdang yang banyak penduduknya “Orangorang Karo”. Beberapa tokoh Karo berkumpul di hotel Sumatera Village Ressort. Akan tetapi kita jangan berputus asa.

Mengapa harus tiga kali? Karena warga Karo banyak di ketiga daerah ini. Mengapa kita tidak lakukan??. Penulis pikir hal ini sangat baik untuk kita lakukan. Delitua. kedua di Medan dan yang ketiga di Jakarta. LSM. Mengapa kita tidak dukung dan doakan!! Ini juga adalah ide yang baik sekali untuk menciptakan lapangan Kerja yang baru. STM Hulu. Hal ini juga sangat membantu untuk meminimalkan Konflik karena sudah ada “Arih-arih atau Runggu bersama”. Kegiatan ini bisa dilakukan 3 kali. STM Hilir. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Usulan Penulis. Pancurbatu. Usulan penulis di acara tersebut Pembicara 8 orang saja. Penulis pikir ini sangat Menarik sekali. Pembicara kedua Dr Sutradara Ginting (Pemekaran Kabupaten/Kota ditinjau dari Politik Dalam Negeri RI). Pembicara Ketiga Bapak Bupati Karo DD Sinulingga (Pandangan Pemkab Tanah Karo tentang Pemekaran Wilayah). Bahkan Penulis juga berkeingingan agar Kabupaten Langkat juga di mekarkan.Pd (tentang Pendidikan dan SDM Tanah Karo). Biru-Biru. Baik Biro Litbang GBKP maupun Pemkab Tanah Karo dan juga mungkin Yayasan Ate Keleng dan Permata Pusat GBKP. Penulis menutup Artikel ini dengan Firman Tuhan Yesus dari Matius 28:20 Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah KUperintahkan kepadamu. Patumbak. Tidak tertutup juga Kemungkinan pada saatnya nanti akan lahir Provinsi Karo Area. Tentunya Kabupaten-kabupaten atau Kotamadya yang baru atau apapun namanya akan menciptakan lapangan kerja yang baru sekaligus juga untuk menambah “Pejabat Bupati dan Walikota” yang berasal dari orang-orang Karo sebagai Putera-putri terbaik Karo. Dengan demikian perlu di pikirkan!! Penulis mengajak seluruh Pembaca Majalah Maranatha GBKP agar mandukung dan Mendoakannya. majalah Maranatha GBKP maupun lewat internet. Sekali lagi ini hanya usulan. Tentunya ide-ide atau gagasan yang positip dan sangat baik ini perlu sekali kita dukung dan kita Doakan. sekali lagi Selamat bagi panitia Pemekaran Berastagi dan Kabupaten Deli. Pt Drs Paulus Sitepu (bagaimana Pendapat Beliau sebagai Penduduk Berastagi tentang Pemekaran Berastagi) dr Robert Valentino Tarigan S. Yayasan dan para tokoh Karo dalam acara yang diselengarakan oleh Pemkab dan GBKP tersebut. Dan agar seluruh warga Karo yang berada di ketiga daerah ini bisa menjadi wakil atau saksi sejarahnya kelak!! Dan yang terakhir seluruh hasilnya bisa di Bukukan dan disosialisasikan keseluruh Tokoh dan Masyarakat Karo baik itu lewat surat kabar. Ir Jonathan Ikuten Tarigan (Pandangan LSM melihat Pemekaran-Pemekaran Kabupaten/Kota tersebut). Untuk masa depan Tanah Karo dan Generasi Karo juga. Pt Timbangen Ginting (Visi dan Misi Pemekaran Kabupaten Deli). Penulis sangat merindukan Kegiatan ini berlangsung agar segala duduk persoalannya bisa di ketahui dan akhirnya bisa mendapatkan sebuah Rekomendasi atau Kesepakatan. Hal ini bisa juga di pikirkan oleh para “tokoh Karo seperti Pak Nabari Ginting M. Dan ketahuilah. pertama di Kabanjahe. Bagi penulis. Klasis-klasis. Bila sudah ada 4-5 Kabupaten/Kota yang merupakan basis-basis daerah orang Karo yang mungkin juga beberapa waktu yang lalu kurang di perhatikan oleh Pemprov dan Pemerintah Pusat. Pertama Ketua Umum Moderamen GBKP Pdt Dr Jadiaman Perangin-angin (Topiknya Pandangan GBKP terhadap Pemekaran atau Otonomi Daerah). Istilah Penulis kalau bukan kita yang membangun Tanah Karo dan Daerah-daerah Karo ini lantas Siapa lagi?? Tidak mungkin orang “Papua atau orang Jawa” yang akan membangunnya. . Untuk membahas topik Pemekaran ini. Kiranya tujuan Anda yang mulia ini bisa BerhasiL Tuhan Yesus Memberkati AMEN.Si” yang berasal dari Langkat.Timbangen Ginting BBA ini bahwa Pemekaran Kabupaten Deli ini adalah Aspirasi dari 10 Kecamatan diantaranya Kecamatan Sibolangit. ini adalah tugas Gereja GBKP dan para Kaum Muda Karo (PERMATA GBKP). para Pendeta dan Permata juga Mahasiswa Karo sebagai pesertanya. terserah siapapun Panitianya. Panitianya bisa mengundang seluruh Elemen Karo. Pt Ir Budi D Sinulingga (UU Otonomi Daerah). Sunggal dan Namorambe. Kutalimbaru. Secara Pribadi Penulis mau mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Karo dan Moderamen GBKP Agar melakukan sesuatu! Misalnya Mengadakan sebuah Acara atau Kegiatan tentang Pemekaran Kabupaen/Kota ini! Panitia/penyelenggara Kegiatan sebaiknya mengundang semua Lembagalembaga.

BAB III .

AGAMA DAN MASYARAKAT KARO
1 Aliran Kepercayaan

KEPERCAYAAN

Orang Karo telah memiliki kepercayaan atau sekarang disebut sebagai agama, yaitu Kiniteken Si Pemena (kepercayaan mula-mula). Kepercayaan orang Karo adalah perbegu yang berarti penyembah roh-roh orang mati. Kepercayaan ini tidak memiliki kitab suci, tidak ada teologi yang sistematik dan tidak ada dogma. Di dalam kepercayaan ini hal-hal yang menyangkut dengan ritual di dalamnya ditangani oleh seorang guru sibaso3. Guru menjadi pengantara antara orang-orang Karo dengan yang dipercayainya. Elemen yang paling kudus di dalam dunia orang Karo adalah begu (roh orang mati) dan secara khusus adalah roh nenek moyang. Dalam kepercayaan orang Karo terhadap begu ini, roh dan jiwa itu terpisah. Jiwa itu merupakan dasar dari kehidupan seseorang dan kekuatannya, dan ini diterima sebelum lahir, pada waktu pertama kali ia dikandung. Jiwa dapat hidup dalam organisme dan di dalam benda-benda seperti besi. Beras dipandang sebagai sesuatu yang memiliki jiwa yang kuat dan digunakan dalam memberkati ritus-ritus untuk menguatkan jiwa seseorang. Dalam diri seseorang terdapat tiga bentuk, pertama tubuh atau (kula), jiwa (tendi) dan nafas (kesah) dan setelah kematian ketiga bagian ini berubah menjadi bagian yang berbeda-beda. Tubuh menjadi tanah, jiwa menjadi begu dan nafas menjadi angin. Dalam kepercayaan Karo, begu itu bukanlah sebagai sesuatu yang menakutkan saja, tetapi sesuatu yang bisa memberikan pertolongan dan memberikan perhatian. Biasanya begu-begu ini disebut sebagai jin ujung walaupun istilah ini dalam pengertian lain adalah roh seseorang yang meninggal secara tidak wajar. Orang Karo juga memiliki ritual pemanggilan terhadap roh-roh yang sudah mati dalam rangka mengingat kembali orang yang sudah mati tersebut. Yang lebih penting lagi ialah bagaimana begu itu menjadi begu dalam keluarga yang dinamai dengan dibata jabu (tuhan keluarga). Ini adalah roh yang mati dalam satu hari oleh karena kecelakaan, kekerasan, atau mati bukan karena sakit. Roh seperti ini dalam pandangan orang Karo memiliki kekuatan yang hebat. Setelah melakukan ritus pemanggilan begu, maka roh orang mati tersebut menjadi roh pelindung di dalam rumah yang akan melindungi keluarganya dari kekuatan-kekuatan yang jahat. Namun apabila ritus pemanggilan itu tidak dilakukan, maka roh itu akan gentayangan dan dapat mengganggu orang-orang. Inilah yang sering membuat orang merasa takut. Dalam kepercayaan orang Karo, memperoleh keselamatan dirasakan ketika begu jabu (roh pelindung keluarga) melindungi keluarganya. Keselamatan bagaimanapun dipahami sebagai kekuatan yang menghindarkan keluarga dari penyebab-penyebab sakit dan permasalahan-permasalahan lain, sama sekali tidak sama dengan eskatologis keselamatan (kekristenan). Kepercayaan orang Karo itu adalah animisme dan dinamisme. Orang Karo merefleksikan trimurti agama Hindu; Brahma sebagai pencipta, Wisnu sebagai pemelihara dan Siwa sebagai penghancur. Di dalam pemahaman orang Karo ketiga ini disebut sebagai dibata i datas (tuhan di atas), dibata i tengah (tuhan di tengah), dibata i teruh (tuhan di bawah)4. Ketiga dibata ini bagaimanapun termasuk di dalam sejarah penciptaan orang Batak yang sama dengan Karo. Ketiga dibata inipun sering juga disebut sebagai dibata kaci-kaci, hal ini sering kali disebutkan dalam mantra-mantra orang Karo. Orang Karo juga memiliki banyak legenda, sejarah, mitos, kemudian memiliki musik Karo, tarian yang seluruhnya ada di dalam spirit kepercayaan orang Karo tadi. Kata dosa bagi orang Karo (tetapi tidak secara sempurna dipahami) dapat dirasakan dengan kenyataan-kenyataan yang menunjukkan ketidakberuntungan. Sebagai contoh, sakit. Di dalam keluarga, ini dipadankan dengan kata dosa, tetapi sebenarnya bukan dosa melainkan penghakiman. Bagi masyarakat Karo modern, tanpa dipengaruhi oleh

agama-agama, dosa dapat disebut sebagai sesuatu yang salah, yang secara sosial dipandang melanggar peraturan atau melakukan suatu yang dilarang. Hanya di dalam Kekristenan orang Karo kemudian memperoleh ide tentang dosa sebagai sebuah penyebab manusia berpisah dengan Allah. Jadi orientasi etika dunia Karo sebenarnya adalah kesalahan tindakan dan konsekuensinya. Di dalam kepercayaan Karo ini kita sudah dapat melihat bagaimana konsep tentang Allah itu ternyata sudah ada sebelum konsep allah yang diadopsi dari kepercayaan Hindu tentang tiga allah. Dua konsep yang sangat berpengaruh adalah tentang allah nenek moyang Batak, percaya kepada Si Mula Jadi Na Bolon dan kemudian konsep trimurti orang India yang telah bercampur sepertinya menawarkan sesuatu yang mendalam (baru), tetapi unsur-unsur yang berbeda ini sulit dibedakan oleh mereka yang telah menjadikan agama ini sebagai agama mereka sendiri. Dalam waktu yang sama, inilah yang membentuk agama terpenting orang Karo (perbegu), dan mereka melupakan asal-usulnya, inilah alasan mengapa kepercayaan kepada Allah adalah sesuatu yang abstrak dan sangat sempit dipahami orang Karo tradisional. Sebagai pemuja terhadap jiwa dan roh, dan ilmu pengetahuan dari guru, bagi orang Karo, semuanya itu jauh lebih menjanjikan bantuan pada waktu ada kebutuhan (persoalan-persoalan, atau masalah-masalah lainnya). Dalam hal alam pemikiran dan kepercayaan, orang Karo (yang belum memeluk agama Islam atau Kristen) erkiniteken (percaya) akan adanya Dibata (Tuhan) sebagai maha pencipta segala yang ada di alam raya dan dunia. Menurut kepercayaan tersebut Dibata yang menguasai segalanya itu terdiri dari 1. Dibata Idatas atau Guru Butara Atas yang menguasai alam raya/langit 2. Dibata Itengah atau Tuan Paduka Niaji yang menguasai bumi atau dunia 3. Dibata Iteruh atau Tuan Banua Koling yang menguasai di bawah atau di dalam bumi Dibata ini disembah agar manusia mendapatkan keselamatan, jauh dari marabahaya dan mendapatkan kelimpahan rezeki. Mereka pun percaya adanya tenaga gaib yaitu berupa kekuatan yang berkedudukan di batu-batu besar, kayu besar, sungai, gunung, gua, atau tempat-tempat lain. Tempat inilah yang dikeramatkan. Dan apabila tenaga gaib yang merupakan kekuatan perkasa dari maha pencipta -dalam hal ini Dibata yang menguasai baik alam raya/langit, dunia/bumi, atapun di dalam tanah- disembah maka permintaan akan terkabul. Karena itu masyarakat yang berkepercayaan demikian melakukan berbagai variasi untuk melakukan penyembahan. Mereka juga percaya bahwa roh manusia yang masih hidup yang dinamakan “Tendi“, sewaktu-waktu bisa meninggalkan jasad/badan manusia. Kalau hal itu terjadi maka diadakan upacara kepercayaan yang dipimpin oleh Guru Si Baso (dukun) agar tendi tadi segera kembali kepada manusia yang bersangkutan. Jika tendi terlalu lama pergi, dipercaya bahwa kematian akan menimpa manusia tersebut. Mereka juga percaya bahwa jika manusia sudah meninggal maka tendi akan menjadi begu atau arwah. Banyak upacara ritual yang dilakukan oleh mereka yang ditujukan untuk keselamatan, kebahagiaan hidup, dan ketenangan berpikir. Upacara-upacara tersebut antara lain upacara kepercayaan menghadapi bahaya paceklik, menanam padi, menghadapi mimpi buruk, maju menuju medan perang, memasuki rumah baru, menghadapi kelahiran anak, kematian, menyucikan hati dan pikiran, dan lain lain. Di semua kegiatan ritual ini peranan para dukun atau Guru Si Baso tersebut cukup besar. Mereka yang berkepercayaan demikian itu lazim disebut sebagai perbegu atau sipelbegu. Tapi terlepas dari maksud pihak luar dengan penamaan istilah tersebut di atas, yang secara kasar dapat diartikan sebagai penyembah setan atau berhala, mereka menyatakan bahwa mereka percaya adanya Dibata yang menjadikan segala yang ada dan bahwa ada tenaga gaib atauu kekuatan maha dasyat darinya yang mampu berbuat apa saja

menurut kehendaknya. Kalaupun ada dilakukan upacara ritual berupa persembahan, maka persembahan itu maksudnya adalah kepada Dibata tadi, hanya saja penyalurannya dilakukan di tempat-tempat yang dikeramatkan. 1. Beberapa aliran kepercayaan masyarakat Karo yang pernah ada dan sampai saat ini pun masih mengikuti ritual-ritual untuk mencari tahu solusi setiap persoalan yang dihadapinya seperti dalam mencari jodoh, pekerjaan, peruntungan dagang, dll) yaitu : 2. DIBATA YANG TIGA 3. Orang yang menganut agama Perbegu, percaya pada Dibata yang tiga dan kekuatan-kekuatan majis yang tidak terlihat. Dibata yang tiga menurut keyakinan yang percaya terdiri dari tiga yaitu : 4. Dibata yang diatas, yaitu Guru Batara , Dibata yang menguasai langit 5. Dibata Tengah, biasa disebut Tuhan Padukah ni Aji, yaitu Dibata yang menguasai bagian tengah dari dunia. 6. Dibata yang dibawah, biasa disebut Tuhan Banua Koling, yaitu dibata yang menjadi penguasa dibawah dunia. 7. Menurut Kelahiran manusia, ada 4 sumber (Puang), yaitu : 8. Erpuangken Erpuangken Erpuangken Erpuangken Taneh Lau Angin Api

Si empat enda, lit pedauh kerina sifat ras carana, rukur, erdahin ras penggejapenna. Apaika pertubuhna, lit tubuh Senin-Selasa-Rabu-KamisJumat-Sabtu ras Minggu. Si enda pe lit nge ertina ibas sifat-sifat ras kegeluhenna. Adi kai kin ndai dasar ras puangna sada-sada kalak, em pagi ikutina ibas geluhna. Adi lawanna kin jabat-jabatenna, labo lolo kugapa pe susah nge iakapna. Pengindo enda em umpamaken bagi banurung i lau. Paranormal enda, sope ia tubuh pe enggo lit tersurat ibas badanna, enggo kin tendina pe lain asa jelma sideban. Paranormal tah guru enda maka ia tahan arus tendina piher, umpama ibas perkakas besi. Umpama tendina sekin, cabit, patuk, kapak, piso rempu pirak rsd. Lit ka pe deba tendina bedil, mariam, rsd. Tentu megegeh nge tendina maka banci ia jadi paranormal/guru. Paranormal enda banci nge ia erpuangken taneh, lau, angin tah api. Paranornal termasuk kalak si erjabat-jabaten. Sinikatekan paranormal/guru, lit pemetehna lain asa jelma sideban: Banci ia komunikasi ras roh-roh halus Ia banci seluken (kesurupen) Lit dua lapis pengenen matana, idahna roh-roh halus. Ersora kerahungna, banci ia ngerana ras roh-roh dunia. Tehna niktik wari si 30 desa si waluh beluh ia ndarami barang bene. Tehna erti nipi. Tehna ngoge suraten tubuh ayo, tan, bulu retak tan, endeng ibas kula rsd. Tehna ngenen pinakit, kena kai ia sakit, biasana tah kena setan. Tehna ngenen rasin, jelma, ngenen rasin, jelma, ingan tading, jabat-jabaten, rsd. Beluh ia ngarkari, ngulak, ersilihi, erbahan tangkal-tangkal, erbahan ajimatajimat, rsd. Beluh ia mah bahi nipi jahat gerek la mehuli, bahan-bahanen kalak si jahat. BEGU JABU Begu jabu tah begu kade-kade, eme gebu kalak si enggo mate, si ndeher ku

Adi megegeh begu jabu e. terserah man sada-sada jelma tah jabu. Tah adi lit pinakit. maka ibahan me upacara ngelandekken galuh. Adi perumah begu jabu pe/cibal manuk telu. Ikataken kape begu enda.jabu e. ia pagar jabu. kerina kalak Karo lit nge begu jabuna. Ikataken kape begu perkaku jabu. Lit ka begu darat. kugapap pe. Emaka mulih lau nari seh i rumah ertambar. Begu Ganjang. Ije biasana ibenaken alu erpangir ku lau. 3. eme begu nini opung. 4. gelarna begu jaman. tapi mate rempat (ndabuh. BEGU BICARA GURU E me begu ibas anak-anak nari si mate lenga ripen. BEGU SI MATE SADA WARI E me begu kalak simate la erkiteken pinakit. Maka ola begu Batara Guru nuhsahi si enggeluh. ikataken pe teridah/tersendung. Antina. Adi begu jabu. Gunana man penjaga jabu. eme begu diberu singuda-nguda simate lenga sereh. ras berngina perumah begu. begu enda emkap begu si nggit nganggu manusia. rsd). enda begu kalak si mate secara umum. bunuh kalak. banci i selukina. mate mpertahanken kebenaren. maka ibahan bere-berenna. Simate kayat-kayaten. Begu Tungkup. 6. Ikataken ka pe begu perkakun jabu sipeteluken. gelarna begu jabu. eme begu jahat. Begu Mentas. Begu enda pe perlu sihamat-hamati sebab ia pe nggit ngeigei. gelarna emkap: 1. begu penjamin keluarga. ras pakaianna lengkap. 7. ibahan ka nge pangir ridi ku lau kerina sukut. BEGU BATARA GURU Enda jelma si mate ibas bertin. Begu Menggep. Emaka metenget kalak si erdahin i juma. e me begu siganasna. ia usur nganggu kalak si erdahin i juma. i kelengina nge kempuna e (simada begu jabu e). ia rusur ngempangi i teruh karang tah i teruh redan rumah 5. biasana pinakit pe malem. lit erbage-bage begu. Kune begu enda nuhsahi keluarga. Ipakaina tah lahang. Inganna ibas jahen tapin. Begu Sidangbela. ia mate sakit-sakiten 2. bagepe begu keluarga bagi sitertulis si arah datas enda. nuri-nuri ia man sangkep. mate erperang ngelawan musuh. eme begu jabu ibas kalak sideban nari. Situhuna. ERBAGE-BAGE BEGU Ibas kiniteken kalak Karo. Ikataken me begu perkaku si peduaken. I oge manuk sangkep si telu e. Lit ka begu jinujung. Begu Juma. Syarat-syarat sinibanci jadi begu jabu emekap: Mate ibas bertin Mate lenga ripen Mate sada wari Mate nguda Mate enggo metua Sinikataken begu jabu. Simada jabu e tetap sehat ras mejuah-mejuah. eme begu diberu-diberu si mberat kulana (sinatang tuah tah anak-anak). Emkap begu si danci nampati. Begu enda banci suruh-suruhen . Ku rumah begu jabu. iturikenna kai ibahan tambarna. laeteh oratna pe mis ia rubati. Kempak begu si mate sada wari pe perlu ka ibahan bere-beren. amin kai pe ibahan kalak man bana. Anak-anak burakenna jerango e. la mempan. Bagepe labo kerina begu si banci jadi begu jabu. baba jerango ibas layam kalak si mberat kulana.

tapi enda me lebe pedah-pedah ninita siman ingetenta. senina ntah kalimbubu. adi i pajuh mate 8. Sidungilah meter persoalen jabunta. jumpa galuh cibalken belo. Ibaba kujapape lawes. Adi la metenget. adi kita erlajang. Maka Ikataken Perbegu Kalak sitek ku kempak kuasa – kuasa begu (roh-roh) maka ikataken ia perbegu (pemena). Dungna jadi sinaggel. danci erbahan kalak mate rempet. Adi tawa kalak ikutken tawa. Mbue denga kal kiniteken pemena si lenga i suratken ibas buku enda. Adi kita kalak Karo arus mbiar man Dibata. Begu binatang liar si enggo mate d. mbacar ras metami. njaga kolam binurung. meriah kal minter. karina si enda lit beguna. metami man anak beru. ula metik-tik. takalna nina ena lit begu juma. nininta kalak karo melalakal pemetehna simehuli man asam geluhta. adi ridi ibas lau malir. lit begu mbal-mbal nina. jumpa kayu mbelin cibalken belo. begu enda pe suruh-suruhen. la pajuh mate 4. 8. meteh mehangke. Kerina si enggeluh adi enggo mate. ola empo. gelarna Pajuh-pajuhen. 12. Mehamat man kalimbubu. seh uruk. dungna enggo jadi kebiasaan. 11. jumpa lau cibalken belo. Mejingkat. adi tangis kalak ikutken tangis. Begu manusia si enggo mate b.Begu Jabu mehuli. Banci rubat ibas jabu. Deba i cekakna. adi i pajuh mate 8. ena lit begu lau. a. pang rawin jemba. metenget man senina. daramilah bapa-nande. Tangkalna ibahan kalak jerango ras benang benalu. Lit ka pe Begu Jabu la mehuli. kolam gelah ola i tangko kalak. jumpa berneh cibalken belo. eme benang megara. em kataken perbegu. Adi reh pinangko e. ula mederngas. mis i pasapna danci mate pinangko e. ula murbit. Dungna anakna jadi bodoh. ula cikurak. Adi mbiar mbalu tah baluken kalak. nggeluh enda lit nge pernangkeng-nangkengen lit nge perngincuah-ngincuahen. Begu binatang jinak (asuh-asuhen) c.simada begu ganjang e. mbiar ia ku mbal-mbal. Kehamaten Perbegu Mulai berkat cibalken belo. sebelah rumah pe perlu betehen. tapi ola nuhsahi kalak. Tawa pe ola tawasa. Kai saja si lit i doni enda. ena nah. mis rere dilah si cekakna e. ermboah lebe. lit pupukna. banci suruh gelah i cubanan kalak. bahan ajangta. lit nini para mbiring. adi getuk ateta kalak getuk lebe dagingta. Gelar Begu-begu Adi isungkun guru si erpemeteh. Kala sikugapa pe perlu tungkir. Adi la i pajuh mate 4. em pedah simehulina kal. mbiar anak na i rumha. jumpa batu galang cibalken belo. ijenda sibatasi saja kerna gelar begu-begu enda. Perbahan buena begu enda. sitandailah man banta ise kita. pang empo. Kerina singgeluh adi enggo mate lit kerina beguna. pang nereh. 10. Ngerana ula metuda. Begu Sirudang Gara. tah mate sarapen dagingna e. Mula-mulana kehamaten. Pedah Nini Para Sini ikataken pedah nini para. Kerina lit positifna lit negatifna. Lit nge pengadi-ngadin batu megulang. Metenget ras terbeluh. bekasna meratah kerahung. Banci merawa tapi ola meringes. Meteh mela. Begu e pe lit mehuli lit la ia mehuli. tengah rukur. banci ia i suruh njaga juma. em asam gedang-gedang tinali dua tampukna. tah la mis itambari. i putur-putur. lit ka sikatna ersora. Erkite- . meteh mereha nggeluh ermalu-malu ibas simehuli Adi mengga ate bagin kalak. Ula percian. ula jului kalak ridi. 9. Sebab. Inganilah ibas jabunta. lit ka tongkat malaikatna. mbiring ras megersing. mata bendil. Padanta ras Dibata si ndube labo terelukken. Begu Darat la mehuli.. pasti lit mehulina lit ka si la mehulina. Lit ka nge galuhna. ula anceng. si eme persada. cibalken belo. mbiar adi la lit belo manai pang anakna mentas. I ajarina anakna mbiar. Adi sidahi sada kerja. anak beru. gelar begu e seh kal buena. Tangis pe ola tangissa. Rakuti jerango e salu benang benalu e. Mbue denga. Lanai lit simajuhsa denga jadi kuan-kuan kalak seh asa sigenduari. Adi tapin pancur.

buat wari mehuli 12 berngi bulan dates Pulungenna : Baka Bulung – bulung si melias gelar Beras meciho ibas pernakan Tinaruh manuk raja mulia Amak mentar Dagangen mentar Kumenen Pelaksanaanna : . lit ka guru si ersora kerahungna. maka manusia e medungen tah pe sakit.Guru permangmang ersentabi lebe emaka idilona tendina. a di perlu idilona jinujungna. Bagepe tah lit sada kerja berngir. Sini aleng tendina. tendinta banci kawas ku sada ingan si ndauh. Lit ka guru si dua lapis pengenen matana. Sinatang baka singuda-nguda si ernande erbapa. 2. Emaka aleng guru tendina. 3. . 5. Lit sada kerja kalak pemena sada kalak sakit. . senina. Nalang baka dua kalak TENDI Tendi lit ibas setiap jelma. Tatang baka i babo takalna. Sandakara Sandakiri Dijungjung Sigulimang Sitandek Sihara-hara Sangkep marpulung Silindung bulan Rsd . Janah adi kita tunduk. lum lum i ia alu dagangen putih. 9. kundul ibas amak mentar. 8.Tik – tik wari si telu puluh. mulai genduari narilah gia ulihi sipelajari gelah ula bene pemeteh ninita si melias ndube. Tendi enda banci pindah-pindah ku ingan sideban.Sini pulung sangkep nggeluh anak beru. . piahna enggo melala bene.Ngerjaken waktuna berngi ibas ingan si enggo tentuken. RALENG TENDI Si ni kataken Raleng Tendi emkap . Menurut surat kulit kayu tah pustaka laklak kayu gelarna pustaka najati (enda enggo ibaba Belanda ku negerina). 4.Inganna ibas jabu sukut . 7.Sukut ercibal belo lebe man begu jabuna ras man begu ninina si arah lebe.kiteken la sipelajari. antara lain gelarna : 1. Emaka labo tadingsa denga. si ngalengsa guru si beluh ermangmang. ibahan kerja e gelarna Raleng Tendi. . 6. erbahanca manusia banci nggeluh. Tendi manusia rapat hubungenna ras kulana. Adi tendi sada-sada kalak la rumah tahpe la ras ia. kalimbubu. tendi ibas manusia lit buena 25.

ia birawan. adon. Kalak birawan perlu ibahan kembarna gelarna. lit ka deba mate) Adi kena keramat si bage. la entabeh man. katikana salang sai bulan si mehuli. rsd. Kalak e sakit. Lit ka perlu i kiap tendina. Lit guruna si erbahan bulung pengarkari tah pe ikalaken pangir e. ngerana pe ia malas. nahena ras tanna mbergeh. Tenahken kade-kade e kerina. Nambari enda pe labo bali kerina pinakit kalak sibirawan. Adi la tengteng tambarna. i kiap tendina. ermkap: Sengget ia perban jumpa ras nipe galang Lit ia i sergang beruang Lit ia sengget ibahan perkas angin Perban lau mbelin Lit birawan ibahan keramat (endam si meserana nambarisa. danci gila. kerja Erpangir Kulau enggo lit ibahan nininta. Pelaksanaanna : . titik wari si 30 rembang wari mehuli. Emkap : Ersura-sura sukut jumpa rejeki ia Enggo lit malem ibas sada pinakit Lit ibas sukut gelah ipetunggungna atena sangkep geluhna. guna pesehat badan manusia. tunduh kurang. 2. tah mbacar gia ia kidekah nari. banci terpelaga tendina. tah dilaki tah diberu. Adi enggo i galar utang e. tah i kicik tendina. Tapi erbage-bage macam cara birawan . la atena bage. si pesawan taruk nu jambe. tentu lit sada-sada tujunna. ceda dalan darehna. kataken pengulu. Sukut Anak Beru Senina Kalimbubu Ni kataken sangkep nggeluh ibas sukut. ERPANGIR KU LAU Nai-nai nari. tua-tua. Adi nggo sue arih. lit dengan ibahan kerja Erpangir Kulau. ayona mekuho (pucat). si erdemu urat ni jaba. si ndiher Desa Siwaluh. Erpangir Kulau sada kerja mbelin ibas kalak Karo. orati keramat si ngulahisa. maka si sakit aren malem pinakitna.Tendi enda lit gunana sada-sada. Lit gelah sehat. Ukurna la erturi-turin. lit bergaul senang. Tandatandana kalak si lanai i rumah tendina emkap: 1. mehangke kalak ngenehen ia Si pulung ibas Erpangir Kulau. tempa-tempa marun. tapi ngue-ue pe ia lanai terkena. Idah kalak enterem kade-kadena. adi tunduh nipi-nipin. lit i pindo keramat e kambing putih. si pesanggeh ruhi ni page. bagepe kade-kade si ndauh. ia la sakit nina dokter. Seh pe asa jaman sigundari. Lanai i rumah tendina. I tambari ku rumah sakit. Lit i lepasken manuk kohul. kai ibahan maka enggo noba (malem) pinakitna e. lit anak main. lit gelah mejile. lit merawa. ia nggo jadi motu 3. reh malasna kai pe. gelarna ranjab-anjab. undang anak kuta. lit gelah megegeh (kuat). BIRAWAN Adi lit sengget sekalak anak-anak. Si ngelakokenca eme guru sibaso. Sinoria adi Erpangir Kulau. Enda me guna tendi ndai kerina. lit gelah mejingkat. Enda tersundung man guru sibaso maka ia lit sengget.

arakken kalimbubu ras anak beru. Sukut. mulih ku rumah. Ku rumah paluken gendang si enterem ikut arah pudi. ibahanna tototna man Dibatana ras begubegu ninina. tah pe ibahan persembahen man nini-nini si enggo mate Arih anak beru. mate la ieteh kena kai. em kap ngampeken tulan-tulan ku geriten. anak beru. berkat jabu sukut nari kulau arakken gendang. Bernginna perumah begu simate-mate sibagenda rupa. Seh i rumah. lit guruna dua. sebab. terang wari. arah lebe sukut. Kai pe agamana. senina. bagepe landek meriah. labo pang kita musuhisa. kalimbubu. lalap la dat keputusenna. Sebab. pekundul ibas jabuna sukut.bage Dalanna Perumah Begu Lit kalak mate rempet. Si enda i perumah beguna. ibas perumah beguna e. mate sadawari. pendahinna. tik-tik warina si 30. gelah seh sura-sura. em sada tujun Erpangir Kulau. Telu tahun dekahna ia enggo erpekara lalap la erkedungen. perkarana lalap la dung. senina ras sukut. Mpepulung sembuyak. Lit pe kerja sukutna enterem. lembuna. Dung er pangir. sura-sura pusuh. gendang keluarga ras jelma si enterem. adi lit sukutna. Kai pe dahin i dahi anak beru. teluna enggo erjabu. senina. mundur asa lalap. Teluna anak enda enggo si aduadun ku balai. tenahken guru sibaso. ieteh kai arah kurumah beguna e. sebab i suruhna nge tiaptiap suku melestariken budaya suku masing-masing. Enggo dung pangir. anak beru. kerina ridi. banci sempat kundul. Pepulung kerina keluarga. kuga tata kerja ibas wari sipagi. Lit ka Perumah Begu erkiteken riah-riah ukur. ras kade-kade gelah ibas kerja e. em maka asli kuga kin kejadianna ibas ia mate e. PERUMAH BEGU Erbage. adi sangkep nggeluh arus pulung secara adat Karo. Anakna 3 kalak dilaki. man ras. Tujun Erpangir Buang sial. Atur perdalan. kudana ras asuh-asuhenna mbue. Teluna anakna enda ndai lanai siangkaan. sabahna mbelang. arus reh anak beru. ridi erpangir ku lau malir. Lit enggo seh sura-sura sukut. Erpangir Kulau enda sada pesta budaya Karo simehuli. ibahan acara sukut. ibas kerja em si enterem ngidah kuga teremna kade-kade sukut enda. Enggo melala duit keri ongkos perkara. adi bagoh teremna kade-kadena. Gunana Perumah Begu Sejarah perumah begu. Pemerintah kita i Indonesia enda pe ermeriah ukur. em kap lit sada jabu seh kal bayakna tanehna. Mate bapana ras nandena. Sukut arah lebe. Adi sinoria. ibahan me sada kerja perumah begu. bagem dalanna mate.Adi nggurapasi kin matena. telu tah empat. senina bagepe kalimbubu ras ise si atena erpangir banci ia ikut erpangir. Seh i lau. aminna pe mbarenda rusur ipedahi nande bapana asum nggeluh denga. teridah kari arah guru sibaso e. . jumpa ayo.Berngina enggo pulung kade-kade. kalimbubu. Maka Erpangir Kulau enda ibas kalak Karo perlu denga kal i lestariken i tiap-tiap desa. Adi sibagenda rupana. Adi ertenah kalimbubu. Manai lit perang-perang nina musuhna. kerbona. adi pemena ia perumah beguna. Toto em toto si mehuli.

Iba pusuhtalah lebe damai. kalimbubu. Mate Ndahi Nini (mati anak perana/singuda-nguda) g.Dungna. Lenga Ripen (mati belum bergigi) e. Kata-kata guru sibaso lit kesanna ras munusuk kubas pusuh peraten. kerina masalah banci selesai. kuga akapndu agi kam duana. sesuai dengan zaman. guru sibasona pe haruslah modern. jadilah guru sibaso simbaru. Ipekundul guru sibaso. dan lain-lain. persoalan si galang i pekitik. pertua. Nina me singuda. maka tindakan pertama yang dilakukan adalah memandikannya. Adi lit perkara tah persoalen. Berdasarkan Usia a. reh ukur sintua. umur lanjut. anak beru. Berdasarkan Sebab/Keadaan Kematian.Jenis-jenis Kematian 1. Cawer Metua (anak sudah berkeluarga semua. Sibaso genduari perkolong-kolong. diaken. ia sibahan nimbang perkaranta. dipanggil untuk runggu (musyawarah) tentang hari penguburan. senina. terutama sekali pada . pekundul saja guru sibaso ibas jabunta. Suei arihna. maka semua sangkep nggeluh. Budaya ras seni. undangan untuk sangkep enggeluh. Tabah-tabah Galoh (anak sudah berkeluarga semua. Guru sibaso em tugasna pedamaiken. bagepe kerina jabu. Mate Sada Wari (tewas) C. Mate Nguda (usia muda. La perlu er perkara. Sejalan dengan itu. Keagungan Pesta Keagungan pesta kematian pada masyarakat Karo. pastor tah pe imam-imam si ngasup ndamaiken masalah. bagepe anak beru. nina sintengah aku pe setuju. Guru Batara/Sabutara (mati dalam kandungan dan kelamin belum dikenal) c. ibahan me lakon perumah begu. anak belum semua berkeluarga) 2. Bicara Guru (mati sesudah lahir) d. Batara Guru (mati dalam kandungan) b. Nehen wari-wari si 30. kaki (ibu jari) dan ikat (kalaki). Mate Kayat-kayaten (sakit-sakitan h. Nuri-nuri Guru Sibaso. NURUNKEN KALAK MATE A. medate ibahanna ukur sibatu-batun. pendeta. Mate enggo ripen (mati sesudah bergigi) f. enggo tudu warina. Guru Sibaso Pijer Podi Adi pekundul Guru Sibaso. Membuat putar di kening dan pipinya (kuning). Guru Sibaso paksa si e dilaki. persoalen si kitik i masapken. kerina danci selesai alu simehulina asang inemken madiin si inemken. harus ia jadi pijer podi man sukut. kalimbubu. aku setuju. Emaka. adi Dibata ras kalak sirate keleng mereken apul-apul. B. usia belum lanjut) c. patong kerja (baban simate). terutama sembuyak. maka kerina permasalahen jadi dame. dibagi atas : a. Nilai Perumah Begu Perkara si mbelin pe kerina selesai adi perumah begu simate-mate. adi siperumah begu nande. Ertina. berperan kal ibas-ibas ngelaksanaken adat tah sada keputusen.Pengantar Apabila ada orang meninggal dunia. Kerina salang sai. kalimbubu su sudah ngembahken nakan) b.

separibanen. Pas di bawah ture. anak beru menteri dan lain – lain d. kemudian di osei (di kepala dipasang sertali tanpa topi-bulang atau tudung). anak rumah dan keluarga dekat membuat sirang-sirang 2. kalimbubu simada dareh dan kalimbubu simada ose (si erkimbang). Gendang Jumpa Teroh Selesai acara tektek ketang janda/duda berjalan menuju ture (beranda) rumah. F. . maka gendangnya “Nangkih Gendang”. lalu ditekteklah sebuah rotan. artinya semalam sebelum penguburan sudah mulai ergendang. Nurunken Simate Adapun acara untuk ‘nurunken’ (pesta penguburan) adalah sebagai berikut : Sirang-sirang Pagi-pagi. Sesudah itu. Lige-lige (bangunan berbentuk geriten bertingkat tiga) 2. E. janda/duda simate erpanger (berlangir) di tiras rumah. Gendang Nangketken Ose Sesampai di kesain. Landek anak rumah Mayat lalu dikelilingi sebanyak empat kali. mayat diturunkan dari rumah. kemudian dibawa ke kesain. sepengalon dan sendalanen. Menari sukut. Kalimbubu/Kejaren (bangunan berbentuk geriten bertingkat 9 dan 11) Usungan untuk orang biasa (ginemgem). sembuyak. D. Selesai nangketken osei. rudangnya dibuat dari daun ndokum sumsum atau tumba laling 3. Landek anak beru. Dalam adat cawer metua. senina. janda bertemu dengan mayat. dan puang nu puang c.kematian cawer metua. adalah : Landek Landek Landek Landek Landek Landek Landek Sukut Sembuyak Senina Sepemeren/Siparibanen/Sipengalon/Sendalanen Anak Rumah Kalimbubu Anak Beru Acara ini biasanya diadakan setelah selesai runggu pada malam itu. dimana semua anak dan cucu rase (memakai pakaian adat). sementara sementara pada waktu yang sama. dan kalimbubu maupun anak beru menari bersama. lalu diadakan acara menari sebagai berikut : a. b. Gendang Nangkih Adapun urutan menari pada acara Gendang Nangkih. Menari kalimbubu. memasangkan ose kepada bere-bere/kela dan anak masingmasing. puang kalimbubu. usungan/perlanja dapat berupa . bisanya hanyalah pating-pating lante empat mbeka ‘atau’ ‘sapo gunong’. ralep-ralep dan untuk itu. pisau tanggal-tanggal dipegang dengan tadengan tangan kiri. yang diosei nduduri isap/kampil kepada kalimbubu. sepemeren. dan di leher dikalungkan sertali (janda). kalimbubu maba ose. maka pertama diadakan “Gendang Nangketken Ose”. untuk membicarakan persiapan acara penguburan keesokan harinya. Erpanger bas pas-pasen rumah Pagi-pagi. 4. semua yang rose. 1. Tek – tek Ketang Selesai berlangir diadakan acara tek-tek ketang.

Pada saat ini erdalan belo kinaper. sendalanen Selesai gendang sukut. berupa uis kapal/arintang+ sejumlah uang . Adapun urutan menari adalah sebagai berikut : Gendang Sukut Landek sukut Landek sembuyak Landek senina Landek sepemeren. 6. Dan bersamanya juga ikut menari anak beru sipemeren. Gendang Anak Beru Menteri Urutannya sama seperti Gendang Anak Beru Menteri. berupa baju + sejumlah uang (Rp. Kalimbubu Simada Dareh. biasanya dilanjutkan dengan acara makan. Gendang Kalimbubu Landek kalimbubu taneh (tua) Landek kalimbubu bena-bena Landek kalimbubu simada dareh Landek kalimbubu si erkimbang Landek kalimbubu iperdemui Gendang Puang Kalimbubu Landek puang kalimbubu arah Landek puang kalimbubu arah Landek puang kalimbubu arah Landek puang kalimbubu arah Landek puang kalimbubu arah Gendang Anak Beru Landek anak beru tua Landek anak beru cekoh baka Landek anak beru dareh Landek anak beruangkip/ampu kalimbubu kalimbubu kalimbubu kalimbubu kalimbubu tua bena – bena si mada dareh si erkimbang iperdemui 5. maka utang adat itu adalah sebagai berikut. morah-morah atau sapu iloh. Sementara apabila yang meninggal dunia adalah wanita.000) Puang Kalimbubu. Gendang Adat Selanjutnya diadakan “Gendat Adat” untuk menari. Biasanya adalah putri kalimbubu yang tidak dikawini lagi (la iperdemui). berupa sekin + sejumlah uang (Rp. H. selanjutnya diadakan runggu pedalan maneh-manhe. yaitu putri kalimbubu ditudungi. Maneh-maneh/Morah-morah/Sapu Iloh Adapun utang adat.000) Anak Beru. (Maneh-maneh/Morah-morah/Sapu Iloh). Gendang Naruhken Tudung Selanjutnya diadakan lagi “Gendang Naruhken Tudungen”. Akan tetapi. separibanen.000) Di Kuala dan Tiga Binanga.G. I.6. dari sima diserahkan kepada : Kalimbubu.. adapula yang membuatnya adalah beru puhun. berupa jas (bulang-bulang) + sejumlah uang (Rp. sepengalon. 12. (Maneh-maneh/Morah-morah/Sapu Iloh) kepada kalimbubu berupa sekin + sejumlah uang. tetapi sering juga ditentukan sekali sekali menari saja.

Satu kepada Kalimbubu Bena-bena (Kampah) .Kalimbubu Singalo Bere-bere. M. Tulan. a. 1. kalimbubu di arah kepala. Sepemeren. dan senina di bagian tengah. Tulan kepada Anak Beru Tua b. Sembuyak. Menyerahkan Kepada Si Empat Terpok Selanjutnya. Narohken Simate Ku Pendonen Selanjutnya.Satu kepada Kalimbubu Tua . Senina.Satu bagian kepada Anak Beru Menteri . Taka Tulon Putor . L. Gendang Narsarken Rimah Sekembali dari kuburen. Jukut kepada Binuang (Sembuyak Tulan) c. roh si mati diserahkan kepada si empat terpok N. Ngamburi Lau Simalem-malem Empat hari setelah dilakukan penguburan. Landek Kalimbubu/Puang Kalimbubu 4. Sepengalon ras Sendalanen 3. Aturan menari sebagai berikut. Setiap berhenti. berupa uis kelam-kelam + sejumlah uang Kalimbub Singalo Perkempun. Taka Alonken 1. pembakaran mayat itu terakhir sekitar tahun 1939. Pertiga . . Landek Sukut. anak beru di bagian kaki. maka mayat itu dibakar. maka sepanjang jalan diamburi page. Pembakaran Mayat/Penguburen Dahulu sebelum kekuasaan penjajah masuk di daerah Karo. berupa pakaian + sejumlah uang Anak Beru. Perumah Begu Selesai narsarken rimah.Satu bagian kepada Anak Beru Sienterem K. maka diadakan lagi acara yang disebut “Maba Lau Simalem-malem”. dikelilingi sebanyak empat kali. demikian juga di Perbesi. diadakan Gendang Narsarken Rimah. J. kepada Kalimbubu Simada Dareh b. dibawa Lau Simalem-malem. Untuk mengusung mayat. berupa benang telu rupa Selanjutnya diserahkan Tulan Putor kepada kalimbubu dan ikor-ikor kepada anak beru.Satu kepada Kalimbubu Sienterem (iperdemui) 2. Pertiga . Untuk itu. . yaitu perang empat kali.Dahulu mayat diberhentikan sebanyak empat kali di jalan. Jukut kepada Anak Beru Cekoh Baka Tutup c. Gendang buangken 2. mayat diantar ke kubura (pendonen). Taka Ikor-ikor a. Gendang Serayan Selanjutnya gendang diserahkan kepada perayaan (muda-mudi) Q. Landek Anak Beru/Anak Beru Menteri O. landek guru sibaso. dan selanjutnya diadakan acara Perumah Begu P. Apabila cawer metua. Di Buah Raya.

Geriten Limang dahulu disebut `Rumah Sibadia`. penggual. Geriten Adalah bangunan khusus untuk menyimpan tengkorak kepala dari orangorang yang pada jamannya sebagai panutan (pemimpin). erpanger kulau. dan lain sebagainya. Mindahken Tulan-tulan Ada kalanya setelah beberapa lama mayat dikubur. diamburi lau simalem-malem. misalnya : Guru. kuburannya kembali dibongkar untuk dipindahkan ke kuburan yang lebih baik. Ciken diberikan kepada laki-laki. harus dilakukan menurut adat Karo. naroh manok. dan lain-lain.makanan numbang. Runggu Utang Ido Dalam runggu ini akan dibicarakan tentang . sedangkan toktok untuk perempuan. tetapi sekarang tulisan tersebut sudah diganti. Setelah ketemu. Acaranya adalah. sembuyak. cimpa gulame dan nakan. Selanjutnya. dibersihkan lalu di uras. b. atau dimasukkan ke dalam geriten. yang pelaksanaannya sama seprti `Ngembahken Nakan`. tulangnya kembali diangkat oleh kalimbubu. Untuk itu. atau si erjabaten. KERAMAT DALAM ORANG KARO . diadakan runggu tentang penguburan itu. Selesai makan. serta tidak ada aturan pembagian hutang. diadakan acara penguburen atau memasukkan ke dalam geriten. Kuburan kemudian digali oleh kalimbubu. Mereken Ciken/Toktok Adalah upacara memberikan tongkat/toktok kepada seorang yang sudah tua oleh sangkep enggeloh. kalimbubu menanyakan kehendak dari yang sakit tentang tata cara penguburannya kemudian hari. R. T. mengganti baka. Cindang. Selanjutnya. dan perumah begu. mangeri takal.Silan Silan adalah suatu tempat yang dianggap angker oleh masyarakat karena . Geriten biasa secara peridik dirayakan setiap waktu tertentu (lima tahun sekali). lalu erduhap dan pulang. kalimbubu dan anak beru. kemudian dibungkus dengan dagangen. ditarok belo bujur. Terlebih dahulu. c. penarune. kemudian diadakan cibal-cibalen. Untuk itu dipersiapkan . Ngembahken Nakan Adalah acara adat yang dilaksanakan oleh `Sangkep Enggeloh` dengan memberi makan orangtua yang sudah ujur atau lama sakit-sakitan. Biaya penguburan Sisingkeh-singkehen Ingan sumpit cibal kalimbubu Pembagian harta warisan Dan lain-lain S. ADAT KALAK CAWER METUA a. Nungkirken Pinakit Adalah acara untuk menjenguk orang sakit. Kuburan lalu dipagar. kemudian diteruskan oleh anak beru. Tetapi disini tidak ada musyawarah antara sangkep enggeloh terlebih dahulu. Acara memberi makan pertama oleh sukut. diberi lambe.

Kerja Tahun Kerja Tahun i Taneh Karo lit piga-piga erbagena.Buah Huta – huta Buah Huta –huta sama dengan Pagar. lit ka kerja tahun ngambur-ngamburi. Silan dapat berupa kayu besar. memanggil kembali roh (tendi) seorang yang telah ditawan oleh Silan. emekap page simbaru i perani ndai i pah-pah. keteng-keteng dan sebagainya. duana enda ibahan sangana mbeltek page. Sedangkan Pagar letaknya persis di sekeliling (watas) kampung. MASUKI/MENGKET RUMAH MBARU Ope denga ibahan acara mengket rumah mbaru. Buah Huta – huta atau Tembunen Kuta terletak di dalam kampung (kesain). Biasana si la ngasup enda i pelebeken si pitu jabu. enda i bahan sangana beltek page. pemberi rejeki dan lain-lain. Jadi. maka lit dalan pulung setahun sekali ras kalimbubu. Penjaga Kampung (Pelindung) yang berada di luar kampung namanya ‘ Pengulu Balang Na Malaga’ yang fungsinya sebagai pengintai. ibahan kerja tahun gelarna mahpah.mempunyai Penunggu mahluk halus (Keramat). Jinujung pada waktu-waktu tertentu diberi persembahen dengan mengadakan erpenper. Adi arah gunung-gunung. senina ras anak beru ras notoken sanga encari ras mejuah-juah. enda ibahan nandangi merdang. si enda i rungguken uga jalan keluarna. Bila Hulu Balang Na Malaga melihat adanya musuh mau masuk kampung. Tendi . . masyarakat terhindar dari bahaya. . .Pengawal – Penjaga Pagar adalah roh nenek moyang. .Jinujung Jinujung ialah mahluk halus yang menjadi penjaga diri seseorang. maka ia memberitahukan kepada Nini Pagar dan Buah Huta-huta untuk bersiap tempur. Nini Pagar merupaken Sembah-sembahen kuta/kampung dan diadakan upacara persembahan dengan acara tertentu dan dalam waktu tertentu. Lit kerja tahun sini i gelari nimpa bunga benih. jenari pagi i galarina dung peranin). maka ibahan kerja tahun enda emekap. ndigan ibahan warina. Upacara Ndilo Tendi mempunyai acara-acara tertentu..Ndilo Tendi Ndilo – Memanggil. maka arih lebe simada rumah nentuken belin kerja (adi lit sekalak si la ngasup muat adangenna. Nini Pagar berfungsi sebagai pelindung masyarakat dari malapetaka. dapat dilakukan dengan mengadakan gendang. Lain si enda. Nandangi merdang iban kerja tabun rebu.Pagar Pagar. Silan tidak disembah (silan la termasuk sembah-sembahen. Dengan harapan. lit kerja tahun sinigelari merdang-merdem. Arah Julu kenca dung peranin. I . lit ka kerja tahun sini i gelari ngerires. .Roh Ndilo Tendi maksudnya. mahluk halus (nini) yang menjadi pelindung/pengawal penduduk suatu kampung. batu besar dan sebagainya. Perbedaannya hanya mengenai letaknya.

Perlakon Ibas Nandangi Mata Kerja. maka i kataken kerja mengket rumah mbelin ngerencit. a. b. . Iban ibas buluh nari. Baka iban ibas rotan nari si ni i bayu.Si erbahan lape-lape i kesain.Tengguli : eme lau pola si enggo i gergeri nandangi danci jadi gual . sangketen. Erkite-kiteken temue enggo rencit-encit. Jenari si pemena nangkih. pulung sangkep nggeluh.Cimpa bicara siang + galuh ATUREN PERLAKON IBAS MENGKET RUMAH MBARU Ibas wari mata kerja si enggo i tentuken e. ikut ka nge anak beru. persikapen kerina perbeliten ras netapken wari mata kerja. lit pancurna. . Sukut rose. si majekkenca eme kalimbubu si majek daliken.Luah kalimbubu sj majek daliken : manuk. Biasa i bahan kerja mengket rumah. sinangketkenca eme kalimbubu si mada dareh.Rudang – rudang si melias gelar eme : bulung jabi-jabi. . Ia nangkih arah ture jabu bena kayu. Biasana mengket rumah bage teremna bandi lanai siat rencit-rencit i rumah. sada man sukut.sungkun guru sibeluh niktik wari. bertuk padang teguh.Netapken si nujung ranting . Ibas tutupna e. kerina anak jabu si jadi sukut ras temue si enggo reh ersikap-sikap. I lebe-lebe ture ngadi lebe. . eme kerja kitikkitik saja. ngikutkenca enggo leben. Bengkau lit 3 lembu.Muat ras nikapken daliken dapur. BENTUK KERJA Sumalin Jabu. mengkah dapur (kerja si nguda) Kerja Mengket Rumah Sumalin Jabu entah mengkah dapur.Ras-ras anak rumah narsarken lameb i kelewet rumah. banci i kataken kerja sintengah. Nakan siman pangan lit 10 tah 12 ayan beras. Erbahan arih entahpe runggu kerina sukut ras anak beru senina bagepe kalimbubu. kade-kade i tenahken kerina. Emaka tiap anak jabu berkat ras-ras ku rumah. anak beru .Muat bulung-bulung si melias gelar ku kerangen. Terpaksa ibahan inganna deba ibas kesain. . mena seri ras kandi-kandi janah lit tutupna. Kade-kade sindeher-ndeher saja ras si labanci lang saja. bengkauna 4 tah 5 manuk. rikut pe kalimbubu bena-bena. Kenca enggo dung rose kerina.Enem binangun si cinder i bas rumah adat e i balut alu uis arinteneng. Kerja e erkata gendang. Beras man nakan si enterem lit 20 ayan. eme singiani jabu bena kayu.Kitang : ingan lau pola. Nikapken Keperlun Kerja . senina tiap jabu. pengulu kuta. Ngerencit (Kerja Sintua) Ngerencit eme kerja si mbelinna ibas kerja mengket rumah mbaru. anak beru.Nikapken nakan dem ras bengkauna (nurung belin + kurung). ibas wari Aditia Naik. sukut ras anak beru . bagepe bengkauna lembu. . Mengket Rumah Erkata Gendang (Kerja Sintengah) Kerna mengket rumah erkata gendang. eme uis arinteneng. ras kalimbubu si erkimbang : amak cur + beras + tinaruh. . sope denga matawari pultak. Kerina adangen na perlengiten kerja cukup sada tah dua ayan beras. Beras Pati tah pe Cukera Dua Puluh. banci berkat. i rakut alu kulit ambat tuah. . kade-kade enterem itenahken. .Uis adat sini oseken ku tunjuk langit rumah. 2 man temue. emas-emas ras sidebannan.Baka : ingan pemunin barang si meherga. umpamana uis. tutupna kayu . Ibas arih enda. sanggar. Emaka i ikuti anak jabu si deban. Ncakapken ras muat kata putus kerna belin kitikna iban kerja.

Orang Karo meyakini bahwa selain dihuni oleh manusia alam juga merupakan tempat bagi roh-roh gaib atau mahluk-mahluk lain yang hidup bebas tanpa terikat pada suatu tempat tertentu. Upacara tradisional dapat didefenisikan sebagai upacara yang diselenggarakan oleh warga masyarakat sejak dahulu sampai sekarang dalam bentuk tata cara yang relaif tetap. Sementara kata pemena berarti asli. guna-guna dan ilmu gaib. M. Islam. Konsep guru ini berhubungan erat dengan kepercayaan tradisional Karo yang disebut pemena atau perbegu. Beberapa persepsi manusia terhadap alam antara lain mengangap alam itu sebagai musuh. tulisan ini dilanjutkan dengan konsep dan klasifikasi orang Karo tentang guru dan keahliannya. dimana ilmu pedukunan dan pengobatan asli dipraktekkan bagi masyarakat yang memerlukan.Soemarno dalam penggolongan aliran-aliran kebatinan menyebutukan bahwa salah satu aliran tersebut adalah golongan pedukunan. karena itu harus ditaklukkan dan dikuasai. hantu dan roh jahat lainnya. Upacara keagamaan itu sendiri berhubungan dengan sistem kepercayaan yang hidup dalam suatu kelompok mayarakat tertentu. Upacara-upacara keagamaan tradisional yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah upacara yang berhubungan dengan kepercayaan tradisional Karo yang disebut dengan pemena. Tulisan ini merupakan hasil revisi dari sebahagian isi hasil skripsi tersebut. Tulisan ini akan diawali tentang konsepsi orang Karo tentang Kosmos sehubungan dengan kepercayaan tradisional Karo yang disebut dengan 1 Tulisan merupakan bagian dari hasil penelitian penulis untuk penulisan skripsi S-1 pada tahun 1992 di Jurusan Antropologi FISIP-USU. baik secara individual maupun kelompok bagi kehidupan mereka (Dept. Deskripsi berikut ini akan menguraikan bagaimana guru itu berperan dalam kehidupan orang Karo. Protestan. Kemudian. Penyebutan kata pemena ini disepakati sejak tahun 1946 oleh para pengetua adat dan guru-guru mbelin (dukun/tabib terkenal).Sembiring. kadang-kadang bisa menjadi sahabat.P&K RI (1985:1). Konsepsi Tentang Kosmos Manusia yang mengembangkan kebudayaannya selalu berorientasi kepada alam lingkungan dimana mereka bertempat tinggal.GURU (TABIB) DALAM MASYARAKAT KARO: Kajian Antropologi mengenai Konsep Orang Karo tentang Guru dan Kosmos (Alam Semesta) Sri Alem Br. karena itu harus dihadapi dengan segala kekuatan. Pendahuluan Guru adalah terminologi umum bagi orang Karo untuk menyebut seseorang yang berperan sebagai tabib. Berdasarkan pandangan-pandangan tersebut di atas kita dapat melihat bahwa semuanya berakar pada kebudayaan masyarakat setempat. Perubahan kata dari perbegu menjadi pemena ini dimaksudkan untuk menghilangkan kesalahpahaman orang-orang di luar orang Karo atas pengertian kata perbegu. Suatu peranan yang mencakup luas dan mempunyai kaitan yang erat sekali dengan konsepsi tentang kosmos dari guru sebagai pelaksana . untuk itu diperlukan beberapa aktivitasaktivitas yang dapat menjaga keseimbangan alam. suatu kompleks penyembuhan. B. Demikian juga halnya dengan apa yang disebut dengan guru. Hindu dan Budha. 2 WS. Guru ini sangat berperan dalam ritual-ritual keagamaan atau upacara-upacara tradisional bagi orang Karo. Jadi kata pemena dapat diartikan merupakan kepercayaan yang asli (pertama) dari orangorang Karo sebelum masuknya pengaruh agama ‘baru’ seperti Katolik. Segala kegiaatan yang berhubungan dengan roh-roh gaib dan upacara ritual. Beberapa orang Karo lainnya mensinonimkan kata guru dengan kata dukun 2 . Kata perbegu bagi orang di luar orang Karo seolah-olah menunjuk ke arah penyembahan kepada setan.Si 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara A. Persepsi lain yaitu bahwa alam itu adalah sahabat karena itu harus disdayangi dan dirawat. Page 2 2002 digitized by USU digital library 2 pemena. tetapi tidak jarang menjadi musuh yang menakutkan. sehingga lebih mudah diamati (Koentjaraningrat 1985:375). berasal dari kata bena yang berarti awal atau yang pertama (asli). merupakan sebagian aspek penting dalam kepercayaan tradisional Karo yang pelaksanaanya terpusat pada guru. Salah satu hal yang menyebabkan besarnya perhatian para ahli mengenai upacara atau ritus-ritus keagamaan disebabkan karena upacara keagamaan dalam kebudayaan suatu suku bangsa biasanya merupakan unsur kebudayaan yang paling ‘lahir’. Pendukungan terhadap upacara itu dilakukan masyarkat karena dirasakan dapat memenuhi suatu kebutuhan. Ada juga yang beranggapan bahwa alam itu sesuai dengan sifatnya.

pusuh peraten (perasaan). Penjuru mata angin ini dapat dibedakan atas dua sifat yang berbeda. Si nurihi buk mecur artinya yang mampu menghitung rambut (manusia) yang sangat banyak. Hubungan yang kacau atau tidak beres antara satu sama lain dapat menyebabkan berbagai bentuk kerugian seperti sakit. para guru menyebutnya juga dengan Dibata si nurihi buk mecur atau Dibata si mada tenuang. Sedangkan posisi rumah-rumah adat mayoritas menghadap ke arah timur dan barat. Menurut mereka Dibata adalah tendi (jiwa) yang dapat hadir di mana saja. Baik itu keseimbangan dalam diri manusia sendiri dan lingkungannya. Keteraturan dalam kosmos sudah terbentuk sejak Dibata (Tuhan) menciptakan manusia dan dunia. Kesatuan dari keseluruhan tendi yang mencakup segalanaya ini disebut Dibata. pembagian kosmos yang diikuti dengan pembagia Dibata ternyata tidak begitu penting. Daya pikiran manusia dianggap bertanggung jawab ke luar guna menjaga . yang dapat dibagi secara “vertikal� (tegak lurus) dan secara “horizontal� (mendatar). yaitu : benua atas. Bagi mereka. 1986:111).utama. nariti (barat daya). 4 Lihat dalam tulisan Ginting (1990) Page 3 2002 digitized by USU digital library 3 Secara horizontal. Hal ini sesuai dengan keyakinan orang-orang Karo yang sangat dekat dengan suatu bentuk kepercayaan atau keyakinan terhadap tendi. Posisi rumah pribadi mayoritas menghadap ke arah utara dan selatan. alam semesta dibagi ke dalam delapan penjuru mata angin: purba (timur). Guru dianggap memilki banyak pengetahuan yang mendetail tentang berbagai hal yang berhubungan dengan kehidupan dan kejadian. Setiap bagian berhubungan satu sama lain. yaitu desa ngeluh (arah hidup) dan desa mate (arah mate. barat dan utara. daksina (selatan). Sementara itu. selatan dan barat. Sesuai dengan dengan pendapat dan pemikiran ini. Dibata yang yang dikenal dan dianggap penting adalah Dibata kaci-kai sebagai kesatuan keseluruhan dari Dibata. timur. Desa-desa yang digolongkan sebagai arah hidup adalah. posisi arah rumah dan areal pemakaman penduduk suatu desa (Desa Kidupen) mengikuti arah hidup. Penggolongan kepada arah hidup dan arah mati didasarkan kepada pemikiran bahwa desa-desa timur. Bagi masyarakat Desa Kidupen . berasal dari kata desa yang berarti arah dan si waluh yang berarti delapan. sebab mengingat bahwa titik sentral dan tujuan utama segala aktivitas peranan guru adalah untuk mencapai kembali “equilibrium� atau keseimbangan 3 . selatan.R. Setiap manusia dianggap sebagai “mikro-kosmos� (semesta kecil) yang merupakan kesatuan bersama dari kula (tubuh). irisen (timur laut). dan ukur (pikiran). areal persawahan dan perladangan mayoritas di arah utara. bahwa si nasa lit (segala yang ada) dikuasai oleh Dibata. benua tengah dan benua teruh yang masing-masing dikuasai oleh Dibata datas. yaitu suatu kehidupan jiwa yang keberadaannya dibayangkan sama dengan roh-roh gaib (Ginting. Dalam kehidupan sehari-hari. Secara vertikal. Penjuru mata angin ini disebut desa si waluh (delapan arah). Kesatuan ini disebut sebagai ‘keseimbangan dalam manusia’. selatan. aguni (tenggara).kejadian dalam hubungannya dengan kehidupan 4 . malapetaka. Sedangkan si mada tenuang artinya yang menciptakan (tenuang berasal dari kata tuang = cipta. pustima (barat). Selain itu digolongkan sebagai arah mati. dan akhirnya kematian 5 . Sebaliknya pada arah mati terdapat mahluk-mahluk gaib yang jahat dan suka mencelakakan manusia. mangabia (barat laut). Alam semesta merupakan suatu kesatuan yang menyeluruh. 3 Penegasan mengenai ritual yang ditujukan untuk mencapai ‘equilibrium’ dalam masyarakat dapat dilihat dalam tulisan Geertz (1983). Orang Karo meyakini bahwa alam semesta diisi oleh sekumpulan tendi. kekuasaannya meliputi segalanya dan dianggap serbagai sumber segalanya. barat dan utara dikuasai oleh roh penolong yang memberikan kebahagiaan kepada manusia. yang biasa dipakai menyebutkan pencipta manusia selagi dalam rahim seorang Ibu). kesah (nafas). Setiap titik dalam “kosmos� mengandung tendi. butara (utara). J. Dibata tengah dan Dibata teruh yang merupakan suatu kesatuan yang disebut Dibata si Telu ( Tuhan yang tiga) atau dianggap sebagai “tri tunggal� yang disebut juga Dibata kaci-kaci ( Kaci-kaci artinya Tuhan Perempuan) sebagai penguasa tunggal. tendi (jiwa). maupun keseimbangan “makro-kosmos� dalam konteks yang lebih luas. alam dapat dibagi ke dalam tiga bagian yang disebut benua. sebagai kesatuan totalitas dari “kosmos� (alam semesta).

seperti dalam upacara perumah begu seorang guru si baso mengadakan persentabin kepada beraspati taneh dan beraspati rumah agar meraka masing-masing sebagai inti kehidupan tersebut tidak mengganggu atau menghambat jalannya upacara. pinang dan gambir). deleng (gunung). Page 4 2002 digitized by USU digital library 4 Kesejukan badan dan pikiran merupakan dasar dari keadaan sehat. beraspati rumah (inti kehidupan rumah). beraspati kabang (inti kehidupan udara).keseimbangan dalam dengan keseimbangan luar sebagai suatu “makrokosmos� (semesta besar) yang meliputi dunia gaib. Beraspati lau (inti kehidupan air) misalnya. Ini yang menjadi dasar setiap guru di Karo selalu mengadakan persentabin (mohon ijin) kepada nini beraspati sebelum melakukan upacara ritual. yaitu ketidakseimbangan antara tubuh. Air jeruk purut diyakini menimbulkan rasa sejuk. 1983:12). pintun (pintu).kosmos� (semesta kecil/tubuh manusia itu sendiri) tidak akan sempurna tanpa tercapainya suatu keseimbangan “kosmos� (alam semesta secara luas). CA. Tindakan ini diyakini akan menyempurnakan keseimbangan dalam diri seseorang. tergantung dalam konteks mana upacara akan dilakukan. kesatuan sosial dan lingkungan alam sekitar. beraspati kerangen atau beraspati kabang dan kadang-kadang para guru menggabungkan beberapa beraspati yang dianggap penting dapat membantu kesuksesan suatu upacara ritual yang mereka adakan. kendit (tanah datar). embang (jurang). nafas dan pikiran. Beraspati rumah (inti kehidupan rumah) dibagi lagi atas bubungen (bubungan). Prinsip ini pula yang menyebabkan mengapa seorang guru melakukan beberapa upacara ritual dengan tujuan untuk mendapatkan keadaan yang serba malem (sejuk/tenang). Maka karena itu walaupun seseorang telah meninggal jiwanya tetap hisup. Sementara itu kepala si pasien dipilih dengan pertimbangan bahwa kepala adalah tempat dari pikiran dan sebagai pusat dan pimpinan dari “mikro-kosmos� (semesta kecil) tersebut. yaitu keadaan sejuk dan seimbang antara “makrokosmos�. redan (tangga). malem pusuh (perasaan sejuk/tenang). seperti. kehadiran jiwa seolah-olah terpencar dari tubuh (van Peursen. jiwa itu ada sebab tubuh sendiri tidak berjiwa. jiwa. perasaan. jiwa adalah suatu kehadiran yang membuat tubuh menjadi seperti apa adanya. lingling (tebing). Menurut para guru. seorang guru akan menyiramkannya ke kepala pasiennya. terganggunnya hubungan-hubungan dalam “mikro-kosmos� seseorang berarti adanya keadaan tidak seimbang dalam tubuhnya. tapin (tempat mandi di sungai) dan lain-lain. apakah kepada beraspati taneh. daliken (tungku dapur). Oleh karena itu kata malem digunakan juga sebagai arti sehat atau kesembuhan dalam bahasa Karo. Kekekalan jiwa menurut Plotinus. malem ate (hati sejuk/tenang). seorang guru dalam beberapa ritusnya yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan pada diri manusia akan menggunakan air jeruk yang malem. malem (sejuk/tenang). uruk (bukit). beras pati air. para ( tempat menyimpan alat-alat masakdi atas tungku dapur) dan lain-lain. Dengan menggunakan air jeruk purut pada upacara berlangir (erpangir). Hal ini menunjukkan bahwa dalam diri guru terdapat suatu pandangan bahwa keseimbangan dalam “mikro. jiwa meresapi tubuh. beraspati kerangen (inti kehidupan hutan). Beraspati taneh dibedakan atas kerangan ( hutan). 5 Keterangan lain mengenai jiwa dapat dibaca dalam tulisan van Peursen (1983). lau sirang (sungai yang bercabang). Air jeruk dianggap sebagai lambang dari alam semesta yang mewakili ‘keseimbangan luar’ akan dimasukkan ke dalam diri manusia yang mewakili ‘“keseimbangan dalam� itu sendiri. Orang Karo meyakini bahwa alam sekitar diri manusia sendiri dianggap sebagai “makro-kosmos�. nini beraspati ini dilambangkan dengan gambar cecak putih yang dianggap sebagai pelindung manusia. beraspati taneh (inti kehidupan tanah). Tercapainya suatu “keseimbangan dalam� akan memperlihatkan berbagai keadaan menyenangkan. oleh penganut pemena atau guru khususnya dibagi lagi ke dalam beberapa jenis lingkungan alam atau tempat dan keadaan. Alam sekitar ini digolongkan ke dalam beberapa inti kehidupan yang masing-masing dikuasai oleh nini beraspati (nini = nenek). dibedakan lagi atas sampuren (air terjun). palas (palas). Oleh karena itu. yaitu. Belo cawir ini . kapur. Biasanya dilakukan dengan meletakkan sirih yang disebut belo cawir (sirih. Beraspati. mbal-mbal (padang rumput). Dalam ornamen Karo. ukur malem (pikiran tenang).

sider bertengna. terdiri dari sirih bersih dan bagus demikian juga pinangnya. Hal ini pula yang menyebabkan banyak guru memakai air yang ditempatkan dalam suatu mangkuk putih. o nini beraspati rumah ujung kayu bena kayu . hal ini terutama menandakan bahwa roh-roh yang telah mati tidak sama dengan manusia yang hidup. tapi mahluk halus jenis keramat ini tidak menganggu sifatnya. Semua tempat sekitar manusia adalah juga alam gaib. bage pe celaka man kita. Guru mengatakan bahwa hubungan itu dapat dilakukan melalui perantaraan angin si lumang-lumang (angin yang berhembus). kapur yang putih bersih dan terang atau jelaslah keterangan dan petunjuk dari Dibata yang tidak terlihat.�). karaena itulah disebuat deangan i jah (di sana). terutama jika guru merasa bahwa penyebab dari keadaan yang tidak seimbang pada diri manusia tersebut disebabkan karena ada hubungannya dengan roh-roh orang mati yang mengganggu.� (“Dalam tempat tinggal kita ini pun banyak sekali orang halus yang tidak terlihat oleh mereka yang tidak dua lapis matanya. baik yang ada di ujung kayu ataupun di pangkal kayu .�. tapi adina Page 6 2002 digitized by USU digital library 6 orang alus. Ini dibuktikan dengan kata seberang yang dalam pengertian para guru dianggap maelewati suatu batas yang ditandai oleh lau (air). pinang meciho maka meciholah penuri .merupakan lambang diri manusia. dia menolong manusia. dikatakan juga bahwa arwah orang yang telah meninggal mempunyai kehidupan yang berbanding terbalik dengan kehidupan manusia. kapur meciho. Disamping hal di atas. khususnya mereka yang dijulluki sebagai guru si baso 7 melalui ritual perumah begu atau perumah tendi 8 . . sehinga disebut negeri seberang. . kosmologi Karo mempunyai perbedaan yang sifatnya umum antara alam gaib dan alam biasa. pinang dan gambir adalah lambang dari darah merah manusia karena perpaduan keduanya memberi warna merah. Mantra (Karo = tabas) yang dipakai guru dalam rangka persentabin kepada beraspati taneh dan beraspati rumah adalah sebagai berikut: “enda ku sentabi kel aku o nini beraspati taneh kenjulu kenjahe . enda persentabinku.nurin Dibata si lakuidah. Adanya kehidupan pada manusia disebabkan bekerjanya ketiga unsur tersebut sebagai metabolisme tubuh manusia yang saling mengatur peredaran darah dalam tubuh. tidak ada seorangpun yang tahu pasti dimana. . tiap-tiap kerangen lit sada keramatna. tiap keramat enda la ia engganggui jelma. Maka ula kari abat ula kari alih. Page 5 2002 digitized by USU digital library 5 Sirih dalam belo cawir sebagai lambang tubuh manusia. adina keramat ia singarak-ngarak.�) Dalam mengadakan hubungan dengan roh-roh orang yang telah meinggal. e banci ia erbahan penakit. manusia tidak tahu pasti tempat dan wujudnya. Dalam peristiwa pemanggilan roh-roh orang mati tersebut berasal/datang dari negeri seberang. Sebutan i jah dan i jenda tidak berarati adanya suatu wujud pasti tertentu sebagai alam gaib. Alam gaib diatunjukkan dengan pemakaian kata ijah (di sana) dan alam manusia biasa dengan kata ijenda (di sini). harus menyeberangi sesuatu untuk sampai ke tempat tersebut yang disebut sebagai i jah (di sana). namun alam gaib tersebut digambarkan sebagai suatu alam yang tidak terlihat dan tanpa wujud. Menurut seorang guru Pa Jawi (bukan nama sebenarnya). belo cawir. Ini menunjukkan bahwa alam gaib itu berbeda jauh dengan alam tempat kehidupan manusia. tapi jika orang-orang halus bisa saja membuat penyakit bagi manusia dan mencelakakan kita. Alam gaib sendiri berada bersama-sama di sekitar manusia. Kata tersebut di atas hanya untuk membedakan alam gaib dengan alam biasa. permohonan ijin dariku. kepada nenek beraspati rumah . Sehubungan dengan itu. cibal beloku. Arwah itu tinggal di taneh kesilahen dengan . kapur lambang dari darah putih sesuai dengan warnanya putih. (“ Ini aku datang memohon ijin kepada nenek sebagai inti kehidupan tanah dari segala sisi. pinang cawir. tidak mau menganggu manusia. bage pe keramat seh kel lalana. ku letakkan sirih permohonanku. di setiap hutan ada satu keramat penungggu. Dalam hal ini diungkapkan bahwa lau (air) merupakan penghubung antara manusia dan roh-roh yang telah mati. sangat banyak juga. seorang guru dapat melakukannya dengan bantuan jenujung 6 . sedangkan alam biasa tempat kehidupan manusia disebut doni enda (dunia ini). . Supaya tidak ada yang menghalangi upacara ini. mengatakan bahwa: “I bas inganta enda pe melala kel orang-orang alus si la teridah bagi kalak si la dua lapis perngenin matana. demikian juga dengan keramat.

ahli sejarah. tradisi-tradisi dan mitos-mitos yang merupakan harta karun sastera Batak (lihat dalamGinting 1986:121-122). ruas tebu.daunan tertetnu seperti besi-besi. Secara harfiah sama artinya dengan kata “guru� 6 Jenujung ini disebut juga sebagai roh pelindung (junjungan) atau dikenal secara ilmiah dengan sebutan ‘quardiant spirit’ (Pettit 1966) atau ‘ghost spirit’ (Mordock 1974). “Pa Jawi adalah seorang guru pembuat langir (berlangir). ahli penyembuhan. daun. DarwanDarwin 1985:22: Sembiring 1992) Page 7 2002 digitized by USU digital library 7 (lehrer) dalam bahasa Indonesia. mendaftar dan memakai sebagian besar pengetahuanpengetahuan yang ada dalam masyarakat. Pa Jawi harus menentukan berapa jumlah tumbuhtumbuhan yang harus dipakai sebagai bahan upacara dan juga manteramantera yang diucapkan untuk jeniss penyembuhan yan berbeda pula. ruas batang jagung dan lain-lain. Dia harus mengetahui tumbuh. kalinjuhang dan lain-lain. guru adalah sebutan untuk orang-orang tertentu yang dianggap memiliki keahlian melakukan berbagai praktek dan kepercayaan tradisional. ahli ekonomi dan juga merupakan suatu “ensiklopedi� yang mengembara di tengah-tengah masyarakat. Dimana pemilihan jenis tumbuhan . Tetapi jiwanya tetap hidup dan dapat tinggal dimana saja dan masih dapat berhubungan dengan anggota keluarga lain yang masih hidup (lihat juga tulisan Singarimbun 1972:21: Bangun P 1976: Prinst. Dia harus mengetahui cerita yang menjelaskan asal upacara itu yang sering berkaitan dengan asal mula dunia. Guru adalah juga pemellihara ceriteraceritera lama. berhubungan dengan roh atau mahluk gaib. Seperti yang dituturkan oleh seorang guru perban pangir di Desa Kidupen (lokasi penelitian penulis) yang dipanggil “Pa Jawi�. Junjungan ini adalah sebagai kekuatan dari luar diri seorang guru yang dapat membantunya sebagai roh gaib pelindung yang berasal dari “makro-kosmos�. sangka sempilet. juga beberapa ruas tumbuh-tumbuhan yang dalam bahasa Karo disebut buku-buku. J. Untuk melakukan suatu upacara dengan baik. Oleh karena itu hubungan manusia dengan alam gaib hanya dapat dilakukan melalui jiwa yang dimiliki oleh manusia itu sendiri. malam bagi arwah adalah siang bagi kita manusia dan pagi bagi arwah adalah malam bagi kita manusia. C. Alam gaib dikatakan juga sebagai alam jiwa. Artinya. Dalam tulisannya yang berjudul “De Bataksche Guru� dalam Mededeelingen van wege het Nederlandsche Zendelinggenootschap. Guru dan Keahliannya Bagi orang Karo. seperti. ruas batang bambu. “Quardiant spirit’ ini diperlukan oleh seorang ‘shaman’ atau ‘spirit medium’ sebagai pelindung dirinya dan sebagai sumber kekuatan untuk hidup ataupun untuk penyembuhan berbagai jenis penyakit (lihat dalam Pettitt 1966:137-243: Murdock 1974: Foster/Anderson 1986) 7 Deskripsi rinci mengenai guru si baso (‘shaman’) dapat dilihat dalam tulisan skripsi penulis (Sembiring 1992). Hal ini berkaitan dengan kepercayaan orang Karo yang sangat erat dengan tendi (jiwa). Dialah yang telah mengumpulkan. seperti: meramal. guru harus mengikuti aturan-aturan tertentu. walaupun seseorang telah meninggal. berngi suarina.H. membuat upacara ritual. Neumann (1910 : 1 . 8 Ritual perumah begu ini pada dasarnya dilakukan karena adanya kepercayaan akan kehidupan kekal dari jiwa. pagi berngina. J. Untuk membuat pangir seorang pasien yang mendapat mimpi buruk akan dikumpulkan bahan-bahan seperti. ahli theologi. Tetapi sebagai sebuah peranan biasanya diartikan dengan kata “dukun� dalam bahasa Indonesia (Ginting.keadaan. Itulah sebabnya dalam melakukan hubungan dengan orang-orang yang telah meninggal. suatu hal yang memperlihatkan bahwa kemampuannya memang banyak. jeruk empat macam dan setiap macam berjumlah empat buah.18) memandang guru sebagai suatu “kumpulan informasi�. Guru dianggap memiliki pengetahuan yang mendetail mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan kehidupan.tumbuhan mana yang diperlukan untuk melaksanakan suatu upacara dan dia harus mengetahui tindakan-tindakan dan mantera-mantera yang perlu dijelaskan kepada peserta-peserta lainnya. seorang guru (guru si baso) menggunakan tendinya dengan bantuan tendi-tendi lain yang disebut jenujung (junjungan). perawatan serta penyembuhan kesehatan dan lain-lain. 1990: 1). Itulah yang merupakan penyebab mengapa dikatakan begu banyak berkeliaran di malam hari. Keseluruhan alam gaib disebut pertendiin (kejiwaan).

(“ Kita bertanya apa yang dianggap pasien kurang enak di badannya. atau sebagai tangkal. Beberapa ciri tanda kelahiran yang dianggap istimewa seperti. guru nendung (peramal dengan bertanya pada roh-roh gaib) disebut juga sebagai guru si erkata kerahung/ guru perseka-seka. maka sembuhlah si pasien. guru nabas (seorang ahli mantera). adi enggo si eteh. guru peraji-aji (ahli guna-guna atau peamu racun). guru perseluken (seseorang yang ahli mengundang roh-roh gaib memasuki tubuh orang lain sehingga kemasukan). Peran sebagai guru dianggap telah ditentukan dari sejak lahirnya seseorang dengan memiliki tanda-tanda kelahiran tertentu.) Dari penjelasan di atas menunjukkan bahwa seorang guru harus mampu terlebih dahulu mendeteksi atau mendiagnosa apa penyebab keadaan sakit atau keadaan tidak seimbang dalam diri si individu (pasien). i sungkun kai kin atena. Dalam hal ini. maka si ban pangirna. guru si baso (seseorang yang dapat berhubungan dan mengundang roh-roh gaib untuk memasuki tubuhnya sehingga kesurupan dan ahli dalam upacara pemanggilan roh-roh orang yang telah meninggal. Junjungan ini diyakini pula dapat melindungi para guru dari niat jahat orang lain terhadapnya yang hendak mencelakakanya. Jenujung ini diyakini berasal dari benua datas (dunia atas). jika demikian. yaitu seseorang yang memiliki suara siulan di leher sebagai ucapan roh gaib. ras pe ia ngerana. kadena si mesui. janin yang dililit oleh tali pusar. penyakitnya sembuh�. guru si dua lapis pernin matana (seseorang yang dapat melihat roh-roh gaib). guru perjinujung (seseorang yang disertai dan dibantu oleh roh-roh gaib untuk melaksanakan penyembuhan dan upacaraupacara ritual). kenca bage e maka si sakit pe malem ka lah ia. si leboh guru si deban si dua lapis perngenin matana. penolak bala. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat pedesaan Karo. leher janin terbungkus oleh selaput pembungkus janin. . dan kita panggil guru yang dapat melihat mahluk halus dan yang mampu berkomunikasi dengan mahluk halus itu. Bahkan peran sebagai guru telah dianggap dimiliki seseorang sejak dia berada dalam kandungan Ibunya berdasarkan kata Dibata si mada tenuang atau kehendak dari Tuhan sang pencipta. malem pinakit�. Sifat tumbuhan itu diharapkan menyatu dengan tubuh pasien dan mencapai kembali keseimbangannya dan sembuh dari penyakit. guru baba-baban (ahli jimat isebut juga guru perberkaten). dan lain-lain. peran sebagai guru sudah merupakan suratan takdir dari Yang Maha Kuasa. pemindona makana ia engganggui. ditanya apa kemauannya sehingga ia menganggu si pasien. guru tua dan guru si nguda/ guru sibeluh niktik wari (ahli dalam melihat hari-hari baik dengan perhitungan waktu.ini disesuaikan dengan sifat dari tumbuhan itu sendiri yang secara simbolik dikaitkan dengan penyakit yang diderita oleh pasiennya. Junjungan ini dianggap memiliki kemampuan gaib yang dapat melindungi para guru dan membantunya dalam praktek-praktek penyembuhan ataupun pengobatan. Pa Jawi mengatakan bahwa: “si sungkuni kai si akapna kurang ibas dagingna. banci idahna ise si reh i jah nari. dan mengundang roh tersebut untuk memasuki tubuhnya sebagai medium (perantara) untuk berbicara dengan kearabt-kerabat yang masih hidup. jenis obat dan jenis mantera yang diperlukan. tidak lain dari pada yang lain ataupun tidak memiliki ciri fisik tertenu. guru si majak panteken (ahli membuat pangir/langir baik sebagai obat penyembuh. guru permag-mag ( seseorang yang ahli dalam penyampaian doa melalui nyanyian). gelah ia laus. tidak akan dapat menjadi guru jenis apa pun juga. Siapa Menjadi Guru Menurut keyakinan orang Karo hanya orang-orang pilihan saja yang dapat menjadi seorang guru. terdapat beberapa sebutan untuk jenis guru. setelah diketahui lalu dibuatkan pangir untuk si pasien dan dipenuhi permintaan mahluk halus itu. guru pertawar (penyembuh dengan ramuan obat-obatan). lalu kita buat pangirnya. seperti. D. guru perbegu ganjang (pemelihara roh-roh jahat). Pendapat umum termasuk para guru mengatakan bahwa seseorang jika paroses kelahirannya tidak istimewa. apa yang sakit. maka orangorang yang kelahirannya istimewa saja yang dapat mempunyai jenujung. guru pertapa (pertapa). bereken kai si i pindo si reh i jah nari. arah dan tempat). Kemudian tahap berikutnya Page 8 2002 digitized by USU digital library 8 menentukan jenis upacara penyembuhan dan pengobatan. biasanya guru ini mempunyai apa yang disebut tungkat malaikat) 9 . Mengingat setiap guru harus mempunyai apa yang disebut dengan jenujung (junjungan) yaitu roh gaib pelindung/pnolong. e maka si ban pangirna.

Penutup Berdasarkan deskripsi yang telah dipaparkan dalam tulisan ini. Untuk menyebut roh-roh jahat yang dapat membuat malapetaka bagi manusia disebut orang Karo dengan sebutan setan. sama halnya dengan penerimaan menjadi guru yang juga harus dilakukan melalui suatu ritual yang disebut petampeken jenujung. jumlah gigi seri yang hanya dua buah. maka seseorang sudah menjadi guru dan dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit ataupun mampu mengundfang roh-roh gaib lainnya. atau atas kehendak roh-roh gaib melalui peristiwa mimpi. tiba-tiba lehernya mengeluarkan suara siulan yang berdesis. bertapa. Melainkan. lalu setelah sembuh diadakan suatu upacara untuk meresmikan rih gaib keramast tersebut menjdi jenujungnya (junjungan). Ritual petampeken jenujung atau penolakan jenujung ini dapat dilakukan oleh jenis guru yang disebut dengan guru si baso. adanya daging tumbuh pada 9 Uraian lebih rinci dapat dilihat dalam tulisan Sembiring (1992). Keahlian dapat pula dimiliki melalui belajar. terutama dengan tujuan untuk penyembuhan beberapa penyakit demi mencapai keseimbangan dalam diri individu yang disebut dengan keadaan sehat. Seeorang dapat pula menolak menjadi guru walaupun dia bermimpi didatangi roh-roh gaib yang meyuruhnya menjadi seorang guru. atau terlebih dahulu menderita suatu penyakit yang disebabkan ole roh-roh gaib. jumlah jari kaki ataupun tangannya lebih banyak dari orang biasa. seperti. setan begu sidang bela. Page 10 2002 digitized by USU digital library 10 kebudayaan kita selalu lebih baik dari kebudayaan orang lain. setan begu ganjang. E. Sebutan begu tetap disertakan karena kata itu menunjukkan sesuatu yang dimaksud sebagai mahluk halus yang tidak dapat diempiriskan secara indrawi biasa atau melalui pengelihatan dengan mata telanjang. Satu hal yang perlu penulis tekankan adalah dalam mengkaji kebudayaan lain. Tulisan ini juga memberikan suatu cakrawala baru bagi pembaca untuk pencerahan pemikiran bahwa pengertian kata begu yang dimaksud oleh orang Karo tidaklah berkonotasi negatif untuk menyebutkan setan atau roh jahat. Untuk tujuan komunal. Setelah peresmian menjadi junjungan ini. Beberapa dari upacara-upacara ritual ini masih ditemukan tetap dilaksanakan di beberapa desa di wilayah Karo. dimana kita harus melihat bahwa kebudayaan lain itu sebagaimana adanya. Penulis berharap kiranya karya tulis dapat bermanfaat bagi kajian-kajian ritual atau religi untuk lebih memahami keragaman budya bangsa Indonesia. baik dan berguna terutama bagi pendukung kebudayaan tersebut. ritual itu cenderung dimaksudkan untuk mencegah malapetaka dalam tingkat desa. Pengertian konsep begu yang dimaksud adalah roh-roh (arwah) para leluhur atau keluarga yang telah meninggal dunia. Page 9 2002 digitized by USU digital library 9 daerah tertentu di tubuhnya. didatangi roah gaib keramat dengan jalan kesurupan. beberapa ciri fisik bawaan dari lahir yang juga dianggap sebagai hal istimewa adalah.Sementara itu. Tetapi hal ini tidaklah selalu harus ada pada setiap guru secara mutalak. ________________ . Penolakan ini juga harus dilakukan melalui suatu upacara ritual. atau untuk keselamatan penduduk desa dari suatu ancaman keselamatan atau bencana alam. Guru si baso ini cenderung terdiri dari kaum wanita 10 . pembaca dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai keragaman budaya dan praktekpraktek upacara ritual atau ritus-ritus tradisional dari kebudayaan Karo. kita harus mengembangkan sikap ‘relativisme budaya’. kita harus membuang jauh-jauh sikap ‘ethnocentrisme’ yang hanya menganggap bahwa 10 Siti Dahsiar (1976) menyebutkan dari hasil penelitiannya di Jepang bahwa para shaman atau dukun yang mampu bertindak sebagai spirit medium cenderung sebanyak 99% adalah wanita dan struktur pemanggilan roh dengan jalan kesurupan (‘trance’). setan naga lumayang. keturunan. Dalam penyebutan sehari-hari dikenal beberapa jenis setan (roh jahat). Upacara-upacara ritual tersebut ada yang bersifat individual dan ada juga yang bersifat komunal yang meliputi kepentingan suatu penduduk desa.

namuan hal ini menimbukan ketegangan dengan masyarakat yang sangat kuat dengan kepercayaan tradisonal. Hal ini disebabkan karena orang Karo menganggap Aceh (Islam) sebagai musuh. dia merupakan orang pertama yang memeluk Islam. pandangan itu tidak selamanya benar. Walaupun ia mengunjungi Tanah Karo.Kaban dan Tifatul Sembiring yang berasal dari Suku Batak Karo. B. bahkan ada diantaranya menjadi tokoh penting di Negara Indonesia lihat saja . namun pengaruh Islam sudah lama dikenal jauh sebelum masuknya agama Kristen misalnya.Karo). Walaupun masyarakat karo dalam satu keluarga memilki perbedaan kepercayaan namun hal itu tidak menimbulkan pertentangan karena ikatan kekerabatan dan adat yang kuat dan ini bisa menjadi contoh bagi toleransi beragama di Indonesia.Selain itu persentuhan dengan Islam juga terjadi dengan pedagang-pedagang Islam terutama pada masyarakat Karo yang tinggal di daerah dataran rendah (karo Jahe). begitu juga dalam menyembelih ternak seperti .juga konflik antara Kerjaan Aru(Putri Hijau) dengan Aceh. kemudian tahun 1970an beberapa penduduk memeluk agama Islam. Dikampung saya Desa Kuta Bangun Kecamatan Tiga Binanga Islam dikenal dari AcehTenggara melalui suku Alas.Menurut Baharuddin Pardosi Agama Islam masuk ke tanah Karo pada abad XI namun demkian masih banyak pendapat-pendapat lain tentang kapan masuknya agama Islam di Tanah Karo. Binjai. Demikianlah Islam kemudian timbul di Tanah Karo. nenek saya (kakek) selalu membaca Bismillahorohmanirohim padahal ia sendiri memeliki kepercayaan tradisional. Umumnya orang berpandangan bahwa Suku Batak terutama Batak Karo identik dengan beragama Kristen. Deli Serdang. dalam pengobatan seorang dukun membaca Bismillahhirohmannirohim dalam memulai pengobatan. Selain itu para putra daerah yang menuntut pendidikan keluar daerah seperti Rakut Sembiring (1939) . kemudian orang tua saya Mayan Ginting (1947). Agama Islam dikenal oleh Suku Bangsa Batak Karo melalui persentuhan dengan dunia luar terutama dengan Aceh.Dairi. Aceh Tenggara. sehingga Islam kurang mendapatkan perhatian dari orang-orang Karo. Masyarakat Karo sebelum kolonial tidak memiliki pemerintahan yang terpusat atau pemerintahan atau sistem daerah. Langkat.PENGARUH ISLAM DALAM MASYARAKAT KARO Walaupun agama Islam tidak mendapat pengaruh yang besar seperti agama kristen. adat dan tradisi.. Serdang Bedagai. dan hal-hal menarik di sana. karena banyak suku Batak Karo yang beragama Islam. ayam atau kerbau menurut keterangan orang tua saya . Permusuhan antara Aceh dan Karo ini bisa kita lihat melalui cerita-cerita seperti Putri Hijau dan lain-lain.2 Agama Aceh telah menganut agama Islam dan jaya pada masa pemerintahan Iskandar Muda. Gayo yang berdagang kerbau ke Kabanjahe dan Medan. Kedatangan orang Eropa pertama kali adalah ketika William Marsden melaporkan perjalanannya ke Sumatera tahun 1783. dan Tanah Karo yang .MS. Akan tetapi ada ketegangan waktu itu yang terjadi antara orang Karo dan Aceh. Simalungun. tetapi Marsden telah membuat observasi penting tentang kepercayaan Batak. juga penduduk desa yang pindah ke Aceh Tenggara untuk membuka areal pertanian . A. yang tidak yang yang Masyarakat Karo sebelum kolonial memiliki kebebasan politik dan ekonomi. Menurut orang tua saya mereka juga mengenal agama Islam dari masyarakat karo yang telah memeluk agama Islam di Desa Tiga Beringin. Medan. MASUKNYA AGAMA ISLAM Suku Batak Karo termasuk dalam rumpun suku Batak yang mendiami daerah dataran Tinggi Karo(Kab.

Kemudian kekristenan ini berkembang walaupun menghadapi tantangan karena pada waktu itu. dengan kesetiaan kepada bangsa yang baru dan untuk mewujudnyatakan sebuah bangsa yang ideal. Misi Katolik yang ditujukkan ke daerah Simalungun. Pdt. dan membentuk klasis yang pada akhirnya bertumbuh menjadi Sinode. melakukan pembaptisan pertama terhadap enam orang Karo pada bulan Agustus 1893. dan komunitas Katolik Batak sepanjang periode ini sesekali didatangi oleh imam dari Jawa. Baru ketika H. Dalam perjuangan revolusi untuk kesatuan bangsa dan kebebasan.C. yaitu mengkomunikasikan kepercayaan orang Kristen bagi mereka yang masih hidup dalam agama awal dan mengajak orang-orang Karo untuk tidak memandang Kristen itu secara otomatis adalah Belanda Hitam. Demikanlah pada akhirnya masyarakat Karo sebagian dipengaruhi oleh kekristenan. Di sinilah kemudian dibangun sekolah yang pertama. ketika misionaris mengakhiri karyanya dan menghasilkan berbagai hal-hal yang berkembang. Pasaribu dan Guru Agama Simatupang ditangkap oleh orang lain di Lingga dan dibunuh oleh anggota-anggota dari Barisan Harimau Liar. sekitar lima puluh kilometer sebelah selatan kota Medan. Setiap orang Karo yang menjadi Kristen memiliki dua tantangan. Perkembangan misi yang lebih sukses terjadi ketika perang dunia ke II berakhir. Dairi adalah dasar pendekatan yang pada akhirnya menyentuh Tanah Karo. kehadiran para zendeling. Semua ini merupakan sumbangan yang berharga dari para misionaris kepada orangorang Karo. akan tetapi kekristenan belum diterima oleh orang Karo pada masa itu. dan pendidikan. Dalam periode ini pengajaran hanya dilakukan pada saat-saat tertentu dilakukan oleh seorang imam yang berasal dari Jawa. sebagian orang Karo Kristen menderita. kemudian juga mencetak tenaga pendeta melalui sekolah-sekolah di Sipoholon. Tahun 1940 setelah lima puluh tahun aktivitas misionaris di Tanah Karo. ini sangat terlihat dengan bagaimana Zending membentuk persekutuan orang muda Karo. Misi Kristen di Tanah Karo tahun 1890-1942 secara signifikan dapat dilihat melalui komunikasi-komunikasi orang Eropa. hanya ada sekitar lima ribu orang Karo yang dibaptis yang dilayani oleh misionaris NZG dan tiga puluh delapan guru evangelis Karo. Bagaimanapun juga kehadiran orang Eropa di dalam masyarakat Karo inilah yang pada akhirnya membawa perubahan sistem-sistem pemerintahan. Hal ini disebabkan karena hampir semua imam-imam Belanda tidak boleh diizinkan lagi menjalankan pekerjaannya sepanjang revolusi. Wijngaarden yang dipindahkan dari Sawu. Indonesia Timur. Kehadiran misi Protestan dan kolonialisasi di Tanah Karo dimulai ketika seorang zendeling dari badan NZG dan beberapa orang dari Minahasa pada tahun 1890. Baru setelah tahun 1947 dimulailah misi yang sebenarnya di Tanah Karo. seperti sebuah pekerjaan yang mendorong partisipasi orang Karo Kristen untuk ikut ambil bagian. Setelah melihat situasi yang ada. Kruyt digantikan oleh J. tetapi bagi mereka yang non-Kristen kadang-kadang kurang bisa terbuka. demokrasi dan lain-lainnya di Tanah Karo. sebuah kampung yang terdiri dari dua ratus rumah tangga. raja atau guru. Pa Rita Tarigan juga dibunuh oleh orang tak dikenal di Kabanjahe karena diduga bersekutu dengan . dan inilah yang akhirnya memperbaharui masyarakat. Pengaruh pietisme Barat.K. Sepanjang revolusi sosial tahun 1946. Katolik yang masuk ke Tanah Karo juga berkembang.terisolasi menyebabkan ketidak-berkembangan ekonomi di sana. sedikit banyak telah membuat keberhasilan bagi orang-orang lokal. Hal inilah yang mendorong orang-orang Karo untuk pergi ke daerah-daerah lain. memberikan warna baru dalam perkembangan religius di Tanah Karo. Dalam kongres sejarah budaya Karo 1958 disimpulkan. Misi Katolik di Tanah Karo kemudian dihentikan oleh Jepang. Selain masuknya Protestan di Tanah Karo. yang sepanjang tahun 1946 melakukan pesta pembantaian di Tanah Karo. melalui misi yang memperkenalkan teknologi. lalu mereka membuat tempat perhentian di Buluhawar. mempelajari bahasa. Orang-orang terpandang yang ada di dalam masyarakat pada waktu itu disebut sebagai pengulu.

Pendirianpendirian lembaga pendidikan (Sekolah-sekolah). GBKP DAN PEMERINTAH Dalam sejarahnya. December 18. yang hanya sebagai salah satu motor penggerak dinamika masyarakat.Belanda. Disharmoni tersebut. Dalam hubungannya dengan kehidupan bermasyarakat. Sungguh tantangan yang sangat menarik untuk didiskusikan. antara pejabat gerejawi dengan pemerintahan setempat. sehingga ia tidak dipandang sebagai bagian dari pendukung kolonial. walaupun ia adalah seorang mantan misionari dan fasih berbahasa Karo. Umat beragama lain dan terutama pemerintah. Begitulah seterusnya. Satu-satunya cara. Sepertinya. terasa adanya kebingungan sebagian warga jemaat dalam menampakkan hidup kristiani tapi juga harus memelihara berbagai norma pemerintah. di mana banyak anggota gereja yang juga secara aktif termasuk di dalamnya. Selain itu di beberapa tempat. lembaga kesehatan (Rumah sakit dan balai pengobatan). Hasil-hasil KGM mengenai hukum dan politik. perhubungan jalan darat) dan pertanian dan lain-lain adalah sebagian contoh saja. berdoa pada hari Minggu untuk perjuangan republik. cukup banyak menyumbang modernisasi bagi masyarakat. gambaran pro-kolonial gereja menjadi ancaman bagi beberapa anggotanya dalam memperjuangkan kebebasan republik. pemimpin gereja itu dan jemaat-jemaat Kristen mengambil posisi yang pro-republik. GBKP masih harus bekerja sama dengan lembaga-lembaga lainnya. Medan 3-8 Juli 2007). namun karena Gereja dan Pemerintah seperti bekerja di dua aspek yang sepertinya sama. Masuknya GBKP (sebagai salah satu gereja wilayah) ke dalam struktural. sementara sumber dana kemasyarakatan dari pemerintah tidak bisa disentuh sama sekali (Band. GBKP harus masuk ke dalam struktural sistem politik Indonesia. semasa konflik pertama. Belajar dari sejarah bahwa Gereja dan Pemerintah selalu merasa lebih berkepentingan untuk di dengar. Banyak orang Kristen yang lain juga mengalami penderitaan kekerasan karena diduga mendukung rezim kolonial. Ketika tentara Belanda memasuki dataran tinggi Karo pada bulan Juli dan Agustus 1947. Baik dalam pembangunan fisik dan moral masyarakat. maka gereja turut berperan dalam perjuangan bangsa. PGI dengan Pemerintah Indonesia). 150). Di berbagai tempat ada kecenderungan perasaan saling curiga. pemimpin GBKP menolak untuk mengakui kebenaran campur tangan kolonial dan menolak ijin kepada seorang militer Belanda berkhotbah di GBKP. Pemerintah merasa Gereja berada dalam kekuasaannya (Band. untuk menjaga keamanannya. komunikasi dan transportasi (pasar. Ketika sinode membuat keputusan formal. namun tidak sejalan beriringan. 2008 PENDAHULUAN Masalah mendasar hubungan GBKP dan pemerintah saat ini adalah tidak adanya komunikasi. Tapi bagaimana ? Mungkin hanya Tuhan yang tahu. bukan untuk mengusahakan Perda-Perda Kristiani. Tugas dan panggilan Jemaah terhadap lingkungannya. bukan timbul dengan sendirinya. Caranya ? Jelas harus adanya kesinambungan komunikasi yang baik dan sejajar. bagi Pemda Kabupaten Karo (lebih jauh lagi. Pernyataan Keputusan Rapat Kerja PGI Sumut. Bersama bekerja bukan bekerja sama. GBKP dituntut menjadi saksi. Gereja merasa di atas Pemerintah dan juga sebaliknya. seperti Gereja lainnya. . lembaga kemasyarakatan (sistem koperasi dan perekonomian). menjadi garam dan terang. GBKP Dan Politik Filed under: Seminar — mamatepu at 7:38 pm on Thursday. Ada kalanya. masih ada Majelis Gereja yang berorientasi pada pembangunan. merasakan sangat kurang dana yang diperuntukkan kegiatan pembinaan. Di dalamnya. Namun GBKP. tapi untuk mengusahakan masyarakat yang berlandaskan kebenaran dan keadilan. tidak dapat bergerak sendirian. hal. GBKP sebagai salah satu perintis pembangunan Tanah Karo.

E. Masyarakat luas hanya bisa menunggu. Seperti halnya dilakukan H. figur-figur partai yang berkharisma dan mampu memberikan solusi di masa sulit. diperlukan program-program partai yang menyentuh kebutuhan masyarakat. tapi tidak optimal. Seorang Pendeta. tapi juga mengenai wabah Jeruk. J. Sekalipun demikian lebih dua tahun kemudian baru ada 6 orang Karo yang menjadi Kristen. melalui buku Institutio yang ditulis semasa reformasi gereja di Eropa. tapi hanya mengulang-ulang program dulu) dan yang terutama pertanian (masih dalam wacana diskusi. Kruyt yang datang ke dataran tinggi Karo tahun 1890. untuk menginjili masyarakat lokal mereka harus terlebih dahulu mempelajari bahasa dan budaya lokal. tidak hanya mampu berbicara mengenai Kerajaan Surga dan keselamatan. GBKP perlu . Tidak hanya mampu berbicara mengenai baptisan dan Roh kudus. belum menyentuh hakikat pertanian itu sendiri). sebab banyaknya pemikir (konseptor) yang tidak ditindaklanjuti. Pemerintah di lain sisi. yaitu budaya Karo. Joustra.C. Hal yang sama dilakukan kolega-koleganya dari Netherlands Zendeling Geenoschap di Tanah Karo. supaya mereka dapat ber-PI. dengan perkembangan terbaru akibat terjadinya reformasi di segala sisi. apalagi maksimal. Sistem ini diadopsi langsung dari pemikiran John Calvin. hingga akhir 2008 ini. Iman & Politik dalam era reformasi. Cara itu merupakan metode yang kontekstual pada saat itu. Sudah saatnya diberi penekanan pada “service intelligence quality”. Kemudian berkembang untuk menjangkau kaum turunan Belanda dan pribumi. Tidak hanya mampu berbicara mengenai dosa dan kematian. serta akhirnya melahirkan gereja-gereja lokal (Lihat Ragi Cerita I. (Lihat Bunga Rampai Sejarah GBKP I. Tapi berapa banyak yang anaknya sungguh-sungguh diarahkan menjadi pendeta ? Akibatnya. tapi juga mengenai peluang-peluang tenaga kerja yang menguntungkan. Seumpama sebuah partai/golongan. masih mencari bentuknya sendiri. Orang Barat datang ke Indonesia). tapi belum menyentuh pendidikan dasar masyarakat). seperti: M. Untuk saat ini. Bila tidak. tapi juga mengenai hukum pidana dan perdata. hal 41-42). untuk menarik peminat. jabatan pendeta memang kurang menarik bagi jemaat GBKP. kurangnya dana (???) dan kurangnya ahli yang berpengalaman dalam pelayanan (tulus) serupa ini. sejak dulu. Mereka mempelajari budaya lokal.J van den Berg. pupuk Kol dan sistem finansial keluarga yang baik. Wijngaarden. gereja-gereja di Belanda mengirim pendeta ke Asia terutama di daerah-daerah koloni.K. Dan tidak hanya mampu berbicara mengenai kolekte dan berkat. BEBERAPA KENDALA Ada pendapat umum mengatakan bahwa yang terpilih menjadi pendeta merupakan “ping-pingna” atau menjadi pendeta merupakan pilihan terakhir.H. GBKP lebih memikirkan perkembangan jemaatnya. Jadi. G. Masuk akal pada masa itu. programprogram GBKP. dan seterusnya. Dalam pengamatan penulis. kesehatan (sering juga diperbincangkan belakangan ini. SDM dalam GBKP bukan nomor 2. lebih banyak berorientasi pada Pembinaan Jemaatnya. Singgih. Pemerintahan mencari-cari dan berusaha menyesuaikan diri dengan sistemnya yang sebagian besar baru (Lihat E. tapi juga mengenai krisis ekonomi dan penanggulangannya.Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) sendiri berkembang dari ajaran Calvinis yang menganut presbiterial sinodal. Pemberdayaan wacana generasi muda Kristen guna meningkatkan pelayanan masyarakat dalam era reformasi di Indonesia. Untuk melayani para pedagang dan pelayar Eropa pada abad XVII. Neumann. GBKP sudah kurang mencermati pembangunan pendidikan (ada beberapa program. Dekade perintisan hingga pembinaan) Artinya. Hal ini dapat dimaklumi. J. Semua merasakan profesi pendeta yang mulia. Partai ini akan ditinggalkan pendukungnya yang kebanyakan orang Karo. dan pemerintah masih menyesuaikan diri dengan sistem yang baru. Artinya dalam menentukan arah gereja diputuskan oleh suara jemaat melalui sidang-sidang. GBKP pada awalnya sungguh-sungguh berorientasi pada pembangunan modernisasi masyarakat luas.

Dan karena Aku. Jadi. mehuli menai pendahin. adi motong manuk lantabeh adi lit kematen ibas wari e. Tidak berhenti di situ. pertanian. pemikiran tersebut masih merupakan angan-angan Pa Cendol menunggu hujan reda. misi : “menjadi kesaksian”. 2. NGGARA : . yang dijadikan satu kekuatan. dalam hal ini Pemerintah. GBKP perlu bekerja sama dengan motor penggerak lainnya. GBKP memiliki ruang gerak dan ruang wilayah. Matius 10:16. wari kurang ulina. Tapi itulah yang perlu diusahakan. 3. Bukan untuk BAB IV WARI-WARI KARO GUNA WARI SI 30 1. hanya dapat dijalankan jika. Setara dan saling membangun. Camat dan Kepala Kampung/Desa). Penulis teringat kata-kata Yesus. Jadi bagaimana ? Sambil tetap mengusahakan hal tersebut di atas. Klasis dan Runggun) memiliki hubungan yang berstruktur dengan Pemerintah (Baik PemDa Kab. Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala. dan hanya jika. Pemerintah memiliki Dana Bantuan Pembangunan dan aparat hukumnya. Itu satu pemikiran yang baik. Artinya. antara lain. ADITIA : Wari Medalit. di antara keduanya Pemerintah dan Pendeta memiliki komunikasi yang baik. karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. GBKP masih memiliki masyarakat dan Pemerintah memiliki Sumber Daya. perlu ibahan ngarkari. Mengapa tidak disatukan ? Momentum ini. yang dimiliki kedua motor tersebut. ekonomi. Matius 10:18. metenget kerna erkaipe. tapi lihat ayat selanjutnya.menyekolahkan pendetanya yang mampu dan berkualitas. rentan juga terjadi kolusi di dalamnya. Pemerintah memiliki APBD dan staf ahlinya. teknik dan lain-lainnya. di dalamnya ada mengusahakan kolusi. ke bidang-bidang hukum. Tetapi waspadalah terhadap semua orang. GBKP (Moderamen. GBKP memiliki masyarakat dan penggeraknya (Pendeta). kamu akan digiring ke muka penguasapenguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Tidak sedikit peluang pembangunan masyarakat. Lihat. Matius 10:17. wari mehuli. SUMA : Wari piangko. GBKP mengarahkan kependidikan kependetaannya memiliki intelektual setinggi langit dan motivasi pelayanan sedalam lautan. Hanya saja. Ideal ya ? Anggota Moderamen menjadi Ketua DPRD (Why not ?). untuk sekarang ini. sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. wari sidua nahe. Namun.

erpangir enggo seh sura-sura. erkata gendang. ngarkari. erpangir silamsam. muka usaha. muncang kuta. wari mehuli. nampeken rejeki. merenaken man orang tua. simehuli erburu. mehuli njumpai simbelin. wari merawa. 14. dahin kai saja pe perlu metenget. buang kengalen. kerja simehuli mehuli krina. wari erperang. mehuli mengket rumah mbaru. rerpangir nguras. kerja tahun. 6.kerja mbelin. 9. ertambul. mola-mola. nuan galuh lape-lape tendi. kalak sireh mehuli. 5. ngosei orang tua. mehuli erbahan tambar. erburu. niding. 7. mulai wari-wari e arih-arih kerina tembe. erpangir nguras. kerina kerja-kerja mehuli. ngelamar kerja. tukang. ngawil. BERAS PATI TANGKEP : Wari mehuli. ngerabi juma. mena nuan. nerang menang. BELAH NAIK: Wari pengguntur. kerja mbelin. rayat erkerja banci latahan. wari salang sai. nampaiken rejeki. La mehuli erdaya si empat nahe. kalak bayak rsd. BERASPATI : Wari medalit. metenget api. kerina mehuli erbahan kerja mbelin ras kitik. engkicik tendi. pandai. 4. mola-moal begu jabu. kerja mbelin. mereken upah tendi. wari salang sai. 10. 13. murah rubat. ndahi simbelin. erpangir kulau. guro-guro aron. ngulak. BUDAHA : Wari si empat nahe. CUKARA DUDU CUKERA LAU: Wari erpangir kulau. ndahi kalinbubu. mehuli berkat erlajang. majek rumah. wari Raja. mulai erbinaga. BUDAHA NGADEP: Wari salangsai. guro-guro aron. ngelegi pengambat. berkat erdahin ndauh. mena mutik. mulai kujuma. mulai erpangir kulau. mehuli nuan-nuan.ADITIA NAIK: Wari mehuli. mere babah. jaga pintun rumah. erjinujung erpangir kulau. muka usaha. mengket rumah. wari page mbuah. erbahan tambar. wari erdaulat. ngelamar. ngarkari. ndarami pendahin. ergendang. penaik erjeki. mulai erbinaga. erbahan tambat. mereken nakan man . muat page ku keben. buang sial. ndarami dahin. raja. kalak simantandangen latahan. awas api.Kerja. panggil semangat. kerja-kerja kitik tah mbelin kerina mehuli. mere babah. ngalakken pinakit.CUKERA 6 BERNGI: Wari pembukui. mehuli erbahan kerja mbelin (gendang). kerjakerja banci ibahan. BELAH PURNAMA RAYA: Wari raja. nampeken tulan-tulan. mulai erbinaga. ertahan talu. mere penjaga rumah/pagar jabu. mengket rumah. erpangir nguras.Wari Melas (wari merawa). wari pinangko.SUMANA SIWAH : Wari kurang ulina. erpangir enggo seh sura-sura. mulai nanggerken gula. guru penggual. sitandangi la tahan. nampeken upah tendi. mengket rumah. 11. mehuli erbahan kerja. murah mambur dareh. metenget kerna kai pe. wari kerja kalk erjabatan. 12. ertoto man Dibata. nampeken tendi. mehuli erbahan tambar. kerja erkata gendang mehuli. nungkuni.NGGARA SEPULUH : Wari melas. nampeken tulan-tulan. ndilo tendi. sinerang menang. 8.

mere page. BUDAHA MEDEM : Wari simalem-malem. erpangir pinakit erden-den. erburu kekurangen. kekurangen lit siman buaten. mehuli erbahan runggun.ADITIA TURUN : Mehuli erbahan tangkal pinakit. pesikap parik. sinerang menang. ngulaken pinakit. ngulakken pinakit. wari melas. NGGARA SIMBELIN : Mehuli erbahan tambar. mekisat kalak mambur dareh. ngarkari nipi gulut/selamsam. kekurangen.ndungi perarihen. berkat erlajang. 21. ndaramii pemeteh. niding. 18. ngerabi kujuma. CUKERA MATE : Mehuli kerja ngulaken pinakit. wari perperangen. erburu. buang sial. TULA : Wari sial. mehuli osei man orangtua. kerja-kerja pe mehuli. erpangir kulau.BELAH TURUN : Mehuli erbahan tambar. SUMANA MATE : Wari munuh.wari pesalangken. CUKERA SIDUA PULUH : Mehuli erbahan tambar.tambar-tambar penjaga diri. lamehuli lawes la erturin/la ertujun. 16. erbahn tambar. kerja simehuli nuan tualah. caburken bulung. erdalan ndauh. buang kengalen. 19. 23. erdaya kurang ulina. ngerabi. ertahan talu. nungkuni anak kalimbubu. mehuli munuhi tambar. kerina nuan-nuan kujuma. ndungi tambar. mereken ciken. ngulakken pinakit. munuhi tambar. 15. SUMA CEPIK: Wari kurang mehulina. BERAS PATI MEDEM : Wari damai. nukur barang rsd. maba nangkih diberu . lamehuli pajentik ras anak/ndehara. kulawit muat binurung. 22. eburu kekurangen ngkawil. adi lit urak bilangen ibas wari e ibahan bulung simalem-malem.orang tua. 20. BUDAHA GOK: Wari page mbuah. ngaluni/nambari pinakit mulajadi. ndurui. tangkal juma. nampeken/ngurkuri tulan-tulan simate. BERAS PATI SEPULUH SIWAH (19): Mulai menaken dahin. ndarami dahin perkuta-kutaken. emak ibahan kalak ibahbahi alu bulung simalem-malem. erbahan lipo manuk. erperang. 27. wari merawa. 24. ngawil. erbahan tawar. mulai muat page kukeben. pesikap tapak rumah. NGGARA ENGGO TULA: Wari merawa. adi lit anak tubuh banci nunda kubapana ras nandena. buang sial kulau malir. ngerabi juma. berkat lajang. metenget ngerana man ise pe. niding. mindo pengambat. mereken nakan. 17. ngerabi juma. erbahan sambar/pengganti diri.mehuli nukur asuhen siempat nahe. ngekawil. kerja simehuli. 26. ngeranaken kai pe muat simehuli. awas api. erpangir silamsam. metenget rubati murah sipaten. mekisat kalak erbahan kerja ibas wari tula. lamurah pesimbak sora. mulai aron kujuma. mutik page menaken ranan/nungkuni ngena ate. 25. erpangir silamsam. ngaci. mulai nuan. ndilo tendi. buang sial. wari . ngerabi juma.. ngaci. ngelegi besi mersik man kalimbubu. simehuli erbahan tambar. mulai mutik. wari melas. tupuk. erbahan tangkal penjaga badan.

tahun 1200 kalak Karo enggo ngiani Taneh Karo. adi ia berkat kujapa pe nehen lebe warina. ketika sipinang rambai. adi tengteng warina. kalak Karo nggo lit ngiani Taneh Karo. Beluh ia ndarami kalak lawes. mehuli nutup kerja. adi tiktik wari eteh kapal tombang itengah laut. Adi lit kalak lawes i rumah nari. Sope denga reh bangsa sideban. nutup pertambaran/pertapaan. ras menurut Pustaka Najati. erbahan pengkalaki. Ibas se e kerina pang ia I uji. mulung tambar. cocok ketikana. Menurut sinoria. wari pesalangken. erbahan tambar pe kisat kalak. Menurut bangsa Belanda. 28. niding. kecuali terpaksa kal. sinoria pe enggo meteh ketika. perlu metenget. nehen ketikana kai pe lalit alangen nina wari-wari emaka berkat. jandi pe murah mobar. kurang ulina erbahan kerja-kerja. murah la siteken. DALAN BULAN: Endek-endek bulan. dahin-dahin biasa saja mehuli. banci lampas malem tah lang. KETIKA ketiken kalak Karo Ibas nini-nininta nari. adi nambari eteh gerek-gerekenna. nitik wari si 30 lameleset. bintang nuan.e ngerim-rim setan. terlebih kerja erpudun. numbuki gegeh aron. lit ketika nininta nai tehna nge ngenehen bintang I langit. kurang ulina berkat adi la pentingkal. mesti mulih ku rumah. ras guna-guna wari Karo. Tehna anak-anak sape tubuh dilaki tah diberu. Banci datca bunin-bunin. MATE BULAN : Wari bicuk. ndungi runggun. Menurut kata orang tua siadi. sabar lebe erbahan kerja-kerja. bancipe idilona anem ijapape kalk lawes e. Ibas kalak Karo enda. erbahan kerja saber lebe. 29. numbuki pola. 30. bintang sayep rsd.erbahan sapo. eteh kuja per lawesna. erdahin banci. . banci malem tah lang. SAMISARA : Wari pendungi. bintang merdang. labanci rubat. mekisat kalak erbahan kerja-kerja simehuli. erbhan lumbung wili.

Ngenehen nasib rasa tuah rejeki. Mang-mang. guruguru. misalna arah agama Islam. orang halus. nambar-nambar pinakit mesinting melala pinakit madan. Pustaka lak-lak kayu e ibas piga-piga kalak Karo si terkenal em Pustaka NAJATI. Timpusna tambar-tambar piah ia pe igelari guru Patimpus. cara-carana. Lit ka perantara keramat-keramat. Genduari Pustaka Najati I negeri Belanda. arah suku Cina. Isi Pustaka Najati e lengkap emkap : 1. . Deba begu jabu ngataken tambarna ipepulung. suku India atau agama Hindu. Arah ilham. Tuhu kata pustaka e. mis malem. Pinakit Sitambari Kalak Karo. Ia reh arah ilham. Kalak Karo melala kelebihenna. arah suku Toba. Sumber Tambar-tambar Karo. Pustaka Najati Ibaba Belanda ku Megerina. Enda pertanda kalak Karo labo lebih kitik asa suku-suku sideban. gelarna PUSTAKA. pinaket e. Tambar Karo em sada masuk budaya sibanci ngangkat suku ras gelar Karo ku permukaan. nini pagar rsd. situhuna piga-piga kita kalak Karo lit hubungenna ras Dibata secara langsung. em isuratken ibas lak-lak kayu. sibayak-sibayak. Tik-tik pustaka e. jinujung. pertawar penggel. Pustaka jali enggo negeri Belanda gantina alu Pustaka Sibadia. Lit ka perantara nabi-nabi rsd. Guru Patimpus simeteh tambar. ipepulungna kerina kalak sipintar. Niktik wari desa si waluh.Patah tulang. Arah nini-nini nari. Tambartambar enda asalna erbage-bage sumber. Ras sumber-sumber sideban. pemetehna. keramat.Tawar sembelit. reh arah nipi. baban nggeluh rsd. 2. 1.Adi sinehen sumber-sumber tambar Karo enda. tambarken. Asa paksa sigenduari pe lit denga. Arah pustaka enda melala erlajar guru-guru kalak Karo. 5. ieteh tombang kapal ilawit. penghulu rsd. 3. Arah buku pustaka lak-lak kayu Arah nipi. Melala kalak sakit totoken man begu jabu. Pustaka laklak kayu enda mbue erbagena. maka melala ipake kalak sebab seh jilena.Tambar batu karang. Lit nge tambar-tambar Karo reh sendiri ibas Dibata nari. Tambar-tambar. mehulika. nina mari ku cetak alu mehuli gelah mejile. Guru Patimpus Sembiring Pelawi em pendiri kota Medan. Guna Tambar-tambar Karo. Sungkun berita.BAB V TAMBAR-TAMBAR KARO Tambar-tambar Karo ndauh sope reh penjajah Belanda enggo lit. melala ilmu-ilmuna. Pustaka NAJATI enda seh kal jilena. Ipindo Belanda buku pustaka e. 3. Suku Karo itandai kalak ras bangsa luas em salah sada alu tambar Karo. 6. Lit arah suku ras bangsa sideban. Guna wari Karo. 2. begu jabu. Asum Belanda I taneh Karo njajah. ras akalna. 4.

Enda sinai ngenca lako. Guru Penawar. Tehna gelar bulung-bulung tawar. Lit guru sibaso. Guru Sungkun Berita. benda-benda gaib. lit pupuk tawar. lit guru Belin lit guru Penawar.Tambar aji (kelangker). Guru dua lapis pengenen matana. lit guru simeteh benda-benda sakti. bengket kupusuhna. Tongkat penaluan cincin siadi. kade-kade enggo bosan.Guru belin enda genduari lanai mehuli.Turah nipina. Guru Pedewal-dewal. beluh ngulak. Duit enggo keri. harta lanai lit.Tambar beltek (maagh) 8. em kalak si enggo ipilih Dibata. 5. Suraten tubuh/Padan sindube. Buat bulung besi-besi sangke sempilet. simesui tah kalak suin. Guru Ersilihi. ibas tanna sikawes dadih.4.Tambar pinakit mulajadi. lit buku lak-lak kayu (pustaka). Guru Singoge wari si telu puluh (30). nasak pupuk sangga bunuh. ertambar ku dokter la malem-malem. Ia enggo lit suraten tubuhna. Jarina. kerin renjom. tehna gelar bulung-bulung si erbisa. lit Guru Ngulak. 6.Tambar sakit gula. lit dewal-dewal. Melala guru labo sura-surana jadi guru. 4. 5. tapi ia sakit. entebu melam kerina simehuli. Ibas guru belin e. lit tongkat malaikat. Kerina guru enda termasuk sierjabat-jabaten. Pinakit kai pe banci iperiksa ras itambari ibas Karo nari. adi ipakaina kin tawar ras bisa. 9. ibahanna bage. labanci ibaba tawar ras bisa merawa Dibata. nasak ipuh. launa inem. ia i doni enda nampati manusia sisakit. ia arus suci jiwana. Erbagai-bagai Guru. lit guru Namura.Tambar-tambar sideban. Pemeteh guru e lit dalanna erbage-bage em kap : 1. siausah. lit sarana. mis tergejap. bulung lelesi. tapi beluh ka ia nasak bisa-bisa. tongkat malaikat. kikuta kalak. Guru Belin. Guru Penawar la perlu ngarak-ngarak harta doni. Enggo puas ertambar la malem pinakit. Dungna ia . nungkun kalak ija ia ertambar. lit sikat.Ibas ia lit erbagai-bagai tawar. laklak ndarasi. ibas kata-katana nina : Lit bisa. lit begu-beguna. malem pinakitna. Beluh ia ngarkari. Genduari guru sibagenda lanai zamanna. lanai diate kalak adi ndekahsa sakit. Ia dahinna bagi Nabi ras Rasul. Mesera muat guru penawar ibabo doni enda. dahinna perumah begu. begina sora. guru singoge gerek-gereken. lit kai pe. begina sora ibahanna tambarna. Guru Siniktik Wari. (Rematik) 7. nasak sibiangsa.Tambar pusuhen (sakit jantung). suci ukurna bersih. beluh ia ersilihi. lit Guru Pengarkari. umpana batu cincin. nasak racun. Tengguli ras Dadih. Lit nge tawar. beluh ia erbahan tawar. reh penggejapenna. em tanggapan kalak sinoria. simesera. Adi guru belin lit isina. Enda maka enggo tambar ngenca ibaba guru penawar e. lambarna e campur dadih. 10. 3. perbahenna bersih. tongkat penalian. Adi ia kin guru penawar.Tambar pustab. lit pengentasan. rsd. guru lit penggejapenna. lit ibas ia tawar ras bisa. 6. lit bisa-bisa. piso. Sebab guru penawar. malem kerina pinakitna. Ngenehen kelek pinakitna. 2. Guru lit erbagai-bagai. Arah iguruken: Keturunen nini-nini nari: Arah nipi: Ilham: Ibas keramat nari : rsd. Katakenna arah nipi.

Dukun melala nabas tah kataken tabas-tabas. ras sidebanna. Sakit beltek (magg). minyak gelanggang. Sakit mulajadi (sawan). Pendapat sienterem. emekap: Sakit batu karang. ras erbagai pulungen bagepe untuk tambar. TERAKA Teraka (tato) adalah suatu seni untuk merajah diri dengan gambar-gambar yang kita sukai. tidak luntur dan sukar untuk dihilangkan. Tawar gadam . Bismillah Islam nari. Dukun banci nambari secara gaib. Tumor/bareh . Gigit ular berbisa . Tabib (guru penawar) ipelajarina ilmu anatomi. nambari kalak sakit banci jarak jauh. Tabib em guru Dokter. Luka bakar/kena api .Tapi erbahan kalak sakit pe beloh ka. Luka kena piso . sebab 2000 tahun sebelum masehi seni merajah diri ini sudah dikenal.Dukun seri ras guru timur. ia ka dukun. Cina nari. Sakit syaraf (gila) . janah tehna barang-barang siertuah. pawang beraga. Endam adi enggo suraten tubuh. Beluhka ia erbahan ajimat. Tabib membuat pil (kuning) jamu (tawar) minyak urat. beluh ia ngenen retak tubuh. Tabib (guru penawar) sini andalkenna em gegeh ramuan tambar-tambar e. Lit ka ibahanna tambar banci guna sienterem (obat jadi) siap pakai. Dukun menguasai pawang perkara pawang. Dukun em guru sierpemeteh ningen ia banci nambari erbagai-bagai pinakit alu singkibul rimi mungkur. Pengertian dukun ialah: Sini ikataken dukun em kap kalak si lit pemetehna nambari tah pe lit kelebihenna asa kalak biasa. Beda Tabib ras Dukun. Alum-alum (kanker ganas). ras sidebanna. India nari. kai dirulahi adi lit kin pinakit. Sini tambari Karo malem. dll. dalim dareh. Kena setan-setan .nambari kalak piah pe jadi guru penawar.. arimo. misalna. Perkesah timbarna. pawang udan rsd. urat. rejeki. (Guru penawar) : Tabib nambari pakai pulungen (ramuan).Lain tabib. karat lipan. tehna Yesus tubuh. tangkal. beluh ia. pawang lebas. tabib ras dukun seri. Lit ibahanna tambar guna kalak sakit spesial sada kalak. Ilmu tulang-tulang. tah pe alu sembur belo saja. nasib. gajah. Hong nina mirip bahasa Cina. makai pulung-pulungen. kalak sakit ipen. Lit ka ia tabib. Teraka (Tato) sudah mempunyai sejarah amat panjang. tuah. Gambar atau rajahan yang terjadi meresap kedalam kulit. gelar bulung-bulung ras uraturat. Tabib banci mbuka Balai Pengobatan (rumah obat) jadi gorosen tambar. nipe. guna pepalemken pinakit. TABAS-TABAS Tabas-tabas ibas kalak Karo melala sumberna emekap: Islam nari. Dwi fungsi ia nambari. lain dukun. . Sakit gadam .

Pada masyarakat Indonesia.Teraka ini sudah dibuat pada diri seseorang ketika ia masih gadis. Untuk menghindari serangan Sedang Bela ini. . Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa UNUD (kompas 25-71983). seperti kebiasaan yang terdapat pada masyarakat Mentawai di Sumatera dan Dayak Kalimantan. Sedang Bela mahluk halus yang selalu berpindah-pindah tempatnya. yang dibuat dari rumputan.Seperti telah diuraika. Ada kepercayaan bahwa wanita yang sedang hamil. antara lain: karena terkejut (sengget). untuk mengintai korbannya. Adapun pemakaian teraka pada suku Karo berhubungan dengan masalah religi (kepercayaan). maka dibuatlah penangkalnya yaitu teraka (rajahan) tertentu pada diri orang tersebut. bahwa orang yang mudah diserang Sedang Bela ini. perempuan yang sedang melahirkan. Pembuatan teraka (Tato) pada suku ini berhubungan dengan religi setempat. adalah perempuan yang sedang hamil. karena teraka itu diyakini dapat menolak atau menangkal serangan. yang diketemukan oleh ekspedisi James Cook pada tahun 1969. Demikianlah Sedang Bela bertempat tinggal di hilir pemandian (jahen tapin). Memperindah diri . maka ia akan semaput. Mengobati /menyembuhkan penyakit tertentu. sebagai berikut: Untuk mendapat kekuatan magis . terutama pada kam wanitanya. yaitu: Tatu. perempuan yang baru melahirkan. mudah sekali di serang oleh setan yang disebut dengan “Sedang Bela”. Menarik lawan jenis . pada saat –saat sedang melampaui masa-masa kritis. dapur (dapur) dan menyembul pada kirai tempat tidur (menggep-menggep bas kire-kire).I Gusti Putu Panteri. Pembuatan teraka Pembuatan teraka pada umumnya diwariskan secara turun temurun. atau sedang. kalau tidak diobati. yang dikenal dengan nama : Teraka Sipitu-pitu. dari generasi ke generasi berikutnya dikalangan wanita Karo. simpangan jalan (serpang). Tato ini sudah lama pula dikenal.Tato berasal dari bahasa Tahiti. Apabila seseorang diserang Sedang Bela. Adapun cara Sedang Bela ini menyerang manusia. atau baru melahirkan. Pada waktu itu sudah ada kebiasaan merajah diri pada masyarakat polinesia. Gambar itu sudah tertentu. seperti dikatakan oleh: dr. Di kalangan masyarakat Karo juga terdapat kebiasaan merajah diri ini. Sedang Bela atau setan. dan anak yang baru lahir. melihat (pengidah) melalui mata dan kemungkinan mati. TUJUAN MEMBUAT TERAKA (TATO) Adapun tujuan dari pembuatan teraka (rajah) ini. dapat melalui beberapa cara. Untuk membuat terka ini dipergunakanlah : patron. kemudian meninggal atau gila. kemudian sebagai alat gambarnya dapat dipergunakan getah limus atau tahi pantat kuali yang dicampur dengan minyak tanah lalu ditisukan kedalam kulit.

3. c. Exogami Ini dianut oleh marga Ginting.Ini terjadi karena penghulu Pincawan dan penghulu parti mempunyai dua orang isteri dan salah satu diantaranya (beru Perangin-angin) tidak mempunyai keturunan. ini menurut cerita yang terjadi pada merga sebayang dengan Pincawan dan Merga Kembaren antara Sijagat dengan Penghulu Parti di Gunung Meriah). Untik itu terlebih dahulu diadakan upacara “Nabei” d. karena si wanita kawin dengan pria yang sudah tua) 4) Iyaken (Lakoman kepada suaminya yang masih hidup. 2) Mindo Cina (Lakoman kepada isteri kakek) 3) Ciken (Lakoman yang sebelumnya telah diperjanjikan terlebih dahulu. Erdemu bayu (perkawinan dengan impal). Berdasarkan jauh dekatnya hubungan kekeluargaan : a. Berdasarkan kesungguhan perkawinan : a. La arus/sumbang (perkawinan yang menurut adat sumbang.Petuturken (perkawinan bukan dengan impal tetapi arus). . B. sementara Lambing (Sebayang) dan sijagat Kembaren tidak mempunyai isteri. Eleutrogamie Terbatas Ini dianut oleh marga Perangin-angin dan Sembiring. dan Tarigan. Jenis-jenis Perkawinan 1.BAB VI SISTEM PERKAWINAN PADA MASYARAKAT KARO A. Berdasarkan Keadaan Sekawinan : 1) Mindo nakan (Lakoman kepada isteri saudara ayah). b.Merkat Sinuan (Mengawini putri Puang Kalimbubu) 2. bukan antara individu di dalam suatu merga trsebut.Kawin Cabur Bulong (Tarohken persadaan man). Kawin sesungguhnya . Karo-Karo. 2. b. seperti mengawini turang impal). Cara perkawinan 1. Letak keterbatasannya adalah eleutrogamie itu hanya dapat diadakan diantara sub merga.

Pedalan pudun. b. Ketiga Perkembaren (erdemu bayu) /Perseninan (Petutorken) / Sabe (ade ibaba .Sijalapen . Pedalan Emas Dahulu yang diserahkan melalui pinggan hanyalah simecur. Nungkun kata kalimbubu (acara pinangan). 3. d. Kerja 1. Erdalan luah cimpa gulame/rires . Rudang-rudang . 4. belo berkis-berkisen. 2. Bena Emas/ Batang Unjuken + 1 buah dirham b. 2. Maba Belo Selambar Adalah upacara meminang seorang gadis menurut tata cara adat karo. . Persiapan Pedalan Emas. G. c. Bere-bere . deraham 2 buah. Sijalapen 7. Kedua a. adapun isi runggun pada waktu itu adalah : 1. 6. Ulu Emas c. 2. b. Nangkih 1. Ose sierjabu.C. Acara Pesta (kerja) . orang tua dan sembuyak. Ulu Emas + 1 buah dirham . Pedalin Kampil Penjujuri (persentabin) .Alat-alat penyerahan uang jujuren (pinggan pasu. c. Proses perkawinan : 1. 2. Erdalan nakan baluten (adat 5 buah) . Adapun si mecur terdiri dari : a. . gamber. 6. Kerna kerja .Diberu baba nangkih (petuturken) 2. 4. Nganting Manok. Pada waktu makan : a. beras meciho. Pedalan pudun dan penindih pudun. c. F. mbako. lada. Gulen manok i ciperai.Dilaki ku rumah kalimbubu (Erdemu bayu) E. D. amak cur.Tanyakan apakah ada perubahan pada Gantang Tumba/Unjuken : . Bere-bere d. Singet-singet Gantang Tumba/Unjuken . erdalan kampil pengarihi/pengorati. Adapun acara dalam Nganting Manok adalah : 1. Lanam uis arinteneng.Karena pacaran (arih simedanan). Gantang Tumba/Unjuken . b. Perkempun . Sijalapen . Persentabin (Kampil penjujuri). kapor) . 5. 3. sementara sisanya diserahkan langsung oleh Anak Beru si empo kepada Anak Beru si Nereh. 5. Perbibin Akan tetapi sekarang penyerahan Gantang Tumba/ Unjuken ini adakalanya sebagai berikut : Pertama a. Perkempun dan e. Senina ku ranan . Perbibin . Bena Emas (Erdemu Bayu)/ Batang Unjuken (Petutorken).Kehendak orangtua (sungkuni).

Perbibin . ngalo-ngalo sukut . ngalo-ngalo Anak beru . Bagi kampung yang mengikuti adat Lingga. Perkempun . Rudang-rudang. Gantang Tumba / Unjuken. c) Landek Senina/Sepemeren/Siparibanen/Sepengalon/Sendalanen. Gendang Anak Beru : Landek Anak Beru. Si rembah ku lau . 3. Akan tetapi semua (Sangkep Enggeloh) memberikan telah-telah. ngalongalo sukut. 2. terdiri dari : . Uang Jujuren Uang Jujuren dalam adat Karo disebut Gantang Tumba (Erdemu Bayu). Demikian juga di daerah Juhar.Selesai menari dan memberikan telah-telah diikuti dengan memberikan luah. Adapun urutan menari dalam pesta perkawinan sentua adalah sebagai berikut : Gendang Sukut : a) Landek sukut. Bere-bere . 4. Singalo perkempun Singalo perbibin (arah sinereh). 2. perseninan (petuturken) dan sabe untuk perkawinan yang di awali dengan “ Nangkih”. Acara landek/ Mereken Telah-telah. Bena Emas / Batang Unjuken. 3. Sijalapen Pada acara maba belo selambar. yakni 9 kampung mengikuti adat Kuta bBluh dan 11 kampung mengikuti adat Lingga. sementara dari pihak pria kalimbubu Singalo Ulu Emas. Gendang Kalimbubu : Landek Kalimbubu Singalo Bere-bere. Didaerah Kecamatan Payung adat terbagi dua. b) Landek sembuyak. emekap Kalimbubu Singalo Ulu Emas. Singalo Perkempun ras Perbibin. akan tetapi hanya ditujukan kepada yang hadir. 3. Nganting Manok dan pedalan Ulu Emas biasanya diadakan “Sijalapen” yakni menanyakan “Sangkep Enggeluh” dari masing-masing pihak. apkah emas (perhiasan) atau pisau (barang Pusaka) dan tidak dibagikan. F. disamping yang telah disebutkan di atas. Senina ku ranan Aloken Kalimbubu terdiri dari : 1. Urutan menari ini boleh di pecah-pecah menurut urutan anak beru.Unjuken (Petutorken) dan Nungsang Galum (La arus/Sumbang). Dahulu yang memberikan telah-telah dari pihak perempuan hanyalah singalo bere-bere dan singalo bere-bere dan singalo perkempun. Adapun bentukmya adalah sebagai berikut : 1. sementara dari siempo disebut : landek Kalimbubu sitelu sada dalanen erkiteken Kalimbubu Singalo Ulu Emas. ada utang adat yang disebut : Ciken-ciken yang di serahkan kepada Binuang (Kalimbubu Bapa). adalah : Perkembaren (Erdemu Bayu). Bentuknya dahulu adalah barang. Aloken Anak Beru. Perninin . 2. atau boleh juga bersama Anak Beru Menteri dan Anak Beru Pemeren. juga ada : 1.nangkih) Dahuku Gantang Tumba/ Unjuken ini sering disebut perkerbon atau ganti gigeh. G.

Dalam hal ini dipetik pula tulilsan DR.2 Tahun 1977. 7. Perkawinan yang dianggap ideal dalam masyarakat Batak adalah perkawinan antara orang-orang “rimpal” (marpariban dalam bahasa Toba) ialah antara seorang laki-laki dengan anak perempuan saudara laki-laki ibunya. Wanita manakah yang rela dimadu atau “erkidua”? Wanita manakah yang rela di cerai/ ditalak begitu saja? Apalagi orang tua beserta senina. 3. 5. Bila menghadapi suatu masalah. anakberu dan Kalimbubu-nya. Sipempoken / sinerehkenca (sembuyak) . Dalam hal perkawinan. Pada zaman sekarang sudah banyak pemuda yang tidak lagi menuruti adat kuno ini. Anak Beru Tua . 2. apalagi sampai membuat hal-hal yang memalukan pula. kaum kerabat dari si laki-laki (“sipempoken”. “parboru” dalam bahasa Toba). Anak Beru Menteri (khusus pihak pria). 4. Demikianlah suatu keluarga selalu berada di . Kami kutipkan kembali tulisan DR.Dr Payung Bangun BA. Karena itu. tetapi juga mengikat juga dalam suatu hubungan tertentu. Perlu diketahui bahwa sepanjang pengetahuan penulis apa yang disebut poliandri (yaitu suatu bentuk perkawinan yang mengizinkan seorang isteri mempunyai lebih dari seorang suami) tidak terdapat pada masyarakat Karo. Anak Beru Cekoh Baka Tutup .dalam bahasa Karo.Henry Guntur Tarigan. dapat ditoleransi oleh seluruh kerabat. Simupus (yang melahirkan) . kita akan meninjau dan meneliti dalam hal-hal bagaimanakah poligami dan perceraian pada masyarakat Karo dapat diterima. kita harus menghormati kalimbubu serta dapat menyelesaikan segala persoalan dan pekerjaan dengan sebaikbaiknya. merupakan suatu pranata. Ditulisnya antara lain : Poligami (seorang suami mempunyai isteri lebih dari seorang) dan perceraian pada prinsipnya tidak diingini oleh seluruh kerabat pada masyarakat Karo. Dalam kesempatan ini. mengadakan pesta atau perjanjian berat lainnya. hal ini dijelaskan demi kepentingan seluruh kerabat dan kelangsungan keturunan: ibarat menelan pil kina yan pahit dan menyembuhkan penyakit demam yang mencekam. Tentu sebaiknya begitu : sungguh sedih dan sial-lah kita. bila anak beru kita tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik. Mereka tidak akan rela hal itu terjadi. oleh adat kebiasaan ? Memang poligami dan pereceraian merupakan kejadian yang menyedihkan dan yang pahit dan getir.Henry Guntur Tarigan yang berjudul “Poligami dan Perceraian pada Masyarakat Karo” dimuat pada majalah “Dalihan Na Tolu” No. menulis dalam buku “Manusia Dan Kebudayaan Di Indonesia” tentang “Kebudayaan Batak”. yang tidak hanya mengikat seorang laki-laki dengan seorang wanita. Nama yang berkawin (pria/wanita) . sebagai berikut : Perkawinan pada orang Batak pada umumnya. maka anak beru akan menyelesaikan semuanya dengan sebaik-baiknya. prof. Nama baik kalimbubu kita harus dijaga. seorang laki-laki tidak bebas dalam hal memilih jodohnya. 6. berdasar rujukan yang sama. yang antara lain menulis sebagai berikut : Sebagai pemberi dara (Kalimbubu) kita akan dihormati. disegani oleh anak beru kita. Berbahagialah suatu keluarga yang mempunyai anak beru yang bijaksana yang dapat memecahkan segala pekerjaan dengan sebaik-baiknya sehingga memuaskan segala pihak. Namun dalam beberapa hal. Disini jelas betapa beratnya tugas kita sebagai anak beru. Senina ku ranan . dengan demikian maka seorang laki-laki Batak sangat pantang kawin dengan wanita marganya sendiri dan juga dengan anak perempuan dari saudara perempuan ayah. Sebagai penerima dara atau anak beru. menurut adat kuno. “peranak” dalam bahasa Toba) dengan kaum kerabat si wanita (“sinereh” dalam bahasa Karo. ibarat menelan duri campur empedu.1.

Orang tua-tua yang mengatur beberapa lama kedunya harus tidur bersama. yang dimuat dalam Nomor Perdana Majalah Kebudayaan Batak. baik kepada sang isteri. yang telah diatur secara rapih dan rahasia. kalau kita mau dihormati. Demikian kiranya dapat ditegaskan kembali bahwa tindakan ini tidak perlu disepakati oleh pihak-pihak yang berkepentingan. dan kalau adapun yang menempuhnya. di pihak lain menjadi kalimbubu.”Dalihan Na Tolu” Yang berjudul “Mengapa perkawinan Se-Marga Dilarang ?” sebagai berikut : Bagaimanapun juga. yaitu melakukan suatu pekerjaan secara mencuri-curi. jalan yang penuh duri harus ditempuh secara bijaksana. Dalam hal inilah poligami dapat diizinkan dalam masyarakat Karo.Tetapi mengingat pentingnya garis keturunan dan garis marga. Kalau ternyata bahwa sang suami yang mandul. biasanya wanita yang telah tua. apalagi anak laki-laki. sulit sekali untuk mengetahuinya. dan sampai kinipun kasus perkawinan semarga ini cukup kontroversial. hingga saat ini masyarakat Batak masih melarang pekawinan semarga. maka kalau tidak dicari jalan keluar tentu garis keturunan berdasarkan marga sang suami akan putus. Sehingga. disegani oleh anak beru. lebih-lebih sang suami yang mandul itu yang mengetahuinya. Menurut catatan –catatan yang dapat diperoleh hingga saat ini. Agar jangan ada orang lain dalam kerabat. diperingatkan benar-benar untuk menjaga rahasia ini sebaik-baiknya. Meskipun pad kenyataannya saat ini sudah banyak yang melanggar adat sedemikian ini. Kalau dia rela melakukan hal itu. Kami kutip tulisan orang Batak sendiri. Orang tua-tua putus asa. secara rahasia. Anehnya setelah anak pertama lahir. tabah dan rahasia. supaya garis keturunan suaminya jangan sempat putus dan punah. Biasanya kalau sang wanita telah hamil (atau dalam bahasa Karo disebut “mehulidagingna”). agar ia mau meniduri isteri saudaranya demi keselamamatan keluarga serta keturunan sauadaranya itu. anak kedua mungkin lahir pula atas hubungan suami isteri itu sendiri. maka orang tua-tua menentukan waktunya dan tempat. Sang isteri dari sang suami yang mandul itu di approachkan dengan baik. Memang hal ini sungguh sulit untuk dilaksanakan. yaitu baik suami maupun isteri yang mandul) tidak perlu kita perbincangkan dalam hal ini. Kemungkinan ketiga (sebagai penyebab tidak mendapat keturunan. hubungan itu diputuskan.”senina” serta “kalimbubu” kalau perlu) memohon kesediaan sang isteri untuk mengizinkan sang suami untuk kawin lagi dengan wanita lain. maupun kepada saudara sang suami. maka ada isteri yang mau (dan ada juga yang tidak mau). bagaimana halnya kalau sang isteri yang mandul ? Kalau segala usaha yang telah dijalankan untuk mengobati kemandulan sang isteri tidak berhasil. mengadakan hubungan kelamin itu. diberi penjelasan betapa pentingnya anak dalam satu keluarga untuk melangsungkan garis keturunan. karena memang benar-benar dirahasiakan oleh orang-orang yang bersangkutan.antara anak beru dan kalimbubu : disuatu pihak menjadi anak beru. Peristiwanya juga sangat jarang sekali terjadi. Perlu dicatat. bahwa jalan yang telah kita utarakan diatas jarang sekali terjadi. namun prinsip yang masih dipegang sekarang dengan teguh menolak perkawinan semarga. Dari kutipan tersebut di atas. sebab adik suaminya toh sedarah dan semarga dengan suaminya. larangan perkawinan di kalangan masyarakat . dapat kita menyadari pentingnya anak bagi masyarakat dengan sistem kekeluargaan patrilineal. Oleh karena itu. maka kitapun harus mau menghormati mengangkat derajat kalimbubu kita. secara diam-diam. Orang tua-tua. Hal ini tentu tidak diingini. mengambil inisiatif dalam hal ini. hal tersebut akan menjadi pergunjingan yang cukup ramai dikalangan masyarakat Batak. maka orang tua-tua (setelah berunding dengan “anak beru”. bilapun perkawinan semarga. Dalam bahasa Karo seperti ini disebut dengan “ipetangkoken”. Tahap kedua adalah meng-approach salah seorang saudara suami. sang isteri dimohon dengan sangat agar dia mau mengadakan hubungan kelamin dengan salah seorang saudara suami.

. Permasalahan lebih lanjut. Walaupun bila kita telusuri lebih lanjut. Oleh karenanya. seseorang yang mempunyai pariban (putri paman). adalah karena mereka masih dianggap satu darah. yaitu fungsi ‘boru’. maka akan terdapat beberapa ‘kejanggalan di dalam masyarakat Batak dalam hubungannya dengan hubungan perkawinan ini. adalah teman semarga (dongan sabutuha) jua. namun amatlah dekat. sebab bila mana dua orang satu marga melakukan perkawinan. Dengan uraian ini. yang dengan demikian juga berarti ‘sedarah’. merga Ginting pada suku Karo. Demikian pula peran-peran “anak beru” “senina” dan “kalimbubu”. maka adalah suatu kejanggalan bila masyarakat Batak sejak dulu mengakui bahkan sering memaksakan perkawinan pariban. maka yang menjadi boru dan hula-hula. Bahkan tidak jarang terjadi. akan tetapi masih dalam lingkungan suku Batak. perkawinan dengan pariban sebenarnya adalah sama dengan perkawinan ‘keluarga’. atau masih dalam pertalian kakak-adik. Suatu marga yang sama dari dua orang misalnya. Sedangkan antara dua orang yang marpariban. Kemungkinan atas sedemikian inilah yang menjadi ‘rasionalisasi’ dilarangnya perkawinan semarga. sama dengan Sijabat atau Saragih pada suku Tapanuli dan Simalungun. maka hal ini berarti hilangnya sebuah fungsi dalihan na tolu. justru perkawinan semerga ini telah merupakan asal mula perkembangan masyarakat Batak. Hubungan pariban. tidak dilarang untuk kawin bahkan mungkin sering untuk ‘dijodohkan’ meskipun antara keduanya tidak ada saling saling mencintai. bukanlah ada maksud untuk menentang adat. masih satu ‘nenek’. Sedangkan Dalihan na tolu adalah eksistensi sosiologis masyarakat Batak. adanya marga yang dianggap sama kendati ia berasal dari Batak yang lain. Misalnya.Tetapi antara dua orang yang marpariban antara marga Silitonga dengan paribannya boru Siregar misalnya. dilarang untuk dapat kawin. meskipun mungkin antara keduanya. Sebab kasus sedemikian ini. mungkin amatlah jauh pertalian ‘darah-nya’. dapat dilihat sejak Sariburaja yang mengawini adiknya sendiri ‘Siboru Pareme’ sehingga ia diusir dari ‘Sianjur mula-mula’. untuk mengambil paribannya sebagai isteri atau suami. Dengan keadaan sedemikian. meski hal itu berlangsung selama antar generasi. Kontruksi “Dalihan Na Tolu”. namun apakah hal-hal sedemikian ini tidak pernah untuk dipikirkan ?”. dan menghasilkan migrasi pertama orang Batak Jelas bahwa gambaran bisa diproyeksikan pada lingkungan masyarakat kita. dalam kebiasaan masyarakat Batak dahulu (mungkin juga masih dianut dewasa ini) mempunyai ‘hak’ untuk mengawini sang pariban tersebut. kaitannya dengan suku-suku lain. Namun bilamana kita mengikuti pendapat bahwa larangan perkawinan satu marga adalah karena mereka dianggap ‘satu darah’. adalah hubungan darah. Dan anggapan satu ayah satu ibu itu mengakibatkan bahwa perkawinan antar satu marga adalah tabu.Batak erat hubungannya dengan eksistensi “Dalihan Na Tolu”. Sebabnya karena keduanya masih dianggap kakak beradik. seperti telah diungkapkan. meski mereka adalah berasal dari dua marga yang berbeda. (sudah pasti putra dan putri) ada suatu ikatan ‘cinta’. Dua orang yang bermarga panggabean misalnya. para orangtua menjodohkan atau memaksa putranya atau putrinya. Mereka yang satu merga adalah mereka yang dianggap satu darah satu ayah satu ibu. artinya dua orang yang ‘marpariban’ masih diikat suatu pertalian darah yang langsung. tak berbeda dengan “Sangkep Si Telu”. perkawinan antara mereka juga dianggap merupakan perkawian semerga yang berarti terlarang. sebagai berikut : Gambaran-gambaran diatas ini menunjukan bahwa ‘filsafat’ larangan kawin semerga adalah karena perikatan atau hubungan darah. Masyarakat Batak mengenal hubungan perkawinan dengan anak paman (tulang) yaitu disebut ‘pariban’. Sehingga bila kasus demikian ini kita gunakan untuk melihat larangan kawin antara satu marga. Sebagaimana diketahui. Jadi sebenarnya . lingkungan larangan perkawinan semakin luas. Layak kiranya dalam hal ini di kutipan kembali pendapat dari rujukan yang sama.

Kedua. Ucapan mami yang dikeluarkan sang kela terasa sebagai ucapan mami sendiri. Menyampaikan isi pembicaraan dalam hal keadaan sedemikian. begitu juga dengan ucapan yang dikeluarkan oleh mami terasa sebagai ucapan kela sendiri dengan adanya “nina kela” itu. ada dua cara yang bisa ditempuh. maka terjagalah jarak diantara mereka. Antara ‘mami’ dengan ‘kela’ . dengan mempergunakan benda-benda yang kebetulan ada pada tempat mereka mengadakan komunikasi itu sebagai perantara. atau sekeping papan. sang kela membubuhkan perkataan “nina mami” (berarti “kata mertua”) dan sang mami membubuhkan perkataan “nina kela” (berarti “kata menantu”) pada setiap kalimat yang hendak mereka ucapakan. sebab sudah mempergunakan batu itu sebagai perantara. seandainya “rebu” tadi dilanggar. mereka merasa bahwa komunikasi yang mereka adakan bukanlah komunikasi langsung. sebagai berikut : Pertama. seperti yang ditulis DR. sebab membubuhi perkataan dengan perkataan ‘nina mami’. tanpa ada orang lain yang duduk diantara mereka. Dalam hal ini. rebu antara mami dan kela ini berlaku pula bagi bengkila/ permain dan turangku dengan turangku Pada dasarnya alasan moral. adalah masalah yang dalam lingkungan masyarakat Karo dikenal dengan istilah “rebu”.a).Suatu tingkah yang dianggap tidak pantas. Dengan kata lain.b).Henry Guntur Tarigan. Rebu yang sangat dikenal adalah : . Antara “bengkila” dengan “permain” dan antara “turangku” dengan “turangku”. yang masih berkaitan dengan soal larangan.Hal lain. Pada umumnya. setiap akhir kalimat yang mereka yang ucapkan harus dibubuhi/ diikuti ucapan “ nindu o batu” yang berarti “anda katakanlah (begitu) hai batu. sesuai posisi masing-masing dalam keluarga. adalah pantang bersentuhan badan. yang dalam bahasa Karo disebut “ngerana ernina mami” – berbicara ber-nina mami. yang fungsinya dapat disamakan dengan orang ketiga. Dengan berbuat demikian. Sementara rebu yang lain adalah berupa duduk berhadap-hadapan atau duduk pada sehelai tikar. Dengan berbuat demikian. sang kela harus pandai mempergunakan “nina mami” atau “ber-nina mami”. rasa hormat menghormati. Begitu juga mami harus pandai “ngerana ernina kela”berbicara ber-nina kela. yang diharapkan akan menerbitkan rasa segan-menyegan. kekhawatiran tingkah sumbang merupakan pokok serta alasan sikap dari “terciptanya” susunan demikian. . Marilah kita mengandaikan mereka mengadakan komunikasi dengan memprgunakan benda mati batu sebagai perantara dalam pembicaraan.Istilah ini sebenarnya tak bermakna terlarang. Lebih jauh dari sekedar komunikasi langsung. akan tetapi lebih tepat : berpantang. seolah-olah terasa bahwa komunikasi itu bukan komunikasi langsung.

Cincin Tapak Gajah. untuk hiasan bulang-bulang dan kalung-kalung . e. cengkok-cengkok . sebagai langge-langge . hiasan bulang-bulang . sebagai hiasan jari . Sertali. Uis remas-emas. Ragi Jenggi. sebagai Bulang . Uis remas-emas. a. Uis Nipes. warnanya putih. Kelam-kelam. Uis Nipes/Beka Buloh. g. sebagai cengkok-cengkok . c. sebagai hiasan tudung tudung dan kalung . JENIS-JENIS UIS (KAIN ADAT). karena kain ini dibuat dari benang kapas yang dicelup dengan sejenis bahan yang warnanya hitam (proses tradisionil). sebagai abit (sinjang) . memasuki rumah baru. Uis Nipes. Uis remas-emas. sebagai kadang-kadangen . Uis Arinteneng/ julu. 2. sebagai ikat pinggang . sebagai abit . Ose Orang Kawin (Pengantin) 1. dan piring ini biasanya punya makna tersendiri. UIS GATIP. sebagai jujungen . Pemakaiannya : Dipakai sebagai ose laki-laki. Proses pembuatannya juga masih tradisionil. sebagai tudong (Teger Limpek) b. sebagai kadang-kadangen . dalam bahasa Karo disebut ipelebuhken pemakainnya : Kain ini dipergunakan dalam acara pesta perkawinan yaitu pada waktu emas kawin diserahkan. sebagai gonje. yang bentuknya cekung dan lebih besar dari piring biasa. Uis Arinteneng.Pakaian (ose) Pengantin Pria.Ose Ayah (Bapa) : a. kain ini di pakai sebagai alas pinggan pasu. tepian kain warnanya hitam pekat dan ujungnya terjalin dan berumbai.BAB VII TATA BUSANA ADAT-KARO A. d. 2. Warnanya hitam dan berbintik-bintik putih di tengah. Rudang-rudang. UIS ARINTENENG. dan pada upacara-upacara perkawinan adat. Pinggan pasu (piring). 2.Ose Ibu (Nande) : a. f. hanya saja uis jongkit di . b. c. c. sebagai tudong (Teger Limpek) b. d. 1. 3. Uis Nipes/ Beka Buloh. Ragi Jenggi. sebagai ikat pinggang (Benting). sebagai gonje . UIS JONGKIT. d. e. sebagai cimberah . hiasan tangan kanan . Uis Nipes. h. Uis arinteneng. i. Warnanya dan bahannya sama dengan uis gatip. untuk bulang-bulang . sebagai jujungen . Gelang Sarong. a. e. Sertali. sebagai Langge-langge. guro-guro aron (pesta muda-mudi) dsb.Ose Pengantin Wanita. Uis rambu-rambu. b. Kelam-kelam. Warnanya hitam agak pekat. Uis Nipes. B.Ose Orangtua Pengantin. f. c. Anting-anting kodang-kodang. Jenis kainnya agak tebal hingga disebut dengan uis kapal (kain tebal). terdiri dari : 1. Uis Arinteneng. d.

kain ini tidak selebar kain yang lainnya. Pemakaiannya : Dipakai oleh wanita dan biasanya letaknya di atas tudung dan rumbainya terletak di sebelah depan. UIS KELAM-KELAM. Proses pembuatannya juga masih tradisionil. tepian kain hitam dan ujungnya berumbai. hanya ini lebih sederhana. tepian kain ini warnanya merah tua dan ujungnya berumbai. yang tidak memakai benang emas biasa dipakai wanita sehari-hari sebagai penutup kepala di desa. Pemakaiannya : Kain ini dipakai sebagai Bulang (penutup kepala/topi) pada laki-laki. Warnanya merah bersulamkan benang emas dan kedua ujungnya berumbai benang emas. UIS JUJUNG-JUJUNGEN. Warnanya merah tua. bentuknya khas dan unik. dan juga dipakai juga sebagai cekok-cekok (penghias bahu) yang diletakan sedemikian rupa pada bahu laki-laki. 8. hanya kain ini lebih keras karena proses pembuatannya juga masih tradisionil. warnanya hitam kebiru-biruan. kain ini jenisnya agak tebal dan sekarang sudah banyak motif baru. Kain ini juga biasa diletakkan di atas tudung wanita. tebal kain hampir sama dengan uis gara. Proses pembuatan tudung ini memang sangat unik. Pada saat sekarang kain ini jarang digunakan. ungu. Kain ini tebal seperti kain jongkit/ gatip. UIS BEKA BULUH. Pemakaiannya : Dipakai oleh para wanita sebagai abit (kain sarung/kampuh) pada waktu upacara adat. Pemakainnya : Dipakai oleh wanita sebagai tudung pada upacara-upacara adat. Sepintas seperti kain hitam biasa. 5. dan . hingga saat ini tidak semua orang dapat membuat tudung ini. putih dan pada tepian kain motif-motif Karo dengan benang emas. Proses pembuatannya juga sama dengan teger limpek. UIS JULU. tepian kain hitam dan ujungnya berumbai. Pemakainnya : Biasanya dipakai sebagai tudung oleh wanita yang sudah tua dan juga dipakai sebagai maneh-maneh (tanda mata) dari wanita yang sudah tua meninggal untuk kalimbubnya (garis ayah) atau asalnya. Pemakaiannya : Pemakaiannya sama seperti uis gatip. Warna dasar kainnya merah cerah. UIS GARA. UIS TEBA Warnanya kebiru-biruan dan bergaris-garis putih. bagian tengah bergaris kuning. dan bentuknya lebih pendek dari tudung teger limpek. dan sebagian kain ini memakai benang emas. tudung yang bahannya dari uis kelam-kelam disebut Tudung Teger Limpek. 9. 6. 7. dan ada juga yang bergaris-garis kecil warnanya putih di tengah. Pemakainnya : Dipakai sebagai tudung oleh wanita. demikian juga pada ujung kain. hingga warna dan bentuknya lebih cerah. 4. Warnanya hitam pekat. bentuknya hampir sama dengan selendang.tengah-tengah kain memakai benang emas yang motifnya melintangmelintang pada kain tersebut. Dan yang memakai benang emas dipakai juga pada upacara-upacara pesta adat sebagai tudung. bahan kainnya lebih tipis dan polos tanpa motif. kain ini sekarang lebih disenangi dan banyak dipakai pada upacara-upacara adat.

Emas-emas. ungu) dsb. 1. junjungen uis remas-emas) 2.Uis jujung-jujungen . Pemakaian : Sebagai selendang bagi wanita. Ragi Barat. Bulang 2. Tumbuk lada. coklat. Ragi Barat dan lain-lain. Pilo-pilo. Pengalkal Uis Nipis.Kampil . Abid dasar teba (tidak pernah pakai batik) 3. Tudung lengkap jujungen (Dasar kelam-kelam. 4. OSE PENGANTIN WANITA KARO. Cengkok-cengkok Baka Buluh. UIS NIPES. Abid Gatib.diganti dengan uis beka buluh. (taba/julu) 3.Sertali (perhiasan) Osei-osei Pengantin Pengantin Rosei kuh pakai emas-emas atau sekarang disebut AKSESORIS pengantin. 2.Baju kebaya . 5. OSE PENGANTIN PRIA TERDIRI DARI : . Osei pengantin wanita Rose kuh terdiri dari : 1. Kadangen (selempang) 5. Ragi Barat).Dasi (bila diperlukan) .Hem lengan panjang .Uis Nipes . (sertali) Kategori Pengantin Wanita. 4.Uis Jongkit (2 lembar) . OSE PADA PENGANTIN WANITA TERDIRI DARI : . Kampil kuh isisna. Cengkok 3. Abid Dasar. Sedangkan “rose” yaitu orang yang memakai kain lengkap pada upacara adat tersebut. 1.1 (satu) pasang jas . Kampil kuh ibas isina.Sertali (perhiasan). Abid julu 4. 2. Pengalkal uis nipes Sutra Ulat. 5.Uis Beka Buluh (3 lembar) .Tudung mbiring (Teger Limpek) . 6. Kain ini jenisnya lebih tipis dari kain-kain lainnya dan bermacam-macam motif dan warnanya (merah. . Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa “ose” adalah seperangkat kainkain adat yang dipakai pada upacara adat-adat tertentu. Kategori pengantin pria 1. Emas-emas.Uis julu . hijau. 10. 6. Torus Tarutung. Abid julu (Abid khusus). Tudung kelam-kelam model teger limpek erjujungen (Beka buluh. Bulang-bulang Beka buluh. Osei Pengantin Pria.

Tumbuk lada. Abid : Gatib 9 (Gatip 20) 2. Tidak pakai baju jas. sukut. tepas dan lain-lain. Selampang teba (kadangen) 5. Tudung 2. 2. Tudung jongkit 9 model limpek. 3. Osei Sukut si dilaki 1. Pengalkal. Endame osei-osei mengket rumah mbaru. Osei orangtua sidiberu 1. Endame osei-osei Pengantin Kerja Sintua. Abid 3. Abid Gatib 20. Osei orang tua pekepar Seri ras osei pengantin. Osei kerja biasa. 3. layang-layang. teger limpek. rudang emas. Untuk itu pengantin di osei lagi. 2. Ragi barat dan lain-lain. OSEI MENGGKET RUMAH MBARU Osei untuk mengket rumah mbaru ini tergantung dengan besar kecilnya pesta tersebut. 3. Emas-emas sertali. Osei pengantin si diberu 1. hanya orangtua la pakai emas-emas (yang laki-laki).3. hanya saja untuk mengket rumah ini ada dua tingkat : 1. samarenda dan lain-lain. Tanda-tanda 2. Kerja mbelin (pesta besar). tambah cincin. simupus. Abid (kampuh) Keterangan : Tanda-tanda i cengkokken I kuduk Abid i sampanken sebatas lutut Osei Anak Beru Pekepar : Sidiberu erbenting kibul (uis nipes diikatkan di pinggang) si dilaki kampuh diikat di pinggang (Ersampan sebatas lutut). Kerja biasa (pesta umum). Simada rumah rosei kuh tapi tidak pakai emas-emas. Kadangen : Uis Teba. Osei Kerja Mbelin Sama dengan osei-osei pengantin kerja sintua. Keterangan 1. 6. 2. Baik yang masuk rumah. Simupus pekepar ras sukut sama dengan osei pengantin kerja sintengah. Bulang : Beka Buluh. gatib 9. Tudung : Jongkit model limpek. Abid dasar songkit. OSEI MUKUL Osei pengantin sesudah selesai pesta siang. Osei pengantin pria 1. Enda me osei mukul ras ngobah tutur. maka malamnya acara mukul ras acara ngobah tutur. Abid : Samarenda. Langge-langge : Uis nipes. gelang sarong. OSEI KERJA CEDA ATE . Pengalkal uis nipes sutra ulet. 4.

Ertudung kelam-kelam model tiger limpek. Yang pria bawa kampuh baik dikampuhkan maupun hanya sekedar dilengketken saja. dan cucu laki-laki dari anak yang perempuan boleh dikatakan (harus berimpal). 2. Anak si diberu ertudung uis gara la ertudung jongkit. atau yang dapat dikatakan meninggal sudah tidak ada lagi meninggalkan anak yang belum kawin (berumah tangga). Ragi Barat) Osei si diberu (Simantek) 1. Pembantu mereka adalah merga silima dan salah seorang diantara mereka harus ada yang menjunjung kampil (sinjujung kampil) yakni biasanya diangkat putri raja ataupun anak simanteki kuta. Rabit dasar tapi tak pernah batik. 2. Erjujungen. dan juga kemberahen ataupun nande aron salah seorang anak kalimbubu kuta yakni berimpal. 2. Osei Sehari-hari : Osei ini pada umumnya hanya orang-orang tua saja yang memakainya yakni : 1. 3. Pengulu aron ras nande aron rosei lengkap (kuh) tapi lapake emas-emas. Anak beru tanda-tanda. dalam bahasa Karo disebut Kalimbubu singalo ulu emas ras kalimbubu si perdemui.Untuk osei erceda ate ini. janah banci la erjujungen. Ndehara adi simate si dilaki. 3. inilah yang disebut cawir metua. Osei-osei kebanyakan bebas. biasanya yang harus diosei adalah seorang cucu dari pihak anak laki-laki yakni yang perempuan. Cengkok-cengkok (Beka Buluh. Dan pakaian seperti halnya orang indonesia lainnya. Erbulang (Beka Buluh). Orang inilah yang diosei kuh rosei lengkap dan perbulangen adi simate si diberu. Seperti tudung tidak pernah di buat dari jongkit atau pakai emas-emas. di khususkan untuk yang meninggal lanjut usia (cawir metua) dan orang yang berpengaruh. Erkampuh (ersampan kampoh). tetapi di jauhkan dari warna-warni dan ber emas-emas atau warna menyolok. Wanita pakai tudung lompek dan langge-langge. rosei kuh tapi la pake emas-emas. . pembantu pengulu aron seri ras osei si mantek. 3. NB: Osei ini pada dasarnya yang memakaikan kepada pemakai adalah orangtua dari isteri atau saudaranya. OSEI PENARI (OSEI GURO-GURO ARON) Penghulu aron ras nande aron biasanya disahkan salah seorang anak pengulu atau anak si manteki kuta. Osei si dilaki (si mantek) 1.

Konteks penyajian dalam religi. keberadaan landek ditentukan konteks penyajiannya. Karena seni tari yang terdapat pada guro-guro aron dapat merangkum semua jenis tari yang terdapat pada pertunjukan lain.Festival. . Berdasarkan bentuk pertunjukan penyajian. Berdasarkan konteks penyajian tersebut. Dengan perkataan lain. yaitu : 1. Dari semua bentuk pertunjukan di atas. religi. Konteks penyajian hiburan. . dan tari hiburan. yang terpenting adalah guro-guro aron. tari Karo dapat ditemukan pada : .Ngalo-ngalo tamu. . dan 3. Konteks penyajian dalam adat istiadat. Pada umumnya. Karo secara umum dapat dibagi menjadi tiga. maka seni musik Karo adalah budaya musik yang mempunyai konteks penyajian dalam hiburan. ketiga tehnik penyajian tersebut dibuat berpasangpasangan. Melihat tehnik penyajian. Akibat adanya perbedaan konteks penyajian. Dalam budaya Karo. 2. . Bentuk Pertunjukan dan Teknik Penyajian. penyajian landek erat hubungan dengan kontekstual. .Perlombaan.Tari aron.Guro-guro aron (pertujukan seni tari dan musik pada masyarakat Karo yang dilaksanakan oleh muda-mudi).Tari perkolong-kolong.BAB VIII TARI-TARI KARO Secara umum. maka dalam budaya tari Karo dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu : tari adat. . Karena penari melakukan dengan penuh improvisasi. Karena . seni tari pada masyarakat Karo dapat dibagi menjadi : .Tari perkolong-kolong merupakan salah satu tehnik penyajian yang sangat rumit.Pameran. Sejauh ini saya dapat melihat bahwa konteks penyajian landek pada masyarakat. tari pada masyarakat Karo disebut “landek”.Tari khusus (tari yang telah mempunyai pola lantai).

tan lempir.tujuan utama penyajian. Lit pe deba anak perana sibeluh ermayan entahpe “ndikkar”. tersinget ibas rende. 2. ayo pe cirem. Maka anak perana ras singuda-nguda banci jumpa atena ngena.TOROSEN ERBAHAN GURO-GURO ARON . Landek ibas kalak Karo pantang “goyang pinggul”. dan satu buah gendang anak. (erlajar landek). sebab teman landek la banci la arus. si perlu teridah cibal daging metunggung. erlajar jadi pemimpin ngaturken uga maka guro-guro e erdalan bagi sura-sura. Maka anak perana ras singuda-nguda beluh makeken entahpe metik uis adat Karo. Jadi GURO-GURO ARON eme sada kerja si ipantek anak perana ras singuda-nguda si enggo ikut ibas aron alu make gendang seperanggun ras penggual 5 sedalanen + perkolong-kolong (adit lit). diantaranya : Nurdam. satu buah gung dan penganak. entahpe anak beru aron bagepe singuda-nguda sini jadi kemberahen aron. GURO-GURO ARON 1. Tambah sie. si enggo erjabu sangap njabuken bana. bagepe ikut jolena. Aron ertina anak perana/singuda-nguda si ras-ras erdahin ku juma. anak perana/singuda-nguda lampas jumpa atena ngena. pernen mata la banci meliar. Erbalobat. 3. sebagai pembawa ritmis variabel. sadape lalit sibangger-bangger ras simaginmagin.Guro-guro aron asal katana ibas “guro-guro” ras “aron”. rende dalam arti yang luas. si danak-danak lampas mbelin. 4. hiburan. 5. Komposisi Alat Musik Melihat komposisi alat musik yang dimainkan dalam guro-guro aron. Maka anak perana ras singuda-nguda beluh ras reh jilena landek ngikutken gendang Karo sini palu penggual lima sedalinen. Erpingko-pingko. 7. Sedangkan untuk hiburan yang bersifat pribadi. Maka anak perana singuda-nguda ibas kuta e mejingkat dingen ergiahgiah ukurna erdahin ku juma. sejauh ini saya hanya membagi dua. Untuk hiburan yang bersifat umum adalah guro-guro aron. Maka lit siman dedahen si banci nambahi keriahan ibas kuta bagepe man kerina anak kuta. ras ija ingan kundul. yaitu : untuk hiburan yang bersifat umum (entertaiment) dan untuk hiburan pribadi (self amusement). (ndarami-ndarami ate jadi). meriah manuk niasuh. Maka piga-piga anak perana sini iangkat jadi pengulu aron. . Penonjolan nilai estetis merupakan ciri utama seni (fine arts). Sebab enggo kenca ia metik pekepar tuhu enggo mejile. (hiburen). ndarami duit man penukur uis na ras patung kerja. pesta. Notoken mbuah page nisuan. terdiri atas : satu buah sarune sebagai pembawa melodi. gitek ras geol. rikut uis/paken simeherga sidebanna. si enggo metua cawir metua. sebagai pembawa ritmis variasi. 6.PENGANGKAAN . semata-mata untuk memeperlihatkan nilai estetis dari musik tersebut. sebagai pembawa kolotomis. Janah adi bas gendang e lit perende-pernde eme perkolong-perkolong gundari. satu buah gendang indung. nina ranan eme : 1. Guro-guro ertina main-main. Bagepe arus ipelajarina uga cara ngalo-ngalo temue alu mehamat. (erlajar metik). simbelin maka ajar meteh mehuli. metunggung ngidah perlandekken jemah jemole banci rutang tah pe ndabuh pusuhna pekepar. 8. perlandek sapih-sapih anak perana/singudanguda. Biasana kerna sie tergejap bas ukur sekalak-sekalak. endek pe sikap ngikutken buku gendang. 2. enca natap ras ngidah pemetik.Guna ras sura-sura erbahan guro-guro aron. Maka anak perana ras singuda-nguda erlajar ertutur (meteh adat). Erio-io. Memperhatikan musik yang mempunyai konteks penyajian dalam hiburan.

Sangana gendang ipalu. meriah ras rejin. Aron lit dua erbage. nina : Nari. perlandek sapih-sapih ia. . Janah ibas kuta simbelin banci lit 5 entah 6 terpuk. Nandangi ciger matawari.Landek perbapaan si lima merga. b. Emaka landek aron. lit sekalak singudanguda landek janah rende. Ibenaken nangkih-nangkih matawari seh asa nandangi ciger. Landek si mantek kuta. . guru.. 3. Aturen Perlandek : . Meriah kal siakap. . tapi aron belin enggo ngasup ngengkal. . gendang enda tempa gendang simate-mate entah nurun-nurun. eme aron tanggung ras aron belin.Iumputi landek aron perana/singuda-nguda. iumputi denga gendang. gendang ipengadi lebe.Landek pernanden ras beru silima. Ijeme kerina aron radu ras mindo ola sisangkuten ukur entah ija kurang lebihna ibas pengerana. erguro-guro aron bagenda rupana iadap-adap nande bapanta ras sangkep nggeluh. a. Adi lalit sie. tapi ibas kuta si kitik 2 tah 3 terpuk. .Landek pengulu ras kemberahen naruhken anak beru. . landek si landek.Adi lit perkolong-kolong banci ia tetap ikut landek ras masu-masu. Landek anak beru kuta. pande. eme si igelari Aron. Rende kami itengah-itengah enda.Gendang iumputi berngina enca elah man. ras ertepuk. eme ngerukah juma. Cara perlandek si dekah : 1. Gendang bas nangkih-nangkih matawari eme si igelari gendang “pesalang sai”.Emaka landek sierjabaten-jabaten kuta. aron singuda-nguda ersurak. Landek per merga-merga ras kemberahenna (5 merga). Landek kalimbubu kuta.Landek anak kuta sideban (aron) si itenahken. ngalo-ngalo kerina aron. si natang wari. maka gendang enda mehaga. .pipiga saja ia ikut. Ngidah sie sekalak anak perana ngerana. Aron tanggung pendahinna la uga beratna. Gelah mburo latihna. Gendang sie buen si landek anak perana ras singudanguda. banci ka piga. c.Nai ibas kuta kalak Karo lit si erdahin ku juma siurup-urupen. Pepegina. aron ngadi-ngadi i juma perbahan enggo latih erdahin. Bagepe perkolong-kolong rende erbahan persentabin nandangi sirang gendang ipalu. . 2.. jemaka nandangi singgem gelap.

Dengan singkat. kebudayaan adalah Aufgabe (tugas). Dalam pengertian seperti itu. antara penemuan dan pencarian.BAB IX KEBUDAYAAN KARO DAN PERUBAHAN SOSIAL Kebudayaan (culture) sebagaimana yang dikemukakan oleh Ignas Kleden (1987) adalah dialektika antara ketengangan dan kegelisahan. jauh daripada itu. Akan tetapi. dengan meminjam bahasa Dove (1985) pembangunan diartikan sebagai perubahan yang dikehendaki dan dibutuhkan. kebudayaan adalah a pursuit of total perfection (Karober dan Kluckhohn. dipertegas dan dijadikan sebagai identitas kelompoknya . Dengan demikian. selalu dipandang sebagai sesuatu yang khas manusia. untuk memperbaharui diri. antara tradisi dan reformasi. Menyoal hubungan antara pembangunan dengan kebudayaan. Dalam arti yang lebih luas. kebaikan atau keluhuran. Dalam arti bahwa apa saja yang dianggap . atau untuk menyesuaikan diri dengan paksaan perubahan sosial (social change coercion). hampir tidak ada selisih pendapat mengenai value judgement tentang kebudayaan. sedangkan tanpa reformasi atau tanpa disintegrasi kebudayaan akan kehilangan kemungkinan untuk berkembang. Berbicara tentang kebudayaan. antara integrasi dan disintegrasi. baik karena ia manusiawi ataupun karena ia mampu memanusiakan dan karena itu selalu dihubungkan dengan keindahan. 1967) dan kebudayaan itu diturunkan sebagai ’warisan yang diturunkan tanpa surat wasiat’ . kebudayaan adalah realitas objektif yakni sebagai reality judgement terhadap mana setiap kelompok akan mencari persepsinya. tanpa tradisi dan integrasi suatu kebudayaan menjadi tanpa identitas.

Inilah yang dimaksud dengan dilema kebudayaan (daerah) Indonesia. adanya kepincangan dalam pembangunan nasional (national development) adalah sebagai dampak daripada keniscayaan kebudayaan dan mentalitas terhadap pembangunan. Harus diakui bahwa. mungkin ada baiknya kita menoleh kembali terhadap produk yang ditawarkan yang mampu menarik wisatawan dimaksud. wisatawan datang berkunjung ke satu negara bukan lagi untuk melihat keindahan panorama.kuno dan tidak mengalami perubahan dengan sendirinya dianggap sebagai keterbelakangan. dirusak dan dimusnahkan dan segera digantikan dengan unsurunsur budaya yang dianggap lebih elegans. dalam konteks yang lebih luas. warisan-warisan budaya dan sejarah (cultural and historical heritages) daerah cenderung memudar. Bahkan. bahkan menyingkirkan kebudayaan tradisional itu. belajar di Museum masih harus dibudayakan pada masyarakat Sumatra Utara. ternyata kurang mampu melindungi benda-benda cagar budaya. Oleh karena itu. Ironisnya. tetapi disisi lain ia justru dianggap sebagai bianglala. Akibatnya. Koentjaraningrat (1992) menyangkal adanya hubungan antara kebudayaan. akibatnya banyak diantara BCB tersebut terlantar. mentalitas dengan pembangunan. melihat fenomena di Indonesia. Konsep yang tepat untuk menjelaskan kenyataan ini adalah dengan . tidak terawat dan musnah . salah satu hal yang diusahakan adalah mengutuk dan mengubah. sebagian dari satu warisan budaya dan peninggalan kuno yang menonjol di Sumatera Utara diancam punah. McKinnon (2008) mengemukakan bahwa Ironis sekali bahwa pada ‘Visit Indonesia Year’ dan pada waktu pemerintah ingin membangkitkan usaha parawisata di seluruh Indonesia. sebagai bangsa yang majemuk (plural societies) ada semacam ketakutan dari negara apabila ’identitas kebudayaan’ (cultural identity) lebih terasa daripada ’identitas nasional’ (national identity). kita patut bertanya apa yang kita maksud dengan budaya ketimuran kita itu? bukankah kita sudah mengalami degradasi kebudayaan kita? II Boleh jadi. ditinggalkan. Oleh karena itu. Padahal di museum tersebut dapat dilihat beragam artifak kebudayaan yang menandai aspek kebudayaan dan sejarah masyarakat pada kawasan dimana museum tersebut didirikan. kebudayaan dan gaya hidup tradisional itu juga dianggap sebagai penghalang besar bagi pembangunan sosio-ekonomi (socio-economic development). Dalam satu pemaparannya terhadap pengrusakan terhadap Benteng Putri Hijau Delitua Medan. dalam perencanaan pembangunan. Disatu sisi ia diharapkan mampu bangkit dan bertahansebagai common heritages. Namun. Dove (1982) mengemukakan bahwa agen perubahan (agent of change) tidak pernah menganggap masyarakat kebudayaan sebagai ’guru’ tetapi justru ’menggurui’nya dengan hal-hal yang ’dianggap’ baru dan lebih ’beradab’ (civilized) . Lebih daripada itu. museum sebagaimana yang diberitakan oleh Waspada tanggal 1 Juli 2008 dan Kompas pada 20 Agustus 2008 justru tidak layak dikunjungi. undang-undang No 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya (BCB) misalnya. Adalah cukup berbeda dengan eksistensi museum di negara Barat seperti Jerman dimana museum dianggap sebagai old palace dan kota-kota akan merasa bangga apabila museum terdapat dan banyak dikunjungi dikotanya. Dalam pada itu. dirasa perlu untuk membentuk identitas nasional melalui apa yang disebut dengan kebudayaan nasional. tidak mengherankan apabila permuseuman di negara maju berlomba menghadirkan koleksi-koleksi lengkap dari seluruh dunia dan menggangapnya sebagai miniatur global village. Dalam bukunya. tampaknya. Menyoal tentang tahun kunjungan wisata Indonesia. sebagai ethnic and local identity -yang memiliki kemampuan menyaring budaya asing. Karena itu. tetapi lebih dari itu adalah untuk melihat ciri khas daerah dimasa lalu. Oleh karenanya. bermartabat dan beradab. tidak ayal. Disebutkan bahwa kedua varian tersebut-untuk kasus Indonesia-tidak memiliki hubungan sama sekali atau bahkan tidak cocok sama sekali dengan arus modernisasi. Sehingga. Negara khawatir bahwa ’ikatan-ikatan primordial’ (primordial ties) yakni ikatan terhadap tradisi lokal akan menjadi lebih kuat daripada perasaan memiliki negara dan pada akhirnya mungkin akan menggoyahkan integrasi bangsa. tepatnya penghambat pembangunan.

dapat dipahami bahwa terdegradasinya budaya daerah seakan menjadi jawaban terhadap coercion of cultural universalism yang selama ini dilakukan oleh perencana pembangunan. Dari sudut ekonomi. kebudayaan nasional yang diperjuangkan tidak kunjung ditemukan dan tidak dapat dijelaskan posisinya diantara kebudayaan lokal. Hatta (1970) ataupun Asvi Warman Adam (2007) yang menyebutkan sekitar 25 kontroversi sejarah Indonesia. Dengan demikian. sektor wisata sejarah dan budaya ini ternyata mampu menyumbang hingga 0. justru lebih terbuka dan menerima segala sesuatu yang dipertontonkan oleh dunia Barat karena dianggap lebih berbudaya. Lain daripada itu adalah terlalu banyak kebohongan dan penyesatan yang dilakukan oleh Sejarah bangsa ini seperti yang disebutkan oleh Foulcher (2000). Italia. kebudayaan adalah sistem gagasan yang harus dikembangkan dan diberdayakan. dan bahkan Jerman. banyak artifak dan situs sejarah dan budaya kita yang sudah dirusak hingga tidak ada lagi semacam bukti autentik dimana sejarah dan budaya dimasa lalu pernah dibentangkan. Dalam pada itu. Dove (1985) menyimpulkan bahwa kebudayaan tradisional terkait erat dengan dan secara langsung menunjang proses sosial. kebudayaan tradisional bersifat dinamis. Dalam penyelidikannya tentang Peranan Kebudayaan Tradisional Dalam Modernisasi yang disunting oleh Michael R. Masyarakat kita. Supratman Dikhawatirkan. Selanjutnya. 2001). kebudayaan yang menjadi simbol masyarakatnya justru dianggap kolot dan tidak pantas diadopsi atau dikembangkan. kebudayaan sebagai pola tindakan yakni menjadikannya sebagai acuan perilaku. Di negara maju misalnya-tidak tanggung-tanggung-proyek pembangunan kejayaan budaya dan sejarah masa lalu kembali di lakukan seperti yang dilakukan oleh China. adanya kekeliruan terhadap proses pembangunan selama ini adalah karena tidak didasarkan pada evaluasi empiris. Etnonationalism yang berkembang sebelum deklarasi pembentukan negara bangsa (nation state) dan digantikan dengan konsep nasionalisme negara pasca deklarasi adalah tantangan yang hingga kini belum mampu dijawab. etika dan estetika bangsa ini akan runtuh sebagai dampak dan pengaruh budaya global yang bergerak tanpa batas. tidaklah sekedar mampu menyebutkan dan memahaminya. Masyarakat kita justru menjadi objek yang disusun dalam kapitalisme global yang dipercepat dengan budaya konsumen (consumer culture) ataupun sebagai budaya massa (mass culture) yang mempertentangkan sesuatu yang dianggap sesungguhnya dengan sesuatu yang dianggap semu. Dengan begitu. hedonisme dan seakan melompat pada era postmo . tetapi lebih daripada itu adalah untuk mengupayakannya sebagai sumber inspirasi atau sumber perubahan. Tetapi persoalannya adalah. ekonomis dan ekologis masyarakat secara mendasar. baik mengenai perencanaan itu sendiri maupun mengenai kebudayan tradisional dimana rencana-rencana itu diterapkan. bisa jadi karena rapuhnya pemahaman dan pengetahuan terhadap kebudayaan daerah itu sendiri. III Budaya lokal sebagai identitas budaya daerah.40 persen penghasilan negara non taxes.25-0. Pada tataran konsep seperti ini. . Lebih dari pada itu. atau juga makan KFC daripada makan sate Padang di pinggir jalan WR.menggalakkan wisata budaya dan sejarah (cultural and historical tours). atau makan Spaghetti daripada Rendang Jengkol di warung mbok Inah. Kesulitan yang dialami oleh bangsa Indonesia dewasa ini terutama menjawab tantangan globalisasi adalah riskannya kebudayaan daerah terhadap pengaruh-pengaruh budaya ’universal’. Menurutnya. kita justru lebih tertarik untuk minum Cocacola daripada Air Tebu dibawah pohon Beringin. Gejala ini sama artinya pada saat kita berbicara tentang nasionalisme kita yang semakin kerdil dan melayu karena nasionalisme itu sendiri tidak mendapat tempat berpijak pada budaya Indonesia. Menyinggung soal konsumerisme yang menggejala pada masyarakat kita. Begitu mudahnya bangsa ini larut dalam konsumerisme. Resink (1987). Sementara itu. Dalam arti kata ’bagaimana untuk membuat penilaian estetis’ yang terhubung dengan pertanyaan praktis seperti ’bagaimana kita harus hidup?’ (Featherstone. moral. selalu mengalami perubahan dan karena itu tidak pernah bertentangan dengan proses pembangunan itu sendiri.

baik untuk pria maupun wanita. d. Penentuan hari untuk turun ke ladang menanam padi. Nama-nama hari. cuan. Zending dari negeri Belanda yang berusaha meng-kristen-kan masyarakat Karo ternyata kurang berhasil. yaitu : Merga Silima. Walaupun mampu mendidik putra-putri Karo menjadi . didasarkan kepada musim (semacam ramalan cuaca) h. Rakut Sitelu. persilihi. Suku Karo sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar. ngelandekken galuh. g. cekurang. dengan meminjam bahasa Ignas Kleden. dlsb. pada masa lampau telah memiliki budaya yang cukup tinggi (kata cukup tinggi menunjukkan nilai luhur). gambar. garpu. Tetapi. busan-busan. tajak. tanpa upaya dan usaha yang gigih. maka mustahil artifak. Tatanan kehidupan masyarakat Karo yang terikat di dalam suatu sistem. Tutur Siwaluh. dlsb. b. dlsb. sendok. c. Pada periode sebelumnya. yang dapat dibuktikan dari materi budaya Karo yang dapat dikatakan telah lengkap. yang justru perlu dilakukan adalah preservasi terhadap objek dimaksud dan menjadikkan sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. Peralatan hidup yang cukup lengkap. bukan berasal dari bahasa asing. palas. sordam. bajarna. Penjajah Belanda yang efektif di Tanah Karo menjelang akhir abad ke-19. daluna. seperti aditia. yang masih banyak lagi). i. Alat-alat kesenian Karo yang beragam jenisnya. kehidupan tradisional masyarakat Karo berlangsung secara murni. Tinggi rendahnya budaya suatu bangsa. mbergohna. belobat. Tulisan dan bahasa Karo yang cukup kaya (perhatikan istilah bisbis. Pengaruh luar terhadap budaya Karo dimulai sekitar tahun 30-an dan masa pendudukan Jepang. adalah mahal ongkos yang harus dibebankan untuk menghidupkan kembali nuansa masa lalu itu. benangun. Pendirian rumah sakit Zending di Sibolangit dan Kabanjahe. karena proses itu berlangsung dalam satu generasi. Semua acara ini memiliki bentuk busana yang berbeda-beda. Sekolah-sekolah Zending yang didirikan di beberapa tempat. seperti cangkul. kiskis. bentuk busananya berbeda-beda dalam berbagai jenis dan ragam pesta. tidak mendapat tanggapan dari masyarakat. Dan lain-lain Demikianlah beberapa data yang dapat membuktikan. ketteng-ketteng. tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pola hidup tradisional bangsa Batak Karo. terlampau kecil pengaruhnya. dlsb. suma. permalna. ret-ret-sangka mamok. perumah begu. piring. tercermin dari materi-materi budaya yang ada pada bangsa itu. sapo. kampoh. sarune. Dalam masyarakat Batak Karo. adalah gambaran cara hidup masyarakat dari bangsa yang bersangkutan. tendang. iluh. sesuai dengan kepentingannya. Ragam busana. meluat. kemalangan. Seperti pesta perkawinan. bahwa suku Karo memang memiliki suatu budaya yang cukup tinggi. nggara. Menyoroti penelantaran dan pengrusakan terhadap artifak dan situs sejarah dan budaya.Bagaimanapun. capah. Niscaya. f. sangketen. e. gendang. gunung. aksesoris maupun tinggalan kebudayaan masa lalu itu dapat dilestarikan. seperti : a. Memang. buganna. penganak. erpangir ku lau. ukat. Budaya suatu bangsa. dlsb. Pembinaan rohaniah/kepercayaan serta tata cara pelaksanaannya seperti ngaleng tendi. agaknya kita harus belajar dari Malaysia yang hingga kini gencar berburu aset-aset budaya yang dapat diklaim sebagai warisan budaya mereka meski itu dicap sebagai pencuri kebudayaan. ’Kebudayaan adalah Agenda Buat Daya Cipta’ yang menonjolkan kemampuan untuk membangkitkan identitas bangsa yang sedang melayu itu. Hal ini sangat tinggi nilainya karena nama-namanya “asli” bahasa Karo. dlsb. seperti : kudin. potret. kerpe. kulcapi. guro-guro aron. dlsb. masa atau periode transisi ini jelas terlihat. seperti perangkat gendang. sekin.

Hal ini semua mengakibatkan kesiagaan masyarakat Karo untuk menyongsong kemerdekaan yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. Pengaruh kekuasaan Jepang juga terasa hingga ke desa-desa. berkumandang hingga ke desa-desa. ketika Islam pertama kali masuk di Baros. Pemimpin Harian Waspada di Medan mengatakan. Peristiwa itu terjadi sekitar tahu 19200-an. bahwa penjajah Belanda hanya sedikit pengaruh terhadap pola kehidupan masyarakat Karo. Adanya pengaruh Hindu makin jelas apabila kita amati mantera-mantera. guru-guru diperbanyak. penulis ingin mengutipkan beberapa catatan yang dibuat oleh Budhi K. ADAT SEBAGAI SUMBER NORMA Mengantar awal dari tulisan (bagian) ini. Muhammad Said. Nyanyian-nyanyian Jepang yang membangkitkan semangat. Bangun Purba dan Sarinembah (1923). yaitu bahasa Aceh yang berarti air. Si Dunda Katekuten. nama Debata Keci-keci disebut-sebut sebagai kesatuan dari Tiga Dewa yang dikenal. karena tipisnya pengetahuan suku ini tentang dewa-dewa yang universil sifatnya. Sedang Erpangir ku Lau adalah upacara untuk memulihkan rezeki dengan berlangir ke sungai.paramedis. dalam artikelnya berjudul “Selayang Pandang Sejarah Suku Karo” yang dimuat majalah “Dalihan Na Tolu”. serta Dewa Banua Koling di dunia bawah. adalah berasal dari Hindu. sistem catu. Perkataan Perkualuhberasal dari kata “aloe”. yaitu Brahmana. Jelasnya. Masyarakat Karo telah siap menerima kemerdekaan dan sekaligus mempertahankannya. Sinulingga. pengaruh Hindu di Sumatera hanya sampai di Jambi. Nomor 4 tahun 1978 sebagai berikut: Seorang ahli sejarah di Indonesia. dan lain sebagainya. Si Kosar Baru Dayang dan sebagainya. Dewa atau Dibata Batara Guru yang bersemayang di atas. Upacara `Perkualuh` di Suka Piring. terutama frekwensi kunjungan ke kota-kota. Dengan demikian. atau Meliala yang dianggap berasal dari Malyalah: Pandia – Pandya. maka masyarakat Karo juga telah siap dan sadar dengan perubahan sosial yang ditimbulkan pendudukan Jepang dan proklamasi kemerdekaan itu. Moh. Tapi kurang diketahui dasarnya. Sekolah-sekolah ditingkatkan. latihan baris-berbaris. juga terlihat dari upacara-upacara yang berhubungan dengan roh-roh atau tendi. Mobilitas masyarakat Karo juga mulai meningkat. Umpamanya dalam upacara `Persilihi` dan Erpangir ku Lau. Upacara-upara ini hanya berhubungan dengan mytho kejadian dunia. Sementara yang dimulai dari ‘Bismillah’. Mantera yang dimulia dengan kata ‘hong’. Karo. Hindu menyingkir ke arah Dairi dan Kab. dari pelebegu menjadi kristen. Katanya. TekangTekhanam. Yamin mengatakan. Tentang adanya pengaruh Hindu ini. Dalam upacara Perselihi. ‘Ndilo Tendi’ adalah pemanggilan tendi dari orang yang dianggap telah mengembara atau ditawan oleh kuasa-kuasa natural. Barulah pada masa pendudukan Jepang terjadi suatu dinamika radikal. dimana pemuda-pemuda Karo dididik menjadi prajurit. yaiut upacara penghanyutan abu jenazah. Perselihi adalah upacara substitusi dimana gana-gana atau patung dijadikan ganti dari orang yang telah dinyatakan dukun atau guru akan mengalami bahaya maut. Colia-Solyan. Dapatlah disimpulkan. adalah berasal pengaruh Hindu. sistem kedewataan Hindu tidak sepenuhnya diterima masyarakat Karo. yang juga sekaligus berubah agamanya. berasal dari pengaruh . yaitu . disamping bukti-bukti tentang ditemukannya temple di Sembahe. Hindu juga mempunya pengaruh hingga ke Dairi dan Dataran Tinggi Karo. Dalam hal ini dapat pula dilihat adanya cabang-cabang marga Sembiring memakai nama-nama berbau Sanserkerta. Paduka Aji atau dewa yang bersemayam di bumi tengah. Seperti penguasaan produksi. Porf.

yang hingga kini masih dilakukan di Bali. Dalam hal ini. Tentu saja dalam hal ini tak perlu membuat gusar benar. Panglima Hamzah dan lain-lain. dalam bukunya ‘The Gayo Land’. Diduga dalam perjalanannya yang panjang itu. Anderson. Erlige-lige yang terakhir dilakukan yaitu tahun 1960 di Medan. yaitu suatu bangunan tinggi yang ditarik ratusan orang. dikatakan berasal dari kata ‘Perbandingan’. Upacara ini sangat mirip dengan upacara-upacara yang ada di agama Hindu. seorang penganjur Islam di Uruk Ndoli. memintas pegunungan Bukit Barisan menuju Bahorok di sekitar-sekitar desa Perbesi. sebenarnya bukanlah pengaruh agama Hindu semata. mas putu batara langgeng. Selain itu. yang hingga kini masih terdapat pada pemeluk Hindu Bali di Pulau Bali. seperti Datuk Sukapiring. di atas kuburan-kuburan orang Karo biasa dikibarkan bendera putih. patut kiranya dicatat bahwa. dalam mantera itu juga terdengar nama-nama : Muhammad. ujung utara pulau Sumatera hingga sungai Asahan di Timur Danau Toba. Kejurusan Sanembah Deli. dan banyak orang datang mengunjunginya. Pengaruh lain dari agama Islam. malaikat Jibril. Bintang meriah diakui sebagai marga Sinulingga yang berasal dari Lingga. sangat kuat pengaruh Islam terutama dalam pemerintahan Sultan Iskandar Muda (sekitar tahun 1650an). Snouck Hurgronje. bahwa orang Karo yang dimaksud di sini. Hubungan Lingga dengan Gayo diperkuat dengan adanya makam Tengku Syeh. yang bersamaan dengan marga Sinulingga di Lingga. berpendapat bahwa penduduk Lingga pernah beremigrasi ke Gayo. adalah orang Karo yang telah masuk Islam di bawah raja-raja yang memakai marga Karo. yaitu suatu upacara penguburan yang menarik jenazah di atas lige-lige. Di samping itu. 1923. Bintang Meriah dan Kuta Buluh. Akan tetapi masih ada bekas sisa-sisa kepercayaan lama. penulis ‘Mission to the East Coast of Sumatera’. almarhum sering mandi dan bersembahyang di Tambak Malim. yaitu yang lazim disebut. juga dikenal antara lain dalam bentuk : hong wilaheng awigena. Bahwa ia dimakamkan di Uruk Ndoli tidak perlu diherankan apabila diingat bahwa di kaki bukit itu terdapat pancuran bernama Tambak Malim. Makam itu hingga kini terawat baik. lengkap diikuti dengan segala macam “Sajen” (Sajian) juga terjadi di Jawa. sebab pengaruh-pengaruh demikian. Upacara-upacara sedemikian. Pendapat ini didasarkan atas terdapatnya marga Lingga di Gayo. Dalam hal tentang pengaruh Islam dalam masyarakat Karo sangat jelas terlihat bahwa di Kesultanan Aceh. Tengku Syeh yang dimakamkan di Uruk Ndoli itu. Kejurusan Bahorok (Langkat Hulu) dan lain-lain. sebuah bukit antara desa Perbesi dan Bintang Meriah di Kabupaten Karo. Jadi Islam telah masuk kurang lebih tiga ratus tahun yang lalu. berbeda dari satu daerah ke daerah yang lain. Ungkapan mantera yang memakai ‘hong’. Bukti lain dari adanya pengaruh Hindu pada masyarakat Karo terlihat dari ‘Erlige-lige’. Pemena. Terutama mereka yang percaya . menyebutnyebut bahwa orang Karo turut membantu Sultan Deli memberontak terhadap Kesultanan Aceh. khususnya di atas kuburan dukun. Pelbegu dan lain-lain. sebuah tempat mandi di Lingga. sehingga si nini bisa berdialog dengan keturunannya. Suatu ungkapan yang biasa terjadi di dalam dunia perwayangan. ‘Upacara Pe (te) rumah Nini’. Keterikatan masyarakat Karo terhadap pengaruh ini. Datuk Sabernaman. Pada masa inilah suku bangsa Karo yang tinggal di Langkat dan Deli Serdang masuk agama Islam. Perkataan ‘Lau Bahing’ yaitu pemandian Bintang Meriah. yang kurang lebih merupakan upacara pemanggilan roh nenek moyang untuk memasuki raga Guru si Baso. wajar adanya.Islam. Ketika itu Jamin Gintings menjabat Pangdam II/Bukit Barisan. Upacara Erlige-lige masih dilakukan di Tanah Karo sebelum kedatangan Jepang tahun 1942. Ada dugaan. seorang Belanda yang banyak menulis tentang sejarah Aceh dan Islam. dalam misinya berjalan dari Gayo ke Kabupaten Karo.

bertindak selaku penasehat. Dalam tahun-tahun berikutnya. Karena daerah Karo yang tidak pernah mengenal sistem kerajaan dalam arti yang sesungguhnya. meskipun dalam prakteknya dalam masalah penting kata terakhir terletak pada penasehat tersebut. mengingat bahwa meskipun Perang Aceh telah resmi berakhir. meskipun masih dalam tingkat rendah. Tindakannya yang pertama adalah membagi tanah Karo. Malim diduga berasal dari kata alim. yang bersifat hereditair. wortel. usaha menaikkan jumlah populasi ternak. namun masih tetap merupakan daerah rawan. dlsb). Letnan Kolonel Van Daleen dengan para serdadunya dalam rangka operasi pembersihan dalam perang Aceh yang formil telah berakhir dengan menyerahnya Sultan Aceh pada tahun 1903 memasuki dataran tinggi Karo dan menempatkan di sini Kapten H. anti hama. Maka mulailah berlangsung penjajahan Belanda di daerah tersebut yang mana berakhir pada Maret 1942 dengan kedatangan tentara Jepang yang dapat menaklukkan seluruh Hindia Belanda dalam waktu yang sangat singkat. Serta tidak pernah memiliki satu pemerintahan sentral. Setiap Sibayak memerintah daerahnya masing-masing secara otonom. Dengan bertambahnya mata-dagangan akibat perbaikan pertanian dan peternakan dan usaha lainnya.kepada ilmu gaib. Ada dugaan bahwa pemandian itu mendapat nama Tambak Malim dari dari Tengku Syeh. Peternakan juga diberi perhatian secukupnya. Kemudian Colijn digantikan oleh Kontelir Poortman yang dipindahkan dari Sipirok ke Tanah Karo. dan tujuan utamanya adalah untuk mempersiapkan tenaga administratif lapisan bawah dalam rangka menjalankan pemerintahan Kolonial. Namun dengan dibukanya jalan tersebut. Poortman menemukan kesulitan. Dalam hal ini. karena perlawanan rakyat masih terus berjalan meskipun bersifat sporadis. rakyat Karo memperoleh manfaat besar. dlsb) maupun dengan cara memasukkan jenis tanaman baru (kentang. Dalam menetapkan para kepala dari swaparaja tersebut. kemungkinan lainnya asal kata tersebut adalah Tambar Malem. Isolasi physik geografis oleh Belanda. Tanah Karo pernah terkenal karena bungabungaan yang pohon induknya berasal dari Eropah. baik yang berbahasa pengantar Melayu maupun yang berbahasa Belanda. Karena sekarang daerah Karo menjadi daerah yang terbuka bagi dunia luar. Sedangkan Kontelir yang ditempatkan di Kabanjahe. dengan memberi pemberantasan penyakit hewan. Didirikanlah sekolah-sekolah dasar. Dua kata ini mempunya arti yang sangat baik dalam bahasa Karo. kol. mulai dari Medan menembus jantung dataran tinggi Karo terus ke Kuta Cane di daerah Aceh Tenggara. dan sebagainya. Kontelir Poortman segera mengusahakan agar pemerintahan kolonial berjalan secara efektif. baik dengan cara memperkenalkan teknik pertanian modern ( pemupukan. Belanda berusaha meniadakan isolasi daerah Karo dengan membuka jalan yang dikeraskan (kemudian diaspal). Pada tahun 1905. Sukar sekali memperoleh orang yang dapat ditokohkan sebagai kepala swapraja. Tidak ada orang yang menonjol keahliannya dalam melaksanakan pemerintahan. yang memegang tampuk pimpinan hanyalah ‘orang pertama diantara sesamanya’ (primus inter pares) Poortman mengatasi kesulitan ini dengan mengangkat dua orang yang semarga sebagai kepala swaparaja (twee hoofdige zelfbetuur) secara temporer dengan ketentuan bahwa yang terpanjang usianya diantara yang semarga ini kelak akan ditetapkan sebagai kepala swapraja dengan titel sibayak.Usaha pertanian juga dipermodern. Dalam hal pemerintahan tradisional selama ini yang sifatnya sangat demokratis. Colijn sebagai penguasa perang (militaire gezagheber) di Tanah Karo. Pertimbangan strategi militer dalam pembangunan jalan ini. yakni untuk mempermudahkan transportasi militer berikut alat-alatnya tentu juga merupakan faktor yang penting. maka guna menyalurkan hasil-hasil baru .

Sewaktu Belanda datang. Susunan perekonomiannya dan budayanya masih bersifat agratis. misalnya daerah Langkat. Belanda telah menanam benih-benih perubahan sosial. Waktu yang relatif singkat itu menyebabkan Belandabelum mempunyai kesempatan cukup banyak untuk merubah wajah dan isi masyarakat Karo. Kesuburan tanah dan iklim yang baik. kalaupun ada hanya dalam bentuk bartar. Masyarakat menjadi statis. Seperti telah diuraikan di atas. digiatkan. Semua kebutuhan diprodusir – dan hanya diprodusir – untuk konsumsi sendiri. Perdagangan hampir tidak dikenal. ditinjau dalam rangka apa yang mungkin dilakukan dalam jangka panjang. orang cenderung untuk lekas merasa puas. bahwa sebelum tahun 1905. Namun harus diakui bahwa. Secara tidak sadar. Jenis dan jumlah kebutuhan tidak pernah bertambah. pemberantasan penyakit menular antara lain cacar. Deli Serdang dan Dairi. thypus. hanya beberapa bulan saja sepanjang tahun. Dapat dikonstatir bahwa sebelum perang dunia ke-II. tidak lebih dari 37 tahun (1905-1942). maupun kemungkinan ke arah itu tidak pernah terpikirkan. Setiap orang dapat memenuhi sendiri kebutuhan pokoknya. di daerah Langkat banyak orang Karo ‘masuk’ Melayu (menjadi orang Melayu dengan meresipier kebudayaan Melayu inklusi agama Islam). sehingga dapat dikatakan bahwa daerah tersebut bahwa daerah di Indonesia yang paling singkat berada di bawah penjajahan. menyebabkan masyarakatnya sekaligus bersifat swasembada. adalah sangat minim dan tidak berarti banyak dalam skala modernisasi. Kontak dengan Belanda menyebabkan jendela untuk melihat dunia yang . merawat dan panen padian. bahwa apa yang dibuatnya itu. Dibukanya usaha-usaha perkebunan oleh maskapai-maskapai Belanda di daerah Langkat dan Deli Serdang menyebabkan selimut isolasi yang selama ini meliputi masyarakat Karo. antara lain garam. masyarakat Karo masih merupakan masyarakat murni tradisional. Sanitasi dan pengobatan modern juga dipentingkan dengan mendirikan Rumah Sakit dan leproserie (oleh Zending) dan Balai Pengobatan. Anggota masyarakat menerima keadaan statis itu sebagai suatu hal yang wajar.tersebut. Waktu yang diperlukan untuk itu (menanam. dsb). Dapat dimaklumi bahwa dalam masyarakat yang demikian itu. kolera. Kegiatan perdaganganpun mulai dikenal. didirikanlah beberapa lokasi pertemuan antara pembeli-penjual berupa pekan-pekan yang diadakan secara bergilir menurut jalannya harihari per-minggu. Namun dampak dari kontak budaya Karo dengan Belanda yang modern sungguh di luar dugaan. daerah kediaman orang Karo di luar dataran tinggi Karo. Hanya beberapa jenis kebutuhan yang dimasukkan dari daerah luar. yang dikemudian hari dikembangkan oleh masyarakat Karo untuk kebaikan dirinya sendiri. Dalam pada itu tidak boleh dilupakan. Di atas sudah dikemukakan apa yang telah diperbuat Belanda. sedangkan usaha-usaha perindustrian tidak diperkenalkan secara mendalam. baik dari segi positif maupun negatif. terutama pengaruh Melayu. secara berangsur-angsur semakin terbuka. telah mendapat sentuhan pengaruh luar. Tidak diragukan lagi. Berastagi dan Kabanjahe dijadikan daerah peristirahatan sehingga benih bagi dunia kepariwisataan mulai ditanamkan. Perubahan ke arah yang lebih baik. Yang selebihnya mereka pergunakan untuk bersantai. bahkan jauh di luar perhitungan Belanda sendiri. peningkatan mutu perumahan kurang diperhatikan. kontak tersebut telah mengangkat tirai/selubung isolasi yang selama ini meliputi masyarakat. PERUBAHAN SOSIAL Penjajahan Belanda di daerah dataran tinggi Karo hanya berlangsung singkat.

Perubahan sosial adalah suatu hal yang perlu dan harus. antara lain dibukanya jalan-jalan seperti tersebut sebelumnya. Kedatangan Belanda sendiri membawa serta perubahan sosial yang bersifat fundamental. Secara berangsur-angsur dan perlahan tapi pasti. KSK enggo mereken pengepkeppen perpulungen ras persadaan man kalak Karo i Jakarta. KSK enggo berperan persada ras pepulung kalak Karo i Jakarta. Umpamana. hanyalah dalam rangka penegakan dan kelanjutan pemerintahan kolonial. nerusken pendidikan ku perguruan tinggi. guro-guro aron. Tapi kenca proklamasi 1945. Ngadi-ngadi tahun 1960. gambaran itu semakin jelas. ras acara halal bi halal. sub merga pe lit arisenna. Pemerintahan pendudukan Jepang yang hanya singkat itu. Lebih asa merga. Asal nggit ngarak-ngarak motor nggo dat nakan ras belanja. she asa gundari enggo jadi perkutaan kalak Karo. Pada mulanya secara kabur dan tidak mempunyai bentuk yang tegas dan karena itu kurang mempesona. Lit perbahan erdahin bas pemerintahen. acara tahun baru. terlebih kenca penyerahen kedaulatan tahun 1949. Acara . Megati ikataken arisen. labo piga kalak Karo tading i Jakarta. kepaten. la she 20 jabu kalak Karo i Jakarta. enggo kal bali bagi kalak Karo mengketi Medan tahun 1950-an. Mulai me tubuh perpulungen-perpulungen merga. per reh kalak Karo ku Jakarta. sebagai suplier bahan mentah pasaran dunia. Radu ras runggun Gereja GBKP si paksa si e. situhuna ibas tahun 1954. Dunia pendidikan yang meskipun masih dalam tingkatan rendah. Untuk mengisi kemerdekaan yang telah berhasil diperjuangkan bangsa Indonesia. kerja tahun. janah enggo ka danci gawah-gawah tare motor ndedah Jakarta. terselip pula benih-benih perubahan. tapi si melalana anak sekolah. yang kemudian ternyata bermanfaat dalam usaha perjuangan kemerdekaan. Sekaligus juga menjadikan Indonesia menjadi tempat pelemparan hasil industri Eropah Barat. enggo lit perusahaan angkutan PO Saudaranta. umpamana : Cililitan. Perubahan lainnya yang diadakan Belanda. melainkan efek sampingan dari kedatangan politik kolonial Belanda yang menjadikan Indonesia termasuk daerah Karo. ersada denga ras Klasis Medan. telah mampu menimbulkan rasa cinta kepahlawanan dan disiplin. Kerina acara kebudayaan Karo lit i teruh panji-panji KSK. gelarna : KARO SADA KATA. lit berusaha. pagelaran budaya bas acara nasional. se Jakarta tahpe acara masyarakat Sumatera Utara i Jakarta. terutama dalam bidang kekuasaan pemerintahan dengan digesernya kekuasaan tersebut dari tangan rakyat Karo ke tangan Pemerintahan Belanda. Sedekah kurang lebih 20 tahunen. Diher terminal/Pool Saudaranta. JAKARTA PERIODE : 1950-AN Paksa Belanda jadi penguasa denga i Indonesia enda. JAKARTA PERIODE : 1970-AN Mengketi periode tahun 1970-an. Namun dalam perubahan tersebut. kerina merga lit arisenna. Terbukanya mata masyarakat Karo terhadap orang luar bukanlah tujuan utama kedatangan Belanda. Terlebih bas paksa si e. semakin membuka mata orang Karo. Malahen sub merga ngikutken kesain tahpe ripe i kuta lit arisenna. Lenteng Agung bagepe Taneh Kusir. si karina karyawanna kalak Karo. Kemungkinan-kemungkinan terbaru terhampar dihadapan mata. enggo me lit perpulungen kalak Karo. piga-piga kalak Karo berkat ku Jakarta. oleh karena itu kita perjuangkan dengan sungguh dan secara berencana. La persoalen lit SIMna ntah lahang. Tapi bage gia.lebih luas menjadi terbuka. acara perjabun. yang pada waktunya kelak akan berkembang menjadi perubahan yang membawa manfaat kepada rakyat Karo.

tapi ikut se Pulau Jawa ras Lampung. Tanggerang. yang bercampur baur dengan orang-orang Melayu pesisir yang menjadikan penduduk kerajaan Haru (deli). janah si erjabaten I tenahken tahpe I legi nangkeng. Depok/LA. Lit ngikutken merga. janah la enggo pernah lit minggu kosong bas acara petandaken. Rawamangun. ripe ras anak beruna. Bogor. sub merga. Tiap minggu lit acara petandaken anggota si mbaru reh. Tanggerang. J. Di dataran tinggi Karo. Marga Tarigan datang dari Dolok dan Simalungun. dan mereka disebut Karo Sekali (asli). Arah si e. sehingga dinamakan Karo-karo. perpulungen kalak Karo enggo tuhu-tuhu melala erbagena. Perpulungen kuta-kuta kemulihen. di wilayah “dusun” (pedalaman/di kakai Bukit Barisan). Benana 36 kali kebaktian bas cakap Karo tiap bulan. janah iban surat undangen kade-kade/keluarga si ikut ngundang labo si se Jabotabek ngenca. khusus untuk wilayah Jakarta. JAKARTA PERIODE : 1980-AN Kenca tahun 1980-an. selain ngikutken perpulungen se Jabotabek. Kristen ras Islam. Adi tiap runggun. lit ka perpulungen ngikutken kiniteken (religi). karena adanya desakan dari orang-orang India Tamil yang datang dari . datanglah gelombang invasi dari berbagai marga dari arah Dairi dan Toba. Masa itu juga Guru Patimpus mendirikan perkampungan – perkampungan (kuta-kuta) sampai di Medan sekarang. enggo lit 36 perpulungen jabu-jabu tiap minggu. PERPINDAHAN SUKU-SUKU KARO DARI DATARAN TINGGI KE WILAYAH DUSUN-DUSUN DELI GURU PATIMPUS SEMBIRING MENDIRIKAN KUTA MEDAN Seperti telah disinggung sebelumnya. itu bukan asli Karo. Lingga dan Sitepu. dan bahkan sampai ke Siak. ras perpulungen ngikutken wilayah. Cililitan. Emkap Jakarta Pusat. Permata KKR tahpe Mamre. Bogor. tempa-tempa jadi sada kuta si mbelin. Mereka inilah (yang Islam). 144 perpulungen tiap bulan. pada awal abad ke-17. Gendang Tj Priok.H Neumann menduga. khususna perluasen pemukimen. Tambah si e tentuna. Kebayoran Lama. Lit gendang Tanah Kusir. ngengkep 12 runggun. Perbahan metirna arus pembangunen. kesain. lit 3 sektor saja. Mereka itu lalu menetap dan membuat perkampungan (kuta) sampai di dataran rendah dekat Deli Tua dan Binjai. Yaitu. Gendang Cililiten ras sidebanna. Bekasi. Satu cabang mereka pergi turun ke pesisir (Ale – Deli dekat Pulau Berayan. Cijantung. gundari enggo merupaken sada perpulungen si mbelin kalak Karo se: Jakarta. Barus. Tanjung Priok. Tanggerang. ras Bekasi (Jabotabek). menam-menam lit registrasi otomatis kerehen kalak Karo ku Jakarta. Bogor ras Bekasi.guro-guro aron. tambah ka PA Moria. Tapi adi lit kerja. yang menurut suku Karo. enggo erdalan ngikutken pemukimen saja. enggo erperan mbelin ibas mpepulung kalak Karo. dan juga dari Lehe (Dairi). ada suatu suku yang menyebut dirinya Karo (atau Haro di Asahan) yang kini sisanya masih tinggal di kampung Siberaya (dekat di atas Deli Tua). mereka pindah bergelombang dari datarang tinggi Karo. GBKP Klasis Jakarta umpamana. berjalan menuju Nagasaribu dan Jupar. Pondok Gede ras Pengumben.

Penghulu tidak memerintah . Meliala. maka masing-masing marga mengepalai satu komplek. Mereka menuju ke utara.arah Singkel dan Barus yang masuk ke Taneh Karo. Depari dan lainnya). Petualangan individu itu bisa juga terjadi dimana orang-orang yang bersalah di kampungnya. seperti halnya Datukdatu Kepala Urung di Sunggal. ke Kuta Buluh dan ke sebelah barat Gunung Sinabung. dan kalau titel turunan bangsawan disebut Sibayak. maka marga-marga Sembiring ini baru masuk Dusun Deli dan Serdang kira-kira 150 tahun yang lalu. Mungkin ketika dalam perjalanan berdagang menuju pesisir dan muara-muara sungai dimana ada pedagang-pedagang Melayu. adat Karo zaman dahulu menghendaki putera-putera raja harus merantau dan mendirikan kampungkampung dan kerajaan-kerajaan yang baru agar turunan mereka menjadi besar. Kampung-kampung Karo yang baru didirikan disebut Kuta. dan kepala kampungnya ialah marga yang mula-mula mendirikan/membuka tanah di situ. masuk Bahorok di Langkat. juga adanya sifat bertualang bagi orang-orang Karo. Merga-merga ini sangat sedikit. yang di dataran rendah sangat sedikit jumlahnya. Sembiring Kembaren datang melalui Lau Baleng dan via Samperaja (Liang Melas). Ia tak ubahnya sebagai koloni baru yang otonom. dan tidak pernah menjabat Kepala Kampung (Penghulu atau Perbapaan) di Deli dan Serdang. dan juga karena merga Sembiring diusir dari Aceh. Kita ambil contoh Datuk Sunggal. Selain faktor kesuburan dataran rendah. Apa faktor-faktor dan motif yang mendorong mereka itu pindah ke dataran rendah ? Ada beberapa penyebab: Jika ditelusuri cerita-cerita dari pustaka mereka. karena tanah di dataran rendah relatif lebih subur daripada di dataran tinggi dimana tanah tidak mencukupi lagi. yang juga melalui jalan tadi. marga-marga dan sub marga saling bercampur untuk tinggal dimana-mana. Petualangan-petualangan secara individu juga terjadi. Kalau dua atau lebih marga berlainan yang mendirikan bersama-sama sebuah kampung. Marga Ginting datang via Tengging lewat pegunungan (layo Lingga) masuk Tanah Karo. Kemungkinan lain ialah. Sukapiring dan Senembah. yang disebut ‘Dagang’. Hanya Peranginangin Batu Karang yang datang dari arah Siantar. Jika ditelusuri cerita dari Perbesi. Mereka inilah perantara dengan rekannya sesama suku yang masih belum beragama di Hulu. mereka membuka kediaman yang baru. lari dan mendirikan pemukimanpemukiman di dataran rendah. tetapi akhirnya mengaku juga datang dari arah Dairi. agak ke timur menghulu Sungai Biang dan menuju arah Siberaya. Itu dimungkinkan karena penduduk di dataran rendah telah menciut akibat peperangan-peperangan dengan Aceh berkali-kali dalam periode 1539-1640. Lalu di suatu tempat yang baik. Sebahagian berpenduduk Karo dari wilayahnya (Serbanyaman) dihuni oleh mereka-mereka yang berasal dari kerajaan Teluk Kuru di dataran tinggi. Kepala Kampung ini disebut Penghulu atau Raja. Ia berhubungan erat dengan Kepala Kampung Induknya di dataran tinggi. terutama yang masih lajang. yang disebut kesain dari kampung itu. Jadi hampir dari semua mereka ini datang dari Hulu Sungai Singkel dan hulu sungai-sungai di sebelah pantai barat Sumatera. sehingga bandar-bandar hancur. Juga mereka melintasi pegunungan menuju dataran rendah dekat Binjai. Banyak pula daerah mereka yang diambil merga Sembiring. Di situ yang berkuasa marga Karo-karo Gajah. Invasi yang terakhir adalah dari marga-marga Sembiring lainnya (Brahmana. dan kampung-kampung ditinggalkan. Hamparan Perak (XII Kuta). Merga Perangin-angin datang dari Pinem dan Layo Lingga. atau kalah perang dan harus mengungsi. Pemukiman-pemukiman suku Karo ini pada awalnya sampai ke daerah 10 KM dari pesisir pantai. Ada juga yang terus ke Tanah Alas. di dalam perjalanan pulang mereka tersesat. Mereka yang berdiam di pesisir itu telah di Islamkan orang-orang Melayu.

salah seorang kesasar di dalam hutan sehingga keduanya terpisah. bisa naik banding kepada putusan kampung perbapaan disebut ‘Balai’. PERBAPAAN Jika suatu kuta baru didirikan oleh orang-orang dari kuta (kampung) Induk. Guru Pa Timpus kemudian pergi ke kampung . Ini dikisahkan dalam riwayat Hamparan Perak. Yang ada sekarang hanyalah salinan yang diketik dalam bahasa Indonesia dengan aksara Romawi. 4. daerah berpenduduk suku Karo di Deli terbagi atas : a. Jadi. telah terbakar ketika berkecamuk revolusi sosial yang disponsori kaum komunis di Sumatera Timur. Disana ia memperoleh 3 orang anak. 1. 2. Sepuluh Dua Kuta Hamparan Perak dan Sukapiring. sehingga lama kelamaan ia dikenal sebagai Guru Pa Timpus. yang belakangan pergi merantau bersama neneknya Jalipa. Turunan suku Karo di XII Kuta. RAJA SINGA MAHRAJA memerintah negeri Bekerah kawin dengan puteri dari orang besarnya bernama PUANG NAJELI dan nama orang besarnya itu JALIFA. isi dokumen itu adalah sebagai berikut. adalah republik-republik kecil. yang tak mau menjadi raja. asalnya datang dari Kendit ini kemudiannya. Tuan Si Raja Hita kembali ke Bekerah via laut Tawar. ialah wilayah-wilayah penduduk Karo yang berbatas dan bersatu dengan daerah Hulu sampai ke Dataran Tinggi Karo. dan akhirnya tiba di sekitar Gunung Sibayak (Tanah Karo). jika ada perkara dan penduduknya kurang puas. Dan yang tertua bernama Patimpus. Ini adalah daerah-daerah yang berbatasan dengan dataran pesisir dimana tinggal suku Melayu. Setelah perpisahan ini. Sedangkan Perbapaan diberi gelar ‘Penghulu Belin’. Singkatnya. maka kampung induk itu disebut PERBAPAAN (tempat dimana bapak tinggal). Kampung – kampung (kuta) b. Jalipa akhirnya sampai ke kampung Kendit. Datuk-datuk Di dalam masa interregnum inilah tiba seseorang yang bernama Guru Patimpus ke Medan sekarang ini. Karena itu. Sesampainya di sana. tanggal 4 Maret 1946. namun suka merantau menambah ilmu. Kemudian kawin serta menetap di kampung Pekan. lahirlah dua orang putera. dibagi lagi atas 2 wilayah . 2. Anak Beru (anak laki-laki saudari perempua yang lain marga) Senina (salah seorang dari sub marga yang sama dengan penghulu) Kalimbubu (pihak mertua dari Penghulu) Anak Beru Menteri (anak beru dari anak beru penghulu) Pertuha Kuta (orang tua yang dianggap peduli adat dipilih dewan desa) Jadi. Urung (Perbapaan) c. (dimana kapas ditanam). sedang yang nomor 3 kemudian dirajakan di Kampung Balige. Si Raja Hita meninggal. Dokumen asli dalam aksara Karo dan ditulis dalam pustaka yang terdiri dari lempengan-lempengan bambu. tetapi dokumen asli ini yang disimpan di rumah Datuk Hamparan terakhir (Datuk Hafiz Haberham). FEDERASI URUNG – URUNG Setiap wilaya dari Datung (Urung) 4 suku di Deli (terutama Sunggal. 5. Satu Perbapaan bersama-sama anak kampung membentuk ‘kuta’nya satu negeri yang disebut URUNG. Sinuan Bunga. 3. Hoofd-Perbapaan d. ‘dusun’ yang mempunyai ‘kuta’ (kampung). tetapi didampingi: 1. Sinuan Gambir (dimana gambir ditanam). Ada juga beberapa kepala kampung yang berjasa kepada Datuk dan diberi gelar ‘Penghulu Kitik’. Yang nomer 2 dirajakan di kampung Pekan (Pekan) ini.sendiri-sendiri. Serta kuta yang baru itu tidaklah merdeka sepenuhnya. masing-masing bernama Tuan Manjolong (yang kemudian menggantikan kedudukan bapaknya sebagai raja dan Tuan Si Raja Hita. Dari perkawinan ini.

Guru Pa Timpus beserta pengiring-pengiringnya. dan menetap sementara di sana. Dia menetap di sana selama 3 bulan. maka dibuatlah pesta yang besar. Ia kemudian kawin dengan anak raja Ketusing. Ia dapat menyelesaikan huru-hara itu. dengan mengundang kerabat yang dari gunung. Setelah sama-sama mencoba kepandaian ilmu mistik masing-masing. sebab kita punya tanah sampai ke laut. dan kemudian sampailah mereka di Kuala Sungai Sikambing. sangat luar biasa tinggi ilmunya. Ketika ia menuju Kaban. terdengarlah kabar bahwa “ Jawi bangsa Said datang dari negeri Jawa diam di Kota Bangun. sampailah ia di Aji Jahe. Di sini istilahnya “masuk Jawi” = masuk Melayu. yang mendirikan kampung Liang 7. Sesudah ia siap membuat rumah dan kampung. Serta seorang gadis yang kawin dengan Raja Tangging (Tingging) Demikianlah kesemua kampung-kampung itu menjadi anak beru dari kampung Ketusing. yang mendirikan kampung Kuluhu 3. lahirlah dua orang putera bernama Si Janda (menetap di Aji Jahe) dan Si Gelit (Bagelit). sehingga tercipta perdamaian dan ia lalu dikawinkan di sana. Di dalam kata perpisahan antara lain disebutnya . masing-masing bernama Hafidz Tua (sebutan Kolok) dan Hafidz Muda (panggilan Kecik). Tetapi gadis ini selalu saja menghinanya dan tidak akan bersuamikan “ Batak masuk Jawi “. Pada suatu ketika ia berada di Aji Jahe. Salahan. Setelah diperoleh perdamaian. Kuluhu. yang mendirikan kampung Paropa 6. maka gadis itu dikawinkan ayahnya dengan Guru Pa Timpus. dan Si Raja Hita. yang kemudian dirajakan di kampung Durian Kerajaan (Langkat Hulu). terbit pula huru-hara di kampung Batu Karang. lalu dari Medan inilah ia memerintah dusun-dusun taklukkannya yang ada di Hulu. Raja ini memiliki seorang putri yang cantik.Pekan. Barulah dia pergi menemui ulama Datuk Kota Bangun tadi. “… serupa juga aku di sini atau di sana. anak-anak ini berguru kepada Datuk Kota Bangun. Tiada beberapa lama. Berhubung puteranya Si Bagelit menuntut supaya dia nanti bakal pengganti raja. Dari perkawinan itu. Dari perkawinan ini ia memperoleh putera-puteri : 1. Sehingga akhirnya dapat disembuhkan Pa Timpus sendiri. kepada siapa Guru Pa Timpus jatuh hati. lalu pergi ke arah hilir. akhirnya Guru Pa Timpus tadi bersedia masuk Islam. Dari perkawinan itu. aku pikir jikalau aku tiada masuk Islam. dan ia lewat di kampung Pulau Berayan. yang mendirikan kampung Salahan 5. sedangkan Hafidz Tua dan . Ketika sampai pada masa khatam Al Quran dan mau menyunat rasulkan putera-putera ini. akhirnya ternyata Datuk tadi lebih unggul. Paropa. Saat berumur 7 dan 8 tahun. terjadilah huru-hara di dataran tinggi Karo. tentulah tanah kita yang dekat laut diambil oleh Jawi dari seberang…” Kemudian Guru Pa Timpus bersama 7 orang besarnya. Ketika di Medan inilah lahir 2 orang puteranya. Di sana mereka berguru agama Islam selama 3 tahun. dinamakan Datuk Kota Bangun. Guru Pa Timpus lalu sakit hati. Benara. lahir pula dua orang putera. yaitu Si Aji (kemudian Perbapaan Perbaji). masuk Islam oleh Datuk Kota Bangun. yang mendirikan kampung Benara 2. maka ia dikawinkan di sana. yang mendirikan kampung Batu 4. Kemudian ia kembali ke gunung dan berunding dengan pengikutpengikutnya. Dan raja di kampung itu bermarga Tarigan keturunan Panglima Hali (bandingkan Pustaka Tarigan yang menyebut ‘Ale Deli’) yang sudah lama memeluk Islam. Tiada berapa lama kemudian. Ketika itu Pulau Berayan masih berpenduduk asal Karo. Tiada berapa lama. kemudian mengguna-gunai gadis itu sehingga tergilagila kepadanya. Guru Pa Timpus diminta kesana menyelesaikannya. yang waktu itu sedang dilanda perang saudara. Guru Pa Timpus kemudian membuka kampung Medan (Kuta yang ke12). Batu. Guru Pa Timpus sangat masygul memikirkan nasib moyangnya Jalipa yang tinggal di Kaban kini. Liang.

lalu 1/3 dari tanah kerajaannya ke arah gunung. yang kemudian disebut dengan Sukapiring. oleh Sultan Aceh mereka dianugrahi pangkat panglima dengan alat kebesaran sebuah Gedubang dan mereka lalu dikawinkan di sana. maka Guru Pa Timpus menentang hal itu. Guru Pa Timpus membuat kampung yang baru di Pulau Bening. yakni lisan dan tulisan. maka kedua putranya disuruh menghadap kepada Sultan Aceh.Hafidz Muda sudah dewasa pula. Karena abangnya tidak mau menggantikan posisi ayah mereka menjadi raja. sastra bentuk lisan lebih dikenal dibandingkan tulisan. Dua baris pertama berisi sampiran dan dua baris terakhir merupakan isi. biasanya terdiri dari 4 baris bersajak abad. dan dimakamkan di sana. Kemudian mereka pulang ke Medan. lalu meninggal dunia. dan berpusat di Durian Sukapiring. Atas nasihat Datuk Kota Bangun. antara lain: Ndungdungen : Dapat disamakan dengan pantun Melayu. Namun. biasanya didendangkan dengan . diserahkan kepada Si Bagelit selaku rajanya. Bilang-bilang : Yang berupa ‘dendang duka’. maka Hafidz Muda kemudian yang menjadi raja menggantikan singgasana Guru Pa Timpus. Setelah berunding dengan para pembesar-pembesarnya. BENTUK-BENTUK SASTRA LISAN Bentuk-Bentuk Sastra Lisan yang Terkenal Pada Masyarakat Karo. BAB X KESUSASTERAAN KARO Kesusasteraan Karo memiliki dua bentuk. setelah Si Bagelit di Islamkan oleh Datuk Kota Bangun. Sesampai di sana.

atau oleh orang tua pemuka adat dalam berbagai upacara. Tabas-tabas : Atau mantra-mantra yang pada umumnya hanya para dukun saja yang mengetahuinya. Buku bacaan G. sastra. KESUSASTERAAN. meratapi idaman hati yang telah direbut orang lain atau pergi mengembara ke rantau orang. Kiranya setengah abad setelah terbitnya buku Smit tersebut. Brill menerbitkan kamus karya M. BIDANG PERKAMUSAN M.1955:36). dan PENELITIAN. teka-teki. Buku bacaan yang setebal 64 halaman itu berjudul “ Surat ogen man guna urang Karo. Smit menerbitkan sebuah buku yang ditulis dalam aksara Karo. termasuk bahan bacaan yang mempergunakan aksara Karo. Antara Lain: Sastra tulis juga dikenal oleh masyarakat Karo. Joustra merupakan pelopor dalam penyusunan kamus bahasa Karo. setiap artikel atau entry atau kepala ditulis dengan aksara Karo. A. KEPUSTAKAAN KARO Karya-karya tulis mengenai bahasa. disertai dengan transkripsinya dalam aksara latin. Turin-turin : Atau cerita berbentuk prosa. pemuda-pemudi. terlebih lebih untuk anak-anak sekolah. cerita orang sakti. Kuning-kuningen : Atau ‘teka-teki’ yang dipergunakan oleh anak-anak. Joustra yang berudul Karo Bataksch Woordenboek (IX + 244 halaman) di Leiden. KEBAHASAAN. seperti ibu yang telah meninggal dunia. Sastra tulis itu pada itu pada masa dulu dituliskan pada laklak atau kulit kayu dan bambu dengan surat Karo ’Aksara Karo’ yang berupa huruf silabis ( semua huruf atau silabe dasar berbunyi a ) yang biasa disebut: haka bapa nawa yang merupakan enam silabe pertama aksara Karo: Pada tahun 1961 G. lalu diberikan arti secara penjelasannya dalam bahasa Belanda. asal-usul kampung. Cakap Lumat : Atau ‘bahasa halus’ yang penuh dengan bahasa kias. dapat dibuat pengklasifikasian atas bidang-bidang PERKAMUSAN. Konon kabarnya kalau para mantra sudah diketahui orang banyak maka keampuhannya akan hilang. pepatah pepitih. dan budaya Karo memang relatif sedikit sampai kini. Dalam kamus ini.J. dan lain-lain. Negeri Belanda.ratapan oleh orang-orang yang pernah mengalami duka nestapa. Dari karya yang sedikit ini. Buku tersebut dimaksudkan oleh penyusunnya sebagai bahan bacaan bagi masyarakat Karo.orang dewasa diwaktu senggang sebagai permainan disamping mengasah otak. . iapke surat Karo jine” atau ‘kitab bacaan untuk kepentingan orang Karo dengan menakai aksara Karo’ (Voorhoeve. Cakap lumat biasanya digunakan oleh bujang dan gadis bersahut-sahutan pada masa pacaran dimalam terang bulan. Smit itu adalah buku bacaan pertama yang mempergunakan aksara Karo. misalnya upacara meminang gadis. perumpamaan. barulah ada usaha dari putra Karo untuk menyusun bahan bacaan untuk anak-anak sekolah di Tanah Karo. Biasanya diceritakan oleh orangtua pada malam hari menjelang tidur. di Leiden Negeri Belanda. E. cerita bintang. cerita jenaka dan lain-lain. misalnya mengenai asal usul marga. Pada tahun 1907. BENTUK SASTRA TULIS Bentuk Sastra Tulis Yang Terkenal Pada Masyarakat Karo. pantun.

H Neumann tetap akan dikenang.18. nama-nama M Joustra dan J. perumpamaan. Dalam Mededelingen yang wege het Nederlansche Zendelinggenootschap ( disingkat MNZG) 45 (1901) halaman 91-101. Joustra yang berjudul HET PERSILIHI MBELIN yang memaparkan upacara persilihi atau upacara untuk menggantikan tendi (roh) seseorang dengan gana-gana (patung) agar orang tersebut selamat. yang memperbincangkan frase.5005 butir) B. Kata dasar dwisuku menduduki tempat teratas bila ditinjau dari segi kwalitas tipe maupun butirnya (18 tipe. BIDANG KEBAHASAAN. Sarindoe Tubuh dan Raja Ketengahen. Ai Adji Deonda Katekoetan. Setiap teks cerita Karo disertai terjemahaan dan penjelasan dalam bahasa Belanda. catursuku. Berturut-turut pada tahun 1972 dan 1975 penulis ini menyelesaikan Fonologi Bahasa Karo (64 halaman) dan Morfologi Bahasa Karo (X+97 halaman) di Bandung. . Neumann menerbitkan karyanya yang berjudul Schet der Karo Bataks Spraakkunst ‘Sketsa Ilmu Bahasa Batak Karo’ (IV +138 halaman) dalam VBC 63/4 di Welkvreden/’s. yang mengetengahkan sejumlah teka-teki dalam bahasa Karo beserta terjemahaannya dalam bahasa Belanda. BIDANG KESUSASTERAAN Dalam bidang kesusasteraan pun. majalah VBC 56/1 memuat karya M. Joustra yang berjudul Karo Bataksche Vertelinggen ( cerita-cerita Batak Karo ) yang agak panjang (123 halaman). Juga dalam MNZG 46(1902) halaman1-22 dimuat tulisan M. Tulisan tersebut memuat empat buah cerita Karo. dalam tulisan berturut-turut diketengahkan nyanyian anak-anak. dwisuku. Pada tahun 1904. C. Henry Guntur Tarigan dan Djago Tarigan menulis SINTAKSIS BAHASA KARO ( 97 halaman) di Bandung. dan MNZG 47 (1903) halaman 140-165. Buku kecil ini mengetengahkan suatu teori untuk menghitung kata dasar suatu bahasa termasuk bahasa Karo. yaitu si Laga Man. Henry Guntur Tarigan menulis kata KATA TUGAS BAHASA KARO (30 halaman) di Bandung.H Neuman dengan kamusnya KARO BATAKS NEDERLAND WOORDENBOEK ( 344 halaman) diterbitkan oleh Varekamp & Co di Medan.H. klausa. dendang duka dan beberapa cerita Karo. pantun. Henry Guntur Tarigan menerbitkan dalam berstensil KATA DASAR BAHASA KARO ( IV + 65 halaman) di Bandung. dimuat sebuah artikael M. Iets over Bataksche litteratur adalah judul tulisan M. Pada tahun 1971.16 dan sepuluh tipe pula. MNZG 46 (1902) halaman 357-372.Empat puluh tahun kemudian. Berdasarkan jumlah suku katanya. dan kalimat bahasa Karo. Karya Neumann ini merupakan pelopor dalam bidang kebahasaan Karo. karena mereka merupakan pelopor dalam pendokumentasian cerita-cerita rakyat di Tanak Karo dari awal abad kedua puluh. Pada tahun 1992. kata dasar bahasa Karo dapat dibagi atas ekasuku. pada tahun 1951 menyusullah J. Joustra yang berjudul: Een en ander uit de litteratur der Karo Bataks. trisuku. yang masingmasing mempunyai 2. J.Hage. Upacara ini dipimpin oleh seorang guru (dukun) yang mempergunakan mantra khusus yang disebut: tabas persilihi mbelin ( mantra patung besar). serta penjelasannya diberikan dalam bahasa Belanda. Pada tahun 1966. Kamus berbahasa Karo – Belanda ini disusun menurut abjad atau alfabet Latin dan arti. Pada tahun 1967.Joustra yang berturutturut dimuat dalam MNZG 45(1901) halaman 165-185.

diterbitkan oleh S.Toeri-toeri Karo adalah karya M. JH. . masalah nasib sial. minangkabau. Sekarang kita beralih kepada J. dan upacara mengusir/mengenyahkan tendi dan roh disebut: ngeleka tendi. tafsir mimpi. begu jabu. beliau menyusun pula dua jilid buku bacaan yang bejudul ERBAGE BAGE TEORITORIN.membawa bayi kepancuran. Sembiring. ngkap tendi. Ginting. begu naga lumayang. Dalam MNZG 46(1902) halaman 23-39 dimuat karya J. begu mate sada wari. Jilid kedua terbit pada tahun 1918 dan hanya memuat sebuah cerita yang berjudul: Teori-teori anak Karo Mergana. neumann yang berjudul De Tendi in verband metsi dayang.Neumann. manggil tendi. J. Menurut guru. Semua cerita ini tertulis dalam bahasa Karo tanpa terjemahan.Neumann menyajikan Pustaka Kenbaren beserta terjemahan dan penjelasan dalam bahasa Belanda.H. dan simandupa (46 halaman). begu tungkup. Jilid kedua berisi 12 cerita. begu sidangbela/begu mentas. begu bicara guru. ngkirep tendi. Baik dalam upacara memanggil atau mengusir roh itu sang dukun mempergunakan tabas atau mantra. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia telah diterbitkan oleh LIPI Jakarta.memanggil roh. naga lumayang.masalah tapa. Si Olah Lapat/ Si Lindung Bulan. Peranginangin. Jilid pertama terbit pada tahun 1914 yang memuat tiga buah cerita: Beru Patimar. tempat pendeta Neumann bertugas sebagai pengembala domba-domba Tuhan. yaitu : Si Junjung. Dan untuk menghormati/memanggil ada beberapa cara. ada yang bersal dari cerita rakyat Karo asli dan ada juga yang berasal dari cerita Melau yang diterjemahakan kedalam bahasa Karo. Si Berka Kondang. Dalam tulisan ini dikatakan bahwa asal usul merga Kembaren adalah dari pagarruyung. van Doesburgh di leiden. Sibayak kuta buluh.Neumann yang dimuat berturut-turut secara bersambung dalam MNZG 48 (1904) halaman 361-377.jilid (kedua 35 halaman) terbit pada tahun 1911. SiNdakiri. halilintar. MNZG 50(1906) halaman 26-40. Joustra yang terdiri dari dua jilid.H.mantra. Si Ndakara.Tapanuli. Keempat cerita itu tertulis dalam bahasa Karo tanpa terjemahan dalam bahasa Belanda.Neumann mengemukakan sejarah asal – usul suku batak Karo. di lagoeboti.Tarigan). Sibayak Baroes Jahe (52 halaman).Neumann yang berjudul De Begoe in de godsdienstige begrippen der Karo – Bataks in de Doesoen (Begu dalam pengertian Ketuhanan orang Batak Karo di dusun).Joustra dalam bidang kesusasteraan Karo. Dalam MNZG 48(1904) halaman 101-145 dapat dibaca tulisan J. dalam tulisan ini JH. yaitu: ngicik tendi. Untuk keperluan anak-anak sekolah ditanah Karo. pawang lebah.H. ada tiga jenis tendi yang memiliki nama sendiri. Jilid pertama (27 halaman) terbit pada tahun 1907 di Rotterdam.matahari. Disamping bahasa Karo disertakan pula terjemahan dan keterangan dalam bahasa Belanda. Dalam tulisannya yang berjudul “Bijdrage tot de Genschiedenis der Karo Bataktammen(I)” yang dimuat dalam BKI 82 (1926)halaman 1-36. Ben en ander aangaande de Karo-Bataks adalah judul karangan JH.H. Demikian telah kami utarakan beberapa karya M. dan permainan anak-anak.MNZG 49(1905) halaman 54-67. ndilo tendi. antara lain: persebahan pada nenek moyang. Si Berkah Kasih. MNZG 51(1907) halaman 347-364. Si Galimang.negeri Belanda. dan juga asal usul setiap marga yang terdapat pada masyarakat Karo ( Karo-karo.C. begu menggep.bulan dan bintang.hari dan bulan. Dalam Bijdrage tot de Genschiedenis der Karo Bataktammen (II) dalam BKI 83 (1927 ) halaman 162-180. Dalam tulisan di atas Neubegu ganjang. raleng tendi.Neumann mengemukakan serba serbi mengenai budaya Karo. Dalam tulisan ini dibicarakan bagaimana hubungan tendi dengan si Dayang yang melambangkan kecantikan kehalusan budi seorang wanita.

masa pacaran. Berikut ini akan kita perbincangkan pula beberapa karya tulis putera-puteri Karo mengenai Bahasa.R. Teks bahasa Karo disertai dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia. beru.Romer dan H. Sebagai seorang Doktor yang bertugas pada Deli Maatschappij. Segala bahan di atas yang merupakan karya orang Belanda yang memang telah berusia relatif lama’ dan kini hanya terdapat pada orang-orang tertentu dan perpustakaan-perpustakaan tertentu saja. Henry Guntur Tarigan menerbitkan ‘nurenure di Karo’ (85 halaman) di bandung. ataupun pengalaman serta penderitaan dalam perantauan. Karo Jahe.H Neumann. Dalam tulisan tersebut. antara lain Dr.H. antara lain: a) Sumpah serapah kepada orang yang sangat dibenci b) Ketakutan dengan halilintar c) Kematian dan penguburan mayat d) Pacaran dan perkawinan e) Merga.H Neumann muncul dengan karyanya “ Poestaka Ginting’ yang menceritakan asal usul orang Karo yang bermarga ginting yang datang dari Kalasen melalui Tinjo ke Tanah Karo.Joustra dan J. yaitu upacara pengikiran/pemotongan gigi pada masyarakat Karo di desa Bukum. bahan-bahannya.Guillaume. pantun. nama-nama obat tradisionil. masih ada penulis yang menulis hal-hal yang ada sangkut pautnya dengan sastra dan budaya Karo. dan cara mengobatkannya.II (1929) halaman 215-222 dan dalam TGB & 3 (1933). Pada tahun 1965. perpisahan dengan orang yang dikasihi. serta bahasa halus lainnya. waktu mengikuti kuliah pasca sarjana linguistik di Universitas Leiden.neumann mengenai bilang-bilang adalah karya sastra berupa prosa berirama yang penuh dengan kata-kata kias. Dari kedua perpustakaan inilah penulis memperoleh serta mengumpulkan bahan-bahan berharga di atas pada tahun 1971-1973. yang memuat percakapan dalam cakap lumat ‘bahasa halus’ antara bujang dan gadis. mulai dari pertemuan pertama. Keterangan-katerangannya diberikan dalam bahasa Belanda.R. cara membuatnya. sastra dan budaya mereka sendiri. dan bebere Walaupun tak seproduktif M. Nama-nama penyakit. Dalam TBG 50 (1908) halaman 205-287 dimuat tulisan DR. Neumann yang dimuat dalam TBG 79 (1939) halaman 529-571. Di samping teks disertakan pula terjemahannya dan penjelasan dalam bahasa Belanda. Perpustakaan Rumah Zending di Oegstgeest Negeri Belanda.Romer yang berjudul ‘Bijdrage tot de Geneeskunst der Karo-Bataks’. Guillaume yang berjudul’Beschrijering van het tandenveilen ( erkiker ) bij de Karo-Bataks. Dalam TBG 70 (1930 ) halaman1-47. Dalam MNZG 47 (1903 )halaman 1-14 dimuat tulisan H. antara lain perpustakaan KITLV di Leiden. dia mengakui akan adanya obat-obat tradisionil Karo. Teks tabas erkiker ini disertai pula dengan terjemahan dan penjelasannya dalam bahasa Belanda. ‘Asnteekeningen over de Karo Bataks’ adalah tulisan J. yang mengandung dendang duka seseorang akan kematian. bahkan dimana perlu disertakan pula istilah-istilahnya dalam bahasa Latin. pepatah-pepitih.Dalam Feesbundel BKI vol. dimuat karya J. Upacara erkiker ini dipimpin oleh seorang dukun yang mengucapkan mantra khusus yaitu tabas erkiker. halaman 184-215.H. J. serta berkembang biak menjadi ‘ Siwah Sada Ginting’ ( sembilan putra dan seorang putri Ginting). sampai perkawinan. bahanbahan ramuannya ditulis baik dalam bahasa Karo dan bahasa Melayu. Demikianlah telah kita utarakan karya-karya tulis beberapa orang Belanda mengenai bahasa dan budaya Karo. . Guillaume memaparkan sebuah upacara adat. dalam tulisan tersebut pendeta Neumann mengemukakan beberapa catatan mengenai aneka budaya Karo.

Sayang teks perumpamaan Karo itu tidak disertai terjemahan dalam bahasa Indonesia. Henry Guntur Tarigan telah pula menyelesaikan naskah ‘Tendi Nipi’ Tafsir Mimpi. Henry Guntur Tarigan telah menyiapkan naskah yang memuat kumpulan perumpamaan Karo di Bandung. Tamboen ‘Adat . dalam naskah tersebut. yang pernah dimuat dalam beberapa majalah. Masri Singarimbun menampilkan karyanya ‘1000 Perumpamaan Karo’ yang diterbitkan oleh CV. Henry Guntur Tarigan dan Djago Tarigan telah menerbitkan dua jilid ‘ Syair Lagu-lagu Karo’.Pada tahun 1976 itu juga. Pada tahun 1977. Setiap teks mimpi disertai terjemahan dan penjelasan dalam bahasa Indonesia. (100 halaman). Ulih Saber di Medan. Hal ini menyebabkan penyebarluasannya terbatas pada masyarakat Karo serta orang-orang yang mengerti bahasa Karo saja. Pada awal tahun 1978. Teks bahasa Karo disertai dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia oleh penyusun. Begitu pula naskah ‘Turin-turin Karo’ (500 halaman) telah selesai pula di Bandung pada tahun 1977. Balai Pustaka menerbitkan karya P. Henry Guntur Tarigan menghimpun 25 buah cerita Rakyat Karo beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia.P. Teks bahasa Karo disertai terjemahan dalam bahasa Indonesia. yang diperoleh dari sumber tertulis di Leiden dan Oegstgeest. Pada tahun 1972. Pada tahun 1972 di Bandung. Henry Guntur Tarigan telah menyusun sebuah naskah ‘Tabas-tabas Karo’ ( 40 halaman). Jaman Tarigan telah menyelesaikan penyusunan Pantun Karo: Anak Perana ras Singuda-nguda yang diterbitkan oleh Percetakan Toko Buku Mbelin Gunana di Kabanjahe ( 145 untai pantun ) Sebuah antologi Puisi Karo (122 halaman ) diterbitkan oleh Henry Guntur Tarigan pada tahun 1972 di Bandung. Setiap perumpamaan Karo disertai terjemahan dan arti kiasannya dalam bahasa Indonesia ( 140 halaman ). Tebal buku 175 halaman. Suatu usaha yang amat berguna bagi masyarakat Karo serta pendokumentasian bahasa dan sastra Karo. Dan pada tahun 1978 Toko Bukit pun menerbitkan ‘ Sekelumit Dari Cerita-cerita Karo’ (30 halaman) yang dikumpulkan oleh S. Pada tahun 1977. Bandung. Pada tahun 1960. Penerbit Yayasan Kobe di Delitua Medan pada tahun 1975 telah menerbitkan cerita ‘Pawang Ternalem’( dalam dua jilid ). Pada tahun ini juga Henry Guntur Tarigan telah menyiapkan naskah ‘Pantengan Karo’ ( 100 halaman ) dan ‘ Kuningkuningen Karo’ (100 halaman ). Teks bahasa Karo disertai terjemahan bahasa Indonesia. Henry Guntur Tarigan menerbitkan ‘Percikan Budaya Karo’ yang merupakan kumpulan karangan mengenai budaya Karo yang pernah dimuat dalam beberapa majalah di Jakarta. dan sumber lain di Indonesia. Toko Bukit pada tahun 1977 menerbitkan karya Ngukumi Barus dengan judul ‘Guru Pertawar Reme ras Perdagang Ganggang’ ( 24 halaman ) dalam bahasa Karo tanpa terjemahan dalam bahasa Indonesia. Pada tahun 1952. Jogya (229 halaman ). Rahmat Tarigan tampil dengan karyanya ‘Tambaten Pusuh’ (108 halaman) yang merupakan kumpulan 4 cerita pendek dan 26 puisi. masing-masing 105 halaman dan 110 halaman yang masing-masing memuat 41 dan 45 teks syair lagu Karo disertai terjemahan dalam bahasa Indonesia. Keliat. Buku ini berisi 17 karya penyair Karo. terutama majalah ‘Suara Pemuda’ yang terbit di Medan pada tahun lima puluhan. Teks bahasa Karo disertai terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Pada tahun 1977.

senina siperibanen. pada masa-masa akhir ini Henry Guntur Tarigan telah menyiapkan naskah (teks. apa yang disebut ‘Iket Sitelu’ (senina. Puisi Jaga Depari ( 320 halaman ) D. Perjabun ( 120 halaman ) III. Toko Bukit menerbitkan sebuah brosur karya seorang pensiunan ABRI. terjemahan. Perangin-angin. Palestin Sitepu muncul dengan karyanya yang berjudul “Kesenian Tradisional Karo” (58 halaman) di Medan. Jaman Tarigan yang berjudul “Gelemen Merga Silima. Turi-turin kerna Peradaten Kalak Mate ( 28 halaman ) V. kesehatan. puang kalimbubu). Roga Ginting terdapat seksi adat yang terdiri atas 4 subseksi. Majekken Rumah ( 30 halaman ) IV. sejarah penduduk. bahkan telah muncul beberapa ‘disertasi’ . upacara berhubungan dengan adat-istiadat. Toko Bukit menerbitkan brosur lain. anak beru) dan apa yang disebut ‘Tutur Siwaluh’ (sembuyak. rumah adat Karo. kalimbubu. 3. upacara-upacara religius. Adat Istiadat Batak Karo ( 20 halaman ) II. menatar. Buku ini terdiri atas 11 bab. saling melengkapi satu sama lain. Pada awal tahun 1977. guro-guro aron. Sejarah Adat/Tata Susunan Rakyat Adat Kekeluargaan Hukum Adat Tanah Hukum Perselisihan. senina sipemeren. ose-ose (busana tradisional Karo). Sembiring. pengadilan. teori jenis hiburan. anak beru. keuangan. senina. Moderamen GBKP mengadakan Seminar Adat Istiadat Karo di Berastagi dan hasilnya telah terekam dalam buku ‘Adat Istiadat Karo’ yang merupakan kumpulan makalah (+ 200 halaman) yang terdiri dari 5 bab. BIDANG PENELITIAN Penelitian terhadap budaya Karo yang dilakukan para sarjana dalam dan luar negeri cukup menggembirakan. pemerintahan. Dalam Kongres Kebudayaan Karo yang diketuai oleh Mr. 4. pola teori Karo tradisionil. berseminar. pentahbisan merga kepada orang bukan orang Karo. 2. Ginting. yaitu : 1. yang berturutturut memaparkan mengenai letak geografis. Pada tahun 1976 itu juga. nure-nure. anak beru menteri. kalimbubu. persawahan. Pada tahun 1983. Kedua karya di atas. yang memaparkan apa yang disebut ‘Merga Silima’ (Karokaro. pengajaran.Istiadat Karo’ (206). Turi-turin Tangtung Batu ( 150 halaman ) III. Tutur Siwaluh Kalak Karo” (25 halaman). Kesimpulan dan Saran ( 2 halaman ) Disela-sela kesibukan mengajar. yaitu karya Jaman Tarigan dan Raja Malem Bukit dapat saling mengisi. Buku ini terdiri atas 14 bab yang berturut-turut membicarakan : seni musik Karo tradisionil. Buku ini merupakan pelopor mengenai adat istiadat Karo karya putra Karo sendiri. dan penjelasan ) : I. upacara kematian. Iket Sitelu. para seniman tradisionil Karo. merga silima. Tarigan). Turi-turin si Katak-katak ( 100 halaman ) IV. peraturan-peraturan gendang. yaitu karya Raja Malem Bukit yang berjudul “Peranan Marga Dalam Perkawinan Adat Karo” (30 halaman). Pada tahun 1958 Toko Bukit menerbitkan “Isi Kongres 1958” yang berjudul Sejarah Adat Istiadat dan Tata Susunan Rakyat Karo (134 halaman). bank anak negeri. Pada tahun 1978. dan menulis buku. yaitu: I. Turi-turin Beru Ginting Sope Mbelin ( 200 halaman ) II.

mengenai Batak Karo. Hal ini menandakan bahwa perhatian kalangan ilmuwan di dalam dan luar negeri sudah bertambah meningkat akan budaya dan bahasa Karo. Pada tahun 1965, Masri Singarimbun menggondol gelar doktor dengan disertasinya yang berjudul Kinship and Affinal Relations among the Karo of North Sumatera (Kekerabatan dan hubungan Kesemendaan pada orang Karo di Sumatera Utara ) pada Australian National University di Canberra (357 halaman ). Pengumpulan data dilakukan oleh Masri Singarimbun dan istrinya di Kuta Gember dan Liren dari September 1960 sampai April 1962. Setelah direvisi, diterbitkan dengan judul : Kinship, Descent and Alliance among the Karo Batak pada tahun 1975 oleh University of California Press, Berkeley (246 halaman ). Daftar isi buku ini adalah sebagai berikut : Pengantar : Tanah Karo dan Rakyatnya. Kampung Keluarga Karo Rumah Adat Kelompok Keturunan Hubungan Anakberu – Kalimbubu, I Hubungan Anakberu – Kalimbubu, II Perkawinan Ringkasan Apendiks 1 : Mite Siwah Sada Ginting, suatu singkatan. Apendiks 2 : Klasifikasi Kekerabatan Karo Apendiks 3 :Analisis Semantik Struktural daripada Sistem Klasifikasi kekerabatan Karo. M oleh : H .W. Scheffler. Pada tahun 1976, Rita Smith Kipp memperoleh gelar doktor dengan disertasinya yang berjudul : The Ideology of Kinship in Karo Batak Ritual (Ideologi Kekerabatan dalam Ritual Batak Karo ) pada University of Pittsburgh, USA ( 296 halaman ). Daftar isinya adalah sebagai berikut : Pengantar Tanah Karo dan Kampung Payung Kekerabatan Karo Agama dan Ritual Perkawinan Penguburan Kesimpulan. Pada tahun 1978, suami Rita Kipp yang bernama Richard Dean Kipp berhasil menggondol gelar doktor dengan disertasinya yang berjudul : The Social Organization of Karo Batak Rural Migration ( Organisasi Sosial Migrasi Pedesaan pada Batak Karo ) pada University of Pittsburgh, USA (230 halaman ). Suami isteri Kipp berdiam di kampung Payung untuk pengumpulan data disertasi mereka. Daftar isi disertasi itu adalah sebagai berikut : Pengantar Latar Belakang Sejarah Migrasi Pedesaan Tanah Karo dan Lingkungan Pedesaan Organisasi Sosial Studi Kasus Seseorang Migran Pedesaan Migrasi ke Sungai Netek Migrasi ke Sungai Beras Sekata Kesimpulan ( Singarimbun, 1980 ; 110 – 11 ) Pada tahun 1978, Payung Bangun juga menggondol gelar doktor dengan disertasinya yang berkenaan dengan Karo. Sayang, saya belum memperoleh keterangan mengenai hal ini. Lain kali akan saya lengkapi setelah bertemu dengan pengarangnya, yang nota bene teman seangkatan saya. Pada tahun 1981, suami isteri H. Slaats dan K. Portier dari negeri Belanda menggondol gelar doktor dengan disertasi mereka yang berjudul :

Crodenrecht en Zijn Verwekelijking in de Karo Batakse Dorpsamenleving dari Universitas Nijmegen dan merupakan Publicaties over Volksrecht, No. IX. Sayang, saya belum memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini dari mereka. Lain kali saya berusaha memperoleh karya tersebut dari pengarangya. Artikel-artikel suami-istri Kipp dan suami-istri Slaats-Portier mengenai Karo, dapat juga kita baca dalam ‘Beyond Samosir’ : Recent Studies of the Batak People of Sumatera, yang disunting oleh suami-istri Kipp dan diterbitkan oleh Ohio University Center for International Studies, Southeast Asia Program, Athens, Ohio 1983, terlebih-lebih halaman 125 – 155. Pada pertengahan tahun 1978, Henry Guntur Tarigan dan Djago Tarigan mengadakan penelitian mengenai struktur bahasa Karo yang disponsori oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa. Sebagai hasilnya telah terbit pada tahun 1979, BAHASA KARO ( 225 halaman ) dengan daftar isi sebagai berikut : Pendahuluan Fonologi Morfologi Sintaksis Pada pertengahan tahun 1980, Henry Guntur Tarigan dan kawan-kawan mengadakan penelitian mengenai sastra lisan Karo yang disponsori oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Sebagai hasilnya telah selesai naskah ‘Sastra Lisan Karo’ (580 halaman ) dengan daftar isi sebagai berikut : Pendahuluan Tinjauan Terhadap Sastra Lisan Karo Cerita, Terjemahan, dan Keterangan Buku ini menganalisa 32 buah buku cerita atau Turi-turin Karo. Hanya dengan memiliki tata bahasa baku bahasa Karo lah kita semua dapat menjunjung dan melestarikan cir-ciri khas masyarakat kita, masyarakat Karo, yaitu: A. Dalikan si telu : a. Senina b. Kalimbubu c. Anak beru B. Merga si Lima : a. Karo-karo b. Ginting c. Perangin-angin d. Sembiring e. Tarigan C. Tutur si Waluh : a. Sembuyak b. Senina c. Senina sipemeren d. Senina siparebanen e. Anak beru f. Anak beru menteri g. Kalimbubu h. Puang kalimbubu. Berbahagialah orang yang dapat menghargai, apalagi menerapkan bahasa dan budayanya dengan baik dan benar. APA SUMBANGANKU TERHADAP BUDAYA KARO Jangan tanya “apa yang dapat disumbangkan oleh budaya Karo terhadapku” tetapi tanyakanlah “apa yang dapat kusumbangkan bagi budaya Karo”.

Pertanyaan diatas khusus ditujukan kepada para mahasiswa dan terutama sekali kepada para sarjana dan cendikiawan Karo. Kalau direnungkan dalamdalam, jelas pertanyaan itu “menggelitik” dan “merangsang”. Mungkin ada orang yang menjawab dengan pertanyaan “apa lagi yang dapat saya perbuat bagi budaya Karo”. Aduh, masih banyak, masih sangat banyak bidang-bidang yang menanti uluran tangan anda, bahkan ada yang sangat rawan, kalau tidak segara ditangani akan punah dan akan membuat kita menyesal meratapi nasib karena kita tidak dapat berpacu dengan sang waktu. Apakah kita rela menyesali kelalaian kita dan hanya mengeluh karena “tading kune-kune nari kal ngenca”? saya yakin tidak!!. Agar para mahasiswa mendapat gambaran mengenai hal-hal apa saja yang dapat disumbangkan bagi kejayaan dan kelestarian budaya Karo, marilah kita telaah kehidupan rakyat atau folklife Karo. Kehidupan rakyat mencakup lima bagian utama, dalam setiap bagian mempunyai, memiliki komponen-komponen tertentu pula, sebagai berikut ini:

Telaah Kehidupan Rakyat Karo A.Foklore Lisan : 1. cerita rakyat 2. puisi rakyat 3. epik rakyat 4. peribahasa rakyat 5. teka-teki rakyat 6. pidato rakyat B. Kebiasaan Rakyat Karo : 7. pesta perayaan rakyat 8. rekreasi, permainan rakyat 9. obat-obat rakyat 10. agama / kepercayaan rakyat C. Kebudayaan Material : 11. keterampilan rakyat 12. seni rupa rakyat 13. arsitektur rakyat 14. busana rakyat 15. masakan rakyat D. Seni Rakyat : 16. drama rakyat 17. musik rakyat 18. tarian rakyat (disarikan dari : Dorson, 1972 ). Demikianlah, dari segi “kehidupan rakyat” Karo saja terdapat 18 aspek yang perlu digarap. Yang menjadi pertanyaan sekarang ialah : “siapa yang akan menggarap lahan-lahan yang luas terbentang itu?”. Jawabnya sudah tegas : “kita putra-putri Karo, kita para mahasiswa dan para sarjana Karo yang harus menggarap lahan-lahan ‘kehidupan rakyat’ Karo tersebut’. Marilah kita menyingsingkan lengan baju, memilih bidang yang sesuai dengan diri masing-masing; kita membuat skripsi, tesis, disertasi, paper, makalah, tulisan mengenai budaya Karo. Kalau hal ini kita sadari dan melaksanakannya dengan sepenuh hati, barulah SEMINAR BUDAYA KARO yang kita adakan ini ada manfaatnya, kalau tidak, percuma saja membuangbuang waktu, daya dan dana yang begitu banyak. Malu dong!!. Sebagai akhir dari pembicaraan ini, saya menghimbau putra-putri Karo, para mahasiswa Karo, para sarjana Karo, untuk bersama-sama melestarikan budaya Karo kebanggaan kita semua, dengan berkarya tulis. Khusus untuk para sarjana Karo saya mengajak anda semua bergotong-royong membina,

bentuk prosa yang termasuk kedalam bentuk puisi ialah 1. NDUNGNDUNGEN ( PANTUN ) Contoh: Gundera salak gundera : Bawang salak bawang Buluh belin kubenteri : Bambu besar kulempari Kutera kalak kutera : Bagaimana orang bagaimana Beltekku mbelin kubesuri : Perutku besar kukenyangi Mejile tuhu bunga ndapdap : Sungguh cantik bunga ndapdap . perumpamaan. seperti ratapan terhadap ibu yang telah meninggal dunia. sarjana mati meninggalkan karya”. cerita binatang. 5. 3. yang berupa dendang duka. cakap lumat 3. bentuk prosa liris dan 3.1. Mengenai bentuk sastra Karo. umumnya hanya dukun yang mengetahuinya. 4. BENTUK PUISI Di muka telah dijelaskan bahwa yang termasuk kedalam bentuk puisi ada tiga yaitu : 1. Cakap lumat atau ‘bahasa halus’ yang penuh dengan bahasa kias. sastra lisan Karo itu dapat dibedakan atas tiga bentuk yaitu: 1. ndungndungen 2. Bilang-bilang. asal usul kampung. Biasanya diceritakan oleh orang tua-tua pada malam hari menjelang tidur. dan lain-lain. Dari apa yang dikemukakan oleh Tarigan di atas dapat disimpulkan bahwa menurut bentuknya. Maaf. cerita orang-orang sakti. bentuk puisi 2. pepatah pepitih. biasanya didendangkan dengan ratapan oleh orang-orang yang pernah mengalami duka nestapa. dapat disamakan dengan pantun biasanya terdiri dari 4 baris bersajak dan dua baris terakhir merupakan isi. Tarigan ( 1979) membaginya sebagai berikut: 1. Konon kabarnya kalau mantra itu sudah diketahui oleh orang banyak maka keampuhannya akan hilang. meratapi kekasih idaman hati yang telah direbut orang lain atau pergi mengembara kerantau orang. pantun. 1. saya mengingatkan anda kembali : “gajah mati meninggalkan gading. Setiap baris umumnya terdiri atas tiga atau empat kata dan setiap baris mempunyai suku kata 710.mengembangkan karya Karo sebagai salah satu aspek kebudayaan Nasional kita. tabas Berikut ini akan diterangkan masing-masing contohnya: 1. 2. ndungndungen 2. cakap lumat dan 3. teka-teki. misalnya mengenai asal usul merga. tabas yang termasuk kedalam bentuk prosa liris yaitu: bilang-bilang yang termasuk ke dalam bentuk prosa ialah turin-turin. Turin-turin atau ‘cerita’ yang berbentuk prosa. cerita jenaka dan lain-lain. Ndungndungen. Tabas atau ‘mantra’.

adi udan erkubang-kubang adi lego rabu-abu. 4. mungkin disebabkan oleh penyakit yang dideritanya. Perumpamaan contoh : Bagi nimai buah parimbalang. CAKAP LUMAT ( BAHASA HALUS ) Cakap lumat ( bahasa halus ) ini dapat dibedakan atas: 1. b. Bahasa Kias Contoh: Biang nangko beltu-beltu. 1. Artinya : Seperti kerakap tumbuh di batu hidup segan mati tak mau. Artinya : Seperti menanti buah parimbalang. bila kemarau berabuabu. Rirang-rirang gumpari : nama tumbuh-tubuhan Rirang meruah-ruah : Rirang tercabut-cabut Sirang gia kita pagi : Berpisahpun kita nanti Gelah sirang mejuah-juah : Asal dalam keadaan sehat-sehat. Artinya : Nasib kencur. Contoh : Bagi kurmak sampe rakit. 3. lain yang bersalah. a. Diumpamakan kepada orang yang mengharapkan sesuatu yang tak mungkin diperoleh. 2. erbunga pe lang apai ka erbuah. . Diumpamakan kepada yang susah penghidupannya. berbunga pun tidak konon pula berbuah.2. Di bawah ini akan diterangkan contoh masing-masing cakap lumat ( bahasa halus ) ini. c.Rupa megara la erbau : Warna merah tak berbau Mejile tuhu rupandu itatap : Sungguh cantik wajahmu dipandang Tapi pacik kena erlagu : tetapi busuk tingkah lakumu. Bahasa kias Pepatah-pepitih Perumpamaan Pantun dan Teka-teki ( sikuning-kuningan ). kambing yang dipukuli Dikiaskan kepada orang yang menghukum orang yang tidak bersalah. Dikiaskan kepada orang yang selalu mendapat kesusahan (pikiran kusut). bila hujan berkubang-kubang. nggeluh erpala-pala mate terbiar-biar. lain yang mendapat hukuman. harta sudah habis. Contoh : Siksik lebe maka tindes Artinya : Dicari terlebih dahulu baru dibunuh Maksudnya : pikirkan terlebih dahulu baru diambil keputusan. 5. badan sudah kurus. kambing ipekpeki Artinya: Anjing yang mencuri daging. tetapi ia tak mati-mati. Contoh : Pengindo sikaciwer. Pepatah-petitih contoh : Adi pang ridi ula mbiar litap Artinya : kalau berani mandi jangan takut basah Maksudnya : kalau berani melakukan sesuatu perbuatan harus berani pula menanggung resikonya.

Kai ? Artinya : bila tertawa jatuh giginya. Kai ? Artinya : Dipakai bertambah baru. Kai ? Artinya : Kalau kita ingat tidak kita bawa Kalau tidak ingat kita bawa. Pantun Contoh : Tah kurung tah labang Tah surung tah lahang Artinya : Entah jangkrik tanah Entah jangkrik ilalang Entah jadi entah tidak Contoh : Sere-sere sala gundi Siarah lebe arah pudi Artinya : Sere-sere sala gundi Yang di depan menjadi ke belakang. Apakah itu ? Jawabnya : Dalan ‘ Jalan’ Contoh : Bide kalak i idah bidente lang. Kai ? Artinya : Pada waktu mudanya bersanggul Pada waktu tuanya berurai rambut. kai ? Artinya : Pagar orang kita lihat pagar kita tidak. apakah itu ? Jawabnya : cuping ‘ Telinga’ Contoh : Ipake reh baruna.d. Apakah itu ? Jawabnya : Ersam ‘pakis’ Contoh : Nguda-ngudana erbaju ratah Tua-tuana erbaju gara. Kai ? Artinya : Pada waktu muda berbaju hitam Pada waktu tuanya berbaju merah. e. Apakah itu ? Jawabnya : Kacileket ‘ sejenis rumput yang bijinya lengket dibaju bila disenggol baju . Apakah itu ? Jawabnya : Jantung galuh ‘ jantung pisang’ Contoh : Elah kenca man. Teka-teki ( Sikuning-kuningen ) contoh : Tulihken reh dohna. Apakah itu ? Jawabnya : Sumpit nakan ‘sumpit nasi’ Contoh : Nguda-ngudana erlayam pukul Tua-tuana narsak buk. Kai ? Artinya : Selesai makan gantung diri. apakah itu ? Jawabnya : ukat ‘ sendok nasi’ Contoh : Tawa kenca ia naktak ipenna. Kai? Artinya : Semakin dilihat kebelakang semakin jauh. Apakah itu ? Jawabnya : Lacina ‘cabai’ Contoh : Adi siinget la sibaba Adi la siinget sibaba. Kai ? Artinya : Setelah selesai makan kempis perutnya. kesip beltekna. Apakah itu ? Jawabnya : Ipen ‘ gigi’ Contoh : Elah man ndelis.

Mungkin pada kesempatan lain tabas yang kena pengaruh Hindu akan terpenuhi. tunduk kata Allah supaya tunduk kata Muhammad. Apakah itu? Jawabnya : Tualah ‘kelapa’ 1. Keturunan Nabi Allah. mmat.mmat. TABAS ATAU MANTRA Sastra lisan Karo yang berbentuk tabas atau mantra ini terbatas yang mengetahui dan menggunakannya. Di turina ateku mesui kidah bagi ranting taman ku para nge kidah rusur. Kun payakun.mmat. Hanya para datu atau dukun yang biasanya yang bisa mengucapkan tabas ini pada waktu mengobati orang sakit. pekasih si alam.diam. Contoh: Entah nidarami kin pe jelma ibabo taneh mekapal enda ni taruh langit meganjang enda entah di langir nge bagi ajangku enda sera suina nggeluh. atau karena penderitaan yang dialami di rantau. peneliti hanya berhasil memperoleh contohnya yang telah kena pengaruh Islam. yang melanggar adat.agar aku tidak di hukum si mata dua. Kai ? Artinya : kalau ia dibelah jumpa kulit Kalau kulit dibelah jumpa tulang Kalau daging dibelah jumpa air. Memnohon pak Tujum supaya dikabulkan memakai Pekasih. hukum kata Ali. tetapi terikat pada lagu karena bilang-bilang ini biasanya didendangkan dengan ratapan atau ditiup melalui seruling bambu oleh orang-orang yang pernah mengalami duka nestapa. Kun kata Allah paya kun kata Muhammad. Di turinna jalang kedataran sekali kelajangen pe labo lit singembarisa amina sekali penggel pe. Diam.diam.mmat. durma si Alam keturunan Nabi Ullah. mmat. BENTUK PROSA LIRIS Sastra lisan Karo yang berbentuk prosa lisan liris hanya ada satu yang disebut bilang-bilang. Artinya : Tunduk.diam.diam. I je makana entah nidarami kal pe jelma perliah si la lit nge bagi turina ajang mama nak Karo-karo mergana endah sera suine. Emaka lanai bo kueteh nurikenca de suntuk nari nge kuidak kerina te mesui. Enggo kuidah ajangku endah bagi sumpamana jelang kedataren kutera kin nge turinna jelang kedataren aji nindu gia min. Biasanya dimulai dengan kata-kata : Toron kaci-kaci ‘turunlah dewa-dewa’ dan seterusnya sebelum pengaruh Islam masuk. Setelah pengaruh Islam masuk ke Karo. mmat.diam. Apakah ditinggal oleh kekasih idaman hati. Sebelum obat yang di pakai untuk mengobati orang sakit itu itabasi ( dimantrai ) baru kemudian obat itu dimakan ( diobatkan ) kepada orang yang sakit. Mmat. Man ukurenku. Bilang-bilang ini berbentuk prosa. oleh sebab itu.diam. onande beru Tariganku. 2. o turang beru Sembiringku. Apai nge dah kam la bage ningku.( rumput Genit ) Contoh : Adi itaka ia jumpa kuling Adi itaka kuling jumpa tulan Adi itaka tulan jumpa daging Adi itaka daging jumpa lau. Begitu sulitnya memperoleh tabas ini. Contoh Tabas yang telah kena pengaruh Islam. onande bibingku karina. supaya tunduk. nasa ula aku terukum si dua mata sah mmat si dua mata. Labo kenan tambaren sekali kedabuhen gelap auri pe la lit sipekarangsa amina sekali bene pe la lit . maka tabas itu ada pula yang dimulai denga kata – kata Arab yaitu sebagai berikut : Bismillah irohmani irohim ‘dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang’. atau karena ditinggal oleh ibu yang meninggal dunia. atau dikucilkan dari masyarakat.3. Nuri pa Tujum kabul aku perkasih.

sidaram-daram. 3. Dari uraian di atas dapatlah diklasifikasikan jenis sastra lisan Karo itu sebagai berikut. E kal me turina ajang anak karo-karo mergana enda. jenis sastra lisan Karo dapat di bedakan atas : 1. d “ Begu Ganjang “ ‘hantu’ termasuk cerita yang masih tetap hidup dan . Legenda adalah cerita yang mempunyai ciri-ciri mirip dengan mite. 4. yang disebut Turin-turin. enggo kalajangku enda bagi sarintantang ndabuh ku namo. yaitu benar-benar dianggap terjadi. Menurut Tarigan ( 1979:9 ) Turin-turin atau cerita yang berbentuk prosa ini dibedakan atas : 1.1. penciptaan merga silima. dapat pula dilihat pada cerita. 3. Tokoh legenda adalah manusia biasa yang memiliki sifat-sifat yang luar biasa. o enda beru Sembiring. Yang dinamakan sastra lisan karo adalah bentuk penuturan cerita yang disebarkan dan diturunkan secara lisan ( dari mulut ke mulut ). Turin-turin atau cerita ini ada bermacam-macam. Mengapa masyarakat Karo sangat menghargai padi dan mengapa padi dikaitkan dengan sistem dan nilai-nilai kekerabatan pada masyarakat Karo. o me taktak cibal geluahku ras adumku o nandengku kerina. Dongeng adalah cerita yang dianggap tidak benar-benar terjadi oleh yang menceritakan atau yang mendengarkannya. dapat diikuti pada cerita “ Beru Ginting Pase ‘. Selanjutnya pada cerita “ Si Aji Bonar “. Ngkai maka la bage ningku. 4. Tempat terjadinya dunia lain. mite 2. 5. Mite mengandung tokoh-tokoh dewa atau setengah dewa. b “ Beru Dayang”. Mengapa merga Ginting Pase lenyap dari induk merga Ginting terkenal dengan julukan “Siwah Sada Ginting “. Emakana labo lit gunan turiken ningku. anima ndabuh pe sea tama buena. BENTUK PROSA Sastra lisan Karo yang berbentuk prosa pun hanya ada satu. dongeng Mite adalah cerita yang benar-benar dianggap terjadi dan dianggap sakral oleh pemilik cerita. Berdasarkan isi cerita. tetapi tidak dianggap sakral. E makana nidarami kin pe jelma perliah si la lit nge bagi ajangku enda sera suina nggeluh. hal ini dapat diikuti pada cerita c “ Padan Pengindo” dan juga pada cerita “ Manuk Sinanggur Dewa”. sering dibantu oleh makhluk-makhluk gaib. 2. dan masa terjadinya sudah jauh di zaman purba. cerita cerita cerita cerita cerita mengenai asal-usul merga mengenai asal usul kampung binatang orang-orang sakti jenaka dan lain-lain. Cerita tentang ciptaan dunia. Tempat terjadinya legenda di dunia kini waktu terjadinya tidak setua mite. perihal adat istiadat dan kepercayaan masyarakat Karo dapat diikuti dalam : a Cerita “ Manuk Sinanggur Dewa”. o turang. legenda 3. MITE Cerita yang berhubungan dengan keajaiban dan erat hubungannya dengan kepercayaan terhadap dewa-dewa mendapat tempat luas dalam masyarakat. Dongeng tidak terikat dengan waktu dan tempat. amina la ndabuh pe sea tama urakna.

d “ Nipe Sipurih-purih” diceritakan mengapa ular lidi hanya bisa menelan binatang kecil seperti jangkrik dan kayu busuk. Dongeng sebagai warisan dari nenek moyang. Legenda yang tersebar luas dalam masyarakat Karo. Sebagaimana cerita lainnya. Doa Solmih dikabulkan Tuhan. antara lain: a “ Turi-turin Si Beru Tole” yang menceritakan hubungan seks yang terlarang antara paman dan kemanakan yang membuahkan keturunan sehingga mereka kena kutuk oleh dewata. tetapi bila tidak disuruh apa pun yang terjadi tidak diperdulikannya sehingga pamannya merasa kesal. b “ Cincing Ganjang Panura” diajarkan agar anak-anak jangan terlalu tinggi angan-angan. Si Jinaka dianggap orang bodoh. Ia sudah yatim-piatu sejak kecil. Pekerjaannya sehari-hari hanya menemani pamannya ketempat perjudian. Apa yang diperintahkan pamannya selalu diturutinya. bukit. g“Si Jinaka” merupakan kisah yang kocak. Sebagaimana cerita lainnya. e “ Pais Ma Solmih” pendengar diajarkan agar saat mengadili suatu perkara. sebab mengandung ajaran moral. baik cerita dongeng mengenai binatang maupun cerita dongeng mengenai manusia.3 DONGENG Masyarakat Karo juga mendengar certa-cerita dongeng. c “Sibetah-betah” dikisahkan mengapa burung puyuh tidak berekor. Hanya dia bermohon kepada Tuhan agar menghukum orang yang mengadilinya itu. sehingga Si Jinaka berhasil lolos dan kembali ke kampungnya. ada juga yang berisi pengajaran atau edukatif. kuda tidak bertanduk. legenda sebagai warisan dari nenek moyang besar pengaruhnya bagi anggota masyarakat. dongeng ini juga tersebar dan diceritakan turun temurun. Oleh sebab itu si Jinaka yang dijual pamannya.2. Dalam perjalanan si Jinaka menipu pembelinya. telaga. jangan lebih besar kemauan dari kemampuan. dan . Di kampung ia mengaku kembali dari tempat orang mati dan menceritakan kepada penduduk kampung tentang keadaan saudara-saudaranya yang telah meninggal itu dan membawa segala harta bendanya. Benda-benda peninggalan termasuk tempat dianggap sebagai bukti kebenaran cerita. Apalagi. kaki kerbau pecah. b “ Telagah Pitu i Sarinembah” c “ Tengku Lau Bahun’. diperhebat dengan cerita mengenai kematian karena begu ganjang. dan lain-lain. merga.dianggap menyeramkan dan menegakkan bulu tengkuk pendengaran. Oleh Si Jinaka mereka dibawa melalui jalan yang sukar melalui tepi jurang sudah dipasang tali rotan oleh Jinaka. Maka mereka berubah menjadi pelangi. LEGENDA Masyarakat Karo umumnya mempercayai cerita-cerita yang berhubungan dengan asal-usul kejadian suatu tempat. Solmih tetap pada pendiriannya walau apaun hukuman yang diberikan kepadanya. bertindaklah sejujurnya karena bila tidak jujur yang diadili itu akan mengutuknya dan kutukannya itu akan dikabulkan Tuhan seperti apa yang diminta Solmih kepada Tuhan atas putusan pengadilan yang tidak jujur terhadap dirinya. Ini semua karena kutukan akibat ketamakannya. Sebab cerita dongeng itu disamping ada yang berisi hiburan. Dongeng yang tersebar luas dalam masyarakat Karo antara lain: a “ Kucing Siam” yang menceritakan seorang anak yang mencari ibu sejati. kepiting berbentuk gepeng. 4. Semua barang mereka Si Jinaka yang membawanya. 4. besar pengaruhnya bagi anggota masyarakat. berhasil menipu pembelinya. pelangi. Ia menumpang di rumah pamannya. dan tumbuhan pakis ( tenggiang ) berbulu seperti warna rambut curai kuda. f “ Kekelengan Nande’ dikisahkan bagaimana kisah seorang ibu terhadap anaknya.

Demikianlah beberapa contoh cerita dongeng yang ditemui dalam cerita lisan Karo. dipotong Si Jinaka rotan itu. Mereka semua jatuh dan Si Jinaka menjadi kaya raya. 5. upacara memasuki rumah baru. prosa 3. dan lain-lain. prosa liris . upacara menghormati orang yang lanjut usia.Menurut jenisnya. legenda 3. dongeng Sastra lisan biasanya dipergunakan pada upacara-upacara adat. KESIMPULAN Dari apa yang telah diuraikan terlebih dahulu. upacara menanam dan menuai pada. upacara pesta tahunan. seperti upacara melamar gadis. upacara kematian. Setelah semuanya berpegangan pada tali rotan. maka dapatlah ditarik kesimpulan sebagai berikut : . mite 2. upacara pemanggilan roh. puisi 2.dia yang berjalan paling belakang. sastra lisan Karo dapat dibedakan atas : 1. upacara kelahiran anak. .Menurut bentuknya. upacara memanggil dan menolak hujan. upacara menolak bala dan roh-roh jahat. Ia kawin dengan putri pamannya. sastra lisan Karo dapat dibedakan atas : 1. upacara peletakan batu pertama pendirian rumah. upacara perkawinan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful