You are on page 1of 5

B.

BAHAN
a. Klasifikasi Tanaman
1. Jahe (Zingiberis Officinalis)

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Kelas : monocotyledonae

Ordo : zingiberales

Famili : zingiberaceae

Genus : zingiber

Spesies : Zingiber officinale

2. Kayu Manis

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Kelas : monocotyledonae

Ordo : Laurales

Famili : Lauraceae

Genus : Cinnamomum

Spesies : Cinnamomum verum

3. Seledri (Apii Graveolentis)

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Kelas : monocotyledonae

Ordo : Apiales

Famili : Apiaceae
Genus : Apium

Spesies : Apium graveolens

4. Kunyit (Curcumae Domesticae)

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Kelas : monocotyledonae

Ordo : zingiberales

Famili : zingiberaceae

Genus : curcuma

Spesies : Curcuma domestika Val.

5. Jambu Biji (Psidii Guajavae)

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Kelas : monocotyledonae

Ordo : myrtales

Famili : myrtaceae

Genus :Psidium
Spesies : Psidium guajava L.

b. Deskripsi Tanaman
1. Jahe (Zingiberis Officinalis)

Rimpang agak pipih, bagian ujung bercabang pendek, warna putih kekuningan, bau khas, rasa
pedas. Bentuk bundar telur terbalik, pada setiap cabang terdapat parut melekuk ke dalam.
Dalam bentuk potongan, panjang umumnya 3-4 cm, tebal 1-6,5 mm. bagian luar berwarna
cokelat kekuningan, beralur memanjang, kadang-kadang terdapat serat bebas. Bekas patahan
pendek dan berserat menonjol. Pada irisan melintang terdapat berturut-turut korteks sempit
yang tebalnya lebih kurang sepertiga jari-jari dan endodermis. Berkas pengangkut tersebar
berwarna keabu-abuan. Sel kelenjar berupa titik yang lebih kecil berwarna kekuningan.

1. Kayu Manis (Cinnamomum verum)


Bentuk batangan atau kulit menggulung, membujur, pipih, atau berupa berkas yang terdiri
atas tumpukan bebebrapa potong kulit yang tergulung membujur, panjang hingga 1 m, tebal
kulit 1-3 mm atau lebih, warna coklat kekuningan, bau khas, rasa sedikit manis.. permukaan
luas yang tidak bergabus berwarna coklat kekuningan atau coklat sampai coklat kemerahan,
bergaris-garis pucat bergelombang memanjang dan garis-garis pendek melintang yang
menonjol agak berlekuk; yang bergabus berwarna hijau kehitaman atau coklat kehijauan.
Permukaan dalam warna coklat kemerahan tuasampai coklat kehitaman, bekas patahan tidak
rata.

1. Seledri (Apii Graveolentis)

Daun majemuk menyirip, tipis, rapuh, warna hijau tua sampai hijau kecoklatan; jumlah anak
daun 3 sampai 7 helai; panjang anak daun 2 cm sampai 7,5 cm; lebar 2 cm sapai 5 cm;
pangkal dan ujung anak daun runcing; panjang ibu tangkai daun sampai 12,5 cm, terputar,
beralur; panjang tangkai anak daun 1 cm sampai 2,7 cm.

1. Kunyit (Curcumae Domestica)

Tumbuhan berbatang basah, tingginya sampai 0,75 m, daunnya berbentuk lonjong, bunga
majemuk berwarna merah atau merah muda. Tanaman herba tahunan ini menghasilkan umbi
utama berbentuk rimpang berwarna kkuning tua atau jingga terang. Perbanyajannya dengan
anakan

1. Jambu Biji (Psidii Guajava)

Tanaman perdu, tinggi 5-10 meter. Batang berkayu licin, mengelupas, bercabangn,
bercabang, warna cokelat kehijauan. Daun tunggal. Bulat telur, ujung tumpul, pangkal
membulat, tepi rata, panjang 6-14 cm, lebar 3-6 cm, pertulangan menyirip, warna hijau
kekuningan. Bunga tunggal di ketiak daun, mahkota bulat telur, panjang 1,5 cm, warna putih
kekuningan. Buah buni, bulat telur, warna putih kekuningan.

c. Deskripsi Simplisia
a. Jahe (Zingiberis Officinalis Rhizoma)
Rimpang agak pipih, bagian ujung bercabang pendek, warna putih kekuningan, bau khas, rasa
pedas. Bentuk bundar telur terbalik, pada setiap cabang terdapat parut melekuk ke dalam.
Dalam bentuk potongan, panjang umumnya 3-4 cm, tebal 1-6,5 mm. bagian luar berwarna
cokelat kekuningan, beralur memanjang, kadang-kadang terdapat serat bebas. Bekas patahan
pendek dan berserat menonjol. Pada irisan melintang terdapat berturut-turut korteks sempit
yang tebalnya lebih kurang sepertiga jari-jari dan endodermis. Berkas pengangkut tersebar
berwarna keabu-abuan. Sel kelenjar berupa titik yang lebih kecil berwarna kekuningan.

1. Kayu Manis (Cinnamomum verum)

Bentuk batangan atau kulit menggulung, membujur, pipih, atau berupa berkas yang terdiri
atas tumpukan bebebrapa potong kulit yang tergulung membujur, panjang hingga 1 m, tebal
kulit 1-3 mm atau lebih, warna coklat kekuningan, bau khas, rasa sedikit manis.. permukaan
luas yang tidak bergabus berwarna coklat kekuningan atau coklat sampai coklat kemerahan,
bergaris-garis pucat bergelombang memanjang dan garis-garis pendek melintang yang
menonjol agak berlekuk; yang bergabus berwarna hijau kehitaman atau coklat kehijauan.
Permukaan dalam warna coklat kemerahan tuasampai coklat kehitaman, bekas patahan tidak
rata.

1. Seledri (Apium graveolens)

Ciri-ciri tumbuhan ini adalah pohonnya kecil, tingginya kurang dari 1 meter. Daun tersusun
majemuk dengan tangkai panjang. Batangnya biasanya sangat pendek, bersegi dan beralur
membujur. Bunganya tersusun majemuk berkarang, berukuran kecil, dan berwarna putih
kehijauan. Buahnya kecil-kecil berwarna coklat gelap. Tumbuhan ini dapat tumbuh di dataran
rendah atau dataran tinggi, dan berkembang dengan baik di tempat yang lembab dan subur.
Di daerah dataran tinggi, Seledri tumbuh dengan tangkai dan daun yang tebal.

Seledri (Apium graveolens L.) sudah lama dikenal sebagai obat hipertensi. Tanaman yang
juga terlihat cantik jika ditanam dalam pot ini lebih dulu dimanfaatkan sebagai bumbu
masakan. Daun seledri biasa dipakai untuk memperkaya cita rasa sajian atau kaldu. Sup
kacang merah dan bubur ayam kurang lengkap rasanya jika tanpa taburan daun seledri di
dalamnya.

Berdasarkan penelitian, tanaman keluarga Apiaceae ini mengandung natrium yang berfungsi
sebagai pelarut untuk melepaskan deposit kalsium yang menyangkut di ginjal dan sendi. Ia
juga mengandung magnesium yang berfungsi menghilangkan stres. Daun seledri
mengandung protein, belerang, kalsium, besi, fosfor, vitamin A, B1 dan C. Berdasarkan hasil
penelitian, seledri juga mengandung psoralen, zat kimia yang menghancurkan radikal bebas
biang penyebab kanker.

1. Kunyit (Curcumae Domesticae Rhizoma)

Kepingan ringan, rapuh, warna kuning jingga, kuning jingga kemerahan sampai kuning
jingga kecokelatan; bau khas, rasa agak pahit, agak pedas, lama kelamaan menimbulkan rasa
tebal; bentuk hampir bundar sampai bulat panjang, kadang-kadang bercabang; lebar 0,5-3 cm,
panjang 2-6 cm, tebal 1-5 mm; umumnya melengkung tidak beraturan, kdang-kadang
terdapat pangkal upih daun dan pangkal akar. Batas korteks dan silinder pusat kadang-kadang
jelas. Bekas patahan agak rata, ebrdebu, warna kuning jingga sapai cokelat kemerahan.

1. Jambu Biji (Psidii Guajavae Folium)

Bentuk berupa lembaran daun, warna hijau; bau khas aromatic; rasa kelat. Daun tunggal,
bertangkai pendek, panjang tangkai daun 0,5-1 cm; helai daun berbentuk bundar menjorong,
panjang 5-13 cm, lebar 3-6 cm; pinggir daun rata agak menggulung ke atas; permukaan atas
agak licin, warna hijau kecokelatan; ibu tulang daun dan tulang cabang menonjol pada
permukaan bawah, bertulang menyirip.

C. HASIL PENGAMATAN
Nama Pemeriksaan Organoleptis
No Suku Kegunaan
Haksel Warna Bau Rasa
Mengobati asma,
Berbau Rasa
Seledri Apiaceae Hijau diabetes, menurunkan
khas khas
tekanan darah dll.
Mencegah kanker,
Tidak
Jambu biji Myrtaceae Hijau Pekat mengobati diare,
berbau
batuk dll.
Meringankan flu,
Berbau Manis
3. Kayu manis Lauraceae Coklat sebagai anti bakteri
khas pedas
dll.
Berbau Mencegah alzaimer,
4. Kunyit Zingiberaceae Kuning Pahit
khas mengobati tifus dll.
Berbau
khas Membantu proses
5. Jahe Zingiberaceae Coklat Pedas
menye- pencernaan dll.
ngat