You are on page 1of 10

LTM 2

Mata Kuliah Kolaborasi Kesehatan.

Nama : Aisyah Nur Saadah

NPM : 1306480585

1. Bagaimana sejarah perkembangan, kompetensi, dan peran profesi dokter?


2. Bagaimana sejarah perkembangan, kompetensi, dan peran profesi dokter gigi?

1.1 Sejarah Profesi Dokter

Sejak jaman pra sejarah, ilmu kedokteran telah lama dipelajari oleh msayarakat,
karena penyakit adalah sesuatu yang tidak terhindarkan bahkan sejak jaman daXhulu
kala. Pada keadaan masyarakat yang masih sederhana, ilmu kedokteran menjadi hal yang
sangat dibutuhkan untuk mempertahankan hidup.

Kehidupan masyarakat Peleolistik, masyarakat hidup dengan cara berjauhan.


Rumahnya terisolasi dan mobilitasnya rendah. Masyarakat meyakini dengan ini mereka
akan terhidar dari penyakit-penyakit, apalagi yang menular. Namun kenyataannya malah
banyak masyarakat yang jatuh sakit bahkan meninggal karena kekurangan nutrisi.

Kehidupan masyarakat Neolitik berbeda dengan Peleolitik, mereka hidup


berdekatan. Kehidupan masyarakat ini sudah mulai berganti dari mengumpulkan menjadi
membuat makanan. Banyak penyakit yang berkembang pada masa ini karena hewan
hidup berdampingan dengan manusia. Banyak penyakit yang timbul karena kuman
penyakit dari hewan atau luka gigitan dari hewan. Banyak juga penyakit atau luka yang
timbul karena luka dari perang. Berdasarkan empiris, pengobatan yang mereka lakukan
adalah membalut luka dan dengan jamu, serta pembatasan makanan untuk mencegah
penyakit. Penyebarluasan ilmu tersebut masih dilakukan melalui mulut ke mulut, belum
berupa teks tertulis. Pengobatan supranatural juga sering dilakukan masyarakat jaman ini
untuk menyembuhkan penyakit yang belum diketahui asal-usulnya dan untuk melindungi
mereka dari gangguan makhluk halus.

Pertumbuhan penduduk yang meningkat pada jaman kuno tidak sebanding dengan
peningkatan ilmu kedokteran, sehingga tingkat kesehatan semakin menurut akibat
tingginya pertumbuhan penduduk di perkotaan dan perkampungan. Pada jaman ini
kedokteran berorientasikan kepada kekuatan ilmu ghaib dan ilmu agama. Pada jaman ini,
ilmu klinik dan terapi mulai dipertahankan, disebarluaskan dan diabadikan lewat tulisan,
bukan lagi mulut ke mulut. Maka dikenal lah Sumhu (terpelajar) dan Wabu (pendeta).
Kemudian, ilmu kedokteran berkembang ke negara-negara lainnya dan terus mengalami
transisi dan perubahan. Di Cina, India, Yunani, dan Roma, pengobatan masih berorientasi
pada hal ghaib dan keagamaan. Sebelum abad ke lima di Yunani dikenal istilah anatomi.
Sedangkan, di Roma seorang dokter romawi mengelompokkan kedokteran menjadi tiga
bagian, yaitu diet, farmasi, dan bedah.

Sejak runtuhnya kerajaan Romawi, perkembangan dunia kedokteran semakin


menurun bahkan ditolak. Kesehatan dianggap sebagai suatu anugrah Tuhan, sedangkan
penyakit dianggap suatu hukuman atas suatu kesalahan. Pada akhir abad pertengahan,
tepatnya dimulai abad kedua terdapat biara-biara kuno yang didirikan organisasi gereja
dengan tujuan untuk merawat orang sakit. Rumah sakit pada abad ini, masih dikhususkan
untuk merawat seseorang yang sifatnya keagamaan untuk perawatan spiritual.
Selanjutnya, makanan, perawatan, serta obat diberikan oleh dokter dan ahli bedah untuk
pesakitan yang membutuhkan dokter. Pada abad ke 15 dan 16 muncul penyakit-penyakit
baru seperti influensa, typus, dan cacar. Pembedahan pada manusia dimulai pada abad ke-
13 di Universitas Bologna. Forensik dan pertimbangan medis segera dilakukan dengan
ahi hukum dan dokter yang mencoba membedakan penyebab spesifik kematian. Ilmu
kedokteran terus berkembang sehingga mencapai puncaknya pada abad ke-19. Pada abad
ini, bermunculan sekolah-sekolah klinik atau seolah kedokteran sehingga ilmu kedokteran
dunia semakin berkembang (Lubis, C.P., 2008).

Sedangkan, ilmu kedokteran di Indonesia diawali dengan adanya Sekolah Dokter


Jawa yang didirikan pada tahun 1851. Alasan didirikannya sekolah Jawa adalah untuk
memenuhi kebutuhan tenaga medis dan menanggulangi wabah penyakit yang beredar
luas di masyarakat seperti cacar, pes, dan malaria. Oleh sebab itu, pendidikan dokter jawa
adalah mendidik tenaga pencacar atau vaccinateur. Latar belakang pendidikan dokter di
Indonesia, berbeda dengan pendidikan dokter di dunia atau tenaga penyembuh. Di
negara barat, Cina, maupun India, pendidikan dokter bermula untuk meningkatkan
kemampuan healer yang sudah ada, agar lebih ilmiah dalam mengobati penyakit
perorangan. Pendidikan dokter di Indonesia bukan merupakan evolusi peningkatan tenaga
penyembuh atau dukun yang sudah ada, tetapi untuk membentuk suatu tenaga
kesehatan baru guna mengatasi masalah kesehatan masyarakat (Lubis.F., 2008).

1.2 Kompetensi Profesi Dokter


Kompetensi kedokteran disusun atas pondasi yang terdiri dari;

Area Profesionalitas yang Luhur

1. Berke-Tuhanan Yang Maha Esa/Yang Maha Kuasa

2. Bermoral, beretika dan disiplin

3. Sadar dan taat hukum

4. Berwawasan sosial budaya

5. Berperilaku profesional

Area Mawas Diri dan Pengembangan Diri

6. Menerapkan mawas diri

7. Mempraktikkan belajar sepanjang hayat

8. Mengembangkan pengetahuan

Area Komunikasi Efektif

9. Berkomunikasi dengan pasien dan keluarga 10. Berkomunikasi dengan mitra


kerja

11. Berkomunikasi dengan masyarakat

Area Pengelolaan Informasi

12. Mengakses dan menilai informasi dan pengetahuan

13. Mendiseminasikan informasi dan pengetahuan secara efektif kepada


profesional kesehatan, pasien, masyarakat dan pihak terkait untuk peningkatan
mutu pelayanan kesehatan

Area Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran

14. Menerapkan ilmu Biomedik, ilmu Humaniora, ilmu Kedokteran Klinik, dan
ilmu Kesehatan Masyarakat/ Kedokteran Pencegahan/Kedokteran Komunitas
yang terkini untuk mengelola masalah kesehatan secara holistik dan
komprehensif.

Area Keterampilan Klinis


15. Melakukan prosedur diagnosis

16. Melakukan prosedur penatalaksanaan yang holistik dan komprehensif

Area Pengelolaan Masalah Kesehatan

17. Melaksanakan promosi kesehatan pada individu, keluarga dan masyarakat

18. Melaksanakan pencegahan dan deteksi dini terjadinya masalah kesehatan

pada individu, keluarga dan masyarakat

19. Melakukan penatalaksanaan masalah kesehatan individu, keluarga dan

masyarakat

20. Memberdayakan dan berkolaborasi dengan masyarakat dalam upaya

meningkatkan derajat kesehatan

21. Mengelola sumber daya secara efektif, efisien dan berkesinambungan dalam

penyelesaian masalah kesehatan

22. Mengakses dan menganalisis serta menerapkan kebijakan kesehatan

spesifik yang merupakan prioritas daerah masing-masing di Indonesia

1.3 Peran Profesi Dokter


Tenaga pelayanan kesehatan yang paling utama adalah profesi dokter. Dokter
dianggap sebagai pusat konstelasi tenaga profesi kesehatan. Itulah sebabnya
mengapa tenaga kesehatan seperti para perawat dan bidan sering disebut sebagai
tenaga paramedik.

2. Bagaimana sejarah perkembangan, kompetensi, dan peran profesi dokter gigi?


2.1 Sejarah Perkembangan.
Sejarah perkembangan profesi dokter gigi menurut Archives Of The American Dental
Association, terbagi menjadi 5 masa penting yaitu; Zaman Kuno (Ancient Origins), Zaman
Permulaan Profesi - Abad Pertengahan (The Beginnings Of A Profession Middle Ages),
Zaman Perkembangan Profesi Abad 18 (The Development Of A Profession 18th Centuty),
Zaman Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Abad 19 (Advances In Science
And Education -19th Century), dan Zaman Inovasi dalam keterampilan dan teknologi Abad
20 (Innovation In Techniques And Technology The 20th Century).
A. Zaman Kuno (Ancient Origins)
Pada zaman kuno, 5000 tahun sebelum masehi, telah terdapat beberapa ilmu
mengenai kesehatan gigi. Bisa dilihat dari teks Sumerian yang
mendeskripsikan cacing gigi merupakan alasan dari busuknya gigi.
Pada 2600 sebelum masehi, pada makam orang mesir bernama Hesy-Re,
terukir gelar The Greatest Of Those Who Deal With Teeth, And Of
Physician
1700-1550 S.M. teks dari mesir, Ebers Papyrus menuliskan penyakit-
penyakit gigi dan penyembuhannya.
500-300 S.M. Hippocrates dan Aristotle menuliskan tentang Kedokteran gigi,
termasuk gangguan susuanan gigi, cara penyembuhan gigi rusak dan penyakit
gusi, mencabut gigi menggunakan alat, dan menggunakan gigi yang goyang
dan rahang yang retak dengan benang.

B. Zaman Permulaan Profesi - Abad Pertengahan (The Beginnings Of A Profession)


500-1000 M. pada permulaan abad pertengahan di Eropa, operasi termasuk
mengenai gigi kebanyakan dilakukan oleh biarawan.
700 M. Teks kedokteran di China menyebutkan Silver Paste sebagai jenis
amalgam.
1130-1163 M. Keluar larangan bagi biarawan untuk melakukan operasi
dalam jenis apapun. Akhirnya, Barbers yang sering mengasisteni biarawan
dalam operasi karena alat mereka yang dipakai untuk mencukur kepala
biarawan, pisau tajam dan pisau cukur, berguna dalam operasi. Akhirnya,
setelah keluar larangan tersebut, barbers mulai menggantikan biarawan dalam
melakukan operasi terutama dalam bidang gigi.
1210 M. Terbentuknya Guild Of Barbes. Perkumpulan ini dibentuk di
Prancis. Kemudian barber kemudian terbagi dua: ahli bedah yang telah
diedukasi dan dilatih, dan lay barber, atau mungkin yang sekarang mirip
dengan ahli gigi.
1400 M. Keluar larangan bagi lay barber untuk melakukan operasi. Mereka
hanya diperbolehkan melakukan beberapa operasi gigi kecil.
1530 M. The Little Medicinal Book For All Kinds Of Dieseases And
Infirmities Of The Teeth, buku pertama panduan mengenai operasi diterbitkan
di Jerman.
1575 M. Ambrose Pare, dikenal sebagai bapak operasi, menerbitkan
Complete Works-nya yang berisi mengenai praktek-praktek operasi termasuk
gigi.

C. Zaman Perkembangan Profesi Abad 18 (The Development Of A Profession)


1723 M. Pierre Fauchard, dokter bedah dari Prancis menerbitkan The Surgeon
Dentist, A Tratise On Teeth dan kemudian dinobatkan menjadi Bapak dari
Kedokteran Gigi modern karena bukunya ini.
1789 M. Nicholas Dubois De Chemant, seorang Prancis menerima paten perama
untuk gigi porcelain.
1790 M. Josiah Flagg, seorang dokter gigi amerika, membuat kursi yang dibuat
khusu untuk pasien gigi. Kursi yang terbuat dari kayu ini dipasang tempat
sandaran kepala yang bisa diubah-ubah posisinya, dan juga ditambahkan tangan
kursi tambahan untuk menaruh alat-alat.

D. Zaman Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Abad 19 (Advances In Science


And Education -19th Century),
1801 M. Richard C. Skinner menulis Treatise On The Human Teeth, yang
merupakan buku kedokteran gigi pertama yang diterbitkan di Amerika.
1825 M. Samuel Stockton memulai membuka bisnis pembuatan gigi
porcelain.
1832 M. James Snell mencitpakan Reclining Dental Chair pertama.
1839 M. Terbitnya jurnal kedokteran gigi pertama, American Journal of
Dental Science.
1840 M. Horace Hayden dan Chapin Harris membuka kedokteran gigi
perama, Collage of Dental Surgery.
1840 M. Terbentuk dan diakuinnya American Society of Dental Surgeons.
Organisasi kedokteran gigi pertama di didunia.
1846 M. Dokter gigi William Morton berhasil melakukan operasi dengan
obat bius ether. Kemudian Crawford Long mengaku bahwa dia sudah
menggunakan ether sebagai obat bius pada operasinya dari awal tahun 1842,
namun tidak diumumkan atau disebarluaskan.
1859 M. Terbentuknya American Dental Association.
1866 M. Lucy Beaman Hobbs menjadi dokter gigi wanita pertama di dunia.
1877 M. Wilkerson Chair, kursi dokter gigi dengn pompa hidrolik
diperkenalkan.
1890 M. Willoughby Miller dalam bukunya menyebutkan bahwa miikroba
menyebabkan rusaknya gigi.
1985 M. Willhem Roentgen menemukan X-ray yang kemudian dipakai
pertama kali dalam bidang kedokteran gigi pada tahun 1896 oleh Edmond
Kells.

E. Zaman Inovasi dalam keterampilan dan teknologi Abad 20 (Innovation In Techniques


And Technology The 20th Century).
!930 M. American Board of Orthodontics, Spesialisasi kedokteran pertama di
dunia dibentuk.
1938 M. Munculnya sikat gigi dari nilon sintetik di pasaran.
1950 M. Pasta gigi dengan fluoride pertama dijual.
1958 M. Reclining Chair telah sempurna dibuat.
1960 M. Sikat gigi elektrik dikembangkan di swiss.
1960 M. Laser dikembangkan dan diterima untuk pengobatan gigi.
1998 M. National Institute of Dental Research diganti nama menjadi
National Institute of Dental and Craniofacial Research.

2.2 Kompetensi
Mengacu pada definisi Chamber (1993) yang dipakai oleh institusi pendikan profesi dokter
gigi di berbagai Negara di dunia, kompetensi profesi dokter gigi menjadi 6 domain penting;
yaitu;

Domain I : Profesionalisme.
Melakukan praktik di bidang kedokteran gigi sesuai dengan keahlian, tanggung jawab,
kesejawatan, etika dan hokum yang relevan.
Kompetensi 1: Etik dan Jurisprudensi
Kompetensi 2: Analisis Informasi dan Kesehatan secara kritis, ilmiah dan efektif.
Kompetensi 3: Komunikasi
Kompetensi 4: Hubungan sosio kultural dalam bidan kesehatan gigi dan mulut.

Domain II: Penguasaan Ilmu Kedokteran dan Kedokteran Gigi.


Memahami ilmu kedokteran dasar dan klinik, kedokteran gigi dasar dan klinik yang relevan
sebagai dasar profesionalisme seta pengembangan ilmu kedokteran gigi.
Kompetensi 5: Ilmu Kedokteran Dasar
Kompetensi 6: Ilmu Kedokteran Klinik
Kompetensi 7: Ilmu Kedokteran Gigi Dasar
Kompetensi 8: Ilmu Kedokteran Gigi Klinik.

Domain III: Pemeriksaan Fisik Secara Umum dan Stomatognatik


Melakukan pemeriksaan, mendiagnosis, dan menyusun rencana perawatan untuk mencapai
kesehatan gigi dan mulut yang prima melalui tindakan promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif.
Kompetensi 9: Pemeriksaan Pasien.
Kompetensi 10: Diangnosis
Kompetensi 11: Perawatan

Domain IV: Pemulihan Sistem Stomatognatik


Melakukan tindakan pemulihan fungsi sistem stomatognatik melalui penatalaksanaan klinik.
Kompetensi 12: Pengelolaan Sakit dan Kecemasan
Kompetensi 13: Tindakan Medik Kedokteran Gigi

Domain V: Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat


Menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat menuju kesehatan gigi dan mulut yang
prima.
Kompetensi 14: Melakukan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat
Kompetensi 15: Manajemen Prilaku

Domain VI: Manajemen Praktik Kedokteran Gigi.


Menerapkan fungsi manajemen dalam menjalankan praktik KG.
Kompetensi 16: Manajemen Praktik dan Lingkungan Kerja

2.3 Peran:
Melaksanakan pengobatan kesehatan gigi dan mulut.
1. Melaksanakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut
a. Premadikasi
b. Pencabutan Gigi
c. Penambalan Gigi
d. Perawatan Syaraf Gigi
e. Melaksanakan Konsultasi Gigi
f. Melaksanakan kasus-kasus emergency gigi/darurat.
2. Membantu pelaksanaan kegiatan-kegiatan fungsi manajemen
3. Membuat rujukan pada pasien yang tidak dapat ditangani di poliklinik
4. Memberi penyuluhan pada pasien tentang kesehatan gigi dan mulu terutama
pada praja yang sakit.

Sumber:
Sumidarti, Andi., dkk. 2011. Naskah Akademik Revisi Standar Kompetensi Dokter Gigi
Indonesia. Diunduh dari http://hpeq.dikti.go.id/v2/images/Produk/18.2-draft-
na-revisi-standar-kompetensi-dokter-gigi-2011.pdf
History of Dentistry Timeline. Diunduh dari
http://www.ada.org/sections/educationAndCareers/pdfs/dental_history.pdf
http://www.poliklinik.ipdn.ac.id/departments/tupoksi/dokter-gigi.hmtl
Lubis, Chairuddin P. 2008. Sejarah Ilmu Kedokteran. Diakses dari
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16045/1/08E00009.pdf
Lubis, Firman. 2008. Dokter Keluarga Sebagai Tulang Punggung dalam Sistem Pelayanan
Kesehatan. Diakses dari
http://indonesia.digitaljournals.org/index.php/idnmed/article/viewFile/566/563
Konsil Kedokteran Indonesia. 2012. Standar Kompetensi Dokter Indonesia. Diakses dari
https://docs.google.com/file/d/0B2h0e3C7TCgRM3NJWWpxQ3ZDZVE/edit?
pli=1