You are on page 1of 3

JADWAL MUTU PEKERJAAN

Kegiatan : Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-Gorong Kecamatan Siak Kecil
Pekerjaan : Pembangunan Saluran Drainase Jalan Hang Tuah Desa Lubuk Muda
Lokasi : Kecamatan Siak Kecil
Tahun Anggaran : 2017

I. Pekerjaan Urugan Tanah
Untuk pekerjaan urugan tanah / pasir ada beberapa prosedur yang harus dilakukan yaitu :
1. Uji Bahan Baku tediri dari :
1.1 Gradasi
Gradasi butiran adalah ukuran butiran berdasarkan analisa saringan yang sudah standart.
Gradasi butiran itu terdiri dari ukuran yang besar dan kecil yang dibagi dalam katagori butiran
kasar dan butiran halus. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi mutu timbunan adalah
butiran, karena dapat mempengaruhi besarnya perbandingan material – material tanah
timbunan dan selanjutnya berpengaruh terhadap mutu timbunan itu sendiri.

1.2 Plastis Index ( PI )
Plastis Index atau index plastisitas adalah perbedaan antara batas cair dan batas plastis
suatu tanah. Perbedaan Volume tanah adalah masalah yang serius. Keadaan ini dapat terjadi
pada tanah kohensif, dimana tanah lempung yang mudah mengembang sangat keras dalam
keadaan kering.

1.3 Passing # 200
Yang dimaksud dengan passing # 200 adalah butiran tanah yng lolos ayakan no. 200.
Biasanya material yang lolos ayakan no. 200 terdiri dari lnau ( silt ) dan lempung ( clay ).
Kedua bahan ini merupakan komponen dasar dri material tanah timbun. Dari uji saringan no.
200 diambil benda uji untuk pengujian PI.

1.4 Specific Gravity
Uji penentuan berat jenis tanah ( specific gravity ) bertujuan untuk menentukan berat jenis
tanah yang lolos saringan no. 4. Dimana berat jenis adalah perbandingan berat tanah dengan
volumenya.

2. Pengujian dilapangan
2.1 Test kepadatan dengan sandcone
Test ini dimaksudkan untuk menentukan kepadatan lapisan tanah dengan cara pengukuran
volume lubang secara langsung. Sancone menggunakan alat botol yang diberi corong
diatasnya guna mencari kepadatan tanah dan kadar air lapangan yang diperiksa
dilaboratorium.

II. Pekerjaan Beton
Untuk dapat menghasilkan mutu yang baik dalam setiap pengerjaan beton dan penimbunan tanah pada
proyek-proyek sipil basah diperlukan beberapa pengujian teknis. Pengujian itu meliputi pengujian pada
material yang akan digunakan juga pengujian pada produk yang dihasilkan apakah telah memenuhi
syarat-syarat teknis. Pengujian terhadap material biasa dilakukan sebelum proyek dilaksanakan,
sedangkan pengujian terhadap produk kerja dilakukan pada saat pekerjaan sedang dilakukan dan pada
tiap akhir pekerjaan.

Detail pengujian yang dilakukan meliputi:
Pekerjaan Beton
Pengujian yang dilakukan pada setiap pekerjaan beton yang dicetak ditempat dibagi menjadi 2 (Dua)
tahap yaitu :

Ada beberapa pengujian yang dilakukan untuk mendapatkan parameter tersebut yaitu : . Pengujian kadar kimia lain dalam air. Pengujian Kadar Bahan Padat Dalam Air Maksud dari pengujian ini adalah untuk dapat menentukan kadar bahan padat atau garam mineral yang terkandung dalam air. Pengujian PH air Pengujian dilakukan untuk dapat menentukan PH air. 200 terdiri dari lanau (silt) dan lempung (clay). Berat jenis semen ini akan dipergunakan dalam penentuan berat semen dalam Job Mix Design Formula (JMF) . karena dalam semen terdapat komponen-komponen utama dan bahan lain yang jumlahnya sangat kecil. Biasanya material yang lolos ayakan No. Gradasi agregat itu terdiri dari ukuran yang besar dan kecil yang dibagi dalam kategori agregat kasar dan agregat halus. Uji Berat jenis Uji ini dilakukan untuk mengetahui berat jenis semen. Mutu Semen Semen merupakan material yang penting untuk beton. Cara teknis yang dilakukan untuk mengetahui apakah air tersebut layak digunakan dalam pembuatan beton adalah : . karena dapat mempengaruhi besarnya perbandingan material-material campuran beton dan selanjutnya berpengaruh terhadap mutu beton itu sendiri. d. Kedua bahan ini apabila mempunyai kandungan yang cukup besar pada pembuatan beton akan berakibat jelek terhadap mutu beton. kita perlu mengetahui parameter-parameter diantaranya : type semen yang kan digunakan. . meliputi : a. Passing # 200 Yang dimaksud dengan passing # 200 adalah butiran agregat yang lolos ayakan No. Salah satu factor yang dapat mempengaruhi campuran beton adalah agregat. Uji Abrasi Uji Abrasi ini dilakukan untuk mengetahui besarnya abrasi atau pengausan yang terjadi pada agregat ( material dasar beton ) akibat dari factor-faktor mekanis pada saat pengolahan dan selama masa layan. Diketahui bahwa kadar minyak pada batas tertentu pada air yang akan digunakan sebagai komponen pembuatan beton jelas akan mengurangi mutu beton. . Pengujian kadar minyak dalam air Untuk mengetahui jumlah kadar minyak dalam air harus dilakukan pengujian ini. Pengujian bahan tersuspensi dalam air Pengujian ini dilakukan uintuk mengetahui kadar tersuspensi dalam air. . Pengujian dilakukan pada sample yang diambil dari quarry yang akan digunakan selama proyek berlangsung. Tahap untuk beton segar 1. e.1. kehalusan serta keawetan semen tersebut. Tahap untuk beton segar. Air merupakan salah satu bahan pencampur beton yang penting. air merupakan perantara untuk terjadinya proses-proses kimia untuk pengikatan serta pengerasan semen. akan tetapi sangat mempengaruhi sifat beton yang akan dibuat. . Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah dalam air terkandung bahan kimia lain seperi ion sulfat dan chlor. 200. Oleh karena itulah maka kita perlu meneliti air yang akan digunakan dalam proses pembuatan beton. Dalam perencanaan suatu campuran beton yang baik. Mutu Air Beton. b. workability. Gradasi Gradasi agregat adalah ukuran butiran agregat berdasarkan analisa saringan yang sudah standart. c. Dari hasil uji ini dapat diketahui apakah air tersebut mengandung asam yang dapat mengurangi mutu beton. Bahan-bahan kimia tersebut dapat mengganggu proses pembentukan dan mengurangi mutu dari beton yang akan dibuat.

Pengujian kadar organic agregat halus Agregat halus yang digunakan dalam pembuatan beton berupa pasir yang didapat dari sungai atau pasir darat harus cukup bersih dari bahan-bahan organis. 14. . INTI KENERJA KONTRAKTOR ILYAS Direktur . Gillmore test Tujuan dari Gillmore test adalah untuk menentukan waktu yang dibutuhkan oleh semen untuk melakukan pengikatan awal dan akhir. 21. Tahap untuk beton keras 1. Hammer test biasanya dilakukan pada saat pertengahan proyek serta diakhir proyek. Ada beberapa pengujian yang dapat dilakukan untuk menentukan besarnya kadar organic yang terkandung dalam material komponen beton yaitu : . . besar kadar organic yang terkandung pada material komponen beton sangat mempengaruhi mutu beton yang akan dibuat. 2. . dan 28 hari. Kandungan Organik Pada proses pembuatan beton. Hammer Test Maksud pengujian hammer ini adalah untuk mengukur/mengetahui kuat tekan beton keras dengan cara cepat dan praktis. . Kuat tekan mortar semen. Untuk itulah diperlukan perencanaan/rancangan campuran beton agar didapat mutu beton yang diinginkan. Hasil dari uji ini menggambarkan kuat tekan karakteristik beton dari JMF tertentu. Job Mix Design Formula ( JMF ) Beton merupakan campuran berbagai material tertentu dimana material ini dapat mempengaruhi mutu beton yang dihasilkan. Uji ini dilakukan pada awal. tengah serta akhir pelaksanaan. . Test ini dilakukanb untuk mengetahui kuat tekan mortar semen. Bengkalis. . f. Vicat test Vicat test dilakukan untuk mengetahui waktu pengikatan awal (time of setting) semen hidrolis dengan menggunakan jarum vicat . Uji konsistensi normal semen Pengujian ini bertujuan untuk menentukan konsistensi normal (kondisi yang menunjukkan kebebasan pasta) pada semen yang akan digunakan. 19 Juni 2017 Dibuat Oleh : CV. Untuk dapat mengetahui besar kadar organis yang terkandung dalam pasir tersebut perlu dikakukan pengujian. Slump Test Slump test dilakukan untuk mengukur nilai slump adukan beton segar sehingga dapat diketahui workability (kemudahan campuran untuk dikerjakan) 2. Uji kehalusan semen Bertujuan untuk menentukan kehalusan semen. . Uji kuat tekan Benda Uji Untuk dapat mengetahui kekuatan tekan karakteristik beton keras dilakukan uji kuat tekan beton. Pengujian kadar organic dalam air Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya kadar organic dalam air yang merupakan komponen penting dalam pembuatan beton. Biasanya dilakukan pada benda uji yang berumur 7.