PERBANKAN SYARIAH BI

DEFINISI Bank syariah, atau Bank Islam, merupakan salah satu bentuk dari perbankan nasional yang mendasarkan operasionalnya pada syariat (hukum) Islam. Menurut Schaik (2001), Bank Islam adalah sebuah bentuk dari bank modern yang didasarkan pada hukum Islam yang sah, dikembangkan pada abad pertama Islam, menggunakan konsep berbagi risiko sebagai metode utama, dan meniadakan keuangan berdasarkan kepastian serta keuntungan yang ditentukan sebelumnya. Menurut Sudarsono (2004), Bank Syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu-lintas pembayaran serta peredaran uang yang beroperasi dengan prinsip-prinsip syariah. Definisi Bank Syariah menurut Muhammad (2002) dalam Donna (2006), adalah lembaga keuangan yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga yang usaha pokoknya memberikan pembiayaan dan jasa-jasa lainnya dalam lalu-lintas pembayaran serta peredaran uang yang pengoperasiannya sesuai dengan prinsip syariat Islam. Schaik (2001) mengemukakan bahwa terdapat tujuh prinsip ekonomi Islam yang menjiwai bank syariah, yaitu: (1) keadilan, kesamaan dan solidaritas (2) larangan terhadap objek dan makhluk (3) pengakuan kekayaan intelektual (4) harta sebaiknya digunakan dengan rasional dan baik (fair way) (5) tidak ada pendapatan tanpa usaha dan kewajiban (6) kondisi umum dari kredit (meliputi; pertama, peminjam yang mengalami kesulitan keuangan sebaiknya diperlakukan secara baik, diberi tangguh waktu, bahkan akan lebih baik bila diberi keringanan, dan kedua, terdapat beberapa perbedaan pendapat mengenai hukum selisih antara kredit dan harga spot, ada yang berpendapat bahwa itu adalah suku bunga implisit dan ada juga yang berpendapat bahwa hal tersebut dibolehkan untuk mengakomodasi biaya transaksi - bukan biaya dari pembiayaan (7) dualiti risiko, di satu sisi sebagai bagian dari persetujuan kredit (liability) usaha produktif yang merupakan legitimasi dari bagi hasil, di lain sisi risiko sebaiknya diambil secara hati-hati, risiko yang tak terkontrol sebaiknya dihindari.

ASPEK SEJARAH Pelaksanaan fungsi-fungsi perbankan sebenarnya telah ada dan menjadi tradisi sejak zaman Rosulullah seperti pembiayaan, penitipan harta, pinjam-meminjam uang, dan bahkan melaksanakan fungsi pengiriman uang. Namun, pada saat itu tentu saja fungsi-fungsi perbankan tersebut dilakukan masih secara sederhana dan perorangan sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga belum terlembagakan secara sistematis. Sebenarnya Islam juga telah memiliki aturan yang cukup komprehensif mengenai hukum-hukum dalam suatu perekonomian, hal itu bisa digali lebih lanjut dalam Al-Quran, Hadits, maupun buku-buku karya para ulama. Bahkan, beberapa istilah perbankan modern ada yang berakar kata dari ilmu fiqh. Misalnya, istilah kredit (Inggris: credit berarti kepercayaan; Romawi: credo yang berarti kepercayaan, dan Arab: qard berarti meminjamkan uang berdasarkan kepercayaan). Selain itu, istilah cek (Inggris: check; Perancis: cheque, Arab: saq/suquq yang berarti pasar) - istilah cek terkenal sebagai alat pembayaran yang bisa digunakan di pasar-pasar. Sejarah perkembangan perbankan syariah dapat dilihat pada Tabel 1 (di dunia) dan Tabel 2 (di Indonesia). Tabel 1. Perkembangan Bank Syariah Di Dunia, 1940 ± 1980 Tahun 1940 Keterangan Rintisan Bank Syariah di Malaysia, untuk mengelola dana jamaah haji secara non- konvensional. 1963 1967 Berdirinya Mit Ghamr Rural Bank, di Mesir, oleh Dr. Ahmad Najar Mit Ghamr ditutup karena alasan politis dan diambil alih oleh National Bank of Egypt 1969 Muncul gagasan kolektif pembentukan Bank Syariah pada Konferensi Negaranegara Islam se-dunia di Malaysia 1970 Delegasi Mesir mengajukan proposal pendirian Bank Syariah pada Sidang Menteri Luar Negeri Negara-negara OKI di Karachi. 1972 Berdiri kembali sistem bank tanpa bunga yang bersifat sosial di Mesir, yaitu Nasser Social Bank. Maret 1972 Usulan/proposal Delegasi Mesir diagendakan kembali dan memutuskan membentuk komisi khusus menangani masalah ekonomi dan keuangan.

Muncul lagi gagasan Bank Syariah karena pemerintah mengeluarkan Paket Kebijakan Oktober (Pakto) yang berisi liberalisasi industri perbankan. Apalagi pada saat ini produk-produk keuangan semakin cepat perkembangannya. terutama yang masyarakatnya mayoritas muslim. 19-22 08 1990 Lokakarya Ulama tentang bunga bank dan perbankan di Cisarua Bogor. tidak mempunyai infrastruktur pendukung dalam operasional perbankan syariah secara merata. Swiss dan Luxembourg. Perkembangan bank-bank syariah di dunia dan di Indonesia tetap mengalami kendala karena bank syariah hadir di tengah-tengah perkembangan dan praktik-praktik perbankan konvensional yang sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat secara luas. Meskipun. Konskuensi perkembangan di masing-masing negara tersebut tentunya akan berdampak baik langsung maupun tidak langsung terhadap perkembangan perbankan syariah di dunia. Pembahasan AD/ ART yang telah dirumuskan. Perkembangan Bank Syariah Di Indonesia. Hal ini mengingat bahwa di masing-masing negara. negara-negara di wilayah Teluk. Malaysia. Tabel 2. 1970 ± 2003 Tahun 1970an 1988 Keterangan Muncul gagasan pendirian Bank Syariah. telah banyak kajian yang mencoba untuk mempermudah penjelasan tentang pelaksanaan operasional perbankan syariah. Namun. Bahmas. Inggris. Denmark. Mei 1974 Berdiri Islamic Development Bank dengan modal awal 2 miliar Dinar atau sama dengan 2 miliar SDR (Special Drawing Rights) IMF Awal 1980an Bermunculan Lembaga Keuangan Syariah di Mesir. Pakistan.Juli 1973 Para ahli yang mewakili Negara Islam penghasil minyak membicarakan Pendirian Bank Syariah dan terumuskanlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Kendala yang dihadapi oleh perbankan (lembaga keuangan) syariah tidak terlepas dari belum tersedianya sumber daya manusia secara memadai dan peraturan perundang-undangan. gagasan tersebut deadlock karena tidak ada perangkat hukum yang dapat menjadi rujukan. Sudan. .

126. Peraturan Pemerintah (PP) No. Perubahan Biro Perbankan Syariah menjadi Direktorat Perbankan Syariah BI. 1992 Pengakomodasian perbankan dengan prinsip bagi hasil pada Undangundang No. 1997 BMI men-sponsori lokakarya Ulama tentang Reksadana Syariah yang diikuti operasionalnya dengan dikelola oleh PT.22-25 08 1990 Pembahasan hasil lokakarya pada Munas IV MUI di Jakarta dan terbentuklah Kelompok Kerja Pembentukan Bank Syariah. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. 3 11 1991 Silaturrahim dengan presiden di Istana Bogor dan terpenuhilah komitmen modal disetor awal sebesar Rp 106. Keluarnya regulasi operasional dan kelembagaan. 1992 30 10 1992 Pengenalan dual banking system. Kebijakan moneter berdasarkan prinsip syariah. 29 02 1993 PP tersebut dijabarkan secara terperinci dengan keluarnya Surat Edaran BI No. Syarikat Takaful Indonesia dan menjadi salah satu pemegang sahamnya. 7 Tahun 1992 yang mengakomodasi perkembangan perbankan secara lebih luas. Undang-undang No.382.000. PERBANKAN SYARIAH VS KONVENSIONAL Berdasarkan hasil kajian Tim BEINEWS (2004) menunjukkan bahwa ada lima faktor . merubah 1999 2000 2001 10 2003 Undang-undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. 25/4/BPPP 1994 BMI men-sponsori berdirinya Asuransi Syariah. 1 05 1992 Operasional awal Bank Muamalat Indonesia (BMI). Pendirian Biro Perbankan Syariah Bank Indonesia. 1 11 1991 Penandatanganan Akte Pendirian Bank Muamalah Indonesia dan terkumpulah komitmen pembelian saham sebanyak 84 miliar. Danareksa Investment 1998 Management. 72 Tahun 1992 tentang bank berdasarkan prinsip bagi hasil.

pengguna dana dan bank memiliki hak. beban terhadap resiko dan keuntungan yang berimbang (3) prinsip ketenteraman. seperti prinsip bagi hasil (mudharabah). kewajiban. tetapi bekerja sama atas dasar kemitraan. yakni nasabah penyimpan dana. dan prinsip sewa (ijarah) (5) prinsip laba bagi bank syariah bukan satu-satunya tujuan karena bank syariah mengupayakan bagaimana memanfaatkan sumber dana yang ada untuk membangun kesejahteraan masyarakat (lagi pula. yaitu: (1) market yang dianggap luas ternyata belum digarap secara maksimal (apalagi. yang harus dijaga oleh para bankir. bank syariah tidak hanya dikhususkan untuk orang muslim karena di sejumlah bank terdapat nasabah nonmuslim) (2) sistem bagi hasil terbukti lebih menguntungkan dibandingkan dengan sistem bunga yang dianut bank konvensional (review pada waktu krisis ekonomi-moneter) (3) return yang diberikan kepada nasabah pemilik dana bank syariah lebih besar daripada bunga deposito bank konvesional (ditambah lagi belakangan ini. terutama dalam pelayanan terhadap nasabah. bank syariah bekerja di bawah pengawasan Dewan Pengawas Syariah). sekaligus menjadi pembeda antara perbankan syariah dan perbankan konvensional.yang memicu perkembangan perbankan syariah di Indonesia. SEKILAS PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Pengembangan sistem perbankan syariah di Indonesia dilakukan dalam kerangka dualbanking system atau sistem perbankan ganda dalam kerangka Arsitektur Perbankan . bahwa produk bank syariah mengikuti prinsip dan kaidah muamalah Islam (bebas riba dan menerapkan zakat harta). paling tidak ada tiga prinsip dalam operasional bank syariah yang berbeda dengan bank konvensional. yakni imbalan atas dasar bagi hasil dan margin keuntungan ditetapkan atas kesepakatan bersama antara bank dan nasabah (2) prinsip kesetaraan. sehingga suku bunga bank juga menurun) (4) bank syariah tidak memberikan pinjaman dalam bentuk uang tunai. Menurut Boesono (2007). yaitu: (1) prinsip keadilan. suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) terus mengalami penurunan. prinsip penyertaan modal (musyarakah). prinsip jual beli (murabahah).

Semakin meluasnya penggunaan produk dan instrumen syariah disamping akan mendukung kegiatan keuangan dan bisnis masyarakat juga akan mengurangi transaksi-transaksi yang bersifat spekulatif. perbankan syariah menjadi alternatif sistem perbankan yang kredibel dan dapat dinimati oleh seluruh golongan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. meluasnya penggunaan berbagai produk dan instrumen keuangan syariah akan dapat merekatkan hubungan antara sektor keuangan dengan sektor riil serta menciptakan harmonisasi di antara kedua sektor tersebut. Dengan menyediakan beragam produk serta layanan jasa perbankan yang beragam dengan skema keuangan yang lebih bervariatif.Indonesia (API). maka pengembangan industri perbankan syariah nasional semakin memiliki landasan hukum yang memadai dan akan mendorong pertumbuhannya secara lebih cepat lagi. sehingga mendukung stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam berproduksi. Dalam konteks pengelolaan perekonomian makro. untuk menghadirkan alternatif jasa perbankan yang semakin lengkap kepada masyarakat Indonesia. investasi yang beretika.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang terbit tanggal 16 Juli 2008. maka diharapkan peran industri perbankan syariah dalam mendukung perekonomian nasional akan semakin signifikan. dan menghindari kegiatan spekulatif dalam bertransaksi keuangan. Secara bersama-sama. . yang mencapai rata-rata pertumbuhan aset lebih dari 65% pertahun dalam lima tahun terakhir. Dengan progres perkembangannya yang impresif. yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian kestabilan harga jangka menengah-panjang. Dengan telah diberlakukannya Undang-Undang No. serta menonjolkan aspek keadilan dalam bertransaksi. Karakteristik sistem perbankan syariah yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil memberikan alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan bagi masyarakat dan bank. sistem perbankan syariah dan perbankan konvensional secara sinergis mendukung mobilisasi dana masyarakat secara lebih luas untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan bagi sektor-sektor perekonomian nasional.

antara lain kondisi aktual industri perbankan syariah nasional beserta perangkat-perangkat terkait. perbankan Syariah nasional . seperti Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Dalam penyusunannya.KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Untuk memberikan pedoman bagi stakeholders perbankan syariah dan meletakkan posisi serta cara pandang Bank Indonesia dalam mengembangkan perbankan syariah di Indonesia. serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). berbagai aspek telah dipertimbangkan secara komprehensif. maka arah pengembangan perbankan syariah nasional selalu mengacu kepada rencanarencana strategis lainnya. selanjutnya Bank Indonesia pada tahun 2002 telah menerbitkan Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia. Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia memuat visi. Dengan demikian upaya pengembangan perbankan syariah merupakan bagian dan kegiatan yang mendukung pencapaian rencana strategis dalam skala yang lebih besar pada tingkat nasional. AAOIFI dan IIFM. dalam kondisi mulai terbentuknya integrasi dgn sektor keuangan syariah lainnya. seperti IFSB (Islamic Financial Services Board). misi dan sasaran pengembangan perbankan syariah serta sekumpulan inisiatif strategis dengan prioritas yang jelas untuk menjawab tantangan utama dan mencapai sasaran dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Dengan kata lain. regional dan internasional. yaitu pencapaian pangsa pasar perbankan syariah yang signifikan melalui pendalaman peran perbankan syariah dalam aktivitas keuangan nasional. Oleh karena itu. perbankan syariah nasional lebih diarahkan pada pelayanan pasar domestik yang potensinya masih sangat besar. Arsitektur Sistem Keuangan Indonesia (ASKI). serta tak terlepas dari kerangka sistem keuangan yang bersifat lebih makro seperti Arsitektur Perbankan Indonesia (API) dan Arsitektur Sistem Keuangan Indonesia (ASKI) maupun international best practices yang dirumuskan lembaga-lembaga keuangan syariah internasional. Pengembangan perbankan syariah diarahkan untuk memberikan kemaslahatan terbesar bagi masyarakat dan berkontribusi secara optimal bagi perekonomian nasional. trend perkembangan industri perbankan syariah di dunia internasional dan perkembangan sistem keuangan syariah nasional yang mulai mewujud. Dalam jangka pendek.

pembentukan citra baru perbankan syariah nasional yang bersifat inklusif dan universal. sistem perbankan syariah yang ingin diwujudkan oleh Bank Indonesia adalah perbankan syariah yang modern. Hanya dengan cara demikian. maka upaya pengembangan sistem perbankan syariah akan senantiasa dilihat dan diterima oleh segenap masyarakat Indonesia sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan negeri.87 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 75%. Selanjutnya berbagai program konkrit telah dan akan dilakukan sebagai tahap implementasi dari grand strategy pengembangan pasar keuangan perbankan syariah. pengembangan produk yang lebih beragam.harus sanggup untuk menjadi pemain domestik akan tetapi memiliki kualitas layanan dan kinerja yang bertaraf internasional. yang bersifat universal. maka Bank Indonesia telah merumuskan sebuah Grand Strategi Pengembangan Pasar Perbankan Syariah. Pada akhirnya. Sebuah sistem perbankan yang menghadirkan bentukbentuk aplikatif dari konsep ekonomi syariah yang dirumuskan secara bijaksana. yaitu: Penetapan visi 2010 sebagai industri perbankan syariah terkemuka di ASEAN. pemetaan pasar secara lebih akurat. dalam konteks kekinian permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia. serta strategi komunikasi baru yang memposisikan perbankan syariah lebih dari sekedar bank. fase II tahun 2009 menjadikan perbankan syariah Indonesia sebagai perbankan syariah paling atraktif di ASEAN.50 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 40%. peningkatan layanan. sebagai strategi komprehensif pengembangan pasar yg meliputi aspek-aspek strategis. terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. dengan pencapaian target asset sebesar Rp. GRAND STRATEGY PENGEMBANGAN PASAR PERBANKAN SYARIAH Sebagai langkah konkrit upaya pengembangan perbankan syariah di Indonesia. Fase III tahun 2010 menjadikan perbankan syariah . antara lain adalah sebagai berikut: 1) Menerapkan visi baru pengembangan perbankan syariah pada fase I tahun 2008 membangun pemahaman perbankan syariah sebagai Beyond Banking. dan dengan tetap memperhatikan kondisi sosio-kultural di dalam mana bangsa ini menuliskan perjalanan sejarahnya. dengan pencapaian target asset sebesar Rp.

124 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 81%. dan branding. 6) Program sosialisasi dan edukasi masyarakat secara lebih luas dan efisien melalui berbagai sarana komunikasi langsung. dengan tetap memenuhi prinsip syariah. online/web-site). Positioning baru bank syariah sebagai perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak. yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang kemanfaatan produk serta jasa perbankan syariah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. serta adanya ahli investasi keuangan syariah yang memadai. kompeten dalam keuangan dan beretika. agar . differentiation. aspek diferensiasi dengan keunggulan kompetitif dengan produk dan skema yang beragam. Sedangkan pada aspek branding adalah bank syariah lebih dari sekedar bank atau beyond banking. INVESTASI PERBANKAN SYARIAH Dalam rangka menangkap peluang dan potensi perbankan syariah yang berkembang dengan pesat di Indonesia maupun didunia internasional.Indonesia sebagai perbankan syariah terkemuka di ASEAN. elektronik. teknologi informasi yang selalu up-date dan user friendly. 3) Program pemetaan baru secara lebih akurat terhadap potensi pasar perbankan syariah yang secara umum mengarahkan pelayanan jasa bank syariah sebagai layanan universal atau bank bagi semua lapisan masyarakat dan semua segmen sesuai dengan strategi masing-masing bank syariah. transparans. dengan pencapaian target asset sebesar Rp. diperlukan adanya suatu panduan yang ringkas tetapi memuat hal-hal yang diperlukan bagi kepentingan para investor. 4) Program pengembangan produk yang diarahkan kepada variasi produk yang beragam yang didukung oleh keunikan value yang ditawarkan (saling menguntungkan) dan dukungan jaringan kantor yang luas dan penggunaan standar nama produk yang mudah dipahami. maupun tidak langsung (media cetak. 2) Program pencitraan baru perbankan syariah yang meliputi aspek positioning. 5) Program peningkatan kualitas layanan yang didukung oleh SDM yang kompeten dan penyediaan teknologi informasi yang mampu memenuhi kebutuhan dan kepuasan nasabah serta mampu mengkomunikasikan produk dan jasa bank syariah kepada nasabah secara benar dan jelas.

3 Tahun 2004 tentang Bank Indonesia. Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia.Pengaturan dan pengembangan perbankan syariah sangat penting guna menciptakan perbankan syariah yang sehat dan mempunyai kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.dapat memberikan gambaran secara singkat mengenai potensi dan mekanisme investasi ke dalam industri perbankan syariah di Indonesia. diharapkan akan memberikan informasi dan pemahaman mengenai potensi Indonesia. pada Bab I tentang Informasi Umum akan dijelaskan mengenai . Untuk itu. Bank Indonesia turut aktif dalam lingkup internasional terkait keuangan dan perbankan syariah. Selain itu. Adanya kesenjangan tersebut merupakan peluang bagi para investor baik dalam maupun luar negeri untuk berperan dalam industri perbankan syariah di Indonesia. sesuai dengan UU No. adalah merupakan potensi pasar perbankan syariah yang menjanjikan. dan mekanisme serta persyaratan yang diperlukan bagi investor potensial untuk dapat masuk kedalam industri perbankan syariah di Indonesia. Dengan tujuan inilah. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dan UU No. Informasi Umum Buku Panduan Investasi Perbankan Syariah ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai potensi dan mekanisme masuk kedalam industri perbankan syariah di Indonesia. 23 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. I. Bank Indonesia akan memfasilitasi para pihak yang berkeinginan memanfaatkan peluang untuk masuk dalam industri perbankan syariah yang sedang berkembang pesat di Indonesia. dengan pertumbuhan perbankan syariah Indonesia yang diatas 65 % pada 4 tahun terakhir dan penduduk muslim di Indonesia yang merupakan 85% dari 220 juta penduduk Indonesia. diamanatkan untuk mengatur dan turut mengembangkan perbankan syariah di Indonesia. Dalam rangka pengaturan dan pengembangan perbankan syariah. Panduan Investasi Perbankan Syariah disusun oleh Bank Indonesia. khususnya dalam keadaan masih adanya kesenjangan (gap) antara potential demand akan produk dan jasa perbankan syariah dengan ketersediaan layanan perbankan syariah dari sisi supply. Dengan adanya Panduan Investasi Perbankan Syariah ini.dengan keikutsertaan dalam berbagai organisasi keuangan dan perbankan syariah internasional.

A. dan saat ini merupakan salah satu negara penghasil kelapa sawit (CPO) terbesar di dunia. gas alam . serta meliputi luas daratan sekitar 2 juta kilometer persegi dan dengan wilayah lautan lebih dari dua kali luas daratannya. membahas mengenai persyaratan pengurus. Selanjutnya pada Bab III akan diuraikan mengenai mekanisme kepemilikan bank umum syariah melalui pembelian saham bank. perbankan dan perbankan syariah di Indonesia. batubara dan emas. dan pembukaan kantor cabang syariah di bank umum konvensional Indonesia. Sedangkan pada Bab IV.508 yang membentang sepanjang 5. perkembangan dan potensi dari Indonesia. minyak mentah. Dalam hal perdagangan luar negeri dengan dunia internasional. timah. Indonesia juga memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah dimana termasuk didalamnya adalah produk pertanian.760 kilometer dari Utara ke Selatan. Indonesia juga adalah negara produsen/pengekspor gas sekitar 20% dari total volume dunia pada tahun 2002. Indonesia : gambaran secara umum Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan terbesar didunia dengan jumlah pulau lebih dari 17. Bab II akan membahas mengenai tata cara masuk kedalam industri perbankan syariah di Indonesia berupa : pendirian bank baru. konversi & akuisisi. India dan Amerika Serikat.termasuk didalamnya untuk Tenaga Kerja Asing. dan merupakan Negara keempat terbanyak jumlah penduduknya didunia setelah Cina. pejabat eksekutif dan Dewan Pengawas Syariah di perbankan syariah . Indonesia . Pada bab-bab selanjutnya akan dijelaskan mengenai hal-hal apa yang diperlukan bagi para investor dalam mengetahui dan memahami secara ringkas tentang mekanisme dan persyaratan masuk kedalam industri perbankan syariah di Indonesia.informasi secara umum tentang kondisi. Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 220 juta (populasi muslim 85%) pada tahun 2006 yang merupakan Negara berpenduduk muslim terbesar didunia. Untuk dapat menggambarkan luas wilayah Indonesia ini. Akhirnya pada Bab V akan memberikan informasi mengenai penempatan maupun penyaluran dana di perbankan syariah di Indonesia.120 kilometer dari Barat ke Timur dan 1. Selain dari jumlah penduduk yang besar dan merupakan pasar potensial bagi berbagai produk dan industri. bisa diperbandingkan bahwa bentangan wilayah Indonesia hampir sama dengan bentangan dari wilayah pantai barat Amerika sampai dengan pantai timur Amerika atau kalau di Eropa hamper menyamai wilayah dari mulai Britania Raya sampai dengan Turki. pembukaan kantor cabang/kantor perwakilan bagi bank asing.

1967 ± 2004 No 1 2 3 4 5 Negara Jepang United Kingdom Singapura Hong Kong Taiwan Proyek 1.07 miliar.923 miliar.663.010 Nilai (US$ Miliar) 36. B.80 miliar dan pengeluaran impor sebesar US $ 61.016. Terjaganya kestabilan makroekonomi memberikan ruang bagi perekonomian untuk tumbuh dengan tren membaik sehingga untuk keseluruhan tahun 2006 pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP) riil mencapai 5.73 miliar pada tahun 2006 yang terdiri dari penerimaan ekspor sekitar US $ 100.315 proyek dan nilai sebesar US$ 163.642. Di tengah berlangsungnya penyesuaian ketidakseimbangan perekonomian global dan menurunnya daya beli masyarakat pascakenaikan harga bahan bakar minyak.937 13.465.0 15.  Perkembangan Investasi Asing di Indonesia Investasi asing di Indonesia selama kurun waktu 38 tahun terakhir didominasi oleh 10 besar negara investor utama yang porsinya mencapai 72% dari sisi jumlah proyek dibandingkan dengan total proyek seluruh investasi asing.mengalami surplus perdagangan sekitar US$ 39.8 30. perekonomian Indonesia tahun 2006 secara gradual mengalami perbaikan. Secara kumulatif 10 negara investor terbesar selama kurun waktu 38 tahun mencapai jumlah 9. Tabel 10 Negara Investor Utama.5%(yoy). Tingkat inflasi yang pada awalnya sangat tinggi berangsur menurun mencapai 6.40 milyar dengan GDP/capita sebesar US$1.8 . dan 60% dari sisi nilai investasi dibandingkan seluruh nilai investasi asing pada kurun waktu tersebut.685 483 1. atau berada di bawah sasaran. Perekonomian dan Perbankan Perekonomian Indonesia telah berhasil melewati berbagai tekanan yang cukup berat.6%(yoy).4 20.496. atau secara nominal mencapai US$370. dan nilai tukar rupiah bergerak stabil dengan kecenderungan menguat.535 694 1. Investasi asing ini adalah diluar investasi dibidang perminyakan & gas serta dibidang perbankan & jasa keuangan. sehingga tahun 2006 ditandai sebagai tahun kestabilan makroekonomi.

Selain daripada kepemilikan saham di bank umum syariah Indonesia. tetapi seiring berjalannya waktu dan perbaikan iklim industri perbankan di Indonesia mengakibatkan telah terjadinya perubahan peta kepemilikan perbankan di Indonesia. Bank Muamalat Indonesia (BMI). Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri perbankan Indonesia menarik bagi investasi asing.5% (2006).8 8. sementara untuk bank swasta nasional bukan devisa meningkat dari 0. permintaan domestic diprakirakan . Sehubungan dengan divestasi yang dilakukan oleh pemerintah setelah sebelumnya pada krisis ekonomi sebagian besar bank di Indonesia dimiliki pemerintah sebagai konsekuensi penerbitan obligasi rekapitalisasi perbankan oleh pemerintah dalam menolong perbankan Indonesia.821 281 640 611 10.6 Sedangkan investasi atau kepemilikan asing di industry perbankan Indonesia pada tahun 2006 ditandai dengan meningkatnya kepemilikan asing pada beberapa bank swasta nasional.185.019.  Prospek Indikator Makroekonomi Utama Indonesia Kinerja perekonomian Indonesia pada 2007 diprakirakan akan semakin baik.0% dan investor terbesar kedua adalah Boubyan Bank Kuwait sebesar 21.6 7 8 9 10 USA Korea Selatan Jerman Malaysia Australia 555 1. kehadiran investor asing di perbankan syariah Indonesia juga ditandai dengan adanya kantor cabang bank asing yang membuka pelayanan perbankan syariah di Indonesia yaitu HSBC Amanah Syariah. Dengan dukungan kestabilan makroekonomi yang terjaga.0% (2005) menjadi 3. kepemilikan asing pada perbankan syariah di Indonesia hanya terdapat pada 1 bank umum syariah saja yaitu PT.721. Sementara itu.8 10. dari 3 bank umum syariah yang ada di Indonesia.1 9.3%. Jumlah kepemilikan bank asing di bank umum swasta nasional devisa meningkat dari 31. Dimana pada tahun 2006 porsi kepemilikan asing di BMI adalah mencapai lebih dari 49%.018.419.8 9. serta implementasi berbagai agenda kebijakan Pemerintah dalam rangka perbaikan iklim investasi dan proyek infrastruktur.0% (2005) menjadi 46. tingkat suku bunga yang semakin rendah. dengan porsi terbesar adalah Islamic Development Bank (IDB) sebesar 28.4% (2006).

serta nilai tukar rupiah yang stabil pada kisaran Rp. Peningkatan pertumbuhan ekonomi yang pada awalnya terutama didorong oleh konsumsi secara perlahan akan didukung pula oleh peningkatan investasi swasta.9. Struktur pertumbuhan ekonomi akan lebih berimbang dengan meningkatnya peran investasi sebagai sumber pertumbuhan. Hasil survei dan beberapa indikator lainnya memberikan indikasi penguatan kegiatan investasi ke depan.7%-6. sehingga investasi diprakirakan akan terjadi terutama di sektor-sektor ekonomi yang penggunaan kapasitas produksinya meningkat yaitu pada sektor industri logam dasar besi dan baja.00 ± Rp.akan meningkat. terbagi dua menjadi bank konvensional dan bank syariah. Selain didorong oleh semakin kuatnya keyakinan pelaku ekonomi terhadap prospek perekonomian dan prakiraan peningkatan investasi swasta langsung. dan pencapaian stabilitas sistem keuangan. sedangkan dari karakteristik perbankan.10 Tahun1998).500. bank umum dapat dibagi menjadi : bank milik pemerintah bank swasta .000. juga disumbang oleh kontribusi positif penurunan inflasi yang diprakiraan akan mencapai kisaran 5. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan (yang telah dirubah dengan UU No.  Industri Perbankan Sistem perbankan di Indonesia memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran sistem pembayaran.3% atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi 2006 yang mencapai 5.00. baik asing maupun domestik. Perbankan di Indonesia saat ini terdiri dari 130 bank umum komersial (termasuk 3 bank umum syariah). Dasar hukum operasi sistem perbankan Indonesia adalah berdasarkan UU No. industry telekomunikasi dan sektor infrastruktur. perbankan di Indonesia terdiri dari bank umum dan bank perkreditan rakyat(BPR). Sementara pertumbuhan ekonomi 2007 diprakirakan mencapai 5.0% .5%(yoy).7. 9.0%. Sedangkan dari sisi kepemilikan. Akselerasi kegiatan ekonomi diprakirakan akan semakin kuat sejalan dengan prakiraan peningkatan investasi swasta dan realisasi belanja modal Pemerintah yang semakin besar. Hal ini didorong oleh adanya kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas produksi yang semakin besar pada 2007. transmisi kebijakan moneter. dan didominasi oleh 15 bank utama yang menguasai lebih dari 70% pasar dari total aset bank nasional. Secara kelembagaan.

Selain itu. 7 Tahun 1992 (yang telah dirubah dengan UU No. diperlukan satu sistem pengaturan dan pengawasan yang baik. Perbankan Syariah di Indonesia  Kebijakan Pengembangan Payung hukum adanya perbankan syariah di Indonesia. 23 Tahun 1999 (yang telah dirubah dengan UU No. berupa penguatan struktur permodalan bank umum dan konsolidasi perbankan. juga menjadi dasar bagi Bank Indonesia untuk dapat mengawasi dan mengatur perbankan termasuk didalamnya perbankan syariah dan menyediakan instrument bank sentral yang memenuhi prinsip syariah. diperlukan juga adanya jaringan pengaman keuangan.3 Tahun 2004) tentang Bank Indonesia. memberikan kesempatan bagi berkembangnya secara pesat sektor perbankan syariah di Indonesia. Untuk menciptakan sistem perbankan yang sehat dan efisien. sehingga diharapkan dalam waktu 10 ± 15 tahun kedepan jumlah bank umum yang ada akan menjadi 60 ± 70 bank. Bank Indonesia melakukan review dan penyesuaian ketentuan (bila diperlukan) antara lain terkait permodalan. Kemudian. restrukturisasi pinjaman. telah terakomodasi dalam UU No. selain sistem pengaturan dan pengawasan yang efektif. Sedangkan kebijakan perbankan diarahkan pada penguatan struktur perbankan. dengan menyajikan alternatif instrumen . dan batas maksimum pemberian kredit. Bank Indonesia secara kontinyu mengembangkan kebijakan pengaturan dan pengawasan bank berdasarkan Basel Core Principles (BCPs).- bank pembangunan daerah bank kepemilikan asing dan bank campuran. dimana Bank Indonesia berfungsi sebagai ³lender of the last resort´. Berkenaan dengan hal tersebut. adanya potensi jumlah penduduk muslim Indonesia yang mencapai 85% dari 220 juta penduduk Indonesia. Dalam rangka memelihara sistem perbankan yang sehat. C. Dimana dalam memenuhi persyaratan 25 BCPs. penyisihan penghapusan aktiva. aktiva produktif. Pemerintah dan Bank Indonesia telah menyusun kerangka jaring pengaman keuangan. Jaringan pengaman keuangan adalah hal utama penunjan stabilitas sistem keuangan. adanya UU No.10 Tahun 1998) tentang Perbankan yang mengakomodasi adanya dual banking system di Indonesia.

Bentuk konkret langkah pengembangan perbankan syariah jangka panjang yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia adalah dengan menyusun Cetak Biru Perbankan Syariah (sampai dengan tahun 2015) yang memuat inisiatif jangka pendek maupun menengah dan jangka panjang. yang juga telah diaplikasikan untuk hal-hal tertentu kedalam ketentuan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Dalam rangka menangkap kesempatan tersebut. yang juga diharapkan dapat menunjang pembangunan ekonomi secara berkelanjutan dan kesejahteraan social masyarakat dan ekonomi Indonesia.keuangan dan perbankan kepada nasabah muslim Indonesia. saat ini Dewan Perwakilan Rakyat sedang membahas penyelesaian RUU Perbankan Syariah. RUU Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan paket RUU Perpajakan yang mengatur didalamnya tentang transaksi keuangan syariah. atau Accounting. . Majelis Ulama Indonesia telah membentuk Dewan Syariah Nasional (DSN) sebagai satu-satunya pihak/ lembaga yang bisa mengeluarka fatwa terkait instrument keuangan syariah di Indonesia dan juga menetapkan Dewan Pengawas Syariah (DPS) di bank dalam rangka meyakini operasional. Dalam hal infrastruktur untuk pemenuhan prinsip syariah. Auditing and Organization For Islamic Financial Institution (AAOIFI). Bank Indonesia juga terlibat dalam organisasi keuangan syariah internasional seperti Islamic Financial Services Board (IFSB). yang searah dengan Arsitektur Perbankan Indonesia 2004 ±2015. Pengembangan perbankan syariah di Indonesia harus tetap dilakukan dalam koridor kehati-hatian dan pemenuhan prinsip syariah. produk dan jasa bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah telah memenuhi prinsip syariah. Selain melakukan berbagai langkah di dalam negeri terkait pengembangan dan penyediaan prasarana infrastruktur syariah. Untuk dapat lebih mengembangkan keuangan dan perbankan syariah di Indonesia dan lebih dapat menarik investor asing. Keterlibatan Bank Indonesia tersebut adalah dengan berperan aktif melalui working group yang membahas mengenai Guidance for Islamic Financial Institutions. Bank Indonesia sebagai bank sentral mengembangkan sektor ini. Dimana paradigma kebijakan yang diambil antara lain berdasarkan : (i) market driven approach (ii) gradual approach (iii) fairtreatment.

8%.9%. Bank Indonesia memiliki program akselerasi perbankan syariah. Lalu dari segi pangsa kredit/pembiayaan perbankan di Indonesia.4% (Oktober 2006) dari total kredit/pembiayaan perbankan nasional. Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) Perbankan syariah telah tumbuh secara signifikan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 39.8% yoy (Okt¶2005 ± Okt¶2006). Hal ini menunjukkan bahwa fokus penyediaan dana perbankan syariah adalah lebih banyak ditujukan kepada kredit/pembiayaan dibanding jenis penyediaan dana lainnya. walaupun asset perbankan syariah hanya sebesar 1. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut. Bank Indonesia mengharapkan aset perbankan syariah akan meningkat menjadi 5% pada akhir tahun 2008. berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Bank Indonesia pada ± sepertiga dari wilayah kabupaten/kotamadya di Indonesia menunjukkan bahwa ± 42% wilayah berkategori cukup potensial sampai dengan potensial untuk perbankan syariah. Dilihat dari potensi dan prospek kedepannya. Perkembangan dan Prospek Perbankan syariah di Indonesia telah tumbuh dan berkembang diatas 65 % berdasarkan compounded annual growth rate (CAGR) pada 4 tahun terakhir dan pangsa pasarnya pada tahun 2006 mencapai 1. serta lebih dari 85% responden menyatakan setuju terhadap penerapan sistem bagi hasil (prinsip syariah) dalam perbankan di Indonesia. yaitu sebagai berikut : . dibandingkan pertumbuhan perbankan nasional hanya sebesar 9.8% yoy (Okt¶2005 ± Okt¶2006).5 % dari total perbankan nasional pada akhir tahun 2006. dibandingkan perbankan nasional yang memiliki rata-rata pertumbuhan sebesar 11. dan diharapkan akan menjadi sekitar 9 ± 10 % dari total aset perbankan nasional pada tahun 2011. dari sisi aset perbankan syariah telah mengalami pertumbuhan yang signifikan yaitu sebesar 32. namun pangsa pembiayaan perbankan syariah mencapai sekitar 2.60 % dari total asset perbankan nasional.Program peningkatan edukasi kepada masyarakat yang lebih intensif tentang perbankan syariah untuk meningkatkan ketertarikan dan pemahaman masyarakat . Sementara perkembangan perbankan syariah pada kurun waktu setahun terakhir yaitu periode 2005 ± 2006.  Program Akselerasi (2007-2008) Mempertimbangkan pertumbuhan yang pesat dan potensi dari perbankan syariah di Indonesia.

Pendirian Bank Umum Syariah y Kepemilikan : bank umum syariah dapat dimiliki oleh pihak domestik atau pihak asing. Bank Indonesia telah mempunyai pedoman dan persyaratan yang diperlukan bagi para pihak yang berkepentingan (dalam hal ini para investor dan pemilik modal) dalam rangka melakukan investasi disektor perbankan tersebut. dan harus dimiliki oleh paling kurang 2 pihak yang terdiri dari warga negara Indonesia (WNI) atau badan hukum Indonesia (BHI).Bank Indonesia akan secara aktif berpartisipasi dalam mendorong masuknya investasi asing melalui instrumen keuangan syariah. Pihak asing dapat diartikan sebagai warga negara asing dan/ atau badan hokum asing. A. TATA CARA MASUK KE DALAM INDUSTRI PERBANKAN SYARIAH Berkenaan dengan upaya menyediakan layanan transaks perbankan syariah kepada masyarakat di Indonesia melalui institus perbankan dengan menarik investasi para pemilik modal di sekto perbankan. y Modal disetor minimum : Rp. y Berbadan hukum Indonesia. atau warga negara asing/badan hukum asing dengan WNI/BHI secara kemitraan. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai cara yaitu : (1) pendirian bank umum syariah baru (2) pembukaan kantor cabang dan kantor perwakilan bank asing di Indonesia (3) konversi bank umum konvensional menjadi bank umum syariah.Bank Indonesia akan melakukan evaluasi terhadap produk dan jasa pelayanan perbankan syariah dan mendorong perluasan outlet pelayanan syariah untuk lebih memudahkan masyarakat luas dalam mendapatkan pelayanan transaksi perbankan syariah. y Bank didirikan dengan izin/persetujuan Bank Indonesia (BI).dan melalui dua tahapan proses : .terhadap keuangan dan perbankan syariah. . II. . 1 triliun (equivalent dengan US$ 110 juta). Kepemilikan pihak asing bias mencapai setinggi-tingginya sebesar 99%. termasuk apabila didahului dengan proses akuisisi bank (4) membentuk Unit Usaha Syariah dan membuka kantor cabang syariah di bank umum konvensional.

rencana struktur organisasi.akta pendirian badan hukum.bukti setoran sebesar 30% (tiga puluh perseratus) dari modal disetor minimum . yang memuat anggaran dasar yang disahkan instansi berwenang . y Permohonan untuk mendapatkan izin usaha diajukan kepada Gubernur BI.pedoman manajemen risiko.pedoman manajemen risiko.rencana struktur organisasi. yaitu persetujuan untuk melakukan persiapan pendirian bank (ii) izin usaha.sistem dan prosedur kerja . dan apabila disetujui maka berlaku untuk jangka waktu 360 hari. dengan disertai dokumen : . dan IT system .rencana kerja (business plan) tahun pertama yang memuat antar lain studi kelayakan dan rencana kegiatan usaha .rencana strategis jangka menengah dan jangka panjang .data kepemilikan bank .rencana strategis jangka menengah dan jangka panjang . internal control. y Permohonan persetujuan prinsip diajukan calon pemilik kepada Gubernur BI.(i) persetujuan prinsip.surat pernyataan dari calon pemilik bank yang menyatakan bahwa setoran modal tidak berasal dari sumber dana yang dilarang oleh ketentuan BI y Persetujuan atau penolakan terhadap permohonan persetujuan prinsip diberikan paling lambat 60 hari setelah dokumen diterima lengkap.daftar susunan Direksi dan Komisaris . yaitu izin yang diberikan untuk melakukan kegiatan usaha bank setelah persiapan pendirian Bank selesai dilakukan. disertai dokumen : . dan personalia .rancangan akta pendirian badan hokum . dan IT system .data calon anggota Direksi. Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah .rencana kerja (business plan) tahun pertama .data kepemilikan bank . dan personalia . internal control.

y Bank yang telah mendapat izin usaha wajib melakukan kegiatan usaha perbankan paling lambat 60 hari sejak tanggal izin usaha dikeluarkan. Bank Indonesia juga melakukan Fit and Proper kepada calon Direksi.bukti kesiapan operasional. dan melaporkan pelaksanaan kegiatan usaha tersebut kepada Bank Indonesia paling lambat 10 hari setelah tanggal pelaksanaan kegiatan operasional. y Persetujuan atau penolakan atas permohonan izin usaha diberikan paling lambat 60 hari setelah dokumen diterima lengkap. Pembukaan Kantor Cabang dan Kantor Perwakilan Bank Asing . B. Komisaris maupun Dewan Pengawas Syariah bank. y Dalam rangka memberikan persetujuan.bukti pelunasan modal disetor minimum . y Bank yang telah mendapat izin usaha dari Gubernur Bank Indonesia wajib mencantumkan secara jelas kata ³Syariah´..surat pernyataan dari pemilik bank bahwa pelunasan modal disetor tidak berasal dari sumber dana yang dilarang oleh BI.sistem dan prosedur kerja . a.l berupa : Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful