You are on page 1of 8

Hubungan Pengetahuan, Sikap, Praktik Ibu dengan Karies Gigi

Murid Usia 5 Tahun di Pondok Labu Tahun 2013

Siti Nurbayani, Pudentiana Reno Enggarwati
Dosen Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes KemenKes Jakarta I
Email : roro_okechoi@yahoo.com

Abstrak the relationship between mother’s knowledge,
attitude and practice about tooth healthy
Karies gigi adalah penyakit yang disebabkan oleh maintenance with dental caries status of 5 years
banyak faktor. Faktor utama adalah interaksi antara old PAUD students at Pondok Labu South Jakarta.
host (gigi dan saliva), mikroorganisme (plak), The design of research used cross sectional, with
substrat (karbohidrat) dan waktu. Faktor 122 random samples of 5 years old PAUD students
predisposisi lain yang turut berkontribusi and their mothers. Data of mother’s knowledge,
diantaranya adalah pengetahuan, sikap dan praktik attitude and practice about tooth healthy
yang berhubungan pemeliharaan kesehatan gigi. maintenance are collected through interview by
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan questionnaire. Data of dental caries status
pengetahuan, sikap dan praktik ibu dalam collected by doing tooth examination using the
memelihara kesehatan gigi anak dengan status dental examiner equipments and noted in the
karies gigi susu pada murid PAUD usia 5 tahun di examination form of dental caries status. The result
kelurahan Pondok Labu Jakarta Selatan. Disain of the research shown 68,5% students having
penelitian yang digunakan adalah cross sectional caries. 83,9% mothers having good knowledge,
dengan jumlah sampel sebanyak 122 murid dan 54% having good attitude and 69,4% having good
ibunya. Data variabel pengetahuan, sikap dan practice in tooth healthy maintenance of their
praktik dikumpulkan melalui wawancara children. There were no significant relationship
menggunakan kuesioner. Variabel status karies gigi between mother’s knowledge, attitude and practice
susu dikumpulkan dengan melakukan pemeriksaan about tooth healthy maintenance with dental caries
gigi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak status of their children. The researcher suggest to
68,5% murid telah mengalami karies pada gigi mother to maintenance their children’s tooth
susunya, 83,9% ibu memiliki pengetahuan yang healthy since their teeth erupt and need to develop
baik, 54% ibu memiliki sikap yang baik serta UKGS activities at each PAUD with participate of
69,4% ibu memiliki praktik yang baik dalam the teachers and parents to became miter in
memelihara kesehatan gigi anaknya, namun dari uji realization of UKGS at schools.
statistik diperoleh tidak ada hubungan yang Keywords : dental caries, knowledge, attitude,
bermakna antara variabel pengetahuan, sikap dan practice, mother.
praktik ibu dalam memelihara kesehatan gigi anak
dengan karies gigi susu anak. Disarankan agar ibu
lebih memperhatikan lagi kesehatan gigi anaknya Pendahuluan
sejak gigi mulai tumbuh selain itu perlu diadakan
Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) disetiap Kesehatan gigi dan mulut merupakan
PAUD dengan mengikut sertakan guru dan orang bagian integral dari kesehatan secara
tua sebagai mitra dalam pelaksanaan UKGS di keseluruhan. Kesehatan gigi merupakan salah
setiap sekolah. satu komponen kesehatan secara menyeluruh
Kata kunci : Karies gigi, pengetahuan, sikap, dan tidak dapat diabaikan karena ikut
praktik, ibu mempengaruhi tumbuh kembang anak yang
sempurna dalam mewujudkan manusia sehat,
Abstract cerdas dan produktif serta mempunyai daya
juang yang tinggi5. Salah satu masalah dalam
Dental caries is a kind of disease caused by many kesehatan gigi adalah karies gigi. Karies gigi
factors. The primary factors is interaction between adalah penyakit yang disebabkan oleh banyak
host (tooth and saliva), microorganism (plaque), faktor. Faktor utama adalah interaksi antara
substrate (carbohydrate) and time. Other factors host (gigi dan saliva), mikroorganisme (plak),
with contribute to the dental caries are knowledge, substrat (karbohidrat) dan waktu10. Selain
attitude and practice about tooth healthy faktor-faktor yang ada di dalam mulut yang
maintenance .This research objective is to find out
langsung berhubungan dengan karies terdapat

60

Analisis Univariat pertumbuhan dan perkembangan anak. Jumlah sampel dapat merubah perilaku individu terhadap dihitung berdasarkan rumus besar sampel uji kesehatan gigi dan mulutnya. Menurut WHO11. Adapun pertanyaan pada penelitian ini adalah Bagaimana hubungan . sikap dan praktek peneliti ingin mengkaji hubungan antara ibu dalam memelihara kesehatan gigi anak). faktor risiko menggunakan metode simple random perilaku yang dapat mempengaruhi kesehatan sampling. dimana peran ibu sangat menentukan dalam 1. Metode pemilihan sampel akan berhasil. dimaksudkan untuk melihat hubungan antara diantaranya konsumsi gula. Salah satu faktor utama yang anak).2% 4 . sikap dan variabel yang diteliti yaitu variabel dependen perilaku ibunya 12. karena tanpa Labu Cilandak Jakarta Selatan. Karies gigi merupakan penyakit gigi kelurahan Pondok Labu Jakarta Selatan Tahun yang paling banyak ditemukan.Hubungan Pengetahuan. Pada tahun 2011. (status karies gigi susu anak) dan variabel Berdasarkan latar belakang di atas. Pengaruh paling kuat pada Hasil masa tersebut adalah dari ibunya. pengetahuan. sikap dan praktik ibu dalam berhubungan yang disebut faktor risiko luar memelihara kesehatan gigi anak dengan status yaitu antara lain pengetahuan. niscaya segala hipotesis beda dua proporsi1 sebanyak 122 upaya untuk melakukan perawatan gigi tidak murid dan ibunya. sikap variabel bebas (pengetahuan. Karies memelihara kesehatan gigi anak dengan status gigi susu pada anak bisa berdampak serius. cara pemeriksaan karies gigi anak yang dicatat Anak pra sekolah masih sangat pada kartu pemeriksaan dan kuesioner untuk tergantung pada pemeliharaan dan bantuan ibunya. Demikian juga keadaan kesehatan gigi dan Analisis univariat dilakukan untuk mulut anak pra sekolah masih sangat menggambarkan karakteristik masing-masing ditentukan oleh pengetahuan. Siti Nurbayani dkk. sikap serta praktik ibu dalam Gambaran karakteristik masing-masing memelihara kesehatan gigi anak dengan status variabel adalah sebagai berikut : karies gigi anak. Petugas pengumpul data dalam gigi dan mulut antara lain adalah praktik penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut9. Sikap… 61 juga faktor-faktor yang tidak langsung pengetahuan. sikap dan karies gigi anak pada murid PAUD praktik yang berhubungan dengan kesehatan (Pendidikan Anak Usia Dini) usia 5 tahun di gigi12. pengetahuan. Populasi dalam penelitian ini seluruh mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut murid PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) penduduk di negara berkembang adalah sikap usia 5 tahun dan ibunya di kelurahan Pondok dan perilaku2. meliputi 2013. Perilaku penting. sikap dan praktik ibu dalam berlanjut dapat menjadi lebih parah. Penelitian ini bertujuan untuk semua usia dan lapisan masyarakat yang jika mengindentifikasi hubungan antara tidak diketahui sejak dini dan dibiarkan pengetahuan.Tingginya prevalensi karies potong lintang (cross-sectional) yang gigi dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Metode Prevalensi karies gigi susu pada anak balita cukup tinggi. karies gigi anak pada murid PAUD Anak menjadi sulit makan dan lebih suka (Pendidikan Anak Usia Dini) usia 5 tahun di minum susu atau makanan lunak. orang dewasa. Hal tersebut kelurahan Pondok Labu Jakarta Selatan Tahun membuat anak berisiko kekurangan asupan 2013. angka Penelitian ini merupakan penelitian kejadian karies anak usia 3-5 tahun di Jakarta deskriptif analitik dengan pendekatan disain sebesar 81. sikap dan praktik dan perilaku dalam pemeliharaan kesehatan ibu) dan variabel terikat (Status karies gigi gigi. independen (pengetahuan. gizi seimbang yang dibutuhkan pada masa pertumbuhan4.

5 No. gigi anak. maka dapat disimpulkan tidak ada status karies gigi susu anak diketahui bahwa perbedaan proporsi status karies gigi susu ada 35 (33.Karies 85 68.5 124 100 Tabel 2 menunjukkan hasil analisis gigi susunya.Baik 104 83.5 .029 0.1 Sikap Ibu .4% memiliki anak saja yang tidak mengalami karies pada praktik yang baik dalam memelihara kesehatan gigi susunya (bebas karies). 54% karies pada gigi susunya dan hanya 31.Kurang 38 30.9 .Kurang 57 46 Praktik Ibu .5% memiliki sikap yang baik dan 69.5 Pengetahuan Ibu .346 (0. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Variabel Jumlah Persentase Status Karies Gigi Anak . Hal.Tidak Karies 39 31.0 16 80.5%) telah mengalami memiliki pengetahuan yang baik.346.Baik 67 54 . Analisa Bivariat Distribusi Responden Menurut Pengetahuan Ibu dengan Status Karies Gigi Susu Pada Murid PAUD usia 5 tahun di Kelurahan Pondok Labu Jakarta Selatan Tahun 2013 Status Karies Pengetahuan Ibu Gigi Susu Total OR P Value Tidak Karies (95% CI) Karies n % N % N % Baik 35 33.529) Kurang Baik 4 20.Baik 86 69.6 Tabel 1 menunjukkan sebagian besar Sebagian besar responden ibu (83.0 20 100 Jumlah 39 31.9%) responden anak (68.7%) ibu dengan pengetahuan baik antara ibu yang mempunyai pengetahuan baik mempunyai anak yang tidak karies pada gigi dan ibu yang mempunyai pengetahuan yang susunya.Kurang 20 16.3 104 100 2. Hasil uji statistik diperoleh nilai hubungan antara pengetahuan ibu dengan p = 0.4 . Tabel 2. .5 85 68.631-6. 2. 1 November 2014. 1-66 Tabel 1.7 69 66. sedangkan diantara ibu dengan kurang baik (tidak ada hubungan yang pengetahuan kurang baik ada 4 (20%) ibu signifikan antara pengetahuan ibu dengan yang mempunyai anak yang tidak karies pada status karies gigi susu anak). 62 Jurnal Health Quality Vol.

Hasil penelitian yang mempunyai praktik yang kurang baik (tidak melibatkan 122 responden anak dan ibunya .146 0. Siti Nurbayani dkk.086 (0.1 61 70.703 0.2 67 100 2.5 124 100 Tabel 4 menunjukkan hasil analisis hubungan ada hubungan yang signifikan antara praktik antara praktek ibu dengan status karies gigi ibu dengan status karies gigi susu anak).5 85 68.9 86 100 0.Hubungan Pengetahuan. hubungan antara sikap ibu dengan status karies maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan gigi susu anak dimana diketahui bahwa ada 26 proporsi status karies gigi susu antara ibu yang (38. susu anak dimana diketahui bahwa ada 25 (29.8 24 63.8%) ibu dengan sikap baik mempunyai mempunyai sikap baik dan ibu yang anak yang tidak karies pada gigi susunya.8 41 61.086. pengetahuan.516. mempunyai sikap yang kurang baik (tidak ada sedangkan diantara ibu dengan sikap kurang hubungan yang signifikan antara sikap ibu baik ada 13 (22.5 85 68. Distribusi Responden Menurut Sikap Ibu dengan Status Karies Gigi Susu Pada Murid PAUD usia 5 tahun di Kelurahan Pondok Labu Jakarta Selatan Tahun 2013 Status Karies Sikap Ibu Gigi Susu Total OR P Value Tidak Karies Karies (95% CI) N % N % N % Baik 26 38.2 57 100 Jumlah 39 31. Sikap… 63 Tabel 3. sedangkan diantara ibu dengan praktik kurang Tujuan penelitian ini untuk baik ada 14 (36.8%) ibu yang mempunyai mengidentifikasi hubungan antara anak yang tidak karies pada gigi susunya. memelihara kesehatan gigi anak dengan status maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan karies gigi anak usia 5 tahun di PAUD proporsi status karies gigi susu antara ibu yang kelurahan Pondok Labu Cilandak Jakarta mempunyai praktik baik dan ibu yang Selatan tahun 2013.574) Kurang Baik 14 36. sikap dan praktik ibu dalam Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0.1%) ibu dengan praktik baik mempunyai Pembahasan anak yang tidak karies pada gigi susunya.5 124 100 Tabel 3 menunjukkan hasil analisis Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0.8%) ibu yang mempunyai dengan status karies gigi susu anak).2 38 100 Jumlah 39 31. anak yang tidak karies pada gigi susunya.730) Kurang Baik 13 22.8 44 77. Distribusi Responden Menurut Praktik Ibu dengan Status Karies Gigi Susu Pada Murid PAUD usia 5 tahun di Kelurahan Pondok Labu Jakarta Selatan Tahun 2013 Status Karies Praktek Ibu Gigi Susu Total OR P Value Tidak Karies Karies (95% CI) N % N % N % Baik 25 29. Tabel 4.314-1.974-4.516 (0.

Fungsi hubungan yang signifikan antara sikap ibu pelayanan asuhan kesehatan gigi terutama dengan status karies gigi susu anak. hasil yang status karies gigi anaknya.346. Mengenai hasil hubungan yang tidak paling kuat dalam masa tersebut adalah dari bermakna ini menurut peneliti karena sikap ibu ibunya. juang yang tinggi. Pelaksanaan upaya promotif dan merupakan reaksi tertutup. pengetahuan akan lebih langgeng daripada . dalam praktik sehari-hari. berkesinambungan melalui upaya-upaya cerdas dan produktif serta mempunyai daya promotif. maupun orang tua dalam upaya menekan sehingga dapat disimpulkan tidak ada angka karies di masa mendatang. Hal.5%) telah mengalami karies pada gigi pengetahuan8. 1-66 menggambarkan bahwa sebagian besar anak perilaku yang tidak didasari oleh (68. Perilaku yang didasari kelurahan Pondok Labu Jakarta Selatan. PAUD usia 5 tahun di kelurahan Pondok Labu Puskesmas Pondok Labu. menyeluruh dan tidak dapat diabaikan karena sehingga pengetahuan ibu tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut ikut mempengaruhi memelihara kesehatan gigi dan mulut anak tumbuh kembang anak yang sempurna sejak dini perlu ditingkatkan lagi secara bertujuan untuk mewujudkan manusia sehat. Sikap promotif dan preventif kepada murid-murid merupakan kesiapan atau kesediaan untuk PAUD melalui Usaha Kesehatan Gigi Sekolah bertindak dan belum merupakan suatu supaya lebih ditingkatkan lagi untuk menekan tindakan atau aktivitas. tahun 2010. akan tetapi merupakan terjadinya karies sejak anak duduk di bangku predisposisi suatu perilaku. pihak sekolah Jakarta Selatan diperoleh nilai p = 0. Pengetahuan atau mulut anak merupakan salah satu faktor kognitif merupakan domain yang sangat predisposisi yang penting dalam upaya penting dalam membentuk tindakan seseorang pencegahan karies pada murid-murid PAUD di (overt behavior). 64 Jurnal Health Quality Vol. baik Sudin Kesehatan Jakarta Selatan. Namun pengetahuan Namun hasil ini lebih baik dari angka kejadian ibu yang benar tentang cara memelihara karies di Jakarta tahun 2011. dimana tentang cara memelihara kesehatan gigi dan diperoleh nilai p = 0.2%. perlu lebih Labu Jakarta Selatan sebagian besar telah ditingkatkan lagi. salah satu faktor predisposisi dalam upaya Kesehatan gigi dan mulut merupakan pencegahan karies pada murid-murid PAUD di salah satu komponen kesehatan secara kelurahan Pondok Labu Jakarta Selatan. tidak bermakna ini terjadi karena pengetahuan Hasil ini menunjukkan bahwa keadaan bebas kesehatan gigi ibu tidak berhubungan secara karies pada murid usia 5 tahun di PAUD langsung dengan status karies gigi anaknya. dimana angka bebas karies pada apabila pengetahuan tersebut belum diterapkan anak usia 5 tahun ditargetkan sebesar 90%. 5 No. karena anak prasekolah memiliki sikap yang baik terhadap masih sangat tergantung pada pemeliharaan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dan bantuan orang dewasa dan pengaruh anaknya. Namun sikap ibu yang baik Pondok Labu Jakarta Selatan.5% yang bebas karies. khususnya ibu. Sikap masih pra sekolah. apabila sikap gigi anak dengan status karies gigi susu pada tersebut belum diterapkan dalam praktek nyata murid PAUD usia 5 tahun di kelurahan sehari-hari. Pada penelitian ini preventif melalui penyuluhan kesehatan gigi didapatkan hasil bahwa ibu-ibu murid PAUD dan mulut secara kontinyu kepada murid dan usia 5 tahun di wilayah kelurahan Pondok orangtuanya. tidak berhubungan secara langsung dengan Pada penelitian ini. Mengenai hasil hubungan yang susunya dan hanya 31. Seorang ibu yang diperoleh menunjukkan tidak terdapat mempunyai sikap yang baik saja belum cukup hubungan bermakna antara tingkat untuk mempengaruhi status karies gigi pada pengetahuan ibu dalam memelihara kesehatan anaknya menjadi tidak karies. 1 November 2014. kelurahan Pondok Labu Jakarta Selatan masih Seorang ibu yang berpengetahuan tinggi saja jauh dari target yang telah ditentukan oleh belum cukup untuk mempengaruhi status WHO dan target nasional Indonesia sehat karies gigi pada anaknya menjadi tidak karies. Diperlukan upaya dan Hasil analisis hubungan antara sikap kerjasama yang lebih komprehensif dan ibu dalam memelihara kesehatan gigi anak profesional lagi dari berbagai pihak yang dengan status karies gigi susu pada murid terkait.086. dimana diketahui kesehatan gigi dan mulut anak merupakan angka kejadian karies sebesar 81.

antara lain berinteraksi. Hastono. ketahanan gigi dengan memaparkannya dengan fluor secara tepat. Penerbit Rineka Cipta. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. kedua dengan meningkatkan perhatian. Darwita. . 2006. Depok. Pencegahan karies yang dapat berupa fasilitas dan dukungan dari pihak-pihak dilakukan oleh individu antara lain: terkait 8. and Bechal. Ariawan. 2005. Petersen. Jakarta. sikap 311-317. Penerbit EGC. Bahar. kemudian penggunaan pasta gigi yang 0. diperlukan faktor pendukung atau agent dan substrat untuk saling bertemu dan suatu kondisi yang memungkinkan. memberi contoh kepada anak untuk biasa 7. I. Tinggi. Pencegahan pentingnya memelihara kesehatan gigi dan karies gigi dapat dilakukan dengan memutus mulut anak sejak dini menjadi suatu perbuatan tiga faktor utama penyebab karies yaitu host. yang nyata. signifikan untuk mencegah terjadinya karies Secara teori ada tiga cara dalam mencegah gigi.516. 2005. Epidemiol. 2005. pengaturan diet karbohidrat. 7 (Edisi khusus). Jurusan Biostatistik dan bahwa sebagian besar (68. dan praktik ibu dalam memelihara kesehatan 3. `Sociobehavioral Risk Factor in mengikut sertakan guru dan orang tua. P E. 2004. namun tetap 5.13. substrat membersihkan gigi saja belum cukup karbohidrat yang sesuai dan kerentanan gigi. maka dapat disimpulkan tidak ada mengandung fluor14. E A M. Besar dan Metode Sampel Pada Penelitian Kesehatan. Penyakit dan Penanggulangannya. namun tidak ada hubungan yang Gigi Universitas Indonesia. `Masalah Kesehatan Gigi dan pengetahuan. 2004. Jakarta.5%) murid telah Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat mengalami karies pada giginya. Dental Caries-International Perspectives`. Faktor lain yang juga berperan dalam karies yaitu. memperhatikan lagi kesehatan gigi anaknya 6. Karies hanya faktor praktek membersihkan gigi saja.Hubungan Pengetahuan. Kidd. Promosi kesehatan. 2000. Medika No.Kasus praktik ibu dengan karies gigi pada anak tidak karies pada Anak Balita. 1998. A. Jurnal Kedokteran cukup baik. pertama menghilangkan substrat mencegah terjadinya karies gigi yaitu karbohidrat dengan mengurangi frekuensi pengaturan diet karbohidrat pada anak sejak konsumsi gula dan membatasinya pada saat giginya mulai tumbuh perlu mendapatkan makan saja. pp bermakna antara variabel pengetahuan. Cetakan Ketiga. Siti Nurbayani dkk. Teori dan Selain itu perlu juga diadakan Usaha Aplikasi. Hal ini modifikasi satu atau lebih dari tiga faktor menunjukkan bahwa hanya dengan utama penyebab karies yaitu : plak. pp 274-9. merupakan penyakit yang dapat dicegah. Hasil Universitas Indonesia. 4. Balita Usia 3-5 Tahun dan Faktor yang mempengaruhinya (Penelitian di desa Sawah Kecamatan ciputat dan Kelurahan Cilandak Timur Saran Kecamatan Pasar Minggu 2003). Basic Data Analysis for Health sejak gigi mulai tumbuh. Hubungan pengetahuan. mengajarkan dan Research. Dasar-dasar membersihkan giginya. Pada penelitian ini hubungan yang signifikan antara praktik ibu faktor praktek pencegahan karies yang diteliti dengan status karies gigi susu anak. dan ketiga dengan Kesimpulan Daftar Pustaka Hasil penelitian dapat disimpulkan 1. Artikel Kedokteran gigi Universitas Indonesia. Sikap… 65 Untuk mewujudkan sikap ibu tentang menghilangkan plak bakteri7. Prevalensi Karies Gigi pada gigi anak dengan status karies gigi anak. sedangkan faktor praktek pengaturan diet Dasar-dasar pencegahan karies adalah karbohidrat tidak ikut diteliti. Alih dari mengkonsumsi gula di luar jam makan Bahasa Narlan Sumawinata & Safrida Faruk. 1992. Community Dent. menghindarkan anak Karies.pp230-234. sikap dan 4. _____________________. 33. S P. melakukan plak Hasil analisis hubungan antara praktik kontrol dengan menyikat gigi secara ibu dalam memelihara kesehatan gigi dengan berkesinambungan dan dengan cara yang status karies gigi susu anak diperoleh nilai p = benar. sikap dan praktik ibu dalam Mulut Lansia di Desa Lengkong Gudang dan Serpong serta Saran Penanggulangannya Melalui memelihara kesehatan gigi anaknya sudah Peran Kader Kesehatan Desa`. Kompas Cetak terbukti secara signifikan. S J. dkk. Depok. Pedoman Upaya Kesehatan Gigi disarankan agar orang tua terutama ibu lebih Masyarakat (UKGM). Jakarta. serta rajin memeriksakan gigi ke dokter gigi. 2012. 8. Depkes RI. Notoatmodjo. penelitian juga menunjukkan bahwa 2. Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) dengan 9.

`Program Pemeliharaan Dalam 14.int/entity/oral_health/media/orh_s Anak dalam menyongsong Peningkatan Kualitas ocio_beh_risks_CDOE2005. 49. menanggulangi Karies`. 2000.pdf Indonesia. 7 (Edisi Khusus). pp 137-145. Jakarta.E. Suwelo. W. 2000. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas _4. Sumber Daya manusia Indonesia di Masa 10. 2000.pdf. Lussi. 2000. 1995. 5 No. International Dental Journal. Peranan Pelayanan Kesehatan gigi :http://www.`Caries-risk Mendatang. Assesment. Penerbit Hipokrates.E. 11. Tarigan. Sutadi. Cakupan dan http://www. H. R. 1999. 13. `Pencegahan Dalam Ilmu 26. Hal. 7 (Edisi Khusus). pp 402-406. 66 Jurnal Health Quality Vol.who. Dari : Kedokteran Gigi Anak. .fdiworldental. Jurnal Kedokteran Gigi Jakarta Universitas Indonesia. Karies Gigi. 1-66 Dari 12. Reich. Sidharta. 1997. A & Newbrun.org/assets/commission/95 Pelaksaannya`. pp 15. 1 November 2014.

Siti Nurbayani dkk. Sikap… 67 .Hubungan Pengetahuan.