You are on page 1of 19

KEBUTUHAN TANAMAN ATAU TUMBUHAN

TERHADAP RADIASI MATAHARI

DESA TINGKIR

PRAKTIKUM AGROKLIMATOLOGI

Oleh:

Elisa Esterelita (512016064)

Yurin Bangun (512016061)

Vignansia Amzallova (522016077)

Amianus Tsugumoi ( 522016078)

Ireneus Yulianto ( 522016013 )

Romualdus Reinaldo Parimpasa ( 522016014)

FAKULTAS PERTANIAN DAN BISNIS
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2017

2 milyar kali jumlah yang diterima bumi. pembentukan anthosianin. juga menimbulkan peredaran atmosfer. Fenomena ini yang menjadi dasar hukum khirchoff. karena dapat dikatakan bahwa produksi tanaman dipengaruhi oleh tersedianya sinar matahari. Pengaruh unsur cahaya pada tanaman tertuju pada pertumbuhan vegetatif dan generatif. hampir tidakberarti dari seluruh energi matahari yang dipancarkannya lebuh dari 2. dan aliran protoplasma (Jumin. 1995). Energi tersebut menyebabkan bumi tetap panas. Mengetahui berbagai jenis tanaman/tumbuhan yang kebutuhan energi matahari berbeda-beda. laju pernafasan. Tujuan 1. . Tanggapan tanaman terhadap cahaya ditentukan oleh sintesis hijau daun. panjang gelombang tertentu. Dalam proses ini energi cahaya diperlukan untuk berlangsungnya penyatuan CO₂ dan air untuk membentuk karbohidrat (Tjasjono. Sedangkan bagi tumbuhan dan organisme berklorofil. 2008). hama penyakit dan lainnya turut mempengaruhi hasil panen (hasil fotosintesis) (Tjasjono. absorpsi mineral hara. 1995). transpirasi). cahaya matahari dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam proses fotosintesis. memelihara pertumbuhan tanaman dan kehidupan hewan serta manusia. Akan tetapi pada umumnya terjadi fluktuasi hasil panen (hasil fotosintesis) dari tahun ke tahun. Radiasi matahari merupakan faktor penting dalam metabolisme tanaman yang mempunyai hijau daun. permeabilitas. Dasar Teori Matahari adalah kontrol iklim yang sangat penting dan sumber energi utama di bumi yang menimbulkan gerak udara dan arus laut. suhu udara. 2004) Bagi manusia dan hewan cahaya matahari berfungsi sebagai penerang. jumlah energi yang diserap akan sama dengan jumlah energi yang dipancarkan oleh suatu permukaan. Serapan dan pancaran radiasi terjadi melalui suatu proses yang sama yakni perubahan status energi dari atom atau molekul penyerap atau pemancar. (Kartasapoetra. Oleh sebab itu. hal tersebut dikarenakan faktor-faktor lain seperti curah hujan. I. suhu dari organ- organ permukaan. II. kegiatan stomata ( respirasi. Tetapan radiasi matahari didefenisikan sebagai jumlah fluks (aliran) radiasi matahari yang diterima pada permukaan di luar atmosfer tegak lurus terhadap sinar matahari dan bumi.

1991). ILD kritik menyebabkan pertumbuhan tanaman 90% maksimum. namun ada faktor lain yang terdapat pada cahaya. Kebutuhan intensitas cahaya berbeda untuk setiap jenis tanaman. yang dikenal dengan tiga tipe tanaman C3. ILD optimum menyebabkan pertumbuhan tanaman (CGR) maksimum. Pengaruh cahaya bukan hanya tergantung kepada fotosintesis (kuat penyinaran) saja. Faktor yang mempengaruhi jumlah radiasi yang sampai ke bumi (Lakitan. maka akan menghentikan fasenya dan tanaman tersebut dapat mati. sampai cahaya terik. yaitu berkaitan dengan panjang gelombangnya. menaikkan suhu serta berguna dalam transpirasi.1994) : a. menunjukan cahaya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan adalah pada spectrum merah dengan panjang gelombang 660nm. 1991). ILD . 1991). Respon fotoperiodik memungkinkan tanaman untuk mengatur waktu bagi pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan untuk membentuk bunga agar tetap tegar menghadapi perubahan musim di dalam lingkungannya. misalnya karena berusaha tumbuh secara vegetatif pada musim dingin atau musim semi (Fitter dan Hay. transpirasi stomater. Substansi yang merspon spectrum cahaya adalah fitakram suatu protein warna pada tumbuhan yang mengandung susunan atom khusus yang mengabsorpsi cahaya (Garner. 75-85% untuk memanaskan daun dan transpirasi. Bila satu tanaman dipindahkan ke daerah dengan garis lintang berbeda. Sudut datang Cahaya yang diserap daun 1-5% untuk fotosintesis. di daerah ekuator. fotorespirasi. Percobaan dengan menggunakan spectrum infra merah dengan panjang gelombang 730nm meberikan pengaruh yang berlawanan. CAM. Besaran yang menggambarkan banyak sedikitnya radiasi matahari yang mampu diserap tanaman yang di sebut dengan ILD. dibatasi oleh tingginya fotorespirasi sedangkan C4 memiliki titik kompensasi cahaya tinggi. Komposisi atmosfer c. Panjang hari b. mekanisme bukan stomata. C3 memiliki titik kompensasi cahaya rendah. tidak dibatasi oleh fotorespirasi. C4. panjang siang hari pada setiap bulan menunjukkan perbedaan yang kecil sehingga pengaruh kuantitas atau lamanya penyinaran matahari dalam satu hari tidak mempengaruhi pertumbuhandan perkembangan tanaman secara signifikan (Fitter dan Hay. Sebagian besar tanaman dari daerah sedang adalah fotoperiodik. Penelitian yang dilakukan oleh Hendrick & Berthwick pada tahun 1984. Peranan cahaya dalam respirasi. Namun demikian. ILD kritik dan ILD optimum.

Akan tetapi tidak seperti respirasi sel. Sel seludang berkas pembuluh disusun menjadi kemasan yang sangat padat di sekitar berkas pembuluh. enzim siklus calvin yang menambahkan CO2 pada rubilosa bisfosfat. dan kedelai merupakan contoh-contoh tumbuhan C3 yang penting dalam pertanian. gandum. misalnya jarak tanam (kerapatan tanaman) maupun sistem tanam. Pada sebagian besar tumbuhan. sel seludang bekas pembuluh dan sel mesofil. Adapun Faktor eksternal juga mempengaruhi nilai ILDoptimum.optimum setiap jenis tanaman berbeda tergantung morfologi daun. Tumbuhan tipe C3 memproduksi sedikit makanan apabila stomatanya tertutup pada hari yang panas dan kering. Mitokondria dan peroksisom kemudian memecah molekul berkarbon 2 menjadi CO2. rubisko menambahkan O2 pada siklus Calvin dan bukannya CO2. 1995). Dua adaptasi fotosintetik yang paling penting ialah fotosintesis C4 dan CAM. melalui efek penaungan (mutual shading) (Puspitasari. Tumbuhan seperti itu di sebut tumbuhan C3 karena produk fiksasi karbon organik pertama ialah senyawa berkarbon-tiga. (Salisbury. dan terik.mempengaruhi radiasi yang diserap dan nilai ILD optimum. Dalam spesies tumbuhan tertentu. kering. dan satu potong. Di antara seludang berkas . dan anggota famili rumput. kopi. Tingkat CO2 yang menurun dalam daun akan mengurangi bahan ke siklus Calvin. fotorespirasi tidak menghasilkan makanan. Padi. Beberapa ribu spesies dalam sedikitnya 19 famili menggunakan jalur C4. rubisko ini dapat menerima O2 sebagai pengganti CO2. Di antara tumbuhan C4 yang penting untuk pertanian ialah tebu. terdapat dua jenis sel fotosintetik yang jelas berbeda. cara lain fiksasi karbon yang meminimumkan fotorespirasi sekalipun dalam iklim panas dan gersang telahh berkembang. Proses ini yang disebut Fotorespirasi.Karena konsentrasi O2 melebihi konsentrasi CO2 dalam ruang udara daun. 2000). jagung. 3-fosfogliserat. Dan tidak seperti fotosintesis. tapi menurunkan keluaran fotosintesis dengan menyedot bahan organic dari siklus Calvin (Campbell. Anatomi daun yang unik berkaitan dengan mekanisme fotosintesis tanaman C 4. Selain itu. kondisi yang menyebabkan stomata tertutup. Produknya terurai. Tumbuhan C4 dinamakan demikian karena tumbuhan itu mendahului siklus Calvin dengan fiksasi karbon cara lain yang membentuk senyawa berkarbin-empat sebagai karbon pertamanya. fiksasi karbon awal terjadi melalui rubusco. Dalam tumbuhan C4. fotorespirasi tidak menghasilkan ATP. Kondisi lingkungan yang mendorong fotorespirasi ialah hari yang panas. Yang membuat tambah parah. 2012). senyawa berkarbon 2 dikirim keluar dari kloroplas. kacang.

Peningkatan luas daun merupakan upaya tanaman dalam mengefisiensikan penangkapan energi cahaya untuk fotosintesis secara normal pada kondisi intensitas cahaya rendah. Siklus Calvin terbatas pada kloroplas seludang berkas pembuluh. 2000). dan di lingkungan inilah sekarang tumbuhan C4 muncul dan tumbuh subur (Campbell. mempertahankan konsentrasi CO2 dalam sel seludang berkas pembuluh. 2000). bukan oksigen.pembuluh dan permukaan daun terdapat sel mesofil uang disusun lebih longgar. Adaptasi ini sangat bermanfaat dalam daerah panas dengan cahaya matahari yang banyak. sel mesofil tumbuhan C4 memompa CO2 kedalam seludang berkas pembuluh. 1995). Langkah pertama ialah penambahan CO2 pada fosfoenolpiruvat (PEP) untuk membentuk produk berkarbon empat yaitu oksaloasetat. Akan tetapi. PEP karboksilase dapat memfiksasi CO2 secara efisien ketika rubisko tidak dapat melakukannya yakni. Akibatnya. menyebabkan konsentrasi CO2 dalam daun berkurang dan konsentrasi O2 meningkat. dan C3 semuanya akhirnya menggunakan siklus Calvin untuk membuat gula dari karbon dioksida (Campbell. ketika hari panas dan kering dan stomata tertutup sebagian. Perbedaannya ialah bahwa pada tumbuhan C4. C4. Oleh sebab itu. langkah awal fiksasi karbon dipidahkan secara struktural dari siklus Calvin. Dengan cara ini fotosintesis C4 meminimumkan fotorespirasi dan meningkatkan produksi gula. Enzim PEP karboksilase menambahkan CO2 pada PEP. Dalam sel seludang berkas pembuluh. Peningkatan luas daun pada dasarnya merupakan kemampuan tanaman dalam mengatasi cekaman naungan. sel mesofil mengirim keluar produk berkarbon empatnya ke sel seludang berkas pembuluh melalui plasmodesmata. Daun tanaman toleran naungan memiliki struktur sel-sel palisade kecil dan ukurannya tidak jauh berbeda dengan sel-sel bunga karang. Ingatlah bahwa tumbuhan CAM. . (Silasbury. Jalur CAM serupa dengan jalur C4 dalam hal karbon dioksida terlebih dulu di masukkan ke dalam senyawa organik intermediet sebelum karbon dioksida ini memasuki siklus Calvi. Dibandingkan dengan rubisko. Setelah tumbuhan C4 memfiksasi CO2. sementara pada tumbuhan CAM kedua langkah itu terjadi pada waktu yang berbeda. PEP karboksilase memiliki afinitas yang jau lebih tinggi terhadap CO2. mempertahankan konsentrasi CO2 dalam sel seludang berkas pembuluh cukup tinggi agar rubisko dapat menerima karbon dioksida. senyawa berkarbon empat melepaskan CO2 yang di asimilasikan ulang ke dalam materi organik oleh rubisko dan siklus Calvin. siklus ini didahului oleh masuknya CO2 ke dalam senyawa organik dalam mesofil.

akibatnya kelembaban pagi hari lebih rendah dan siang hari lebih tinggi dibanding di luar naungan. Struktur tersebut lebih berongga dan akan menambah efisien dalam menangkap energi radiasi cahaya untuk proses fotosintesis (Djukri. sintesis protein. Hal ini terkait karena keseimbangan radiasi surya dirubah. . Disamping itu naungan akan mengurangi sirkulasi udara dari luar tajuk tanaman. produksi hormon. karena akan mengurangi atau menurunkan kualitas dan kuantitas faktor lingkungan yang ada. respirasi. Naungan menyebabkan perubahan iklim mikro disekitar tanaman. dan penuaan. 1978). kelengasan tanah. 2008).sehingga daun lebih tipis. menurunkan suhu tanah dan tanaman pada waktu siang. pergerakan udara. transirasi. Pengaruh naungan terhadap tanaman disamping mengurangi cahaya matahari yang tiba di permukaan. naungan dapat mempengaruhi proses- proses yang terjadi di dalam tanaman yaitu fotosintesis. 1999). 1978). dan menaikkan kelembaban relatif (Haris. Pemberian naungan dimaksudkan untuk memodifikasi lingkungan mikro. mempertahankan unsur hara. (Wahid. 1984). Naungan dapat mempengaruhi beberapa faktor lingkungan antara lain: temperatur. suhu tanah dan suhu udara. dapat juga mempengaruhi iklim mikro tanaman. menaikkan suhu udara pada waktu malam. perlindungan dari limpasan hujan. pemindahan uap air dan CO2. seperti radiasi dating dan radiasi balik dari permukaan akan terhalangi sebagian. dimana radiasi surya merupakan salah satu unsur pengendali iklim yang terpenting. menekan gulma. sehingga perubahan intensitasnya pada suatu tempat akan sangat berpengaruh terhadap perubahan faktor lingkungan yang lain (Chamber. (Chambers. translokasi. reduksi nitrat. Unsur-unsur iklim mikro yang akan terpengaruh adalah kelembaban relative. Oleh sebab itu.

Tidak terdapat naungan pada tanaman padi tapi merupakan tanaman C3. karena tanaman gandum ternaungi oleh atap rumah yang ada disekitar pekarangan. Sepertinya tanaman ini tidak terawat karena . III. Kondisi Klimatologi Kemiringan: U06 R02 Ketinggian : 652 Mdpl Intensitas Cahaya : 144176 lux Kecepatan angin : 00 Suhu : 29 oC Kondisi tanah yang tidak terlalu kering cocok untuk tanaman padi tersebut karena tanaman padi tidak dapat tumbuh jika tanah terlalu kering atau basah (banyak air). Hasil Pengamatan Tanaman atau tumbuhan C3 yang kami temui di Desa Tingkir Kondisi Tanaman dan GPS Status Keterangan Tanaman : Padi Nama Daerah : Padi Latin : Oryza sativa L. Tanaman ini dapat tumbuh tetapi tidak maksimal. karena bulir gandum yang tumbuh tidak terdapat isinya. Komoditas Tanaman : Gandum Nama Lokal : Gandum Latin : Triticum aestuvum L Kondisi Klimatologi Kemiringan:U04 L01 Ketinggian : 1078 Mdpl Intensitas Cahaya : 2303 lux Kecepatan angin : 00 Suhu : 28 0C Tanaman gandum tidak terkena cahaya matahari penuh.

Komoditas Tanaman : Kacang Merah Nama Lokal : Kacang Merah Latin : Phaseolus vulgaris L. pertumbuhannya akan terhambat/ merana. Tanaman atau tumbuhan tipe C4 yang kami temui di desa Tingkir Kondisi Tanaman atau Tumbuhan dan GPS Status Keterangan Tanaman :Jagung Nama Daerah (Toraja): Dal’le Latin : Zea mays Kondisi Klimatologi Kemiringan: U03 L14 Ketinggian : 647Mdpl Intensitas Cahaya : 144176 lux Kecepatan angin : 00 Suhu : 30 0C Pertumbuhan tanaman jagung sangat membutuhkan intensitas cahaya matahari. Tanaman jagung yang ternaungi. sehingga tanaman tersebut tidak optimal. Kondisi Klimatologi Kemiringan: U04 L01 Ketinggian : 1087 Mdpl Intensitas Cahaya : 144176 lux Kecepatan angin : 00 Suhu : 28 0C Tanaman kacang merah seharusnya membutuhkan naungan tetapi ketika kami melakukan pengamatan tidak dilakukan penaungan. dan . jika dibiarkan akan mengalami kegagalan panen. dibiarkan begitu saja tanpa perawatan dari pemilik.

pembentukan bunga. Ketika kami melakukan pengamatan terdapat bunga matahari disekitar tanaman yang digunakan untuk mengusir hama. karena intensitas cahaya yg cukup tinggi dibutuhkan untuk fotosintesis.memberikan hasil biji yang kurang baik bahkan tidak dapat membentuk buah. Nama Tumbuhan : Alang – alang Nama Latin : Imperata Cylindrica Kondisi Klimatologi Kemiringan:D01 L02 Ketinggian : 666Mdpl Intensitas Cahaya :105600 lux Kecepatan angin : 00 Suhu : 300C Alang-alang merupakan tanaman tipe C4 dikarenakan alang-alang tidak akan tumbuh . Ketika melakukan pengamatan disekitar tanaman jagung tidak terdapat naungan sehingga mendapatkan panen yang optimal. Komoditas Tanaman : Cabai Keriting Nama Daerah : Lombok Latin : Capsicum annum L. buah dan pemasakan buah. tetapi tidak menggangu tanaman cabai keriting tersebut mendapatkan intensitas cahaya. Kondisi Klimatologi Kemiringan:000 000 Ketinggian : 646Mdpl Intensitas Cahaya :51499 lux Kecepatan angin : 00 Suhu : 29 0C Tanaman cabai tidak memerlukan naungan.

Kondisi Tanaman atau Tumbuhan dan GPS Status Keterangan Tanaman :Lidah Buaya Latin :Aloe vera Kondisi Klimatologi Kemiringan:U07 L04 Ketinggian : 641Mdpl Intensitas Cahaya :15628 Kecepatan angin : 00 Suhu : 300C Tanaman terkena cahaya matahari penuh. sehingga sangat bagus untuk pertumbuhan lidah buaya. namun ketika kami melakukan pengamatan kaktus tidak sehat hal tersebut dikarenakan terlalu banyaknya iklim mikro seperti air dan kelembaban tanah tempat tumbuhnya kaktus terlalu lembab. jika intensitas cahayanya rendah dan alang- alang sendiri dapat tumbuh di tanah yang kering. . Tanaman : Kaktus Nama Latin : Cactaceae juss Kondisi Klimatologi Kemiringan:U03 L14 Ketinggian : 647Mdpl Intensitas Cahaya :144176 lux Kecepatan angin : 00 Suhu :31 0C Tanaman terkena cahaya matahari penuh sehingga intensitas cahaya sangat tinggi. Tanaman atau tumbuhan yang termasuk ke dalam tipe CAM pada desa Tingkir.

Tumbuhan paku dengan bahasa latin Asplenium adiantum-ningrum Kondisi Klimatologi Kemiringan:U04 L04 Ketinggian : 573Mdpl Intensitas Cahaya :1174 Kecepatan angin : 00 Suhu :29 0C Tumbuhan ini termasuk tumbuhan CAM karena dapat tumbuh di tempat ekstrim seperti yang kami jumpai dapat tumbuh dari celah-celah bebatuan. iklim mikro tumbuh ditempat yang lembab. Jenis bambu yang terdapat pada desa Tingkir adalah Kondisi Tanaman atau Tumbuhan dan GPS Status Keterangan Bambu Ampel Hijau Latin : Bambusa Vulgaris Kondisi Klimatologi Kemiringan:000 L02 Ketinggian : 662Mdpl Intensitas Cahaya :1669 lux Kecepatan angin : 00 Suhu : 36 0C Bambu merupakan tumbuhan yang lebih toleran terhadap iklim. dengan suhu tanah yang mungkin rendah.dan memiliki intensitas cahaya yang . Jenis bambu yang kami amati adalah bambu ampel hijau sehingga bambu jenis ini dapat tumbuh dilahan dengan iklim basah seperti di tepi sungai.

kelompok tanaman atau tumbuhan C3 yang biasanya termasuk kedalam kelompok tanaman yang dibudidayakan. lama penyinaran dan intensitas. sangat tinggi sehingga termasuk kedalam tumbuhan C4. dan kacang merah. mengatakan bahwa cahaya matahari mempunyai peranan penting bagi tanaman dalam proses fotosintesis dan pembungaan. Cahaya yang mempengaruhi tumbuhan dibagi dalam 3 komponen penting. disini kami mengamati berbagai jenis tanaman menurut jenis kebutuhannya yang dikelompokkan menjadi 3 tipe yaitu. Pengamatan dengan judul kebutuhan tanaman atau tumbuhan terhadap radiasi matahari. C4. dan kelompok yang ketiga adalah tanaman atau tumbuhan CAM. yaitu kualitas. kelompok tanaman atau tumbuhan C4 yang biasanya termasuk tumbuhan yang dengan sengaja tumbuh dengan sendirinya. gandum. Dalam melaksanakan pengamatan kami di desa Tingkir tanaman atau tumbuhan yang termasuk kedalam tipe C3 adalah padi. cabai keriting. yang dilaksanakan di desa Tingkir. yang mampu hidup pada tempat yang tidak biasanya yang ditumbuhi tanaman atau tumbuhan lain seperti pada cela bebatuan atau pada tanah yang tandus. Pembahasan Menurut Salisbury dan Ross (1995). dan . IV. dan CAM. Hal tersebut menyebabkan terjadinya pembagian jenis kebutuhan radiasi matahari kedalam 3 kelompok yaitu C3. karena tanaman atau tumbuhan tipe CAM mempunyai fisiologi tubuh yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tempat hidupnya. sedangkan tanaman atau tumbuhan yang termasuk kedalam C4 adalah jagung. Intensitas cahaya merupaka salah satu faktor yang sangat penting dalam pertumbuhan tanaman.

menyatakan bahwa tanaman atau tumbuhan C3 dapat hidup dengan baik pada suhu rendah. kemudian tanaman atau tumbuhan yang termasuk kedalam tipe CAM adalah kaktus. Tanaman gandum merupakan tanaman C3 karena ketika kami melakukan pengamatan tanaman ini memiliki penaungan berupa dinding dari pekarangan rumah. sehingga menyebabkan kondisi iklim mikro yang disekitar menjadi tinggi seperti kenaikan suhu udara yang tinggi. kelembaban udara yang rendah menyebabkan udara menjadi lebih kering. Walaupun suhu tidak terlalu baik untuk tempat tumbuhnya tanaman padi pada desa Tingkir. namun penurunan hasil tidak terjadi jika pada siang hari cuaca sedang berawan. untuk mengatasi intensitas cahaya yang terlalu tinggi diberi naungan disekitar tanaman tersebut. walaupun begitu ketika kami mengamati isi dari bulir gandum itu tidak ada. Hal tersebut terjadi pada gandum yang kami amati. yang terpenting adalah intensitas yang didapat oleh tanaman padi cukup optimal. Tanaman padi termasuk kedalam kelompok C3 dikarenakan tanaman padi lebih adaptif pada kondisi kandungan CO2 atmosfer yang tinggi. serta iklim makro yang meliputi ketinggian pada desa Tingkir dengan ketinggian 652 mdpl yang merupakan iklim panas sangat cocok untuk ditanami komoditas padi.alang-alang. tanaman jenis C3 memiliki rasio transpirasi yang lebih tinggi dan keadaan stomata yang selalu terbuka. yaitu pada suhu kurang dari 22 oC. Sehingga. lidah buaya dan tumbuhan pakuan. Menurut Pessarakli. sehingga tidak memerlukan penaungan agar menyeimbangkannya. dikarenakan pemiliknya tidak merawat gandum tersebut secara maksimal dan juga gandum termasuk tanamannya sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Menurut Priyanto (2012). Tanaman C3 mengalami fotorespirasi yang berdampak pada hasil bersih fotosintesisnya lebih rendah dari tanaman C4. (1999). Tanaman kacang merah termasuk kedalam tanaman C3 karena tanaman jenis ini seharusnya memerlukan naungan oleh tanaman lain agar laju transpirasi tidak besar ketika siang hari. Menurut Winslow (2002). menyebutkan bahwa gandum dapat mengalami penurunan hasil yang nyata pada siang hari dengan cuaca cerah. Hal tersebut dikarenakan laju transpirasi akan meningkat dengan cepat ketika siang hari dan terjadi karena tanaman tersebut tanpa naungan. Tetapi dalam pengamatan tanaman padi di lahan tidak diberikan naungan dikarenakan pada awal proses fotosintesis senyawa fosfogliserat pada tanaman padi merupakan tanaman C3 yang memerlukan lahan yang lembap hingga berair karena mengakibatkan meningkatkan laju transpirasi. Namun ketika kami mengamati tanaman kacang merah tidak .

tanaman cabai keriting latitude 7o21. Menurut Lambers (2008). dan alang-alang dengan intensitas cahaya 105600 lux. Menurut Gardner. cabai keriting dengan intensitas cahaya 51499 lux. Dari kedua pernyataan tersebut dapat disimpulkan tanaman CAM merupakan tanaman yang dapat . 1995) Tanaman CAM merupakan tanaman yang membuka setengah stomatanya pada siang hari dan membuka semua stomatannya pada malam hari. temperature tinggi dengan kondisi kering.5198’S. Menurut Lambers (2008). Iklim mikro yang terdapat pada lahan seperti suhu sangat optimal untuk pertumbuhan kacang merah. Serta iklim makro seperti ketinggian tempat kami mengamati juga sangat cocok untuk ditanami oleh komoditas kacang merah. Hal ini disebabkan karena enzim piruvat dikinase (enzim penting dalam lintas C4) sangat sensitive terhadap temperature rendah. (1991) tanaman CAM adalah tanaman yang dapat berubah menyerupai tanaman C3 saat pagi hari atau bersuhu rendah dan dapat menyerupai tanaman C4 pada siang hari dan malam hari. Dengan demikian ketika tanaman dan tumbuhan termasuk kedalam tumbuhan C4 dan cocok dengan lingkungannya. mengatakan tanaman C4 berlangsung sangat efisien dalam keadaan intensitas cahaya yang tinggi. Lambers (2008).ternaungi oleh tanaman lain. Menurut hasil pengamatan di desa Tingkir terhadap tanaman atau tumbuhan C4 suhu yang terdapat didesa tersebut sangat cocok untuk tanaman atau pun tumbuhan C4 karena memiliki yang beriklim sejuk hingga panas. sehingga menyebabkan kelembaban dan suhu udara di sekitar tanaman menjadi tinggi dan tanah pada lahan tersebut kering.518’S. Pada tanaman C4 terjadi proses fotosintesis yang cukup baik ketika konsentrasi CO2 yang sangat sedikit di udara. mengatakan bahwa tanaman atau tumbuhan C4 tidak dapat berproduksi optimal di daerah yang beriklim dingin. memiliki laju fotosintesis yang rendah bila dibandingkan dengan tanaman C3 dan C4. dan tumbuhan alang-alang dengan latitude 7o21. Tumbuhan atau pun tanaman C4 banyak ditemukan di daerah tropis dengan altitude rendah. mengatakan faktor-faktor lingkungan yang terjadi disekitar tanaman atau tumbuhan C4 antara lain daerah kering dengan latitude (garis lintang ) rendah. Sedangkan menurut (Lakitan. Dalam melakukan pengamatan latitude yang dimiliki oleh masing-masing tanaman atau tumbuhan adalah sebagai berikut: tanaman jagung dengan latitude 7o21.525’S . Dalam kami melakukan pengamatan terhadap ketiga tanaman yang termasuk ke dalam tanaman C4 yaitu jagung dengan intensitas cahaya 144176 lux.

. Tanaman lidah buaya adalah tanaman CAM yang berasal dari suku Xantrhorrhoeaceae. Walaupun begitu intensitas cahaya yang dimiliki sangat tinggi yaitu 144176 lux yang sangat optimal untuk pertumbuhan kaktus pada umumnya. tanaman kaktus merupakan tanaman sukulen yang dapat tumbuh pada daerah kering. Tumbuhan yang termasuk golongan CAM adalah anggota dari Familia Crassulaceae. Keadaan tersebut cocok dengan karakteristik lidah buaya yang tidak terlalu membutuhkan air. pada lingkungan yang memiliki insentitas cahaya matahari yang tinggi atau cuaca yang panas sekalipun. tumbuhan ini mengambil CO2 dan memasukkannya ke dalam berbagai asam organik. Pada pengamatan ini tanaman lidah buaya memiliki insentitas cahaya sebesar 15268 lux. Tanaman kaktus merupakan tanaman CAM. Ketika melakukan pengamatan terhadap kaktus di desa Tingkir tanaman tersebut tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal dikarenakan kelembaban yang terdapat pada tanah cukup rendah sehingga menyebabkan kaktus tersebut tidak tumbuh dengan maksimal.menyesuaikan diri dalam lingkungan tertentu. Daun tebal ini berfungsi untuk mengurangi penguapan saat siang hari. Keadaan ini cocok untuk pertumbuhan lidah buaya karena lidah buaya dapat tumbuh di dataran tinggi dan juga dataran rendah hal ini di karenakan tanaman ini memiliki daya adaptasi yang tinggi. Selama malam hari ketika stomata tumbuhan terbuka. Misalnya. tetapi di dalam ruangan yang sinar mataharinya kurang pun dapat tumbuh dengan baik. Tanaman ini menghendaki ditanam di tempat terbuka untuk mendapatkan sinar matahari secara langsung atau tanpa naungan. Pada kondisi seperti ini tanaman melakukan adaptasi dengan menutup sebagian stomatanya untuk mengurangi penguapan dan kehilangan air. Karakteristik yang dimiliki oleh kaktus adalah tidak terlalu banyak membutuhkan air. Sedangkan pada malam hari saat intensitas cahaya menurun tanaman tersebut akan membuka seluruh stomatanya. sehingga memiliki kemampuan untuk menyimpan air pada daunnya yang tebal. Liliaceae. Tumbuhan CAM ini biasanya dicirikan dengan memiliki daun yang tebal. Cactaceae. Bromeliaceae. Kaktus sendiri mampu menyimpan air dalam jumlah yang banyak karena memiliki daun yang tebal. Pada pengamatan ini tanaman lidah buaya ditanam pada ketinggian 641 mdpl. Agaveceae. mulut daunnya tertutup setengah sehingga dapat mengurangi penguapan pada musim kering. Tanaman ini tahan dalam kekeringan. Intensitas cahaya tersebut termasuk tinggi sehingga kelembaban di sekitar tanaman lidah buaya rendah. Tanaman ini umumnya dapat hidup disegala unsur iklim.

Dimana tumbuhan atau tanaman C3 memiliki penerimaan intensitas cahaya yang lebih rendah sehingga membutuhkan naungan ataupun tanamana atau tumbuhan yang toleran (membutuhkan atau tidak ) naungan seperti padi. Tanaman jenis C4 merupakan jenis tanaman yang harus terkena cahaya matahari secara langsung jika ternaungi tanaman jenis ini aju fotosintetisnya akan terganggu. Tumbuhan pakuan termasuk kedalam tumbuhan CAM. bambu muda. alang-alang. 2006). Jenis bambu yang kami amati pada desa Tingkir adalah bambu ampel hijau sehingga bambu jenis ini dapat tumbuh dilahan dengan iklim basah seperti di tepi sungai. dan CAM. Tumbuhan pakuan yang kami amati memiliki daun yang tidak terlalu tebal dan bantangnya juga tidak tebal. Tumbuhan atau tanaman C4 memiliki penerimaan intensitas cahaya yang tinggi sehingga tidak membutuhkan naungan. gandum. menyatakan bahwa tumbuhan atau tanaman CAM adalah tumbuhan atau tanaman yang berdaun dan berbatang tebal yang bertranspirasi rendah dan tumbuh di lingkungan yang sangat panas atau gersang. Sedangan tumbuhan atau tanaman CAM adalah tumbuhan yang mampu menyesuaikan diri pada lingkungan ekstrim seperti yang kami amati di desa Tingkir adalah kaktus. serta kacang merah yang kami amati di desa Tingkir.dan memiliki intensitas cahaya yang sangat tinggi sehingga termasuk kedalam tumbuhan C4. dan tumbuhan paku-pakuan. VI. kemudian tumbuhan pakuan yang kami amati ternaungi oleh tumbuhan yang ada disekitarnya hal ini yang menyebabkan proses fotosintesi tidak dapat optimal terjadi pada tanaman pakuan yang kamu amati. seperti yang kami amati pada desa Tingkir berupa jagung. lidah buaya. Kesimpulan Dari hasil pengamatan ini dapat diperoleh kesimpulan tumbuhan dapat digolongan menjadi 3 macam berdasarkan kebutuhan intesitas cahaya matahari yang tanaman atau tumbuhan yaitu tumbuhan C3. dan cabai keriting. Bambu termasuk salah satu tumbuh-tumbuhan anggota famili Gramineae (rumput-rumputan). Bambu merupakan tumbuhan yang lebih toleran terhadap iklim. menurut silabury (1998). V. C4. Daftar Pustaka . Tumbuhan bambu berumpun dan terdiri atas sejumlah batang (buluh) yang tumbuh secara bertahap dari mulai rebung. dan bambu dewasa pada umur 3-4 tahun (Otjo.

Neil A.Benyamin. Fitter. Fisiologi Tanaman Budidaya. Wadsworth Publishing CompanynBelmont: California. Pearce. and Hay. Wahid. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta. Haris. Bumi Aksara : Jakarta. Pengaruh Intensitas Cahaya Matahari. Penuntun Mata Kuliah. 1978. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI : Madiun. Dasar-Dasar Agronomi. B. Gardner. PT Rajagrafindo Persada : Jakarta. And Ross.B.E. Chambers. Bayong.. 2008. 1994. Kristianita. Karakteristik Iklim Mikro dan Respon Tanaman Padi Gogo pada Pola Tanam Sela dengan Tanaman Karet (Tesis). 1991. Klimatologi Umum. l992. Tjasjono. Plant Physiologi. Program Pascasarjana. 2008. Klimatologi : Pengaruh iklim Terhadap Tanah dan Tanaman Edisi Revisi. H. M. P . 1995. Fakultas Pertanian IPB. Ance Gunarsih. K. Fakultas Pascasarjana.. Dasar-Dasar Klimatologi. Djukri. Biologi jilid II.Bogor. Hlm 23-24 : Bogor. H. Institut Teknologi Bandung : Bandung. dan Putri K. Vol 10 No. A. F. Pengaruh Naungan Paranet Terhadap Sifat Toleransi Tanaman Talas. Klimatologi Pertanian Dasar. 2012. Jakarta: Erlangga. Penerbit Universitas Indonesia: Jakarta. Lakitan. PT. Institut Pertanian Bogor: Bogor. 1984. R.22. and Mitchell. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Jumin. R. Institut Pertanian Bogor : Bogor. Diterjemahkan oleh Sri Andani dan Purbayanti. Raja Grafindo Persada: Jakarta. l99l. L. Kartasapoetra. R. Disertasi.2 hal 17.. 1999. Campbell. Jurnal Ilmu Pertanian. C. R.P. B. E. Sallisbury. Pengaruh Naungan dan Pemupukan Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Lada. F. 2004. Puspitasari. A. 2000. W. .

Lampiran .VII.