You are on page 1of 6

141

Analisis Ripple Masukan dan Keluaran PWM
AC Chopper 3-Fasa pada Beban Motor Induksi
3-Fasa
Muhamad Luthfi, Harry Soekotjo Dachlan dan Wijono

ο€  sekali. Pada sistem langsung ini frekuensi output akan
Abstrak–-Penggunaan chopper dalam sistem kelistrikan sama dengan frekuensi input.
akan menimbulkan ripple pada tegangan keluarannya. Munculnya ripple pada sistem akibat banyaknya
Kebanyakan ripple difahami terbangkit pada sisi output. beban elektronika maupun beban mesin-mesin listrik.
Pada penelitian ini ripple pada sisi input juga dianalisis. Ripple dapat mengakibatkan efisiensi sistem dan
Disamping ripple, penggunaan chopper akan
membangkitkan harmonisa yang akan menimbulkan rugi-
kualitas daya menjadi rendah.
rugi. Untuk memperkecil rugi-rugi tersebut, pada sisi Untuk menjaga agar sistem tetap baik, kemunculan
input maupun output perlu dipasang filter LC. Penentuan ripple perlu diperhatikan. Pada beban motor listrik, yang
nilai komponen filter ini dipengaruhi oleh ripple yang startingnya menggunakan perangkat elektronika daya,
timbul. Dengan mengetahui magnitude ripple maka kemunculan ripple dapat diminimalisir. Filter yang
menentukan nilai komponen filter akan lebih akurat. cocok untuk perangkat elektronika daya adalah filter
Analisis dilakukan menggunakan pendekatan simulasi dan
hasil percobaan. Hasil percobaan menunjukkan adanya
tipe buck, yaitu terdiri dari fiter input dan filter output
kesamaan dengan hasil simulasi menggunakan Software yang terdiri dari komponen inuktor dan kapasitor.
PSIM Analisis ripple, baik ripple input, maupun ripple
output penting untuk di analisa dan kebanyakan dipakai
Kata Kunciβ€” Chopper, Filter, IGBT, PWM, Ripple.. dalam perancangan filter LC sehingga dengan
mengetahui ripple yang timbul maka filter LC yang
I. PENDAHULUAN hendak dibuat, hasilnya akan lebih maksimal.
Dalam penelitian ini, manfaat yang diharapkan adalah
S ISTEM pengaturan sumber daya AC menggunakan
beberapa variasi rangkaian, salah satu diantaranya
adalah pengaturan tegangan AC dengan menggunakan
dengan diketahuinya pengaruh ripple input maupun
ripple output pada peralatan pengatur tegangan, maka
pengaturan tegangan fasa yang menggunakan perlu dirancang filter LC pada sisi input maupun sisi
komponen Insulatated Gate Bipolar Transistor (IGBT). output. Dengan demikian daya pada beban lebih
Jenis pengaturan ini sederhana dan banyak digunakan maksimal karena kualitas daya masukan lebih baik.
pada pengaturan sistem berkapasitas daya besar.
Namun, pengaturan daya dengan menggunakan IGBT II. TINJAUAN PUSTAKA
ini menyebabkan turunnya faktor daya dan dapat Sebagaimana diketahui penggunaan komponen
menimbulkan harmonisa yang besar pada sisi masukan elektronika daya dalam sistem tenaga listrik semakin
maupun sisi keluaran.. luas. Komponen elektronika daya tersebut seperti yang
Pada umumnya pengaturan tegangan AC dapat dimanfaatkan dalam sistem-sistem pengaturan akan
diklasifikasikan menjadi dua metode yaitu indirect- menimbulkan ripple maupun harmonisa. Dengan
method dan direct-method. timbulnya ripple maupun harmonisa ini, bentuk
Pada indirect-method, tegangan input disearahkan gelombang akan mengalami perubahan sehingga pada
dulu kemudian diubah lagi menjadi bolak-balik akhirnya akan berpengaruh pada daya yang disalurkan.
terkontrol. Keuntungan sistem ini adalah tegangan Berkaitan dengan bentuk gelombang tersebut, dari
output secara independen dikontrol sehingga terdapat penelitian yang dilakukan oleh Jang [1] diketahui bahwa
dobel konversi. dengan pengaturan sudut penyalaan dapat dilakukan
Pengaturan direct-method biasanya menggunakan untuk memperbaiki faktor daya. Dalam penelitian ini
PWM AC Chopper, sehingga proses konversinya hanya juga ditunjukkan bahwa ripple pada gelombang
tegangan akan menurunkan nilai rms tegangan,
Muhamad Luthfi adalah Mahasiswa Program Magister Teknik sehingga akan berpengaruh pada penurunan daya.
Elektro Universitas Brawijaya, Minat Sistem Tenaga Listrik dan Penelitian lain yang dilakukan oleh Lefeuvre [2]
dosen Politeknik Negeri Malang. Dapat dihubungi di HP:
082131222400; email luthfi-polinema@yahoo.ac.id. dijelaskan bahwa harmonisa yang timbul cukup
Harry Soekotjo Dachlan adalah dosen Pascasarjana, Program signifikan. Dari penelitian ini diperlihatkan bahwa
Magister Teknik Elektro Universitas Brawijaya. harmonisa perlu direduksi dengan penggunaan filter
Wijono adalah dosen Pascasarjana, Program Magister Teknik
Elektro Universitas Brawijaya.
yang tepat. Dengan memperhatikan hasil penelitian di
atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan

Jurnal EECCIS Vol. 7, No. 2, Desember 2013

Dengan menggunakan gambar ini.Beban adalah beban linier.Parameter filter LC adalah konstanta. S2. Di sisi Pada bagian berikut. Karena kita menggunakan tegangan fasa sebagai referensi. perangkat switching pada PWM AC Chopper akan dibahas. Analisis Ripple Input dapat dihitung menggunakan 3 line antar fasa dalam sistem tiga fasa.π‘Žπ‘£ = (7) 2 2 3𝑓𝑠 πΏπ‘œ Ii. hasilnya I L Ξ±(1βˆ’Ξ±) Vi.π‘Žπ‘£ = (6) 2 3𝑓𝑠 πΏπ‘œ III. Hal ini juga diasumsikan bahwa tegangan input kapasitor. Cs. S5. Bentuk Gelombang PWM AC Jadi. Hasil di atas menunjukkan bahwa ripple tegangan output berbanding terbalik dengan kuadrat frekuensi pembawa. ripple arus induktor output chopper 3-fasa dapat diperoleh dengan cara yang sama untuk ripple arus output chopper 1-fasa. 7. Rangkaian AC Chopper 3-fasa Nilai induktansi dan kapasitansi filter output LC harus diubah yang sesuai. . 2. output dari rangkaian chopper 3-fasa digambar ulang .av = (2) adalah : CS fs 2 3 1 2 𝐸𝑙𝑙 𝛼 (1βˆ’π›Ό ) 1+2π›Όβˆ’2𝛼 2 𝐼𝐿 𝛼(1βˆ’π›Ό) 1+2π›Όβˆ’2𝛼 2 π‘‰π‘œ .142 komponen elektronika pada sistem daya diperlukan B.Switching diasumsikan sebagai saklar yang ideal. Analisis Ripple AC Chopper 3-fasa Gambar 1. frekuensi sumber. Dalam analisis S1. ripple tegangan pada input filter kapasitor diabaikan. dan S3 menerima sinyal OFF dan switching S4. sehingga hasil ripple arus output dalam hubungan segitiga akan sama dengan ripple arus output 1-fasa. 𝐸𝑙𝑙 𝛼 (1βˆ’π›Ό ) 𝐼𝐿. sehingga mendapatkan ripple arus Dalam analisis ini.Frekuensi pembawa jauh lebih tinggi dari pada Untuk menyederhanakan analisis ripple output. dan S6 menerima sinyal ON. (a) Rangkaian Choppers 1-fasa Dalam chopper AC 3-fasa perangkat switching S1. ripple arus induktor adalah: βˆ† 𝐸𝑙𝑙 𝛼 (1βˆ’π›Ό ) Chopper 1-fasa 𝐼𝐿. Desember 2013 .π‘Žπ‘£ = (8) 𝐼𝑠. sama dengan sumber tegangan. Gambar 3. E S Ξ±(1βˆ’Ξ±) 1+2Ξ±βˆ’2Ξ± 2 vo. Analisis Ripple Output perhitungan yang akurat untuk menghasilkan ripple Analisis dibatasi hanya modus konduksi yang rendah dan bisa memperbaiki sistem. seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3 dibawah ini. diasumsikan bahwa arus output output sebesar: sinusoida murni.rms = Ii. . analisis ripple input dan output lain selama modus freewheeling. ANALISIS RIPPLE PWM AC CHOPPER 1-FASA Untuk mendapatkan output ripple arus induktor. ini.S2 (b) Rangkaian Choppers 3-fasa dan S3 menerima sinyal ON dan switching S4. Jurnal EECCIS Vol.av = 2 (4) 12f s L o C o 5 T 𝑂𝑁 V ref Ξ±= = (5) TS V tri Adalah duty factor perangkat switching. A. Gambar 2.rms βˆ’ Ii2 = IL Ξ±(1 βˆ’ Ξ±) (1) Metode yang sama dapat digunakan untuk menentukan tegangan ripple output kapasitor. berkesinambungan. hasil ripple tegangan output diperlukan dalam merancang filter output LC C. . dan S6 menerima sinyal OFF selama modus aktif. No. Untuk tujuan analisis ripple output.π‘Žπ‘£ = (3) 2 12𝑓𝑠 πΏπ‘œ πΆπ‘œ 5 12𝑓𝑠 2 πΏπ‘œ πΆπ‘œ 5 Arus input dan tegangan ripple dari chopper 3-fasa Rumus diatas sangat berguna untuk merancang filter dapat diperoleh menggunakan persamaan yang sama input LC. diasumsikan bahwa: S5.

Software : PSIM versi 4. Sebuah metode yang sama digunakan untuk Gambar 5. Pensaklaran transistor NPN disulut dari pulsa Induktansi dari filter output dapat ditulis sbb: trigger positif dan transistor PNP disulut dengan trigger 𝟏 𝟐 𝑬𝑺 𝜢(πŸβˆ’πœΆ) 𝟏+πŸπœΆβˆ’πŸπœΆπŸ negatif dari rangkaian PWM. πΏπ‘œ = (9) πŸπŸπ’‡π’” 𝟐 π‘ͺ𝒐 𝑽𝒐. No. 10 Ohm.500 Hz.Rangkaian Filter LC . Hasil Percobaan f=500Hz adalah Chopper 1-fasa dengan trigger PWM. Gambar 6-8 dibawah adalah hasil simulasi PSIM. Sebuah resistor 10 Jurnal EECCIS Vol.Power Suplai AC dan DC .000 Hz dan 1. Gambar 6. HASIL SIMULASI PSIM DAN HASIL PERCOBAAN A.5 mH dan C = 16 uF digunakan sebagai filter B. chopper 1-fasa.π‘Žπ‘£ 2 πœ”πΆπ‘œ π‘‰π‘œ 10) Dimana: 1 2 1+2π›Όβˆ’2𝛼 2 𝐹 𝛼 = 𝛼(1 βˆ’ 𝛼) (11) 5 Setelah filter kapasitansi diperoleh. Cara Kerja Rangkaian LC input untuk memastikan bentuk gelombang sumber input yang baik.(a)(b) sampai 8.R= frekuensi switching 500 Hz. maka pada percobaan berikut ini V/div=10 dan t/div=2mS Gambar 6(b).Rangkaian Chopper Dan hasil Percobaan pada 3 macam frekuensi.Rangkaian beban . Rangkaian Percobaan PWM AC Chopper 1-Fasa Untuk pembuktian bahwa Chopper bisa dilakukan pada gelombang AC. Pada percobaan ini menggunakan sumber AC 12 Vpeak. maka filter induktansi dapat dihitung dengan menggunakan rumus diatas. hal ini disesuaikan dengan kemampuan IV. L = 12.Volt-meter dan Amper-meter . dicacah dengan rangkaian Chopper berupa transistor yang dipasang saling komplemen negatif (tipe NPN dan D.Laptop dan kamera Foto pada saat pengambilan data: Gambar 6(a). 1.5 mH dan C = 4 uF Tegangan AC 1-fasa sebesar 12 Volt (V peak) digunakan sebagai filter LC output.(a)(b) adalah hasil simulasi tujuannya adalah untuk mengontrol bentuk gelombang PSIM dan hasil percobaan laboratorium untuk rangkaian tegangan dan besar frekuensi pada setiap bagian. Hasil Simulasi PSIM f=500Hz Gambar 4.1 utuh. 143 seperti chopper 1-fasa. L= 12.Alat : . . . Percobaan ini menggunakan modul  Dengan filter input. L= 12. namun tidak mengurangi/mengganggu prinsip kerja rangkaian secara .5 mH dan C= 4 uF. dioperasikan pada  Dan filter output. Penentuan Filter LC PNP). 2.Generator Fungsi . Pada setiap bagian dari Chopper dipasang Oscilloscope.5 mH dan C= 16 uF transistor sebagai switching. Rangkaian Simulasi dan Percobaan PWM menentukan induktansi optimum dan kapasitansi filter AC Chopper 1-Fasa LC input. 7.Hardware : .𝒂𝒗 πŸ“ Daya reaktif dapat dihitung: πœ”πΈ 𝑆 𝐹(𝛼 ) 2 2 π‘ƒπ‘Ÿ = 𝑅𝑒 πΌπ‘œ + πΌπ‘š πΌπ‘œ βˆ’ πœ”πΆπ‘œ π‘‰π‘œ + 12𝑓𝑠 2 πΆπ‘œ π‘‰π‘œ .Foto Pengambilan Data Di Laboratorium V. sedangkan L = 12. Desember 2013 .Oscilloscope Dual Chanel . BAHAN DAN ALAT komponen yang digunakan.

Hasil Simulasi PSIM dan Percobaan 1-Fasa Pada bagian berikut ini akan ditunjukkan dan dibandingkan bentuk gelombang output dari Software PSIM dengan hasil percobaan laboratorium. Hasil Simulasi PSIM f=1.500Hz Dari hasil simulasi PSIM.000Hz -1 0. Tegangan input tetap pada 12 V (50Hz).1. 1.5 Isb 1 0.5 -1 Isc 1 0. maka pada percobaan berikut ini adalah chopper 1-fasa dengan trigger PWM.7 Time (s) Gambar 10.5 -1 -1. 7. sedangkan tegangan output adalah variabel sebagai fungsi dari tegangan referensi.4 x 5 V/div = 12 V Jadi persamaan gelombang sinus V=12 Sin t VI. Keluaran dari simulasi  = TON/Ts Jurnal EECCIS Vol.5 0 V/div=10 dan t/div=2mS -0. Gambar 8(b):Hasil Percobaan f=1. Tegangan input tetap pada 12 V (50Hz). Gambar pada halaman berikut menunjukkan hasil tampilan Software PSIM dan hasil Percobaan Laboratorium. ANALISA A. SIMULASI Sedangkan persamaan untuk chopper gelombang sinus Perencanaan PWM AC Chopper dapat disimulasikan adalah: menggunakan Software PSIM Versi 4. yaitu 500Hz. Rangkaian V=  x 12 Sin t simulasi PSIM dengan beban Motor Induksi 3-Fasa Dimana: dapat dilihat pada Gambar 9. tersebut diperlihatkan dalam Gambar 10.5 Gambar 7(a).54 0. Pada setiap bagian dari chopper dipasang Oscilloscope.5 Gambar 7(b). No. 2.56 0. Desember 2013 .66 0.52 0.000Hz 1 0.000Hz dan 1. f = 500 Hz diperoleh: Vpeak = 2.500Hz dan besar frekuensi pada setiap bagian.58 0. B. Bentuk Gelombang Output Pada fasa RST dengan f= 1. Percobaan Chopper 1-fasa ini dicoba pada 3 macam frekuensi switching. Hasil Simulasi PSIM f=1. sedangkan tegangan output adalah variabel sebagai fungsi dari V/div=10 dan t/div=2mS tegangan referensi.68 0.6 0.5 0.5 0 -0.64 0. tujuannya adalah untuk mengontrol bentuk gelombang tegangan Gambar 8(a).000 Hz VII.5 0 -0.62 0. Rangkaian Simulasi PSIM dengan beban Motor Induksi 3-Fasa Isa 1.144 Ω digunakan sebagai beban chopper AC 1-fasa .500Hz. Rangkaian 1-Fasa Untuk pembuktian bahwa chopper bisa dilakukan pada gelombang AC. Gambar 9. Hasil Percobaan f=1.

π‘Žπ‘£ = = 0.7π‘₯ 1 βˆ’ 0.3) 1 + 2π‘₯0. gambar dibawah 12π‘₯500 π‘₯12. Gambar 14.1 Ripple tegangan dapat dicari dengan rumus (8): π‘‰π‘œ .π‘Žπ‘£ = 59.8 chopper. Frekuensi sistem 50Hz dan frekuensi = Vref / Vtrigger Chopper 1. hanya dapat menggunakan 3 line antar fasa dalam sistem tiga fasa.368 2 3π‘₯10π‘₯10βˆ’3 D. sistem bekerja pada frekuensi 50Hz. Lo=L2= 12.7 Chopper 1. 7.π‘Žπ‘£ = 12π‘₯1. yaitu 1 2 frekuensi sumber tegangan.  = TON / Ts Gambar 13. sistem. Pengaruh Frekuensi Chopper Terhadap Frekuensi Ell= 12 V . C.62 1 2 tegangan outputnya berbentuk sinusioda yang dicacah.π‘Žπ‘£ = 2 βˆ’3 βˆ’6 Untuk menjelaskan hal ini. Hanya saja bentuk gelombangnya berbeda. Frekuensi sistem 50Hz dan frekuensi Chopper 500Hz Gambar 11. sama dengan frekuensi Sedangkan dari hasil percobaan ripple tegangan adalah.3 βˆ’ 2π‘₯0. 145 Ton = 2 x 2ms/div = 4 ms 1 2 1 + 2π‘₯0.6 (percobaan). Gelombang Output Beban Motor Induksi 3-Fasa Untuk mendapatkan output ripple arus induktor.500Hz.7 Sedangkan fs=1. tegangan input bentuknya sinusioda murni sedangkan 12π‘₯2(1 βˆ’ 0. Sedangkan chopper bekerja 12π‘₯2(1 βˆ’ 0.6 βˆ’ 2π‘₯0.500Hz π‘‰π‘œ.226 Dimana: E. Frekuensi chopper bekerja jauh diatas frekuensi Maka ripple tegangan dari hasil simulasi. Desember 2013 . Ripple Arus Output Induktor pada rangkaian 3- fasa Gambar di bawah adalah bentuk gelombang arus pada sisi output dengan beban motor induksi yang terhubung segitiga.0002 π‘₯10π‘₯10βˆ’3 π‘₯250π‘₯10βˆ’6 Jurnal EECCIS Vol.621π‘₯0.π‘Žπ‘£ = 34.621 Volt Duty Factor perangkat switching. C2=250uF.7π‘₯ 1 βˆ’ 0. Frekuensi sistem 50Hz dan frekuensi 60.32 π‘‰π‘œ.7 Sedangkan fs=1.5 mH dan Co=C2= 4 uF Sistem  = 0.000Hz.π‘Žπ‘£ = 0.7 βˆ’ 2π‘₯0.5π‘₯10 π‘₯4π‘₯10 5 menunjukkan gelombang sistem dan gelombang π‘‰π‘œ. dan Tperiode = 20 mS (frekuensi 50Hz) maka nilai Ξ± adalah:  = TON / TS = 14/20 = 0. Sedangkan frekuensi output adalah 50Hz. 1. Dengan demikian maka kedua frekuensi tersebut berdiri sendiri- π‘‰π‘œ.7 sendiri dan tidak saling mempengaruhi.3 (simulasi) dan  = 0. L2= 10 mH Jadi besarnya ripple arus output induktor adalah: 60. input. Gambar 12.5π‘₯10βˆ’3 π‘₯4π‘₯10βˆ’6 5 pada frekuensi 500Hz. No. L2=10mH.000Hz . sehingga ripple arus output dapat dihitung menggunakan rumus (7): Tegangan line-line =Ell= 35 Volt (tegangan fasa) x οƒ–3 = 60.π‘Žπ‘£ = 12π‘₯5002 π‘₯12.000Hz Dari data fasa R TON = 11 mS. dan Tperiode = 20 mS (frekuensi 50Hz) maka nilai Ξ± adalah:  = TON / TS = 14/20 = 0.621π‘₯0. π‘‰π‘œ.6) 1 + 2π‘₯0.7 𝐼𝐿.000Hz dan 1. Ripple Tegangan Output Kapasitor Dari data fase R TON = 14 mS.72 Sedangkan Tperiode = 10 x 4ms/div = 40 ms 5 Maka:  = 4/40 = 0. 2. fs=500 Hz .

bentuk fasa dapat dikembangkan dan di aplikasikan untuk gelombang output pada frekuensi 500Hz.Journal. Boca Raton London. Hal ini in AC Choppers Using Asymmetrical PWM dikarenakan pada simulasi semua komponen Techniqueβ€œ. 2.146 VIII. Analysis of Input and dalam mendesain filter input dan filter output Output Ripples of PWM AC Choppers. 7. 5.Journal. Hal ini DAFTAR PUSTAKA dikarenakan menggunakan beban R murni. 4. Ripple hasil simulasi lebih besar bila [1] Jang. Dari percobaan laboratorium. D.E. 2. Sebaiknya kriteria dalam mendesain Approach. 3. Ripple arus output induktor dan ripple [4] C. 2008. KESIMPULAN DAN SARAN Pembahasan ini sangat berguna dalam merancang filter input maupun filter output pada PWM AC Chopper Adapun kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah : 3-fasa. β€œRobust Two Level and toleransi komponen. NO. Metode analisis yang dibahas sangat berguna [3] Pekik Argo Dahono. 48. 1. VOL. ideal. starting motor listrik. Francisco. Rangkaian PWM AC Chopper 1-fasa maupun 3- 1. Electronics.500Hz hasilnya sama dengan hasil simulasi PSIM.g Multilevel PWM AC Choppers”. sedangkan pada percobaan ada nilai [2] Lefeuvre.De La Rosa. Desember 2013 . terbalik dengan frekuensi switching.000Hz maupun 1. ” Harmonic and tegangan input kapasitor berbanding Power System”. No. Jurnal EECCIS Vol. 2006. ” Selective Harmonic kapasitor berbanding terbalik dengan kuadrat Elimination and Current/VoltageControl in frekuensi switching. New York. Journal LC PWM AC Chopper 1-fasa maupun 3-fasa. Nilai kapasitor output dan ripple arus output [5] Espinoza." Power Electronics dengan hasil percobaan. 2001. 2001.CRC Press. Handbook. ITB. Washington. Hasil analisis yang dibahas telah dicocokkan [6] Rashid.β€œIEEE Transactions on Industrial berdasarkan daya reaktif minimum filter LC. Muhammad. (2003. JosΓ© R.β€œ Improvement of Power Factor dibandingkan dengan hasil percobaan . DH. 1. Current/Voltage-Source Topologies: A Unified 6.). (2005).C. " Academic Press.