You are on page 1of 7

Perancangan Sistem Pengendalian Kecepatan Motor Pompa Air

Tekanan Konstan
Hari Widagdo Putra¹, Ir. Wijono, M.T., Ph.D ², Dr. Rini Nur Hasanah, S.T., M.Sc.³
¹Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, ²·³Dosen Jurusan Teknik Elektro, Universitas Brawijaya
Jalan MT Haryono 167, Malang 65145, Indonesia
E-mail: hariwidagdo1@gmail.com
Abstrak— Penelitian ini membahas tentang rang dan mengurangi kecepatan motor pompa ketika
pengendalian motor penggerak pompa air yang tekanan air bertambah. Kecepatan motor dapat dise-
dimaksudkan untuk menghasilkan tekanan keluaran suaikan dengan mengubah tegangan masukan motor.
pompa yang konstan. Tekanan konstan diperlukan oleh Dalam skripsi ini rangkaian VSD yang digunakan
suatu sistem pompa air untuk mengatasi perbedaan
berupa pwm ac chopper. Kelebihan pwm ac chopper
debit pada sistem instalasi air ketika jumlah keran yang
dibuka bervariasi. Pada saat satu keran dibuka, tekanan ini adalah arusnya yang kontinu diban-dingkan
air akan sangat tinggi, tetapi saat beberapa keran pengaturan sudut fasa, tetapi rangkaiannya lebih
dibuka tekanan air akan menurun. Hal ini menjadi sederhana daripada inverter dc-ac. Alat yang diran-
permasalahan pada sistem yang kerjanya dipengaruhi cang berupa modul add-on, yakni modul yang dapat
oleh tekanan seperti pemanas air. Pengendalian langsung dipasang tanpa harus membongkar motor
kecepatan pompa dilakukan oleh rangkaian PWM ac atau pompa.
chopper yang dapat mengubah tegangan masukan
sumber yang dicatukan ke motor berdasarkan duty-cycle II. RANCANGAN PENELITIAN
PWM dengan umpan balik sensor tekanan. Hasilnya Pada penelitian ini, kecepatan pompa akan diatur
adalah tekanan keluaran pompa dapat dipertahankan
agar tekanan output pompa sesuai dengan tekanan set-
konstan sesuai dengan set-point sebesar 0,8 kg/cm2.
Namun demikian, debit air yang dihasilkan di setiap point. Pengaturan kecepatan dilakukan dengan jalan
keran tidak konstan. Oleh sebab itu, konsep pengen- mengubah tegangan masukan motor pompa. Peru-
dalian perlu diperbaiki agar dapat menghasilkan debit bahan tegangan masukan motor turut mempe-ngaruhi
yang konstan. torsi yang dihasilkan sehingga slip motor induksi akan
berubah seiring dengan perubahan torsi. Untuk itu
Kata kunci— Tekanan konstan, Motor pompa, pwm ac
dirancang suatu converter yang mengubah sumber
chopper
tegangan tetap menjadi tegangan variabel. Converter
I. PENDAHULUAN tersebut berupa PWM AC Chopper yang akan men-
Pompa air adalah salah satu produk teknologi cacah gelombang tegangan sumber. Rangkaian ini
pendukung ketersediaan air. Kemampuannya untuk dilengkapi dengan snubber agar komponen switching
memindahkan air dari satu tempat ke tempat lain terlindungi dari tegangan paku yang dihasilkan oleh
membuatnya sering digunakan di mana-mana. Pompa beban induktif.
menghasilkan tekanan yang dibutuhkan cairan untuk
A. Pengaturan Tekanan Pompa
mengatasi gravitasi, gesekan maupun tekanan sistem
Tekanan pompa dapat diatur dengan menggeser
sehingga air dapat dialirkan bahkan dari tempat
titik kerja pompa. Pergeseran titik kerja tersebut dapat
bertekanan rendah ke tempat bertekanan tinggi.
terjadi di sepanjang kurva karaktersitik pompa
Tekanan air menjadi salah satu parameter penting
maupun kurva karakteristik sistem bergantung pada
yang selalu menjadi perhatian penggunanya. Ada
metode yang dilakukan. Ada beberapa cara pengaturan
beberapa sistem yang kerjanya dipengaruhi oleh
tekanan output pompa, tetapi yang akan dibahas
tekanan air seperti pemanas air rumah tangga. Jika
terkait dengan penelitian ini adalah throttling dan
tekanan air yang masuk ke pemanas air berubah-ubah,
pengaturan kecepatan pompa.
maka suhu air menjadi tidak stabil. Tekanan air harus
Metode throttling adalah mengatur seberapa besar
dipertahankan konstan agar hal tersebut tidak terjadi.
bukaan keran. Pada gambar 1 terlihat bahwa Besar
Perubahan resistansi sistem akibat sejumlah keran
kecilnya bukaan keran akan mempengaruhi kemi-
yang dibuka tidak bersamaan akan mempengaruhi
ringan kurva sistem. Hal ini juga berlaku pada sistem
tekanan air di sisi keluaran pompa (discharge).
yang melibatkan banyak keran meski setiap bukaan
Semakin banyak keran yang dibuka menyebabkan
setiap keran seragam. Jumlah keran yang dibuka
semakin kecil tekanan air. Namun, semakin sedikit
mempengaruhi besarnya resistansi sistem sehingga
keran yang dibuka, tekanan air akan meningkat.
kemiringan kurva sistem ikut berubah.
Untuk itu diperlukan suatu alat yang dapat
mempertahankan tekanan agar tetap konstan berapa-
pun jumlah keran yang dibuka. Salah satu caranya
adalah dengan menggunakan VSD (variable speed
drive) untuk mengatur kecepatan motor pompa sesuai
dengan tekanan yang dibutuhkan. VSD akan menam-
bah kecepatan motor pompa ketika tekanan air berku- Gambar 1. Pengaruh bukaan keran terhadap tekanan dan debit

1

2011). 𝑘1 𝑃 = 2. tegangan ac yang terinspirasi dari dc-dc converter.31×𝑆𝐺 × 𝑄2 (3) Menurut hukum afinitas. 𝑄2 (1) ((|𝐼𝑚|2 +|𝑎𝐼𝑎|2 )(𝑅𝑓 −𝑅𝑏)+2𝑎|𝐼𝑚||𝐼𝑎|(𝑅𝑓 +𝑅𝑏) sin(𝜃𝑎−𝜃𝑚)) 𝑇= (10) Agar tekanan dapat dipertahankan konstan berapa. Kurva pompa dan kurva sistem Hubungan antara head dengan tekanan ditunjukkan oleh persamaan 2. capacitor-run ditunjukkan oleh persamaan 10. 5 dan 6. Mosfet dioperasikan sebagai saklar yang akan dipicu dengan sinyal pwm pada frekuensi tertentu. pwm ac chopper mencacah gelombang sinus kurva sistem untuk mengubah nilai tegangan dan arus beban. 𝐻 = 𝑘. Pada gambar 2 PWM ac chopper adalah konsep pengaturan terlihat bahwa perubahan kecepatan pompa menye. Saat Untuk menekan tegangan paku dari beban induktif. Torsi Motor Induksi Satu Fasa Hubungan antara kecepatan dan slip ditunjukkan Sejatinya rangkaian PWM ac chopper terdiri atas oleh persamaan 9. 𝑃×2. Hubungan antara head dengan debit pada kurva Rumus torsi motor induksi satu fasa jenis sistem ditunjukkan oleh persamaan 1. dua transistor daya dimana satu terpasang seri dan satu lagi paralel terhadap beban. Rangkaian pwm ac chopper dan bentuk gelombang tegangan bebannya dapat dilihat pada gambar 4. kecepatan pompa sebanding dengan debit yang dihasilkan sehingga persamaannya dapat ditulis sebagai berikut.31×𝑆𝐺×𝑘 2 ×𝑁 (5) 2 2 𝑃 = 𝑘𝑇 × 𝑁 (6) Gambar 6. Kurva torsi terhadap kecepatan untuk tingkat tegangan adalah dengan memindahkan energi yang seharusnya yang berbeda 2 . didapatkan hubungan antara tekanan dan kecepatan putaran pompa. Rangkaian snubber dirancang untuk memodifikasi bentuk gelombang peralihan sehingga kerugian daya dapat dikurangi. Bentuk gelombang tegangan beban resistif Dengan mensubstitusikan persamaan 3 ke persa- maan 4. tapi berfungsi meredam ggl balik dari beban ketika mosfet torsi berubah terhadap kuadrat tegangan stator seperti padam. dilakukan pengaturan kecepa. Rangkaian PWM AC Chopper 2. pengaturan kecepatan motor Sebagai tahap awal penelitian rangkaian PWM AC induksi dilakukan dengan mengatur tegangan masukan Chopper hanya menggunakan satu buah MOSFET. didapatkan hubungan antara tekanan dan debit. Jika jalur ini tidak ada maka energi induktif  Slip (S) : mengubah tegangan masukan. 𝑘1 2 𝑃 = 2. Prinsip kerjanya Gambar 3. sementara frekuensi sumber dibiarkan konstan. Bentuk gelombang tegangan beban resistif-induktif B. babkan kurva pompa bergeser ke atas atau ke bawah Dengan menggunakan komponen switching yang sehingga titik kerja pompa bergeser di sepanjang sama. D. bunga api) pada komponen switching [3]. tegangan stator dikurangi oleh autotransformer atau MOSFET dilindungi oleh rangkaian snubber yang ac voltage controller. slip kritis (Sk) tetap konstan. 𝑁 = 𝑘2 × 𝑄 (4) Gambar 5. yang terlihat pada gambar 3. energi ini didisipasi dalam bentuk panas (percikan  Frekuensi : frekuensi converter. Dalam penelitian ini. Transistor yang terhubung 𝑓 𝑛 = 𝑝1 (1 − 𝑠) (9) seri berfungsi mengatur daya beban sedangkan 1 transistor paralel menyediakan jalur (freewheeling) Rumus tersebut menunjukkan bahwa kecepatan untuk mengalirkan arus motor ketika transistor seri dapat diubah melalui: padam. Gambar 1. 𝑛𝑠 pun keran yang dibuka. C. Pengaturan dengan PWM AC Chopper tan pompa dengan menggunakan VSD. akan menginduksikan tegangan yang sangat tinggi dan  Jumlah kutub (2p1) : mengubah belitan stator.31 𝐻 = 𝑆𝐺 (2) Dengan mensubstitusi persamaan 1 ke persamaan Gambar 4. Aplikasi Rangkaian Snubber Rangkaian snubber diperlukan untuk mengurangi rugi daya dalam transistor selama penyaklaran dan melindungi komponen dari stress tegangan dan arus (Hart.

5 kali tegangan sumber maka besar nilai 𝜒0 dan 𝛿0 menurut grafik parameter snubber optimum adalah 0.55 𝐶 = 0. diambil nilai puncak dari tegangan dan arus untuk 3.8A.diserap oleh komponen switching ke rangkaian sebagai pwm ac chopper.55 𝐴 III. cari nilai 𝜒0 dan 𝛿0 untuk nilai menghitung nilai komponen snubber. duty-cycle PWM akan 𝑠 McMurray [2] mendesain kurva perancangan ditambah jika tekanan air kurang dari set-point. sebagai driver MOSFET dan pemisah antara Ada dua parameter yang perlu diperhatikan dalam rangkaian MOSFET dengan mikrokontroler. 2.8 × √2 𝐼𝑚 = 2. B. diagram sistem pengendalian kecepatan motor pompa air 𝑅 𝐶 tekanan konstan 𝛿= √ 2 𝐿 Sistem pengendalian kecepatan motor pompa air 𝐿 𝑅 = 2𝛿√ 𝐶 tekanan konstan terdiri atas rangkaian MOSFET 3 . yakni 4 µs dan 3 µs shingga IC dapat meneruskan sinyal berfrekuensi tinggi. Nilai rasio peredaman (𝛿 ) dan faktor arus dalian kecepatan motor dengan umpan balik dari (𝜒) dapat dicari dengan persamaan 11 dan 12. Hitung nilai resistor dan kapasitor snubber dengan persamaan 11 dan 12. sumber adalah 220V dan arus rms beban adalah 1. Perancangan Rangkaian Snubber kapasitor snubber adalah sebagai berikut: Dengan RLC meter. optimum seperti yang terlihat pada gambar 7. Dari gambar 7. Menentukan tegangan puncak transien yang Karena bentuk gelombang tegangan dan arus mosfet diizinkan (E1). Sebaliknya. Blok Diagram Sistem 𝑉𝑚 = 𝑉𝑟𝑚𝑠 × √2 Blok diagram sistem pengendalian kecepatan motor pompa air tekanan konstan ditunjukkan oleh 𝑉𝑚 = 220 × √2 gambar 8. PERANCANGAN ALAT A. Tegangan rms tegangan sumber E. (E1 ⁄𝐸 ) yang telah ditetapkan sebelumnya.06 ( ) 0. Perancangan Rangkaian Optocoupler Optocoupler yang akan digunakan adalah PC817. rangkaian optocoupler snubber. Rangkaian minimum optocoupler Langkah-langkah penentuan nilai resistor dan C. induktansi beban L dan satu fasa didapatkan sebesar 0. Opto ini digunakan karena memiliki nilai time rise dan time fall yang kecil. 𝐼 𝐿 𝜒= √ 𝑉𝑠 𝐶 𝐼 2 𝐶 = 𝐿( ) 𝜒𝑉𝑠 2 2. 𝐼𝑚 = 𝐼𝑟𝑚𝑠 × √2 4. 𝑉𝑚 = 311 𝑉 Jika tegangan balik yang diizinkan adalah 1. sensor tekanan.89 × 10−6 𝐹 Gambar 8. Tegangan isolasinya mencapai 5000 Vrms Rangkaian minimum optocoupler dapat dilihat pada gambar 9. hitung perbadingan tegangan hasil penyearahan dioda jembatan tidak rata maka puncak transien dengan tegangan sumber (E1 ⁄𝐸 ).75 ∙ 311 𝐶 = 6. Lalu.06H. Sebelum sistem dijalankan. nilai set- 𝑅 𝐶 point dimasukkan ke dalam program arduino. Tentukan arus beban I. Jika 𝛿 = 2 √𝐿 (11) tekanan air lebih dari set-point. Parameter snubber optimum Gambar 9.75 dan 0. 𝐼𝑚 = 1. Nilai kapasitor dan resistor snubber dicari dengan persamaan 10 dan 11. mikrokontroler akan 𝐼 𝐿 mengurangi duty-cycle PWM sehingga kecepatan 𝜒 = 𝑉 √𝐶 (12) motor berkurang.4. nilai induktansi motor induksi 1. yakni rasio peredaman dan mikrokontroler sebagai pemroses algoritma pengen- faktor arus. serta perancangan snubber. Gambar 7.

Pengujian Tekanan Air Tegangan Bit ke. nilai kapasitor dan resistor snubber dicari melalui persamaan 11 dan 12. Kombinasi diode penyearah dan mosfet 9 17 1.64Ω Diagram alir program Arduino Uno dapat dilihat Sesuai dengan komponen yang ada di pasaran. 10 19 1. arus beban dan induktansi motor pompa. Pengujian Sensor Tekanan 𝐶 = 0.4√ 6. Dengan RLC meter. Grafik tekanan air terhadap tegangan yang dihasilkan terbaca mikrokontroler dari sensor tekanan saat sensor 4 .8 399 13 23 1. PENGUJIAN DAN ANALISIS DATA 2 1. Dan gambar 11.4√ tabel 1.08 × 10−6 𝐹 yang dihasilkan sensor saat merasakan tekanan. Set-point tersebut berupa bit yang Gambar 12.08×10−6 𝑅 = 133.35 294 untuk menyearahkan tegangan dan arus yang masuk 8 16 1. 𝑅 = 74.98A. pada gambar 11. Perancangan Program Arduino Uno 5 10 15 20 25 Hal pertama yang harus dilakukan adalah mema- Tekanan (PSI) sukkan set-point pada program Arduino Uno sebelum sistem dijalankan.2 268 7 15 1. Tegangan nominal motor adalah 220V dan arus nominal adalah 0.06 pressure gauge menunjukkan tekanan yang 𝑅 = 2 × 0. 𝐿 Tegangan yang dihasilkan sensor akan disetarakan 𝑅 = 2𝛿√ dengan tekanan yang tertera pada pressure gauge. Rangkaian minimum optocoupler 0 E. Diagram alir program Arduino Uno 𝐼 2 𝐶 = 𝐿( ) 𝜒𝑉𝑠 IV.5 1 0.9 410 sebesar 10A. nilai resistor dan kapasitor snubber yang dipakai adalah 4.5 325 disebut juga bilateral switch atau saklar dua arah.4 A. nilai induktansi motor pompa didapatkan sebesar 0. Dengan cara yang sama. 14 25 2 437 2. 2 7 0. Perancangan Rangkaian Daya 4 10 1 225 Mosfet hanya dapat bekerja pada tegangan dan 5 12 1.03 ( ) 0.89×10−6 diinginkan.95 214 D.98 × √2 𝐼𝑚 = 1.5 Gambar 10.03H.03 Hasil pengujian sensor tekanan dapat dilihat pada 𝑅 = 2 × 0.75 168 adalah 1.8 182 3 9 0.5 Tegangan (Volt) 2 1. Gambar 11.75 ∙ 311 Pengujian ini bertujuan melihat besarnya tegangan 𝐶 = 1. perancangan snubber untuk beban motor pompa dimulai dengan tegangan sumber.4 𝐴 𝑉𝑚 = 𝑉𝑟𝑚𝑠 × √2 𝑉𝑚 = 220 × √2 𝑉𝑚 = 311 𝑉 Dengan langkah yang sama. (psi) (Volt) Mikrokontroler nilai resistor dan kapasitor snubber yang dipakai 1 6 0. 𝐼𝑚 = 𝐼𝑟𝑚𝑠 × √2 𝐼𝑚 = 0.28Ω Tabel 1.7µF dan 60Ω.6 353 MOSFET yang akan digunakan adalah IRF740 11 20 1.36µF dan 132Ω. Hasil pengujian sensor tekanan Sesuai dengan komponen yang ada di pasaran. 1. 0.15 254 arus searah sehingga memerlukan diode penyearah 6 13 1. 𝐶 0.4 310 ke mosfet.7 369 dengan spesifikasi VDS sebesar 400V dan arus drain 12 22 1.

Bentuk gelombang tegangan dan arus pada motor sama dengan bentuk gelombang pwm keluaran induksi satu fasa ¼ HP optocoupler tetapi saling berkebalikan. apakah snubber dapat mengamankan mosfet dari Tabel 5. Pengujian Rangkaian Pemicuan IL Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah mikrokontroler dan rangkaian driver dapat mengha- silkan sinyal PWM untuk memicu mosfet. 5 ms/div disebabkan pada rangkaian optocoupler terdapat Tabel 4 juga menunjukkan semakin kecil duty-cycle rangkaian transistor sebagai pull-up yang membalik PWM maka tegangan dan arus beban berkurang. 2 V/div. Hasil pengujian PWM keluaran Mikrokontroler dan duty-cycle PWM maka semakin kecil pula tegangan Optocoupler dan arus beban. Setelah mendapatkan nilai impedansi. Hal ini D = 70%. Sinyal PWM keluaran Mikrokontroler dan rangkaian optocoupler Bentuk gelombang pwm keluaran mikrokontroler Gambar 15. 2 V/div. Tabel 3. 2. Bentuk gelombang tegangan dan arus pada lampu D = 70%. nilai duty-cycle yang sama dengan PWM keluaran resistansi dan induktansi motor dihitung agar dapat mikrokontroler. Hasil pengujian sensor tekanan dapat dilihat pada tabel 2 dan gambar 13. Data logika high menjadi low dan sebaliknya. Gambar 14. Bentuk gelombang tega- C. Selain itu dapat dilihat pula maksimum. Hasil pengujian menunjukkan tegangan yang diha- silkan sensor tekanan linier terhadap tekanan air VL dengan rata-rata perubahan tegangan sebesar 0. Semakin lebar daerah yang tercacah Keluaran Mikrokontroler Keluaran Optocoupler sehingga tegangan dan arus rata-ratanya menjadi Ton Toff Ton Toff Error berkurang. 500 mV/div. digunakan dalam simulasi. Gambar 14 menunjukkan hasil pencacahan D D (µs) (µs) (µs) (µs) (%) 100 900 10 100 900 10 0 gelombang tegangan dan arus dengan frekuensi 200 800 20 200 800 20 0 switching 7kHz. Berdasarkan Tabel 3 terlihat bahwa semakin kecil Tabel 2. Hasil pengukuran beban motor induksi satu fasa ¼ HP 400 600 40 400 600 40 0 500 500 50 500 500 50 0 600 400 60 600 400 60 0 700 300 70 700 300 70 0 800 200 80 800 200 80 0 900 100 90 900 100 90 0 VL IL Gambar 13.1 volt/psi. Pengujian Snubber dan Mosfet ngan dan arus beban motor pada gambar 15 memper- Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui lihatkan bahwa rangkaian snubber mampu menekan apakah MOSFET dapat berfungsi mencacah bentuk tegangan paku hingga kurang dari tegangan masukan gelombang tegangan. 300 700 30 300 700 30 0 Tabel 4. Mikrokon- troler diprogram untuk menghasilkan pwm dengan frekuensi tertentu dan duty cycle diatur dengan poten. yakni 311 Volt. Hasil pengukuran beban motor pompa tegangan paku. PWM cos phi dipergunakan untuk menghitung impedansi keluaran optocoupler tetap berupa sinyal kotak dengan motor. B. Hasil pengukuran beban lampu 5 . 100 mV/div.5 ms/div siometer.

2. Konfigurasi keran serial me- nyebabkan semakin jauh jarak keran dari pompa. Hal ini disebabkan karena adanya rugi-rugi di setiap keran. Tabel 6. Data yang digunakan sempit sehingga rentang pengaturan tekanan yang adalah tekanan terbesar. Hal itu disebabkan semakin konstan dapat bekerja dengan baik. perhitungan secara teori dimana kedua grafik tersebut 2) Debit air di setiap keran tidak konstan meski sejalan.2 kg/cm2. Grafik tegangan terhadap kecepatan motor pompa adalah sebagai berikut: 1) Dengan sistem pengendalian kecepatan motor. Data sebelum pemasangan alat kontrol IL Gambar 16. Grafik secara teori sejalan VL dengan grafik hasil pengujian. Grafik pada gambar 17 menunjukkan bahwa pompa air dapat menghasilkan tekanan konstan. Bentuk gelombang tegangan dan arus pada beban motor pompa D = 70%. maksimal 0. Berdasarkan kurva Gambar 18. Sistem ini cukup untuk kurang dari torsi beban. 200 mV/div. 3) PWM ac chopper mampu mengendalikan ke- cepatan motor lewat pengaturan tegangan. PWM ac chopper dapat menghasilkan tegangan yang bervariasi dengan mengatur duty-cycle PWM. perubahan torsi motor menyebabkan pompa titik potong torsi motor dan torsi beban bergeser Pada grafik 18 dapat dilihat bentuk grafik teori di sepanjang kurva torsi beban. Saat keran ketiga dibuka. Arus beban motor memiliki bentuk yang lebih sinus dibandingkan dengan arus beban resistif. Hal ini tegangan 150 volt. debit air akan semakin kecil. Selisih tekanan yang bisa dicapai adalah 6 . 2 V/div. tekanan air menurun. rata-rata. rentang kecepatan yang bisa diatur sangat didapatkan dari hasil pengujian. tekanan air yang dihasilkan pompa telah diper- tahankan konstan. besarnya tahanan yang diberikan oleh sistem terhadap pompa. Grafik teori titik potong tersebut. Grafik kalibrasi tekanan output terhadap kecepatan torsi-slip. Hal ini dibuktikan oleh digunakan pada instalasi pipa dengan 5 keran.8 kg/cm2 saat satu keran dibuka nominal adalah 2905 rpm sedangkan kecepatan paling hingga tiga keran dibuka. tekanan terkecil dan tekanan bisa dicapai juga sempit. Kecepatan saat tegangan point sebesar 0. yakni 0. kecepatan motor berubah.5 ms/div Sama seperti data sebelumnya. Pengujian Sistem Keseluruhan Pada tabel 6 terlihat bahwa tekanan yang dihasil- Pengujian ini bertujuan mengetahui apakah sistem kan pompa semakin kecil ketika semakin banyak pengendalian kecepatan motor pompa air tekanan keran yang dibuka. Setelah lebih dari tiga kecil yang bisa dicapai adalah 2850 rpm pada keran dibuka. IV. Tabel 7. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini Gambar 17. diplot berdasarkan tiga nilai konstanta Kt yang Namun. Di bawah tegangan tersebut motor disebabkan karena tegangan dan kecepatan motor tidak dapat berputar karena torsi yang dihasilkan telah mencapai nominal. Setelah alat kontrol dipasang. PWM AC Chopper. tekanan air dapat disesuaikan dengan set-point. semakin kecil tegangan masukan maka kecepatan Tekanan dapat dipertahankan sesuai dengan set- akan semakin menurun. Dari pergeseran yang sejalan dengan grafik pengujian.8 kg/cm2 saat satu keran hingga dua keran dibuka. Data sesudah pemasangan alat kontrol tabel 5 menunjukkan bahwa rangkaian PWM AC Chopper dapat membuat tegangan dan arus variabel sesuai dengan duty-cycle PWM. kecepatan motor pompa telah mencapai nominal sehingga tidak dapat lagi menaikkan tekanan. Perubahan tegangan masukan motor menye- babkan perubahan torsi motor. D.

W. D. Dasar Tenaga Listrik. Power Electronics. M. [4] Zuhal. New York: McGraw-Hill. (2004). Optimum Snubber for Power Semiconductors. (1972). Bandung: Penerbit ITB. (1989). Devices and Applications. (2011). DAFTAR PUSTAKA [1] Hart. W. [2] McMurray. 7 . H. [3] Rashid. 593-600. New Jersey: Pearson Education. Power Electronics Circuits. IEEE Transactional on Industry Application .