You are on page 1of 10

Jurnal Ilmiah Foristek Vol.1, No.

1, Maret 2011

PERBANDINGAN KARAKTERISTIK MOTOR INDUKSI
BELITAN GELUNG DENGAN BELITAN SPIRAL

Muhammad Sarjan
Dosen Jurusan Teknik Elektro Universitas Tadulako
Email: muhammad_sarjan@yahoo.co.id

AbstractIn studying the behaviour of a diperhitungkan adalah menentukan apakah
motor selected to drive industrial karakteristik torsi-kecepatan dari motor
equipment, the main problem being faced tersebut sesuai dengan persyaratan yang
is to determine whether the characteristic dibutuhkan oleh beban yang digerakkan.
of the motor suits the requirements Prilaku beban pada kondisi transient disaat
imposed by the driven unit. Different starting, pengereman, atau pengaturan
kinds of machines and mechanisms as well kecepatan sangat tergantung pada perubahan
as electrical motor exhibit different karakteristik torsi kecepatan motor maupun
characteristics. beban yang digerakkan.
The aim of this research is to compare the Oleh sebab itu sangatlah penting untuk
characteristic of induction motor using mengetahui karakteristik motor maupun
loop winding and concentric winding. The beban yang digerakkan agar dapat memilih
parametersobserved are current, voltage, motor penggerak dengan tepat sehingga
power factor, torque and speed. sistem penggerak tersebut menjadi lebih
The experiment was conducted in the ekonomis.
laboratory of Electrical Engineering Terlepas dari pertimbangan
Department of Tadulako University and karakteristik listrik mesin pengerak ini, maka
the result of this study indicated that terdapat tiga parameter mekanis yang sangat
characteristic of the loop winding dipertimbangkan oleh pengguna, yaitu;
induction motor is better than that of the kecepatan putaran, torsi yang dihasilkan dan
consentric winding. daya output mekanisnya. Besaran-besaran ini
relatif sulit ditentukan, sehingga terlebih
Keyword: induction motor,speed, torque,
dahulu perlu meninjau kembali sejumlah
characteristic.
metode pengukuran yang umum digunakan
I. PENDAHULUAN untuk mengetahui dan mempelajari besaran-
besaran dimaksudkan.
Dalam suatu masyarakat industri Ditinjau dari jenis motor listrik yang
modern, diperlukan berbagai motor listrik umum digunakan sebagai motor penggerak
penggerak mesin-mesin dengan berbagai mesin atau peralatan dalam industri, maka
karakteristik. Terdapat kemungkinan bahwa motor induksi merupakan jenis motor listrik
mesin-mesin produksi dalam industri tersebut yang sangat luas penggunaannya. Hal ini
mensyaratkan motor listrik penggerak disebabkan oleh karena jenis motor ini
dengan tingkat kebisingan yang rendah dan mempunyai kelebihan-kelebihan
sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada dibandingkan dengan jenis motor listrik
di industri bersangkutan. Tetapi terdapat pula lainnya, antara lain karena konstruksinya
industri yang membutuhkan motor listrik sederhana, lebih reliabel dan yang lebih
penggerak dengan konstruksi sederhana, penting lagi adalah harganya yang relatif
mudah dijalankan dan rendah biaya murah serta lebih ringan.
perawatan serta karakteristik yang konstan Terdapat dua jenis belitan stator motor
untuk berbagai kondisi pembebanan. induksi, yaitu belitan gelung (ware winding)
Untuk mempelajari prilaku dari suatu dan belitan spiral/rantai (concentric winding).
motor yang akan digunakan untuk Kedua jenis belitan ini juga akan menentukan
menggerakkan mesin atau peralatan industri, karakteristik listrik maupun karakteristik
maka salah satu masalah yang harus mekanis motor induksi.

6

No. Tetapi penggunaan piranti elektronik yang sudah semakin luas. Maret 2011 II.terdapat 4 motor induksi rotor belitan. Rotor belitan mempunyai belitan fasa inti ini dibuat dari laminasi-laminasi. kuat. yang sedikit generator maupun motor listrik. yang mirip dengan belitan stator. Rotor sangkar (squirrel cage) motor bersangkutan (Hubert. tiga. Bagian yang bergerak (rotor). Rotor sangkar medan magnet dimanfaatkan dalam mesin- Rotor sangkar terbuat dari batangan- mesin listrik. hubung singkat terbuat dari aluminium tuang. dan berisolasi (rotor belitan) dan (b) belitan pada saat motor berputar normal ketiga sikat- sangkar tupai (rotor sangkar).4mm sampai 4 mm. 7 . Berdasarkan pada kedua jenis belitan rotor ini. Stator terdiri dari rangka baja yang 2. Komponen-Komponen Utama Motor induksi 3 phase mempunyai 2 (dua) bagian utama : a.1991). Kedua akan membangkitkan medan magnet ujung-ujung batang tembaga ini disolder disekitar penghantar tersebut. baik untuk trnsformator. sehingga motor induksi dibagi B. Tahanan luar ini konvensional yang terbuat dari kawat utamanya digunakan pada saat starting. Cincin lainnya serta dibuat alur-alur (slot) sebagai seret ini serta sikat-sikat tetap (stationer) tempat kumparan rotor. TINJAUAN PUSTAKA Konstruksi dari batangan tembaga dan cincin tembaga menyerupai sangkar. Terminal-terminalnya Bagian rotor juga terbuat dari laminasi- disambungkan pada tiga cincin seret (slip laminasi besi baja yang dipres satu dengan ring) yang ikut berputar dengan rotor.1. namun karena kecepatannya tergantung pada frekwensi jaringan listrik. bintang (Y). 1. Untuk motor yang paling umum dijumpai dan motor-motor induksi ukuran kecil dan digunakan di industri. Sejumlah slot yang terdistribusi merata Belitan-belitan ini terdistribusi secara terdapat pada lingkaran bagian dalam dari seragam pada alur-alur (slot) serta terhubung inti.Jurnal Ilmiah Foristek Vol. Bagian stator dipisahkan dari bagian rotor oleh celah udara dengan jarak antara 0. tergantung pada daya Gambar 1. sehingga pengaturan kecepatannya sulit dilaksanakan. Rotor belitan menyangga inti berongga berbentuk silindris. Ada 2 (dua) jenis memungkinkan dilakukan penyambungan belitan yang digunakan untuk rotor motor dengan tahanan luar (external resistor) secara induksi (asinkron) : (a). Bagian yang tidak bergerak (stator) b. Belitan 3 fasa seri dengan belitan rotor. Prinsip Kerja Motor Induksi menjadi : motor induksi rotor sangkar dan Menurut Wildi (2000). Ampere. Suatu konduktor yang beraliran listrik dipress kedalam slot (alur) rotor. yaitu: lebih panjang dari rotor itu sendiri dan 1. Motor induksi fasa tiga adalah jenis sehingga dinamakan rotor sangkar. batangan tembaga telanjang. putarnya konstan. A. sangat membantu untuk pengaturan putaran motor induksi. sebagai tempat belitan/kumparan stator. Karena motor ini menengah. sikat dari slip ring dihubung singkat. sehingga batangan arahnya ditentukan menurut hukum tembaga tersebut terhubung singkat. yang pada cincin tembaga. batangan-batangan dan cincin mempunyai konstruksi sederhana. harganya relatif murah dan mudah yang dicetak sedemikian rupa sehingga pemeliharaannya (Wildi. 2000). prinsip dasar yang menjelaskan bagaimana 1. Kecepatan menjadi bagian yang menyatu.

No. 5 persen untuk motor induksi berukuran Bird (1995) menjelaskan bahwa jika kecil. akan dibangkitkan Selanjutnya menurut Hubert (1991). akan diinduksikan ggl dimana pada saat medan magnet putar B pada konduktor rotor tersebut. putar dengan fluks yang dibangkitkan oleh 8 . 1. mencapai kecepatan yang sama dengan 3. Gaya ini akan mendorong batangan atau belitan rotor se arah dengan arah medan magnet putar. (untuk rotor belitan). maka kecepatan pemotongan fluks magnet semakin berkurang. Suatu kawat belitan yang bergerak memotong garis gaya magnet. tidak terhadap waktu. Jika Gambar 2. tidak terjadi pemotongan fluks magnet pada 2. Rotor Belitan (wound rotor) rotor berputar pada kecepatan yang sama dengan kecepatan medan magnet putar. Maret 2011 arus rotor akan menyebabkan gaya lorenz. Karena menyapu sepanjang dan memetong batangan konduktor rotor atau terminal slip konduktor akan terjadi hal-hal berikut : ring terhubung singkat. sedangkan untuk motor berukuran belitan stator motor induksi dihubungkan ke besar antara 1. medan magnet putar. Dengan meningkatnya kecepatan putaran rotor. Hal hukum Faraday dan menjadi prinsip dasar inilah yang menyebabkan rotor tidak pernah transformator.5 – 2 persen. Pada saat fluks magnet prinsip kerja motor induksi tiga fasa memotong batangan konduktor rotor (untuk didasarkan pada hukum Faraday dan gaya rotor sangkar) atau konduktor belitan rotor Lorenz yang bekerja pada konduktor. maka akan mengalir 1.g. Sehingga: 4. Pengaliran arus ini disertai dengan pada setiap konduktor pada saat timbulnya fluks magnet disekitar konduktor dipotong oleh fluks magnet B (Hukum rotor.Jurnal Ilmiah Foristek Vol.l) pada kawat belitan tersebut. tidak ada ggl induksi. Hal ini dijelaskan Perbedaan kecepatan putaran rotor nr oleh Lorenz dan menjadi prinsip dasar dengan kecepatan sinkron ns disebut slip. interaksi antara fluks medan magnet Faraday). ggl induksi rotor menurun dan frekwensi arus rotor juga berkurang. mengalami suatu gaya. Suatu konduktor beraliran listrik yang kecepatan medan magnet putar (kecepatan berada di dalam medan magnet akan sinkron). Gaya yang sama bekerja pada seluruh konduktor atau belitan rotor. Hal ini dijelaskan oleh hukum Faraday Nilai slip antara motor tanpa beban dengan dan menjadi prinsip dasar generator motor dalam kondisi beban penuh sekitar 4 – listrik. Hal ini sesuai dengan kecepatan putaran rotor akan menurun. jika melalui kawat belitan ada pengaliran arus rotor serta tidak timbul akan menginduksi suatu tegangan pada gaya pada konduktor rotor. Demikian pula jika suatu garis maka : gaya magnet bergerak memotong kawat belitan akan menginduksi gaya gerak Slip s = ( ns – nr)/ ns x 100 % (2) listrik (g. Medan magnet yang berubah-ubah konduktor rotor. yang menyebabkan rotor berputar searah dengan medan magnet putar. akan Slip = ns – nr (1) menghasilkan gaya gerak listrik (GGL)induksi pada kawat belitan Slip s biasanya dinyatakan dalam persen. Gaya yang dibangkitkan oleh batangan rotor menyebabkan rotor berputar sesuai dengan arah medan magnet putar.1. motor listrik. Suatu tegangan E = B l v diinduksikan arus rotor. Sehingga belitan tersebut. tersebut. sumber tegangan 3 fasa.

9 . gesekan yang timbul dan beban yang 3. maka tegangan dalam stator. Dari kedua 2 besaran ini. Lorenz). l . Medan magnet putar ini dihasilkan berjarak s dari titik tengah poros rotor. yang dihasilkan. torsi diukur motor atau mesin penggerak dengan dengan rem. konduktor kumparan rotor yang dialiri arus Pada motor induksi rotor sangkar. Kecepatan putaran motor diukur (kaidah tangan kiri Fleming). dinamometer (cradle kecepatan putar n. konduktor yang terletak persis dibawah et. maka yang diinduksikan E serta arus I yang kedua lengan ini akan berputar ke arah torsi bangkitkan juga akan berkurang. Karakteristik kecepatan-arus. Karena konduktor beraliran berada di revolusi per detik (rps). Jika kecepatan listrik putar. 1. maka akan bergerak ke arah kanan mengikuti M = F x S (Newton-meter). Karakteristik Motor Induksi M=F. No. Jika konduktor ini bebas bergerak. adalah : ujung-ujung tangga konduktor tersebut disatukan dan dibentuk menjadi sebuah F=B. maka gaya F yang dibangkitkan pada bekerja pada konduktor akan menjadi nol. s (5) Karakteristik motor listrik M = B . Kecepatan putaran dalam medan magnet. Jika oleh arus-arus tiga fasa yang mengalir pada terdapat sejumlah z konduktor yang dialiri belitan stator. digerakkan. dimana sedemikian rupa sehingga hasil kali antara gaya F dan panjang s dari mendorong/mengangkat konduktor yang lengan penyeimbang merupakan torsi M dilalui medan/fluks magnet. magnet akan berkurang.1. (3) gerakan kutub magnet. dalam satuan revolusi per menit (rpm) atau 3. Tegangan induksi ini diiringi oleh maka dapat diketahui daya mekanis motor pengaliran arus I.Jurnal Ilmiah Foristek Vol. Berdasarkan prinsip dasar induksi E dan arus I maupun gaya yang motor. Karakteristik torsi-arus. 2. yang disebabkan oleh rotor itu sendiri. yang mengalir pada atau mesin penggerak tersebut (Hornemann. Motor akan mencapai suatu kecepatan Karakteristik motor listrik yang utama. Untuk pengukuran torsi dapat 4.I. sedangkan kutub magnet yang bergerak digantikan dengan medan magnet Gaya ini bekerja pada konduktor yang putar. melalui batang hubung singkat jumlah revolusi untuk suatu periode waktu dan kembali ke konduktor lainnya tertentu. arus yang diberada dalam garis gaya magnet. z . Karakteristik torsi-kecepatan.L (4) silinder. demikian gaya yang bekerja pada konduktor Torsi juga dibangkitkan oleh mesin tersebut juga akan berkurang. Maret 2011 2. yang konstan jika torsi yang dibangkitkan sama perlu diperhatikan adalah : besar dengan torsi lawan (torsi pengereman) 1. maka tercapai posisi seimbang. Akan tetapi jika kecepatan gerakan tersebut sama dengan Jika torsi yang searah jarum jam sama kecepatan medan/fluks magnet.al. s (6) menunjukkan kinerja motor tersebut dalam berbagai kondisi operasi (Deshpande. maka akan dihasilkan torsi M yang besarnya: C. permukaan kutub magnet ke arah Kecapatan putaran motor n adalah bawah. 1983). dimana medan magnet gerakan konduktor menyamai kecepatan membangkitkan garis gaya magnet (fluks) di gerakan fluks magnet. maka besar dengan torsi yang berlawanan arah kecepatan pemotongan konduktor oleh fluks jarum jam. 1990). Torsi M di bangkitkan pada poros Pada mesin listrik putar. maka akan motor listrik umumnya menggunakan satuan mengalami gaya mekanik (gaya revolusi per menit (rpm). Gaya-gaya ini selalu bekerja dalam arah digunakan tongkat penyeimbang. I. akibatnya tegangan Jika kedua torsi ini tidak seimbang. Dengan yang lebih besar.

1. 6. Rangkaian percobaan karakteristik motor 10 . METODOLOGI IV. terdapat hubungan 5. Power suplay sebagai input peralatan maka dapat diketahui daya mekanis motor distel pada tegangan 220/380 volt. Mengumpulkan alat dan bahan yang akan digunakan pada pengujian. karena alat ukur kecepatan putar antar variabel ini diplot dalam suatu grafik (tachometer) diukur langsung melalui membentuk kurva beban dan kurva operasi. motor atau mesin penggerak dengan Pengujian dilakukan dengan cara: kecepatan putar n. kumparan dimasukkan dalam satu alur. dan memilih sebuah motor listrik adalah 3.10 N. Untuk motor 3 fasa. 2. Menghubungkan semua peralatan (alat antara torsi M dan kecepatan putaran n ukur) sesuai fungsinya motor. No. Selanjutnya menaikkan nilai torsi dari umumnya digunakan belitan gelung lapis 0. AC A 1. sehingga ter N - motor dihubungkan dengan power suplay 3 M φ pada tegangan 220/380 Volt. dibaca atau mesin penggerak tersebut (Hornemann. pengujian motor untuk jenis belitan yang lain dengan cara pengujian yang sama. sehingga metode yang digunakan adalah A W P metode ekperimental. untuk motor induksi 3 fasa. beban (dinamometer prony/brake) Untuk motor listrik. Cara terbaca adalah 0. HASIL DAN PEMBAHASAN Oleh karena pengujian ini merupakan pengujian laboratorium yang dilaksanakan Pengujian karakteristik motor pada Laboratorium Mesin-mesin Listrik dimaksudkan untuk mengetahui kinerja Teknik Elektro Universitas Tadulako.Jurnal Ilmiah Foristek Vol. 1. melalui tahapan. V V 2. Belitan Stator Motor Induksi. F Suplai V tahapan sebagai berikut. beberapa hubungan alat ukur dan Torsi M di bangkitkan pada poros peralatan lain yang telah siap untuk diuji. et. melalui voltmeter.15 N. poros (rotor) motor setiap keadaan (nilai torsi). Dari kedua 2 besaran ini. Kecepatan putaran n akan menurun 6. Memasang (mengkopel) motor dengan current brake). Kecepatan tegangan yang distel sebelumnya sebesar putaran n dan daya motor P. Mencatat tampilan dari beberapa alat pentingnya. Tachometer dipasang untuk D. Semua instrumen ukur pada posisi Kriteria yang penting untuk mengevaluasi standby atau dalam kondisi on. Hubungan 220 volt.al. Menempatkan peralatan pada meja A W pengujian (meja percobaan) 3. III. Efisiensi η. Setelah selesai dipasang. Karena motor yang digunakan adalah Tachome M B motor induksi 3 (tiga) fasa. 1. Gambar 3. mengetahui laju perubahan kecepatan Soeleman (1984) menjelaskan bahwa putaran rotor. sedangkan tampilan alat ukur setiap torsi yang distel untuk belitan lapisan tunggal dengan satu sisi atau ditentukan. anatar variabel-variabel ini juga tidak kalah 4. Maret 2011 dynamometer) atau rem arus pusar (eddy 4.M sampai pada belitan dua lapis dengan dua sisi kumparan keadaan lockrotor dan mencatat semua dimasukkan dalam satu alur.M yang sebelumnya nilai torsi dobel atau belitan spiral (konsentrik). hubungan ukur. penulis seiring dengan kenaikan torsi M yang melakukan penelusuran kembali dari dibangkitkan. Menghidupkan power suplay dengan faktor daya (Cos ϕ). motor dalam berbagai kondisi operasi. 1983). maka pada 5. Setelah selesai power suplay dimatikan Kedua jenis kumparan motor ini memiliki (di off-kan) dan dilanjutkan dengan karakteristik yang berbeda.

Beban (Dinamometer prony/brake) arus.9 0.66 646 0. Faktor Daya dan 2.3 6.9 5.50 418 0.8 7.Jurnal Ilmiah Foristek Vol.65 7 1450 1062.7 5.65 7 1462 1071.99 47.2 6.8 8.3 6. 4.4 5.64 6 380 7.7 7.26 11 .30 2 1485 310.56 Tabel 2.9 6.37 3 380 5.33 2 380 5. Alat ukur daya (Wattmeter) diambil dari hasil pengamatan dan 5. 2.47 50. Data hasil pengujian motor belitan spiral B.7 6.8 1292 0.3 2132 0. Hasil Pengujian Kareakteristik Motor alat dan bahan yaitu : Data tabel hasil pengujian di bawah ini.06 0.83 1845 0. 6. Sedangkan daya 6.46 104 0. Data hasil pengujian motor belitan gelung A.17 1 1493 154.5 5.6 5.2 1496 46.1.3 6.9 8. Alat ukur kecepatan putaran output (Pout) dan efisiensi (η) didapatkan (Tachnometer) melalui perhitungan. No.4 8. V AC I AC (Ampere) I Rata2 P In Cos M N P Out η (Volt) R S T (Ampere) (Watt) (N-m) (Rpm) (Watt) % 1 380 5. Alat ukur arus (Amperemeter) sama yaitu dari 0. 1.05 0.62 6 1466 920. Maret 2011 Untuk besar torsi yang sama yang 8. Arus 1.6 6 129. Regulator power suplay dalam hal ini mencakup: Karakteristik torsi. Alat ukur tegangan (Voltmeter) kecepatan putaran (n) untuk besar torsi yang 3. dan 7 (N-m).7 53.92 6 380 8.94 49.5 7. BELITAN GELUNG No.08 4 380 6. 7.2 8.20 5 380 7. Diagram rangkaian di atas terdiri dari A. Motor Induksi Rotor Sangkar (I).99 31.38 3 380 6.3 5.20 1 1492 156.11 2 380 6.5 50. 4.5 6.2 5.2 7.08 4 380 6.91 5 380 7.32 39.2 6.1 391. V AC I AC (Ampere) I Rata2 P In Cos M N P Out η (Volt) R S T (A) (Watt) (N-m) (Rpm) (Watt) % 1 380 5.8 0.9 0. 9.59 44.63 1740 0. 1.3 6.2 706.2 1496 31.1 5.0 6.21 37.9 6.03 1984 0. Kabel penghubung karakteristik torsi-kecepatan.60 6 1458 915.7 6.3 7.91 52. BELITAN SPIRAL No.3 7.0 5.33 24.2.50 4 1478 618.30 2 1488 311. Alat ukur faktor daya (Cos u meter) pengukuran pada alat ukur.50 4 1472 616.6 7.2 5.46 1228 0. daya input (Pin). Alat ukur torsi (Newton meter) Tabel 1.9 8. karakteristik arus-kecepatan dan 10.6 8.59 48.

No. faktor daya 0.94 watt. maka diambil nilai arus rata-rata yang keluar memutar beban yaitu 1071. daya output 618. Jurnal Ilmiah Foristek Vol.80 0. Torsi dinaikkan 1 N–m. faktor kerja 0. Torsi dinaikkan 6 N–m.91 %.8 ampere. faktor daya 0. arus yang ditarik yaitu 7.99 watt. daya seimbang.3 2132 0.92 %.30 lagging dengan kecepatan putaran motor menurun yaitu 1488 Rpm.2 706.38 3 380 6. 1.11 %.50 Lagging dan kecepatan semakin turun 1478 Rpm.1 ampere. daya input 2132 watt. . . daya input 1292 watt. Cos φ 0.33 watt.26 %. Torsi dinaikkan 2 N–m. arus yang ditarik sama besar.59 watt. arus yang mengalir (arus yang ditarik motor) 6 ampere. efisiensi 24. daya output 154. daya output 311.38 %. daya input yang besar 1845 watt.83. daya output 31.06 dan motor berputar dengan kecepatan 1496 Rpm.32 watt. Torsi dinaikkan 4 N–m.30 2 1488 311.1 391.Torsi motor dan beban 0. V AC I Rata2 P In Cos M N P Out η (Volt) (Ampere) (Watt) N-m (Rpm) (Watt) % 1 380 6 129. daya output semakin besar mengikuti besarnya input daya 920.32 39.50 4 1478 618. Maret 2011 mulai bagus yaitu 0.59 44. arus yang ditarik motor naik yaitu 6. arus yang ditarik motor 6.65 lagging dan kecepatan motor 1462 rpm. efisiensi 44.08 %. Data Pengujian Belitan Spiral Dengan Nilai Arus Rata-rata Kurva karakteristik yang menggambarkan BELITAN SPIRAL relasi setiap variabel motor untuk belitan konsentris disajikan pada diagram berikut. motor menarik arus sebesar 6.96 0.2 ampere.96 watt.83 1845 0.1. No.99 47. daya input 706.65 7 1462 1071.08 4 380 6.2 1496 31.49 50.33 24.3 ampere.17 Lagging dan kecepatan motor mulai menurun yaitu 1493 Rpm. Untuk motor induksi belitan spiral 1466 Rpm. efisiensi 39.8 1292 0.17 1 1493 154. Pembahasan Hasil Pengujian terhadap arus dengan kecepatan menurun 1. daya input 129. daya input 391.91 0.Torsi dinaikkan 7 N–m.92 6 380 8. efisiensi 49.91 watt.62 tegangan Lagging B.26 . Cos φ motor 12 .06 0.11 2 380 6. dalam hal ini belitannya tidak 8. . . Tabel 3.94 49.91 5 380 7.62 6 1466 920. faktor daya naik 0. efisiensi 47. watt. Oleh karena arus fasa motor tidak .20 N–m.49 seperti disajikan pada tabel berikut.80 watt. efisiensi 50.

66 646 0. arus yang ditarik mengikuti input daya 1062. No.59 48.46 1228 0. .30 2 1485 310. .33 %. daya input motor Rpm.2 1496 46. faktor daya 0. daya input 1228 watt.1.20 %. .08 4 380 6.46 ampere. Tabel data motor untuk nilai arus fasa rata- rata disajikan pada tabel beriku: Tabel 3.56 .91 watt.65 watt. efisiensi 31.46 ampere.91 52. arus yang ditarik sebesar 5.99 31. 13 . V AC I Rata2 P In Cos M N P Out η (Volt) (Ampere) (Watt) (N-m) (Rpm) (Watt) % 1 380 5.64 %.66 ampere. Untuk motor induksi belitan gelung.20 N–m. daya masukan 646 watt. 1492 Rpm. fisiensi 40.60 6 1458 915. faktor daya 0. Maret 2011 2. efisiensi 50. arus yang ditarik efisiensi 52.20 lagging dan Kurva karakteristik motor untuk belitan kecepatan motor mulai menurun yaitu gelung disajikan pada diagram berikut.56 %. naik 1984 watt.37 3 380 5.60 motor 5. daya output 616.21 37.46 104 0.08 %.71 53.21 watt. Torsi dinaikkan 1 N–m. arus yang ditarik motor 7.50 418 0. Torsi sebesar 0. arus yang ditarik motor 6. motor naik 5.Torsi dinaikkan 7 N–m.71 watt. daya input sebesar 1740 watt.65 7 1450 1062. Torsi dinaikkan 4 N–m.Jurnal Ilmiah Foristek Vol. daya input 418 efisiensi 53. 1.59 watt.20 5 380 7.03 ampere (hampir mendekati batas arus terhadap arus dengan kecepatan 1496 nominal motor).63 1740 0. daya keluaran 310. Torsi dinaikkan 2 N–m. faktor daya 0. Torsi dinaikkan 6 N–m.37 %. faktor daya 0.99 watt.47 50.20 1 1492 156.50 tegangan Lagging terhadap arus dengan kecepatan turun 1472 Rpm.03 1984 0. daya output 915.05 tegangan tertinggal 8.50 ampere.50 4 1472 616.64 6 380 8. arus mengalir faktor daya 0. daya yang output naik .05 0. . daya output 46. daya input 104 watt. Data pengujian belitan spiral dengan nilai arus rata-rata BELITAN GELUNG No. Lagging dengan kecepatan 1458 Rpm.33 2 380 5. faktor daya 0.47 watt.30 lagging dengan kecepatan 1485 Rpm. daya output 156.63 ampere. efisiensi Lagging dengan kecepatan 1450 Rpm. 37.

Belitan kedua motor tidak seimbang. Singapore.Crowborough. Rotaring 2. Electrical Principles and Technology for Engineering. konsentris semakin baik apabila Hubert I. Chapman J. Feedback Instrument Limited “ yang lebih baik dibandingkan motor Feedback Power Frame Laboratory belitan konsentris. 4. torsi maupun (UK). Federal Republic of kedua jenis belitan motor induksi Germany. V. Giovanni Ricciareli (1996). Operation. 1. nominalnya. Butterworth-Heinemann Ltd. perubahan kecepatannya. KESIMPULAN Deutsche Gesellschaft for Techniche Zusammenarbeit (GTZ) GmbH. Theory. faktor daya. sedangkan besar arus yang dicatu berbanding lurus dengan besar torsi yang dihasilkan. Electrical Power Engineering 1. Efisiensi dan faktor daya kedua Electrical Machines. Italy. (1995). Stephen (1991). Electrical Machinery Fundamental. Dalam percobaan ini. DAFTAR PUSTAKA Bird. belitan gelung memiliki karakteristik ------. No. 2th. (1988). Applications. Adjustment and Control. United Kingdom arus. Electrical motor dibebani pada kapasitas Machines. Electrical Machines. dalam hal besar Note” . daya motor terkunci (locked rotor torque). arus rotor terkunci (locked rotor current) maupun torsi maksimum tidak dapat diketahui. baik motor dengan belitan Systems for Technical Training De gelung mapun motor belitan Lorenzo. (1971).O.1. J. Dari hasil perbandingan karakteristik Proficiency. McGraw-Hill Inc. Ed. London.Jurnal Ilmiah Foristek Vol. oleh karena kemampuan pengereman dan batas ukur torsi meter tidak seimbang dengan kapasitas motor. Maret 2011 3. England. Kecepatan motor akan mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya besar torsi yang dibangkitkan. 14 . yang sudah diuji pada tegangan sumber 3 fasa konstan 380 Volt AC. Newnes. Teaching motor. Draper A. Charles (1995). sehingga arus yang dicatu setiap fasa berbeda turut mempengaruhi kemampuan motor membangkitkan torsi dan daya keluaran motor tersebut. diperoleh bahwa motor dengan Longman Group Limited.

G. Cyril & Martin E. 15 . Holt. Maintenance of Electrical Equipment. Mc. Robert (1990). Electrical New York U. (1970).C and D. Maret 2011 Mc. Jakarta.A Tak Serempak dalam Praktek. 1. Electrical Motor Singapore. Fractional and Sub fractional Singapore. Preventive Germany. Charles (1995). Electrical Machines of A. Soelaiman. Rinehart and International. A Practical Book on The Winding.S. An Introduction to Electrical Machines Veinott G. McPherson.1. Schneider J. Horsepower Electric Motors.S. Inc. M (1984). Winston. Resenberg.Millan Publishing Company Inc. Pradnya Paramita. Hans (1996). Repair and Troubleshooting Wildi. PT. U.A. Federal Republic of Hubert I. John Wiley & Sons. Leybold Didactic GmbH. Lamore D. and Transformers.S. Prentice-Hall Controllers.A.Graw-Hill Book Company Inc. R. Repair. Mesin New York U. McGraw-Hill International Editions.Jurnal Ilmiah Foristek Vol. Magarisawa.. New York. Inc. USA. Theodore (1981). Machines Teaching Models. Joseph (1987). No.C Motor and and Power System.