TRADISI DAN INOVASI MATERIAL FASADE BANGUNAN TINGGI (Jimmy Priatman

)

TRADISI DAN INOVASI MATERIAL FASADE BANGUNAN TINGGI

Jimmy Priatman
Staf Pengajar Fakultas Teknik, Jurusan Arsitektur - Universitas Kristen Petra

ABSTRAK

Para perancang bangunan tinggi menyadari bahwa hasil karya kreativitas perancangannya akan
mempengaruhi tatanan lingkungan hidup manusia untuk jangka waktu lama. Berbeda dengan bangunan tinggi
masa lalu (piramida agung Giza di Mesir, kuil Parthenon di Yunani, Cliff Palace Mesa Verde di Colorado),
bangunan tinggi dewasa ini dirancang dengan perangkat sistim dan material yang mudah dirawat untuk
meningkatkan umur bangunan. Gedung gedung tinggi ini menuntut suatu kinerja dan integrasi prima diantara
komponen komponen utama yang terkait melalui sistim struktur, mekanikal, interior dan sistim selubung
bangunan, yang dapat di monitor dan dimodifikasi secara ekstentif.
Fasade bangunan sebagai “epidermis” memainkan peran penting melalui fungsi pelapis luar yang protektif.
Serangkaian riset yang telah dilakukan sebagai tindakan responsif untuk menjawab kriteria ini telah menuntun
kepada inovasi inovasi kreatif di bidang material selubung bangunan sebagai material masa depan yang dapat
diandalkan.

Kata kunci: selubung bangunan, fasade bangunan.

ABSTRACT

Designers of tall building realize that the product of their creativity will impact the built environment
for hundred of years. Differ from the past (great pyramids Giza Egypt, the Parthenon Athens- Greece, Cliff
Palace Mesa Verde- Colorado), current tall buildings are designed with systems and materials to be properly
maintained to enhance the life expectancy of the building. These timeless structures demand a higher level of
performance and integration among its major components such as structure, mechanical-electrical, interior
and envelope system, which can be extensively monitored and modified.
The building façade as “the epidermis” plays a significant role in the protective outer layer. The
research was initiated in response to fulfill this criteria had lead to creative innovations in building envelope
materials as a future prospective material.

Keywords : building envelope, building facade

KINERJA SELUBUNG BANGUNAN DAN Council on Tall Buildings and Urban
PERMASALAHANYA Habitat, suatu organisasi dewan internasional
yang bermarkas di Amerika Serikat dan
Pembahasan selubung bangunan meliputi berkompeten mengkoordinasi semua perma-
aspek sistim, komponen, material, pengujian dan salahan bangunan tinggi, memberikan klarifikasi
metode konstruksinya yang keseluruhannya beberapa terminologi yang pada umumnya
merupakan suatu proses yang berurutan, terkait dipergunakan dalam konteks selubung bangunan
dan saling menunjang untuk menghasilkan kinerja dan dibedakan antara lain: building envelope
selubung bangunan prima yang kapabel untuk (selubung bangunan) ialah material material dan
menjalankan fungsinya sebagai lapisan pelindung struktur yang menutup bangunan dan berfungsi
luar secara memuaskan. Beberapa kriteria harus sama seperti kulit pada manusia. Buiding
dipenuhi oleh suatu sistim selubung bangunan Facade (fasade bangunan) diartikan sebagai
yang baik yang meliputi kriteria lingkungan, wajah bangunan dan cladding merupakan
struktural, beaya, regulasi bangunan, estetika, penutup eksterior komponen struktur suatu
konstruksi dan pemeliharaan. bangunan.

Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra 65
http://puslit.petra.ac.id/journals/architecture/
DIMENSI TEKNIK ARSITEKTUR VOL. 27, NO. 2, DESEMBER 1999: 65 - 73

Fourth World Congress on Tall Buildings 1995 1. Kandungan uap air pada komponen selubung,
melaporkan suatu studi dari 23 bangunan tinggi disebabkan kegagalan kemampuan menahan
perkantoran di Canada dan hasil survei yang air
melibatkan 25 arsitek, insinyur, fabrikator selubung
2. Distorsi bangunan yang disebabkan karena
bangunan dari 10 negara menyatakan beberapa
mekanisme utama yang menyebabkan kegagalan
pergerakan, baik karena beban lateral (angin,
fungsi dari selubung bangunan tinggi antara lain : gempa), maupun beban gravitasi (berat

66 Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/architecture/
TRADISI DAN INOVASI MATERIAL FASADE BANGUNAN TINGGI (Jimmy Priatman)

komponen cladding yang berkelebihan, berat “t”, kemampuan pembayangan “SC”), kemam-
sendiri) puan menahan kebakaran (fire rating).
3. Pengaruh ultra violet dari sinar matahari
langsung dan reaksi kimia pada material 3. Joints
karena polusi udara yang terus menerus. Diperlukan untuk tujuan kemudahan dalam
Akibat dari kegagalan fungsi selubung pelaksanaan konstruksi maupun untuk keperluan
bangunan tersebut dapat dibuktikan secara nyata meng antisipasi pergerakkan (sealants).
dari pecahnya kaca, keretakkan, kerapuhan,
pergeseran yang menyolok, deformasi, lembab, 4. Internal Drainage
Untuk melindungi ruang dari penetrasi air
berkarat, membusuk, bernoda, rusak dan
hujan yang juga umumnya diiringi tekanan angin
memudar karena ultra violet, dan menurunnya
yang kuat, diperlukan sistim saluran pembuangan
“usia estetik”. air hujan dalam komponen selubung. Dinding
Para perancang bangunan berkesimpulan selubung juga harus mampu melepaskan uap air
bahwa pertimbangan selayaknya diberikan pada yang ada kembali ke udara bebas dengan sistim
pengembangan suatu sistim selubung yang selubung yang bisa bernafas (breathable
mampu bekerja seperti “kulit bunglon”, yang bisa cladding system). Perlu penanganan tertentu
mengubah kulitnya sedemikian rupa untuk dengan sistim pencegah uap air (vapor barrier
menyesuaikan dengan perubahan perubahan system).
faktor lingkungan. Untuk itu pemikiran pemikiran
konsep fasade dinamik sebagai generasi keempat 5. Interior Finishes
sistim selubung perlu di implementasikan secara Umumnya produk arsitektural yang ber-
nyata yang diikuti oleh penemuan penemuan hubungan dengan ruang dalam dari rangka
inovatif material fasade bangunan yang mampu penunjangnya dan pada umumnya tidak ber-
mempertahankan dan memperpanjang “usia pengaruh langsung terhadap kinerja sistim
estetik” bangunan tinggi. selubung, kecuali untuk tujuan tertentu dibutuhkan
tingkat integrasi khusus terhadap sistim sistim
bangunan lainnya.
KOMPONEN DAN MATERIAL FASADE
6. Exterior Material
BANGUNAN TINGGI
Fungsi utama material eksterior adalah
menahan penetrasi air dan kondisi cuaca alam
Sistim fasade bangunan tinggi terdiri dari (radiasi matahari, transmisi panas, tekanan angin,
komponen komponen dasar sebagai berikut : kelembaban udara, transmisi, refleksi atau
absorpsi cahaya), ketahanan terhadap jamur dan
1. Support Framing serangga, ketahanan terhadap api, impak buatan,
Rangka penunjang ini memikul beban ledakan, tahan peluru maupun tahanan terhadap
material eksterior kebangunan dan mengalihkan interferensi elektromagnit. Fungsi utama lainnya
beban beban lateral (gempa maupun angin) adalah menentukan estetika fasade bangunan
maupun beban gravitasi (berat sendiri, termasuk yang memerlukan pertimbangan yang teliti dan
material eksterior) ke struktur rangka utama. hati hati untuk mencapai kriteria kriteria yang
Juga harus mampu meng akomodasi perbedaan disebut terdahulu.
perbedaan material eksterior karena pergerakkan, Material eksterior konvensional yang
uap air, pemuaian dan penyusutan karena dipergunakan dalam fasade bangunan meliputi :
temperatur.
1. Cementitious Materials ( Bahan Semen)
Meliputi jenis material yang mengguna-
2. Insulation kan semen sebagai pengikat utama. Bisa
Material spesifik untuk tujuan khusus berupa beton bertulang (precast maupun cast
melindungi manusia dari panas yang berlebihan in place) dengan aditif, pembesian, plesteran
(konduktivitas termal “k”, nilai transmisi maupun lembaran semen. Perkembangan
panas”U”, resistansi panas “R”), kebisingan yang bahan semen yang relatif baru adalah fiber-
tinggi (sound transmission class “STC”), reinforced concrete (FRC) yang merupakan
kemampuan meneruskan cahaya (nilai transmisi kombinasi semen portland dan serat serat

Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra 67
http://puslit.petra.ac.id/journals/architecture/
DIMENSI TEKNIK ARSITEKTUR VOL. 27, NO. 2, DESEMBER 1999: 65 - 73

khusus,yaitu baja, kaca, polimer organik, dan rentan secara kimiawi. Beragamnya
keramik dan material lainnya. Glass-fiber- produk kaca menuntut kemampuan para
reinforced concrete (GFRC) merupakan arsitek untuk secara tepat menentukan
material fasade masa depan dengan karakteristik dan kinerja kaca sebagai material
kelebihannya yang lebih ringan, lebih lentur, fasade yang sesuai dengan fungsi
kemampuan menahan tarik dan penghematan bangunannya.
beaya struktur akibat reduksi berat material.
Material eksterior inovatif yang prospektif
2. Masonry Materials (Bahan Bata) sebagai fasade bangunan tinggi meliputi :
Disain fasade dengan cladding bata 1. Ceramic Materials (Bahan Keramik).
untuk bangunan tinggi modern menggunakan 2. Plastic/Polymer Materials (Bahan Plastik/
bata tipis (thin veneer wall) memerlukan polimer).
kemampuan ketahanan cuaca,kemampuan
ikatan bata-mortar, kekakuan rangka penun-
jang dan peralatan pengikat unit hingga detail INOVASI MATERIAL KERAMIK
detail khusus yang diperlukan untuk meng- UNTUK FASADE BANGUNAN TINGGI
hindari problem dengan faktor faktor cuaca.
Bahan keramik sebagai salah satu bahan
3. Stone Materials (Bahan Batu Alam) bangunan terutama, didefinisikan sebagai material
Sering digunakan dalam bangunan modern yang keras, kuat, memiliki resistivitas terhadap
yang membutuhkan ekspresi disain panas dan korosi dan dibuat dari pembentukan
monumental. Digunakan dalam bentuk stone dan pembakaran mineral non metallic, seperti
veneers (+50 mm) untuk mereduksi beban tanah liat atau campuran tanah liat dengan
pada struktur utamanya. Merupakan produksi material lain, pada temperatur tinggi. Umumnya
alam dengan karakter fisik yang berbeda diklasifikasikan dengan keramik glazur atau tanpa
menurut tempat dan waktu sehingga perlu glazur (glazed or unglazed) dan mempunyai
penanganan terhadap pelapukan dan pengaruh berbagai tipe seperti porselen, keramik alam,
kimia. Pemasangan kering memerlukan mosaik, terra cotta maupun keramik dengan
keahlian tertentu dengan anker khusus maupun tujuan khusus.
ikatan adesif antar unitnya. Penggunaan keramik sebagai cladding
material untuk bangunan tinggi sangat terbatas
4. Metal Materials (Bahan Logam) bila dibandingkan dengan material lain yang
Tiga kategori metal cladding digunakan disebabkan karena berat material dan memer-
saat ini dalam bentuk plat, lembaran laminasi lukan tenaga kerja yang intensif. Ironisnya,
dan panel komposit yang dirangkai dalam industri lain memilih keramik sebagai material
sistim dinding tirai (curtain wall). Merupakan penutup yang paling disukai. Selama bertahun
material yang paling digemari karena relatif tahun, badan antariksa Amerika (NASA) meng-
ringan, fabrikasi dengan kontrol yang akurat gunakan keramik sebagai pelindung pesawat
(pre-cut) serta perkembangan teknologi yang angkasa luar dari faktor lingkungan ruang
mampu memenuhi kreatifitas disain dengan angkasa dan melindunginya dari gesekan panas
beragam bahan metal mulai dari plat besi cor, tinggi sewaktu pesawat ulang alik memasuki
stainless steel, aluminium panel hingga atmosfer bumi. Teknologi keramik untuk
titanium. aerospace kini menemukan bahan pelindung
keramik yang ringan (6 pcf-pounds per cubic
5. Glass Materials (Bahan Kaca) foot) dengan koefisien pemuaian panas sebesar
Fasade dengan sistim dinding tirai kaca 10–7 dan disebut sebagai Fibrous Refractory
(glass curtain wall) diproduksi dengan ber- Composite Insulation materials (FRCI-12).
agam aditif dan kombinasi lapisan film Material ini 95% berpori pori, dan dilapis dengan
menimbulkan karakteristik berbeda dari segi 0.017 in. borosilicate reaction cured glass
kemampuan memikul beban, penampilan, (RCG) coating. Sistim coating ini meningkatkan
kinerja termal dan visual. Merupakan pele bur- durabilitas material dan ketahanan penetrasi air,
an material anorganik dengan keramik cair kontaminasi cairan, terpaan debu dan pasir, jamur
lalu didinginkan tanpa kristalisasi sehingga dan ultra violet, ketahanan terhadap garam dan
menghasilkan bahan transparan, keras, rapuh melindungi dari kerusakkan. Meskipun memiliki

68 Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/architecture/
TRADISI DAN INOVASI MATERIAL FASADE BANGUNAN TINGGI (Jimmy Priatman)

keunggulan keunggulan yang prima, beaya sesuai dengan tekanan angin yang diperhitungkan,
produksi yang tinggi belum memungkinkan bahan bertumpu pada sistim rangka penunjang
ini menjadi material cladding yang menjanjikan aluminium dan difinis glazur pada bagian
dalam waktu dekat. eksterior. Panel keramik busa ini dapat diberi
Dr. Gilbert Robinson dan Dr. Denis penulangan fiber dari polimer komposit (polymer
Brosnan, peneliti pada Center for Engineering matrix composite – organic polymers) untuk
Ceramic Manufacturing at Clemson menambah kekuatan, kekakuan material dan
University, USA mengembangkan bahan busa pencegahan kerapuhan keramik (mudah pecah).
keramik baru untuk selubung bangunan yang Panel keramik busa ini dapat menggunakan sistim
disebut sebagai Flat-slab Foam Ceramic anker stainless steel yang tertanam langsung
cladding systems (FFC). Dengan cara pada unit panel tanpa memerlukan tambahan
“membuihkan – foaming“ tanah liat konvensionil, rangka penunjang metal dan panel dapat
diperoleh panel cladding ringan (192 kg/M3 atau terpasang langsung pada bangunan. Beberapa
12 pcf) dengan densitas 30-60 pcf yang mampu tipe panel keramik busa telah diuji coba pada
menahan beban bangunan horisontal. Hasil bangunan tinggi tersebut yang menekankan pada
penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tekan aspek estetika dan ketahanan terhadap beban
akan berkurang dengan bertambahnya porositas, angin dari 234-283 kg/M2 (48-58 psf). Penelitian
namun kekuatan tarik dan ketangguhannya tetap masa depan dari cladding keramik busa perlu
tinggi. Panel keramik busa ini diproduksi dalam menyelidiki lebih lanjut keunggulan insulasi termal,
ukuran 1m x 1M x 0.30M dan sistim ini integrasi teknologi manufaktur yang melibatkan
menyajikan pilihan warna dan keunggulan tekstur pemotong laser dan fabrikasi robotik, implikasi
seperti keramik konvensionil namun dengan keramik busa pada daerah gempa,
peningkatan kemampuan insulasi, penambahan pengembangan detail dan integrasi panel pada
ukuran unit panel dan reduksi berat sendiri curtain wall, serta metode fabrikasi yang
cladding system. ekonomis.
Flat-slab Foam Ceramic (FFC) cladding Hasil komparasi penggunaan beberapa panel
system ini digunakan pada gedung perkantoran keramik busa dengan cladding granit dapat
tinggi 45 lantai di Des Moines, Iowa dalam sistim dilihat dalam tabel berikut ini :
cladding dengan belbagai ketebalan material

Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra 69
http://puslit.petra.ac.id/journals/architecture/
DIMENSI TEKNIK ARSITEKTUR VOL. 27, NO. 2, DESEMBER 1999: 65 - 73

INOVASI MATERIAL POLIMER UNTUK (MF), fibreglass (GRP=glass reinforced
FASADE BANGUNAN TINGGI plastic), polyester resin, polyurethane, epoxy
resins dan sebagainya.
Beberapa karakteristik material plastik/
Material plastik dan polimer mempunyai
polimer dalam sistim selubung bangunan antara
peran yang signifikan dalam perkembangan sistim lain kemampuan insulasi listrik yang prima,
selubung bangunan dewasa ini, dimana aplikasi ketahanan terhadap karat, deformasi pelahan
plastik dan polimer ini tidak saja digunakan lahan dibawah tekanan, kekuatan tarik rendah
sebagai material eksterior fasade, melainkan juga sampai menengah, modulus elastisitas yang kecil,
diperlukan untuk penunjang komponen cladding koefisien pemuaian yang tinggi, mudah terbakar,
lainnya, misalnya komponen insulasi, koneksi konduktivitas termal rendah, beratnya ringan,
elemen konstruksi maupun saluran pembuangan perubahan dimensi plastik dibawah beban dalam
periode tertentu (creep).
air internal yang kesemuanya melibatkan material
plastik maupun polimer.
Sebagai satu kelompok material sintetik, MATERIAL POLIMER DAN
plastik dikembangkan dari bahan dasar minyak “TECHNICAL TEXTILES”
bumi, gas alam, batu bara, kayu maupun serat
serat tanaman. Secara kimiawi, material plastik Istilah “technical textiles” mengindikasikan
merupakan molekul molekul raksasa yang di penggunaan serat fiber diluar area industri tekstil
produksi secara sintetis. Bahan dasar kimia konvensionil. Dalam periode tahun enampuluhan
lainnya yang berasal dari produk produk plastik kebutuhan akan material komposit yang kuat
telah membawa ke pengembangan serat karbon
tersebut dinamakan monomer. Gabungan
(carbon fibers) yang mempunyai modulus
monomer monomer yang mampu bersenyawa elastisitas teoritik 4-5 kali lebih tinggi dari material
maupun dikombinasikan satu dengan yang lainnya konvensional metal (Ecarbon fibers = 1200 Gpa, Emetal
untuk membentuk material baru didefinisikan = 250-300 Gpa). Material ini mulanya digunakan
sebagai polimer, Sedangkan pada industri aeronautika yang kemudian
polimerisasi/polymerization diartikan sebagai digunakan lebih lanjut pada industri lainnya.
suatu proses ekstensi dari molekul yang relatif Periode tahun 1972-1990 pengembangan
kecil menjadi rangkaian molekul panjang, serat fiber sintetik semakin meluas dengan
produk “technical textiles” yang ber kinerja
misalnya monomer vinyl chloride [CH2:CH.Cl]
tinggi. Penemuan aromatic polyamide KEVLAR
menjadi polimer polyvinyl chloride/PVC dan dilanjutkan dengan polyethylene SPECTRA
[CH2:CH.Cl]n. Skematik perolehan bahan plastik menghasilkan fabrikasi tenunan yang ringan dan
dari sumber tetumbuhan, batu bara dan minyak tahan peluru meskipun belum memiliki daya tahan
bumi dapat dilihat dari skema terlampir. terhadap panas yang tinggi. Pengembangan
Material plastik yang digunakan sebagai aromatic polyamide KEVLAR and NOMEX
material eksterior mempunyai klasifikasi sebagai sekarang digunakan untuk memenuhi spesifikasi
Thermoplastic Materials yang bisa berubah ketahanan api dalam industri pesawat terbang.
bentuk apabila ada perubahan tekanan atau Sedangkan penemuan penting polyben-
temperatur dan tetap bentuknya pada tekanan zimidazole PBI oleh Hoechst-Celanese Corpora-
dan temperatur yang sama. Bila proses tersebut tion pada tahun 1983 memenuhi spesifikasi tinggi
diulangi, material termoplastik akan melunak yang dipergunakan sebagai pakaian selubung
kembali. Berbeda dengan Thermosetting para astronot yang tahan api, tidak bisa terbakar
Materials yang mengalami perubahan kimia pada diudara, tetap stabil pada temperatur tinggi, tidak
temperatur tinggi dan tidak melunak kembali menetes atau mencair, fleksibilitas tinggi,
apabila dipanaskan ulang. Jadi material mempunyai resistansi terhadap reaksi kimia
termoseting hanya mengalami perubahan sekali maupun bahan pelarut (solvent) dan mudah
saja dan dapat digunakan pada temperatur tinggi. diproduksi dengan peralatan mesin tekstil
Yang termasuk material termoplastik adalah konvensionil.
polyethylene, polypropylene, polyninyl Periode sembilan puluhan Courtaulds Fibres
chloride (PVC), polyvinyl acetate, polymethyl memperkenalkan material fiber TENCEL berupa
methacrylate (acrylic plastic), polystyrene, tenunan cellulose yang dapat dibuat dari sumber
polycarbonate,dan sebagainya, sedangkan yang daya alam yang dapat diperbarui (renewable
tergolong material termoseting meliputi phenol- resources) dan dapat didaur ulang yang
formaldehyde resin (PF), urea formaldehyde memenuhi kriteria ramah lingkungan (recycle
resin (UF), melamine formaldehyde resin and reuse) meskipun tidak resistif terhadap api.

70 Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/architecture/
TRADISI DAN INOVASI MATERIAL FASADE BANGUNAN TINGGI (Jimmy Priatman)

Penggunaan technical textiles dalam konstruksi panel dinding interior Bellcomb Honeycomb
dan struktur bangunan masih sangat terbatas Panel dengan menggunakan teknologi paten
yaitu pada geotechnical materials dan dari POHL Europanel Technology dan
infiltration barriers, tetapi penggunaannya
menampilkan tembaga (copper) sebagai
dalam bidang arsitektur mendapat sambutan yang
antusias dari para disainer arsitek dengan finising eksterior. Penggunaan sistim dan
digunakannya bahan ini sebagai atap membran material ini mempertimbangkan :
yang aerodinamik dan terbuat dari komposisi - Tekstil memiliki kekuatan tarik besar, serta
vinyl coated, teflon coated atau TEDLAR resistansi terhadap kimia dan pelarut.
laminated polyester fabrics yang tampaknya - Sistim ini membuktikan tahan penetrasi air
merupakan tren arsitektur masa depan. dan terdapat ventilasi uap air keluar.
Sebagai material fasade bangunan tinggi, - Kemudahan penggantian panel baru di-
technical textiles digunakan pada bangunan masa depan untuk mempertahankan usia
perkantoran 45 lantai, 801 Grand Building di Des estetik
Moines, Iowa yang mensyaratkan beberapa - Teknologi panel Honeycomb digunakan
kriteria utama yaitu : dalam industri aerospace dan perkapalan
1. Berupa membran produk technical textile memiliki weight to strength ratio prima
2. Sistim pengaku (stiffening system) untuk dan terbukti merupakan insulasi termal
reduksi fleksibilitas yang baik serta kemampuan peredam
3. Sistim pendukung kekuatan substruktur. getar.
4. Sebagai bahan insulasi termal dan finising - Tahan api dan dapat ditambah insulasi
interior untuk meningkatkan kinerja termal.
5. Sebagai sarana untuk meng akomodasi sistim - Penggunaan tembaga sebagai material
fenestrasi. eksterior memungkinkan perubahan este-
tika warna pada fasade bangunan dalam
Sebagai material fasade gedung perkantoran kurun waktu 20-30 tahun.
tersebut, dikembangkan komponen material - Jalinan serat fiber KEVLAR tiga-sumbu
eksterior yang terdiri dari dua macam sistim : memungkinkan material mengkontribusikan
resistansi panel terhadap gaya gaya luar.
1. Technical Textile System One - Memadukan beberapa warna khusus
Bersandar pada suatu produk tenunan (copper and bronze) melalui tenunan tiga
KEVLAR aramid dan PBI fabric yang sumbu.
terjalin pada rangka aluminium dan dijepit ke

Sumber: Bruce Bassler - Epidermoidal Applications of Technical Textiles on Tall Buildings
Iowa State University, Ames, Iowa, USA.

Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra 71
http://puslit.petra.ac.id/journals/architecture/
DIMENSI TEKNIK ARSITEKTUR VOL. 27, NO. 2, DESEMBER 1999: 65 - 73

2. Technical Textile System Two EVALUASI KINERJA TECHNICAL
Mengandalkan pada tekstil, panel honey- TEXTILES CLADDING SYSTEM
comb, dan prinsip penahan air hujan yang
diterapkan pada sistim terdahulu, tetapi juga
meng eksplorasi kemungkinan penggunaan Evaluasi empirik penggunaan sistim ini pada
tekstil untuk meningkatkan kinerja sistim 801 Grand Building, Des Moines, Iowa (1991)
struktur. Dalam sistim ini suatu lembaran menyatakan beberapa fakta sebagai berikut :
besar tekstil teknik akan melingkupi beberapa - Reduksi berat cladding sebesar 1814 ton.
lantai dan dikaitkan sedemikian rupa dengan - Reduksi waktu konstruksi mendekati 6 bulan,
sistim struktur utama untuk mendapatkan karena reduksi penggunaan lift konstruksi
semacam tahanan terhadap pergerakkan hingga 60%.
lantai yang berbeda seperti semacam penahan
- Eliminasi hampir 30480 M penggunaan joint
beban pergeseran lateral dari bangunan.
Sistim cladding khusus ini men sealant yang rawan untuk kebocoran udara
demonstrasikan bagaimana tekstil teknik dapat dan penetrasi air.
dihubungkan dan ditarik pada akhiran akhiran - Reduksi structural concrete core dan per-
tertentu yang direncanakan untuk syaratan fondasi karena kemampuan
memungkinkan reduksi pergerakkan lantai dan cladding sebagai sumber penahan lateral dan
bracing sebagai penahan pergeseran lateral reduksi berat gravitasi.
serta jalinan tiga sumbu (tri-axial weave) - Sistim cladding yang berventilasi menghindari
tekstil teknik ini mampu meningkatkan tahanan
kelembaban dalam panel (awet).
terhadap gaya puntir (twisting).
Lapisan dasar honeycomb akan menun- - Penghalang lintasan transmisi elektromagnit.
jang material insulasi dan finising interior. - Kepastian dan kemudahan penggantian panel
Penetrasi air hujan akan ditahan oleh lapisan menjamin kelanggengan usia estetik.
penahan air dan akan dialirkan keluar kembali - Perintis terbukanya wawasan estetika baru.
melalui celah celah tekstil teknik dan ditutup
oleh penutup fleksibel khusus.

Sumber: Bruce Bassler – Epidermoidal Applications of Technical Textiles on Tall Buildings
Iowa State University, Ames, Iowa, USA

72 Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/architecture/
TRADISI DAN INOVASI MATERIAL FASADE BANGUNAN TINGGI (Jimmy Priatman)

KESIMPULAN 4. Callender, John Handcock, Time-Saver
Standards for Architectural Design Data,
Para perancang bangunan 100 tahun yang McGraw Hill Book Company, New York,
lalu mungkin tidak dapat membayangkan 1990
bangunan tinggi yang menjulang di awan awan
dan mencapai ketinggian 100 lantai atau lebih, 5. Committee 12 A, Cladding, Council on Tall
namun “hanya” dibungkus dengan sekeping tipis Buildings and Urban Habitat, McGraw-Hill,
material metal, batu alam dan kaca. Dengan Inc., 1992
perkembangan teknologi yang sedemikian cepat
6. Cowan, Henry J. et al, The Science and
dan ditunjang riset riset dalam bidang material,
Technology of Building Materials, Van
kita juga tidak dapat membayangkan perubahan
Nostrand Reinhold Company Inc., 1988.
yang akan terjadi pada sistim fasade dan
cladding 100 tahun yang akan datang. Yang 7. Priatman, Jimmy, Energy Efficient Multi
dapat dilakukan hingga saat ini adalah kontinuitas Use Skyscraper at Chicago, Master’s
riset material dan meng eksplorasi kemungkinan Thesis, Illinois Institute of Technology,
kemungkinan yang belum terlihat dalam kurun Chicago, 1996
waktu kini namun berpijak pada kemampuan
teknologi yang mampu digenggam sekarang. 8. Proceedings 1999 International Conference
Inspirasi dan imajinasi akan menuntun on Tall Buildings & Urban Habitat, The Tall
manusia pada penemuan penemuan baru yang Building and The City – The state of The
belum terbayangkan saat ini dan keleluasaan Art for The Millenium, Council on Tall
perkembangan industri dan sistim material pada Buildings and Urban Habitat, Kuala Lumpur,
hakekatnya menawarkan peluang peluang dan 1999
peningkatan nilai dalam disain arsitektur. Yang
diperlukan bagi para perancang adalah komitmen 9. Taylor, GD, Construction Materials,
untuk selalu mau belajar dan mengikuti paradigma Longman Scientific & Technical, 1991
paradigma baru yang bertumbuh dalam dikotomi 10. Watson, Construction Materials and
sains dan teknologi bangunan. Keberanian me- Processes, Glencoe Div. Of Macmillan/
ngambil keputusan dan melakukan sesuatu yang McGraw Hill, Ohio, 1994
baru akan mendorong sikap eksperimentasi yang
bertanggung jawab berdasarkan penelitian
terapan yang teruji oleh para pakar lain diluar
bidang arsitektur. Antusiasme inilah yang perlu
selalu dipelihara sebagai identitas untuk menuju
ke arsitektur avant-garde.

DAFTAR PUSTAKA

1. Allen, Edward, Fundamentals of Building
Construction, Material and Methods,
John Wiley & Sons, Toronto, 1990

2. Beedle, Lynn S., Habitat and The High-
Rise, Tradition and Innovation, Council on
Tall Buildings and Urban Habitat,
Bethlehem, 1995

3. Beedle, Lynn S., Tall Buildings : 2000 and
Beyond, Council on Tall Buildings and
Urban Habitat, Bethlehem, 1990

Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra 73
http://puslit.petra.ac.id/journals/architecture/