You are on page 1of 7

LAPORAN PENDAHULUAN BBLR

STASE ANAK DI BANGSAL MULTAZAM


RS PKU MUHAMMADIYAH TEMANGGUNG

Disusun oleh:
NUR AULIA RAHMA
20164030111

PROGRAM PENDIDIKAN NERS


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2017
LAPORAN PENDAHULUAN
BBLR ( BERAT BADAN LAHIR RENDAH)
A. Definisi BBLR
Berat Badan Lahir Rendah merupakan bayi yang dilahirkan dengan berat badan
kurang dari 2500 gram
Klasifikasi :
1. Cukup bulan ( 37 41 minggu ), post term ( > 42 minggu ) akan tetapi
memiliki berat badab 2500 SGA / KMK
2. Kurang bulan ( 28 - < 37 minggu ) dengan berat badan sesuai dengan usia
kehailan prematur.
3. Kurang bulan ( 28 - < 37 minggu) dengan berat badan kurang dari usia
kehailan prematur murni + KMK
4. Bila usia kehamilan tudak diketahui atau terjadi pada bayi besar ( pada ibu
dengan diabetes melittus )

Klasifikasi mengguanakan DUBOWITZ SCORE


Kematangan fisik
Kematangan neurologist
B. Etiologi
1. Prematur : 50 % diketahui diantaranya:
Kehamilan ganda
Hidramnion
Perdarahan antepartum
Penyakit pada wanita hamil induksi atau persalinan prematur.
2. SGA / KMK
Kongenital
Infeksi
Umum gangguan aliran darah ke janin.

Etiologi yang merupakan faktor yang dapat menyebabkan kedua hal tersebut :
Sosial ekonomi rendah
Merokok sewaktu hamil.
Narkotik.
Kurang gizi
Ibu pendek ( tinggi < 150 cm )
Radiasi.
Bahan bahan teratogen.
Gangguan metabolisme pada janin.
C. Tanda dan Gejala
a) Sebelum bayi lahir
1) Pada anamnesa sering dijumpai adanya riwayat abortus,partus
prematurus dan lahir mati
2) Pembesaran uterus tidak sesuai tuanya kehamilan
3) Pergerakan janin yang pertama terjadi lebih lambat,gerakan janin
lebih lambat walaupun kehamilannya sudah agak lanjut
4) Pertambahan berat badan ibu lambat dan tidak sesuai menurut yang
seharusnya dan sering dijumpai kehamilan dengan oligolidramnion
gravidarum atau perdarahan antepartum.
b) Setelah bayi lahir
1) Bayi dengan retardasi pertumbuhan intra uterin
2) Bayi premature yang lahir sebelum kehamilan 37 minggu
3) Berat badan sama dengan atau kurang dari 2500 gram
4) Panjang badan sama dengan atau kurang dari 46 cm, lingkar kepala
sama dengan atau kurang dari 33 cm, lingkar dada sama dengan atau
kurang dari 30 cm
5) Rambut lanugo masih banyak
6) Jaringan lemak subkutan tipis atau kurang
7) Tumit mengkilap dan telapak kaki halus
8) Tonus otot lemah sehingga bayi kurang aktif dan pergerakannya
lemah (Sacharin, 2006).
D. Pemeriksaan Diagnostik
Adapun pemeriksaan diagnostik yang biasa dilakukan pada berat badan lahir
rendah pada bayi yaitu :
a) Analisa gas darah ( PH kurang dari 7,20 ).
b) Penilaian APGAR Score meliputi (Warna kulit, frekuensi jantung, usaha
nafas, tonus otot dan reflek).
c) Pemeriksaan EEG dan CT-Scan jika sudah timbul komplikasi.
d) Pengkajian spesifik
e) Pemeriksaan fungsi paru
f) Pemeriksaan fungsi kardiovaskular.
E. Patofisiologi
BBLR menyebabkan bayi lahir premature. Prematuritas disebabkan oleh
beberapa faktor diantaranya yaitu faktor ibu, faktor plasenta dan faktor janin,
akan menyebabkan dinding otot rahim bagian bawah rahim lemah sehingga
rahim terbuka sebelum usia kehamilan dan bayi lahir premature dengan berat
badan kurang dari 2500 gram (BB <2500 gram). Bayi yang lahir premature akan
mengalami imatur fungsi mekanis pencernaan seperti refleks menghisap dan
menelan lemah, gangguan digestif dan absorbsi yang mengakibatkan
ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan. Paru belum matang akan
mengakibatkan pola nafas tidak efektif, asfiksia, kulit tipis, transparan dan lemak
subkutan sedikit sehingga dapat terjadi risiko gangguan integritas kulit,
thermoregulasi tidak efektif dan pusat pengaturan suhu tubuh yang belum matur
sehingga system immunologi belum berkembang dengan baik dan dapat terjadi
imatur system saraf pusat (Hardi Kusuma & Amin Huda,2012:68).
F. Penatalaksanaan Medis
Adapun penatalaksanaan medik dari BBLR antara lain:
a) Pemberian O2 (oksigen)
b) Mempertahankan suhu tubuh dengan ketat. BBLR mudah mengalami
hipotermi, oleh sebab itu suhu tubuhnya harus dipertahankan dengan ketat
c) Mencegah infeksi dengan ketat. BBLR sangat rentan dengan infeksi,
perhatikan prinsip-prinsip pencegahan infeksi termasuk mencuci tangan
sebelum memegang bayi
d) Pengawasan nutrisi/ASI. Reflex menelan BBLR belum sempurna, oleh
sebab itu pemberian nutrisi harus dilakukan dengan cermat
e) Penimbangan ketat. Adanya perubahan berat badan mencerminkan
kondisi gizi/nutrisi bayi dan erat kaitannya dengan daya tahan tubuh,
oleh sebab itu penimbangan berat badan harus dilakukan dengan ketat
f) Kain yang basah secepatnya diganti dengan kain yang kering dan
bersih,pertahankan suhu tetap hangat
g) Tali pusat harus dalam keadaan bersih
h) Beri minum dengan sonde/tetes dengan pemberian ASI
i) Bila tidak mungkin infuse dekstrose 10 % + bikarbonat natrikus 1,5 % =
4:1, hari 1 = 60 cc/kg/hari ,kolaborasi dengan dokter dan berikan
antibiotic (Sacharin, 2006).
G. Komplikasi
Komplikasi BBLR sangat tergantung dari klasifikasi dari BBLR itu sendiri
yaitu :
a) Pada bayi kurang bulan, system fungsi dan struktur organ tubuh masih
sangat muda/imatur,muda /premature belum berfungsi optimal sehingga
akan muncul komplikasi/penyakit sebagai berikut :
1) Asfiksia perinatal
2) Komplikasi pada saluran pernafasan seperti penyakit membrane
hialin , apnea rekuren, sindroma kebocoran udara, bronkopulmonary
dysplasia
3) Termoregulator dan pusat panas seperti hipertermi dan hipotermi
4) Pada saluran kardiovaskuler seperti hipertensi
5) Pada saluran pencernaan seperti prematuritas dan imaturitas
menyebabkan terjadi enterokolitis nekrotikan (EKN)
6) Komplikasi hematologis seperti anemia prematuritas.
b) BBLR yang mengalami gangguan pertumbuhan intrauterine dapat
berhubungan dengan adanya kelainan congenital,selama intrauterine tidak
tumbuh optimal dan lahir BBLR. Komplikasi yang muncul pada BBLR
kecil masa kehamilan sebagai berikut :
1) Depresi perinatal
2) Aspirasi mekonium
3) Perdarahan paru
4) Hipertensi paru-paru persisten (HPP)
5) Hipoksemia,hiperglikemi,hipokalsemia,hiponatremia,polisitemia
(Erlina,2008).
ASUHAN KEPERAWATAN PADA BBLR
1. Identitas
2. Keluhan utama
3. Pengkajian nyeri
4. Riwayat kesehatan
5. Riwayat pengkajian keluarga
6. Genogram
7. Riwayat kehamilan dan kelahiran
8. Riwayat sosial
9. Pemeriksaan fisik
10. Pemeriksaan tingkat perkembangan/Reflek primitif

Diagnosa Keperawatan
a. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
b. Ketidakefektifan pola nafas
c. Hipotermi
d. Risiko infeksi

Nursing Care Plan

Diagnosa NOC NIC


Ketidakseimbangan Nutritional status : nutrient Nutrition Management
nutrisi kurang dari intake a. Kaji kebiasaan diet,
kebutuhan Setelah dilakukan tindakan input-output dan
keperawatan selama 2x24 timbang BB setiap hari
jam diharapkan level b. Berikan makan porsi
kecemasan pasien menurun kecil tapi sering dan
dengan kriteria hasil: dalam keadaan hangat
a. Klien dapat mentoleransi c. Berikan oral sering,
diet yang dianjurkan. buang secret berikan
b. Klien dapat mencapai BB wadah khusus untuk
yang direncanakan sekali pakai dan tisu dan
mengarah kepada BB ciptakan lingkungan
normal. bersih dan
c. Tidak menunujukan tanda menyenangkan.
malnutrisi. d. Tingkatkan tirai baring.
e. Kolaborasi: Konsul ahli
gizi untuk memberikan
diet sesuai kebutuhan
klien

Hipotermi Setelah dilakukan tindakan a. Monitor warna kulit dan


keperawatan selama 3X24 suhu
jam, diharapkan suhu dalam b. Monitor asupan dan
batas normal, dengan keluaran asupan
kriteria : c. Pantau suhu dan tanda
tanda vital klien
(Termoregulasi: baru lahir)
d. Pantau tanda-tanda
- Suhu tubuh klien stabil dehidrasi
(36,5-37,5) e. Kolaborasi pemberian
- Hipotermia membaik obat dan cairan IV
- Pernapasan klien teratur (antipiretik, dan agen
- Berat badan meningkat antibakteri)
- Tidak dehidrasi f. Tingkatkan pemberian
ASI