You are on page 1of 9

LAPORAN PENDAHULUAN

HARGA DIRI RENDAH

I. PENGERTIAN
Harga diri adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan
menganalisa seberapa jauh perilaku memenuhi ideal diri (Stuart and Sundeen
(1995) dalam Muhith (2015).
Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan negatif terhadap diri
sendiri termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri. Harga diri rendah dapat
terjadi secara situasional (trauma) atau kronis (negatif self evaluasi yang telah
berlangsung lama) dan dapat diekspresikan secara langsung atau tidak
langsung ( Keliat (1994) dalam Muhith (2015)).

I. Rentang Respon
Konsep diri didefinisikan sebagai semua pikiran, keyakinan dan kepercayaan
yang membuat seseorang mengetahui tentang diriya dan mempengaruhi
hubungannya dengan orang lain (Stuart & Sunden, 1995). Konsep diri tidak
terbentuk sejak lahir namun dipelajari.

RENTANG RESPON KONSEP DIRI

Respon adaptif Respon maladaptif

Aktualisasi Konsep diriHarga diri Kerancuan Depersonalisasi


Diri positif rendah identitas

Salah satu komponen konsep diri yaitu harga diri dimana harga diri adalah
penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh
perilaku sesuai dengan ideal diri (Keliat, 1999). Sedangkan harga diri rendah
adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak

1
bertanggungjawab atas kehidupannya sendiri. Jika individu sering gagal maka
cenderung harga diri rendah. Harga diri rendah jika kehilangan kasih sayang
dan penghargaan orang lain. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang
lain, aspek utama adalah diterima dan menerima penghargaan dari orang lain.
III. Faktor Predisposisi (Stuart dan Sundeen, 1995 dalam Keliat, 2006)
3.1 Biologis
Kondisi fisik yang mempengaruhi kerja hormone yg berdampak pada
keseimbangan neuritransmiter di otak.
3.2 Psikologis
` Pola asuh dan kemampuan individu menjalankan peran & fungsi
3.3 Sosial Kultural
Status ekonomi, tuntutan peran sesuai kebudayaan
IV. Faktor Presipitasi (Stuart dan Sundeen, 1995, dalam Keliat, 2006)
4.1 Sifat HDR
4.1.1 Biologi: berasal perubahan fisik
4.1.2 Psikologi:trauma, perasaan tidak percaya
4.1.3 Sosial:penerimaan keluarga dan interaksi dengan orang lain
4.2 Asal HDR
4.2.1 Eksternal:adanya penolakan
4.2.2 Internal: penyakit fisik
V. Tanda dan Gejala (Stuart dan Sundeen, 1995 dalam Keliat, 2006)
5.1 Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan akibat tindakan
5.2 Rasa bersalah terhadap diri sendiri
5.3 Merendahkan martabat
5.4 Gangguan hubungan sosial seperti menarik diri
VI. Proses Keperawatan
6.1 Pengkajian
Menurut Taylor dan Ralph (2015) pengkajian yang dilakukan terhadap
klien dengan isolasi sosial adalah sebagi berikut:
6.1.1 Alasan hospitalisasi atau penanganan
6.1.2 Usia dan jenis kelamin
6.1.3 Tahap perkembangan
6.1.4 Sistem keluarga
6.1.5 Persepsi tentang masalah kesehatan
6.1.6 Pengalaman masa lalu dengan sistem perawatan kesehatan

2
6.1.7 Status mental
6.1.8 Sistem kepercayaan
6.1.9 Pola interaksi sosial
6.1.10 Riwayat sosial dan pekerjaan
6.1.11 Persepsi diri
6.1.12 Pengalaman krisis di masa lalu
6.1.13 Riwayat penanganan untuk gangguan psikososial
6.2 Diagnosa Keperawatan (Taylor dan Ralph, 2015)
Harga diri rendah kronis
6.3 Rencana Tindakan Keperawatan (Taylor dan Ralph, 2015)
6.3.1 Sediakan waktu khusus di luar perawatan yang tidak terganggu
dengan aktivitas lain untuk mengajak klien berbicara
6.3.2 Dengarkan klien, berikan respon dengan penerimaan yang tidak
menghakimi
6.3.3 Kaji status mental klien
6.3.4 Kaji resiko bunuh diri klien
6.3.5 Lakukan tindakan kewaspadaan untuk klien sesuai protokol dan
kelembagaan
6.3.6 Berikan rutinitas sederhana dan terstruktur setiap hari
6.3.7 Dorong klien untuk merawat dirinya pada tingkat yang
memungkinkan
6.3.8 Libatkan klien secara bertahap dalam pengambilan keputusan
tentang perawatan
6.3.9 Atur situasi untuk mendorong interaksi sosial
6.3.10 Berikan umpan balik positif kepada klien ketika klien
menunjukkan peningkatan harga diri melalui ungkapan verbal
6.3.11 Bantu klien mengumpulkan sumber-sumber bantuan pada waktu
pemulangan klien
6.3.12 Rujuk klien ke tenaga kesehatan jiwa sesuai program
VII Strategi Pelaksanaan
STRATEGI PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN JIWA
PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI
(HARGA DIRI RENDAH)

Masalah Keperawatan: Gangguan Konsep Diri (Harga Diri Rendah)


Pertemuan : Ke 1 (satu)
SP 1/TUK 1 : Tindakan Keperawatan Bina Hubungan Saling Percaya

3
A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien
Klien selalu terlihat menyendiri dan tidak mau bergaul.
2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan Konsep Diri (Harga Diri Rendah)
3. Tujuan khusus
Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat.
4. Tindakan Keperawatan
1.1 Sapa klien dengan nama baik verbal maupun non verbal
1.2 Perkenalkan diri dengan sopan
1.3 Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien
1.4 Jelaskan tujuan pertemuan
1.5 Jujur dan menepati janji
1.6 Tunjukan sikap empati dan menerima klien apa adanya
1.7 Berikan perhatian kepada klien

B. PROSES PELAKSANAAN TINDAKAN


1. ORIENTASI
a. Salam Terapeutik
Selamat Pagi, Pak. Perkenalkan nama saya Luh Putu Retikawati,
panggil saja saya Iluh. Hari ini saya dinas dari pukul 08.00 sampai
dengan 14.00 WITA. Nama Bapak siapa? Senang dipanggil siapa?
b. Evaluasi
Bagaimana perasaan Bapak sekarang? Apa semalam Bapak tidur
nyenyak?
c. Kontrak
Bapak, saya bertugas disini untuk merawat Bapak dari hari Senin
sampai Sabtu mulai dari jam 08.00 sampai dengan 14.00 apabila dinas
pagi, dan juga dari jam 14.00-20.00 WITA apabila dinas sore, saya
harap selama saya merawat Bapak, saya dapat memberikan pelayanan
yang terbaik.

Topik : Baiklah Bapak, di sini kita akan berbincang-bincang


untuk saling mengenal.
Waktu : Bapak mau ngobrol- ngobrol berapa lama ? Bagaimana
kalau 15 menit dari jam 11.00 sampai 11.15?
Tempat : Kita akan ngobrol dimana Bapak? Bagaimana kalau kita
ngobrol disini?

4
2. FASE KERJA
a. Bapak, tadi sudah menyebutkan nama Bapak, lalu berapa umur Bapak
sekarang?
b. Bapak sudah berapa lama dirawat disini ?
c. Bapak berasal dari mana ?
d. Bapak bersaudara berapa ?
e. Siapa saja yang diajak tinggal dirumah?
f. Bapak masih ingat tidak kapan dibawa kesini ?
g. Siapa yang membawa Bapak kesini ?
h. Menurut Bapak, dibawa kesini karena apa ?
i. Selama dirawat disini hal apa yang sudah Bapak lakukan ?
j. Bagaimana perasaan Bapak saat melakukan kegiatan tersebut?
k. Boleh saya tahu apa pekerjaan Bapak sebelum disini? Bisa diceritakan
tentang pekerjaannya?
l. Wah, kegiatan Bapak bagus sekali.

3. TERMINASI
a. Mengakhiri kontrak
Sesuai janji kita tadi, kita sudah mengobrol 15 menit, sekarang sudah
pukul 11.15 WITA, untuk saat ini kita akhiri dulu ya Pak. Tadi Bapak
sudah bagus sekali mau mendengarkan saya dan menjawab dengan
baik.
b. Evaluasi
(Subyektif) : Setelah kita ngobrol tadi, bagaimana perasaan Bapak?
( Obyektif ) : Klien mau menjawab pertanyaan perawat dan sesekali
melihat perawat.
c. Rencana Tindak Lanjut
Nah Bapak, sekarang sudah pukul 11.15 WITA, pembicaraan kita
cukupkan saja dulu sampai disini ya. Sekarang Bapak istirahat dulu.
Kalau nanti ada yang mau diceritakan atau ditanyakan kepada saya,
Bapak bisa sampaikan saat kita bertemu lagi.
d. Kontrak yang akan datang
Topik : Bagaimana kalau besok kita bertemu lagi membicarakan
tentang keluarga, kemampuan, serta kelebihan dan kekurangan yang
dimiliki?
Waktu : Jam berapa kita besok bertemu Bapak? Saya besok dinas
sore, bagaimana kalau jam 4 sore setelah makan snack, Bapak?
Tempat : Bapak mau ngobrol-ngobrolnya dimana? Bagaimana
kalau disini?

5
STRATEGI PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN JIWA
PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI
(HARGA DIRI RENDAH)

Masalah Keperawatan : Gangguan Konsep Diri (Harga Diri Rendah)


Pertemuan : Ke 2 (dua)
SP 2/TUK 2 : Klien dapat mengidentifikasi aspek positif dan
kemampuan yang dimiliki

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien
Klien tampak duduk sendiri di depan nurse station, klien sedang
menunduk.
2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan Konsep Diri (Harga Diri Rendah)
3. Tujuan Khusus
Klien dapat mengidentifikasi aspek positif dan kemampuan yang dimiliki.
4. Tindakan Keperawatan
2.1 Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien
2.2 Bersama klien buat daftar tentang aspek positif dan kemampuan yang
dimiliki
2.3 Berikan pujian yang realistik dan hindarkan memberi penilaian yang
negatif
.
B. PROSES PELAKSANAAN TINDAKAN
1. ORIENTASI
a. Salam terapeutik
Selamat sore, Pak. Masih ingat dengan saya ?
b. Evaluasi
Bagaimana perasaan Bapak saat ini ?

6
c. Kontrak
a. Topik : Kemarin, kita sudah janji bahwa sekarang jam 4 sore,
kita akan berbicara tentang keluarga serta kemampuan dan
kegiatan yang pernah Bapak lakukan. Apakah Bapak
bersedia?
b. Waktu : Mau berapa lama bercakap-cakapnya? Bagaimana
jika 15 menit, dari jam 4 sampai jam 4 lewat 15 menit ?
c. Tempat : Bapak mau berbincang-bincang di mana? Baiklah,
mari kita duduk di depan ruangan Bapak

2. FASE KERJA
a. Bapak, sekarang kita akan berbicara tentang keluarga Bapak ya.
Apakah Bapak bisa menyebutkan anggota keluarga Bapak?
b. Nah sekarang kita akan membicarakan tentang kemampuan yang
Bapak miliki. Kalau boleh tahu, apa saja kemampuan yang Bapak
miliki?
c. Apa pula kegiatan rumah tangga yang biasa Bapak lakukan?
Bagaimana dengan merapikan tempat tidur? Menyapu? Mencuci piring
?
d. Wah bagus sekali Bapak bisa menyapu, Bapak harus rutin melakukan
semua itu ya. Pagi setelah bangun tidur harus merapikan tempat tidur,
menyapu dan mencuci piring setelah makan ya!

3. TERMINASI
a. Mengakhiri kontrak
Nah Bapak, sudah 15 menit kita mengobrol. Sekarang sudah jam 4
lewat 15 menit, jadi kita cukupkan dulu sampai di sini.
a. Evaluasi
(Subyektif) : Bagaimana perasaan Bapak setelah kita mengobrol-
ngobrol tadi?
(Obyektif) : Klien mau menjawab pertanyaan perawat dan kontak
mata sudah mulai bagus.
b. Rencana Tindak Lanjut

7
Sekarang Bapak bisa istirahat. Kalau nanti ada yang mau diceritakan
atau ditanyakan, Bapak bisa sampaikan saat bertemu lagi dengan
saya.
c. Kontrak yang akan datang
Topik : Bagaimana kalau besok kita bertemu lagi untuk
membicarakan kegiatan mana yang Bapak lakukan
dan jadwal kegiatan harian yang ingin Bapak lakukan
sesuai kemampuan yang Bapak miliki?
Waktu : Bagaimana kalau kita bertemu besok pukul 10.00
pagi? Bapak mau mengobrol berapa lama?
Bagaimana jika 15 menit?
Tempat : Bapak mau mengobrol di mana? Bagaimana jika di
sini lagi?

MASALAH KEPERAWATAN DAN DATA YANG PERLU DIKAJI


1. Masalah keperawatan:
a. Resiko isolasi sosial: menarik diri.
b. Gangguan konsep diri: harga diri rendah.
c. Berduka disfungsional.
2. Data yang perlu dikaji:
a. Data subyektif:
Klien mengatakan: saya tidak mampu, tidak bisa, tidak tahu apa-
apa, bodoh, mengkritik diri sendiri, mengungkapkan perasaan
malu terhadap diri sendiri.
b. Data obyektif:
Klien tampak lebih suka sendiri, bingung bila disuruh memilih
alternatif tindakan, ingin mencederai diri / ingin mengakhiri hidup.

VIII DAFTAR PUSTAKA


1 Keliat, Budi Anna. 2006. Proses Keperawatan Kesehatan
Jiwa.. Jakarta: EGC

8
2 Muhith, Abdul. 2015. Pendidikan Keperawatan Jiwa (Teori
dan Aplikasi). Yogyakarta: Penerbit Andi
3 Taylor, Chyntia M. dan Ralph, Sheila Sparks. 2015. Diagnosis Keperawatan
dengan Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 10. Jakarta: EGC
4 https://www.scribd.com/doc/289717553/SP-HDR

Banjarmasin, Juni 2017


Preseptor Akademik, Preseptor Klinik,

() (.)