You are on page 1of 24

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA

Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

BAB IV
DATA SURVEI TOPOGRAFI

4.1. TUJUAN SURVEI
Survei topografi adalah suatu metode untuk menentukan posisi
tanda-tanda (features) buatan manusia maupun alamiah diatas
permukaan tanah. Survei topografi juga digunakan untuk menentukan
konfigurasi medan (terrain). Kegunaan survei topografi adalah untuk
mengumpulkan data yang diperlukan untuk gambar peta topografi.
Gambar peta dari gabungan data akan membentuk suatu peta
topografi.
Tujuan pengukuran topografi dalam pekerjaan ini adalah
mengumpulkan data koordinat dan ketinggian permukaan tanah
sepanjang lokasi kegiatan untuk penyiapan peta topografi dengan
skala 1: 500 yang akan digunakan untuk perencanaan.

4.2. LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan survei topografi meliputi:

1. Pengukuran titik kontrol horizontal dan vertikal
2. Pengukuran situasi underpass
3. Pengukuran penampang memanjang dan melintang
4. Perhitungan dan pemetaan
5. Pelaksanaan survey
6. Pelaporan

IV - 1

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA
Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

4.3. SURVEY PENGUKURAN TOPOGRAFI
Survey topografi dalam perencanaan teknik jalan raya adalah
Pengukuran Route yang dilakukan dengan tujuan memindahkan
kondisi permukaan bumi dari lokasi yang diukur pada kertas yang
berupa peta planimetri. Peta ini akan digunakan sebagai peta dasar
untuk plotting perencanaan geometrik jalan raya, dalam hal ini
perencanaan alinyemen horizontal. Kegiatan pengukuran route juga
mencakup pengukuran penampang.
Pengukuran Route yang dilakukan sepanjang trase jalan rencana
(route hasil survey reconnaissance) dengan menganggap sumbu jalan
rencana pada trase ini sebagai garis kerangka poligon utama.
Dengan demikian, sebaiknya melakukan pemasangan BM setiap 0,5
km dan di titik rencana persimpangan arah underpass
Pengukuran route sesungguhnva adalah pengukuran detail yang
dilakukan pada route basil survey pendahuluan, yang kegiatannva
meliputi :
o Pemasangan patok (BM dan kayu).
Pemasangan patok-patok penentuan patok Bench Mark
(BM) diperlukan sebagai referensi pengukuran awal, pengikatan
koordinat awal ini dilakukan sebagai dasar pelaksanaan
pengukuran perencanaan. Penempatan BM diletakkan pada
tempat yang aman, keadaan tanahnya stabil dan lokasinva
mudah dicari kembali.
Patok dan BM dipasang tersebar disekeliling daerah yang
dipetakan dan merupakan titik-titik kerangka horisontal dan
vertikal yang dilalui jalur pengukuran poligon dan sipat datar
serta titik pengamatan matahari. Bench Mark yang sudah

IV - 2

dicat warna kuning. pemasangan di lapangan. kemudian difoto sebagai dokumentasi yang dilengkapi dengan nilai koordinat serta elevasi. 6) Untuk setiap titik poligon dan sifat datar hares digunakan patok kayu yang cukup keras. 4) Patok BM dipasang/ditanam dengan kuat. IV . bagian yang masih nampak diberi nomor dan dicat warna kuning.3 .DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan dipasang akan dibuat deskripisinya dengan menggunakan sistem koordinat (x. Tahapan pemasangannya dapat dilakukan sebagai berikut: 1) Lokasi pemasangan direncanakan diatas peta kerja. ditanam dengan kuat. diberi notasi dan nomor BM dengan warna hitam. perlu ditambahkan patok bantu. 5) Patok BM yang sudah terpasang. Dalam keadaan khusus. panjang sekurang-kurangnya 50 cm. ditempatkan pada tempat yang aman. bagian bawahnya diruncingkan. lurus. lokasinya disesuaikan dengan kondisi lapangan. y) dan elevasi (z). dengan diameter sekitar 5 cm. 2) Lokasi pemasangan diusahakan pada jalur batas areal pengukuran dan akan dilalui pengukuran poligon serta sipat datar kerangka sehingga mempunyai standard ketelitian yang lebih baik dan patok kayu 3) Patok-patok BM dibuat dari pipa paralon ukuran 4 inci yang diisi dengan adukan beton dan di atasnya dipasang neut dari baut. bagian atas diratakan diberi paku. mudah terlihat. bagian yang tampak di atas tanah setinggi ± 20 cm.

Formulir data . o Pengukuran detail exsisting jalur kereta api di sekitar lokasi proyek underpass Tabel 4.4 .Alat ukur waterpass . Karena sifatnya sebagai IV .Peta (3) PERSONIL INTI Ahli Teknik Geodesi (Geodetic Enginner) Juru Ukur (Surveyor) 4. o Pengukuran detail di trase rencana underpass.DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan 7) Untuk memudahkan pencarian patok.1 Kebutuhan Personil dan Alat Survey Topografi (1) PERALATAN .Peta .Alat Ukur Total Station . disebut titik tetap (Bench Mark).1.Lain-lain (2) DATA PENUNJANG .Alat ukur GPS . Patok Beton Patok beton dipasang untuk titik-titik kontrol horisontal dan menentukan ketinggian muka tanah.Kamera .3. baik untuk jalan maupun lokasi rencana underpass. 1.Pita ukur baja . Patok beton ini digunakan sebagai titik-titik kontrol kerangka horisontal (poligon) utama dan sipat-data utama. sebaiknya pada daerah sekitar patok diberi tanda-tanda khusus. Pemasangan Titik Kontrol Titik-titik kontrol yang dipasang untuk keperluan pengukuran route ada dua macam yaitu patok beton dan patok STA jalan (marking).Alat tulis .

3.2. Pengukuran Pengikatan Pengukuran ini untuk menetapkan posisi dari titik awal proyek terhadap koordinat maupun elevasi triangulasi. Patok STA jalan Patok ini dipasan untuk titik-titik kontrol sekunder atau tersier (patok bantu) pada pengukuran poligon maupun sipat Datar sekunder dan pada pengukuran topografi (situasi detail).DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan titik tetap maka akan digunakan sebagai referensi untuk kegiatan selanjutnya.3. 2. Patok ini digunakan juga sebagai titik referensi sementara atau titik bantu.5 . Data koordinat dan ketinggian titik triangulasi dapat diperoleh dengan menggunakan alat Global Positioning System (GPS) IV . jadi sitatnya tidak tetap. akan tetapi harus diberi nomor STA dengan interval 25 m dan diberi warna sesuai dengan kebutuhan 4.3. Pengukuran Detail Pengukuran detail ini mencakup beberapa macam kegiatan yaitu : o Pengukuran Pengikatan o Pengukuran Kontrol Horisontal o Pengukuran Kontrol Vertikal o Pengukuran Penampang o Pengukuran Topografi o Pengukuran Khusus (Jalur Kereta Api dan rumah penduduk sekitar lokasi underpass) 4. agar pada saat pengukuran untuk pelaksanaan (stake out) mudah dilakukan.

Koordinat (X.y) Pengukuran pengikatan dari titik referensi ini terdiri Bari: a. Adapun kaidah pekerjaan pengukuran poligon mengikuti ketentuan sebagai berikut : a. Pengamatan Global Positioning System (GPS) Lintang pengamatan pada pekerjaan survey topografi untuk rencana underpass dengan pengamatan dari alat GPS (Global Positioning System) b. Pengukuran Poligon Pengikatan Kerangka dasar untuk pengukuran poligon dan waterpass dibuat sesuai dengan kerangka rencana trase pengukuran.6 . Hasil pengukuran kerangka utama ini segera dihitung untuk mengetahui nilai koreksi sehingga mendapatkan titik-titik polygon yang akurat.DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan Referensi ketinggian titik triangulasi adalah permukaan laut rata-rata sedangkan data koordinat triangulasi berupa koordinat geografis lintang da bujur dalarn Sistem Koordinat UTM (Universal Transvere Mercartor) yang kemudian ditransfer ke Sistern Koordinat Cartesius (x. Pengukuran dilakukan dengan alat ukur Digital Theodolit Total Station.Y) titik-titik kontrol geodesi ditentukan dengan cara pengukuran poligon yaitu pengukuran sudut dalam posisi teropong biasa dan luar biasa U 2 12 23  1 D12 3 IV .

2 D12 = jarak sisi poligon 1 . diketahui koordinat 12 = azimuth sisi poligon 1 . 3. benang atas (Ian benang bawab dengan cara pulang pergi.7 . Pembacaan benang tengah.  = (𝛼𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 − 𝛼𝑎𝑤𝑎𝑙 ) + 𝑛 × 180 X1 = X1 + D12 x Sin 12 Y1 = Y1 + D12 x Cos 12 Dimana : 1 = titik 1. Pengukuran Sifat-Datar Pengikatan Pengukuran sipat datar dila kukan dengan cara sebagai berikut : 1. 2.2  = sudut pengukuran polygon c.Y1) 2 = titik 1.2BT < 2 mm IV .DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan Gambar 4. Bacaan dikontrol (BA + BB) . Perhitungan dilakukan dengan Metode Bowditch seperti yangdiperlihatkan pada gambar diatas.1 Perhitungan Poligon b. Penggunaan alat waterpass tipe NAK-2. diketahui koordinat (X1.

H2 = H1+H Dimana : H1 = titik kontrol (titik poligon) yang sudah diketahui tingginya.2 Pengukuran Beda tinggi antara dua titik Untuk mengetahui elevasi dari titik-titik yang ditinjau (titik-titik kontrol). Sisi poligon atau jarak antar titik poligon maksiinum 50 IV . agar seluruh daerah pemetaan mempunyai referensi yang sama d. dilakukan dengan cara pengukuran beda tinggi atau sipat datar yang perhitungannya dilakukan dengan cara secierhana yaitu dengan metocie perataan yang merata-ratakan beda tinggi dari posisi 1 dan posisi 2.8 .DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan Gambar 4. H2 = titik yang dihitung tingginya. Pengukuran Titik Kontrol Horisontal Pengukuran titik kontrol horizontal dilakukan dengan sistem poligon. dan semua titik ikat (BM) harus dijadikan sebagai titik poligon. H = beda tinggi titik 1 dan titik 2 Pengukuran pengikatan dilakukan dari titik triangulasi terhadap salah satu titik pada kerangka dasar horisontal/ vertikal utama.

Jumlah titik poligon = n. sedangkan untuk pengukuran jarak dilakukan dengan meteran Baja (sebagai jarak rantai) yang dikontrol dengan jarak optis. e. Profil ini menunjukkan ketinggian (elevasi) pada semua titik kontrol yang ada sepanjang sisi poligon (sumbu jalan rencana). Pengukuran ini dilakukan sepanjang sumbu jalan rencana (sisi poligon) pada setiap titik kontrol (tetap ataupun sementara) untuk mengetahui bentuk profil dari awal proyek sampai akhir proyek. Pengukuran Titik Kontrol Vertikal Pengukuran titik kontrol vertikal dilakukan dengan sistem beda tinggi (sipat-datar) pada titik-titik poligon yang ada. Metode pengukuran sipat datar biasanya dilakukan dengan cara "Double Stand" yaitu dua kali berdiri alat yang hasilnya diambil rata-rata dengan mengambil jarak sedemikian rupa sehingga jarak ke depan sama dengan jarak ke belakang. Maksud pengukuran poligon ini untuk mendapatkan kerangka dasar pengukuran dan sebagai pengikat jalur rintis melintang (cross Section). Kesalahan penutup sudut  (10 √𝑛 ) atau menurut ketentuan yang diberlakukan.DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan meter. diukur dengan meteran atau dengan alat ukur secara optis ataupun elektronis.9 . Alat yang digunakan untuk pengukuran sudut adalah theodolite Total Station. Pengukuran titik kontrol horisontal dilakukan dengan cara pengukuran poligon terbuka sepanjang jalur sumbu jalan exsisting dan trase rencana underpass (basil reconnaissance survey). IV .

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan Alat yang digunakan adalah waterpass tipe NAK-2. sifat datar. clan potongan melintang) dan titik BM. Dalam satu seksi (satu kali pengukuran) harus dalam jumlah slag (pengamatan) yang genap. dan Benang Bawah (BB). jelas dan sama.  Rambu-rambu ukur yang dipakai harus dalam keadaan balk. Pada setiap pembacaan harus dipenuhi: 2 BT = BA + BB.  Pada setiap pengukuran sifat datar harus dilakukan pembacaan ketiga benangnya. Benang Tengah (BT). Dasar pengukuran beda tinggi adalah sipat-datar dengan menggunakan bidang referensi tinggi muka air laut rata-rata.10 . yaitu Benang Atas (BA). berskala benar. Gambar penampang melintang diperlukan untuk perhitungan pekerjaan tanah (galian dan timbunan) dengan panjang IV . f. dalam satuan milimiter. Pengukuran ini adalah pengukuran sipat-datar yang dilakukan tegak lurus sumbu jalan rencana untuk mengetahui kondisi melintang koridor pada tempat¬tempat tertentu (setiap 25 m). yaitu harga Z pada titik referensi tetap dari pengukuran sipat-datar pengikatan Syarat-syarat pengukuran :  Pengukuran sifat datar harus mencakup semua titik pengukuran (poligon. sedangkan rambu ukur biasanya dari tipe yang memiliki vivo (niveau). Pengukuran Penampang Penampang dimaksud adalah penampang melintang (cross section) yang merupakan penampang tegak lurus sumbu jalan rencana.

perlu dilakukanpengukuran khusus yang berupa pengukuran situasi IV . Pengukuran Khusus 1. Metode pengukuran yang digunakan yaitu dengan Cara tacimetri dengan alat Theodolite Total Station h. Pada daerah persimpangan. Kegiatan pengukuran ini harus dilakukan seteliti mungkin agar underpass yang akan dibuat dapat direncanakan secara akurat dan efisien dengan garis-garis tinggi muka tanah (kontur) diukur untukinterval setiap beda tinggi 1 m.DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan penampang melintang selebar koridor yaitu 75 m ke arah kiri dan 75 in ke arah kanan dari sumbu jalan rencana. Persilangan dengan sungai / gorong-gorong Pada persilangan dengan sungai / gorong-gorong. jarak pengukuran biasanya 250 m ke setiap arah dari sumbu jalan rencana.11 . Alat ukur yang digunakan adalah theodolite Total Station dengan ketelitian yang diijinkan ± 10". Pengukuran Topografi Maksud dari pengukuran ini adalah pengukuran situasi untuk pembuatan peta planimetri sepanjang ruas jalan rencana dengan lebar pemetaan selebar koridor yaitu ± 150 rn. Pengukuran ini dilakukan untuk plotting letak / posisi (koordinat) exsisting lapangan yang terdapat pada permukaan bumi pada kertas dengan skala 1 : 500 atau 7 : 1000 yang berupa peta planimetri. Gambar penampang melintang ini digunakan juga untuk keperluan perencanaan sarana drainase g.

 Pengukuran situasi dilakukan dengan sistem tachimetri. rumah. Pengukuran Situasi Detail Untuk mendapatkan detail yang lengkap dan lokasi survei maka dilakukan pengukuran situasi.DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan sedetail mungkin. Perpotongan dengan jalur kereta api Pada lokasi perpotongan dengan jalur kereta api yang ada perlu dilakukan pengukuran situasi di sekitar perpotongan. Penampang melintang dibuat pada interval 50 m searah sumbu jalur kereta api 3. Penampang melintang di lokasi pengukuran khusus persilangan dengan sungai / gorong-gorong. balk buatan manusia atau alamiah serta relief (tinggi rendah) daerah yang dipetakan.12 . diukur pada sumbunya 2. seperti alur. Pengukuran situasi detail dirnaksudkan untuk mendapatkan gambaran pada bidang datar dan sebagian atau seluruh permukaan bumi serta objek (benda) yang ada di lapangan. bukit. Pertemuan dengan Jalan Pada lokasi pertemuan dengan jalan (junction) yang merupakan titik pertemuan 2 atau 3 segmen jalan dan arus lalu lintas sebagai penggabungan (merging) Jan pemisahan (deverging) arus lalu lintas dilakukan 25 m searah dengan sumbu jalan yang ada i. IV . yang mencakup semua obyek yang dibentuk oleh alam maupun manusia yang ada disepanjang jalur pengukuran. sungai. gedung dan sebagainya. jembatan.

Pemeriksaaan theodolit. Sumbu II tegak lurus sumbu I. dengan koreksi nivo kotak dan nivo tabung. Garis bidik harus sejajar dengan garis arah nivo. j. Sumbu I vertikal. dengan koreksi nivo kotak dan nivo tabung. Persyaratan 1) Pemeriksaan dan koreksi alat ukur.  Kesalahan azimuth pengontrol tidak lebih dan 5".13 . Hasil pemeriksaan dan koreksi alat ukur harus dicatat dan dilampirkan dalam laporan. Pemeriksaan alat sifat datar: Sumbu I vertikal. setiap alat ukur yang akan digunakan harus diperiksa dan dikoreksi sebagai berikut: i.  Sebelum melakukan pengukuran.DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan  Dalam pengambilan data agar diperhatikan keseragaman penyebaran dan kerapatan titik yang cukup sehingga dihasilkan gambar situasi yang benar. IV . 2) Ketelitian dalam pengukuran Ketelitian untuk pengukuran poligon adalah sebagai berikut:  Kesalahan sudut yang diperbolehkan adalah (n adalah jumlah titik poligon dari pengamatan matahari pertama ke pengamatan matahari selanjutnya atau dari pengukuran GPS pertama ke pengukuran GPS berikutnya). ii. Garis bidik tegak lurus sumbu II Kesalahan kolimasi horizontal = Kesalahan indeks vertikal = 0.

Perhitungan koordinat poligon dibuat setiap seksi.5 mm). antara pengamatan matahari yang satu dengan pengamatan berikutnya.  Seluruh perhitungan sebaiknya menggunakan sistem komputerisasi.DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan 3) Perhitungan  Perhitungan Koordinat. Ketinggian detail dihitung berdasarkan ketinggian patok ukur yang dipakai sebagai titik pengukuran detail dan dihitung secara tachimetris. 4) Keluaran  Penggambaran poligon dibuat dengan skala 1 : 1000.  Garis-garis grid dibuat setiap 10 cm.  Pada setiap lembar gambar dan/atau setiap 1 meter panjang gambar harus dicantumkan petunjuk arah Utara.  Perhitungan Ketinggian Detail. tapi hams diberikan berdasarkan panjang kaki sudut (kaki sudut yang tebih pendek mendapatkan koreksi yang lebih besar).14 .  Koordinat grid terluar (dari gambar) harus dicantumkan harga absis (x) dan ordinat (y) nya.  Perhitungan Sifat Datar. Perhitungan sifat datar harus dilakukan hingga 4 desimal (ketelitian 0. dan harus dilakukan kontrol perhitungan pada setiap lembhr perhitungan dengan menjumlahkan beda tingginya. IV . dan harus dilakukan di lokasi pekerjaan. Koreksi sudut tidak boleh diberikan atas dasar nilai rata-rata.

y) dan elevasi (z). jembatan. dan penampang melintang harus digambarkan pada gambar polygon. kordinat (x. Perhitungan Koordinat Poligon Dalam Perhitungan koordinat diperlukan data sudut. Dalam pelaksanaan penggambaran diharapkan dapat memberi informasi yang mudah dimengerti oleh pemakai. misalrwa: jalan. Penggambaran merupakan cara untuk menyajikan data hasil ukuran di lapangan yang telah diproses. G. saluran dan metoda yang dipakai didasarkan atas hasil hitungan koordinat dan tinggi. sehingga membentuk gambar situasi dengan interval garis ketinggian (contour) 1 meter.Y dan Z-nva dan diberi tanda khusus. F.15 . situasi. Perhitungan dan Penggambaran Pengolahan data awal (sementara) dilakukan dilapangan dan perhitungan definitif dikerjakan di kantor untuk pemetaan (ploting) data lapangan yang akan digunakan dalam penggambaran. jarak dan azimut dengan ntrous umum sebagai berikut: IV .  Setiap titik ikat (BM) agar dicantumkan nilai X.DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan  Penggambaran titik poligon berdasarkan hasil. juga diperlukan simbol-simbol yang menerangkan unsur-unsur yang terletak diatas permukaan bumi sehingga segala sesuatunya tercakup dalam peta tersebut. Semua hasil perhitungan titik pengukuran detail.

n+1 .αawal) + (n ± 2) . Sin 𝛼 n.Xawal) ± fx D. n+1 : Koordinat titik (n) yang diketahui : Koordinat titik (n+1) yang dihitung : Jarak dari titik (n) ketitik (n+1) : Asimut titik (n) ketitik (n+1) Mengingat pada saat melakukan pengukuran sudut maupun jarak masih mengandung kesalahan kebetulan.16 .Y)n+1 Dn.n+1 Yn+1 = Yn + Dn. sehingga syarat geometris harus memenuhi ketentuan : Σ = (αakhir . maka dapat dilakukan perhitungan koordinat.n+1 . n+1 𝛼 n.n+1 Keterangan : (X.Yawal) ± fy Keterangan : Σ R = Jumlah sudut yang diukur Σ D = Jumlah jarak f𝛼 = Salah penutup sudut fx = Salah penutup absis fy = Salah penutup ordinat Setelah perhitungan absis dan ordinat dikoreksi.180° ± fα D. Sin 𝛼 = (Xakhir . Cos 𝛼 n.DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan Xn+1 = Xn + Dn.Y)n (X. Cos 𝛼 = (Yakhir . IV .

Alat Stand Elevasi Atas Atas 1 Patok Patok Tengah Tengah Rata 2 Stand Bawah Bawah 2 2.054 2.112 1 A04 0.4.428 2.428 2 CP01 2.482 65.680 1 CP01 2.428 BM00 3.001 2 A04 0.990 67.17 .727 1.831 3.DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan 4.169 2 BM00 4.428 1 BM00 3.822 3.114 2.000 CP01 0.170 IV .168 3.250 1 BM00 0. HASIL SURVEI TOPOGRAFI Tabel 4.2 Data Pengukuran Waterpass PROYEK : LOKASI : Hal : LING : Tanggal : Delta Delta Belakang Muka No H H Stand No.542 2 BM00 0.

18 .654 -0.227 2 A15 1.457 -0.831 1 HP3POL 1.296 1.217 68.662 -0.006 66.308 2 A06 1.604 -0.421 1 A04 1.718 1 A20 2.377 -0.DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan 1.131 A06 1.922 1 A06 1.454 -2.308 1.389 2 A20 2.466 1.265 1 HP02 POL 1.478 -2.150 70.597 A04 1.752 1 A15 1.307 69.803 1 A10 1.912 2 A15 1.379 HP02 POL 1.911 -0.381 -0.634 IV .430 1 A06 1.188 70.708 1 A20 0.527 A15 2.824 A10 1.986 1 HP02 POL 2.242 2 HP02 POL 2.656 -0.301 -0.466 69.073 2 A10 1.694 1 A10 1.466 2 A04 1.237 -2.196 2 A06 1.852 1 A15 1.236 1.616 A20 2.662 -0.307 -0.523 -0.466 -0.297 -0.297 2 A10 1.237 2 A20 0.912 0.

096 1 HP3POL 1.016 67.739 HP05POL 1.848 65.712 2 A40 0.775 0.369 2 HP05POL 1.107 A45 1.757 0.519 A39 1 A40 0.839 1 A39 1.375 -0.242 -0.133 68.018 2 HP3POL 1.725 67.431 0.799 2 A45 1.034 2 HP05POL 1.259 1.240 1 A48 1.771 1.955 1 HP05POL 1.364 -0.552 1 A48 1.369 0.DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan 2 HP02 POL 1.238 67.961 2 A39 1.368 1.758 66.775 0.333 1 A45 1.112 1 HP05POL 1.773 2 HP3POL 1.198 1 A40 2.259 2 A40 2.923 2 A39 1.961 0.124 2 A48 1.746 HP3POL 1.629 -0.068 1.751 0.19 .241 2 A45 1.961 2.611 2.418 1 A45 1.259 0.320 1 A39 1.073 0.866 A48 IV .356 0.152 0.797 0.480 A40 2.

734 0.575 2 A50 0.110 -1.890 1 A50 0.413 64.494 2 A55 1.086 -2.338 -0.337 -1.575 -2.111 2 A58 0.208 60.320 -1.285 -2.680 2 A62 0.710 66.420 -0.598 A50 3.402 IV .730 1 A55 1.769 1 A52 0.097 A55 3.736 -2.429 59.269 2 A48 1.251 A62 2.697 1 A55 0.488 1 A58 3.362 A58 1.238 -2.663 2 A52 3.112 -1.316 -1.269 -1.432 1 A65 2.20 .350 63.925 -0.206 2 A62 1.926 2 A52 0.285 2 A58 3.681 -1.620 1 A52 3.DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan 2.543 1 A50 2.926 0.268 0.722 1 A58 0.735 2 A55 0.853 1 A62 0.038 2 A50 2.306 -1.019 -2.110 0.575 0.023 A52 1.816 1 A62 1.

871 A68 IV .009 1.288 1 A65 2.300 2 A65 2.308 2 A68 1.298 57.21 .571 A65 1.679 2.270 1 A68 0.081 -1.DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan 2 A65 2.299 58.300 1.998 1.

278 A01 190 19 43 271 19 2. DATAR TITIK KOREKSI (A) (d) KOREKSI KOREKSI X Y TITIK (m) (m) (m) (m) (m) ' ' " ' ' " A00 689876.107 9303380.059 HP01 187 5 5 310 49 7.001 0.001 689729.517 -41.165 A14 150 18 15 340 30 52.5 174.894 HP01 0.574 A04 1.0 49.0 41.000 0.001 689826.001 689726.992 -0.907 99.314 9302996.612 A12 172 13 40 348 17 12.000 689711.000 689701.969 -49.000 689725.001 -0.0 0. COS NO.0 0.394 IV .796 -46.526 9303157.988 A06 1.978 A01 1.365 11.954 BM00 1.5 56.0 0.766 40.699 -3.698 9303418.000 0.432 9303057.001 -0.0 61.586 -10.DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan Tabel 4.409 A12 1. SIN A A KOORDINAT NO. AZIMUTH JARAK d .301 A00 177 54 0 273 25 1.0 0.196 -13.408 37.0 40.203 A06 172 59 27 355 17 43.880 2.215 A04 175 48 52 359 28 50.001 -0.000 0.642 A03 183 32 27 355 56 21.0 0.999 -14.528 -55.519 49.0 0.001 -0.553 A14 0.0 0.506 0.819 9302995.232 BM00 254 17 35 281 38 45.3 Data Pengukuran Theodolite d .000 689687.0 99. SUDUT HORZ.173 9303331.950 9303007.22 .0 0.5 49.001 689785.067 48.353 174.698 9302992.411 A03 1.0 49.

882 HP03 0.734 9303669.360 9303786.988 -21.0 0.0 50.0 0.0 0.000 0.389 -14.000 689640.955 A48 0.000 0.123 A45 0.644 9303972.313 9303875.0 56.086 97.950 A33 0.887 A33 286 25 50 312 33 52.0 0.991 -35.552 -34.195 -109.000 689291.927 9303939.0 154.737 A44 173 37 0 337 57 54.281 A24 0.230 74.860 A45 176 44 5 331 34 54.091 -36.164 9303643.544 A41A 151 52 58 337 52 37.000 0.0 0.0 0.777 -45.0 0.0 0.324 -66.537 HP05 198 45 0 319 7 37.792 HP06 0.5 104.770 HP03 80 7 55 58 59 42.5 24.0 149.0 0.971 -100.000 689466.265 9303774.000 0.000 0.0 0.000 689336.811 A50 0.5 19.394 9303569.626 A50 131 54 55 313 51 52.734 A24 103 33 55 314 57 4.815 A48 165 32 53 328 18 59.840 9303576.336 HP06 208 12 20 309 45 34.539 -11.453 A18 177 2 53 317 54 12.0 114.000 0.007 A41A 0.000 689327.404 IV .000 0.0 0.000 689417.838 HP02 254 2 52 238 30 59.104 HP02 0.689 65.960 -154.0 0.284 32.893 33.0 0.767 HP05 0.946 -9.000 0.000 0.727 9303721.5 74.000 0.578 HP07 191 15 28 265 46 47.905 12.888 -74.007 52.385 63.23 .538 111.000 689372.000 689351.DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan A18 0.001 9303809.0 47.000 0.987 -39.000 0.948 9303610.000 689251.000 0.5 74.000 689356.786 58.951 HP07 0.359 23.0 68.933 9303458.000 689540.401 A44 0.462 52.000 689217.5 128.000 689319.

000 0.0 132.832 A63 0.003 88.917 6.213 A55 193 24 25 306 12 17.187 9303967.0 0.5 277 2 14.155 A65 0.000 0.104 9303961.958 -121.000 0.854 A65 144 21 55 350 34 4.000 0.078 HP08 0.952 A68 IV .000 688893.0 0.693 HP09 0 0 0 314 55 59.867 HP08 210 34 60 294 29 7.577 -77.876 9304395.0 0.745 112.302 9304201.594 -27.5 114.258 A68 0.000 688815.386 -18.0 0.000 689014.0 0.554 9304422.000 0.839 HP09 0.482 91.621 9304282.000 0.DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN LAPORAN ANTARA Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan A54 0.000 689063.000 0.702 9304146.681 81.989 -56.24 .000 0.000 688638.289 -48.699 A63 205 29 58 325 4 7.0 0.0 149.039 A55 0.174 A54 209 10 2.184 9304055.298 -120.000 688619.0 98.400 54.5 49.788 A58 154 52 25 319 36 42.000 688695.5 38.322 27.576 A58 0.0 119.0 0.0 0.000 688592.