You are on page 1of 36

ELECTRONIC

REGISTRATION AND
I D E NTIF IC ATION

DAFTAR
DAFTAR ISI ISI
ELECTRONIC REGISTRATION AND IDENTIFICATION (ERI)

• Mekanisme Cek Fisik Elektronik Subdit Regident

Dit Lantas Polda Metro Jaya

• Sistem Pengarsipan Elektronik Subdit Regident

Dit Lantas Polda Metro Jaya

• Hak Paten Tanda Nomor Kendaraan Bermotor

(TNKB Dan Tanda Coba Kendaraan Bermotor

(TCKB)

3

4 .

sedemikian rupa sehingga setiap kendaraan yang telah menggunakan OBU. tidak perlu lagi berhenti. Data kendaraan disimpan dalam suatu peralatan elektronik bernama On Board Unit (OBU). merupakan teknologi terkini untuk mendata dan mendeteksi kendaraan bermotor secara elektronik. ELECTRONIC REGISTRATION AND IDENTIFICATION (ERI) ERI (Electronic Registration and Identification). karena keterangan lengkap kendaraan tersebut bisa dibaca oleh Petugas Polisi tanpa harus menghentikan kendaraan tersebut. 5 .

6 .

PENERAPAN MEKANISME CEK FISIK ELEKTRONIK 7 .

4. secara terus menerus selalu melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat dengan harapan tercipta suatu pelayanan publik yang cepat. dengan cara menggesek No Rangka dan No Mesin oleh petugas lapangan.Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. benar. STNK dan BPKB. Undang – Undang RI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. A. Mekanisme pemeriksaan cek fisik yang ada saat ini dilakukan secara manual. Pengarsipan hasil pemeriksaan fisik kendaraan bermotor masih dilakukan secara manual. DASAR Sebagai Landasan Hukum dalam pelaksanaan tugas Subdit Regident Dit Lantas Polda Metro Jaya berpedoman kepada : 1. dan dicantumkan ke dalam lembar/ form cek fisik yang telah tersedia. LATAR BELAKANG Subdit Regident Dit Lantas Polda Metro Jaya sebagai bagian dari Sub Satker jajaran Dit Lantas Polda Metro Jaya yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan dan membina pelaksanaan Registrasi dan Identifikasi SIM. Undang – Undang RI Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. aman. B. tidak diskriminatif dan akuntabel. 3. Undang. Penyelenggaraan pemeriksaan cek fisik merupakan langkah awal dari proses registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor untuk memberikan rekomendasi dan legitimasi atas kelayakan dan keabsahan kendaraan bermotor secara fisik. Instruksi Bersama Menteri Pertahanan Keamanan. Menteri 8 . sehingga memerlukan waktu yang cukup lama dalam melakukan proses penyimpanan dan pencarian arsip kendaraan. 2.

MAKSUD DAN TUJUAN: 1. Dirjen PUOD dan Dirut PT. D. Peraturan Kapolri Nomor 05 Tahun 2012 Tanggal 10 Pebruari 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor. Jasa Raharja (Persero) Nomor : Skep/06/X/1999. PENERAPAN MEKANISME CEK FISIK ELEKTRONIK Proses Kendaraan Baru dan proses perubahan data kendaraan bermotor di wilayah Hukum Polda Metro Jaya bertambah setiap harinya dengan kuantiitas yang tinggi. Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor : Ins/03/ M/X/1999. tanggal 15 Oktober 1999 tentang Tata Laksana Samsat.014/1999 tanggal 11 Oktober 1999 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Nomor 29 Tahun 1999 dan Nomor : 6/IMK. Nomor : 973- 1228 dan Nomor Skep/02/X/1999. C. Hal tersebut. Memudahkan dalam proses penyimpanan dan pencarian data hasil cek fisik serta Mengintergrasikan data hasil cek fisik dengan data awal registrasi kendaraan (integrated system). Tujuan Melalui mekanisme cek fisik elektronik diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam proses pengambilan data cek fisik kendaraan bermotor. Surat Keputusan Bersama Kapolri. 2. 6. Maksud Memberikan gambaran tentang pentingnya penerapan mekanisme cek fisik elektronik pada unit pelayanan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dalam rangka mewujudkan kendaraan yang berkeselamatan. berbanding 9 . 5.

Kendaraan yang akan dilakukan pemeriksaan cek fisik. kiri. diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap terjamin dan terwujudnya aspek keamanan dan keselamatan kendaraan bermotor. TNKB. Selain itu. belakang kendaraan bermotor yang bertujuan untuk mengambil/ merekam data gambar fisik luar kendaraan (warna. dengan adanya penerapan proses cek fisik secara elektronik. atas. Untuk pengambilan foto data Nomor rangka dan Nomor Mesin kendaraan dilakukan secara manual oleh petugas pengambil data menggunakan satu buah kamera kabel fleksibel yang terkoneksi dengan data komputer (tersimpan secara otomatis). Mekanisme cek fisik secara elektronik dilakukan dengan cara pengambilan data melalui pemotretan yang disajikan dalam bentuk image(gambar) yang tersimpan secara digital file di data base komputer. jenis. depan. Dengan demikian mekanisme cek fisik elektronik adalah suatu rangkaian tata cara dalam kegiatan pengambilan dan penyimpanan data cek fisik secara elektronik melalui pemotretan dan pencocokan data secara komputerisasi (matching system) hasil cek fisik kendaraan bermotor. melalui mekanisme tersebut diharapkan mampu menurunkan resiko fatalitas kecelakaan kendaraan bermotor. Tujuan utama mekanisme cek fisik elektronik adalah untuk memudahkan proses pelaksanaan pengambilan data cek fisik kendaraan bermotor secara cepat dan akurat serta kecepatan dalam proses penyimpanan dan pencarian data hasil cek fisik. merk/ type kendaraan) yang dilakukan serentak secara otomatis (menekan satu tombol di komputer). Oleh karena itu. terbalik dengan kecepatan dan keakuratan data hasil pemeriksaan cek fisik kendaraan bermotor apabila dilakukan secara manual. dibutuhkan suatu adanya inovasi pemeriksaan cek fisik kendaraan bermotor dan pengarsipan hasil cek fisik secara manual menjadi sistem elektronik. dilakukan di area cek fisik yang disediakan berupa tempat/ ruang khusus. 10 . Secara jangka panjang. yang terdapat enam (6) buah kamera digital di sisi kanan.

dll) b. Terinfeksi virus komputer yang mengakibatkan kerusakan sistem elektronik. Proses penyimpanan data hasil cek fisik dilakukan secara komputerisasi dan tersimpan dalam file database yang terintegrasi dengan data regident secara menyeluruh. sehingga akan memudahkan dalam proses pencarian untuk digunakan sesuai kebutuhan. Keuntungan dalam mekanisme cek fisik secara elektronik: a. data terhapus) 11 . Keterbatasan area cek fisik untuk kendaraan bermotor yang berdimensi besar (jenis truk. c. database BPKB). No mesin) dilakukan secara komputerisasi menggunakan software/ program yang disediakan untuk pencocokan data (matching system) dengan data yang ada (data APM. Efisiensi waktu dalam proses pengambilan data cek fisik (proses lebih cepat) b. Kemudahan dalam proses penyimpanan dan pencarian data 2. Proses pengidentifikasian data kendaraan (No rangka. Ketidak akuratan data hasil cek fisik karena faktor manusia (salah input. Keakuratan dalam proses verifikasi hasil cek fisik d. Kemudahan dalam pengambilan data cek fisik kendaraan c. Keuntungan dan Kelemahan Mekanisme Cek Fisik Elektronik 1. bus. Kelemahan dalam mekanisme cek fisik secara elektronik: a.

ILUSTRASI : KOMPUTER KAMERA KAMERA KAMERA KAMERA 12 .

• Pemilik Kendaraanhasil • Penyimpanan mengambil danfisik rekaman cek mengisi formulir cekfsik ke database. menggunakan kamera kabel (Laparoscopy) • Input data rekamanan hasil cek fisik oleh petugas. camera kabel (LAPAROSCOPY). • Verifikasi hasil rekaman cek fisik oleh petugas. • 1 buah • 1 (satu) cameralapangan (satu) Petugas kabel (LAPAROSCOPY). lapangan pengambil : • Kendaraan • 1 (satu) Petugas Operator hadir Lapangan. • Verifikasi • Pemilik menyerahkan formulir hasil rekaman cekyang telah fisik oleh diisi kepada petugas cekfisik petugas. dilokasi cekfisik memasuki jalur antrian. • Pemotretan No. 13 .SARANA SARANA: : • 6 (satu) buah camera statis. Mesin menggunakan kamera kabel (Laparoscopy) • Input data rekamanan hasil cek fisik oleh petugas. • Jika hasilverifikasi dinyatakan sesuai standar (ok) berkas dapat dimasukan keloket • Pemotretan kendaraan pengesahanuntuk dari 6 sisi. • 6 (satu) • 1 buah camera (satu) buah statis. • 1MEKANISME (satu) PetugasPENGURUSAN CEK FISIKfoto. • Pemilik Kendaraan mengambi ldanmengisi formulir cekfsik • Pemilik menyerahkan formulir yang telah diisi kepada petugas cekfisik • Pemotretan kendaraan dari 6 sisi. pengambil foto. • 1 (satu) Petugas Operator Lapangan. Mesin jalur antrian. disahkan dengan menggunakan dan dikembalikan 6 buah kamera yang kepada pemohon. • Penyimpanan hasil rekaman cek fisik ke database.rangka dan No. dengan menggunakan 6 buah kamera yang MEKANISME PENGURUSAN dioperasionalkan CEK satu orang FISIK : operator. dioperasionalkan satu orang operator. • Jika hasilverifikasi dinyatakan sesuai standar (ok) berkas dapat dimasukan keloket pengesahan untuk disahkan dan dikembalikan kepada pemohon.rangka • Pemotretan dilokasi cekdanfisik memasuki No. • Kendaraan hadir No.

14 .

PENERAPAN MEKANISME ARSIP ELEKTRONIK 15 .

sementara pembangunan infrastruktur berupa jalan dan fasilitas seperti terminal. secara terus menerus selalu melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat dengan harapan tercipta suatu pelayanan publik yang cepat. Permasalahan tersebut tidak lagi bisa dijawab hanya dengan pelaksanaan tugas secara rutin . tidak diskriminatif dan akuntabel. selamat. aman. Perkembangan kota Jakarta yang semakin pesat dan beban permasalahan lalu lintas yang semakin kompleks sebagai akibat pertambahan jumlah kendaraan yang semakin hari semakin terus bertambah. persimpangan. administrasi registrasi dan identifikasi lalu lintas. penjagaan. pendidikan masyarakat lalu lintas serta rekayasa lalu lintas. ditambah mobilitas warga yang semakin tinggi sehingga menimbulkan banyak persoalan dalam sistem Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. LATAR BELAKANG Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya adalah salah satu Satuan Kerja Polda Metro Jaya yang melaksanakan tugas pokok dan fungsi Kepolisian Lalu Lintas dengan tanggung jawab dan wewenang untuk menciptakan situasi kondisi lalu lintas yang aman. Dinamika masyarakat metropolitan yang tinggi kerap melahirkan berbagai permasalahan lalu lintas di ibukota yang salah satunya adalah masalah pelayanan administrasi. benar. tertib dan lancar di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan sekitarnya melalui kegiatan fungsi teknis lalu lintas meliputi pengaturan. Subdit Regident Dit Lantas Polda Metro Jaya sebagai bagian dari Sub Satker jajaran Dit Lantas Polda Metro Jaya yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan dan membina pelaksanaan Registrasi dan Identifikasi SIM. dan pengembangan jaringan jalan tidak bisa mengimbanginya. A. STNK dan BPKB. 16 . penegakan hukum lantas. namun lebih menuntut terobosan kreatif dan strategis berupa inovasi-inovasi maupun kreasi di bidang pelayanan. pengawalan dan patroli lalu lintas.

17 . 6. Dirjen PUOD dan Dirut PT. DASAR Sebagai Landasan Hukum dalam pelaksanaan tugas Subdit Regident Dit Lantas Polda Metro Jaya berpedoman kepada : 1. Peraturan Kapolri no. Undang – Undang RI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Nomor : 973- 1228 dan Nomor Skep/02/X/1999.014/1999 tanggal 11 Oktober 1999 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Instruksi Bersama Menteri Pertahanan Keamanan. 5. Peraturan Kapolri Nomor 05 Tahun 2012 Tanggal 10 Pebruari 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor. Surat Keputusan Bersama Kapolri.Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 2. daya beli masyarakat jakarta yang sangat tinggi mengakibatkan pengurangan daya simpan manual pada gudang penyimpanan arsip dan dokumen yang ada pada masing-masing unit pelayanan samsat. B. Salah satu bagian yang menjadi pilar utama dalam hal legitimasi fungsi registrasi identifikasi kendaraan bermotor adalah sub kelompok kerja Arsip dan Dokumen dimana bagian tersebut bertugas sebagai tempat penyimpanan arsip kendaraan bermotor dan bertanggung jawab dalam hal memelihara serta menjaga keamanan arsip. Undang. Selain itu melayani kepentingan mutasi luar daerah atau kepentingan forensik kepolisian dengan persetujuan dari pimpinan (Dirlantas). 4. 3. Undang – Undang RI Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Jasa Raharja (Persero) Nomor : Skep/06/X/1999. Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor : Ins/03/ M/X/1999. Pada kenyataannya dengan dinamika masyarakat metropolitan dimana per hari. 17 tahun 2007 tanggal 17 Agustus 2007 tentang Tata Kearsipan di lingkungan Polri. Nomor 29 Tahun 1999 dan Nomor : 6/IMK. tanggal 15 Oktober 1999 tentang Tata Laksana Samsat.

dsb. Maksud Untuk memberikan kepastian hukum dalam penyelanggaraan kearsipan bidang Registrasi dan Identifikasi kendaraan bermotor secara efektif dan efisien. dengan kemampuan data external contoh 1 CD-RW berkapasitas 700 MB akan mampu menyimpan dokumen dalam bentuk teks sebanyak + 700 foto ( 1 Foto setara dengan 1 MB dalam format JPEG) 18 . d. Menghemat tempat . File lebih aman. Percepatan penyajian data pada saat ada permintaan mendadak / urgent terkait permintaan data arsip dan dokumen. c. cd. flash disk. Hal ini karena arsip berbentuk data elektronik sehingga dapat disimpan melalui server serta dapat di back up ke dalam media lain seperti external hard disk. b. melalui sistim elektronik arsip yang online. 2. C. Pencarian secara full text dan sistematis. e. serta kecil kemungkinan akan hilang. Efiensi dalam hal penyimpanan arsip dan dokumen kendaraan bermotor yang secara manual menjadi suatu arsip elektronik terintegrasi dalam sistem manajemen regident ranmor. Tujuan a. dengan menggunakan data search engine melalui sistem komputer berdasarkan kata kunci maupun nama dalam bentuk text document. waktu dan biaya. f. g. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Pengideksan tabulasi data yang fleksibel dan mudah dimodifikasi berdasarkan prosedur yang telah dikembangkan. Melalui pemberkasan secara elektronik diharapkan mampu meningkatkan pelayanan. sehingga dapat menghemat tenaga.

D. STNK dan BPKB antara lain Inovasi dalam Pelayanan Arsip dan Dokumen kendaraan bermotor dalam hal Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor. diterima.000 s. dibutuhkan suatu adanya inovasi perubahan penyimpanan arsip secara manual menjadi elektronik.d. dikelola oleh organisasi maupun perorangan dan menyimpannya sebagai bukti hasil kegiatan. Maksud dan Tujuan. Hal tersebut. ARSIP ELEKTRONIK Subdit Regident Dit Lantas Polda Metro Jaya berkedudukan di Jakarta yang Ibu Kota Negara Republik Indonesia. sentra politik. Dengan demikian prosedur arsip elektronik adalah suatu rangkaian tata cara dalam kegiatan pengarsipan secara elektronik melalui scaning data/dokumen kendaraan bermotor. 19 . Arsip elektronik merupakan informasi yang terkandung dalam file media elektronik yang dibuat. Kesimpulan dan Saran. Tujuan utama arsip elektronik adalah untuk memudahkan penemuan kembali arsip secara cepat dan tepat apabila sewaktu- waktu diperlukan. sebagai Kota Metropolitan menjadi pusat pemerintahan. Bab II yang meliputii Pembahasan Arsip Elektronik. karakteristik arsip elektronik. Dasar. Oleh karena itu. RUANG LINGKUP Dalam naskah ini meliputi Bab I yang berisi Pendahuluan. Proses Kendaraan Baru di wilayah Hukum Polda Metro Jaya setiap harinya berkisar + 5. sentra perekonomian baik bersifat nasional maupun internasional yang batas wilayahnya satu dengan yang lain tidak ada jarak.000 kendaraan bermotor. berbanding terbalik dengan ketersediaan gudang penyimpanan arsip dan dokumen pada masing-masing Unit Pelayanan Regident. perlu adanya Inovasi pelayanan kepada masyarakat yang berkaitan dengan Registrasi dan Identifikasi SIM. 6. E.

LD. Ex. 20 . Ex. Melalui arsip elektronik data akan disimpan secara digital dalam bentuk basis data yang ditampilkan dalam bentuk full text document. dsb). Dump TNI/Polri/Instansi Pemerintah. hasil cetak yang buram maupun resiko karena kesalahan individu (force majure). Kedutaan CD/ CC. namun pada saat pendaftaran kendaraan bermotor dari pemohon dapat segera dilakukan pemisahan data sesuai dengan asal-usulnya (CKD. CBU. Taxi. Pengarsipan arsip elektronik dilakukan tanpa harus menunggu volume arsip banyak atau menumpuk. Pengarsipan secara elektronik mengurangi resiko rusaknya dokumen manual yang berupa kertas yang dapat disebabkan karena kertas rusak.

diakses (dibaca) gambar-gambar. dll) dan suatu media dan tidak digunakan menggunakan simbol. 21 . KARAKTERISTIK ARSIP ELEKTRONIK Dalam pengarsipan terdapat 2 (dua) bentuk yaitu arsip manual dan elektronik. dapat secara langsung simbol (alphabet. dll) oleh manusia karena yang dapat secara direpresentasikan langsung dibaca oleh oleh simbol (binary manusia digits) yang harus diterjemahkan terlebih dahulu oleh mesin untuk bisa dibaca oleh manusia. medianya. F. adapun perbedaan karakteristik arsip manual dan arsip elektronik antara lain : Perbedaan Arsip Manual dan Elektronik NO KARAKTERISTIK ARSIP MANUAL ARSIP ELEKTRONIK 1 Perekaman dan Isi direkam pada suatu Isi direkam pada simbol yang media (kertas. 2 Hubungan Isi yang terekam pada Isi yang terekam antara isi dan suatu media (seperti pada suatu (seperti media selembar kertas) tidak sebuah disket) dapat dapat dipisahkan dari dipisahkan dari medianya.

Agar dapat dianggap lengkap dan otentik. dan sistem komputer yang ada harus dapat membuatnya lagi saat pentransformasian arsip tersebut ke suatu format yang terbaca manusia. spasi. paragraf. struktur fisiknya dokumen dan merupakan dapat berubah. dan logik pengguna. biasanya tidak diketahui oleh pengguna awam. NO KARAKTERISTIK ARSIP MANUAL ARSIP ELEKTRONIK 3 Karakteristik Struktur fisik dapat Struktur fisik tidak dapat struktur fisik dan terlihat langsung olehlangsung terlihat. 22 . komputer yang mampu untuk “membaca” struktur fisik tersebut. satu kriteria utama Pengguna akan selalu untuk pemeriksaan memerlukan suatu sistem otentisitasnya. Diperlukan adanya suatu struktur logik yang memungkinkan komputer untuk mengidentifikasi setiap arsip dan untuk merepresentasikan elemen-elemen dari struktur internal arsip (seperti margin. arsip harus dipelihara strukturnya dengan berbagai cara. dll) Umumnya. struktur logik arsip elektronik merupakan struktur yang dibuat oleh pembuatnya pada layar komputer. Struktur tersebut Setiap kali arsip tersebut merupakan bagian dipindahkan ke sarana integral dari suatu lainnya.

metadata konteks fungsional dan arsip elektronik juga administratifnya menunjukan bagaimana informasi direkam/ dibuat. 6 Pelestarian arsip Pelestarian arsip manual Media penyimpanan berarti menyimpan fisik harus disimpan dalam unit arsip (lembaran kondisi sebaik mungkin. karena perkembangan teknologi informasi yang cepat. arsip menghindari kerusakan elektronik akan dan untuk memperbaiki tetap terancam kerusakan bilamana keberadaannya dalam terjadi jangka waktu yang tidak begitu lama. dalam kaitannya mungkin untuk dengan media. banyak sistem komputer yang menjadi usang dalam jangka waktu singkat. dsb) dengan Namun bagaimanapun kondisi yang sebaik juga. 23 . Selain itu. 5 Identifikasi arsip Dapat dilakukan dengan Tidak dapat melihat fisik arsip secara diidentifikasi dengan langsung cara melihat entitas fisiknya. kertas.NO KARAKTERISTIK ARSIP MANUAL ARSIP ELEKTRONIK 4 Metadata Metadata membentuk Selain konteks hubungan antara fungsional dan suatu arsip dengan administratif. melainkan dari suatu entitas logik yang merupakan hasil dan yang memberikan bukti dari suatu aktivitas atau transaksi.

NEARLINE – penyimpanan arsip pada media simpan digital removable namun dapat diakses secara cepat melalui sistem otomatis yang terhubung ke jaringan komputer. ONLINE – penyimpanan arsip pada perangkat penyimpanan yang dapat ditemubalik dan diakses secara cepat. Contoh : penyimpanan pada CD atau DVD. Kondisi penyimpanan arsip elektronik harus diatur sedemikian rupa yang tidak mudah terpengaruh oleh kelembaban. 3. suhu. Contoh : penyimpanan pada harddisk server. Umumnya arsip yang disimpan secara online adalah arsip aktif. pemantauan. serta backup data dapat dengan mudah dilakukan serta menjamin keamanan dan tidak terjadinya kerusakan maupun kehilangan data. radiasi dan stabilitas kondisi lingkungan. PENYIMPANAN DAN PEMELIHARAAN ARSIP ELEKTRONIK Penyimpanan arsip elektronik dilakukan pada sebuah ruang penyimpanan yang berkapasitas besar yang secara terintegrasi terhubung secara online pada jaringan komputer sehingga dalam hal pengontrolan. G. Beberapa metode penyimpanan arsip elektronik : 1. Umumnya arsip yang disimpan secara offline adalah arsip inaktif. OFFLINE – penyimpanan arsip pada perangkat penyimpanan yang tidak dapat secara langsung diakses melalui jaringan komputer dan membutuhkan campur tangan manusia agar bisa diakses. Dengan demikian tidak diperlukan campur tangan manusia agar arsip bisa diakses. 2. Penyimpanan offline biasanya menggunakan media simpan digital removable. Contoh : penyimpanan pada sistem CD jukebox atau magnetic tape silo 24 .

banjir. • Musibah teknologi : virus komputer. 25 . • Tindakan kriminal : pencurian. kabel listrik yang buruk. • Kesalahan manusia (kondisi penyimpnan yang tidak stabil) : menyimpan media magnetik dengan peralatan sehingga dapat menyebabkan radiasi. Pemeliharaan arsip elektronik harus dilakukan secara periodik karena arsip elektronik dalam hal sistem lebih “rapuh” daripada arsip kertas dikarenakan data yang disajikan tersimpan dalam suatu basis data sistem komputer. • Kualitas material yang buruk : CD. badai. yakni pada lokasi yang memiliki jarak aman dengan pusat database lokasi penyimpanan arsip. dll. menjamin tidak terjadinya kerusakan atau kehilangan data. Server yang tidak berkualitas. spionasme. dll. hacker. Eksternal Harddisk. kerusakan peralatan komputer. • Kerusakan bangunan : kebocoran atap. Pemeliharaan tersebut dilakukan terhadap sistem komputer serta ruang penyimpanan untuk mencegah. sehingga data rawan hilang atau tidak tersimpan. Hal-hal yang dapat merusak data pada arsip elektronik antara lain : • Bencana alam : gempa. bulanan maupun tahunan sehingga apabila terjadi kerusakan atau kehilangan pada pusat database masih memiliki data cadangan dilokasi offsite. dll. Perlindungan terhadap arsip elektronik antara lain degan membuat duplikat dan menyimpan dilokasi penyimpanan offsite yang aman. Proses backup data dilakukan secara periodik harian. dll. mingguan.

26 .

HAK PATEN TANDA NOMOR KENDARAAN BERMOTOR (TNKB) & TANDA COBA KENARAAN BERMOTOR (TCKB) 27 .

keberadaan TNKB tentunya juga menjadi konsistensi tersendiri dalam penegakan hukum dan memberikan perlindungan kepada masyarakat yang sedang mengendarai kendaraan bermotor karena setiap pelanggaran yang berkaitan dengan TNKB harus mendapatkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku (Pasal 280 UU Nomor 22 Tahun 2009). sehingga apabila semua berjalan dengan baik hal ini akan menjadikan image yang positip terhadap Polisi Lalu – Lintas begitu juga sebaliknya apabila banyak pelanggaran yang berkaitan dengan TNKB tentunya menjadikan image yang negative terhadap Polisi Lalu – Lintas. TNKB dan TCKB yang mempunyai Spesifikasi Teknis tertentu dan dikeluarkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah merupakan Hak Intelektual yang harus dilindungi dan diberikan Hak Paten. nomor registrasi. serta masa berlaku dan dipasang pada kendaraan bermotor. LATAR BELAKANG Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disingkat TNKB adalah tanda Regident Ranmor yang berfungsi sebagai bukti Legitimasi pengoperasian kendaraan bermotor berupa plat atau berbahan lain dengan spesifikasi tertentu yang diterbitkan Polri dan berisikan kode wilayah. A. Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia khususnya Polisi Lalu – Lintas yang diberikan kewenangan untuk melakukan penerbitan dan pengawasan serta pengendalian terhadap TNKB tentunya merupakan tantangan tugas tersendiri. 28 . Selain berfungsi sebagai bukti Legitimasi pengoperasian kendaraan bermotor.

tanggal 15 Oktober 1999 tentang Tata Laksana Samsat. 7. Surat Keputusan Bersama Kapolri. SPESIFIKASI TEKNIS TNKB DAN TCKB 1. Surat Kapolri Nomor : B/588/V/2011/Korlantas. Instruksi Bersama Menteri Pertahanan Keamanan. NAMA MATERIIL Tanda Nomor Kendaraan Bermotor disingkat TNKB dan Tanda Coba Kendaraan Bermotor disingkat TCKB. 6. 5.014/1999 tanggal 11 Oktober 1999 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Nomor 29 Tahun 1999 dan Nomor : 6/IMK. 8. Dirjen PUOD dan Dirut PT. 2. C. 3.Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 29 . Jasa Raharja (Persero) Nomor : Skep/06/X/1999. Undang – Undang RI Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Nomor : 973- 1228 dan Nomor Skep/02/X/1999. Peraturan Kapolri Nomor 05 Tahun 2012 Tanggal 10 Pebruari 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2010 tentang Tarif atas jenis PNBP yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Undang. 4. DASAR HUKUM 1. tanggal 23 Mei 2011 perihal pengiriman perubahan Spesifikasi Teknis Materiil STNK dan TNKB. Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor : Ins/03/ M/X/1999. Undang – Undang RI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.B.

Tinggi cetakan Nomor Polisi : 42 mm 4). 3. Lebar Plat : 110 mm 3). Panjang Plat : 275 mm 2). Tanda Coba Kendaraan Bermotor (TCKB) berbentuk plat alumunium dengan cetakan satu atau dua huruf kode wilayah dan satu angka atau lebih untuk Nomor Polisi dan dua huruf untuk kode/seri akhir masing-masing wilayah serta tidak ada bulan/tahun masa berlaku. Lebar Cetakan Masa Berlaku : 19 mm 7). Tebal Plat : 1.1 mm 30 . Tinggi Cetakan Masa Berlaku : 24 mm 6). 2. Ukuran TNKB Roda 2 dan 3 : 1). 1 (satu) pasang terdiri dari 2 (dua) lembar. BENTUK Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) berbentuk plat alumunium dengan cetakan satu atau dua huruf kode wilayah dan satu angka atau lebih untuk Nomor Polisi dan satu atau lebih huruf kode/seri akhir masing-masing wilayah serta bulan/tahun masa berlaku. Lebar Cetakan Nomor Polisi : 21 mm 5). UKURAN a). KOMPONEN Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dan Tanda Coba Kendaraan (TCKB). dengan satuan pasang. 4.00 + 0.

satu warna seperti warna Nomor Polisi. 5. d). BAHAN PENGECATAN a). Tinggi Cetakan Masa Berlaku : 24 mm 6). Ukuran tebal Plat : 1.00 + 0.1 mm 6. Lebar Cetakan Masa Berlaku : 19 mm 7). Terdapat cetakan garis lurus disekeliling Plat lebar 5 (lima) mili meter. b). Tanda Coba Kendaraan Bermotor (TCKB) tidak ada bulan dan tahun masa berlaku. Alumunium sheet / plat dengan formula : Jenis : I Alloy 3105 b). Panjang Plat : 431 mm 2). Ukuran TNKB Roda 4/lebih : 1). CM 100 – D (Washing) 2). Tebal Plat : 1.00+ 0. Untuk pencucian dan pengikat cat pada bahan baku Alumunium Alloy plat dasar : 1). Lebar Cetakan Nomor Polisi : 35 mm 5). Lebar Plat : 137 mm 3).1 mm c). BAHAN BAKU a). terletak disekeliling tepi plat. Tinggi cetakan Nomor Polisi : 75 mm 4). Campuran CM 101 – R (Pengencer Tinta) 31 .

Kepri (Daerah Batam). CM 101 – R (pengencer tinta) 7. Untuk cata pada huruf dan Nomor TNKB 1). CM 304 – Red Ink Gloos (warna merah gloss). Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dengan warna dasar hijau dan tulisan putih digunakan untuk kendaraan yang berada dalam daerah Free Trade Zone (FTZ) yaitu pada Polda Aceh (Daerah Sabang). dan Papua (Merauke). c). 5). CM 101 – R (pengencer tinta). Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dengan warna dasar hitam dan tulisan putih digunakan untuk kendaraan pribadi. CM 504 – Light White Ink Gloss . CM 800 – Black Ink Gloss (warna hitam gloss). 32 . 4). Untuk huruf dan angka warna hitam/merah menggunakan : - Jenis cat hitam yang berpartikel (metallic) - CM 101 – R (pengencer tinta) 2). CM 303 – Yellow Ink Gloos (warna kuning gloss). Untuk cat dasar pada plat dasar TNKB 1). Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dengan warna dasar kuning dan tulisan hitam digunakan untuk kendaraan umum. b). 3). c). Untuk huruf dan angka warna putih menggunakan : . b). WARNA a). CM 302 – White Ink Gloos (warna putih gloss). Kalbar (Sangau Entikong). 2).

8. d). Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dengan warna dasar merah dan tulisan putih digunakan untuk kendaraan dinas Pemerintah. f ). Pada sudut kanan atas dan sudut kiri bawah setiap plat TNKB / TCKB Terdapat tanda khusus (Security Mark) cetakan lambang Polisi Lalu Lintas dengan ukuran tertentu. b). Pada sisi sebelah kanan dan sisi sebelah kiri ada tanda khusus (Security Mark) cetakan tulisan KORLANTAS POLRI yang merupakan Hak Paten pembuatan TNKB dan TCKB. Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dengan warna dasar putih dan tulisan hitam digunakan untuk kendaraan bermotor Korps Diplomatik Asing. 33 . e). TANDA – TANDA KHUSUS a). Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dengan warna dasar putih tulisan merah digunakan untuk Tanda Coba Kendaraan Bermotor (TCKB).

05 19 … 431 34 . CONTOH UKURAN TNKB D. 14 19 431 Contoh ukuran TNKB Roda 2 dan 3 21 5 42 B 6666 WWW 110 24 01 . 1 4. 02 . 14 Cetakan Lambang Polantas Cetakan tulisan KORLANTAS POLRI Contoh ukuran TCKB 4/lebih 35 5 75 B 8888 XXX 137 24 01 . 14 19 275 Cetakan tulisan KORLANTAS POLRI Cetakan Lambang Polantas B 8888 WWW 01 . CONTOH UKURAN TNKB Contoh ukuran TNKB Roda 4/lebih Contoh ukuran TNKB Roda 4/lebih 35 5 75 B 8888 WWW 137 24 01 .

KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan TNKB adalah sebagai bukti Legitimasi pengoperasian kendaraan bermotor. SYARAT-SYARAT PERMOHONAN PERDAFTARAN CIPTAAN 1.000. Saran Untuk menghindari pembuatan TNKB oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Salinan resmi atau fotocopy Akta Pendirian Badan hukum yang telah dilegalisir Notaris. 2.00 (enam ribu rupiah) melampirkan contoh Ciptaan : a). NPWP dan fotocopy KTP direktur (apabila pemohonnya adalah badan hukum). 3. 4.E.000. Surat pernyataan kepemilikan bermaterai Rp. 6. 2. menjadi konsistensi tersendiri dalam penegakan hukum yang dilaksanakan oleh petugas Polri khususnya Polisi Lalu Lintas dan kenyataan di lapangan banyak terjadi pembuatan TNKB yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. dimohon kepada pimpinan TNKB dan TCKB yang dikeluarkan oleh Polri mempunyai Hak Paten namun dalam proses tersebut disarankan tetap berkoordinasi dengan Korlantas Polri sebagai Pembina Fungsi di bidang Lalu Lintas.00 (enam ribu rupiah). 35 . F. Slip pembayaran pendaftaran ciptaan. Isi formulir rangkap 3 (tiga) Lembar pertama di tandatangani di atas meterai Rp. TNKB 12 keping. 6.

36 .