You are on page 1of 5

Judul Jurnal : Pengaruh Terapi Aktivitas Bermain Meniup Balon Terhadap Perubahan Fungsi

Paru Anak Pra Sekolah Dengan Asthma Tahun 2009

Resume Hasil Pembahasan Jurnal :

Pada penelitian tersebut didapatkan bahwa terapi yang digunakan dapat mempengaruhi fungsi
paru pada anak yang yang mebderita asthma. Peneltian ini dilakukan selama 5 hari yaitu pagi
dan sore. Dan, hasilnya terapi meniup balon ini sangat kuat dan baik bagi fungsi paru pada
anak laki-laki dan perempuan yang sedang menderita asthma. Terapi meniup balon ini
merupakan permainan yang memerlukan inspirasi dalam dan ekspirasi yang memanjang.
Terapi ini melatih pernapasan yaitu ekspirasi menjadi lebih panjang dan pada inspirasi untuk
memfasilitasi pengeluaran karbon dioksida dari tubuh yang tertahan karena obstruksi jalan
napas. Tetapi, pada penelitian ini tinggi badan dan berat badan tidak mempengaruhi fungsi
paru.

Fungsi paru adalah usaha tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen untuk proses
metabolisme dan mengeluarkan karbondioksida sebagai hasil metabolisme (Sherwood, 2005).
Fungsi paru yang akan diteliti adalah fungsi ventilasi yang ditunjukkan dengan hasil
pemeriksaan arus puncak ekspirasi (APE) dengan menggunakan alat peak expiratory flow
meter (PEF meter). Berikut ini akan di uraikan intepretasi hasil penelitian dari semua
variabel.

1. Pengaruh Terapi Aktivitas Bermain Meniup Balon Terhadap Perubahan Fungsi Paru Pada
Anak Pra Sekolah Dengan Asthma

Hasil distribusi fungsi paru perintervensi pada tabel 5.3 dan 5.4 dapat disimpulkan bahwa ada
beda rata-rata nilai APE sebelum dan sebelum dilakukan intervensi dari sepuluh intervensi
yang dilakukan sejak hari pertama sampai dengan hari kelima semakin mengalami
peningkatan baik pada anak laki-laki maupun anak perempuan.

Hasil analisa statistik pada tabel 5.5 menunjukkan bahwa terapi bermain meniup balon
berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan fungsi paru pada anak laki-laki dengan
asthma. Hasil statistik pada tabel 5.6 menunjukkan hasil yang sama yaitu terapi bermain
meniup balon berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan fungsi paru pada anak
perempuan dengan asthma, ini dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai APE tiap harinya.

dapat meningkatkan fungsi paru yang dibuktikan dengan peningkatan nilai APE.05). Terapi ini dapat dianalogkan dengan latihan napas dalam atau pursed .8 menunjukkan perubahan fungsi paru yang bermakna saat dilakukan perbandingan hasil pengukuran pagi sebelum intervensi dan sore sesudah dilakukan intervensi dengan nilai rata-rata p < (0.9 dan 5.7 dan 5. ini karena terjadi obstruksi pernapasan yang disebabkan oleh bronkhospasme.05). Hasil penelitian ini sangat sesuai dengan hasil hipotesis penelitian. Asthma derajat ringan nilai APE nya adalah 80% (PPDI. Data statistik menunjukkan bahwa terapi aktivitas bermain meniup balon yang dilakukan oleh pasien anak dengan asthma baik derajat ringan maupun sedang selama 5 hari berturut-turut dengan intervensi pagi dan sore. 2003).14. Pasien asthma akan mengalami kesulitan saat bernapas. Hasil statistik dari semua tabel menunjukkan bahwa terapi meniup balon dengan perubahan fungsi paru memiliki pengaruh yang sangat kuat baik pada anak laki-laki maupun anak perempuan ini dibuktikan dengan rata-rata nilai eta (η) > 0. Terapi bermain meniup balon ditujukan untuk anak-anak yang mengalami gangguan pada sistem pernapasan khususnya asthma dengan tujuan agar fungsi paru pada anak akan meningkat dan menjadi normal (Hockenbbery. 2006). Terapi bermain meniup balon merupakan permainan yang memerlukan inspirasi dalam dan ekspirasi yang memanjang. Secara klinis peningkatan tersebut cukup baik karena terjadi perubahan tingkat derajat asthma dari yang sedang menjadi ringan.Hasil analisa statistik perhari pada tabel 5. Hasil analisa statistik pada tabel 5. 2005). Tujuan terapi ini adalah melatih pernapasan yaitu ekspirasi menjadi lebih panjang dari pada inspirasi untuk memfasilitasi pengeluaran karbondioksida dari tubuh yang tertahan karena obstruksi jalan napas (Williams. 2006). sehingga mengharuskan tubuh untuk menciptakan gradien tekanan yang lebih besar agar laju aliran udara dapat dipertahankan normal yang disebut dengan aliran ekspirasi maksimum (Sherwood.10 juga menunjukkan perubahan fungsi paru yang bermakna saat dilakukan perbandingan hasil pengukuran hari pertama pagi sebelum dilakukan intervensi dengan hari kelima sore sesudah dilakukan intervensi dengan nilai p < (0. penumpukan mukosa dan inflamasi membran mukosa sehingga resistensi aliran udara menjadi besar terutama selama ekspirasi. Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa dengan terapi bermain meniup balon dapat meningkatkan fungsi paru pasien asthma.

Pursed lip breating adalah inspirasi dalam dan ekspirasi memanjang dengan mulut dimonyongkan dengan tujuan untuk membantu pasien mengontrol pola napas. Fungsi paru terutama ventilasi paru sangat dipengaruhi oleh recoil dan compliance paru.11 menunjukkan bahwa tinggi badan dan berat badan tidak berpengaruh secara signifikan dengan perubahan fungsi paru. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa nilai rata-rata fungsi paru kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Terapi meniup balon dapat meningkatkan kekuatan otot pernapasan sehingga akan memaksimalkan recoil dan compliance paru sehingga fungsi paru akan meningkat pula (Sherwood.lip breating. Keterbatasan Penelitian . ini disebabkan karena jumlah sampel yang kurang memadai sehingga hasil penelitian tidak sesuai dengan teori yang ada. Secara teoritis tinggi badan dan berat badan dapat mempengaruhi perubahan fungsi paru. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa latihan dapat meningkatkan kekuatan otot dan ventilasi paru pasien asthma. 2005). hal ini disebabkan karena latihan dapat menyebabkan perangsangan pusat otak yang lebih tinggi pada pusat vasomotor di batang otak yang menyebabkan peningkatan tekanan arteri dan peningkatan ventilasi paru (Sherwood. Seseorang yang memiliki tubuh yang tinggi dan besar maka fungsi ventilasi parunya lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang memiliki tubuh kecil dan pendek (Kliegman. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan antara tinggi badan dan berat badan terhadap peningkatan fungsi paru. Fungsi ekspirasi dan inspirasi juga dipengaruhi oleh tinggi badan dan berat badan karena kemampuan dada untuk mengembang akan berbeda pada setiap tinggi dan berat badan yang berbeda (Kliegman. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Camalia (2008) tentang pengaruh senam asthma terhadap peningkatan fungsi paru pasien asthma di perkumpulan senam asthma di RSU Tangerang. meningkatkan kekuatan otot pernapasan dan memperbaiki kelenturan rongga dada sehingga fungsi paru menjadi meningkat (Dechman. B. 2005). 2005). Pengaruh terapi aktivitas bermain meniup balon terhadap perubahan fungsi paru yang di kontrol dengan tinggi badan dan berat badan anak asthma Hasil penelitian pada tabel 5. menurunkan sesak napas. 2. 2004). 2005).

Terapi bermain meniup balon sangat baik dilakukan pada pasien yang menderita asthma karena dapat memperbaiki kelenturan rongga dada serta diafragma. Pada pasien anak untuk melatih napas dalam intervensi yang dapat dilakukan oleh perawat anak . Latihan ini juga dapat membantu menginduksikan pola napas terutama frekuensi napas menjadi lambat dan dalam (Yunus. C. diantaranya anak merasa lebih nyaman dalam bernapas. Implikasi terhadap pelayanan keperawatan Setelah anak yang menderita asthma melakukan terapi aktivitas bermain meniup balon selama 5 hari yang dilakukan pagi dan sore hari dengan siklus tiga kali intervensi selama 10- 80 detik. dengan demikian dapat mengurangi jumlah tahanan dan jebakan udara. ternyata mendapatkan manfaat. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling akan tetapi tidak menggunakan accidental sampling karena keterbatasan waktu penelitian sehingga peneliti melihat medical record pasien dengan mengambil semua data pasien anak yang menderita asthma usia pra sekolah. merasa tidak sesak lagi dan serangan asthma berkurang. 2005). Terapi bermain meniup balon ini sangat mudah dan tidak memerlukan peralatan yang mahal dan tempat khusus selain itu anak-anak sangat menyukai terapi ini. selain itu yang terlihat dalam penelitian ini adalah terjadinya peningkatan nilai fungsi paru. 1. Kedua manfaat ini hendaknya bisa di implikasikan terhadap pelayanan dan penelitian selanjutnya. Kedua itu merupakan syarat dilakukannya suatu penelitian. Implikasi Hasil Penelitian Pada bab I telah disampaikan manfaat penelitian. serta dapat melatih otot-otot ekspirasi untuk memperpanjang ekhalasi dan meningkatkan tekanan jalan napas selama ekspirasi. Latihan napas dalam dapat meningkatkan oksigenasi dan membantu sekret atau mukus keluar dari jalan napas (Speer. manfaat secara teoritis dan manfaat secara praktis. 2007).Keterbatasan pada penelitian ini adalah pada saat pengumpulan data anak asthma di klinik asthma. sebenarnya penelitian ilmiah mengandung dua manfaat yaitu. ini disebabkan karena jarangnya anak yang menderita asthma berobat langsung ke klinik tersebut dan klinik tidak memiliki data lengkap anak-anak yang berobat di klinik tersebut sehingga peneliti harus mencari data anak asthma di poli klinik paru anak.

Penelitian ini dilakukan selama lima hari yang setiap hari dilakukan intervensi dua kali yaitu pagi dan sore dengan tiga siklus. khususnya perawat anak yang berada di pelayanan untuk mengembangkan promosi kesehatan dan edukasi yang lebih baik lagi tentang manfaat terapi bermain meniup balon atau terapi latihan napas dalam sebagai penatalaksanaan jangka panjang pasien asthma. Sampel penelitian ini adalah 10 oarang anak. . 2. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perawat. Hasil penelitian ini dapat mendorong penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih banyak dan dapat membandingkan beberapa exercise yang paling baik dalam meningkatkan fungsi paru pasien anak dengan asthma seperti senam asthma. berenang. 2004). Hasil penelitian ini menjelaskan tentang pengaruh terapi aktivitas bermain meniup balon terhadap perubahan fungsi paru pada anak pra sekolah dengan asthma. untuk meningkatkan kualitas hidup pasien anak dengan asthma.yaitu dengan mengajak anak yang menderita asthma untuk ikut dalam terapi bermain meniup balon yaitu dengan tujuan agar fungsi paru pada anak asthma akan meningkat dan menjadi normal (Hockenberry. terapi bermain meniup balon dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan pada manajemen penanganan asthma bagi pasien anak dengan asthma karena terapi ini sama dengan terapi latihan napas dalam (pursed lips breathing). Dari hasil penelitian ini. bersepeda dan lainnya. b. Implikasi terhadap keilmuan a.