You are on page 1of 1

Rancangan Pembahasan

Antimikroba atau antibiotik adalah obat atau zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi,
yang dapat menghambat/membasmi mikroba lain (jasad renik / bakteri), khususnya mikroba yang
merugikan manusia yaitu mikroba penyebab infeksi pada manusia. Penggunaan antibiotik khususnya
berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi. Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat
virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam
melawan berbagai jenis bakteri.

Pada kenyataannya antibiotik (AB) adalah obat yang sangat dikenal, bukan hanya oleh kalangan medis,
tetapi juga oleh masyarakat. Sayangnya, hampir semuanya mengenal AB secara salah, dan ini terbukti
dalam kenyataan bahwa AB merupakan obat yang paling banyak digunakan secara salah (misused).
Masalah inappropriate use of AB merupakan masalah irrational prescribing yang paling besar di dunia,
dari dahulu sampai sekarang, di rumah sakit maupun di komunitas. Tak mengherankan kalau salah satu
indicator penggunaan obat yang tidak rasional di suatu sarana pelayanan kesehatan adalah angka
penggunaan AB.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa jauh pola peresepan antibiotika yang
ada pada Unit Perawatan Intensif ( Intensive Care Unit) Rumah Sakit Helios di Jerman. Peneliti
memilih Unit Perawatan Intensif (Intensive Care Unit) sebagai tempat penelitian dalam melihat pola
peresepan antibiotika sebab :
1. Pasien yang dirawat di ICU membutuhkan perhatian medis secara teratur untuk menjaga
fungsi tubuh.
2. Pada pasien ICU banyak digunakan alat-alat invasif untuk menjaga fungsi tubuh dan
cenderung memiliki pertahanan tubuh yang lemah
3. Menyebabkan pasien ICU memiliki risiko tinggi terkena infeksi bakteri
4. Adanya infeksi bakteri menyebabkan pasien ICU membutuhkan terapi antibiotika.
Penggunaan antibiotika yang meningkat memungkinkan antibiotika digunakan secara tidak
rasional. Hal ini akan menimbulkan terjadinya resistensi bakteri. Adanya resistensi bakteri dapat
menimbulkan masalah klinis (seperti meningkatnya infeksi nosokomial dan dapat terjadinya
kegagalan terapi) dan masalah ekonomis (seperti meningkatkan lama perawatan pasien dan
meningkatnya biaya pengobatan pasien).
Untuk meminimalkan masalah resistensi yang berujung pada keselamatan pasien ICU, maka
penggunaan antibiotika di ICU perlu dievaluasi. Salah satu cara evaluasi kerasionalan
penggunaan antibiotika berdasarkan dosis dan hasil sensitivitas bakteri.

Infections caused by potentially drug-resistant pathogens steadily increase in intensive care units (ICUs)
and are a major cause of overall prevalence in hospitals. Resistance is likely because ICU patients often
have complex illnesses and use many antibiotics. Indeed, more than 70% of critically ill patients will be
given an antimicrobial drug during their ICU stay. In addition, infections are highly involved in ICU
morbidity and mortality; the prevalence of infections caused by germs that require progressively more
complex therapy has grown in recent years.